Font size
WorksheetsKUIS UKOM NERS 2025
Total questions: 90
Worksheet time: 2hrs 30mins
Anak perempuan 9 tahun di ruang anak selama 4 hari. Hasil pengkajian: terdapat edema di kedua ekstremitas, wajah moonface, anoreksia, anak hanya menghabiskan ¼ porsi makan, kulit terlihat mengkilat, kesadaran kompos mentis, anak tampak lemah, tirah baring. Frekuensi nadi 88 x/ menit; frekuensi napas 26x/menit; TD 100/68 mmHg, T 36,8 derajat celsius. Anak mengatakan ingin cepat sembuh dan bersekolah lagi. Hasil pemeriksaan laboratorium albumin 1,8 gr/dL.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Ansietas
Intoleransi aktifitas
Gangguan konsep diri
Kelebihan volume cairan
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Anak laki-laki, 7 tahun, dibawa oleh ayahnya Ke UGD dengan keluhan sesak napas, dan tidak nafsu makan. Hasil pengkajian: anak mengatakan bahwa mudah lelah bila beraktivitas. Suara jantung terdengar murmur, ekstremitas teraba dingin dengan CRT > 4 detik, frekuensi napas = 25 x/menit, frekuensi nadi 100x/menit, T 36,5 derajat celsius.
Apakah Diagnosis keperawatan utama pada kasus tersebut?
Intoleransi aktifitas
Gangguan pola napas
Penurunan curah jantung
Gangguan pola tidur
Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan
Seorang anak perempuan, 6 tahun, bermain dokter-dokteran dengan mengenakan baju putih dan memakai stetoskop mainan, teman-temannya ada yang berperan sebagai pasien dan orangtua. Mereka terlihat kompak dan gembira.
Apakah tipe permainan yang dimaksud pada kasus tersebut ?
Skill play
Dramatic play
Social affective play
Unoccupied behavior
Sense of pleasure play
Seorang perempuan, 21 tahun G1P0A0, datang ke poli KIA mengeluh sudah 2 bulan tidak haid, sering mual dan pusing pagi hari. HPHT tanggal 13 November 2023, siklus 28 hari dan teratur.
Kapankah tafsiran partus pada ibu tersebut?
18 – 8 -2024
20 – 9 – 2024
21 – 9 – 2024
20 – 8 – 2024
22 – 8 – 2024
Seorang perempuan, umur 23 tahun, P1 A1. Post SC hari pertama, dirawat di ruang nifas. Pasien mengeluh susah BAK dan nyeri pada luka operasi. Hasil pemeriksaan; kandung kemih distensi, nyeri tekan, TFU setinggi pusat, kontraksi sedang.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Lakukan perawatan vulva
Anjurkan ambulasi dini bertahap
Berikan air putih hangat yang cukup
Ajarkan tehnik relaksasi napas dalam dan distraksi
Lakukan pengosongan kandung kemih dengan kateter
Seorang perempuan, 34 tahun, P3A0, datang ke poli KIA untuk konsultasi KB, pasien mengatakan pernah memakai kontrasepsi spiral dan ingin mencoba kontrasepsi lain yang tidak memakai alat. Anak pasien yang kecil berumur 3 bulan dan masih menyusui. Hasil pemeriksaan : TD 120/80 mmHg, frukuensi nadi 70 x / menit, frekuensi napas 20 x / menit, Suhu 36ºC.
Apakah kontrasepsi yang tepat pada kasus di atas?
Implant
Suntik
Kondom
Tubektomi
Tissu vagina
Seorang perempuan umur 31 tahun, G2P2A0, post partum 2 jam. Dirawat di ruang nifas. Hasil pemeriksaan: plasenta lahir lengkap, utuh, TFU setinggi pusat, kontraksi lemah dan perdarahan pervaginam normal.
Apakah tindakan keperawatan prioritas pada kasus di atas?
Monitor tanda-tanda vital
Monitor robekan jalan lahir
Lakukan masase fundus uteri
Monitar tanda tanda perdarahan
Kosongkan kandung kemih dengan kateter
Seorang perempuan 27 tahun, G1P0A0, datang ke poli KIA, mengeluh kurang selera makan, klien mengatakan mempunyai kebiasaan merokok sebelum hamil, hasil pengkajian : TFU 21 cm, TD 110/90 mmHg, frekuensi nadi 80 x/menit, frekuensi napas 28 x/menit, suhu 37,5ºC.
Apakah diagnosis utama pada kasus di atas ?
Resiko infeksi
Resiko cedera pada ibu
Resiko cedera pada janin
Gangguan rasa nyaman
Pola napas tidak efektif
Seorang perempuan, 23 tahun, datang ke Poli KIA Puskesmas dengan G1P0A0 28 minggu, mengeluh sudah dua hari tidak merasakan gerakan janinnya, klien mengatakan cemas dengan kondisinya saat ini. Hasil pemeriksaan TD 130/80 mmHg, frekuensi nadi 83 x/menit, frekuensi napas 22 x/menit, suhu 37oC. Perawat melakukan pemeriksaan fisik palpasi abdomen dan auscultasi.
Apakah pemeriksaan yang tepat pada kasus tersebut ?
TTV
DJJ
AGD
Saturasi Oksigen
Darah lengkap
Seorang perempuan, 28tahun, dengan G1P0A0 36 minggu datang ke RS di Ruang Bersalin dengan keluhan sakit perut, keluar lendir dan darah dari kemaluan. Hasil pengkajian: kontraksi uterus terjadi dalam 10 menit 3 – 4 kali HIS yang lamanya 40 detik. Ibu masuk Persalinan kala 1, mengalami nyeri karena adanya kontraksi uterus yang disebabkan adanya perubahan fisiologis pada sistem reproduksi. Hasil palpasi leopold 3 didapatkan bagian bawah teraba bulat keras sulit digerakkan diarea suprapubik, janin tunggal.
Apakah interpretasi yang tepat dari hasil pemeriksaan pada kasus tersebut?
Posisi terendah adalah bokong
Kepala berada diarea suprapubik
Punggung janin disebelah kanan
Bagian ekstremitas janin disebelah kiri
Letak janin sungsang
Seorang perempuan, 22 tahun, G1P0A0 34 minggu, datang ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) dengan keluhan ibu mengatakan keluar darah dari kemaluan saat duduk nonton TV, tiba tiba tanpa rasa sakit diperut ibu, keluar darahnya merah segar dari kemaluan, karena jaraknya dekat dengan RS ini, ibu dibawa keluarga, saat dilakukan Inspeculo vaginam, serviks membuka 1 cm.
Apakah penyebab perdarahan pada kasus tersebut?
