wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Jejak Kolonialisme dan Api Perlawanan Bangsa

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Di ruang pamer pertama, kalian melihat ilustrasi pembangunan "Jalan Tol Pertama" Nusantara. Jalan ini sering dipuji sebagai karya besar Daendels, tapi kalian juga membaca keterangan tentang kerja paksa berlapis. Apa maksud yang kalian tangkap dari kutipan tersebut?

a)

Karya besar Daendels yang sepenuhnya membawa kesejahteraan dan membebaskan rakyat dari kesengsaraan

b)

Pembangunan jalan raya sebagai simbol modernisasi, namun menutupi penderitaan rakyat yang menjadi korban kerja paksa

c)

Penindasan kekuasaan kolonial dari atas dan pengkhianatan elit lokal dari bawah

d)

Kemajuan infrastruktur kolonial yang hanya dimungkinkan melalui kerja sama tulus antara rakyat dan penguasa asing.

e)

Jalan raya pertama sebagai bukti harmoni kolonialisme yang mempersatukan kepentingan Belanda dan pribumi

2.

Di sudut lain dalam ruang pamer pertama, terpampang ilustrasi perkebunan tebu. Disebutkan bahwa kemewahan manisnya gula bangsawan Eropa, dibayar dengan peluh, kelaparan dan penderitaan petani Nusantara. Apa dampak paling serius dari kebijakan ini?

a)

Krisis pangan besar, menelan banyak korban jiwa

b)

Peningkatan produksi gula lokal yang justru memperkaya para petani kecil Nusantara

c)

Terbukanya peluang perdagangan bebas yang memberi keuntungan setara bagi Belanda dan pribumi

d)

Munculnya kemakmuran merata karena hasil tebu dipakai untuk kebutuhan dalam negeri

e)

Percepatan modernisasi desa berkat teknologi perkebunan yang dibawa bangsa Eropa

3.

Ketika kalian mendekati diorama Perang Pattimura (Perang Saparua, 1817). Terlihat rakyat Maluku yang dipimpin oleh Kapitan Pattimura (Thomas Matulessy) sedang menyerang Benteng Duurstede di Saparua, Maluku. Apa makna simbolis dari peristiwa ini?

a)

Simbol perlawanan rakyat Maluku terhadap penindasan kolonial dengan berani dan tekad mempertahankan harga diri bangsa

b)

Bukti keberhasilan kolonial Belanda dalam mempersatukan rakyat Maluku melalui pembangunan benteng

c)

Lambang keharmonisan antara pasukan Belanda dan masyarakat lokal dalam menjaga keamanan wilayah

d)

Pertanda awal runtuhnya persatuan rakyat Maluku akibat perselisihan internal di kalangan pejuang

e)

Simbol kemenangan penuh Belanda yang membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh Maluku

4.

Dalam ruang pamer kedua, kalian menemukan potret Diponegoro. Ia membakar api perlawanan melalui Perang Jawa (1825–1830). Sebagai sosok yang kharismatik, ia berhasil menghimpun kekuatan rakyat, bangsawan hingga ulama. Apa alasan utama kebangkitan perlawanan Diponegoro?

a)

Dorongan Belanda untuk memberi kesempatan bangsawan Jawa memperluas kekuasaan politik mereka

b)

Tanah leluhurnya diganggu, rakyatnya ditindas oleh pajak dan monopoli

c)

Keinginan Diponegoro untuk menjalin aliansi dagang baru dengan bangsa Eropa demi kesejahteraan rakyat

d)

Persaingan damai antara ulama dan Belanda dalam memperluas jaringan pendidikan pesantren

e)

Perlawanan terhadap kemewahan istana Jawa yang justru didukung penuh oleh pemerintah kolonial

5.

Di dekat potret Tuanku Imam Bonjol, tampak lukisan Teuku Umar. Ia dikenal karena kecerdikan strategi perangnya melawan Belanda, apa itu?

a)

Berpura-pura bekerja sama dengan Belanda untuk mendapatkan senjata dan logistik lalu kembali ke rakyat Aceh dengan kekuatan lebih besar

b)

Menjalin hubungan dagang damai dengan Belanda agar rakyat Aceh memperoleh akses pendidikan dan kesehatan modern

c)

Mengajak Belanda berunding di meja diplomasi demi tercapainya perjanjian pembagian wilayah yang adil

d)

Meminta perlindungan langsung dari Kesultanan Ottoman agar Belanda takut dan mundur dari Aceh

e)

Menyusup sebagai pegawai kolonial untuk mengatur administrasi pajak dan mengurangi beban rakyat Aceh dari dalam

6.

Tak jauh dari potret Dewi Sartika, kalian akan melihat RA Kartini dengan kutipannya ‘Habis gelap terbitlah terang’. Dari keterangan pameran, api perjuangan Kartini adalah...

a)

Api pengetahuan, yang membakar semangat generasi untuk meruntuhkan kebodohan dan ketidakadilan

b)

Api persaingan, yang membuat kaum perempuan berebut kekuasaan politik dengan kaum laki-laki di Jawa

c)

Api kebangsaan, yang menuntut penghapusan semua pengaruh budaya Barat dari kehidupan pribumi

d)

Api perdagangan, yang mendorong perempuan untuk bersaing dalam dunia bisnis kolonial Belanda

e)

Api perpecahan, yang memperuncing konflik sosial antara bangsawan dan rakyat jelata

7.

Apa julukan yang terkenal dari potret ini?

