Font size
WorksheetsJejak Kolonialisme dan Api Perlawanan Bangsa
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Di ruang pamer pertama, kalian melihat ilustrasi pembangunan "Jalan Tol Pertama" Nusantara. Jalan ini sering dipuji sebagai karya besar Daendels, tapi kalian juga membaca keterangan tentang kerja paksa berlapis. Apa maksud yang kalian tangkap dari kutipan tersebut?
Karya besar Daendels yang sepenuhnya membawa kesejahteraan dan membebaskan rakyat dari kesengsaraan
Pembangunan jalan raya sebagai simbol modernisasi, namun menutupi penderitaan rakyat yang menjadi korban kerja paksa
Penindasan kekuasaan kolonial dari atas dan pengkhianatan elit lokal dari bawah
Kemajuan infrastruktur kolonial yang hanya dimungkinkan melalui kerja sama tulus antara rakyat dan penguasa asing.
Jalan raya pertama sebagai bukti harmoni kolonialisme yang mempersatukan kepentingan Belanda dan pribumi
Di sudut lain dalam ruang pamer pertama, terpampang ilustrasi perkebunan tebu. Disebutkan bahwa kemewahan manisnya gula bangsawan Eropa, dibayar dengan peluh, kelaparan dan penderitaan petani Nusantara. Apa dampak paling serius dari kebijakan ini?
Krisis pangan besar, menelan banyak korban jiwa
Peningkatan produksi gula lokal yang justru memperkaya para petani kecil Nusantara
Terbukanya peluang perdagangan bebas yang memberi keuntungan setara bagi Belanda dan pribumi
Munculnya kemakmuran merata karena hasil tebu dipakai untuk kebutuhan dalam negeri
Percepatan modernisasi desa berkat teknologi perkebunan yang dibawa bangsa Eropa
Ketika kalian mendekati diorama Perang Pattimura (Perang Saparua, 1817). Terlihat rakyat Maluku yang dipimpin oleh Kapitan Pattimura (Thomas Matulessy) sedang menyerang Benteng Duurstede di Saparua, Maluku. Apa makna simbolis dari peristiwa ini?
Simbol perlawanan rakyat Maluku terhadap penindasan kolonial dengan berani dan tekad mempertahankan harga diri bangsa
Bukti keberhasilan kolonial Belanda dalam mempersatukan rakyat Maluku melalui pembangunan benteng
Lambang keharmonisan antara pasukan Belanda dan masyarakat lokal dalam menjaga keamanan wilayah
Pertanda awal runtuhnya persatuan rakyat Maluku akibat perselisihan internal di kalangan pejuang
Simbol kemenangan penuh Belanda yang membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh Maluku
Dalam ruang pamer kedua, kalian menemukan potret Diponegoro. Ia membakar api perlawanan melalui Perang Jawa (1825–1830). Sebagai sosok yang kharismatik, ia berhasil menghimpun kekuatan rakyat, bangsawan hingga ulama. Apa alasan utama kebangkitan perlawanan Diponegoro?
Dorongan Belanda untuk memberi kesempatan bangsawan Jawa memperluas kekuasaan politik mereka
Tanah leluhurnya diganggu, rakyatnya ditindas oleh pajak dan monopoli
Keinginan Diponegoro untuk menjalin aliansi dagang baru dengan bangsa Eropa demi kesejahteraan rakyat
Persaingan damai antara ulama dan Belanda dalam memperluas jaringan pendidikan pesantren
Perlawanan terhadap kemewahan istana Jawa yang justru didukung penuh oleh pemerintah kolonial
Di dekat potret Tuanku Imam Bonjol, tampak lukisan Teuku Umar. Ia dikenal karena kecerdikan strategi perangnya melawan Belanda, apa itu?
Berpura-pura bekerja sama dengan Belanda untuk mendapatkan senjata dan logistik lalu kembali ke rakyat Aceh dengan kekuatan lebih besar
Menjalin hubungan dagang damai dengan Belanda agar rakyat Aceh memperoleh akses pendidikan dan kesehatan modern
Mengajak Belanda berunding di meja diplomasi demi tercapainya perjanjian pembagian wilayah yang adil
Meminta perlindungan langsung dari Kesultanan Ottoman agar Belanda takut dan mundur dari Aceh
Menyusup sebagai pegawai kolonial untuk mengatur administrasi pajak dan mengurangi beban rakyat Aceh dari dalam
Tak jauh dari potret Dewi Sartika, kalian akan melihat RA Kartini dengan kutipannya ‘Habis gelap terbitlah terang’. Dari keterangan pameran, api perjuangan Kartini adalah...
Api pengetahuan, yang membakar semangat generasi untuk meruntuhkan kebodohan dan ketidakadilan
Api persaingan, yang membuat kaum perempuan berebut kekuasaan politik dengan kaum laki-laki di Jawa
Api kebangsaan, yang menuntut penghapusan semua pengaruh budaya Barat dari kehidupan pribumi
Api perdagangan, yang mendorong perempuan untuk bersaing dalam dunia bisnis kolonial Belanda
Api perpecahan, yang memperuncing konflik sosial antara bangsawan dan rakyat jelata
Apa julukan yang terkenal dari potret ini?
