wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

cek jawabn 7

Total questions: 70

Worksheet time: 43mins

Name
Class
Date
1.

Apa tujuan evaluasi kinerja pemerintahan daerah oleh pemerintah pusat?

a)

Memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang berprestasi

b)

Mencabut kewenangan otonomi daerah jika ditemukan pelanggaran

c)

Memastikan pelaksanaan urusan pemerintahan berjalan sesuai dengan peraturan

d)

Mengurangi kewenangan kepala daerah dalam pengelolaan anggaran

e)

Menyusun perencanaan baru untuk daerah tanpa melibatkan DPRD

2.

Apa yang dimaksud dengan asas tugas pembantuan dalam pemerintahan daerah?

a)

Penyerahan urusan pemerintahan dari daerah ke pihak swasta

b)

Penugasan dari pemerintah pusat kepada daerah atau dari daerah ke desa untuk melaksanakan tugas tertentu

c)

Penyerahan kewenangan daerah kepada pemerintah pusat dalam kondisi darurat

d)

Pemberian wewenang tambahan kepada DPRD untuk membantu kepala daerah

e)

Pemberian tanggung jawab kepada masyarakat untuk melaksanakan urusan pemerintahan

3.

Bagaimana prinsip akuntabilitas diterapkan dalam pemerintahan daerah?

a)

Dengan menyusun laporan pertanggungjawaban yang hanya disampaikan kepada DPRD

b)

Melalui pelibatan langsung masyarakat dalam penyusunan kebijakan daerah

c)

Dengan membuat laporan transparan kepada masyarakat dan pemerintah pusat

d)

Dengan memperketat pengawasan internal di setiap instansi pemerintah daerah

e)

Dengan membatasi akses informasi publik terhadap laporan keuangan

4.

Apa peran DPRD dalam pemerintahan daerah menurut UU No. 23 Tahun 2014?

a)

Menyusun kebijakan daerah tanpa melibatkan kepala daerah

b)

Mengawasi pemerintah pusat dalam menjalankan kebijakan daerah

c)

Menggantikan kepala daerah jika kepala daerah diberhentikan

d)

Menjadi pelaksana utama pemerintahan daerah

e)

Menetapkan kebijakan daerah bersama kepala daerah

5.

Apa sanksi bagi kepala daerah yang tidak melaksanakan kewajibannya sesuai dengan peraturan?

a)

Teguran administratif dan pemberhentian sementara

b)

Pemecatan langsung oleh pemerintah pusat

c)

Penundaan anggaran daerah selama setahun penuh

d)

Pemberian sanksi hukum pidana

e)

Penunjukan kepala daerah pengganti tanpa melalui mekanisme DPRD

6.

Apa yang dimaksud dengan tindakan represif non-yustisial oleh Satpol PP?

a)

Penangkapan pelanggar hukum secara langsung

b)

Penegakan hukum melalui pengadilan

c)

Tindakan penertiban tanpa melalui proses pengadilan

d)

Pelibatan polisi dan TNI dalam penyelesaian kasus

e)

Penyelesaian sengketa melalui jalur hukum formal

7.

Siapa yang berwenang menetapkan standar operasional prosedur (SOP) bagi Satpol PP?

a)

Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri

b)

Kepala daerah sesuai kebutuhan daerah masing-masing

c)

DPRD berdasarkan rekomendasi kepala daerah

d)

Kepolisian daerah bersama Satpol PP

e)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana

8.

Apa kewajiban pemerintah daerah dalam mendukung operasional Satpol PP?

a)

Menyediakan dana operasional penuh dari pemerintah pusat

b)

Mengatur pelaksanaan tugas Satpol PP melalui undang-undang daerah

c)

Menyediakan sarana dan prasarana serta pelatihan anggota

d)

Memberikan tunjangan tambahan untuk kinerja optimal

e)

Memprioritaskan tugas Satpol PP di atas tugas lainnya

9.

