wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pencegahan dan Pengendalian Bahaya

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Dalam hierarki pengendalian bahaya, tindakan yang paling efektif untuk menghilangkan bahaya secara permanen adalah...

a)

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

b)

Kontrol administratif

c)

Rekayasa teknik (engineering control)

d)

Substitusi

e)

Eliminasi

2.

Pemasangan penutup (guard) pada bagian mesin yang berputar atau bergerak adalah contoh dari pengendalian bahaya dengan metode...

a)

Eliminasi

b)

Substitusi

c)

Rekayasa teknik

d)

Kontrol administratif

e)

Alat Pelindung Diri (APD)

3.

Untuk mencegah bahaya tersangkut (entanglement) pada mesin bubut, tindakan pengendalian yang paling tepat adalah...

a)

Menggunakan sarung tangan berbahan tebal

b)

Menggunakan pakaian kerja yang longgar

c)

Tidak menggunakan perhiasan atau jam tangan

d)

Memastikan pencahayaan di area kerja cukup terang

e)

Menggunakan sepatu safety

4.

Sistem Lockout/Tagout (LOTO) adalah prosedur keselamatan yang digunakan untuk...

a)

Memastikan pekerja menggunakan APD dengan benar

b)

Mengunci sumber energi mesin agar tidak dapat dioperasikan saat perawatan

c)

Menandai area kerja yang berisiko tinggi

d)

Mengendalikan kebisingan dari mesin

e)

Mengatur jadwal kerja agar tidak monoton

5.

Bahan kimia yang sangat beracun diganti dengan bahan yang lebih aman atau tidak beracun untuk tujuan yang sama. Tindakan ini merupakan contoh dari pengendalian bahaya...

a)

Eliminasi

b)

Substitusi

c)

Rekayasa teknik

d)

Kontrol administratif

e)

Alat Pelindung Diri (APD)

6.

Mencegah paparan debu dan uap bahan kimia dengan memasang sistem ventilasi lokal (local exhaust ventilation) adalah contoh pengendalian...

a)

Rekayasa teknik

b)

Substitusi

c)

Eliminasi

d)

Administratif

e)

APD

7.

Untuk melindungi pekerja dari bahaya kebisingan yang berlebihan di bengkel, penerapan pengendalian administratif yang efektif adalah...

a)

Mengganti mesin yang bising dengan mesin yang lebih senyap

b)

Memasang peredam suara pada dinding ruangan

c)

Menyediakan earplug atau earmuff untuk semua pekerja

d)

Melakukan rotasi kerja agar durasi paparan kebisingan berkurang

e)

Memasang penutup pada bagian mesin yang mengeluarkan suara

8.

Pekerja yang sering menggunakan mesin gerinda tangan berisiko mengalami getaran pada tangan dan lengan. APD yang paling tepat untuk mengurangi risiko ini adalah...

a)

Sarung tangan anti-potong

b)

Sarung tangan anti-getar

c)

Sarung tangan berbahan lateks

d)

Kacamata pelindung

e)

Masker debu

9.

Melatih pekerja tentang teknik mengangkat beban yang benar (jongkok, bukan membungkuk) adalah contoh pengendalian bahaya ergonomi dengan metode...

a)

Rekayasa teknik

b)

Eliminasi

c)

Substitusi

d)

Administratif

e)

APD

10.

Salah satu langkah penting dalam pengendalian bahaya kimia adalah menyediakan dan memastikan semua pekerja memahami isi dari...

a)

Safety helmet

b)

Job Safety Analysis (JSA)

c)

Surat Izin Kerja (SIK)

d)

Safety Data Sheet (SDS)

e)

Manual instruksi mesin

11.

ahami isi dari... a. Safety helmet b. Job Safety Analysis (JSA) c. Surat Izin Kerja (SIK) d. Safety Data Sheet (SDS) e. Manual instruksi mesin

a)

Safety helmet

b)

Job Safety Analysis (JSA)

c)

Surat Izin Kerja (SIK)

d)

Safety Data Sheet (SDS)

e)

Manual instruksi mesin

12.

Untuk mencegah bahaya fisik akibat suhu panas dari tungku peleburan, tindakan rekayasa teknik yang paling efektif adalah...

a)

Menyediakan APD tahan panas

b)

Melakukan rotasi kerja

c)

Memasang tirai pelindung panas atau penghalang fisik

d)

Memberikan pelatihan tentang bahaya panas

e)

Mempercepat proses kerja

13.

Pencegahan bahaya psikologi akibat beban kerja yang berlebihan dapat dilakukan dengan cara...

a)

Mengatur jadwal kerja yang realistis dan menyediakan waktu istirahat

b)

Menambah durasi jam kerja untuk menyelesaikan pekerjaan

c)

Memasang tanda peringatan bahaya di area kerja

d)

Melakukan pengujian pendengaran rutin

e)

Menyediakan APD ergonomis

14.