KET
Abortus
Molahidatidosa
Plasenta Previa
Solusio Plasenta
Seorang perempuan, 26 tahun, G2P0A0 12 minggu, datang ke Poli KIA dengan keluhan mual mual dan muntah. Hasil pengkajian ditemukan ibu tampak pucat, tidak nafsu makan, BB turun 2 kg dari berat badan sebelum hamil, TD 100/70 mmhg, frekuensi nadi 80x/menit, frekuensi napas 18 x/menit.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Gangguan rasa nyaman
Hipovolemia
Defisit nutrisi
Nausia
Konstipasi
Seorang perempuan, 22 tahun, post partum kurang dari 24 jam, melahirkan anak pertama dengan persalinan spontan. Dari hasil pengkajian didapatkan TD 120/80 x/menit, frekuensi nadi 80x/menit, suhu 37,5oC, frekuensi napas 24 x/menit. Perpurium: kontraksi uterus baik, Tinggi fundus uteri: sepusat. Pengeluaran pervaginam: cairan berwarna merah dan bau amis.
Apakah nama cairan yang keluar pervaginam pada kasus tersebut?
Lochea Alba
Lochea Rubra
Lochea Serosa
Lochea Sanguelenta
Lochea Purulenta
Seorang perempuan, 23 tahun, G1P0A0, hamil 8 minggu datang ke Puskesmas. Hasil pengkajian, pasien mengeluh mual, merasa ingin muntah, tidak berminat makan, tanda vital normal, BB awal: 45 Kg, BB saat ini: 46 Kg.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Nausea
Risiko defisit nutrisi
Risiko berat badan lebih
Gangguan rasa nyaman
Risiko ketidakseimbangan elektrolit
Seorang perempuan, 25 tahun, P2A0, dirawat di RS post partus spontan hari ke-1. Hasil pengkajian, pasien mengatakan belajar merawat dari anak pertamanya dan dari internet, pasien sudah bisa menyusui dengan benar tapi ASI baru keluar sedikit, pasien memahami jika pertama kali menyusui memang seperti ini serta ingin diajari cara pijat oksitosin.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Menyusui efektif
Ketidaknyamanan pasca partum
Kesiapan peningkatan manajemen kesehatan terkait prematuritas
Kesiapan peningkatan nutrisi terkait perilaku upaya peningkatan kesehatan
Kesiapan peningkatan pengetahuan terkait perilaku upaya peningkatan kesehatan
Seorang perempuan, 25 tahun, P2A0, dirawat di RS post partus spontan hari ke-1. Hasil pengkajian, pasien mengatakan belajar merawat dari anak pertamanya dan dari internet, pasien sudah bisa menyusui dengan benar tapi ASI baru keluar sedikit, pasien memahami jika pertama kali menyusui memang seperti ini serta ingin diajari cara pijat oksitosin.
Apakah luaran utama yang tepat pada kasus tersebut?
Status menyusui
Tingkat pengetahuan
Manajemen kesehatan
Peran menjadi orang tua
Status kenyamanan pasca partum
Seorang perempuan, 25 tahun, P2A0, dirawat di RS dengan post partus spontan hari ke-1. Hasil pengkajian, pasien mengatakan belajar merawat dari anak pertamanya dan dari internet, pasien sudah bisa menyusui dengan benar tapi ASI baru keluar sedikit, pasien memahami jika pertama kali menyusui memang seperti ini serta ingin diajari cara pijat oksitosin.
Apakah intervensi utama pada diagnosis di kasus tersebut?
Manajemen nyeri
Edukasi kesehatan
Edukasi persalinan
Bimbingan antisipatif
Promosi antisipasi keluarga
Seorang perempuan, 21 tahun, G1P0A0 datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya. Saat ini perawat akan melakukan pengukuran panggul luar. Perawat memulainya dengan menyampaikan salam, memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan, alat dan prosedur serta menanyakan kesiapan klien.
Apakah prinsip etik yang diterapkan oleh perawat pada klien tersebut?
Justice
Autonomy
Beneficience
Confidentiality
Non maleficence
Perempuan, 21 tahun, G1P0A0 hamil 39 minggu masuk ke ruang bersalin diantar suami pada pukul 10:00 WIB dengan inpartu. Hasil pengkajian: pukul 12:00 WIB pasien tampak gelisah, kontraksi uterus 3 kali dalam 10 menit dengan durasi 40 detik, DJJ 150x/mnt, pembukaan serviks 5 cm dan ketuban utuh.
Kapan tindakan pemeriksaan dalam selanjutnya pada kasus tersebut?
4:00 WIB
15:00 WIB
16:00 WIB
17:00 WIB
18:00 WIB
Perempuan, 25 tahun, G1P0A0 hamil 30 minggu datang ke poliklinik kebidanan untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil pengkajian, pasien mengatakan cemas dengan kandungannya karena sejak kemarin kurang merasakan gerakan janin. Perawat selanjutnya akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi janin.
Apakah hasil pemeriksaan penunjang yang tepat pada kasus tersebut?
Hasil TFU menunjukkan TFU 32 cm
Hasil USG menunjukkan adanya janin
Hasil DJJ menunjukkan terdengar bunyi detak jantung janin
Hasil leopold 2 menunjukkan punggung janin berada di sebelah kiri ibu
Hasil leopold 1 menunjukkan presentasi teratas teraba besar dan melenting
Perempuan, 19 tahun, G1P0A0 hamil 36 minggu datang ke PONEK diantar oleh suami. Hasil pemeriksaan, pasien mengeluhkan pusing, tidak dapat berdiri lama karena pusing dan pandangan mata kabur, TD 170/120 mmHg, frekuensi nadi 94 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 370C, edema + pada ektremitas bawah.
Apakah pemeriksaan penunjang selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?
Pemeriksaan DJJ
Pemeriksaan CTG
Pemeriksaan USG
Pemeriksaan darah lengkap
Pemeriksaan protein urin
Perempuan, 20 tahun, P1A0 post SC hari ke-3 rawat gabung bersama bayinya. Hasil pengkajian, pasien menyatakan ingin memberikan ASI eksklusif, refleks hisap bayi baik, perlekatan ibu dan bayi saat menyusui sudah tepat dan terlihat gerakan menelan.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Menyusui efektif
Menyusui tidak efektif
Risiko gangguan perlekatan
Risiko disorganisasi perilaku bayi
Kesiapan peningkatan pengetahuan
Perempuan, 36 tahun, dirawat dengan P2A0 postpartum Sectio Caesarea hari ke-0. Hasil pengkajian, pasien mengeluhkan nyeri mulai muncul dan membuatnya sakit bila bergerak. Perawat kemudian mengajarkan tehnik manajemen nyeri dan tindakan kolaborasi pemberian analgetik.
