Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL TEST 1 MPP

Total questions: 25

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Seorang welder akan mengelas plat baja setebal 15 mm untuk struktur jembatan. Untuk memastikan penetrasi penuh dan kekuatan optimal, kampuh las jenis apa yang paling efisien digunakan, dan mengapa?

a)

Kampuh tumpul, karena mudah dipersiapkan.

b)

Kampuh V ganda, karena mengurangi distorsi dan menghemat material las

c)

Kampuh V tunggal, karena memberikan penetrasi baik untuk ketebalan tersebut

d)

Kampuh U tunggal, karena bentuknya minim distorsi

e)

Kampuh T-joint, karena lebih kuat.

2.

Pada sebuah proyek fabrikasi, seorang welder menemukan plat baja berkarat dan berminyak. Prosedur yang paling tepat untuk menangani situasi ini sebelum pengelasan adalah...

a)

Langsung mengelas dengan arus lebih tinggi untuk membakar kotoran.

b)

Menggunakan elektroda dengan penetrasi dalam untuk menembus kotoran

c)

Membersihkan permukaan plat menggunakan gerinda dan sikat kawat sesuai dengan WPS

d)

Menambahkan lebih banyak lapisan las untuk menutupi kotoran.

e)

Mengelas dengan kampuh tumpul.

3.

Mengapa kampuh V ganda (Double V Butt Joint) lebih disarankan daripada kampuh V tunggal untuk material plat setebal 25 mm?

a)

Kampuh V ganda hanya memerlukan pengelasan dari satu sisi.

b)

Kampuh V ganda mengurangi jumlah material las yang diperlukan dan meminimalkan distorsi akibat panas.

c)

Kampuh V ganda lebih mudah dibuat daripada V tunggal.

d)

Kampuh V ganda dapat dikerjakan dengan posisi datar saja

e)

Kampuh V ganda mempercepat waktu pengelasan secara signifikan.

4.

Seorang welder mengelas plat baja tebal menggunakan kampuh V tunggal. Setelah lasan selesai, ia mengamati adanya undercut di sisi sambungan. Faktor utama yang menyebabkan cacat ini kemungkinan besar adalah...

a)

Kecepatan pengelasan yang terlalu rendah.

b)

Ampere yang terlalu rendah.

c)

Ampere yang terlalu tinggi atau kecepatan pengelasan yang terlalu lambat.

d)

Penggunaan elektroda yang salah.

e)

Persiapan kampuh yang tidak bersih.

5.

Dalam pengelasan vertikal (3G) dengan elektroda E7018, seorang welder menggunakan teknik menaik (up-hill). Mengapa teknik ini lebih disukai untuk lasan struktural dibandingkan teknik menurun (down-hill)?

a)

Teknik menaik lebih cepat.

b)

Teknik menaik memberikan penetrasi dan kontrol yang lebih baik.

c)
  • Teknik menaik lebih mudah dilakukan.

d)
  • Teknik menaik tidak memerlukan persiapan kampuh.

e)
  • Teknik menaik mengurangi penggunaan ampere.

6.

Tiga orang welder sedang mengerjakan tiga proyek berbeda:

  1. 1. Mengelas pipa di atas kepala.

  2. 2. Menyambung dua plat secara vertikal.

  3. 3. Mengelas sambungan di permukaan datar. Berdasarkan posisi pengelasan,

  4. urutan kesulitan dari yang paling sulit ke paling mudah adalah...

a)
  1. 1, 2, 3.

b)

1, 3, 2

c)

2, 1, 3

d)

3, 2, 1

e)

2, 3, 1

7.

Seorang teknisi pengelasan menyusun Welding Procedure Specification (WPS) untuk sebuah proyek. Ia menetapkan penggunaan elektroda E7018. Berdasarkan kode ini, mengapa elektroda tersebut ideal untuk pengelasan baja berkekuatan tinggi?

a)

Karena memiliki kekuatan tarik rendah.

b)

Karena memiliki

kode 8 yang menunjukkan tipe flux low hydrogen, yang ideal untuk baja berkekuatan tinggi karena mencegah keretakan hidrogen

c)

Karena mudah digunakan dalam semua posisi.

d)

Karena sangat ekonomis.

e)

Karena hanya bisa digunakan untuk lasan datar.

8.

Apa perbedaan utama antara Kampuh J dan Kampuh U?

a)

Kampuh J digunakan untuk plat tebal, Kampuh U untuk plat tipis.

b)

Kampuh J lebih mudah dibuat daripada Kampuh U.

c)

Kampuh J memiliki kurva cekung yang lebih kecil, sementara Kampuh U memiliki kurva yang lebih lebar.

d)

Kampuh J hanya dapat dibuat di satu sisi, sedangkan Kampuh U dapat dibuat di dua sisi.

e)

Tidak ada perbedaan signifikan di antara keduanya.

