Font size
WorksheetsLITERASI
Total questions: 15
Worksheet time: 39mins
Bersepeda
Bersepeda merupakan kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Sepeda bisa dikatakan sebagai alat transportasi darat yang murah, praktis, dan mudah dikendarai. Banyak orang memanfaatkan sepeda untuk pergi ke kantor, sekolah, pasar, dan lain-lain. Sepeda juga ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar minyak sehingga tidak menimbulkan polusi. Selain itu, dengan bersepeda juga dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh kita.
Beberapa manfaat bersepeda Antara lain dapat mengencangkan otot-otot tubuh, menjaga kesehatan jantung, menjaga stamina dan daya tahan tubuh adalah dengan bersepeda, Menurunkan berat badan, menurunkan risiko terkena penyakit diabetes, dan mengurangi stres.
Tips Aman Bersepeda di Pandemi COVID-19 antara lain : menggunakan alat pelindung diri seperti masker, helm dan lampu sepeda wajib ada. Selalu membawa air minum agar tidak hidrasi dan membawa hand sanitizer. Mencari rute perjalanan yang sepi, menghindari daerah yang ramai atau rute populer yang banyak dilalui pesepeda lainnya. Mengatur waktu bersepeda. Carilah waktu yang tidak banyak orang lain melakukan kegiatan serupa. Menjaga jarak setidaknya 1,5 meter dari orang lain. Sebaiknya bersepeda dengan keluarga atau kerabat yang serumah.. Apabila ingin bersepeda dengan berkelompok, batasi kelompok bersepeda maksimal lima orang. Apabila ingin bersepeda dengan teman atau kerabat yang tidak serumah, pastikan sudah melakukan tes pemeriksaan COVID-19 sebelumnya dengan hasil negatif, agar tetap aman. Langsung pulang ke rumah dan mandi setelah bersepeda. Bersepeda yang baik adalah secara rutin dua kali seminggu. Dan menempuh jarak yang lebih jauh pada akhir pekan secara konsisten.
Pernyataan berikut yang yang sesuai dengan bacaan di atas adalah :
Bersepeda dapat menurunkan berat badan.
Bersepeda merupakan kegiatan yang dapat menghemat energi.
Bersepeda dapat menimbulkan pembengkakan pada kaki.
Bersepeda dapat menyebabkan tingginya resiko diabetes.
Bersepeda dapat menghilangkan stress.
Bersepeda
Bersepeda merupakan kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Sepeda bisa dikatakan sebagai alat transportasi darat yang murah, praktis, dan mudah dikendarai. Banyak orang memanfaatkan sepeda untuk pergi ke kantor, sekolah, pasar, dan lain-lain. Sepeda juga ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar minyak sehingga tidak menimbulkan polusi. Selain itu, dengan bersepeda juga dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh kita.
Beberapa manfaat bersepeda Antara lain dapat mengencangkan otot-otot tubuh, menjaga kesehatan jantung, menjaga stamina dan daya tahan tubuh adalah dengan bersepeda, Menurunkan berat badan, menurunkan risiko terkena penyakit diabetes, dan mengurangi stres.
Tips Aman Bersepeda di Pandemi COVID-19 antara lain : menggunakan alat pelindung diri seperti masker, helm dan lampu sepeda wajib ada. Selalu membawa air minum agar tidak hidrasi dan membawa hand sanitizer. Mencari rute perjalanan yang sepi, menghindari daerah yang ramai atau rute populer yang banyak dilalui pesepeda lainnya. Mengatur waktu bersepeda. Carilah waktu yang tidak banyak orang lain melakukan kegiatan serupa. Menjaga jarak setidaknya 1,5 meter dari orang lain. Sebaiknya bersepeda dengan keluarga atau kerabat yang serumah.. Apabila ingin bersepeda dengan berkelompok, batasi kelompok bersepeda maksimal lima orang. Apabila ingin bersepeda dengan teman atau kerabat yang tidak serumah, pastikan sudah melakukan tes pemeriksaan COVID-19 sebelumnya dengan hasil negatif, agar tetap aman. Langsung pulang ke rumah dan mandi setelah bersepeda. Bersepeda yang baik adalah secara rutin dua kali seminggu. Dan menempuh jarak yang lebih jauh pada akhir pekan secara konsisten.
salah satu manfaat bersepeda adalah . . . .
menjaga daya tahan tubuh
menyebabkan tubuh mudah lelah
dapat menimbulkan serangan jantung
meningkatkan berat badan
Gambar tersebut menunjukkan permen jeli tusuk dengan isi yang berbeda. Setiap tusuk terdiri dari beberapa buah permen jeli dengan warna yang sama. Satu tusuk isi 3 permen dijual dengan harga Rp2.000,00 dan satu tusuk isi 5 permen dijual dengan harga Rp3.000,00.
