wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL FREE TEST TROMOL&KALIPER

Total questions: 25

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

1. Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum memulai pelepasan komponen rem tromol adalah:

a)

Mengunci roda dengan ganjal dan melonggarkan mur roda.

b)

Melepas selang rem hidrolik.

c)

Mengendurkan baut master silinder.

d)

Melepas kampas rem.

2.

2. Alat khusus yang digunakan untuk melepaskan tromol rem yang sulit dilepas adalah:

a)

Tire lever.

b)

Impact wrench.

c)

Puller tromol (drum puller).

d)

Palu karet.

3.

3. Saat melakukan pemeriksaan pada komponen rem tromol, celah antara kampas rem dan tromol idealnya adalah:

a)

0 mm (sangat rapat).

b)

0.75 mm.

c)

1.0 mm.

d)

0.25 mm.

4.

4. Fungsi dari pegas penarik kampas rem tromol adalah:

a)

Mengunci roda.

b)

Memperkuat tromol rem.

c)

Mendorong kampas rem saat pengereman.

d)

Mengembalikan kampas rem ke posisi awal setelah pengereman.

5.

5. Penyebab utama tromol rem terasa 'seret' atau panas setelah pemasangan adalah:

a)

Kerusakan pada bearing roda.

b)

Setelan rem yang terlalu rapat.

c)

Ketebalan kampas rem yang sudah habis.

d)

Pemasangan mur roda yang terlalu kencang.

6.

6. Saat memasang kembali rem tromol, komponen yang harus dilumasi dengan gemuk (grease) adalah:

a)

Pegas pengembali.

b)

Permukaan kampas rem yang bergesekan dengan tromol.

c)

Bagian-bagian bergesekan pada backing plate dan ujung sepatu rem.

d)

Tromol rem.

7.

7. Berikut adalah alat yang TIDAK digunakan dalam prosedur pelepasan rem tromol:

a)

Kunci pas.

b)

Kunci ring.

c)

Obeng minus.

d)

Torque converter.

8.

8. Langkah yang tepat untuk mengencangkan mur roda setelah pemasangan tromol adalah:

a)

Mengencangkan secara acak.

b)

Mengencangkan dengan pola melingkar.

c)

Mengencangkan satu per satu sampai sangat kencang.

d)

Mengencangkan dengan pola bintang secara bertahap.

9.

9. Jika rem tromol berbunyi 'kresek' saat pengereman, penyebab yang mungkin adalah:

a)

Adanya kotoran atau serpihan logam di dalam tromol.

b)

Kampas rem sudah terlalu tebal.

c)

Pemasangan pegas yang terbalik.

d)

Sistem hidrolik bocor.

10.

10. Pada rem tromol tipe simpleks, hanya ada satu leading shoe dan satu trailing shoe. Apa fungsi leading shoe?

a)

Menahan tromol saat bergerak mundur.

b)

Menghentikan kendaraan saat parkir.

c)

Menahan putaran tromol.

d)

Meningkatkan daya pengereman dengan efek 'self-energizing'.

11.

11. Apa fungsi dari pin caliper pada kaliper rem tipe geser?

a)

Menyebabkan kaliper rem berputar.

b)

Memungkinkan kaliper untuk bergerak atau meluncur saat pengereman.

c)

Sebagai penahan kampas rem.

d)

Menjaga kaliper tetap pada posisinya.

12.

12. Sebelum melepas kaliper rem tipe geser, langkah yang harus dilakukan adalah:

a)

Melepas baut pengunci kaliper.

b)

Mengendurkan baut bleeding.

c)

Melepas selang rem hidrolik terlebih dahulu.

d)

Menarik rem tangan.

13.

13. Jika piston kaliper sulit didorong masuk saat pemasangan kampas rem baru, penyebab yang paling mungkin adalah:

a)

Saluran hidrolik tersumbat atau seal piston rusak.

b)

Udara terjebak di dalam sistem hidrolik.

c)

Minyak rem sudah terlalu banyak di reservoir.

d)

Kampas rem terlalu tipis.

