Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal UAS Manajemen Asuhan Kebidanan

Total questions: 50

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Rangkaian kegiatan yang didasarkan pada proses pengambilan Keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh bidan sesuai dengan wewenang dan ruang lingkup praktiknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan merupakan definisi…

a)

Paradigma asuhan kebidanan

b)

Pendekatan dalam asuhan

c)

Pendekatan holistik

d)

Asuhan kebidanan

e)

Konsep asuhan kebidanan

2.

Proses, perbuatan, atau cara mendekati; atau bisa juga diartikan sebagai usaha dalam rangka aktivitas pengamatan untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, metode-metode untuk mencapai pengertian tentang masalah pengamatan merupakan definisi…

a)

Paradigma asuhan kebidanan

b)

Pendekatan dalam asuhan

c)

Pendekatan holistik

d)

Asuhan kebidanan

e)

Konsep asuhan kebidanan

3.

Pendekatan yang memperhatikan semua aspek kehidupan seseorang baik fisik, emosional, mental, sosial, dan spiritual untuk mencapai keseimbangan dan kesejahteraan secara keseluruhan merupakan definisi…

a)

Paradigma asuhan kebidanan

b)

Pendekatan dalam asuhan

c)

Pendekatan holistik

d)

Asuhan kebidanan

e)

Konsep asuhan kebidanan

4.

Pemeriksaan fisik ibu hamil, Pemantauan dan peningkatan asupan gizi ibu hamil, Deteksi dini dan Pemantauan komplikasi merupakan contoh pendekatan…

a)

Holistik

b)

Fisik

c)

Emosional

d)

Sosial

e)

Spiritual

5.

Membangun hubungan saling percaya antara bidan dengan klien merupakan contoh pendekatan...

a)

Holistik

b)

Fisik

c)

Emosional

d)

Sosial

e)

Spiritual

6.

Pendekatan professional yang mengintegrasikan bukti ilmiah terkini, keahlian klinis bidan, serta nilai dan preferensi pasien disebut…

a)

Manajemen kebidanan

b)

Evidence Based Practice

c)

Primary Care

d)

Continuity of Care

e)

Collaborative Care

7.

Manfaat Informed Consent dalam asuhan kebidanan, kecuali…

a)

Menghormati otonomi pasien

b)

Meningkatkan kepercayaan

c)

Mencegah malpraktik

d)

Membatasi hak pasien

e)

Mendukung hubungan baik

8.

Yang bukan merupakan elemen penting dari Informed Consent Adalah…

a)

Informasi yang jelas dan mudah dipahami

b)

Persetujuan yang sukarela

c)

Kompetensi pasien

d)

Dokumentasi

e)

Kewenangan keluarga

9.

Melakukan identifikasi diagnosa maupun masalah yang sedang terjadi atau dialami klien/pasien, merupakan langkah keberapa dari manajemen kebidanan?

a)

I

b)

II

c)

III

d)

IV

e)

V

10.

Langkah ke-5 dari manajemen asuhan kebidanan Adalah…

a)

Identifikasi dan analisis data dasar

b)

Tindakan segera

c)

Rencana asuhan tindakan

d)

Identifikasi diagnosa/masalah actual

e)

Evaluasi asuhan kebidanan

11.

Prinsip dasar dokumentasi, dimana informasi yang dicatat harus benar, sesuai fakta dan tidak mengada-ada, menggunakan bahasa medis dan istilah yang tepat merupakan prinsip…

a)

Lengkap

b)

Objektif

c)

Akurat

d)

Tepat waktu

e)

Rahasia dan aman

12.

Prinsip dasar dokumentasi, berdasarkan data yang nyata dan bisa diverifikasi, menghindari opini pribadi atau asumsi yang tidak didukung merupakan prinsip…

a)

Lengkap

b)

Objektif

c)

Akurat

d)

Tepat waktu

e)

Rahasia dan aman

13.

Model pendokumentasian yang memiliki kelebihan sistematis, mudah digunakan dan memudahkan komunikasi antar petugas kesehatan Adalah…

a)

SBAR

b)

VAR

c)

SOAP

d)

SOAPIE/SOAPIER

e)

Focus Charting

14.

