wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Geografi Pertanian

Total questions: 12

Worksheet time: 6mins

Name
Class
Date
1.

Perbedaan sistem tradisional dan modern dapat dilihat dari sumber input. Input dominan tradisional adalah …

a)

Benih impor dan pupuk sintetis

b)

Tenaga kerja keluarga dan kearifan lokal

c)

Teknologi mekanisasi dan drone

d)

Modal finansial global

e)

Pestisida buatan

2.

Revolusi Hijau membawa perubahan signifikan pada sistem pertanian modern di Indonesia. Namun, salah satu kritik utama terhadapnya adalah …

a)

Meningkatkan ketahanan pangan berkelanjutan

b)

Mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida

c)

Menurunkan kesuburan tanah dan ketergantungan pada input eksternal

d)

Memperkuat peran kearifan lokal dalam budidaya

e)

Mengurangi produksi padi nasional

3.

Dalam perspektif Geografi, sistem pertanian tradisional seperti subak di Bali tidak hanya berfungsi sebagai sistem irigasi, tetapi juga …

a)

Sistem perdagangan internasional

b)

Sistem sosial-budaya berbasis gotong royong

c)

Sistem agribisnis modern berbasis ekspor

d)

Sistem ekonomi kapitalis murni

e)

Sistem pemasaran hasil pertanian digital

4.

Salah satu ciri khas sistem pertanian tradisional di Indonesia adalah …

a)

Mekanisasi penuh dengan traktor

b)

Menggunakan benih unggul hasil riset modern

c)

Mengandalkan kearifan lokal seperti subak

d)

Monokultur dominan

e)

Orientasi ekspor

5.

Pertanian modern berbasis digital (smart farming) dapat meningkatkan efisiensi produksi. Namun, dalam konteks pembangunan berkelanjutan, tantangan terbesarnya adalah …

a)

Rendahnya akses terhadap teknologi di daerah perkotaan

b)

Keterbatasan lahan subur di wilayah pesisir

c)

Kesenjangan akses teknologi antara petani kecil dan korporasi besar

d)

Meningkatnya tradisi lokal yang menolak modernisasi

e)

Berkurangnya peluang ekspor hasil pertanian

6.

Pertanian tradisional biasanya mengandalkan pola tanam musiman, sedangkan pertanian modern cenderung menggunakan pola tanam intensif sepanjang tahun. Dalam konteks geografi lingkungan, apa implikasi utama dari intensifikasi tersebut?

a)

Meningkatkan keanekaragaman hayati di lahan pertanian

b)

Menurunkan risiko degradasi tanah akibat erosi

c)

Meningkatkan tekanan ekologis karena penggunaan pupuk dan air yang berlebihan

d)

Mengurangi emisi karbon dari sektor pertanian

e)

Memperkuat ikatan sosial antarpetani

7.

Penggunaan drone dalam pertanian modern memiliki tujuan utama …

a)

Meningkatkan keindahan pola tanam

b)

Memudahkan pengawasan lahan dan distribusi input pertanian

c)

Mengurangi kebutuhan air di lahan sawah

d)

Menggantikan peran petani dalam pengambilan keputusan

e)

Menghapus tradisi lokal dalam bertani

8.

Seorang peneliti menemukan bahwa di Kalimantan, lahan sawit modern memberikan hasil ekonomi yang tinggi tetapi menurunkan kualitas ekosistem sungai. Sementara itu, lahan padi tradisional memberikan hasil yang lebih rendah namun menjaga keanekaragaman hayati. Jika dilihat dari prinsip pembangunan berkelanjutan, keputusan yang paling tepat bagi pemerintah adalah …

a)

Melarang seluruh bentuk perkebunan sawit di Kalimantan

b)

Meningkatkan intensifikasi sawit untuk memenuhi pasar global

c)

Mengganti semua lahan tradisional dengan sistem pertanian modern

d)

Menghapus program diversifikasi pertanian

e)

Mencari model pertanian terpadu yang mampu menggabungkan produktivitas modern dengan keberlanjutan ekologi tradisional

9.

Seorang peneliti memetakan sistem pertanian di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menemukan bahwa petani masih sangat bergantung pada pola hujan musiman (rainfed farming). Sementara itu, di Pulau Jawa banyak petani sudah menggunakan sistem irigasi modern. Perbedaan utama ini mencerminkan …

a)

Variasi spasial dalam ketersediaan sumber daya air

b)

Kesamaan tingkat mekanisasi antara Jawa dan NTT

c)

Tidak adanya pengaruh iklim terhadap pola pertanian

d)

Kelebihan produksi pangan di NTT dibanding Jawa

e)

Minimnya peran geografi dalam mengkaji pertanian

10.

Pemerintah mendorong pengembangan pertanian modern berbasis precision farming di lahan sawah Jawa. Namun, sebagian petani kecil mengalami kesulitan beradaptasi. Jika dilihat dari perspektif geografi pembangunan, fenomena ini mencerminkan …

a)

Meratanya keterampilan petani kecil dalam menguasai teknologi

b)

Tidak adanya hubungan antara pembangunan pertanian dan faktor sosial

c)

Kemampuan petani kecil menyaingi korporasi global

d)

Adanya disparitas akses teknologi dan modal antar kelompok petani

e)

Hilangnya pengaruh iklim terhadap pola tanam

11.

Di Bali, sistem subak tidak hanya berfungsi sebagai pengelolaan air tetapi juga mengandung nilai budaya dan spiritual. Jika sistem ini digantikan oleh pertanian modern berbasis irigasi pompa, maka risiko sosial-ekologis yang mungkin terjadi adalah …

a)

Peningkatan solidaritas antarpetani karena penggunaan mesin bersama

b)

Berkurangnya produksi padi karena irigasi pompa lebih efisien

c)

Hilangnya identitas budaya lokal dan potensi degradasi ekosistem air

d)

Tumbuhnya inovasi baru dalam kearifan lokal

e)

Hilangnya konflik perebutan air antarpetani

12.

Petani di daerah aliran sungai (DAS) Citarum menggunakan pupuk kimia secara berlebihan dalam sistem pertanian modern. Dampak utama yang harus diwaspadai menurut kajian geografi hidrologi adalah …

a)

Peningkatan kualitas air sungai karena nutrisi bertambah

b)

Berkurangnya potensi banjir di daerah hilir

c)

Peningkatan keanekaragaman hayati akuatik

d)

Berkurangnya sedimentasi di sungai

e)

Terbentuknya eutrofikasi dan pencemaran air yang memengaruhi ekosistem sungai