wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Uji Efikasi Insektisida

Total questions: 83

Worksheet time: 44mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang diukur untuk menentukan efikasi impregnated paper terhadap nyamuk Aedes aegypti?

a)

Jumlah nyamuk yang mati setelah kontak dengan kertas.

b)

Waktu yang diperlukan untuk menyerap insektisida.

c)

Jumlah nyamuk yang bertelur pada kertas.

d)

Waktu paparan nyamuk terhadap kertas.

e)

Kadar insektisida yang tersisa pada kertas setelah penggunaan.

2.

Berapa lama umumnya periode pengamatan dalam uji efikasi kelambu berinsektisida di lapangan?

a)

1 hari.

b)

1 minggu.

c)

1 bulan.

d)

6 bulan.

e)

1 tahun.

3.

Mengapa penting untuk melakukan uji efikasi kelambu berinsektisida di lapangan?

a)

Untuk menentukan harga jual kelambu.

b)

Untuk memastikan kelambu efektif dalam kondisi penggunaan nyata.

c)

Untuk mengukur tingkat kenyamanan pengguna.

d)

Untuk menentukan warna terbaik untuk kelambu.

e)

Untuk menguji kemampuan kelambu dalam menahan angin.

4.

Apa tujuan utama dari analisis probit dalam penghitungan LC90?

a)

Mengestimasi hubungan dosis-respons.

b)

Menentukan jenis bahan aktif yang cocok sebagai insektisida.

c)

Menentukan kandungan kimia insektisida.

d)

Mengidentifikasi jenis serangga yang rentan terhadap dosis.

e)

Mengukur laju laju kematian serangga selama periode aplikasi.

5.

Bagaimana membuat larutan uji sebanyak 1000 ml larutan larvasida bakteri Bacillus thuringiensis israelensis strain 266/2 (≥1200 ITU/mg)?

a)

Membuat pengenceran dengan cara memasukkan 20-100 mg produk /liter aquades

b)

Membuat pengenceran dengan cara memasukkan 500-100 mg produk /liter aquades

c)

Membuat pengenceran dengan cara memasukkan 100-200 mg produk /liter aquades

d)

Membuat pengenceran dengan cara memasukkan 500-100 mg produk /liter aquades

e)

Membuat pengenceran dengan cara memasukkan 120-160 mg produk /liter aquades

6.

Bagaimana prosedur pengenceran temephos 1,25 mg/L pada pelaksanaan Uji Kerentan Larva?

a)

Mengambil dengan pipet temephos 1,25 mg/L sebanyak 1 ml (menggunakan mikropipet) dan Menambahkan ke dalam aquades 249 ml sehingga didapatkan konsentrasi 0.005 mg.

b)

Mengambil dengan pipet temephos 1,25 mg/L sebanyak 1 ml (menggunakan mikropipet) dan Menambahkan ke dalam aquades 249 ml sehingga didapatkan konsentrasi 0.004 mg.

c)

Mengambil dengan pipet temephos 1,25 mg/L sebanyak 1 ml (menggunakan mikropipet) dan Menambahkan ke dalam aquades 249 ml sehingga didapatkan konsentrasi 0.003 mg.

d)

Mengambil dengan pipet temephos 1,25 mg/L sebanyak 1 ml (menggunakan mikropipet) dan Menambahkan ke dalam aquades 249 ml sehingga didapatkan konsentrasi 0.025 mg.

e)

Mengambil dengan pipet temephos 1,25 mg/L sebanyak 1 ml (menggunakan mikropipet) dan Menambahkan ke dalam aquades 249 ml sehingga didapatkan konsentrasi 0.001 mg.

7.

Berapa lama biasanya pengamatan dilakukan dalam CDC Bottle BioAssay Test setelah aplikasi insektisida?

a)

1 jam.

b)

24 jam.

c)

48 jam.

d)

72 jam.

e)

96 jam.

8.

Larutan apa yang digunakan untuk mengolesi botol kontrol pada teknik pengujian insektisida dengan metode botol CDC ??

a)

Aceton.

b)

Alkohol.

c)

Permethrine.

d)

Giemsa.

e)

Larutan gula.

9.

Kriteria status resisten pada nyamuk uji yaitu bila didapatkan kematian nyamuk uji sebesar ...

a)

kematian < 60%.

b)

kematian < 70%.

c)

kematian < 80%.

d)

kematian < 90%.

e)

kematian < 100%.

10.

Uji resistensii dianggap gagal dan harus diulang, apabila terdapat kematian nyamuk kontrol sebesar ....

a)

> 1%

b)

> 2%

c)

> 5%

d)

> 10%

e)

> 20%

11.