Model pendokumentasian yang lebih tepat digunakan pada kondisi gawat-darurat Adalah…

a)

SBAR

b)

VAR

c)

SOAP

d)

SOAPIE/SOAPIER

e)

Focus Charting

15.

Dibawah ini yang merupakan tujuan dan manfaat dokumentasi dimana dapat untuk menilai kualitas pelayanan dan bahan pengambilan Adalah…

a)

Sebagai alat komunikasi

b)

Bukti hukum

c)

Dasar evaluasi

d)

Media pendidikan

e)

Asuransi dan administrasi

16.

Syarat dokumentasi yang baik penulisannya harus singkat dan tidak bertele-tele adalah prinsip…

a)

Clear

b)

Concise

c)

Complete

d)

Correct

e)

Confidential

17.

Sistem pengumpulan data rekam medis di tingkat Puskesmas dan RS terdiri dari beberapa tahap. Pendokumentasian semua hasil anamnesis, pemeriksaan dan pengobatan yang telah dilakukan pada semua pasien disebut…

a)

Penerimaan pasien

b)

Pengelolaan

c)

Pencatatan

d)

Penyimpanan

e)

Coding

18.

Sistem pengumpulan data rekam medis di tingkat Puskesmas dan RS terdiri dari beberapa tahap. Membuat kode atas setiap diagnosis penyakit berdasarkan klasifikasi penyakit dan membuat indeks baik rawat jalan maupun rawat inap disebut…

a)

Penerimaan pasien

b)

Pengelolaan

c)

Pencatatan

d)

Penyimpanan

e)

Coding

19.

Tidak semua fasilitas memiliki komputer atau koneksi internet yang memadai. Pernyataan tersebut merupakan…

a)

Strategi implementasi digitalisasi

b)

Tantangan dan hambatan penerapan digitalisasi

c)

Kebutuhan efisiensi

d)

Manfaat digitalisasi

e)

Tuntutan standar pelayanan

20.

Berikut ini adalah konsep yang digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dilihat dari segi sosial-budaya, yaitu...

a)

Seks

b)

Gender

c)

Jenis Kelamin

d)

Afeksi

e)

Morfologi

21.

Seorang perempuan dengan pendidikan tinggi tetap tidak bisa menentukan pilihan kontrasepsi karena keputusan sepenuhnya ditentukan oleh suaminya. Kondisi ini menunjukkan adanya…

a)

Kesetaraan gender

b)

Ketidakadilan gender berupa marginalisasi dalam pengambilan keputusan

c)

Pemberdayaan perempuan yang kuat

d)

Otonomi reproduksi yang sehat

e)

Partisipasi setara antara laki-laki dan perempuan

22.

Apa yang dimaksud dengan konsep feminisme radikal dalam kajian perempuan…

a)

Analisis tentang bagaimana perempuan dapat menjadi lebih kuat dan mandiri dalam masyarakat patriarkis

b)

Analisis tentang bagaimana perempuan dapat bekerja sama dengan laki-laki untuk mencapai kesetaraan

c)

Analisis tentang bagaimana sistem patriarki harus dirombak secara total untuk mencapai kesetaraan gender

d)

Analisis tentang bagaimana perempuan dapat meningkatkan kesadaran tentang hak-hak mereka melalui pendidikan

e)

Analisis tentang bagaimana perempuan dapat menjadi lebih baik dalam mengelola rumah tangga

23.

Program pemberdayaan perempuan yang bersifat multidimensional dan lintas sektor bertujuan untuk...

a)

Meningkatkan pendapatan perempuan melalui pelatihan keterampilan kerja dan akses ke modal usaha

b)

Memastikan perempuan memiliki akses yang sama dengan laki-laki dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan politik

c)

Mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan melalui penegakan hukum dan kampanye kesadaran publik

d)

Memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat melalui pendidikan agama dan nilai-nilai tradisional

e)

Menyediakan layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif bagi perempuan, termasuk kontrasepsi, persalinan aman, dan pencegahan penyakit menular seksual

24.

Apa yang merupakan contoh dari program pemberdayaan perempuan dalam multidimensi dan lintas sektor?

a)

Program pendidikan perempuan yang hanya fokus pada pendidikan formal

b)

Program ekonomi perempuan yang hanya fokus pada pemberian modal

c)

Program yang mencakup pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan politik perempuan

d)

Program yang hanya fokus pada kesehatan perempuan

e)

Meningkatkan kualitas program perempuan

25.