9.
  • Seorang welder melakukan pengelasan dengan busur yang sangat panjang. Dampak yang paling mungkin terjadi pada hasil lasan adalah...

a)
  • Penetrasi yang dalam dan manik las yang sempit.

b)
  • Busur yang stabil dan lasan yang rapi.

c)
  • Busur yang tidak stabil, penetrasi dangkal, dan lasan yang lebar.

d)
  • Elektroda menempel pada material.

e)
  • Menghemat penggunaan ampere.

10.

Mengapa pembersihan material dari karat, minyak, dan kotoran merupakan langkah kritis dalam persiapan kampuh pengelasan?

a)

Agar elektroda tidak cepat habis.

b)

Untuk mencegah cacat las seperti porositas, undercut, dan kurangnya fusi.

c)

Agar busur las menjadi lebih terang.

d)

Untuk memudahkan pengukuran.

e)

Untuk mempercepat waktu pengelasan.

11.

Anda memiliki dua buah plat baja karbon berukuran 150 mm x 100 mm x 6 mm. Anda harus membuat sambungan T-joint. Persiapan kampuh yang paling tepat adalah...

a)

Membersihkan kedua sisi pelat dan menumpuknya.

b)

Membuat bevel V pada kedua sisi pelat.

c)

Memposisikan satu pelat secara vertikal di tengah pelat lain dan membersihkan sisi yang akan disambung.

d)

Membentuk salah satu pelat menjadi kampuh J

e)

Membuat kampuh U pada kedua pelat.

12.

Dalam pembuatan kampuh V tunggal, mengapa "akar" (root face) perlu tetap utuh dengan ketebalan sekitar 2-3 mm?

a)

Agar pengelasan lebih cepat.

b)

Untuk memberikan landasan yang stabil dan mencegah lasan menembus terlalu dalam (blow-through).

c)

Agar konsumsi elektroda lebih banyak.

d)

Untuk mempermudah pengaturan tegangan.

e)

Agar dapat dibuat sambungan T-joint.

13.

Apa risiko utama yang timbul jika celah akar (root gap) pada kampuh V tunggal dibuat terlalu lebar?

a)

Busur menjadi tidak stabil.

b)

Lasan akan terlalu menumpuk.

c)

Lasan sulit dikendalikan dan berpotensi

blow-through atau menetes.

d)

Penetrasi akan terlalu dangkal.

e)

Arus las menjadi terlalu tinggi.

14.

Berdasarkan alur perencanaan pengelasan (WPS), langkah apa yang dilakukan setelah parameter pengelasan ditentukan?

a)

Identifikasi material.

b)

Persiapan material.

c)

Inspeksi dan pengujian.

d)

Perlakuan panas (Preheat atau PWHT).

e)

Pemilihan elektroda.

15.

Seorang welder akan mengelas plat baja dengan kampuh V tunggal menggunakan elektroda E6013 pada posisi horizontal (2G). Setelah lasan selesai, ia melihat bahwa manik las melebar dan memiliki penetrasi dangkal. Masalah ini paling mungkin disebabkan oleh...

a)

Kecepatan pengelasan yang terlalu cepat.

b)

Arus yang terlalu rendah.

c)

Tegangan yang terlalu tinggi (busur terlalu panjang).

d)

Tidak adanya pemanasan awal.

e)

Pembersihan material yang tidak sempurna.

16.

Dalam inspeksi akhir setelah pembuatan kampuh, mengapa penggunaan alat seperti jangka sorong dan penggaris siku sangat penting? a. b.

c. d. e.

a)

Untuk mengukur tegangan dan arus.

b)

Untuk membersihkan material.

c)

Untuk mengukur kecepatan pengelasan.

d)

Untuk menentukan jenis elektroda yang akan digunakan.

e)

Untuk memastikan presisi sudut dan dimensi kampuh sesuai standar.

17.

Jika Anda harus mengelas material baja karbon setebal 4 mm, jenis kampuh apa yang paling praktis dan efisien untuk digunakan?

a)

Kampuh tumpul.

b)

Kampuh T-joint

c)

Kampuh V tunggal.

d)

Kampuh J tunggal.

e)

Kampuh V ganda.

18.

Mengapa elektroda E7018 lebih disukai daripada E6010 untuk pengelasan baja berkekuatan tinggi, meskipun keduanya bisa digunakan di semua posisi?

a)

E7018 menghasilkan lasan dengan kekuatan tarik yang lebih rendah.

b)

E6010 tidak cocok untuk baja karbon.

c)

E7018 memiliki penetrasi yang lebih dalam.

d)

E6010 lebih mahal.

e)

E7018 adalah jenis low hydrogen yang mengurangi risiko retak pada baja berkekuatan tinggi.