Apakah etika keperawatan yang muncul berdasarkan kasus tersebut?
Fidelity
Justice
Autonomy
Beneficence
Accountability
Seorang laki-laki, 35 tahun, dibawa ke poliklinik THT. Hasil pengkajian, pasien mengatakan telinga bagian kiri berdengung sudah 5 hari, tidak bisa mendengar dan mengeluh nyeri telinga bagian kiri, riwayat jatuh dari atap dan telinga kiri keluar darah.
Apakah pemeriksaan yang tepat pada pasien tersebut?
Tes Rinne
Tes Swabach
Tes Weber
Tes Bisik
Tes audiometri
Seorang Perempuan, 28 tahun, dirawat di ruang poli bedah. Hasil Pengkajian: terdapat luka bakar, lemas dan nyeri, luka bakar derajat II diseluruh lengan kiri, area perut dan dada, TD 130/100 mmHg, nadi 80x/ menit, respirasi 30x/menit, suhu 38,3○C.
Berapa persen luka bakar pada kasus tersebut?
9%
18%
27%
36%
45%
Seorang perempuan, 45 tahun, dirawat di ruang intensif dengan kanker kolon dan dilakukan tindakan colostomy. Perawat merencanakan perawatan pada kantong stoma yang telah terpasang dan telah meminta persetujuan pasien, kemudian menyiapkan alat.
Apakah tindakan selanjutnya yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Observasi luka stoma
Berikan posisi nyaman
Ukur lubang pada kantong stoma
Buka kantong stoma
Berikan edukasi tentang perawatan stoma
Seorang laki-laki, 35 tahun, dirawat diruang bedah dengan post ORIF. Hasil pengkajian, pasien mengeluh gatal dan panas di area luka post operasi, nyeri, luka operasi kemerahan pada jahitan dan lembab, TD 110/70 mmHg, nadi 80x/ menit, suhu 37,2○C, respirasi 22x/menit.
Apakah tindakan yang dilakukan pada kasus tersebut?
Kaji tingkat nyeri pasien
Berikan posisi nyaman
Lakukan mobilisasi dini
Lakukan perawatan luka
Ajarkan tekhnik relaksasi
Seorang perawat ditugaskan untuk memberikan tindakan keperawatan pemberian terapi uap nebulizer, perawat telah mencuci tangan, melakukan prinsip 6 benar dan memposisikan pasien semi fowler.
Apakah tindakan selanjutnya yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Menghidupkan nebulizer
Memasang masker pada pasien
Menyiapkan alat
Memasukkan obat sesuai dosis
Bersihkan mulut dan hidung dengan tissue
Seorang laki-laki, 48 tahun dirawat karena sesak napas. Hasil pengkajian: memiliki riwayat Asma, dada sesak, pusing, perut terasa sebah, tidak nafsu makan, sulit tidur, tampak gelisah dan kesulitan bernapas, TD 150/30 mmHg, frekuensi napas 30 x/menit, suhu 37°C dan frekuensi nadi 80 x/menit.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Bersihan jalan napas tidak efektif
Pola napas tidak efektif
Gangguan pola tidur
Defisit nutrisi
Nyeri akut
Seorang perempuan, 58 tahun, dirawat di bangsal interna karena jatuh di kamar mandi. Hasil pengkajian: riwayat hipertensi sejak satu tahun yang lalu, terdapat hemiplegi pada ekstremitas kiri, kekuatan otot ekstremitas dan maupun bawah kiri 2, bibir mencong ke kiri, GCS 14, TD 150/85 mmHg, frekuensi napas 20x/menit, frekuensi nadi 88 x/menit, suhu 37,80 ⁰C.
Apakah intervensi keperawatan utama pada kasus tersebut?
Memasang bantalan pasir untuk mencegah fleksi plantar
Mengatur posisi pasien dengan kepala ditinggikan
Melatih pasien ROM pasif dan aktif
Melatih pasien alih posisi
Memasang NGT
Seorang perempuan, 18 tahun dirawat dengan pasca ORIF hari ke 3. Hasil pengkajian: gatal dan panas di area jahitan, tampak menggaruk sekitar luka operasi yang tertutup kasa, setelah dibuka balutan luka jahitan tampak kemerahan dan lembab, TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 88 x/menit, suhu 37,6°C, frekuensi napas: 22 x/menit.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Nyeri akut
Resiko infeksi
Defisit nutrisi
Gangguan tidur
Defisit pengetahuan
Seorang laki-laki, 55 tahun dibawa ke RS karena luka bakar akibat kecelakaan pabrik. Hasil pengkajian: merasa haus, nyeri pada luka, tampak gelisah, luka bakar pada kedua tungkai bawah dan area genetalia, TD 100/80 mmHg, frekuensi napas 18 x/menit, suhu 38,5°C dan frekuensi nadi 80 x/menit.
Berapakah persentase luka bakar pada kasus tersebut?
10%
18%
19%
36%
37%
Seorang laki-laki, 40 tahun, dirawat karena tangan bengkak. Hasil pengkajian: badan sakit, tangan membesar dan berat saat digerakkan, BAK 3x/hari sekitar 100cc, minum air putih, teh dan kopi ± 1000 cc/hari, gelisah, nyeri pinggang saat diketok, pitting oedema +2, sesak napas, TD 135/90 mmHg, frekuensi napas 30x/menit, frekuensi nadi 100x/menit dan suhu 36,4⁰C.
Apakah data yang perlu dikaji untuk menegakkan masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Intake dan output
Clearance creatinin test
Pemeriksaan BNO dan IVP
Ukur IMT (index massa tubuh)
Riwayat pemakaian obat atau suplemen
Laki-laki, 42 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dengan CHF. Hasil pengkajian: lemas, edema kedua tungkai, pitting edema +4, BB bertambah 2 kg (58 kg menjadi 60 kg), TD 130/90 mm/Hg, frekuensi napas 24 x/menit, frekuensi nadi 88 x/menit dan X-ray: CTR 68%.
Apa masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Intoleransi aktivitas
Pola napas tidak efektif
Kelebihan volume cairan
Gangguan pertukaran gas
Ketidakefektifan perfusi jaringan
Perempuan, 43 tahun, datang ke RS untuk dilakukan hemodialisa karena CKD. Hasil pengkajian: fatigue skala >36, pucat dan Hb 7,6 gr/%.
Apa penyebab timbulnya keluhan dan gejala pada pasien tersebut?