Apa yang menjadi dasar hukum bagi Satpol PP dalam menindak pelanggaran Peraturan Daerah?

a)

Undang-Undang Dasar 1945

b)

Peraturan Menteri Dalam Negeri

c)

Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah

d)

Keputusan kepala Satpol PP di masing-masing wilayah

e)

Kebijakan dari DPRD setempat

10.

Bagaimana peran DPRD dalam pengawasan operasional Satpol PP?

a)

DPRD melakukan inspeksi langsung terhadap tugas harian Satpol PP

b)

DPRD menyetujui anggaran dan mengevaluasi kinerja Satpol PP

c)

DPRD menetapkan SOP operasional Satpol PP

d)

DPRD bertindak sebagai pembina utama anggota Satpol PP

e)

DPRD mengarahkan langsung tugas penegakan peraturan daerah

11.

Apa tujuan utama dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah?

4 lines
12.

Apa tujuan utama dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah?

a)

Meningkatkan efisiensi anggaran pemerintah daerah

b)

Memberikan pedoman pelayanan dasar yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah

c)

Menstandarkan kualitas layanan sektor swasta

d)

Meningkatkan daya saing antar daerah

e)

Memastikan semua layanan publik dikenai tarif

13.

Apa yang dimaksud dengan pelayanan dasar dalam konteks SPM?

a)

Pelayanan bersifat opsional berdasarkan kemampuan daerah

b)

Pelayanan yang wajib disediakan oleh pemerintah pusat saja

c)

Pelayanan publik yang bersifat esensial dan wajib diberikan kepada masyarakat

d)

Pelayanan khusus untuk kelompok rentan

e)

Pelayanan premium dengan biaya tambahan

14.

SPM diterapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang berikut, kecuali:

a)

Pendidikan dasar

b)

Kesehatan

c)

Pengelolaan keuangan daerah

d)

Air bersih dan sanitasi

e)

Penanganan bencana

15.

Siapa yang bertanggung jawab utama dalam implementasi SPM di tingkat daerah?

a)

Presiden

b)

Menteri Dalam Negeri

c)

Kementerian/Lembaga terkait

d)

DPRD

e)

Gubernur dan Bupati/Walikota

16.

Apa yang menjadi indikator keberhasilan penerapan SPM di daerah?

a)

Laporan keuangan daerah

b)

Jumlah program pemerintah yang berjalan

c)

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan dasar

d)

Besarnya anggaran yang dialokasikan untuk SPM

e)

Peningkatan jumlah pegawai pemerintah

17.

Dalam konteks ketertiban umum, apa fokus utama pemerintah provinsi?

a)

Penegakan hukum pidana

b)

Koordinasi antar kabupaten/kota untuk menjaga ketertiban regional

c)

Menyusun regulasi nasional tentang keamanan

d)

Mengawasi operasional kepolisian di wilayah provinsi

e)

Menjamin anggaran Satpol PP mencukupi

18.

Apa prinsip utama yang harus diterapkan dalam penyusunan kebijakan ketenteraman dan ketertiban umum?

a)

Efisiensi biaya

b)

Kecepatan, responsivitas, dan inklusivitas

c)

Peningkatan jumlah peraturan daerah

d)

Fokus pada kepentingan politik lokal

e)

Pelibatan pihak swasta sebagai pelaksana utama

19.

Bagaimana cara mengevaluasi keberhasilan implementasi standar teknis mutu layanan ketenteraman?

a)

Melakukan survei kepuasan masyarakat secara rutin

b)

Memastikan anggaran Satpol PP selalu terserap penuh

c)

Menurunkan jumlah petugas di lapangan

d)

Menunggu laporan dari masyarakat

e)

Mengurangi intervensi pemerintah dalam pelayanan

20.

Apa sanksi bagi pemerintah daerah yang gagal memenuhi standar teknis mutu layanan ketertiban umum?

a)

Pengurangan anggaran daerah

b)

Pembubaran Satpol PP setempat

c)

Pemecatan kepala daerah

d)

Pengambilalihan layanan oleh pihak swasta

e)

Pembinaan administratif oleh pemerintah pusat

21.