Adi mempunyai uang Rp12.000,00. Ia ingin membeli permen jeli seperti pada gambar untuk 2 adiknya. Supaya kedua adiknya mendapatkan permen sama banyak, maka permen apa saja yang harus dibeli Adi? Pilihlah semua pilihan jawaban yang benar!
6 tusuk masing-masing isi 3 permen
3 tusuk masing-masing isi 5 permen dan 1 tusuk isi 3 permen
2 tusuk masing-masing isi 5 permen dan 3 tusuk masing-masing isi 3 permen
Berdasarkan infografis dan artikel berita tersebut, dampak yang dirasakan anak ketika mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) adalah ….
(Pilihan ganda, hanya satu jawaban yang tepat)
Sosialisasi anak menjadi terbatas dengan teman temannya.
Anak kehilangan motivasi atau kehilangan semangat belajar.
Ketiadaan fasilitas pendukung PJJ membuat siswa terancam putus sekolah.
Pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi pintu masuk anak untuk mengalami kecanduang gawai.
Durasi yang terlalu lama saat PJJ menyebabkan mata cenderung cepat lelah sehingga penglihatan dapat terganggu.
Bacalah teks berikut ini!
Jakarta - Lautan sampah di Teluk Jakarta, Muara Angke, Jakarta Utara menjadi perhatian publik sepekan terakhir ini. Bahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sampai turun tangan langsung membersihkan sampah bersama pasukan oranye. Lokasi tumpukan sampah tersebut berada di pesisir pantai samping Kawasan Hutan Mangrove Ecomarine Muara Angke. Sementara itu dalam komentarnya Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno menyebutkan bahwa sampah di Teluk Jakarta sudah ada sejak 2014. Namun, selama ini sampah tersebut belum sempat ditangani.
Menurut salah satu penjaga kawasan hutan mangrove, Roni (65), tumpukan sampah ini mulai banyak sejak Februari 2018. Sampah saat ini lebih banyak dibanding sebelumnya. Kasudin Lingkungan Kepulauan Seribu Yusen Hardiman menjelaskan sampah berkerumun di lokasi karena terbawa rob dan angin barat. Permasalahan sampah ini bukan hanya terjadi di Muara Angke tetapi terjadi juga di Kepulauan Seribu khususnya wilayah selatan yang berbatasan langsung dengan Jakarta Utara. Berdasarkan keterangan dari Camat Penjaringan, Muhammad Andri pihaknya telah memasang jaring di sepanjang aliran kali di wilayah kecamatan penjaringan yang bermuara ke laut. Dia menegaskan, sampah yang muncul di tepian Muara Angke berasal dari lautan lepas. Sedangkan Walikota Jakarta Utara Husein Murad mengatakan, sampah di Muara Angke tidak hanya berasal dari Wilayah Jakarta Utara, tetapi sejumlah pulau di Kepulauan Seribu. Pemerintah DKI Jakarta menyebutkan bahwa dugaan sementara sumber sampah berasal dari Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Berdasarkan penelitian Jenna Jambeck, peneliti dari Universitas Georgia, Amerika Serikat yang terbit di Jurnal Science tahun 2015, Indonesia merupakan negara kedua terbesar penyumbang sampah dunia sebesar 3.2 juta ton per tahun. Penelitian Jenna Jambeck menyebutkan dari total sampah yang diproduksi di daratan, sebanyak 4.6% terbuang ke laut. Data Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa 7000 ton sampah diproduksi oleh warga DKI Jakarta setiap harinya. Total produksi per tahun mencapai 2,5 juta ton sampah. Dari angka tersebut, apabila mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Jenna Jambeck di mana 4.6% sampah daratan terbuang ke laut, maka kurang lebih 115000 ton sampah per tahun atau 315 ton per hari terbuang ke Teluk Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, ada kurang lebih 100 ton sampah yang menumpuk di Muara Angke. Bila dibandingkan dengan jumlah sampah yang terbuang ke laut sebanyak 315 ton per hari maka dibutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh untuk menangani sampah Teluk Jakarta. Sampah di Muara Angke hanya bagian kecil dari volume sampah yang terbuang ke sungai maupun laut di wilayah Jakarta. Wajar bila Kasudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Yusen Hardiman menyebutkan bahwa setiap hari 20 ton sampah berhasil dijaring tetapi sampah seperti tidak pernah habis. Memang penelitian Jenna Jambeck perlu divalidasi kembali, tapi setidaknya kasus Muara Angke ini menjadi momentum untuk pengambilan kebijakan dan penanganan masalah sampah yang lebih komperhensif. Jangan sampai kejadian penumpukan sampah ini terulang kembali di tahun-tahun yang akan datang.