Prostaglandin
Tidak terbentuknya vitamin D
Meningkatnya hormon antideuritik
Kerusakan pada hormon eritropoietin
Peningkatan renin dalam pembentukan angiotensin
Perempuan, 37 tahun, penderita CKD datang kontrol ke poliklinik. Hasil pengkajian, pasien mengatakan gatal di punggung, ruam di wajah, kulit kasar (+), bersisik (+), TD 170/100 mmHg, ureum 273 mg/dl, kreatinin 7,2 mg/dl.
Apa penyebab timbulnya keluhan pada pasien tersebut?
Edema tungkai
Asidosis metabolik
Kerusakan eritropoietin
Stimulasi renin-angiotensin
Peningkatan ureum dan kreatinin
Perempuan, 32 tahun, dirawat di bangsal penyakit dalam dengan CKD. Hasil pengkajian, pasien mengatakan tidak percaya Tuhan dan nasehat orang lain, emosi labil, tidak mau berinteraksi, pucat, fatigue, TD 170/100 mmHg, ureum 273 mg/dl, kreatinin 7,2 mg/dl.
Apa masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Ansietas
Distres spiritual
Ketidakberdayaan
Gangguan citra tubuh
Gangguan identitas diri
Laki-laki, 53 tahun, dirawat di bangsal penyakit dalam dengan asma. Hasil pengkajian: sesak, gelisah, pernapasan cepat dan dangkal, cuping hidung, frekuensi napas 30 x/menit. Hasil kolaborasi dengan dokter, pasien diberi terapi oksigen aliran rendah 8 L/menit.
Apa metode pemberian oksigen yang tepat pada pasien?
Nasal kanul
Masker venturi
Masker sederhana
Rebreathing Masker (RM)
Non Rebreathing Masker (NRM)
Perempuan, 32 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dengan CKD. Hasil pengkajian: sesak, wheezing, pernapasan cepat dan dangkal, edema pulmoner, frekuensi nadi 32 x/menit, CRT >3 detik, Hb 8,5 g%, PH 7,498, PO2 111 mmHg, Saturasi O2 98,7%.
Apa masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Defisit nutrisi
Intoleransi aktifitas
Perfusi perifer tidak efektif
Bersihan jalan napas tidak efektif
Risiko ketidakseimbangan elektrolit
Seorang laki-laki, 24 tahun, dirawat di interna, mengeluh meriang, demam. Hasil pengkajian: kulit pasien tampak; merah, kulit terasa hangat, TD 110/60 mmhg, Ferkuensi napas 22x/menit, Frekuensi nadi 80x/menit, suhu40⁰C, hasil laboratorium menunjukkan adanya parasit jenis plasmodium Falsivarum >100.000/µL.
Apakah masalah keperawatan utama yang dialami pasien tersebut?
Hipertemia
Hipotermia
Nyeri akut
Defisit nurisi
Risiko ketidakseimbangan cairan
Seorang Laki-laki, 27 tahun, dirawat di ruang interna sejak 1 minggu lalu dengan thypoid, pasien mengeluh kurang nafsu makan dan porsi yang dihabiskan hanya 2 sendok makan. Pasien mengeluh pusing, lemas, TD 120/70 mmhg, Frekuensi nadi 80x/menit, Frekuensi napas 24x/menit, suhu 37,60C. BB saat masuk RS 60Kg, saat dikaji 59 kg.
Apakah masalah keperawatan utama pada pasien tesebut?
Konstipasi
Retensi Urin
Konfusi Kronis
Risiko Defisit Nutrisi
Gangguan Pertukaran Gas
Seorang laki-laki, 45 tahun, dirawat di Ruang Neurologi dengan Tetanus. Hasil pengkajian pasien tampak kaku otot pada rahang dan leher, pasien sukar membuka mulut, kejang, kesadaran compas mentis. TD 110/70 mmHg, frekuensi nadi 92x/menit, frekuensi pernapasan 20x/menit, suhu 39⁰C. Keluarga pasien mengatakan belum pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya, keluarga pasien mengatakan pasien ada riwayat luka 5 tahun yang lalu luka tusuk terkena paku yang sudah berkarat dan pengobatan di rumah tanpa resep dokter.
Apakah masalah keperawatan pasien tersebut?
Nausea
Konfusi Kronis
Risiko cedera
Gangguan memori
Koping komunitas tidak efektif
Seorang laki-laki, 55 tahun dirawat di ruang neurologi dengan Tetanus. Hasil pengkajian pasien sering tiba-tiba kejang dan kaku leher dan rahang, leher dan punggung pasien melengkung. TD 150/70 mmHg, frekuensi nadi 84x/menit, frekuensi napas 22x/menit, suhu 36⁰C. Pasien mengalami masalah keperawatan risiko cedera.
Apakah intervensi pada pasien tersebut?
Edukasi nutrisi
Teknik distraksi
Terapi relaksasi
Manajemen isolasi
Pencegahan jatuh dan manajemen kejang
Seorang laki-laki, 58 tahun, dirawat di Ruang Jantung dengan Coronary Artery Disease (CAD). Hasil pengkajian: pasien mengeluh nyeri pada dada kiri, nyeri rasa menekan, pasien memegang dada sebelah kiri (area yang nyeri), kesadaran compos mentis, TD 150/80 mmHg, frekuensi nadi 82x/menit, frekuensi napas 26x/menit, Suhu 36,6⁰C.
Apakah masalah utama pada pasien tersebut?
Nyeri akut
Hipertermi
Resiko cedera
Defisit nutrisi
Konfusi kronis
Seorang perempuan, 35 tahun, G2P1A0 hamil 38 minggu, dirawat di RS, mengeluh kepala pusing, mual. Hasil pengkajian: muntah, nyeri ulu hati, kaki bengkak, dan pandangan kabur. TD 170/90 mmHg, frekuensi nadi 88 x/menit, frekuensi napas 18x/menit, suhu 370C, pitting edema, proteinuri +++.
Apa masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Resiko jatuh
Kekurangan cairan
Gangguan rasa nyaman
Perfusi jaringan tidak efektif
Ketidakseimbangan nutrisi kurang
Seorang perempuan, 25 tahun, P1A0 nifas 4 jam yang lalu, mengeluh perdarahan. Hasil pengkajian: perdarahan, kontraksi uterus lemah, TD 90/70 mmHg, frekuensi nadi 88 x/menit, frekuensi napas 22 x/menit, suhu 380C. Pembalut pasien sudah diganti empat kali.
Apakah intervensi keperawatan utama pada kasus tersebut?