14.

14. Apa fungsi dari shim plate yang dipasang di belakang kampas rem kaliper?

a)

Meningkatkan daya cengkeram rem.

b)

Menghilangkan suara berdecit saat pengereman.

c)

Menambah ketebalan kampas rem.

d)

Sebagai indikator keausan kampas rem.

15.

15. Pada prosedur pemasangan kampas rem kaliper, Anda harus memastikan kampas rem terpasang dengan benar pada:

a)

Piston dan master silinder.

b)

Piston dan tromol.

c)

Pin caliper dan selang rem.

d)

Piston dan braket kaliper.

16.

16. Setelah memasang kaliper rem tipe geser dan mengisi sistem dengan minyak rem, langkah selanjutnya adalah:

a)

Menutup kap mesin.

b)

Mengendurkan mur roda lagi.

c)

Langsung menguji kendaraan.

d)

Melakukan proses bleeding (membuang udara palsu).

17.

17. Jika rem kaliper bergetar saat pengereman, penyebab yang paling umum adalah:

a)

Kerusakan pada ban.

b)

Ketebalan kampas rem yang tidak merata.

c)

Rotor rem (disc) bengkok atau tidak rata (runout).

d)

Pemasangan kampas rem terbalik.

18.

18. Untuk melepaskan baut bracket kaliper yang kencang, alat yang paling efektif digunakan adalah:

a)

Kunci pas.

b)

Kunci ring atau kunci sok dengan gagang panjang

c)

Kunci inggris.

d)

Obeng.

19.

19. Saat memeriksa kondisi rotor rem (disc) kaliper, batas keausan (minimum thickness) harus diperhatikan. Mengapa ini penting?

a)

Untuk memastikan rotor tidak pecah akibat panas dan tekanan pengereman.

b)

Untuk mencegah tromol bengkok.

c)

Agar pengereman menjadi lebih responsif.

d)

Agar rotor lebih ringan.

20.

20. Bagian mana pada rem kaliper tipe geser yang menekan kampas rem bagian luar?

a)

Kaliper bracket.

b)

Master silinder.

c)

Piston kaliper.

d)

Bodi kaliper

21.

21. Tujuan dari melonggarkan mur roda sebelum mengangkat kendaraan dengan dongkrak adalah:

a)

Agar tidak merusak dongkrak.

b)

Memastikan roda tidak berputar saat melepas mur.

c)

Untuk meluruskan posisi roda.

d)

Mempercepat proses pelepasan.

22.

22. Saat memasang kembali kaliper rem tipe geser, pastikan pin caliper:

a)

Tidak dilumasi sama sekali.

b)

Dilumasi dengan oli mesin.

c)

Dibersihkan dan dilumasi tipis dengan gemuk khusus.

d)

Dibersihkan dengan bensin.

23.

23. Apa yang harus diperiksa pada master silinder rem setelah prosedur pemasangan selesai?

a)

Level dan kondisi minyak rem di reservoir.

b)

Ketebalan dinding silinder.

c)

Tekanan angin pada ban.

d)

Warna lampu indikator di dashboard.

24.

24. Ketika pengereman, kampas rem tromol tipe simpleks bergerak ke luar dan menekan tromol. Gaya dorong ini berasal dari:

a)

Pegas penarik.

b)

Tangan mekanik.

c)

Roda kendaraan.

d)

Piston roda (wheel cylinder).

25.

25. Berikut ini adalah tanda bahwa kampas rem kaliper sudah harus diganti:

a)

Pedal rem terasa sangat keras.

b)

Lampu indikator ABS menyala.

c)

Terdapat suara 'klak' saat melewati gundukan.

d)

Adanya bunyi 'ngiiiik' saat pengereman dan tebal kampas kurang dari 3 mm.