NEW
Font size
WorksheetsPost-Test Resusitasi Cairan TBM UNSRAT 2025
Total questions: 15
Worksheet time: 15mins
Kapan resusitasi cairan diindikasikan pada pasien dewasa?
Tekanan sistolik >120
Heart rate <60
Capillary refill time >2 detik
Saturasi oksigen >98
Turgor kulit normal
Tanda bahwa pasien responsif terhadap cairan pada passive leg raise test adalah
Penurunan tekanan darah
Penurunan pulse pressure
Kenaikan pulse pressure ≥10%
Takikardia
Penurunan GCS
Jenis cairan utama yang direkomendasikan untuk resusitasi awal adalah
Albumin
Dekstran
Air
Kristaloid seperti NaCl 0,9% atau RL
Fresh frozen plasma
Pada syok non-hemoragik dewasa, dosis awal cairan resusitasi adalah
250 mL dalam 5 menit
1000 mL dalam 30 menit
30 mL/kg dalam 5 menit
60 mL/kg dalam 15 menit
500 mL per jam
Pada resusitasi syok hemoragik traumatik non-TBI, prinsip yang digunakan sebelum kontrol perdarahan adalah
Hyperhydration
High-pressure perfusion
Normotensive target
Permissive hypotension
Full oxygenation
Pada anak dengan syok, bolus resusitasi awal adalah
500 mL/kg dalam <15 menit
10-20 mL/kg dalam <15 menit
30 mL/kg dalam 30 menit
60 mL/kg dalam 1 jam
100 mL/kg
Apa risiko utama dari over-resusitasi cairan?
Hipoperfusi
Edema paru
Kematian
Hipoglikemia
Dehidrasi
Tanda spesifik syok kardiogenik adalah
Distensi vena jugularis & ronki paru
Takipnea unilateral
Stridor inspiratoar
Bradikardia dengan kulit pink
Kejang fokal
Salah satu penanganan awal pada pasien dengan suara stridor disertai urtikaria generalisata meliputi
Suction
Resusitasi Jantung Paru
Epinefrin intramuskular
Ventilasi mekanik
Pemberian nalokson
Tindakan resusitasi cairan pada luka bakar yang benar di lapangan adalah
Bila luas luka bakar kurang dari 20%, lakukan resusitasi cairan
Berikan cairan RL sebanyak 20-60% dari volume plasma yang dihitung untuk dewasa pada 24 jam berikutnya
Terapkan prinsip "permissive hypotension" dengan target MAP 50-60 mmHg atau tekanan sistolik 80-90 mmHg
Berikan cairan RL sebanyak 4 ml/kg/% luas luka bakar untuk dewasa menurut rule of nine pada 24 jam pertama
Berikan NSAID atau opioid lemah, intubasi segera dan berikan epinefrin intramuskular.
Tono ditabrak kendaraan mikro saat mengendarai motor ketika sedang pulang ke kos dari Kampus Malalayang. Dia jatuh ke selokan samping jalan dan teriris baja tulangan yang bengkok keluar dari beton sedangkan motor tersebut terjun ke jurang. Oleh karena itu, Tono dibawa ke UGD. Pada saat pemeriksaan awal ditemukan GCS ia menurun menjadi E2V3M4, tekanan darah 80/50 mmHg, nadi 128 kali/menit, CRT >3 detik, dan terdapat perdarahan aktif dari luka robek paha kanan serta ditemukan memar di belakang kedua telinga dan di kedua mata. Apakah tindakan yang perlu dilakukan pada pasien ini?
Terapkan prinsip permissive hypotension
Berikan fibrinolitik untuk memecah dan mencegah sumbatan arteri kranial
Kompres dingin pada kepala pasien untuk mencegah hipertermia
Berikan 30 mL/kg cairan kristaloid secara IV dalam 5 menit dan ulangi lagi dalam 5-10 menit, sambil upayakan kontrol perdarahan dan transfusi
Berikan antibiotik spektrum luas dalam 3 jam pertama
Bila pasien dewasa masih menunjukkan tanda syok setelah 2000 mL cairan, maka langkah berikutnya adalah
Berikan tambahan 1000 mL kristaloid
Langsung mulai pemberian koloid
Evaluasi dan rujuk untuk penanganan lanjut
Akhirkan prosedur karena sudah tidak dapat diresusitasi
Tingkatkan kecepatan infus
Tindakan selanjutnya jika pasien tidak memberikan respon yang memuaskan terhadap pemberian cairan kristaloid, kecuali:
Berikan ulang cairan kristaloid jika belum mencapai maksimal
Ganti ke cairan koloid
Berikan vasopressor
Evaluasi respons dan cari penyebab lain
Berikan oralit
Gejala syok hipovolemik termasuk:
Tekanan darah meningkat dan takikardi
Edema paru
Pucat dan kolaps vena jugularis
Bradikardia dan kulit merah muda
Hiperkalemia
Apa gejala umum yang dapat diperiksa langsung dari keadaan syok?
Tekanan nadi terasa lemah
Semua benar
Pernapasan pasien terengah-engah
A dan C benar
Jari pasien terasa dingin