Masase uteri
Monitor perdarahan
Lakukan vulva hygiene
Istirahat di tempat tidur
Observasi tanda-tanda vital
Seorang perempuan, 35 tahun, G4P3A0 hamil 39 minggu, di antar oleh suami ke poliklinik. Hasil pengkajian: belum pernah sebagai akseptor KB, anak pertama usia 10 tahun, kedua 8 tahun, dan ketiga 5 tahun, TD 150/90 mmHg, frekuensi nadi 88/menit, frekuensi napas 18x/menit.
Apa pilihan kontrasepsi yang tepat pada kasus tersebut?
Pil
AKDR
MOW
Suntik
Kondom
Seorang perempuan, 33 tahun, P1A0 postpartum hari ketiga dengan kelahiran sesar atas indikasi distres janin. Hasil pengkajian: nyeri pada luka operasi, payudara bengkak, panas, papila mamae menonjol, ASI belum keluar dan cemas terhadap bayinya. TD 110/70 mmHg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 37,70C. Bayi dirawat di ruang NICU karena mengalami asfiksia berat.
Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Inefektif breast feeding
Postpartum Depression
Knowledge deficit
Acute pain
Anxiety
Seorang perempuan, 24 tahun, P1A0 postpartum 3 jam yang lalu kelahiran spontan, di ruang bersalin, mengeluh nyeri di daerah kemaluan. Hasil pengkajian lemas, nyeri di jalan lahir, mules, kontraksi uterus kuat, lochea berwarna merah kehitaman, TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 37,80C.
Apakah rencana tindakan prioritas yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
Beri kecukupan gizi
Hitung jumlah lochea
Monitor tanda-tanda vital
Pantau kemampuan menyusui
Observasi keseimbangan cairan
Seorang perempuan, 25 tahun, hamil 33 minggu, dengan HIV bertanya kepada dokter tentang apa yang terjadi pada bayinya apakah bayinya bisa selamat atau tidak di dalam kandungan. Dokter yang merawatnya tidak menjelaskan fakta yang sebenarnya dan memintanya untuk berdoa kepada Tuhan semoga semua baik baik saja.
Prinsip Etik apa yang tidak dilakukan oleh dokter tersebut?
Veracity
Autonomy
Confidentiality
Beneficence
Non Maleficence
Seorang perempuan,30 tahun menderita kanker payudara stadium 3, payudara pasien tampak membesar dan sedikit bau khas kanker. Pasien mengatakan malu dengan kondisinya saat ini. Perawat berusaha menutup tirai agar tidak banyak orang mengetahui keadaannya. Perawat tidak menginformasikan kondisi pasien tersebut ketika pasien lain sebelahnya bertanya.
Apa prinsip etik yang dilakukan oleh perawat?
Veracity
Autonomy
Confidentiality
Beneficence
Non Maleficence
Seorang perempuan, 26 tahun datang ke poliklinik kulit kelamin sebuah RS dengan keluhan area genitalia terasa gatal dan panas, nafsu makan menurun, dan merasa keletihan. Hasil tes serologi ditemukan Treponema palidum.
Apa pendidikan kesehatan yang tepat untuk pasien?
Istirahat teratur
Hindari berhubungan seksual
Meningkatkan asupan makanan
Lakukan hubungan seks dengan kondom
Bersihkan area genetalia dengan normal saline
Seorang perempuan, 30 tahun datang diantar ke UGD oleh suaminya mengeluh perdarahan pervaginam 900 ml dalam 24 jam pertama setelah melahirkan, lemas dan pusing, Hasil pengkajian pasien cemas, TD 90/65 MmHg, uterus tidak berkontraksi setelah bayi lahir.
Apa penyebab perdarahan pada pasien tersebut?
Atonia uteri
Infeksi nifas
Inservio uteri
Infeksi servik
Iskemia myometrium
Seorang bayi laki-laki, 3 hari, masih berada di RS. Hasil pemeriksaan didapatkan RR 60 x/menit, nadi 110 x/menit, suhu 36,5oC. Ditemukan data bahwa leher bayi tersebut menoleh ke samping dan membuka mulut ketika jari perawat menyentuh tepi bibir bayi.
Apa reflek yang ditunjukkan oleh bayi tersebut?
Moro
Rooting
Sucking
Tonic neck
Swallowing
Seorang perempuan, 58 tahun, dirawat di ruang Penyakit Dalam dengan Diabetes Mellitus dan mengalami penurunan kesadaran. Hasil Pengkajian: TD 140/90 mmHg, frekuensi nadi 90 x/m, frekuensi napas 24x/m, suhu 36,5 C, pasien membuka mata dengan perintah suara, respon motorik melokalisir nyeri, respon suara bicara tidak jelas.
Berapa nilai GCS pada pasien tersebut ?
12
11
10
9
8
Seorang laki-laki, 50 tahun, dirawat di ruang Penyakit Dalam dengan Bronkiektasis. Pasien mengeluh susah mengeluarkan dahak. Perawat akan melakukan tindakan Fisioterapi dada pada pasien. Perawat telah menyiapkan alat dan bahan tindakan, mencuci tangan dengan 6 langkah dan memakai sarung tangan bersih.
Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan oleh perawat tersebut ?
Memeriksa status pernapasan
Menggunakan bantal untuk mengatur posisi
Melakukan perkusi dengan posisi tangan ditangkupkan selama 3-5 menit
Mengatur posisi pasien sesuai area paru yang mengalami penumpukan sputum
Melakukan vibrasi dengan posisi tangan rata bersamaan dengan ekspirasi melalui mulut
Seorang perempuan, 48 tahun, dirawat di ruang Inap Penyakit Dalam dengan Kanker Hati mengeluh mual dan muntah. Hasil pengkajian, pasien mengatakan tidak nafsu makan dan porsi makan tidak pernah habis serta merasa nyeri di perut, TD 130/90 mmHg, frekuensi nadi 90x/m, frekuensi napas 22x/m, suhu 36,7oC, bising usus hiperaktif, terdapat asites, BB 40 kg, BB sebelum masuk RS 50 kg.
Apa masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
Nausea
Nyeri akut
Kelelahan
Defisit nutrisi
Hipervolemia
Seorang perempuan, 48 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis medis kanker payudara. Pasien direncanakan akan dilakukan operasi mastectomy. Sebelum tindakan operasi dilakukan, perawat memberikan penjelasan dan menanyakan persetujuan pada pasien.
Apa prinsip etik yang diterapkan oleh perawat tersebut?
Justice
Fidelity
Veracity
Otonomy
Non-maleficence
Seorang laki-laki, 47 tahun, dirawat di RS dengan HIV/AIDS mengeluh mual dan muntah. Hasil pengkajian, pasien mengatakan sakit kepala, nyeri otot, mudah lelah dan batuk-batuk. Tetangga pasien menjenguk dan bertanya dengan perawat mengenai penyakit pasien, kemudian perawat menyampaikannya.
