wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Sediaan Larutan

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang siswa di laboratorium membuat persiapan sirup paracetamol. Dia mencampurkan paracetamol, air, pemanis (sukrosa), dan pengawet (natrium benzoat). Setelah selesai, larutannya terlihat keruh dan ada endapan di bagian bawah botol. Masalah yang mungkin terjadi adalah...

a)

Larutan terlalu jenuh sehingga paracetamol tidak larut dengan sempurna

b)

Sirup kekurangan bahan aktif

c)

Terlalu banyak pengawet yang ditambahkan

d)

Sukrosa menyebabkan presipitasi bahan aktif

e)

Air yang digunakan terlalu panas

2.

Seorang apoteker di apotek membuat larutan kalium iodida 5% untuk penggunaan eksternal. Setelah disimpan selama 3 hari, larutan tersebut berubah warna menjadi kuning dan memiliki bau tajam. Penyebab kemungkinan perubahan ini adalah...

a)

Pembentukan iodine akibat oksidasi kalium iodida

b)

Terjadinya kontaminasi bakteri

c)

Reaksi antara pelarut dan wadah

d)

Penambahan pengawet yang berlebihan

e)

Pemanasan yang tidak cukup selama pelarutan

3.

Apoteker menyediakan larutan antasida untuk pasien dengan gangguan lambung. Larutan ini mengandung bahan aktif yang larut dengan mudah dan bekerja dengan cepat di lambung. Jenis larutan ini disebut...

a)

Larutan oral

b)

Tetes mata

c)

Eliksir

d)

Suntikan

e)

Suspensi

4.

Perhatikan dua kasus berikut: Kasus A: Sebuah larutan yang mengandung alkohol, air, dan bahan aktif → digunakan secara oral. Kasus B: Sebuah larutan yang hanya mengandung bahan aktif dan air, serta mengandung pemanis tinggi. Jenis sediaan farmasi dari kasus A dan B secara berurutan adalah...

a)

Tinktura dan Eliksir

b)

Eliksir dan Sirup

c)

Sirup dan Tinktura

d)

Eliksir dan Tetes

e)

Infusi dan Tinktura

5.

Manakah di antara berikut ini yang tidak termasuk dalam keuntungan dari larutan oral?

a)

Stabilitas tinggi dibandingkan dengan bentuk padat

b)

Mudah ditelan

c)

Dosis dapat disesuaikan dengan akurat

d)

Dengan cepat diserap oleh tubuh

e)

Tidak memerlukan disintegrasi

6.

Contoh sediaan larutan oral yang sering digunakan sebagai antipiretik adalah...

a)

Eliksir Digoxin

b)

Syrup Paracetamol

c)

Tinkture Jahe

d)

Larutan Lidokain

e)

Injeksi Metampiron

7.

Pelarut utama yang biasa digunakan dalam larutan oral adalah...

a)

Alkohol

b)

Minyak zaitun

c)

Gliserin

d)

Asam asetat

e)

Air

8.

Persiapan larutan oral yang mengandung bahan aktif, alkohol, air, dan perasa biasanya disebut...

a)

Sirup

b)

Tinktura

c)

Eliksir

d)

Infusi

e)

Tetes

9.

Untuk memperpanjang masa simpan larutan oral, biasanya bahan pengawet ditambahkan...

a)

Bahan pengawet

b)

Asam kuat

c)

Agen pewarna

d)

Minyak esensial

e)

Air suling

10.

Tujuan utama penggunaan sediaan larutan topikal adalah...

a)

Untuk menyembuhkan infeksi saluran pencernaan

b)

Untuk mengobati gangguan sistemik secara langsung

c)

Untuk memberikan efek lokal pada kulit atau permukaan jaringan

d)

Untuk mempercepat penyerapan ke dalam aliran darah

e)

Untuk meningkatkan kenyamanan saat dikonsumsi

11.

Berikut adalah contoh sediaan larutan topikal, kecuali...

a)

Larutan KMnO₄

b)

Larutan povidone iodine

c)

Larutan NaCl 0,9% untuk irigasi luka

d)

Sirup ambroxol

e)

Larutan asam salisilat

12.

Larutan obat kumur seperti larutan antiseptik mulut (misalnya, klorheksidin) termasuk dalam kategori...

a)

Oral sistemik

b)

Suntikan

c)

Eliksir

d)

Inhalasi

e)

Topikal oral

13.

Solubilitas suatu zat dalam pelarut dapat meningkat jika...

a)

Ukuran partikel diperbesar

b)

Suhu diturunkan

c)

Ukuran partikel diperkecil

d)

Wadah dibiarkan terbuka

e)

Pelarut diganti dengan yang tidak sesuai dengan polaritasnya

14.

Substansi polar cenderung lebih mudah larut dalam...

a)

Air

b)

Alkohol absolut

c)

Pelarut non-polar

d)

Minyak nabati

e)

Asam kuat

15.

Ketika suhu dinaikkan, kelarutan zat padat dalam cairan biasanya...

a)

Menurun drastis

b)

Tetap tidak berubah

c)

Meningkat

d)

Menurun sedikit

e)

Presipitasi

16.

Seorang pasien dengan demam diberikan sirup paracetamol oleh apoteker. Setelah 20 menit, suhu tubuhnya mulai menurun. Ini menunjukkan keuntungan dari bentuk sediaan cair, yaitu...

a)

Rasanya lebih enak

b)

Lebih murah daripada tablet

c)

Diserap oleh tubuh lebih cepat

d)

Tidak memerlukan pengawet

e)

Cocok untuk obat yang bekerja lambat

17.

Seorang siswa menyimpan larutan elixir antialergi pada suhu ruangan dan membiarkannya terbuka. Beberapa hari kemudian, larutan tersebut berubah warna dan bau. Insiden ini menunjukkan kelemahan bentuk dosis cair, yaitu...

a)

Stabilitas rendah jika tidak disimpan dengan benar

b)

Terlalu manis

c)

Rasa tidak dapat diubah

d)

Larutan tidak mengandung bahan aktif

e)

Tidak cocok untuk anak-anak

18.

Seorang pasien lanjut usia mengalami kesulitan menelan tablet. Dokter merekomendasikan bentuk cair oral sebagai pengganti. Keuntungan dari bentuk dosis cair dalam kasus ini adalah...

a)

Dapat digunakan dalam waktu lama

b)

Tidak memerlukan dosis tertentu

c)

Lebih mudah ditelan daripada tablet

d)

Tidak memerlukan pelarut

e)

Lebih tahan lama setelah dibuka

19.

Dalam sesi praktikum, siswa membuat larutan sirup herbal tanpa menambahkan pengawet. Setelah 3 hari, muncul bau fermentasi dan gas. Ini menunjukkan kelemahan bentuk cair, yaitu...

a)

Rentan terhadap kontaminasi mikroba

b)

Tidak cocok untuk penyimpanan

c)

Tidak dapat diberi rasa

d)

Tidak dapat dicampur dengan bahan lain

e)

Tidak dapat dikemas dalam botol

20.

Seorang anak menolak untuk minum obat karena rasanya pahit. Apoteker menyarankan bentuk cair yang telah diberi pemanis dan perasa. Keuntungan dari bentuk cair dalam kasus ini adalah...

a)

Cocok untuk luka luar

b)

Tidak perlu ditelan

c)

Dapat diberi perasa dan pewarna

d)

Tidak memiliki efek samping

e)

Tidak dapat mengubah rasa