Apabila semua metode pengendalian (eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, dan administratif) tidak dapat sepenuhnya menghilangkan bahaya, maka langkah terakhir yang harus diterapkan adalah...

a)

Menghentikan seluruh pekerjaan

b)

Mengabaikan bahaya tersebut

c)

Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)

d)

Mengurangi jumlah pekerja

e)

Mempersingkat jam kerja tanpa istirahat

15.

Pemasangan penanda jalur evakuasi dan rambu-rambu bahaya di bengkel adalah contoh pengendalian...

a)

APD

b)

Administratif

c)

Rekayasa teknik

d)

Eliminasi

e)

Substitusi

16.

Bahaya ergonomi akibat postur kerja yang tidak ideal dapat dikendalikan dengan cara rekayasa teknik, yaitu...

a)

Melakukan peregangan sebelum bekerja

b)

Menggunakan kursi dan meja kerja yang dapat diatur ketinggiannya

c)

Mengurangi jam kerja

d)

Mengganti alat dengan yang lebih kecil

e)

Memberikan pelatihan tentang postur kerja yang benar

17.

Di bengkel mesin, terdapat berbagai bahan mudah terbakar seperti bensin, oli, dan pelarut. Kebakaran yang melibatkan bahan-bahan tersebut dikategorikan sebagai kebakaran...

a)

Kelas A

b)

Kelas B

c)

Kelas C

d)

Kelas D

e)

Kelas K

18.

Peralatan pemadam kebakaran ringan (APAR) adalah alat yang wajib tersedia di bengkel. APAR jenis serbuk kimia kering (dry chemical powder) paling efektif digunakan untuk memadamkan kebakaran...

a)

Hanya kebakaran Kelas A

b)

Hanya kebakaran Kelas B dan C

c)

Hanya kebakaran Kelas D

d)

Semua kelas kebakaran (A, B, C, D)

e)

Kelas A, B, dan C

19.

Ketika terjadi kebakaran kecil di area kerja, langkah pertama yang paling benar dan harus segera dilakukan oleh pekerja adalah...

a)

Mencari APAR terdekat, lalu menelepon petugas pemadam kebakaran

b)

Memastikan semua mesin mati, lalu keluar dari area kerja

c)

Berusaha memadamkan api dengan air

d)

Menarik alarm kebakaran dan mencoba memadamkan api jika aman

e)

Mencari tahu penyebab kebakaran terlebih dahulu

20.

Salah satu cara paling efektif untuk mencegah kebakaran di bengkel adalah dengan menerapkan housekeeping yang baik. Contoh penerapan housekeeping yang benar adalah...

a)

Menumpuk kain majun bekas oli di satu sudut ruangan

b)

Meletakkan tabung gas asetilen dan oksigen berdekatan

c)

Membuang puntung rokok di tempat sampah biasa

d)

Memastikan tidak ada tumpahan oli atau cairan mudah terbakar di lantai

e)

Membiarkan kabel listrik berserakan di area kerja

21.

Saat gempa bumi terjadi di bengkel, langkah pertama yang paling utama dan harus segera dilakukan oleh pekerja adalah...

a)

Berlari keluar menuju area terbuka secepatnya

b)

Mencari tempat berlindung di bawah meja kerja atau mesin yang kokoh

c)

Menelepon keluarga untuk memastikan kondisi mereka

d)

Memastikan semua mesin sudah dimatikan

e)

Memeriksa apakah ada yang terluka

22.

Di bengkel mesin, terdapat banyak benda berat yang berisiko jatuh saat gempa, seperti tumpukan spare part, tabung gas, atau perkakas. Lokasi yang paling berbahaya untuk dijadikan tempat berlindung adalah...

a)

Di bawah balok baja penyangga atap

b)

Di dekat dinding luar bangunan

c)

Di bawah rak penyimpanan yang tinggi

d)

Di bawah meja kerja yang terbuat dari besi

e)

Di dekat tiang beton

23.

Setelah guncangan gempa berhenti, tindakan yang harus dilakukan oleh semua pekerja adalah...

a)

Kembali bekerja seperti biasa

b)

Mengambil barang-barang pribadi yang berharga

c)

Bergegas keluar dari gedung menuju titik kumpul (assembly point)

d)

Mengambil foto dan video kerusakan

e)

Mencari tahu penyebab gempa

24.

Soal: Titik kumpul (assembly point) merupakan area yang wajib ditentukan di setiap tempat kerja. Kriteria utama dari titik kumpul yang aman saat terjadi gempa bumi adalah...

a)

Berada di dalam gedung yang paling kokoh

b)

Berlokasi di dekat pintu keluar gedung

c)

Memiliki banyak bangku untuk tempat duduk

d)

Terletak di area parkir

e)

Merupakan area terbuka yang jauh dari bangunan, pohon, atau tiang listrik.

25.

Pencegahan dan mitigasi risiko gempa bumi di bengkel mesin dapat dilakukan dengan...

a)

Memasang semua mesin pada alas yang tidak bergerak

b)

Menempelkan poster keselamatan di setiap sudut ruangan

c)

Melakukan simulasi kebakaran secara rutin

d)

Mengurangi jumlah pekerja di area bengkel

e)

Mengikat atau memasang pengaman pada rak penyimpanan dan peralatan berat