WorksheetsUnderstanding Socio-Ecological Model
Total questions: 20
Worksheet time: 7mins
Perilaku makan dipengaruhi oleh:
Hanya faktor individu
Individu dan kebijakan saja
Interaksi multi-level dari individu hingga kebijakan
Hanya faktor budaya
Tingkat interpersonal dalam SEM terutama mencakup:
Kebijakan harga makanan
Pengaruh keluarga dan teman
Ketersediaan makanan di kios
Status gizi
Contoh faktor tingkat organisasi:
Preferensi rasa pribadi
Regulasi nasional tentang iklan makanan
Aturan kantin kampus mengenai menu sehat
Norma keluarga saat makan
Faktor tingkat komunitas lebih akurat didefinisikan sebagai:
Akses fisik ke pasar, jaringan komunitas, norma lokal
Kebijakan subsidi nasional
Enzim pencernaan
Riwayat penyakit individu
Dalam konteks camilan sekolah, studi oleh Upreti et al. menyoroti pentingnya:
Intervensi farmakologis
Pendekatan satu tingkat
Kerangka SEM untuk memahami konsumsi makanan junk
Mengabaikan faktor sosial
Contoh kebijakan yang mempengaruhi perilaku makan:
Preferensi terhadap rasa asin
Larangan iklan minuman manis untuk anak-anak
Undangan dari teman sebaya
Ketersediaan air minum di rumah
Hubungan antara level dalam SEM adalah:
Satu arah linier
Independen
Sal saling mempengaruhi dan berinteraksi
Tidak relevan
Ketidaksetaraan sosial dapat mempengaruhi pola makan melalui:
Kekuatan beli dan akses ke lingkungan makanan
Warna kemasan produk
Golongan darah
Tinggi badan
Contoh indikator tingkat individu:
Harga makanan di pasar
Sikap dan pengetahuan tentang nutrisi
Regulasi kantin
Ketersediaan ruang publik
Penggunaan smartphone dan geotagging dalam studi lingkungan makanan membantu:
Mengukur tinggi badan
Melacak paparan lokasi terhadap outlet makanan
Menentukan golongan darah
Mengukur kadar gula darah
Contoh intervensi yang sensitif terhadap budaya:
Menstandarkan menu tanpa mempertimbangkan preferensi lokal
Menghilangkan makanan tradisional lokal
Menyesuaikan rekomendasi nutrisi dengan praktik makan sehat lokal
Mengimpor semua makanan
Standarisasi menu tanpa mempertimbangkan preferensi lokal
Standarisasi menu tanpa mempertimbangkan preferensi lokal
Menghilangkan makanan tradisional lokal
Menyesuaikan rekomendasi nutrisi dengan praktik makan sehat lokal
Mengimpor semua bahan makanan
Tingkat kebijakan dalam SEM biasanya terletak di:
Rumah tangga
Institusi pendidikan saja
Pemerintah lokal hingga nasional
Kelompok teman
Menurut kerangka SEM, pendidikan gizi tunggal seringkali kurang efektif karena:
Terlalu mahal
Tidak mempertimbangkan faktor multi-level yang mempengaruhi perilaku
Tidak ilmiah
Hanya cocok untuk anak-anak
Contoh faktor komunitas yang meningkatkan konsumsi minuman manis:
Pengetahuan gizi yang tinggi
Akses mudah ke banyak minimarket dengan promosi harga
Larangan iklan minuman manis
Kebiasaan memasak di rumah
Dalam mengevaluasi intervensi berbasis SEM, penting untuk menilai:
Hanya perubahan dalam pengetahuan
Hanya perubahan dalam kebijakan
Perubahan di beberapa tingkat secara bersamaan
Hanya status ekonomi
Kenapa keterlibatan pemangku kepentingan itu penting?
Agar penelitian selesai lebih cepat
Untuk memetakan peran dan dukungan di seluruh tingkat sistem
Mengurangi jumlah data
Menggantikan kebutuhan etis
Contoh bukti di tingkat organisasi yang mendukung pola makan sehat:
Preferensi individu terhadap sayuran
Diskon musiman di supermarket nasional
Kebijakan kantin yang menyediakan air minum gratis
Norma keluarga untuk makan bersama
Interaksi budaya dan ekonomi dapat mempengaruhi konsumsi melalui:
Selera yang tidak berubah
Tradisi yang menolak semua inovasi
Daya beli dan norma makan yang membentuk pilihan menu
Faktor genetik
Keuntungan menggunakan SEM dalam menganalisis perilaku makan adalah:
Fokus pada satu faktor dominan saja
Memungkinkan desain intervensi lintas tingkat yang holistik
Menghindari kebutuhan akan data lapangan
Menolak peran kebijakan
