WorksheetsPencegahan dan Pengendalian Bahaya
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Dalam hierarki pengendalian bahaya, tindakan yang paling efektif untuk menghilangkan bahaya secara permanen adalah...
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
Kontrol administratif
Rekayasa teknik (engineering control)
Substitusi
Eliminasi
Pemasangan penutup (guard) pada bagian mesin yang berputar atau bergerak adalah contoh dari pengendalian bahaya dengan metode...
Eliminasi
Substitusi
Rekayasa teknik
Kontrol administratif
Alat Pelindung Diri (APD)
Untuk mencegah bahaya tersangkut (entanglement) pada mesin bubut, tindakan pengendalian yang paling tepat adalah...
Menggunakan sarung tangan berbahan tebal
Menggunakan pakaian kerja yang longgar
Tidak menggunakan perhiasan atau jam tangan
Memastikan pencahayaan di area kerja cukup terang
Menggunakan sepatu safety
Sistem Lockout/Tagout (LOTO) adalah prosedur keselamatan yang digunakan untuk...
Memastikan pekerja menggunakan APD dengan benar
Mengunci sumber energi mesin agar tidak dapat dioperasikan saat perawatan
Menandai area kerja yang berisiko tinggi
Mengendalikan kebisingan dari mesin
Mengatur jadwal kerja agar tidak monoton
Bahan kimia yang sangat beracun diganti dengan bahan yang lebih aman atau tidak beracun untuk tujuan yang sama. Tindakan ini merupakan contoh dari pengendalian bahaya...
Eliminasi
Substitusi
Rekayasa teknik
Kontrol administratif
Alat Pelindung Diri (APD)
Mencegah paparan debu dan uap bahan kimia dengan memasang sistem ventilasi lokal (local exhaust ventilation) adalah contoh pengendalian...
Rekayasa teknik
Substitusi
Eliminasi
Administratif
APD
Untuk melindungi pekerja dari bahaya kebisingan yang berlebihan di bengkel, penerapan pengendalian administratif yang efektif adalah...
Mengganti mesin yang bising dengan mesin yang lebih senyap
Memasang peredam suara pada dinding ruangan
Menyediakan earplug atau earmuff untuk semua pekerja
Melakukan rotasi kerja agar durasi paparan kebisingan berkurang
Memasang penutup pada bagian mesin yang mengeluarkan suara
Pekerja yang sering menggunakan mesin gerinda tangan berisiko mengalami getaran pada tangan dan lengan. APD yang paling tepat untuk mengurangi risiko ini adalah...
Sarung tangan anti-potong
Sarung tangan anti-getar
Sarung tangan berbahan lateks
Kacamata pelindung
Masker debu
Melatih pekerja tentang teknik mengangkat beban yang benar (jongkok, bukan membungkuk) adalah contoh pengendalian bahaya ergonomi dengan metode...
Rekayasa teknik
Eliminasi
Substitusi
Administratif
APD
Salah satu langkah penting dalam pengendalian bahaya kimia adalah menyediakan dan memastikan semua pekerja memahami isi dari...
Safety helmet
Job Safety Analysis (JSA)
Surat Izin Kerja (SIK)
Safety Data Sheet (SDS)
Manual instruksi mesin
ahami isi dari... a. Safety helmet b. Job Safety Analysis (JSA) c. Surat Izin Kerja (SIK) d. Safety Data Sheet (SDS) e. Manual instruksi mesin
Safety helmet
Job Safety Analysis (JSA)
Surat Izin Kerja (SIK)
Safety Data Sheet (SDS)
Manual instruksi mesin
Untuk mencegah bahaya fisik akibat suhu panas dari tungku peleburan, tindakan rekayasa teknik yang paling efektif adalah...
Menyediakan APD tahan panas
Melakukan rotasi kerja
Memasang tirai pelindung panas atau penghalang fisik
Memberikan pelatihan tentang bahaya panas
Mempercepat proses kerja
Pencegahan bahaya psikologi akibat beban kerja yang berlebihan dapat dilakukan dengan cara...
Mengatur jadwal kerja yang realistis dan menyediakan waktu istirahat
Menambah durasi jam kerja untuk menyelesaikan pekerjaan
Memasang tanda peringatan bahaya di area kerja
Melakukan pengujian pendengaran rutin
Menyediakan APD ergonomis
Apabila semua metode pengendalian (eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, dan administratif) tidak dapat sepenuhnya menghilangkan bahaya, maka langkah terakhir yang harus diterapkan adalah...