Bagaimana posisi tabung (holding tube) saat uji resistensi ?

a)

Vertikal.

b)

Horizontal.

c)

Diagonal.

d)

Bertumpuk.

e)

Sejajar.

12.

Dalam persiapan identifikasi nyamuk Anopheles, akan dilakukan hal-hal sebagai berikut kecuali ....

a)

nyamuk Anopheles dilakukan pooling

b)

identifikasi dilakukan dengan melihat ciri khas (spesifik) dari lokasi

c)

identifikasi spesies berdasar kunci identifikasi nyamuk Anopheles

d)

iikelompokkan berdasarkan spesies.

e)

identifikasi sebaiknya dilakukan sebelum uji tanpa me

13.

Lokasi uji resistensi terhadap nyamuk Anopheles dilaksanakan pada daerah dengan kriteria berikut, kecuali ....

a)

kabupaten endemis malaria dengan API > 5 ‰

b)

daerah yang terjadi peningkatan kasus

c)

daerah yang pernah terjadi KLB malaria

d)

daerah dengan mobilisasi penduduk yang sangat padat

e)

daerah yang setelah 2 tahun dilakukan aplikasi insektisida dan tidak menunjukkan adanya penurunan insidens kasus malaria.

14.

Pengumpulan nyamuk dilakukan sesuai dengan keberadaan nyamuk vektor setempat dengan mencatat kondisi di bawah ini, kecuali ....

a)

topografi

b)

ekosistem

c)

musim

d)

cuaca

e)

Jumlah penduduk

15.

Koleksi nyamuk Anopheles dapat dilakukan dengan beberapa cara tergantung kondisi lokasi lingkungan setempat, kecuali ....

a)

mass blood survey

b)

larval collection

c)

human landing collection

d)

resting collection

e)

animal bite trap

16.

Bahan yang digunakan sebagai insektisida dalam Uji Resistensi Insektisida adalah, kecuali?

a)

Malathion.

b)

Cypermethrin.

c)

Pirethroid.

d)

Carbamat.

e)

Albendazol.

17.

Di bawah ini adalah alat yang dibutuhkan untuk Uji Resistensi Insektisida kecuali ....

a)

Insecticides impregnated paper

b)

WHO Susceptibility test kit

c)

Control impregnated paper

d)

Aspirator

e)

Chloroform

18.

Apa yang dilakukan dalam tahap persiapan Uji Resistensi Insektisida di lapangan?

a)

Menggunakan insektisida dalam jumlah yang berlebihan.

b)

Menyiapkan makanan untuk nyamuk.

c)

Mengumpulkan nyamuk dari habitat alaminya.

d)

Melakukan analisis genetik pada nyamuk.

e)

Mengabaikan penyimpanan insektisida.

19.

Bagaimana hasil uji efikasi diinterpretasikan untuk menentukan keberhasilan bahan aktif insektisida?

a)

Berdasarkan perubahan warna pada kertas.

b)

Berdasarkan jumlah nyamuk yang terbang.

c)

Berdasarkan jumlah nyamuk yang mati atau mengalami knockdown.

d)

Berdasarkan peningkatan populasi nyamuk.

e)

Berdasarkan berat kertas setelah uji.

20.

Apa peran kontrol (kelambu tanpa insektisida) dalam uji efikasi kelambu berinsektisida?

a)

Sebagai pembanding untuk menentukan efektivitas kelambu berinsektisida.

b)

Untuk mengukur tingkat ketahanan kelambu.

c)

Untuk menguji kenyamanan pengguna.

d)

Untuk mengukur kelembapan dalam kelambu.

e)

Untruk mengukur suhu dalam kelambu selama pemakaian.

21.

Parameter apa yang paling umum diukur dalam uji efikasi kelambu berinsektisida?

a)

Jumlah nyamuk yang terperangkap di dalam kelambu.

b)

Jumlah nyamuk yang mati setelah kontak dengan kelambu.

c)

Tingkat kelembapan dalam kelambu.

d)

Waktu paparan kelambu terhadap sinar matahari.

e)

Ketahanan fisik kelambu terhadap robekan.

22.

Apa yang dimaksud dengan Lethal Concentration-LC90?

a)

Konsentrasi insektisida yang yang didosiskan oleh produsen untuk membunuh 90% populasi.

b)

Konsentrasi insektisida yang digunakan adalah 90%.

c)

Konsentrasi insektisida yang membunuh 90% hewan uji.

d)

Konsentrasi insektisida yang membunuh 90% populasi.

e)

Konsentrasi insektisida yang membunuh 90% kontrol.

23.