(Diadaptasi dari kompas.com, pada 20 Oktober 2020)
Berdasarkan isi teks di atas, tentukan pernyataan yang benar !
(Jawaban benar bisa lebih dari satu)
Jenna Jambeck mengemukakan jika Indonesia adalah salah satu negara penghasil sampah terbesar di dunia.
Dibutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh dan terintegrasi untuk menangani sampah Teluk Jakarta.
Sampah akan merusak ekosistem alam Jakarta karena ditumpuk di wilayah yang seharusnya memiliki ekosistem yang baik.
Warga Jakarta mampu memproduksi sampah sebanyak 7000 ton per hari yang kemudian sampah tersebut akan dibawa TPA Bantargebang untuk diolah dan dipilah.
Banyaknya pendapat dari pihak pemegang kuasa menunjukkan pemerintah belum memiliki kajian teknis yang mendalam mengenai penanggulangan sampah.
Cermatilah infografis tersebut dan tentukan pada pernyataan yang termasuk benar atau salah pada kolom yang tersedia!
(Jawaban benar bisa lebih dari satu)
Sebanyak 46.000 lebih sekolah yang mayoritas berada di daerah 3T tidak dapat merasakan PJJ daring.
Sebanyak 79,9 persen siswa menilai, interaksi belajar mengajar seperti pada ruang kelas sudah hilang.
Interaksi guru dengan siswa yang berlangsung selama PJJ tidak lebih dari 20 persen.
Selisih jangkauan jaringan yang mencapai 13 persen antara daerah di atas 1000 jiwa/km2 dengan daerah dibawah 50 jiwa/km2 menyebabkan adanya kesenjangan jaringan internet.
Manakah pernyataan yang menggambarkan keadaan yang dijelaskan oleh data dalam infografik tersebut?
(Jawaban yang benar bisa lebih dari satu)
Defisit neraca dagang RI dengan Tiongkok mengalami penurunan besar pada Januari 2019.
Ada kontraksi lebih dari 2% pada nilai impor Indonesia-Tiongkok pada Januari 2020.
Nilai investasi dari Tiongkok ke Indonesia meningkat 36,4% melebihi SIngapura.
Penutupan jalur lalu lintas dari dan ke Tiongkok memengaruhi perekonomian Indonesia.
Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, menjelaskan bahwa pandemi berdampak pada hubungan kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Indonesia. Beberapa kerja sama dan pertukaran terhambatnya akibat pembatasan penerbangan antara kedua negara selama pandemi.
Konselor Urusan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan, Wang Liping, mengatakan bahwa ada sejumlah faktor yang menghambat kerja sama ekonomi Indonesia-Tiongkok di tengah pandemi. Misalnya, penutupan penerbangan dengan tujuan Tiongkok dan penghentian penerbitan visa bisnis dan visa on arrival. Selain itu, penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat sebagian besar karyawan perusahaan bekerja dari rumah sehingga dapat memengaruhi kegiatan produksi. Pandemi juga berdampak pada kegiatan logistik barang, pelaksanaan kontrak secara tepat waktu, bongkar muat kargo di pelabuhan, dan lain sebagainya.