Apa dasar hukum pemenuhan hak PNS dalam lingkup pemerintah daerah berdasarkan Permendagri?

a)

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN

b)

Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

c)

Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS

d)

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

e)

Semua jawaban benar

22.

Hak berikut adalah hak dasar PNS yang wajib dipenuhi pemerintah daerah, kecuali:

a)

Gaji pokok

b)

Tunjangan jabatan

c)

Pendidikan lanjutan di luar negeri

d)

Jaminan pensiun

e)

Hak atas cuti tahunan

23.

Bagaimana mekanisme pemberian tunjangan kinerja kepada PNS sesuai dengan Permendagri?

a)

Berdasarkan masa kerja tanpa melihat capaian kinerja

b)

Menggunakan evaluasi kinerja individu yang terukur

c)

Diberikan secara merata untuk semua PNS

d)

Disesuaikan dengan tingkat pendidikan pegawai

e)

Berdasarkan preferensi pimpinan daerah

24.

Apa yang dimaksud dengan hak PNS atas perlindungan hukum menurut Permendagri?

a)

Jaminan kesehatan dan keselamatan kerja

b)

Perlindungan terhadap tindakan diskriminasi atau pelecehan

c)

Bantuan hukum dalam pelaksanaan tugas jabatan

d)

Penegakan disiplin

25.

hukum menurut Permendagri?

a)

Jaminan kesehatan dan keselamatan kerja

b)

Perlindungan terhadap tindakan diskriminasi atau pelecehan

c)

Bantuan hukum dalam pelaksanaan tugas jabatan

d)

Penegakan disiplin pegawai

e)

Hak untuk menyampaikan aspirasi secara langsung

26.

Apa sanksi bagi pemerintah daerah yang tidak memenuhi hak PNS sesuai Permendagri?

a)

Pemberhentian kepala daerah oleh pemerintah pusat

b)

Penghentian anggaran untuk belanja pegawai

c)

Peringatan administrasi dari Menteri Dalam Negeri

d)

Penahanan dana alokasi umum (DAU)

e)

Sanksi pidana bagi kepala daerah

27.

Mengapa alat komunikasi penting dalam penyediaan sarana minimal Satpol PP?

a)

Mengurangi risiko kesalahan prosedur

b)

Memastikan koordinasi yang efektif antaranggota

c)

Mengurangi biaya operasional untuk pelaporan manual

d)

Memastikan transparansi dalam tugas lapangan

e)

Meningkatkan efisiensi anggaran daerah

28.

Apa saja jenis peralatan pelindung diri (APD) yang wajib dimiliki oleh Satpol PP?

a)

Helm, pelindung badan, dan masker

b)

Alat pemadam api, kacamata pelindung, dan sarung tangan

c)

Rompi anti peluru, sepatu boot, dan alat komunikasi

d)

Masker gas, jas hujan, dan helm

e)

Semua peralatan yang dapat digunakan untuk operasi tanggap darurat

29.

Apa prinsip utama dalam penyediaan sarana dan prasarana untuk Satpol PP?

a)

Efektivitas dan efisiensi

b)

Modernisasi teknologi

c)

Pengurangan beban anggaran daerah

d)

Kepatuhan pada prosedur audit

e)

Keberlanjutan fasilitas

30.

Apa kewajiban pemerintah daerah dalam memastikan pemeliharaan sarana Satpol PP?

a)

Memberikan dana khusus setiap semester

b)

Membentuk tim khusus pemeliharaan fasilitas

c)

Melaksanakan pemeriksaan dan perbaikan berkala

d)

Mengganti fasilitas setiap tahun anggaran

e)

Mengajukan laporan kerusakan kepada pemerintah pusat

31.

Apa langkah pertama dalam perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana Satpol PP?

a)

Menghitung anggaran operasional

b)

Melakukan analisis kebutuhan lapangan

c)

Mengadakan pelatihan bagi anggota Satpol PP

d)

Menyusun laporan tahunan

e)

Mengadakan konsultasi dengan pemerintah pusat

32.

