Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Understanding Socio-Ecological Model

Total questions: 20

Worksheet time: 7mins

Name
Class
Date
1.

Perilaku makan dipengaruhi oleh:

a)

Hanya faktor individu

b)

Individu dan kebijakan saja

c)

Interaksi multi-level dari individu hingga kebijakan

d)

Hanya faktor budaya

2.

Tingkat interpersonal dalam SEM terutama mencakup:

a)

Kebijakan harga makanan

b)

Pengaruh keluarga dan teman

c)

Ketersediaan makanan di kios

d)

Status gizi

3.

Contoh faktor tingkat organisasi:

a)

Preferensi rasa pribadi

b)

Regulasi nasional tentang iklan makanan

c)

Aturan kantin kampus mengenai menu sehat

d)

Norma keluarga saat makan

4.

Faktor tingkat komunitas lebih akurat didefinisikan sebagai:

a)

Akses fisik ke pasar, jaringan komunitas, norma lokal

b)

Kebijakan subsidi nasional

c)

Enzim pencernaan

d)

Riwayat penyakit individu

5.

Dalam konteks camilan sekolah, studi oleh Upreti et al. menyoroti pentingnya:

a)

Intervensi farmakologis

b)

Pendekatan satu tingkat

c)

Kerangka SEM untuk memahami konsumsi makanan junk

d)

Mengabaikan faktor sosial

6.

Contoh kebijakan yang mempengaruhi perilaku makan:

a)

Preferensi terhadap rasa asin

b)

Larangan iklan minuman manis untuk anak-anak

c)

Undangan dari teman sebaya

d)

Ketersediaan air minum di rumah

7.

Hubungan antara level dalam SEM adalah:

a)

Satu arah linier

b)

Independen

c)

Sal saling mempengaruhi dan berinteraksi

d)

Tidak relevan

8.

Ketidaksetaraan sosial dapat mempengaruhi pola makan melalui:

a)

Kekuatan beli dan akses ke lingkungan makanan

b)

Warna kemasan produk

c)

Golongan darah

d)

Tinggi badan

9.

Contoh indikator tingkat individu:

a)

Harga makanan di pasar

b)

Sikap dan pengetahuan tentang nutrisi

c)

Regulasi kantin

d)

Ketersediaan ruang publik

10.

Penggunaan smartphone dan geotagging dalam studi lingkungan makanan membantu:

a)

Mengukur tinggi badan

b)

Melacak paparan lokasi terhadap outlet makanan

c)

Menentukan golongan darah

d)

Mengukur kadar gula darah

11.

Contoh intervensi yang sensitif terhadap budaya:

a)

Menstandarkan menu tanpa mempertimbangkan preferensi lokal

b)

Menghilangkan makanan tradisional lokal

c)

Menyesuaikan rekomendasi nutrisi dengan praktik makan sehat lokal

d)

Mengimpor semua makanan

12.

Standarisasi menu tanpa mempertimbangkan preferensi lokal

a)

Standarisasi menu tanpa mempertimbangkan preferensi lokal

b)

Menghilangkan makanan tradisional lokal

c)

Menyesuaikan rekomendasi nutrisi dengan praktik makan sehat lokal

d)

Mengimpor semua bahan makanan

13.

Tingkat kebijakan dalam SEM biasanya terletak di:

a)

Rumah tangga

b)

Institusi pendidikan saja

c)

Pemerintah lokal hingga nasional

d)

Kelompok teman

14.

Menurut kerangka SEM, pendidikan gizi tunggal seringkali kurang efektif karena:

a)

Terlalu mahal

b)

Tidak mempertimbangkan faktor multi-level yang mempengaruhi perilaku

c)

Tidak ilmiah

d)

Hanya cocok untuk anak-anak

15.

Contoh faktor komunitas yang meningkatkan konsumsi minuman manis:

a)

Pengetahuan gizi yang tinggi

b)

Akses mudah ke banyak minimarket dengan promosi harga

c)

Larangan iklan minuman manis

d)

Kebiasaan memasak di rumah

16.

Dalam mengevaluasi intervensi berbasis SEM, penting untuk menilai:

a)

Hanya perubahan dalam pengetahuan

b)

Hanya perubahan dalam kebijakan

c)

Perubahan di beberapa tingkat secara bersamaan

d)

Hanya status ekonomi

17.

Kenapa keterlibatan pemangku kepentingan itu penting?

a)

Agar penelitian selesai lebih cepat

b)

Untuk memetakan peran dan dukungan di seluruh tingkat sistem

c)

Mengurangi jumlah data

d)

Menggantikan kebutuhan etis

18.

Contoh bukti di tingkat organisasi yang mendukung pola makan sehat:

a)

Preferensi individu terhadap sayuran

b)

Diskon musiman di supermarket nasional

c)

Kebijakan kantin yang menyediakan air minum gratis

d)

Norma keluarga untuk makan bersama

19.

Interaksi budaya dan ekonomi dapat mempengaruhi konsumsi melalui:

a)

Selera yang tidak berubah

b)

Tradisi yang menolak semua inovasi

c)

Daya beli dan norma makan yang membentuk pilihan menu

d)

Faktor genetik

20.

Keuntungan menggunakan SEM dalam menganalisis perilaku makan adalah:

a)

Fokus pada satu faktor dominan saja

b)

Memungkinkan desain intervensi lintas tingkat yang holistik

c)

Menghindari kebutuhan akan data lapangan

d)

Menolak peran kebijakan