Apa yang dimaksud dengan pemberdayaan perempuan dalam konteks multidimensional?

a)

Hanya fokus pada peningkatan ekonomi perempuan

b)

Mengutamakan perempuan dalam dunia politik saja

c)

Melibatkan peningkatan kapasitas perempuan di berbagai aspek kehidupan

d)

Hanya berfokus pada kesehatan reproduksi perempuan

e)

Memberikan kesempatan kepada perempuan untuk berkembang secara seimbang dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, sosial, dan budaya

26.

Bagaimana penerapan prinsip keadilan gender dapat mendorong perempuan berpartisipasi lebih aktif dalam dunia kerja formal?

a)

Dengan memberikan kesempatan kerja hanya pada perempuan sehingga mereka lebih unggul dari laki-laki

b)

Dengan menciptakan kebijakan yang adil, seperti kesetaraan upah, cuti melahirkan yang layak, serta perlindungan dari diskriminasi

c)

Dengan membatasi peran laki-laki dalam dunia kerja agar perempuan memiliki lebih banyak peluang

d)

Dengan mengabaikan peran keluarga dalam mendukung perempuan bekerja

e)

Dengan menyediakan akses pelatihan, pendidikan, dan pengembangan keterampilan yang setara agar perempuan memiliki peluang karier yang sama dengan laki-laki

27.

Bagaimana keterlibatan laki-laki dalam program pemberdayaan perempuan dapat memperkuat keberhasilan program multidimensional?

a)

Dengan membatasi ruang gerak perempuan agar sesuai dengan budaya setempat

b)

Dengan mendukung peran domestik perempuan tanpa terlibat dalam pengambilan keputusan publik

c)

Dengan berpartisipasi aktif dalam mendukung kesetaraan gender, berbagi tanggung jawab rumah tangga, serta mendukung akses perempuan pada pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan politik

d)

Dengan menyerahkan seluruh tanggung jawab pemberdayaan kepada perempuan tanpa campur tangan laki-laki

e)

Dengan menjadi agen perubahan yang mendorong terciptanya lingkungan inklusif dan adil, baik di keluarga, masyarakat, maupun kebijakan publik

28.

Dalam konteks program pemberdayaan perempuan secara multidimensional dan lintas sektor, strategi yang paling tepat untuk memastikan keberlanjutan program tersebut adalah…

a)

Meningkatkan alokasi dana bantuan sosial secara periodik tanpa melibatkan sektor lain

b)

Mengintegrasikan program pemberdayaan perempuan ke dalam kebijakan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan hukum secara terpadu

c)

Memberikan pelatihan keterampilan teknis tanpa memperhatikan faktor budaya dan nilai lokal

d)

Mengandalkan partisipasi organisasi perempuan saja sebagai aktor utama tanpa melibatkan sektor swasta dan pemerintah

e)

Membatasi program pemberdayaan hanya pada bidang ekonomi agar hasil lebih cepat terlihat

29.

Dimensi utama apa saja yang perlu diperhatikan dalam merancang program pemberdayaan perempuan yang efektif?

a)

Ekonomi dan politik

b)

Sosial dan budaya

c)

Hukum dan keamanan

d)

Hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan budaya

e)

Teknologi dan informasi

30.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, peningkatan partisipasi perempuan dalam sektor pendidikan dan ekonomi berperan penting karena...

a)

Perempuan lebih cerdas daripada laki-laki

b)

Perempuan cenderung mencari kekuasaan politik

c)

Perempuan akan menggantikan dominasi laki-laki

d)

Pemberdayaan perempuan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan sosial

e)

Perempuan dapat menghindari konflik sosial secara alami

31.

Salah satu bentuk peran perempuan dalam masyarakat adalah…

a)

Mengurus administrasi keluarga saja

b)

Menjadi tokoh yang pasif dalam kegiatan sosial

c)

Aktif dalam organisasi sosial, pendidikan, dan kesehatan

d)

Tidak terlibat dalam kegiatan di luar rumah

e)

Menjadi penolong dalam kegiatan budaya

32.