Apa risiko terbesar jika sarana dan prasarana minimal Satpol PP tidak memadai?

a)

Penurunan jumlah anggota Satpol PP

b)

Gangguan pelaksanaan tugas operasional

c)

Pengurangan anggaran pemerintah daerah

d)

Hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap Satpol PP

e)

Penundaan pelaporan tahunan

33.

Apa saja metode pembinaan teknis yang dapat diterapkan pada Satpol PP?

a)

Pelatihan internal, simulasi lapangan, dan bimbingan teknis

b)

Penambahan anggaran operasional tanpa pelatihan

c)

Pengadaan seragam baru setiap tahun

d)

Peningkatan jumlah laporan tertulis dari personel

e)

Penyesuaian tugas dengan kebutuhan administrasi daerah

34.

Apa peran teknologi dalam pembinaan teknis operasional Satpol PP?

a)

Mempercepat proses rekrutmen anggota baru

b)

Membantu koordinasi dan pemantauan operasi secara real-time

c)

Mengurangi kebutuhan pelatihan lapangan

d)

Menggantikan peran pimpinan dalam pengambilan keputusan

e)

Membatasi jumlah anggota yang terlibat dalam operasi

35.

Apa saja tantangan utama dalam pembinaan teknis operasional Satpol PP?

a)

Kurangnya jumlah anggota Satpol PP

b)

Ketidaksesuaian antara kebutuhan pelatihan dengan tugas di lapangan

c)

Terbatasnya ruang operasi dalam tugas harian

d)

Tidak adanya koordinasi antar-Satpol PP di tingkat provinsi

e)

Fokus yang berlebihan pada tugas administratif

36.

Bagaimana Satpol PP dapat memastikan pelaksanaan hasil pembinaan teknis operasional?

a)

Dengan menyusun laporan pelatihan setiap tahun

b)

Mengandalkan pemerintah pusat untuk evaluasi

c)

Mengurangi pelatihan untuk meningkatkan efisiensi anggaran

d)

Menerapkan evaluasi kinerja berbasis hasil operasional

e)

Menghilangkan tugas non-operasional

37.

Apa fokus utama dalam pembinaan teknis untuk manajemen konflik?

4 lines
38.

Apa fokus utama dalam pembinaan teknis untuk manajemen konflik?

a)

Meningkatkan kemampuan negosiasi dan mediasi

b)

Memastikan operasi berjalan tanpa alat pelindung diri

c)

Menyelesaikan konflik secara sepihak

d)

Mengurangi waktu pelaksanaan operasi

e)

Mengabaikan pelanggaran kecil selama konflik berlangsung

39.

Pemerintah daerah wajib memberikan penghargaan kepada Satpol PP sebagai bentuk:

a)

Pengakuan atas kontribusi Satpol PP dalam pembangunan ekonomi lokal

b)

Apresiasi terhadap pelaksanaan tugas perlindungan masyarakat

c)

Kompensasi bagi pegawai yang tidak mendapatkan kenaikan pangkat

d)

Peningkatan jumlah personel Satpol PP secara nasional

e)

Strategi untuk menarik lebih banyak rekrutmen ke Satpol PP

40.

Penghargaan Karya Bhakti Pengabdian Pol PP diberikan kepada:

a)

Kepala Satpol PP yang memiliki masa jabatan lebih dari 10 tahun

b)

Anggota Satpol PP yang cacat permanen atau meninggal dunia saat bertugas

c)

Pemerintah daerah yang mendukung penuh operasional Satpol PP

d)

Wali kota yang melibatkan Satpol PP dalam penyusunan Perda

e)

Pegawai Satpol PP dengan masa kerja minimal 15 tahun

41.

Perbedaan utama antara penghargaan Karya Bhakti Satpol PP dan Karya Bhakti Peduli Satpol PP adalah:

a)

Karya Bhakti Peduli diberikan untuk inovasi organisasi, sedangkan Karya Bhakti Satpol PP untuk individu

b)

Karya Bhakti Satpol PP diberikan kepada daerah, sedangkan Karya Bhakti Peduli kepada anggota

c)

Karya Bhakti Peduli diberikan kepada daerah, sedangkan Karya Bhakti Satpol PP kepada organisasi Satpol PP

d)

Karya Bhakti Satpol PP fokus pada kreativitas, sedangkan Karya Bhakti Peduli fokus pada kepatuhan

e)

Tidak ada perbedaan signifikan antara keduanya

42.