Menghentikan seluruh pekerjaan
Mengabaikan bahaya tersebut
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
Mengurangi jumlah pekerja
Mempersingkat jam kerja tanpa istirahat
Pemasangan penanda jalur evakuasi dan rambu-rambu bahaya di bengkel adalah contoh pengendalian...
APD
Administratif
Rekayasa teknik
Eliminasi
Substitusi
Bahaya ergonomi akibat postur kerja yang tidak ideal dapat dikendalikan dengan cara rekayasa teknik, yaitu...
Melakukan peregangan sebelum bekerja
Menggunakan kursi dan meja kerja yang dapat diatur ketinggiannya
Mengurangi jam kerja
Mengganti alat dengan yang lebih kecil
Memberikan pelatihan tentang postur kerja yang benar
Di bengkel mesin, terdapat berbagai bahan mudah terbakar seperti bensin, oli, dan pelarut. Kebakaran yang melibatkan bahan-bahan tersebut dikategorikan sebagai kebakaran...
Kelas A
Kelas B
Kelas C
Kelas D
Kelas K
Peralatan pemadam kebakaran ringan (APAR) adalah alat yang wajib tersedia di bengkel. APAR jenis serbuk kimia kering (dry chemical powder) paling efektif digunakan untuk memadamkan kebakaran...
Hanya kebakaran Kelas A
Hanya kebakaran Kelas B dan C
Hanya kebakaran Kelas D
Semua kelas kebakaran (A, B, C, D)
Kelas A, B, dan C
Ketika terjadi kebakaran kecil di area kerja, langkah pertama yang paling benar dan harus segera dilakukan oleh pekerja adalah...
Mencari APAR terdekat, lalu menelepon petugas pemadam kebakaran
Memastikan semua mesin mati, lalu keluar dari area kerja
Berusaha memadamkan api dengan air
Menarik alarm kebakaran dan mencoba memadamkan api jika aman
Mencari tahu penyebab kebakaran terlebih dahulu
Salah satu cara paling efektif untuk mencegah kebakaran di bengkel adalah dengan menerapkan housekeeping yang baik. Contoh penerapan housekeeping yang benar adalah...
Menumpuk kain majun bekas oli di satu sudut ruangan
Meletakkan tabung gas asetilen dan oksigen berdekatan
Membuang puntung rokok di tempat sampah biasa
Memastikan tidak ada tumpahan oli atau cairan mudah terbakar di lantai
Membiarkan kabel listrik berserakan di area kerja
Saat gempa bumi terjadi di bengkel, langkah pertama yang paling utama dan harus segera dilakukan oleh pekerja adalah...
Berlari keluar menuju area terbuka secepatnya
Mencari tempat berlindung di bawah meja kerja atau mesin yang kokoh
Menelepon keluarga untuk memastikan kondisi mereka
Memastikan semua mesin sudah dimatikan
Memeriksa apakah ada yang terluka
Di bengkel mesin, terdapat banyak benda berat yang berisiko jatuh saat gempa, seperti tumpukan spare part, tabung gas, atau perkakas. Lokasi yang paling berbahaya untuk dijadikan tempat berlindung adalah...
Di bawah balok baja penyangga atap
Di dekat dinding luar bangunan
Di bawah rak penyimpanan yang tinggi
Di bawah meja kerja yang terbuat dari besi
Di dekat tiang beton
Setelah guncangan gempa berhenti, tindakan yang harus dilakukan oleh semua pekerja adalah...
Kembali bekerja seperti biasa
Mengambil barang-barang pribadi yang berharga
Bergegas keluar dari gedung menuju titik kumpul (assembly point)
Mengambil foto dan video kerusakan
Mencari tahu penyebab gempa
Soal: Titik kumpul (assembly point) merupakan area yang wajib ditentukan di setiap tempat kerja. Kriteria utama dari titik kumpul yang aman saat terjadi gempa bumi adalah...
Berada di dalam gedung yang paling kokoh
Berlokasi di dekat pintu keluar gedung
Memiliki banyak bangku untuk tempat duduk
Terletak di area parkir
Merupakan area terbuka yang jauh dari bangunan, pohon, atau tiang listrik.
Pencegahan dan mitigasi risiko gempa bumi di bengkel mesin dapat dilakukan dengan...
Memasang semua mesin pada alas yang tidak bergerak
Menempelkan poster keselamatan di setiap sudut ruangan
Melakukan simulasi kebakaran secara rutin
Mengurangi jumlah pekerja di area bengkel
Mengikat atau memasang pengaman pada rak penyimpanan dan peralatan berat