Bagaimana membuat larutan uji sebanyak 1000 ml larutan larvasida bakteri Bacillus thuringiensis israelensis strain AM 65-52 (3000 ITU/mg) ?

a)

Membuat pengenceran dengan cara memasukkan 2-10 mg produk /liter aquades.

b)

Membuat pengenceran dengan cara memasukkan 20-50 mg produk /liter aquades.

c)

Membuat pengenceran dengan cara memasukkan 100-200 mg produk /liter aquades.

d)

Membuat pengenceran dengan cara memasukkan 200-300 mg produk /liter aquades.

e)

Membuat pengenceran dengan cara memasukkan 100-500 mg produk /liter aquades.

24.

Bagaimana prosedur pengenceran temephos 156,25 mg/L pada pelaksanaan Uji Kerentan Larva?

4 lines
25.

Bagaimana prosedur pengenceran temephos 156,25 mg/L pada pelaksanaan Uji Kerentan Larva?

a)

Mengambil dengan pipet temephos 156,25 mg/L sebanyak 1 ml (menggunakan mikropipet) dan Menambahkan ke dalam aquades 249 ml sehingga didapatkan konsentrasi 0.125 mg.

b)

Mengambil dengan pipet temephos 156,25 mg/L sebanyak 1 ml (menggunakan mikropipet) dan Menambahkan ke dalam aquades 249 ml sehingga didapatkan konsentrasi 0.025 mg.

c)

Mengambil dengan pipet temephos 156,25 mg/L sebanyak 1 ml (menggunakan mikropipet) dan Menambahkan ke dalam aquades 249 ml sehingga didapatkan konsentrasi 0.005 mg.

d)

Mengambil dengan pipet temephos 156,25 mg/L sebanyak 1 ml (menggunakan mikropipet) dan Menambahkan ke dalam aquades 249 ml sehingga didapatkan konsentrasi 0.725mg.

e)

Mengambil dengan pipet temephos 156,25 mg/L sebanyak 1 ml (menggunakan mikropipet) dan Menambahkan ke dalam aquades 249 ml sehingga didapatkan konsentrasi 0.625 mg.

26.

Mengapa penggunaan botol dalam CDC Bottle Bio Assay Test efektif untuk pengujian resistensi insektisida?

a)

Botol murah dan mudah didapat.

b)

Botol dapat menciptakan lingkungan tertutup yang terkendali.

c)

Botol meningkatkan laju kematian nyamuk.

d)

Botol memungkinkan observasi yang lebih mudah.

e)

Botol mempengaruhi nyamuk untuk lebih aktif.

27.

Uji resistensi yang menggunaka botol Wheaton volume 250 ml berwarna bening adalah uji resistensi dengan teknik ....

a)

bioassay

b)

Susseptibility Test

c)

uji Botol CDC

d)

uji Elisa

e)

uji PCR

28.

Kriteria status rentan bila didapatkan kematian nyamuk uji sebesar ....

a)

kematian nyamuk uji ≥ 50%

b)

kematian nyamuk uji ≥ 75%

c)

kematian nyamuk uji ≥ 80%

d)

kematian nyamuk uji ≥ 90%

e)

kematian nyamuk uji ≥ 98%

29.

Berapa persentasi kematian nyamuk kontrol setelah pengamatan/pemeliharaan 24 jam, yang harus dikoreksi dengan formula Abbot??

a)

3-10%.

b)

diatas 10 %.

c)

2%.

d)

15%.

e)

20%.

30.

Pada bahan aktif yang bersifat knock down (melumpuhkan), pengamatan kematian nyamuk dilakukan pada menit ke ....

a)

5, 10, 15, 20,30, dan ke 60

b)

10, 20, 30, 40, 50, dan ke 60

c)

5, 10, 15, 20, 25, dan ke 30

d)

20, 30, 40, 50, dan ke 60

e)

25, 50, dan ke 75

31.

Sampel nyamuk untuk uji resistensi syaratnya adalah nyamuk dalam kondisi fisiologis yang relatif homogen, dengan syarat-sayarat, kecuali ....

a)

spesies sama

b)

semuanya betina

c)

umur nyamuk berkisar 3-5 hari

d)

suhu tubuh

e)

Kondisi perut kenyang larutan gula 10%.

32.

Lokasi uji resistensi terhadap nyamuk Aedes dilaksanakan pada daerah dengan kriteria berikut, kecuali ....

a)

daerah endemis penyakit tular vektor

b)

daerah dengan padat penduduk

c)

daerah dengan angka kepadatan vektor diatas angka baku mutu vektor

d)

daerah yang telah melakukan pengendalian vektor dengan metode kimia lebih dari 2 tahun

e)

daerah yang sering dilakukan fogging fokus

33.

Penentuan jumlah titik dan area sampel ditentukan secara ....

a)

quota sampling

b)

accidental sampling

c)

purposive sampling

d)

simple random sampling

e)

stratified random sampling

34.