(a)  

8.

Apa pekikan lantang dari sosok ini?

a)

Hidup tidak menyerah, walau setetes darah terakhir!

b)

Perang adalah tipu daya

c)

Damai selalu bersama penjajah, demi ketenangan negeri

d)

Setia pada raja, meski rakyat harus berkorban tanpa henti

e)

Segala penderitaan rakyat adalah takdir, tak perlu dilawan

9.

Ketika kalian berada di ruang pamer pertama, kalian akan menjumpai panel tentang kapal Phinisi. Kapal ini dipamerkan sebagai simbol bahwa laut bukan sekadar jalur dagang, melainkan?

a)

Arena mempertahankan harga diri bangsa

b)

Tempat wisata romantis bagi pedagang Belanda dan pribumi

c)

Arena perlombaan olahraga laut untuk menghibur para penguasa

d)

Simbol keterampilan maritim Nusantara

e)

Jalan sunyi menuju harmoni spiritual antara manusia dan samudra

10.

Ilustrasi Genosida di Banda adalah tindakan paling kejam dalam sejarah VOC. Dari sekitar 15.000 penduduk asli, hanya ratusan yang tersisa, selebihnya dibunuh atau diperjualbelikan sebagai budak. Benar atau salah?

(a)  

11.

RA Kartini dan Dewi Sartika sama-sama berjuang melalui bidang pendidikan, benar atau salah?

(a)  

12.

Dari ruang pamer pertama, apa benang merah yang bisa kalian tarik?

a)

Kolonialisme membawa pembangunan tanpa masalah

b)

Kolonialisme sarat penindasan, eksploitasi, dan penderitaan rakyat

c)

Rakyat bebas berdagang dan sejahtera

d)

Belanda selalu adil pada rakyat

e)

Kebijakan kolonial membawa kesengsaraan

13.

Potret Imam Bonjol tampil gagah. Apa fokus utama perjuangannya?

a)

Perlawanan Padri di Sumatra Barat melawan Belanda

b)

Perdagangan rempah

c)

Membantu VOC

d)

Aliansi dengan Portugis

e)

Menjadi pejabat Belanda

14.

Dalam sebuah lukisan dengan judul "Bayang Elit, Bayang Rakyat" merepresentasikan suasana rumah bangsawan Jawa dengan penuh ornamen yang menegaskan status sosial tinggi. Benar atau salah?

(a)  

15.

Senjata apa yang bisa kamu temukan di ruang pamer pertama, yang menjadi simbol kekuatan VOC untuk menebar teror, meruntuhkan dinding kota, serta mematahkan perlawanan yang bersenjata sederhana.

(a)  

16.

Ironi Waterlooplein adalah...

a)

Dibangun di atas keraton yang hancur

b)

Dibiayai hasil eksploitasi tanam paksa

c)

Menjadi lapangan latihan rakyat

d)

Pusat pasar pribumi

e)

Lapangan perang rakyat

17.

Warna pakaian Diponegoro dalam panel berjudul "Api Perlawanan di tanah Jawa" melambangkan...

a)

Kemewahan kerajaan

b)

Kesucian dan keteguhan iman

c)

Keberanian perang

d)

Kejayaan militer

e)

Kekuasaan politik

18.

Dalam lukisan di ruang pamer pertama, Pangeran Diponegoro digambarkan menaiki...

a)

Kuda putih

b)

Kuda hitam

c)

Kereta kuda

d)

Gajah perang

e)

Duduk di tandu

19.
  1. Perlawanan Aceh dipicu oleh keyakinan…

a)

Nasionalisme modern

b)

Jihad fi sabilillah

c)

Solidaritas rempah

d)

Persatuan Asia

e)

Hubungan dagang

20.

Ketika kalian melihat potret dari Pattimura, semangat juang seperti apa yang dipancarkannya?

a)

Mempertahankan monopoli Belanda

b)

Menolak penindasan VOC dan mempertahankan harga diri bangsa

c)

Melindungi rakyat

d)

Melindungi Portugis

e)

Semangat untuk mencerdaskan pribumi

21.

Pusaka spiritual yang menyatukan doa, keyakinan, dan perjuangan. Di Perang Jawa (1825–1830), menjadi simbol jihad melawan penindasan kolonial, adalah...

a)

Keris

b)

Kujang

c)

Badik

d)

Bambu Runcing

e)

Kapak

22.

Senjata khas Nusantara, terutama dari tanah Sulawesi, yang lekat dengan makna kehormatan, keberanian, dan martabat...

(a)  

23.

Ia bukan sekadar senjata, melainkan ikon tekad bahwa kebebasan bangsa tidak bisa dibeli dengan kecanggihan teknologi, melainkan diperjuangkan dengan keberanian hati

(a)  

24.

Ironi dari ilustrasi tanam paksa yang ditampilkan dalam ruang pamer adalah...

a)

Rakyat makan gula berlimpah

b)

Rakyat kelaparan, Eropa menikmati kemanisan

c)

Belanda miskin, rakyat kaya

d)

Sultan menguasai ekspor gula

e)
  1. Gula dijual murah di Jawa

25.

Panel dengan judul "Jalan Raya atau Jalan Derita" adalah potret pahit relasi kekuasaan dan penderitaan yang tak terlihat dari prasasti jalan. Dana upah pembangunan seharusnya disalurkan melalui…

a)

Sultan

b)

Bupati lokal

c)

VOC

d)

Pekerja langsung

e)

Militer Belanda