NEW
Font size
WorksheetsPHERP 7
Total questions: 15
Worksheet time: 11mins
Apa tujuan utama dari melakukan Analisis Situasi Kesehatan?
Untuk memverifikasi keakuratan data yang sudah ada.
Untuk mengidentifikasi dan memahami masalah kesehatan yang ada dalam suatu populasi dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
Untuk mengumpulkan data demografi secara acak.
Untuk membuat laporan tahunan kegiatan puskesmas.
Jika sebuah kabupaten memiliki cakupan imunisasi dasar lengkap sebesar 75%, apa arti dari angka tersebut?
75% dari populasi anak yang menjadi sasaran telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
75% dari anak di kabupaten tersebut belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Indikator keberhasilan program imunisasi telah tercapai.
Target yang ditetapkan untuk imunisasi di kabupaten tersebut adalah 75%.
Bagaimana sebuah masalah kesehatan dapat diidentifikasi berdasarkan analisis situasi?
Dengan meminta pendapat ahli atau pakar.
Dengan membandingkan status kesehatan saat ini (indikator) dengan target yang telah ditetapkan atau standar yang berlaku.
Dengan melihat jumlah kasus penyakit yang paling banyak dilaporkan oleh rumah sakit.
Dengan melakukan survei media sosial untuk mencari keluhan masyarakat.
Manakah alasan yang paling tepat mengapa perlu dilakukan penentuan prioritas masalah kesehatan?
Untuk menentukan masalah yang paling mudah dipecahkan.
Agar semua masalah kesehatan dapat ditangani secara bersamaan.
Untuk mendapatkan dana penelitian dari pemerintah.
Karena sumber daya terbatas, sehingga perlu fokus pada masalah yang memiliki dampak terbesar dan paling mungkin untuk diselesaikan.
Metode kuantitatif untuk penentuan prioritas masalah kesehatan seringkali melibatkan kriteria seperti 'besarnya masalah', 'urgensi', dan 'biaya'. Mengapa kriteria 'biaya' penting?
Karena biaya adalah faktor terpenting yang menentukan prioritas.
Karena biaya menunjukkan seberapa mudah masalah dapat diselesaikan.
Karena setiap program kesehatan harus menghasilkan keuntungan finansial.
Untuk memastikan bahwa masalah yang dipilih dapat diatasi dengan ketersediaan anggaran yang ada.
Apa tujuan utama dari membuat 'kerangka konseptual' setelah mengidentifikasi masalah kesehatan?
Untuk menetapkan target dan cakupan program kesehatan.
Untuk memvisualisasikan hubungan antara masalah kesehatan dan faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebabnya, berdasarkan teori dan literatur.
Untuk menyusun daftar pertanyaan untuk kuesioner.
Untuk mendokumentasikan setiap langkah penelitian yang akan dilakukan.
Dalam konteks pembuktian akar masalah, apa yang dimaksud dengan 'pengambilan data primer'?
Mengumpulkan data dari publikasi atau database yang sudah ada.
Mengambil data dari rekam medis pasien di rumah sakit.
Mengumpulkan data secara langsung dari populasi penelitian untuk tujuan spesifik penelitian tersebut.
Menganalisis data dari sensus penduduk.
Apa yang paling tepat menggambarkan tahapan sebelum menggunakan instrumen yang telah dipilih untuk pengambilan data primer?
Mengumpulkan semua data yang ada di literatur.
Langsung menyebarkan instrumen kepada semua responden.
Melakukan uji coba (pre-test) instrumen dan memodifikasinya jika diperlukan.
Menganalisis data yang sudah terkumpul.
Apa fungsi dari pengelolaan data hasil pengambilan data primer?
Untuk mengubah data primer menjadi data sekunder.
Untuk membuat data lebih mudah dibaca oleh responden.
Untuk membersihkan, mengatur, dan mengolah data agar siap untuk dianalisis dan diinterpretasikan.
Untuk mempercepat proses pengumpulan data.
Setelah data primer dianalisis, bagaimana data tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan 'actual framework'?
Dengan mengabaikan semua data kualitatif yang dikumpulkan.
Dengan membandingkan dan mengintegrasikan temuan data primer dengan kerangka konseptual awal.
Dengan membuat kerangka baru tanpa merujuk pada kerangka konseptual awal.
Dengan membuang semua data yang tidak sesuai dengan kerangka konseptual awal.
Seorang peneliti akan mengukur tingkat pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah. Ia menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti lain dari sebuah jurnal. Sebelum digunakan pada populasi yang diteliti, langkah apa yang paling tepat untuk dilakukan peneliti tersebut?
Langsung menyebarkan kuesioner ke populasi target.
Melakukan uji validitas dan reliabilitas kuesioner untuk memastikan instrumen tersebut cocok dan akurat untuk populasi penelitiannya.
Menerjemahkan kuesioner ke bahasa lokal tanpa modifikasi.
Mengubah isi kuesioner sesuai dengan preferensi pribadinya.
Apa tujuan utama dari proses 'data cleaning' ini?
Untuk mengubah jawaban responden agar sesuai dengan hipotesis.
Untuk menghapus semua jawaban yang tidak lengkap.
Untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan, ketidaksesuaian, atau data yang hilang (missing data) agar data siap untuk dianalisis.
Untuk menambahkan data baru agar jumlah sampel tercukupi.
Mengapa penting bagi peneliti untuk memjustifikasi pilihan instrumennya dengan literatur yang relevan?
Agar penelitian terlihat lebih profesional dan terpercaya.
Untuk menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan memiliki dasar teoritis dan sudah terbukti valid/reliabel dalam penelitian sebelumnya.
Agar hasil penelitiannya dapat diterbitkan di jurnal internasional.
Agar mahasiswa bisa mendapatkan nilai yang lebih tinggi.
Bagaimana mahasiswa tersebut harus menyimpulkan hasil analisis ini dalam laporan akhirnya?
Mengabaikan hasil tersebut dan menyimpulkan bahwa ada hubungan signifikan.
Menghapus data yang tidak mendukung hipotesisnya.
Menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan signifikan yang ditemukan, dan mendiskusikan implikasinya berdasarkan data yang diperoleh.
Mengubah metode statistik agar mendapatkan hasil yang diinginkan.
Langkah apa yang paling tepat untuk dilakukan sebelum Anda memulai analisis data secara sistematis?
Mengkodekan data, membuat label variabel, dan menyusun data ke dalam format yang sesuai dengan perangkat lunak statistik (misalnya, SPSS).
Menghitung rata-rata dari setiap kolom data secara manual.
Mencetak semua data mentah untuk dibaca kembali.
Mengirimkan data mentah langsung ke ahli statistik tanpa penjelasan.