Untuk persiapan identifikasi nyamuk Aedes, dilakukan hal-hal sebagai berikut kecuali ....

a)

dilakukan sebelum uji tanpa merusak nyamuk

b)

dikelompokkan berdasarkan spesies

c)

identifikasi dilakukan dengan melihat ciri khas

d)

identifikasi spesies berdasar kunci identifikasi nyamuk Aedes

e)

dilakukan setelah nyamuk dipotong caputnya

35.

Jumlah nyamuk yang digunakan dalam uji setiap bahan aktif insektisida adalah ....

a)

sebanyak 120 nyamuk (masing-masing unit perlakuan (4 tabung) dan kontrol (2 tabung) terdiri atas 20 nyamuk)

b)

sebanyak 200 nyamuk (masing-masing unit perlakuan (4 tabung) dan kontrol (1 tabung) terdiri atas 40 nyamuk)

c)

sebanyak 240 nyamuk (masing-masing unit perlakuan (4 tabung) dan kontrol (2 tabung) terdiri atas 40 nyamuk)

d)

sebanyak 200 nyamuk (masing-masing unit perlakuan (4 tabung) t

36.

Di bawah ini adalah alat yang dibutuhkan untuk pemeliharaan (Rearing) nyamuk, kecuali ....

a)

kurungan nyamuk

b)

senter

c)

nampan plastik/tray

d)

makanan larva

e)

air Gula 10 %

37.

Apa yang menjadi tujuan utama dari persiapan alat dan bahan dalam Uji Resistensi Insektisida?

a)

Memastikan keamanan petugas yang melakukan uji.

b)

Mempercepat proses uji resistensi.

c)

Menjamin keamanan peralatan yang akan digunakan dari risiko kerusakan.

d)

Memastikan alat dan bahan yang diperlukan tersedia dan dalam kondisi baik.

e)

Mengurangi penggunaan insektisida.

38.

Apa yang menjadi peran utama petugas dalam Uji Resistensi Insektisida?

a)

Mengamati perilaku nyamuk.

b)

Memberikan makanan pada nyamuk.

c)

Memilih nyamuk secara acak.

d)

Mengumpulkan data dan mengawasi proses uji.

e)

Membunuh nyamuk.

39.

Surveilans sentinel menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepadatan populasi tikus di daerah perkotaan. Rekomendasi kebijakan pertama yang sebaiknya diambil adalah ....

a)

meningkatkan populasi kucing di daerah tersebut

b)

melakukan pengendalian tikus secara intensif

c)

menambah jumlah tempat pembuangan sampah terbuka

d)

mendistribusikan makanan tambahan untuk tikus

e)

mengurangi populasi burung di daerah tersebut

40.

Surveilans menunjukkan bahwa populasi nyamuk Anopheles tinggi di sekitar daerah berawa. Rekomendasi kebijakan yang sebaiknya diambil adalah ....

a)

menambah kelambu di rumah-rumah

b)

melakukan pengeringan atau pengelolaan daerah berawa

c)

menggunakan kelambu tanpa insektisida

d)

menambah jumlah tenaga kesehatan

e)

menyediakan antibiotik untuk malaria

41.

Data surveilans menunjukkan bahwa populasi nyamuk Culex meningkat di daerah yang tergenang. Rencana tindak lanjut yang tepat adalah ....

a)

menyediakan kelambu berinsektisida untuk penduduk

b)

mengalirkan air di daerah tergenang untuk mencegah perkembangan larva nyamuk

c)

menggunakan insektisida di dalam rumah

d)

meningkatkan populasi burung pemakan nyamuk

e)

menambah jumlah perangkap nyamuk

42.

Surveilans menunjukkan resistensi tikus terhadap racun yang digunakan. Langkah selanjutnya yang paling tepat adalah ....

a)

menggunakan racun dengan dosis lebih tinggi

b)

mengganti jenis racun yang digunakan

c)

menghentikan penggunaan racun sepenuhnya

d)

menambah populasi hewan predator tikus

e)

mengurangi jumlah perangkap tikus

43.

Setelah intervensi pengendalian vektor, ditemukan bahwa populasi lalat rumah tetap tinggi. Rencana tindak lanjut yang tepat adalah ....

a)

menggunakan insektisida yang lebih kuat

b)

menambah dosis/konsentrasi insektisida yang digunakan

c)

mengganti metode pengendalian dengan cara biologis

d)

mengganti bahan aktif insektisida yang digunakan atau menambah jumlah perangkap lalat

e)

melakukan penyeprotan di seluruh permukiman

44.