Apa prinsip etik yang dilanggar oleh perawat tersebut?
Justice
Fidelity
Veracity
Confidentiality
Non-maleficence
Seorang laki-laki, 40 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dengan PPOK. Hasil pengkajian: sesak, tampak retraksi dada, dan pernapasan cuping hidung, TD 110/70 mmHg, frekuensi napas 30x/ menit, frekuensi nadi 100x/menit, suhu 38oC, saturasi oksigen 97%. Hasil laboratorium AGD pH 7,20, PaCO2 48 mmHg, HCO3, 27 mEq/L.
Apakah interpretasi hasil AGD pada kasus tersebut?
Alkalosis respiratorik
Asidosis respiratorik
Alkalosis metabolik
Asidosis metabolik
Asidosis diabetik
Seorang perempuan, 45 tahun, dirawat di RS dengan penyakit jantung. Hasil pengkajian: nyeri dada yang muncul tiba-tiba, skala nyeri 8, TD 140/90 mmHg, frekuensi napas 20 x/ menit, frekuensi nadi 100 x/menit, suhu 36,8°C. Perawat akan melakukan perekaman EKG. Setelah menjelaskan prosedur tindakan, semua elektroda dipasang kemudian mesin dinyalakan.
Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan pada prosedur tersebut?
Mencuci tangan
Memakai handscoon
Meminta persetujuan pasien
Mendokumentasikan hasil perekaman
Memasang jelly pada elektroda dada dan elektroda ekstremitas
Seorang laki laki, 45 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam. Hasil pengkajian: nyeri dada saat aktifitas maupun istirahat, tampak cemas, berkeringat dingin, skala nyeri 8, TD 170/100 x/menit, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 27x/menit, suhu 37˚C, hasil EKG tampak elevasi pada Gelombang ST. Perawat telah melakukan manajemen nyeri dengan relaksasi napas dalam.
Apakah evaluasi keperawatan untuk implementasi yang telah dilakukan pada kasus tersebut?
Mampu melakukan aktifitas fisik
Kebutuhan rasa aman terpenuhi
Pengetahuan bertambah
Kecemasan berkurang
Nyeri berkurang
Seorang Perempuan, 25 tahun, dirawat di RS dengan luka bakar. Hasil pengkajian: Luka bakar di kedua ekstremitas atas, dan tubuh bagian depan, TD 130/80 mmHg, Frekuensi napas 26 x/menit, frekuensi nadi 100x/menit, suhu 38°C.
Berapakah presentasi luas luka bakar pada kasus tersebut?
1 %
9%
18%
27%
36%
Seorang Perempuan, 55 tahun, dirawat di RS dengan Infark Miokard. Hasil Pengkajian: nyeri dada yang menjalar ke bagian lengan kiri, sesak napas, TD 180/100 mmHg, frekuensi napas 24 x/menit, frekuensi nadi 90x/menit, suhu 37°C. Hasil kolaborasi dengan dokter harus dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk melihat kerusakan pada otot jantung.
Apakah pemeriksaan laboratorium yang tepat untuk kasus tersebut?
Trombosit dan leukosit
Troponin T dan CKMB
GDS dan darah rutin
SGPT dan SGOT
LDL dan HDL
Seorang laki-laki, umur 52 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam hari kedua. Hasil pengkajian: sesak napas, menggunakan otot bantu napas, suara napas ronkhi, TD 110/80 mmHg, frekuensi nadi 82x/menit, frekuensi napas 33 x/menit dan suhu 37°C. Saat ini perawat akan melakukan tindakan pengambilan darah arteri di radialis. Perawat telah melakukan Allen test dengan hasil positif dan menyiapkan spuit AGD.
Apakah langkah selanjutnya pada prosedur tersebut?
Tentukan area penusukan
Tusukkan jarum pada karet
Aspirasi darah sebanyak 1-3 cc
Tusukkan jarum dengan sudut 30-45°
Bersihkan area penusukan dengan alkohol swab
Seorang perempuan, umur 54 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam hari kedua. Hasil pengkajian: nyeri dada sebelah kiri secara mendadak dan menjalar ke bahu kiri dengan skala nyeri 5, sesak napas dan jantung berdebar-debar. Saat ini perawat akan melakukan prosedur perekaman EKG. Perawat telah membuka pakaian atas pasien dan menetukan lokasi pemasangan elektroda EKG.
Apakah langkah selanjutnya dalam prosedur tersebut?
Lakukan perekaman jantung
Pasang manset elektroda dada
Pasang manset elektroda ekstremitas
Berikan jelly secukupnya pada area pemasangan elektroda
Anjurkan pasien untuk tidak bergerak dan tidak berbicara selama perekaman
Seorang perempuan, umur 44 tahun dirawat di ruang penyakit dalam. Hasil pengkajian: sulit menggerakkan tangan kanan dan kaki kanan setelah mengalami kecelakaan, tidak dapat menahan gravitasi saat diminta menggerakkan tungkainya.
Berapakah nilai kekuatan otot pasien tersebut?
1
2
3
4
5
Seorang laki-laki, 49 tahun diantar ke IGD dengan keluhan jatuh dari pohon kelapa, hasil pengkajian: terdapat benjolan bagian belakang kepala, pasien tidak sadarkan diri, TD 80/60 mmHg, frekuensi napas 14x/menit, frekuensi nadi 90x/menit, suhu 35,50C, GCS 8.
Bagaimanakah pengaturan posisi yang tepat pada pasien tersebut?
chin lift
head tilt
jaw trush
open mouth
cross-finger technique
Seorang perempuan, 33 tahun datang ke IGD dengan luka robek pada pergelangan tangan, hasil pengkajian : perdarahan tampak memancar dengan warna merah segar, TD 110/70 mmHg, frekuensi napas 20x/menit, frekuensi nadi 100x/menit.
Apakah tindakan utama yang dilakukan perawat?
Balut tekan
Pasang Infus
Transfusi darah
Periksa tanda-tanda vital
Pasang oksigen 3 liter/menit
Seorang perempuan, 37 tahun dibawa ke IGD setelah karena terjatuh dari sepeda motor, hasil pengkajian : TD 70/50 mmHg, frekuensi napas 30x/menit, frekuensi nadi 120x/menit, fraktur terbuka pada paha kiri, perdarahan banyak dan akral teraba dingin. Perawat melakukan balut tekan untuk menghentikan perdarahan dan memberikan oksigen pada pasien tersebut.