Wang juga menjelaskan bahwa sampai saat ini, tercatat 24 perusahaan Tiongkok di Indonesia yang tidak melakukan produksi atau konstruksi karena terdampak pandemi. Namun, dia percaya bahwa efek dari pandemi ini akan berlangsung dalam jangka pendek dan hubungan ekonomi kedua negara akan kembali pulih.
Diadaptasi dari situs republika.co.id pada tanggal 20 Oktober 2020 pukul 14.30
Berdasarkan infografis dan artikel berita tersebut, pandemi menyebabkan nilai ekspor Indonesia mengalami penurunan karena ….
(Jawaban yang benar bisa lebih dari satu)
terbatasnya kegiatan bongkar muat kargo di pelabuhan
nilai ekspor secara linier dipengaruhi oleh nilai impor
penurunan kegiatan produksi di Indonesia akibat PSBB
adanya potensi penurunan perekonomian negara akibat pandemi
Adanya pemberhentian visa on arrival di Indonesia
Perhatikan artikel bacaan berikut!
SUKU KAREN
Saat berkunjung ke bagian Utara Thailand, salah satu tempat yang tak boleh dilewatkan adalah desa tempat tinggal Suku Karen. Ini adalah salah satu suku yang tinggal di pedalaman Thailand selain juga Lahu Shi Bala, Palong, Hmong, Kayaw, Akha, dan Mien. Karen menjadi salah satu suku yang diincar para wisatawan karena tradisi uniknya. Para wanita Suku Karen diwajibkan memanjangkan leher menggunakan tumpukkan kawat yang terbuat dari kuningan. Suku Karen adalah suku yang memiliki jumlah anggota suku terbesar di Thailand dengan jumlah sekitar 28 ribu orang. Suku karen di kelilingi pegunungan dan dataran tinggi di bagian utara, dan di bagian tengah Thailand. Rumah mereka terbuat dari bambu dan terbentuk panggung di mana bagian bawah dari panggung di gunakan untuk tempat tinggal hewan ternak.
Leher wanita suku Karen dipasang gelang logam berwarna keemasan. Gelang-gelang ini fungsinya untuk membentuk leher dan kaki mereka agar lebih panjang, karena menurut adat mereka, semakin panjang leher wanita di kampung mereka, maka mereka akan dianggap semakin cantik. Yang lebih unik lagi alasan mereka menggunakan gelang-gelang itu di latarbelakangi dengan kebudayaan turun-temurun serta kepercayaan bahwa wanita suku Karen berasal dari seekor burung Phoenix. Bagi orang suku Karen, Phoenix adalah nenek moyang para wanita yang berpasangan dengan para naga yang dianggap sebagai nenek moyangnya para pria suku itu. Berat gelang besi di leher wanita dewasa mencapai 5 kg dan gelang kaki di bawah lutut beratnya masing-masing 1 kg. Berarti setiap hari mereka membawa beban 7 kg. Gelang tersebut mulai di pakaikan sejak mereka berusia 5 tahun. Awalnya hanya 2-3 tumpuk gelang, dan setiap 2-3 tahun sekali tumpukkan gelang ditambah sampai mereka mencapai usia 19 tahun, dimana gelang-gelang tadi di gantikan dengan gelang besi yang terbuat dari 1 besi lonjor panjang yang di bentuk melingkar atau dililitkan ke leher mereka. Gelang itu bisa dilepas tapi proses pelepasannya sendiri tidak mudah dan hanya dilakukan pada saat menikah, melahirkan dan juga meninggal dunia. Kebanyakan wanita karen meninggal pada usia 40-50 tahun. Hal itu mungkin karena besi-besi yang membebani tulang leher merusak susunan tulang pada organ tubuh lainnya.
Fungsi lain dari gelang-gelang itu adalah sebagai pelindung. Dulu mereka masih tinggal di pegunungan, mereka sering terlibat kontak dengan binatang buas seperti harimau, beruang dan sebagainya. Umumnya, binatang buas tersebut menyerang manusia pada bagian leher dan tenggorokkan. Untuk itulah gelang-gelang itu berfungsi sebagai pelindung bagi kaum hawa suku Karen. Keunikkan suku karen dimanfaatkan dengan sangat baik oleh dunia parawisata negara Thailand.