Setelah melakukan surveilans terhadap lalat rumah (Musca domestica), ditemukan bahwa lalat tersebut membawa bakteri Salmonella. Langkah terbaik untuk mengurangi risiko penularan adalah ....

a)

meningkatkan kebersihan dan sanitasi di area yang terinfeksi

b)

menggunakan antibiotik pada lalat

c)

menambah jumlah perangkap lalat

d)

mengurangi populasi unggas di daerah tersebut

e)

menyediakan tempat berkembang biak untuk lalat

45.

Evaluasi hasil surveilans menunjukkan bahwa penggunaan perangkap nyamuk berhasil menurunkan populasi nyamuk di daerah rawa. Apa yang sebaiknya dilakukan selanjutnya?

a)

Menghentikan penggunaan perangkap nyamuk.

b)

Melanjutkan penggunaan perangkap dan memantau efektivitasnya.

c)

Mengurangi jumlah perangkap nyamuk.

d)

Menambah jumlah nyamuk di daerah tersebut.

46.

Dalam surveilans terhadap nyamuk Anopheles di wilayah tertentu, ditemukan resistensi terhadap insektisida yang digunakan. Apa langkah selanjutnya?

a)

Mengganti jenis bahan aktif insektisida yang digunakan dengan bahan aktif yang lain yang sesuai.

b)

Mengurangi penggunaan insektisida

c)

Meningkatkan dosis aplikasi

d)

Mengganti alat untuk aplikasi

e)

Memberikan vaksin malaria pada penduduk

47.

Setelah melakukan surveilans terhadap tikus, ditemukan bahwa tikus-tikus tersebut membawa bakteri Yersinia pestis penyebab wabah pes. Apa tindakan yang sebaiknya diambil?

a)

Menyediakan makanan khusus untuk tikus.

b)

Meningkatkan kampanye kebersihan lingkungan.

c)

Memberikan antibiotik kepada seluruh penduduk.

d)

Melakukan pengendalian tikus secara intensif.

e)

Menambah jumlah kucing liar di daerah tersebut.

48.

Dalam evaluasi surveilans nyamuk Culex sebagai vektor virus West Nile, data menunjukkan area dengan insiden tinggi. Langkah yang paling efektif adalah ....

a)

menambah populasi burung pemakan nyamuk

b)

melakukan penyemprotan insektisida di area berisiko tinggi

c)

memberikan vaksin West Nile kepada penduduk

d)

mengalirkan air di area tergenang

e)

menggunakan perangkap nyamuk di seluruh daerah

49.

Hasil surveilans menunjukkan peningkatan jumlah tikus di daerah perkotaan, ini akan meningkatkan risiko wabah leptospirosis. Tindakan pencegahan yang tepat adalah ....

a)

meningkatkan populasi kucing di daerah tersebut

b)

melakukan penyemprotan insektisida

c)

meningkatkan kebersihan dan sanitasi lingkungan

d)

memberikan vaksin leptospirosis kepada penduduk

e)

mengurangi jumlah tempat sampah

50.

Setelah intervensi penggunaan kelambu berinsektisida (LLINs), data menunjukkan penurunan signifikan dalam kasus malaria. Apa langkah selanjutnya?

a)

menghentikan penggunaan kelambu berinsektisida

b)

memantau secara rutin efektivitas kelambu

c)

menambah jumlah kelambu berinsektisida di daerah lain

d)

melakukan studi ulang populasi nyamuk

e)

melonggarkan pengawasan dan pemantauan

51.

Tujuan utama dari surveilans malaria adalah ....

a)

mengidentifikasi tren penyebaran malaria dan menilai efektivitas intervensi

b)

meningkatkan pemahaman stake holder tentang nyamuk

c)

Meemantau populasi nyamuk

d)

Mengurangi jumlah penduduk yang berdampak di daerah penularan

e)

Mengurangi dampak pengendalian vektor

52.

Salah satu cara untuk menganalisis hasil surveilans lalat adalah:

a)

Menggunakan model epidemiologi untuk memprediksi wabah

b)

Meningkatkan populasi lalat

c)

Mengurangi pemantauan di daerah dengan kasus rendah

d)

Menambah tempat berkembang biak untuk lalat

e)

Menambah habitat perindukan lalat

53.

Salah satu indikator penting dalam surveilans lalat adalah:

a)

Tingkat kebersihan lingkungan

b)

Indeks pupulasi lalat dewasa

c)

Tingkat kematian manusia

d)

Jumlah lalat di dalam rumah

e)

Jumlah habitat lalat

54.

Surveilans vektor adalah kegiatan untuk:

a)

Mengidentifikasi dan memantau populasi vektor penyakit.

b)

Menyembuhkan individu yang terinfeksi penyakit.

c)

Menyediakan makanan tambahan untuk vektor

d)

Meningkatkan populasi vektor

e)

Meningkatkan habitat perkembangbiakan vektor

55.