Salah satu kriteria untuk mendapatkan penghargaan Karya Bhakti Satpol PP adalah inovasi. Contoh inovasi yang dapat dinilai dalam kategori ini adalah:

a)

Peningkatan jumlah penertiban terhadap pelanggar Perda

b)

Penyediaan alat keamanan baru melalui hibah dari pihak swasta

c)

Pengembangan sistem digital untuk pelaporan pelanggaran Perda

d)

Pelatihan intensif anggota Satpol PP di tingkat kabupaten/kota

e)

Penambahan anggaran tahunan untuk operasional Satpol PP

43.

Karya Bhakti Peduli Satpol PP diberikan kepada kepala daerah yang menunjukkan kepedulian terhadap Satpol PP melalui:

a)

Mengurangi jumlah personel untuk efisiensi anggaran

b)

Menambah jumlah Perda yang harus ditegakkan dalam satu tahun

c)

Pelibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan operasional

d)

Penyediaan sarana dan prasarana minimal sesuai standar

e)

Pembentukan satuan khusus untuk penanganan konflik masyarakat

44.

Apa peran Penyidik Polri dalam proses penyidikan yang dilakukan oleh PPNS?

a)

Memberikan instruksi kepada PPNS dalam semua penyidikan

b)

Mengawasi dan memberikan petunjuk teknis kepada PPNS selama penyidikan berlangsung

c)

Menyelesaikan semua kasus yang ditangani PPNS secara langsung

d)

Menggantikan tugas PPNS jika ditemukan kendala teknis

e)

Menyerahkan seluruh wewenang penyidikan kepada PPNS

45.

Apa batasan kewenangan PPNS dalam melakukan penahanan?

a)

Tidak diperbolehkan melakukan penahanan dalam kondisi apa pun

b)

Hanya dapat melakukan penahanan dengan izin dari atasan langsung

c)

Hanya dapat merekomendasikan penahanan kepada Penyidik Polri

d)

Dapat melakukan penahanan tanpa batas waktu tertentu

e)

Diperbolehkan menahan tersangka tanpa alasan hukum yang jelas

46.

Bagaimana PPNS menyusun laporan hasil penyidikan?

a)

Menyusun laporan berdasarkan kebijakan kepala daerah

b)

Mengacu pada standar hukum acara pidana dalam KUHAP

c)

Melibatkan pihak swasta dalam penyusunan laporan

d)

Menyusun laporan hanya jika diminta oleh Penyidik Polri

e)

Menyerahkan laporan tanpa melalui proses evaluasi

47.

Apa saja dokumen yang harus dilengkapi PPNS dalam menyusun berkas perkara?

(a)  

48.

Apa saja dokumen yang harus dilengkapi PPNS dalam menyusun berkas perkara?

a)

Bukti keuangan dan laporan administratif

b)

Peraturan daerah yang tidak terkait dengan kasus

c)

Surat pengunduran diri tersangka

d)

Surat perintah penyidikan, barang bukti, dan keterangan saksi

e)

Surat tugas dari kepala daerah

49.

Apa manfaat utama pelatihan bagi PPNS?

a)

Meningkatkan pemahaman teknis tentang penyidikan dan hukum acara pidana

b)

Mengurangi tugas operasional di lapangan

c)

Menghindari konflik dengan Penyidik Polri

d)

Mempermudah tugas administratif di pemerintahan daerah

e)

Menyederhanakan peraturan daerah yang berlaku

50.

Apa yang dimaksud dengan perlindungan masyarakat dalam konteks penyelenggaraan ketertiban umum?

a)

Upaya menjaga keamanan masyarakat dari ancaman fisik dan psikis

b)

Melakukan tindakan hukum tanpa melibatkan pihak lain

c)

Fokus pada penegakan aturan administrasi saja

d)

Membatasi interaksi masyarakat dengan pemerintah daerah

e)

Meningkatkan jumlah peraturan tanpa memperhatikan efektivitas

51.

