WorksheetsKUIS 1 - SKP RADIOGRAFER
Total questions: 5
Worksheet time: 8mins
PELANGGARAN PROSEDUR SKP
Seorang Radiografer menerima permintaan untuk pemeriksaan radiologi dari seorang pasien yang datang tanpa rujukan tertulis dari dokter. Karena pasien mengklaim telah 'diperiksa sebelumnya' dan memohon dengan alasan mendesak, Radiografer memutuskan untuk melakukan pemeriksaan tanpa dokumentasi tertulis.
Pelanggaran etika profesional karena melanggar hak pasien atas keselamatan dalam layanan
Pelanggaran prosedur karena tidak adanya permintaan tertulis dari tenaga medis yang berwenang
Inisiatif layanan pasien yang dapat ditoleransi dalam kondisi darurat
Upaya untuk layanan yang sangat baik yang berorientasi pada kepuasan pasien
EVALUASI MUTU PELAYANAN DALAM SKP
Dalam satu bulan, dua Radiografer melakukan jumlah pemeriksaan yang sama. Namun, Radiografer A menerima penilaian yang lebih tinggi dibandingkan Radiografer B. Setelah diselidiki, Radiografer A menyelesaikan setiap laporan dengan dokumentasi, validasi dokter, dan memasukkan data pasien secara lengkap ke dalam SIMRS.
Performa Radiografer A mencerminkan kualitas hasil kerja dan akurasi dokumentasi
Radiografer A unggul dalam disiplin dan kecepatan kerja
Jumlah pemeriksaan Radiografer A ditambahkan dari laporan kerja tim
Radiografer A bekerja di shift pagi yang lebih sibuk dibandingkan shift B
PERILAKU KERJA DAN INTEGRITAS
Seorang Radiografer dikenal menyelesaikan semua permintaan pemeriksaan dengan cepat. Namun, ia sering memberikan hasil tanpa memeriksa kembali identitas pasien atau menyertakan tanggal pemeriksaan. Hal ini baru terungkap ketika seorang pasien menerima hasil pemeriksaan yang sebenarnya milik pasien lain.
Pelanggaran teknis kecil yang tidak mempengaruhi penilaian kinerja
Kekurangan orientasi layanan dan akuntabilitas, yang berdampak pada penurunan nilai SKP
Kesalahan operasional yang dapat diperbaiki tanpa konsekuensi bagi SKP
Tindakan etis yang perlu didukung karena efisiensi layanan
KESESUAIAN TARGET DAN KINERJA NYATA
Radiografer C dalam target SKP tahunan nya menargetkan 1.200 pemeriksaan radiologi. Namun, pada akhir tahun, ia hanya menyelesaikan 900 pemeriksaan karena selama 3 bulan ia mengikuti pelatihan intensif yang direkomendasikan oleh rumah sakit dan menerima sertifikat resmi.
Skornya tetap rendah karena ia tidak memenuhi target yang ditetapkan
Ia harus dihukum karena pelatihan bukan alasan untuk penurunan output
Ia masih bisa dinilai baik jika pelatihan diakui sebagai kontribusi untuk pengembangan kompetensi
Hanya dinilai berdasarkan sisa waktu kerja yang efektif, tanpa mempertimbangkan pelatihan
KONSEKUENSI KETIDAKSESUAIAN BUKTI DUKUNG
Dalam laporan semester SKP, Radiografer D menyatakan bahwa ia telah melakukan 600 pemeriksaan. Namun, setelah audit internal, ditemukan bahwa hanya 400 yang tercatat dalam sistem, dan 200 lainnya tidak memiliki dokumentasi pendukung.
SKP masih dianggap valid karena niat kerja telah ditunjukkan
Karyawan diberikan waktu untuk membuat ulang dokumentasi sebagai pelengkap
Jumlah pemeriksaan yang tidak terdokumentasi tidak dihitung dalam pencapaian SKP
Semua pencapaian tetap diakui karena telah dilakukan dalam kenyataan