(a)
Apa pekikan lantang dari sosok ini?
Hidup tidak menyerah, walau setetes darah terakhir!
Perang adalah tipu daya
Damai selalu bersama penjajah, demi ketenangan negeri
Setia pada raja, meski rakyat harus berkorban tanpa henti
Segala penderitaan rakyat adalah takdir, tak perlu dilawan
Ketika kalian berada di ruang pamer pertama, kalian akan menjumpai panel tentang kapal Phinisi. Kapal ini dipamerkan sebagai simbol bahwa laut bukan sekadar jalur dagang, melainkan?
Arena mempertahankan harga diri bangsa
Tempat wisata romantis bagi pedagang Belanda dan pribumi
Arena perlombaan olahraga laut untuk menghibur para penguasa
Simbol keterampilan maritim Nusantara
Jalan sunyi menuju harmoni spiritual antara manusia dan samudra
Ilustrasi Genosida di Banda adalah tindakan paling kejam dalam sejarah VOC. Dari sekitar 15.000 penduduk asli, hanya ratusan yang tersisa, selebihnya dibunuh atau diperjualbelikan sebagai budak. Benar atau salah?
(a)
RA Kartini dan Dewi Sartika sama-sama berjuang melalui bidang pendidikan, benar atau salah?
(a)
Dari ruang pamer pertama, apa benang merah yang bisa kalian tarik?
Kolonialisme membawa pembangunan tanpa masalah
Kolonialisme sarat penindasan, eksploitasi, dan penderitaan rakyat
Rakyat bebas berdagang dan sejahtera
Belanda selalu adil pada rakyat
Kebijakan kolonial membawa kesengsaraan
Potret Imam Bonjol tampil gagah. Apa fokus utama perjuangannya?
Perlawanan Padri di Sumatra Barat melawan Belanda
Perdagangan rempah
Membantu VOC
Aliansi dengan Portugis
Menjadi pejabat Belanda
Dalam sebuah lukisan dengan judul "Bayang Elit, Bayang Rakyat" merepresentasikan suasana rumah bangsawan Jawa dengan penuh ornamen yang menegaskan status sosial tinggi. Benar atau salah?
(a)
Senjata apa yang bisa kamu temukan di ruang pamer pertama, yang menjadi simbol kekuatan VOC untuk menebar teror, meruntuhkan dinding kota, serta mematahkan perlawanan yang bersenjata sederhana.
(a)
Ironi Waterlooplein adalah...
Dibangun di atas keraton yang hancur
Dibiayai hasil eksploitasi tanam paksa
Menjadi lapangan latihan rakyat
Pusat pasar pribumi
Lapangan perang rakyat
Warna pakaian Diponegoro dalam panel berjudul "Api Perlawanan di tanah Jawa" melambangkan...
Kemewahan kerajaan
Kesucian dan keteguhan iman
Keberanian perang
Kejayaan militer
Kekuasaan politik
Dalam lukisan di ruang pamer pertama, Pangeran Diponegoro digambarkan menaiki...
Kuda putih
Kuda hitam
Kereta kuda
Gajah perang
Duduk di tandu
Perlawanan Aceh dipicu oleh keyakinan…
Nasionalisme modern
Jihad fi sabilillah
Solidaritas rempah
Persatuan Asia
Hubungan dagang
Ketika kalian melihat potret dari Pattimura, semangat juang seperti apa yang dipancarkannya?
Mempertahankan monopoli Belanda
Menolak penindasan VOC dan mempertahankan harga diri bangsa
Melindungi rakyat
Melindungi Portugis
Semangat untuk mencerdaskan pribumi
Pusaka spiritual yang menyatukan doa, keyakinan, dan perjuangan. Di Perang Jawa (1825–1830), menjadi simbol jihad melawan penindasan kolonial, adalah...
Keris
Kujang
Badik
Bambu Runcing
Kapak
Senjata khas Nusantara, terutama dari tanah Sulawesi, yang lekat dengan makna kehormatan, keberanian, dan martabat...
(a)
Ia bukan sekadar senjata, melainkan ikon tekad bahwa kebebasan bangsa tidak bisa dibeli dengan kecanggihan teknologi, melainkan diperjuangkan dengan keberanian hati
(a)
Ironi dari ilustrasi tanam paksa yang ditampilkan dalam ruang pamer adalah...
Rakyat makan gula berlimpah
Rakyat kelaparan, Eropa menikmati kemanisan
Belanda miskin, rakyat kaya
Sultan menguasai ekspor gula
Gula dijual murah di Jawa
Panel dengan judul "Jalan Raya atau Jalan Derita" adalah potret pahit relasi kekuasaan dan penderitaan yang tak terlihat dari prasasti jalan. Dana upah pembangunan seharusnya disalurkan melalui…
Sultan
Bupati lokal
VOC
Pekerja langsung
Militer Belanda