19.

Apa konsekuensi utama jika seorang welder tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, seperti sarung tangan kulit dan kacamata gerinda, selama persiapan kampuh?

a)

Berisiko tinggi mengalami cedera fisik, seperti luka bakar atau serpihan material masuk ke mata.

b)

Waktu persiapan akan lebih lama

c)

Material menjadi kotor. e. Tegangan listrik menjadi tidak stabil.

d)
  • Tegangan listrik menjadi tidak stabil.

e)

Kualitas lasan akan menurun.

20.

Urutan logis yang paling tepat dalam alur perencanaan pengelasan (WPS) adalah... a. b.

c. d. e.

a)

Parameter pengelasan → Identifikasi material → Inspeksi → Pemilihan elektroda.

b)

Perlakuan panas → Persiapan material → Inspeksi → Pemilihan elektroda.

c)

Inspeksi → Identifikasi material → Parameter pengelasan → Pemilihan elektroda.

d)

Identifikasi material → Pemilihan elektroda → Persiapan material → Parameter pengelasan.

e)

Pemilihan elektroda → Persiapan material → Inspeksi → Perlakuan panas.

21.

Perencanaan dan Persiapan Material

Penentuan geometri sambungan (misalnya, V-groove) adalah langkah krusial dalam WPS.

Jawaban yang tepat pernyataan diatas adalah :

a)

Untuk mencapai penetrasi penuh, mengurangi distorsi, dan menghemat material las.

b)

Agar dapat memilih elektroda yang tepat dan menentukan parameter las yang ideal.

c)

Mencegah lasan menembus terlalu dalam (blow-through) dan memberikan landasan yang stabil.

d)

Mencegah cacat las seperti porositas dan kurangnya fusi.

e)

Memungkinkan busur las mencapai bagian dalam sambungan untuk kekuatan optimal.

22.

"Membersihkan material dari karat dan minyak adalah prosedur wajib"

Jawaban yang sesuai pernyataan diatas adalah :

a)

Mencegah cacat las seperti porositas dan kurangnya fusi.

b)

Agar dapat memilih elektroda yang tepat dan menentukan parameter las yang ideal.

c)

Untuk mencapai penetrasi penuh, mengurangi distorsi, dan menghemat material las.

d)

Memungkinkan busur las mencapai bagian dalam sambungan untuk kekuatan optimal.

e)

Mencegah lasan menembus terlalu dalam (blow-through) dan memberikan landasan yang stabil.

23.

"Tipe flux dengan kode 5, 6, atau 8"

Jawaban yang sesuai pernyataan diatas adalah :

a)

Ideal untuk lasan struktural dan baja berkekuatan tinggi, terutama pada posisi vertikal (up-hill).

b)

Digunakan untuk baja ringan dan pengelasan umum, dikenal mudah digunakan di semua posisi.

c)

Memberikan penetrasi yang dalam dan sering digunakan untuk lasan akar (root pass).

d)

Menunjukkan tipe low hydrogen, yang mengurangi risiko retak pada lasan.

e)

Busur tidak stabil, penetrasi dangkal, dan lasan yang lebar.

Ekspor ke Spreadsheet

24.

"Posisi 1F (Fillet Datar)"

Jawaban yang sesuai pernyataan diatas adalah :

a)

Posisi yang paling mudah, ideal untuk pemula karena gravitasi membantu menyatukan logam las.

b)

Paling sulit dikuasai karena gravitasi menyebabkan logam las menetes ke bawah.

c)

Membutuhkan teknik menaik (up-hill) untuk penetrasi yang baik dan kontrol manik las.

d)

Memerlukan penyesuaian sudut elektroda untuk mencegah lasan bergeser atau menggantung.

e)

Undercut, penetrasi berlebihan, dan percikan (spatter) yang tidak terkontrol.

25.

"Gerinda tangan"

Jawaban yang sesuai dengan fungsi alat duiatas adalah :

a)

Mengukur sudut siku (90°) pada sambungan Corner Joint atau T-Joint.

b)

Mengukur dimensi kampuh las, seperti tebal "akar" (root face) dan celah "akar" (root gap).

c)

Memberikan penetrasi yang dalam dan sering digunakan untuk lasan akar (root pass).

d)

Membersihkan permukaan material dari karat, minyak, dan kotoran.

e)

Memotong, membentuk bevel, atau membersihkan permukaan material dari karat dan kotoran.