WorksheetsSistem Just in Time (JIT)
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Apa tujuan utama dari sistem Just in Time (JIT)?
Memaksimalkan persediaan barang jadi untuk memenuhi permintaan mendadak.
Meningkatkan produktivitas, kualitas, dan mengurangi biaya operasional.
Memperpanjang waktu tunggu produksi untuk memastikan kualitas.
Mengandalkan pemasok yang tidak dapat diandalkan untuk mengurangi biaya.
Mengapa sistem Just in Time (JIT) berkembang pesat di Jepang?
Jepang memiliki sumber daya alam yang melimpah dan kondisi geografis yang menguntungkan.
Produsen Jepang ingin meniru sistem produksi massal dari negara Barat.
Keterbatasan sumber daya alam, ketergantungan pada impor, dan kondisi geografis yang kurang menguntungkan mendorong penghapusan pemborosan.
Jepang ingin meningkatkan biaya produksi untuk menunjukkan kualitas produk.
Siapakah tokoh yang dikenal sebagai penemu dan perancang Sistem Produksi Toyota (yang menjadi dasar JIT)?
Henry Ford
W. Edwards Deming
Taiichi Ohno
Shigeo Shingo
Dalam sistem Just in Time (JIT), bagaimana pandangan terhadap persediaan (inventory) dibandingkan dengan sistem tradisional?
JIT menganggap persediaan sebagai aset yang harus dimaksimalkan, sedangkan tradisional menganggapnya sebagai kejahatan.
JIT bertujuan untuk persediaan nol, sedangkan tradisional mempertahankan persediaan besar.
JIT menganggap persediaan sebagai "kejahatan" karena menyembunyikan inefisiensi, sedangkan tradisional mempertahankan persediaan besar untuk menjaga proses.
Keduanya memiliki pandangan yang sama terhadap persediaan, yaitu harus selalu tersedia dalam jumlah besar.
Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh sistem Just in Time (JIT) adalah memperlihatkan masalah penyebab variabilitas. Apa analogi yang digunakan dalam video untuk menjelaskan hal ini?
Mengurangi jumlah pekerja untuk meningkatkan efisiensi.
Menurunkan level air (persediaan) untuk menampakkan batu-batu (masalah).
Meningkatkan kecepatan produksi untuk mengurangi waktu tunggu.
Mengimpor lebih banyak bahan baku untuk menghindari kekurangan.
Sistem produksi yang hanya akan berjalan jika ada permintaan dari pelanggan, baik internal maupun eksternal, disebut sebagai...
Push system
Produksi batch
Pull system
Produksi massal
Untuk menyempurnakan kualitas produk dalam filosofi Just-In-Time, salah satu prinsip yang harus dipegang teguh adalah...
Menerima produk cacat dari pemasok.
Memproses produk cacat untuk diolah kembali.
Menyerahkan produk cacat kepada pelanggan.
Pantang menerima, memproses, atau menyerahkan produk cacat.
Penerapan filosofi Just-In-Time untuk menghilangkan pemborosan memerlukan perubahan menyeluruh dan berkesinambungan dari seluruh personel dalam organisasi. Hal ini mengindikasikan pentingnya...
Mengurangi jumlah karyawan.
Mengubah budaya kerja perusahaan.
Meningkatkan jam kerja karyawan.
Mengotomatisasi semua proses produksi.
Salah satu manfaat utama penerapan Just-In-Time adalah efisiensi tata letak (layout) yang mengarah pada penghematan area. Hal ini terjadi karena perusahaan yang menerapkan JIT...
Membangun gudang penyimpanan yang sangat besar.
Tidak menyediakan tempat penyimpanan bahan baku, barang setengah jadi, atau produk jadi.
Menggunakan lebih banyak ruang untuk jalur produksi yang panjang.
Fokus pada penanganan barang yang rumit dan memakan banyak tempat.
Pengurangan waktu tunggu (lead time) dalam sistem Just-In-Time berarti...
Memperpanjang waktu pengiriman bahan baku ke pabrik.
Mempersingkat waktu dari pengiriman bahan baku hingga menjadi barang jadi.
Meningkatkan jumlah persediaan barang dalam proses.
Menunda proses produksi hingga pesanan menumpuk.