Hasil surveilans menunjukkan peningkatan populasi Aedes aegypti di suatu daerah. Tindakan yang sebaiknya diambil adalah:

a)

Mengadakan kegiatan PSN 3M plus

b)

Melakukan vaksinasi pada manusia

c)

Mengobati semua hewan peliharaan

d)

Mengurangi jumlah burung di daerah tersebut

e)

Melaporkan ke pejabat terkait

56.

Salah satu cara untuk menganalisis hasil surveilans populasi vektor adalah ....

a)

menggunakan model matematika untuk memprediksi wabah

b)

menggunakan probit analisis

c)

menggunakan analis

57.

Salah satu cara untuk menganalisis hasil surveilans populasi vektor adalah ....

a)

menggunakan model matematika untuk memprediksi wabah

b)

menggunakan probit analisis

c)

menggunakan analisis indeks keanekaragaman

d)

menggunakan analisis indeks similaritas

e)

menggunakan analisis asosiasi

58.

Hasil surveilans menunjukkan bahwa populasi tikus meningkat di daerah perkotaan. Langkah pencegahan yang tepat adalah....

a)

melakukan vaksinasi massal pada tikus

b)

meningkatkan kebersihan lingkungan dan sanitasi

c)

menyediakan wadahk husus untuk tempat makanan tikus

d)

menyediakan kandang khusus untuk tikus

e)

mengisolasi keberadaan tikus

59.

Analisis keragaman spesies tikus pada kegiatan survei tikus bertujuan untuk ....

a)

mengetahui spesies-species yang menyusun komunitas tikus dan spesies yang dominan

b)

mengetahui tipe perkembang biakan tikus

c)

mengetahui faktor resikonya

d)

mengetahui ektoparasitnya

e)

mengetahui bionomiknya

60.

Mengapa penting untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terus-menerus setelah penerapan rencana tindak lanjut terkait indeks populasi kecoak?

a)

Untuk memperkirakan tingkat reproduksi kecoak.

b)

Untuk mengidentifikasi perubahan dalam kepadatan populasi kecoak.

c)

Untuk menentukan spesies kecoak yang paling berbahaya.

d)

Untuk memprediksi perubahan cuaca yang dapat memengaruhi keberadaan kecoak.

e)

Untuk menentukan area yang perlu diisolasi untuk mencegah penyebaran kecoak.

61.

Bagaimana rencana tindak lanjut disusun berdasarkan hasil analisis data kepadatan tikus menggunakan "Success Trap"?

a)

Dengan mengurangi jumlah perangkap untuk menghemat biaya.

b)

Dengan meningkatkan frekuensi pemeriksaan perangkap.

c)

Dengan mengevaluasi keberhasilan strategi perangkap yang berbeda.

d)

Dengan tetap menganalisis pengaruh variabel pengganggu.

e)

Dengan memperluas area survei untuk mendapatkan data yang lebih akurat.

62.

Rekomendasi IRS (Indoor Residual Spraying) diberikan bila terjadi hal-hal dibawah ini, kecuali ....

a)

Terjadi peningkatan kasus malaria.

b)

Terjadi kejadian luar biasa (KLB).

c)

Perilaku vektor istirahat atau hinggap di dinding rumah.

d)

Nyamuk Anopheles banyak ditemukan di kandang.

e)

Masyarakat ikut berpartisipasi aktif membantu kegiatan IRS.

63.

Rekomendasi kegiatan pengendalian kasus malaria di desa endemis tinggi adalah dengan mendistribusikan kelambu massal ke masyarakat. Yang dimaksud dengan daerah endemis tinggi yaitu ....

a)

Daerah dengan resistensi piretroid.

b)

Terjadi peningkatan kasus atau KLB.

c)

Annual Parasite index = API

d)

API 1-5 perseribu penduduk.

e)

API>5 perseribu penduduk.

64.

Dari hasil kegiatan surveilens vektor malaria didapatkan bionomik nyamuk Anopheles sp menggigit dan atau istirahat atau hinggap di dalam rumah. Rekomendasi kegiatan pengendalian yang di sarankan untuk daerah tersebut adalah ....

a)

kegiatan Thermal Fogging

b)

penggunaan kelambu anti nyamuk (LLINS)

c)

kegiatan abatisasi selektif

d)

pengendalian vektor hayati

e)

Cattle barrier

65.