Dikutip dari Pesona Budaya Karen di Thailand, Evlin Miranda Santoso, pada 20 Oktober 2020
Dari teks bacaan di atas, manakah informasi yang tepat mengenai wanita suku Karen ?
(Pilihan ganda, hanya satu jawaban yang benar)
memiliki jumlah anggota lebih banyak di Thailand yaitu 28 ribu orang
wanita suku Karen yang berusia 40-50 tahun tidak diwajibkan memakai gelang leher
wanita suku Karen sebenarnya menolak adat gelang pada leher karena dapat mempercepat kematian
gelang di leher wanita suku Karen hanya dapat dilepas saat menikah, melahirkan dan meninggal dunia
saat umur 1-5 tahun wanita suku Karen hanya memakai 2-3 tumpuk gelang di lehernya
Perhatikan artikel bacaan berikut!
SUKU KAREN
Saat berkunjung ke bagian Utara Thailand, salah satu tempat yang tak boleh dilewatkan adalah desa tempat tinggal Suku Karen. Ini adalah salah satu suku yang tinggal di pedalaman Thailand selain juga Lahu Shi Bala, Palong, Hmong, Kayaw, Akha, dan Mien. Karen menjadi salah satu suku yang diincar para wisatawan karena tradisi uniknya. Para wanita Suku Karen diwajibkan memanjangkan leher menggunakan tumpukkan kawat yang terbuat dari kuningan. Suku Karen adalah suku yang memiliki jumlah anggota suku terbesar di Thailand dengan jumlah sekitar 28 ribu orang. Suku karen di kelilingi pegunungan dan dataran tinggi di bagian utara, dan di bagian tengah Thailand. Rumah mereka terbuat dari bambu dan terbentuk panggung di mana bagian bawah dari panggung di gunakan untuk tempat tinggal hewan ternak.
Leher wanita suku Karen dipasang gelang logam berwarna keemasan. Gelang-gelang ini fungsinya untuk membentuk leher dan kaki mereka agar lebih panjang, karena menurut adat mereka, semakin panjang leher wanita di kampung mereka, maka mereka akan dianggap semakin cantik. Yang lebih unik lagi alasan mereka menggunakan gelang-gelang itu di latarbelakangi dengan kebudayaan turun-temurun serta kepercayaan bahwa wanita suku Karen berasal dari seekor burung Phoenix. Bagi orang suku Karen, Phoenix adalah nenek moyang para wanita yang berpasangan dengan para naga yang dianggap sebagai nenek moyangnya para pria suku itu. Berat gelang besi di leher wanita dewasa mencapai 5 kg dan gelang kaki di bawah lutut beratnya masing-masing 1 kg. Berarti setiap hari mereka membawa beban 7 kg. Gelang tersebut mulai di pakaikan sejak mereka berusia 5 tahun. Awalnya hanya 2-3 tumpuk gelang, dan setiap 2-3 tahun sekali tumpukkan gelang ditambah sampai mereka mencapai usia 19 tahun, dimana gelang-gelang tadi di gantikan dengan gelang besi yang terbuat dari 1 besi lonjor panjang yang di bentuk melingkar atau dililitkan ke leher mereka. Gelang itu bisa dilepas tapi proses pelepasannya sendiri tidak mudah dan hanya dilakukan pada saat menikah, melahirkan dan juga meninggal dunia. Kebanyakan wanita karen meninggal pada usia 40-50 tahun. Hal itu mungkin karena besi-besi yang membebani tulang leher merusak susunan tulang pada organ tubuh lainnya.
Fungsi lain dari gelang-gelang itu adalah sebagai pelindung. Dulu mereka masih tinggal di pegunungan, mereka sering terlibat kontak dengan binatang buas seperti harimau, beruang dan sebagainya. Umumnya, binatang buas tersebut menyerang manusia pada bagian leher dan tenggorokkan. Untuk itulah gelang-gelang itu berfungsi sebagai pelindung bagi kaum hawa suku Karen. Keunikkan suku karen dimanfaatkan dengan sangat baik oleh dunia parawisata negara Thailand.