Bagaimana peran Perlindungan Masyarakat (Linnas) dalam mendukung ketertiban umum?

a)

Melaksanakan penyidikan atas pelanggaran hukum

b)

Mendukung upaya mitigasi bencana dan pengamanan lingkungan

c)

Menyusun kebijakan terkait pelayanan publik

d)

Menggantikan peran Satpol PP di lapangan

e)

Mengawasi pelaksanaan peraturan di tingkat nasional

52.

Apa tantangan utama dalam penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat?

a)

Tingginya partisipasi masyarakat dalam pengawasan

b)

Keterbatasan anggaran, fasilitas, dan sumber daya manusia

c)

Banyaknya peraturan daerah yang diterapkan tanpa pengawasan

d)

Berkurangnya jumlah aparat keamanan di tingkat nasional

e)

Tingginya intervensi pemerintah pusat dalam setiap proses

53.

Apa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga ketertiban umum?

a)

Penegakan hukum yang represif tanpa dialog

b)

Mengurangi pengawasan terhadap aparat keamanan

c)

Meningkatkan jumlah pelanggaran yang dicatat dalam laporan

d)

Melibatkan masyarakat dalam dialog dan sosialisasi peraturan daerah

e)

Mengabaikan masukan dari pihak eksternal

54.

Apa peran teknologi dalam penyelenggaraan ketertiban umum?

a)

Mempermudah penyampaian informasi kepada masyarakat dan pengawasan operasional

b)

Menggantikan peran personel di lapangan sepenuhnya

c)

Mengurangi kebutuhan pelatihan bagi aparat keamanan

d)

Menghilangkan tanggung jawab hukum dalam pelaksanaan tugas

e)

Menyederhanakan pengelolaan konflik masyarakat tanpa tindakan langsung

55.

Apa bentuk evaluasi yang harus dilakukan terhadap SOP Satpol PP?

a)

Peninjauan berkala untuk memastikan SOP tetap relevan dengan kebutuhan operasional

b)

Menghapus SOP lama tanpa penggantian

c)

Mengurangi pengawasan terhadap pelaksanaan SOP

d)

Menyerahkan evaluasi kepada lembaga swasta

e)

Membatasi evaluasi hanya pada aspek administratif

56.

Apa tantangan terbesar dalam menyusun SOP yang efektif untuk Satpol PP?

a)

Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam proses penyusunan

b)

Keterbatasan waktu untuk menyusun SOP yang kompleks

c)

Kesenjangan antara kebijakan dan kebutuhan lapangan

d)

Tidak adanya anggaran untuk pelaksanaan tugas

e)

Fokus pada aspek teknis tanpa memperhatikan hukum

57.

Bagaimana SOP Satpol PP harus disesuaikan dengan kebutuhan lokal suatu daerah?

a)

Dengan menyusun SOP yang mencakup semua peraturan daerah tanpa analisis kebutuhan

b)

Dengan melakukan identifikasi kebutuhan spesifik masyarakat dan karakteristik wilayah

c)

Mengadopsi SOP nasional tanpa mempertimbangkan kondisi lokal

d)

Membuat SOP yang fokus hanya pada pengelolaan konflik besar

e)

Menghapus peraturan yang dianggap terlalu rumit bagi masyarakat

58.

Bagaimana implementasi SOP dilakukan oleh Satpol PP dalam situasi darurat, seperti bencana

4 lines
59.

Bagaimana implementasi SOP dilakukan oleh Satpol PP dalam situasi darurat, seperti bencana alam atau kerusuhan?

a)

Menjalankan tugas tanpa mempertimbangkan protokol darurat

b)

Mengikuti prosedur darurat yang telah ditetapkan dalam SOP khusus untuk kondisi krisis

c)

Membatalkan SOP untuk mempercepat tindakan di lapangan

d)

Menyerahkan semua tugas kepada aparat kepolisian

e)

Menunggu instruksi dari pemerintah pusat tanpa melakukan tindakan

60.