Bagaimana analisis data indeks habitat perkembangbiakan positif pada larva Anopheles dapat membantu dalam upaya pengendalian penyakit yang ditularkan oleh nyamuk tersebut?

a)

Dengan mengidentifikasi daerah-daerah yang perlu dihindari

b)

Dengan memantau pergerakan larva Anopheles

c)

Dengan menentukan tingkat penyebaran penyakit malaria

d)

Dengan mengevaluasi efektivitas strategi pengendalian vektor

e)

Dengan memperkirakan waktu dan lokasi serangan nyamuk

66.

Bagaimana pentingnya monitoring dan evaluasi berkala dalam implementasi rencana tindak lanjut terkait Indeks Habitat Perkembangbiakan positif pada larva Anopheles?

a)

Untuk memperkirakan jumlah larva Anopheles

b)

Untuk menentukan tingkat penularan penyakit malaria

c)

Untuk mengidentifikasi perubahan dalam keberhasilan perkembangbiakan larva Anopheles

d)

Untuk mengurangi sumber air yang tersedia bagi larva Anophele

67.

Apa yang bisa menjadi kelemahan potensial dari penggunaan "Success Trap" dalam menghitung kepadatan tikus?

a)

Kesulitan dalam memantau tikus yang tidak tertangkap.

b)

Kesulitan dalam mengidentifikasi tikus yang berhasil tertangkap.

c)

Pengaruh cuaca terhadap efektivitas perangkap.

d)

Kurangnya akurasi dalam memperkirakan populasi tikus.

e)

Kesulitan dalam mereplikasi hasil di lokasi yang berbeda.

68.

Surveilans sentinel kepadatan tikus dan deteksi leptospirosis pada tikus bertujuan untuk mengetahui hal-hal dibawah ini, kecuali ...

a)

mengetahui kepadatan populasi tikus

b)

deteksi bakteri leptospira pada tikus

c)

melakukan analisis data

d)

penyusunan rekomendasi dalam rangka pengendalian tikus

e)

menilai dampak lingkungan akibat kegiatan pengendalian

69.

Dalam tahap evaluasi program Demam Berdarah Dengue ada langkah-langkah input, proses dan output. Yang merupakan tahapan dalam menindaklanjuti output dalam kegiatan program pengendalian Demam Berdarah Dengue adalah ....

a)

pedoman, petunjuk teknis, petunjuk pelaksanaan pengendalian vektor

b)

peraturan pemerintah dan peraturan Menteri kesehatan

c)

data luas wilayah dan data jumlah penduduk

d)

angka bebas jentik (AJB), ketepatan laporan, kelengkapan data, dampak pengendalian vektor

e)

data W1 dan data KDRS

70.

Dalam tahap evaluasi program Demam Berdarah Dengue terdapat langkah-langkah yaitu input, proses dan output. Yang merupakan tahap proses dalam kegiatan program pengendalian Demam Berdarah Dengue adalah ....

a)

pelaksanaan penyelidikan epidemiologi, larvasida, fogging fokus, penyuluhan

b)

kolaborasi dengan lintas program dan lintas sector

c)

data RS dan data fasyankes di wilayah kerja

d)

data W1 dan KDRS yang masuk

e)

data demografi dan data topografi desa endemis

71.

Evaluasi sumatif pengendalian vektor adalah .......

a)

evaluasi yang dilakukan pada akhir kegiatan atau beberapa kurun waktu setelah program, guna menilai keberhasilan program pengendalian program

b)

evaluasi kuantitatif dan kualitatif kegiatan pengendalian vektor

c)

evaluasi penyebaran Kasus membentuk kelompok-kelompok atau cluster di daerah endemis dan secara sporadis di daerah non endemis

d)

evaluasi yang berfokus pada program tingkat sekunder dan tersier

e)

evaluasi pelaksanaan PSN dilakukan melalui kegiatan 3M+

72.

Hasil surveilens jentik Aedes sp dicatat dan dilakukan analisis perhitungandata berupa ....

a)

MHD = Angka kepadatan nyamuk perorang perjam, MBR = Angka kepadatan nyamuk per orang perhari, RR = Angka kepadatan nyamuk perdinding perumah perjam

b)

NTJ = Jumlah nyamuk (Aedes betina) yang tertangkap per jam, PJ = Jumlah penangkap perjam

c)

NTH = Jumlah nyamuk (Aedes betina) tertangkap perhari, PH = Jumlah penangkap perhari

d)

NTD = Jumlah nyamuk (Aedes betina) tertangkap di dinding perjam

e)

Angka bebas jentik (ABJ), container index (CI), house index (HI) dan breteau index (BI)

73.

Analisis penentuan stratifikasi endemisitas Demam Berdarah Dengue terdiri dari beberapa klasifiaksi berikut, kecuali ....

a)

endemis

b)

sporadis

c)

potensial

d)

reseptif

e)

bebas

74.