Dikutip dari Pesona Budaya Karen di Thailand, Evlin Miranda Santoso, pada 20 Oktober 2020
Penggunaan gelang di leher pada suku Karen sudah diatur oleh adat sedemikian rupa. Tentukan hal-hal yang benar pada pilihan yang sudah tersedia.
(Jawaban yang benar bisa lebih dari satu)
Pria dan wanita di suku Karen di wajibkan memanjangkan leher menggunakan tumpukan kawat yang terbuat dari kuningan
Wanita suku Karen setiap hari membawa beban 7 kg di tubuhnya, dan 80% bebannya berada di leher mereka
Gelang leher mulai dipasangkan pada wanita suku Karen saat usianya sudah 5 tahun dengan 2-3 tumpukan gelang
Wanita suku Karen dapat memilih salah satu momen saat melepas gelang lehernya yaitu menikah, melahirkan atau meninggal dunia
Pada saat usia 19 tahun, proses penambahan beban di leher sudah berhenti dan boleh dilepas dengan persetujuan ketua adat
Simak cuplikan dari Buku Laskar Pelangi, yang ditulis oleh Andrea Hirata.
Dapat dikatakan tak jarang Lintang mempertaruhkan nyawa demi menempuh pendidikan, namun tak sehari pun ia pernah bolos. Delapan puluh kilometer pulang pergi ditempuhnya dengan sepeda setiap hari. Tak pernah mengeluh. Jika kegiatan sekolah berlangsung sampai sore, ia akan tiba malam hari di rumahnya. Sering aku merasa ngeri membayangkan perjalanannya.
Kesulitan itu belum termasuk jalan yang tergenang air, ban sepeda yang bocor, dan musim hujan berkepanjangan dengan petir yang menyambar-nyambar. Suatu hari rantai sepedanya putus dan tak bisa disambung lagi karena sudah terlalu pendek sebab terlalu sering putus, tapi ia tak menyerah. Dituntunnya sepeda itu puluhan kilometer, dan sampai di sekolah kami sudah bersiap-siap akan pulang. Saat itu adalah pelajaran seni suara dan dia begitu bahagia karena masih sempat menyanyikan lagu Padamu Negeri di depan kelas. Kami termenung mendengarkan ia bernyanyi dengan sepenuh jiwa, tak tampak kelelahan di matanya yang berbinar jenaka. Setelah itu ia pulang dengan menuntun sepedanya lagi sejauh empat puluh kilometer.
Pada musim hujan lebat yang bisa mengubah jalan menjadi sungai, menggenangi daratan dengan air setinggi dada, membuat guruh dan halilintar membabat pohon kelapa hingga tumbang bergelimpangan terbelah dua, pada musim panas yang begitu terik hingga alam memuai ingin meledak, pada musim badai yang membuat hasil laut nihil hingga berbulan-bulan semua orang tak punya uang sepeser pun, pada musim buaya berkembang biak sehingga mereka menjadi semakin ganas, pada musim angin barat puting beliung, pada musim demam, pada musim sampar sehari pun Lintang tak pernah bolos.
Pembuktian Lintang sebagai seorang anak yang bersemangat dalam menuntut ilmu adalah…
(a)
'Perempuan – perempuan perkasa' karya Hartoyo Andangjaya, 1963
Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta,
dari manakah mereka..
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum peluit kereta pagi terjaga..
Sebelum hari bermula dalam pesta kerja..
Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
ke manakah mereka..
Di atas roda-roda baja mereka berkendara.
Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..
Merebut hidup di pasar-pasar kota..
Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,
siapakah mereka..
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa.
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa.
Simpulan apa yang kamu dapat mengenai perempuan dalam puisi tersebut?
(a)
energi surya termasuk energi yang ...
Sempurna
tidak sempurna
terbarukan
tidak dapat terbarukan
salah satu kelebihan dari energi surya, kecuali
mampu menghemat listrik 50 - 70 % tergantung pemakaian
ramah lingkungan dan tidak menghasilkan gas
ketersediaan energi yang melimpah
Biaya inventasi awal yang tidak murah
salah satu faktor penyebab masyarakat tidak mau menggunakan energi surya sebagai sumber pemenuhan energi listrik pada rumahnya adalah
Biaya nya mahal
energinya boros
masih suka pakai batubara
belum faham apa itu energi surya