Mengapa perempuan disebut "pilar keluarga"?

a)

Karena hanya perempuan yang boleh memimpin keluarga

b)

Karena perempuan memiliki peran penting menjaga keseimbangan keluarga

c)

Karena perempuan lebih kuat secara fisik

d)

Karena perempuan selalu bekerja di luar rumah

e)

Karena perempuan menguasai segalanya

33.

Berikut ini yang bukan merupakan bentuk kontribusi perempuan dalam masyarakat adalah…

a)

Menjadi tenaga kesehatan dan guru

b)

Terlibat dalam kegiatan sosial dan budaya

c)

Berperan dalam lembaga pemerintahan

d)

Memimpin organisasi kemasyarakatan

e)

Menghindari semua bentuk partisipasi publik

34.

Dalam konteks Indonesia, pengambilan keputusan terkait kesehatan ibu dan anak sering melibatkan keluarga besar atau tokoh adat. Dilihat dari perspektif global tentang hak reproduksi, masalah yang paling sering muncul adalah…

a)

Berkembangnya pola asuh permisif

b)

Terhambatnya otonomi perempuan dalam pengambilan keputusan kesehatan dirinya sendiri

c)

Meningkatnya angka anak putus sekolah

d)

Penurunan minat melestarikan budaya lokal

e)

Semua benar

35.

Dalam praktik kebidanan memahami perspektif sosial budaya penting karena…

a)

Membantu bidan dapat memaksakan standar medis modern

b)

Membuat bidan menyesuaikan layanan dengan nilai dan norma pasien

c)

Mengabaikan peran keluarga dalam pengambilan keputusan

d)

Menyampaikan semua pasien tanpa memperhatikan latar belakang

e)

Mengurangi pentingnya komunikasi dengan masyarakat

36.

Seorang bidan menemukan perbedaan cara pengasuhan antara keluarga Indonesia dengan keluarga ekspatriat (asing). Sikap yang tepat adalah…

a)

Memaksakan pola asuh Indonesia pada keluarga asing

b)

Mengabaikan perbedaan tersebut karena bukan tanggung jawab bidan

c)

Menghargai perbedaan pola asuh sambil memberikan edukasi sesuai standar kesehatan

d)

Mengkritik budaya asing yang tidak sesuai budaya lokal

e)

Tidak perlu membahas masalah pengasuhan anak dengan pasien

37.

Perbedaan mendasar antara konsep keluarga di Indonesia dan perspektif global adalah…

a)

Indonesia menekankan keluarga inti, global menekankan keluarga besar

b)

Indonesia mengutamakan nilai kolektif, global cenderung menekankan individualisme

c)

Indonesia tidak memiliki aturan keluarga, global memiliki aturan ketat

d)

Keduanya sama sekali tidak berbeda

e)

Kedua sama saja

38.

Apa saja 4 metode global implementasi pendekatan peka budaya dalam praktik kebidanan sepanjang siklus reproduksi?

a)

Pendekatan berbasis masyarakat, berbasis budaya, berbasis hak asasi manusia, dan berbasis teknologi

b)

Pendekatan berbasis masyarakat, berbasis budaya, berbasis hak asasi manusia, dan berbasis kesetaraan gender

c)

Pendekatan berbasis masyarakat, berbasis budaya, berbasis ekonomi, dan berbasis kesetaraan gender

d)

Pendekatan berbasis masyarakat, berbasis budaya, berbasis hak asasi manusia, dan berbasis lingkungan

e)

Pendekatan berbasis masyarakat, berbasis budaya, berbasis ekonomi, dan berbasis lingkungan

39.

Dalam implementasi pendekatan peka budaya dalam praktik kebidanan di Indonesia, contoh penerapan pada ibu hamil adalah…

a)

Menggunakan bahasa medis tanpa mempertimbangkan pemahaman klien

b)

Menghormati dan menyesuaikan tindakan dengan kebiasaan adat setempat mengenai perawatan kehamilan

c)

Mengedukasi klien tanpa mempertimbangkan konteks budaya keluarga pasien

d)

Menerapkan standar global tanpa memperhatikan kepercayaan lokal

e)

Mempromosikan pola makan internasional tanpa mempertimbangkan makanan tradisional lokal

40.