Analisis data untuk pengendalian DBD diperlukan variabel data sebagai berikut, kecuali ....

a)

data kesakitan dan kematian menurut golongan umur dan jenis kelamin, kasus DD, DBD, EDS

b)

data penduduk menurut golongan umur

c)

data desa, kecamatan, kabupaten, provinsi terdapat kasus DD, DBD, SSD, EDS bulanan dan tahunan

d)

data Topograsi daerah setempat

e)

Data angka bebas jentik (ABJ) yang dihasilkan dari kegiatan pemantauan jentik

75.

Analisis berupa gambaran distribusi kasus Demam Berdarah Dengue berdasarkan variabel epidemiologi (waktu, tempat dan orang), merupakan bentuk analisis ....

a)

analisis lanjutan

b)

analisis spesifik

c)

analisis deskriptif

d)

analisis analitik

e)

analisis karakteristik

76.

Pada surveilens vektor malaria ditemukan nyamuk dewasa Anopheles aconitus, maka analisis bionomic vektornya sebagai beriku ....

a)

habitat perkembangbiakan larvanya di persawahan, lebih banyak yang zoofilik dari yang antropofilik, akitf menghisap darah di waktu senja sampai dini hari

b)

habitat perkembangbiakan larvanya di air di tempat terbuka dan terkena langsung sinar matahari, antrofilik lebih banyak dari zoofilik, tempat istirahat tetap diluar rumah

c)

habitat perkembangbiakan larvanya di pantai atau air payau menggigit di waktu malam hari tempat istirahatnya diluar rumah

d)

habitat perkembangbiakan larvanya pada genangan air yang permanen atau sementara, antrofilik lebih banyak dari zoofilik, akitf menghisap darah diwaktu malam tempat istirahatnya tetap diluar rumah

e)

habitat perkembangbiakan larvanya di kali yang berbatu atau daerah pedalaman, antrofilik lebih banyak dari zoofilik, akitf menghisap darah diwaktu malam hari, tempat istirahat tepat diluar rumah

77.

Perilaku vektor malaria seperti tempat berkembang biak dan waktu aktivitas menggigit ini sangat penting diketahui oleh pengambil keputusan. Hal tersebut digunakan sebaga ....

a)

pemetaan daerah reseptif

b)

dasar pertimbangan untuk menentukan intervensi dalam pengendalian vektor yang lebih efektif

c)

bank data untuk stake holder setempat

d)

pemilihan tempat penelitian

e)

pemilihan tempat uji coba alat

78.

Surveilens vektor malaria dilakukan di daerah persawahan. Didaerah tersebut di temukan larva Anopheles sp. Vektor malaria lainnya yang ditemukan di daerah persawahan adalah, kecuali ...

a)

An. sundaicus

b)

An. aconitus

c)

An.kochi

d)

An. vagus

e)

An. barbirostris

79.

Dalam surveilens tikus, untuk menentukan lokasi kegiatan surveilens perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut, kecua ....

a)

jejak kotoran (feses)

b)

run way (jalan tikus)

c)

bekas keratan

d)

sisa atau serasah makanan

e)

tempat penampungan air

80.

Rekomendasi apa yang tepat untuk mengurangi Annual Parasite Incidence (API) di daerah endemis?

a)

mengganti metoe surve epidemiologi

b)

mengarahkan seluruh tenaga medis untuk hanya menangani kasus malaria

c)

melakukan penyemprotan insektisida dengan dosis yang ditingkatkan

d)

meningkatkan pemeriksaan darah secara rutin dan penanganan kasus positif secara cepat

e)

membatasi/melarang warga keluar rumah malam hari

81.

Apa yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan anggaran untuk MBS (mass blood survey) ?

a)

Biaya tambahan di luar anggaran.

b)

Honor anggota legislatif yang membidangi kasus.

c)

Biaya edukasi.

d)

Biaya tenaga medis, peralatan, dan operasional.

e)

Biaya promosi.

82.

Bagaimana cara mengatasi resistensi obat antimalaria?

a)

Mengurangi penggunaan obat.

b)

Mengganti jenis obat secara berkala dan menggunakan kombinasi obat yang efektif.

c)

Meningkatkan dosis obat.

d)

Meningkatkan frekuensiminum obat yang selama ini diresepkan.

e)

Mengganti alat aplikasi

83.

Bagaimana cara efektif untuk memantau dan mengevaluasi kebijakan eliminasi malaria?

a)

Mereviw hasil kebijakan.

b)

Melakukan surveilans dan evaluasi berkala terhadap insiden malaria dan intervensi yang dilakukan.

c)

Menerbitkan rekomendasi dari kepala dinas.

d)

Melibatkan semua petugas kesehatan dalam pemantauan dan evaluasi.

e)

melibatkan ahli biostatistik dalam merenca