Apakah tindakan selanjutnya yang dilakukan perawat?
Pasang balut bidai
Berikan infus RL 1000ml
Atasi sumber perdarahan
Observasi tanda-tanda vital
Berikan posisi kepala lebih tinggi
Seorang perempuan, 45 tahun, datang ke IGD diantar suaminya, hasil pengkajian , pasien mengatakan nyeri dada saat di rumah, dirasakan tiba-tiba setelah pulang kantor, nyeri dirasakan di dada sebelah kiri menjalar ke lengan, pasien menderita hipertensi sejak 4 tahun yang lalu, TD 160/70 mmHg, frekuensi napas 20x/menit, frekuensi nadi 88x/menit, telah dilakukan perekaman jantung didapatkan hasil adanya ST elevasi pada lead II,III dan Avf, dokter IGD mendiagnosis ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI).
Dimanakah letak lokasi infarction pada pasien tersebut?
lateral
Inferior
Anterior
Posterior
Ventrikel kanan
Seorang perempuan, 56 tahun dibawa keluarganya ke IGD karena tiba-tiba terjatuh dan tidak sadar setelah datang dari pasar, hasil pengkajian: tingkat kesadaran dengan GCS didapatkan pasien membuka mata apabila diberi rangsang nyeri, pasien berusaha menghindar/menarik lengan atau kakinya ketika diberi rangsang nyeri dan dapat berteriak sambil mengucapkan kata “aduh...”, “tidak..”.
Berapakah nilai GCS pada pasien tersebut?
5 (E3V1M1)
6 (E2V2M2)
7 (E2V3M2)
8 (E2V4M3)
9 (E2V3M4)
Seorang laki-laki, 25 tahun, diterima di IGD Puskesmas dengan penurunan kesadaran akibat kecelakaan motor tanpa menggunakan helm. Hasil pengkajian: terdapat memar di leher. Perawat curiga pasien mengalami fraktur cervical, sebelum dirujuk dipasang collar neck, imobilisasi leher.
Apakah prinsip etik yang sudah diterapkan oleh perawat pada kasus tersebut?
justice
autonomy
beneficience
confidentiality
non-maleficience
Seorang laki-laki 65 tahun, diterima di ruang IGD dengan penurunan kesadaran. Hasil pengkajian, keluarga mengatakan pasien memiliki riwayat penyakit jantung. Pasien mengalami cardiac arrest dan akan dilakukan tindakan RJP, tapi keluarga menolak meskipun sudah dijelaskan oleh perawat. Perawat tidak melakukan tindakan RJP sesuai permintaan keluarga.
Apakah prinsip etik yang diterapkan pada kasus tersebut?
justice
beneficience
veracity
autonomy
fidelity
Seorang laki-laki, 25 tahun, dibawa ke IGD akibat kecelakaan. Hasil pengkajian; pasien gelisah, terdapat haematoma pada frontal kepala. TD 110/80 mmHg, frekuensi nadi 105x/menit, frekuensi napas 30x/menit, cheyne-stokes, saturasi oksigen 95%. Saat ini pasien telah mendapatkan terapi oksigen.
Apakah evaluasi keperawatan utama pada kasus tersebut?
pola nafas membaik
tingkat jatuh menurun
pertukaran gas meningkat
perfusi serebral meningkat
integritas kulit dan jaringan meningkat
Seorang laki-laki, 45 tahun, dibawa ke IGD karena mengalami luka bakar. Hasil pengkajian: keadaan umum lemah, kesadaran compos mentis, suhu 38°C, berat badan 70 kg, luas luka bakar 27%.
Berapakah jumlah cairan yang harus diberikan 8 jam pertama pada kasus tersebut?
1.890
3.780
7.560
1.650
2.890
Seorang perempuan, 50 tahun, dibawa ke IGD dengan penurunan kesadaran. Hasil pengkajian: hemiparase ekstremitas kanan, sesak nafas, gurgling, frekuensi napas 38 x/menit, TD 160/90 mmHg, frekuensi nadi 100 x/menit, suhu 37°C.
Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
melakukan suction
melakukan cross finger
melakukan finger sweep
memasang oropharingeal airway
memasang nasopharingeal airway
Seorang perempuan, 28 tahun, dirawat di RSJ selama 2 minggu karena mondar- mandir, bicara sendiri, mendengar suara-suara yang mengejeknya jelek dan menyuruh melempar barang yang ada di dalam rumah. Hasil pengkajian: mulut komat-kamit dan menyendiri. Perawat telah membantu klien mengenali halusinasinya, menjelaskan tentang penyakit yang dialami klien saat ini dan mengajarkan menghardik.
Apakah tindakan perawat selanjutnya yang tepat untuk kasus tersebut?
Bercakap-cakap dengan orang lain
Menyusun jadwal latihan
Belajar minum obat
Mengevaluasi jadwal kegiatan harian
Mencontohkan kembali cara menghardik
Seorang laki-laki, 48 tahun, sudah 2 tahun terakhir menderita dibetes melitus dan berobat di puskesmas, mengeluh lemah dan lemas sehingga tidak bisa bekerja seperti dulu lagi, dirumah saja sepanjang waktu, klien merasa kecewa dengan dirinya sendiri, peran klien sebagai kepala rumah tangga di ambil alih oleh istri yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Perawat telah membantu klien mengenali penyakitnya.
Apakah diagnosa yang tepat untuk kasus tersebut?
Ansietas
Keputusasaan
Gangguan citra tubuh
Ketidakefektifan performa peran
Harga diri rendah situasional
Seorang perempuan, 17 tahun, datang ke poli jiwa, mengeluh malu berteman dengan yang lainnya karena merasa dirinya jelek dan tidak disenangi oleh teman-temannya di sekolah, klien merasa tidak ada orang yang mengerti akan dirinya. Klien tidak mengerti apa yang telah terjadi pada dirinya sekarang ini.
Apakah tindakan perawat selanjutnya yang tepat untuk kasus tersebut?
Membuat rencana latihan yang teratur secara bertahap
Melatih cara meningkatkan harga diri klien
Membuat daftar aspek positif dan kemampuan yang di miliki
Mengevaluasi jadwal kegiatan harian
Memberikan pendidikan kesehatan tentang proses terjadinya harga diri rendah situasional
Seorang perempuan, 21 tahun, sudah 7 hari di rawat di RSJ, merasa selalu ingin marah bila melihat orang lain mengajak klien bercerita, klien tidak membutuhkan siapa-siapa dan selalu bertanya-tanya mengapa klien di bawa ke rumah sakit padahal klien tidak sakit. Klien tidak mengerti apa yang telah terjadi pada dirinya sekarang ini. Perawat sudah menjelaskan tentang kondisi klien.