Dalam praktik kebidanan, perspektif ilmu sosial budaya dan humaniora penting untuk memahami…

a)

Aspek biologis kehamilan semata

b)

Pengaruh sosial dan budaya terhadap kesehatan ibu dan anak

c)

Teknik medis modern dalam persalinan

d)

Standar gizi ibu hamil secara global

e)

Semua jawaban benar

41.

Mengapa penting memahami perspektif ilmu sosial, budaya, dan humaniora dalam praktik kebijakan kesehatan reproduksi?

a)

Agar kebijakan lebih cepat diterapkan tanpa hambatan masyarakat

b)

Agar kebijakan sesuai dengan nilai, norma, dan kebutuhan masyarakat

c)

Agar tenaga kesehatan hanya fokus pada aspek medis

d)

Agar kebijakan seragam di seluruh negara

e)

Agar kebijakan lebih manusiawi dan berkeadilan sosial

42.

Metode dan implementasi pendekatan peka budaya dalam praktik kebidanan bertujuan untuk…

a)

Menyeragamkan praktik kebidanan di seluruh dunia

b)

Meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan

c)

Menyesuaikan pelayanan kebidanan dengan kebutuhan dan kepercayaan masyarakat setempat

d)

Mengurangi biaya operasional fasilitas kesehatan

e)

Meningkatkan pendapatan tenaga kesehatan

43.

Dalam konteks praktik kebidanan, apa yang dimaksud dengan sensitivitas budaya?

a)

Kemampuan berbicara bahasa

b)

Kesadaran dan penghargaan terhadap perbedaan budaya pasien serta bagaimana hal itu mempengaruhi kesehatan mereka

c)

Mengajarkan budaya bidan kepada pasien

d)

Mengabaikan semua perbedaan budaya

e)

Semuanya benar

44.

Bagaimana faktor ekonomi dapat mempengaruhi praktik kebidanan di suatu komunitas?

a)

Menentukan jenis pemeriksaan laboratorium yang tersedia

b)

Mempengaruhi aksesibilitas layanan kesehatan, gizi ibu hamil, dan keputusan persalinan

c)

Tidak memiliki dampak signifikan

d)

Hanya mempengaruhi pendidikan bidan

e)

Memiliki dampak signifikan

45.

Dalam implementasi pendekatan peka budaya di Indonesia, contoh penerapan pada pelayanan ibu hamil adalah…

a)

Menggunakan bahasa medis tanpa mempertimbangkan pemahaman klien

b)

Menghormati dan menyesuaikan tindakan dengan kebiasaan adat setempat mengenai perawatan kehamilan

c)

Mengedukasi klien tanpa mempertimbangkan konteks budaya keluarga pasien

d)

Menerapkan standar global tanpa memperhatikan kepercayaan lokal

e)

Mempromosikan pola makan internasional tanpa mempertimbangkan makanan tradisional lokal

46.

49. Dalam manajemen asuhan kebidanan, tujuan utama pendokumentasian asuhan secara sistematis adalah…

a)

Agar bidan tidak lupa langkah asuhan

b)

Sebagai bukti hukum dan dasar evaluasi pelayanan

c)

Untuk memenuhi kewajiban administrasi

d)

Menambah beban kerja bidan

e)

Agar mempermudah klaim biaya

47.

Program pemberdayaan perempuan dalam bidang politik dan kepemimpinan salah satunya adalah …

a)

Jampersal

b)

Posyandu

c)

Kuota 30% legislatif

d)

KUR (Kredit Usaha Rakyat)

e)

Beasiswa sekolah perempuan

48.

Salah satu dampak ketidaksetaraan sosial terhadap perempuan adalah …

a)

Meningkatnya literasi kesehatan

b)

Menurunnya angka kematian ibu

c)

Pernikahan dini

d)

Meningkatnya keterwakilan politik

e)

Terciptanya kesetaraan gender

49.

Salah satu bentuk pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi adalah …

a)

Program Women in Leadership

b)

UMKM dan kewirausahaan digital

c)

Beasiswa sekolah perempuan

d)

Program Posyandu integratif

e)

Jampersal

50.

Salah satu faktor budaya yang dapat memengaruhi praktik kebidanan di tingkat keluarga adalah …

a)

Kebijakan nasional kesehatan

b)

Struktur & hierarki keluarga

c)

Anggaran kesehatan daerah

d)

Perubahan iklim global

e)

Program beasiswa pemerintah