Apa bentuk kolaborasi antarinstansi dalam implementasi SOP Satpol PP?

a)

Menyusun SOP bersama tanpa pembagian tugas yang jelas

b)

Mengurangi koordinasi untuk mempercepat proses operasional

c)

Menyerahkan seluruh pelaksanaan tugas kepada satu instansi utama

d)

Membentuk tim gabungan dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang terstruktur

e)

Menyerahkan tugas administratif kepada masyarakat

61.

Satpol PP dalam menjalankan tugasnya harus berkoordinasi dengan lembaga berikut, kecuali:

a)

Kepolisian

b)

Kejaksaan

c)

Dinas Sosial

d)

Badan Pertanahan Nasional

e)

DPRD

62.

Apa yang harus dilakukan anggota Satpol PP saat menghadapi situasi konflik dengan masyarakat?

a)

Langsung menangkap pihak yang menolak aturan

b)

Menggunakan pendekatan persuasif terlebih dahulu

c)

Menggunakan kekuatan fisik untuk menyelesaikan konflik

d)

Melibatkan pihak luar untuk menyelesaikan konflik

e)

Membiarkan situasi berlangsung tanpa tindakan

63.

Apa tujuan dari pelaksanaan pelatihan kode etik bagi anggota Satpol PP?

a)

Menambah penguasaan teknik fisik

b)

Memberikan pemahaman tentang disiplin dan tanggung jawab

c)

Meningkatkan jumlah operasi penertiban

d)

Mengurangi pengawasan terhadap anggota

e)

Mengutamakan kepentingan pribadi anggota

64.

Apa sikap yang harus dimiliki oleh anggota Satpol PP dalam menghadapi perbedaan pendapat di masyarakat?

a)

Toleran terhadap semua perbedaan

b)

Tegas tanpa memedulikan situasi

c)

Berpegang pada pendapat mayoritas

d)

Memihak pada kelompok tertentu

e)

Mengabaikan pendapat masyarakat

65.

Kode etik mengatur bahwa anggota Satpol PP harus menghindari konflik kepentingan, yang berarti:

a)

Tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis

b)

Tidak memihak kepada pemerintah daerah

c)

Tidak melakukan tindakan yang berisiko menimbulkan kerugian pribadi

d)

Tidak menggunakan wewenang untuk keuntungan pribadi

e)

Tidak berinteraksi dengan pihak swasta

66.

Apa dasar hukum yang menjadi pijakan pembentukan Satpol PP?

a)

Peraturan Presiden

b)

Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2018

c)

UU No. 32 Tahun 2004

d)

Keputusan Menteri Dalam Negeri

e)

Peraturan Daerah masing-masing wilayah

67.

Dalam kode etik Satpol PP, hubungan antaranggota harus berdasarkan prinsip:

a)

Kompetisi

b)

Hierarki ketat

c)

Kerja sama dan saling menghormati

d)

Individualisme

e)

Kekuasaan atasan terhadap bawahan

68.

Sikap netralitas Satpol PP dalam pemilihan umum berarti:

a)

Tidak memberikan suara dalam pemilu

b)

Tidak berpihak kepada calon atau partai politik mana pun

c)

Mendukung program pemerintah daerah tertentu

d)

Mengabaikan pemilu yang sedang berlangsung

e)

Hanya mematuhi arahan atasan

69.

Sanksi administratif terhadap pelanggaran kode etik anggota Satpol PP dapat berupa:

a)

Penjara seumur hidup

b)

Pemutusan hubungan kerja secara sepihak

c)

Pengurangan tunjangan pensiun

d)

Pemindahan tugas ke daerah terpencil

e)

Teguran lisan atau tertulis

70.

Apa langkah awal yang dilakukan ketika anggota Satpol PP diduga melanggar kode etik?

a)

Penahanan langsung

b)

Pemeriksaan oleh Dewan Kode Etik

c)

Pelaporan kepada Kepala Daerah

d)

Sidang di Pengadilan Negeri

e)

Mengundurkan diri