Apakah tindakan perawat selanjutnya yang tepat untuk kasus tersebut?
Membuat rencana latihan yang teratur secara bertahap
Latih klien untuk melakukan relaksasi
Latih klien melakukan distraksi
Latih untuk patuh minum obat
Latih klien untuk melakukan kegiatan ibadah
Seorang perempuan, 20 tahun, sudah 3 bulan terakhir sering tiba-tiba jantung berdebar-debar, merasa khawatir dengan dirinya sendiri dan keluarganya, merasa kecewa bila berbuat salah dan tidak berbakti pada kedua orang tuanya, klien selalu bertanya-tanya mengapa klien seperti ini kondisinya. Klien tidak mengerti apa yang telah terjadi pada dirinya sekarang ini. Perawat sudah menjelaskan tentang kondisi klien. Perawat telah mengajarkan intervensi relaksasi dan distraksi serta melatihkannya dan memasukkan ke dalam jadwal latihan.
Apakah tindakan perawat selanjutnya yang tepat untuk kasus tersebut?
Membuat rencana latihan yang teratur secara bertahap
Latih klien untuk melakukan relaksasi
Latih klien melakukan distraksi
Latih hipnotis lima jari yang focus pada hal yang positif
Latih Tarik napas dalam
Seorang perempuan, umur 28 tahun, dirawat di RSJ. Hasil pengkajian: duduk menyendiri, bicara sendiri, dan tertawa sendiri. Sesuai rencana hari ini, perawat akan melaksanakan intervensi cara menghardik halusinasi.
Apakah tujuan tindakan yang diberikan pada kasus diatas?
mengontrol halusinasi dengan cara spiritual
mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
mengontrol halusinasi dengan cara minum obat teratur
mengontrol halusinasi dengan cara terapi aktivitas kelompok
Seorang perempuan, umur 20 tahun, dibawa keluarganya ke Poliklinik jiwa di Puskesmas karena sudah dua minggu tidak mau mandi, tidak mau menyisir rambut, badan bau, rambut kotor, kuku panjang, tidak mau makan dan bila makan berantakan, BAB dan BAK sembarangan, tetapi pemeriksaan fisik dalam batas normal.
Apakah strategi tindakan keperawatan pertama yang tepat dilakukan pada pasien tersebut?
melatih makan secara mandiri
melatih pasien melakukan BAK/BAB secara mandiri
melatih pasien berdandan/berhias
menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri
menjelaskan pada keluarga tentang masalah perawatan diri dan cara merawat anggota keluarga yang mengalami masalah kurang perawatan diri
Seorang laki-laki, umur 17 tahun, dibawa ke Puskesmas untuk konsultasi. Hasil pengkajian: keluarga mengatakan sejak 6 bulan terakhir, menjadi sangat pendiam, tidak mempunyai teman dekat, banyak mengurung diri di kamar, dan menolak untuk berinteraksi.
Apakah diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan pada kasus diatas?
isolasi sosial
gangguan HDR
gangguan alam perasaan
perubahan mental organik
gangguan persepsi sensori
Seorang perempuan, umur 20 tahun, dibawa keluarganya ke Poliklinik jiwa di RSJ. Hasil pengkajian: sudah dua minggu tidak mau mandi, tidak mau menyisir rambut, badan bau, rambut kotor, kuku panjang, tidak mau makan dan bila makan berantakan, BAB dan BAK sembarangan. Perawat sedang membantu pasien melatih berdandan/berhias. Namun, keluarganya datang menjenguk yang pertama kali ke RSJ.
Apakah strategi tindakan keperawatan pertama yang tepat dilakukan pada keluarga pasien tersebut?
menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri
melatih pasien berdandan/berhias
melatih makan secara mandiri
mengajarkan pasien melakukan BAK/BAB secara mandiri
menjelaskan pada keluarga tentang masalah perawatan diri dan cara merawat anggota keluarga yang mengalami masalah kurang perawatan diri
Seorang perempuan, umur 27 tahun, dirawat di RSJ. Hasil pengkajian: duduk menyendiri, bicara sendiri, dan menutup telinga. Perawat telah memberikan intervensi kepada pasien mengenai mengenal halusinasi yang dialami, menjelaskan cara mengontrol halusinasi, mengajarkan cara menghardik halusinasi, dan bercakap-cakap dengan orang lain.
Apakah intervensi selanjutnya yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
mengontrol halusinasi dengan cara spiritual
mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
mengontrol halusinasi dengan cara minum obat teratur
mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas yang terjadwal
Perawat melakukan kunjungan rumah. Hasil pendataan, kepala keluarga umur 55 tahun, istri umur 50 tahun memiliki tekanan darah 180/110 mmHg. Hasil anamnesis, keluarga tidak memberikan perhatian karena klien tidak merasakan nyeri kepala yang menganggu. Perawat mengedukasi mengenai dampak yang ditimbulkan jika tidak segera ditangani dan pasien harus mendapatkan pertolongan medis.
Apakah data utama yang harus didapatkan perawat pada keluarga tersebut?
kedekatan antar anggota keluarga
pengambil keputusan
aktivitas harian
komunikasi
nutrisi
Perawat melakukan kunjungan rumah pada anggota keluarga yang sedang menjalani pengobatan TB yang sudah berjalan 4 bulan. Hasil anamnesis, klien mengatakan sudah tidak mengalami batuk, selera makan membaik, berat badan bertambah dan sudah siap berinteraksi dengan tetangga dan orang lain.
Apakah yang harus disampaikan perawat pada klien pada kasus tersebut?
menerapkan etika batuk
menuntaskan program pengobatan
membawa botol penampung dahak
membatasi interaksi dengan tetangga
menggunakan masker selama di luar rumah
Perawat melakukan kunjungan rumah. Berdasarkan pendataan, kepala keluarga umur 40 yang bekerja sebagai pemulung, istri 35 tahun , dan memiliki 2 anak, pertama umur 9 tahun, ke dua umur 7 tahun. Lingkungan rumah keluarga tersebut kumuh, dan dekat dengan tempat pembuangan sampah. keluarga mengatakan anak ke 2 sering sakit perut, kadang disertai diare.
Apakah intervensi perawat yang perlu dilakukan?
menganjurkan mencari tempat yang lebih layak
memberikan sumbangan kepada keluarga tersebut
mengajukan program beras untuk rakyat miskin untuk keluarga
membantu keluarga untuk melaksanakan PHBS
memberikan penyuluhan kepada keluarga tentang cara menghindari penyakit diare.
