WorksheetsKuis Neurologi
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
Di bawah ini yang merupakan kerja dari otot superior oblique adalah....
Aksi primernya adalah elevasi bola mata dan sekunder intorsi
Aksi primer depresi bola mata dan sekunder ekstorsi
Aksi primer elevasi bola mata dan aksi sekunder ekstorsi
Aksi primer depresi bola mata dan sekunder intorsi
Aksi primer depresi bola mata dan sekunder adduksi
Laki laki berusia 44 tahun mengalami pusing berayun dan mengalami nistagmus
bidireksional yang menghilang dalam 60 detik. Kemudian dilakukan pemeriksaan
Dix-Hallpike arah nistagmus yang timbul Atipikal. Apa Langkah pengelolaan
selanjutnya pada pasien tersebut?
Manuver Apley
Manuver Semont
Ct Scan Kepala/ MRI
TCD untuk menilai IVM
Manuver Modifikasi Yocovino
Seorang wanita, 36 tahun, mengalami vertigo episodic dalam 1 tahun ini, disertai mual muntah, mendenging pada kedua telinga, rasa penuh pada telinga dan penurunan pendengaran. Pasien diusulkan pemeriksaan audiometri dengan dugaan meniere
disease. Kemungkinan hasil audiometri pada pasien tersebut adalah .....
Tuli konduksi pada nada rendah
Tuli konduksi pada nada tinggi
Tuli sensorik pada nada rendah
Tuli sensorik pada nada tinggi
Tuli campuran
Di bawah ini yang merupakan cara kerja dari muskulus rektus inferior adalah:
Aksi primernya elevasi bola mata dan aksi sekundernya ekstorsi bola mata
Aksi primernya depresi bola mata dan aksi sekundernya ekstorsi bola mata
Aksi primernya elevasi bola mata dan sekundernya adalah intorsi bola mata
Aksi primernya adalah depresi bola mata dan sekundernya adduksi bola mata
Aksi primernya adalah depresi bola mata dan sekundernya adalah intorsi bola mata
Pasien dengan pusing berputar durasi < 1 menit, pada pemeriksaan dix hiplike
negative, dilakukan supine roll test didapatkan nistagmus memberat horizontal ke
kanan, pada BPPV kanalolitiasis lateral kanan didapatkan hasil :
Nistagmus geotropic memberat ke kanan
Nistagmus geotropic memberat ke kiri
Nistagmus apotropic memberat ke kanan
Nistagmus apotropic memberat ke kiri
Bidireksional
Pasien dengan keluhan tidak dapat melihat sisi kanan pada kedua mata, jika ingin
melihat, pasien harus memalingkan badan ke kiri. Hasil pemeriksaan didapatkan
homianopia homonim kongruen dengan macular sparing. Dimanakah letak lesi :
Lobus oksipital kiri
Lobus oksipital kanan
Lobus Parietal kiri
Tractus optikus kanan
Tractus optikus kiri
Seorang pramugari sering mengeluh nyeri di daerah mata sebelah kiri dan disertai pandangan dobel. Dia juga merasakan nyeri di sekitar mata kiri sampai ke dahi. Saat serangan muncul mendadak, dan pramugari tersebut merasa tidak ada faktor yang
memicu timbulnya serangan. Diagnosis yang paling mungkin adalah :
Sindroma Tolosa-Hunt
Hemikrania paroksismal
SUNCT
Migrain oftalmoplegik
Nyeri kepala klister
Otot manakah di bawah ini yang TIDAK diinervasi oleh nervus okulomotorius:
Rektus superior
Inferior oblique
Rektus lateral
Rektus inferior
Rektus medial
Wanita, 32 tahun, nyeri kepala seperti terikat, sejak 9 bulan yg lalu, frekuensi
3x/minggu. Nyeri berlangsung sekitar 3 jam. Apakah kemungkinan diagnosisnya:
Infrequent TTH
Frequent TTH
Episodic TTH
Chronic TTH
Fluctuating TTH
Wanita, 30 tahun, nyeri kepala berdenyut di sebelah kiri sejak 2 bulan yg lalu, durasi 3
jam, frekuensi 3x/minggu, memberat dg istirahat. Tidak didapatkan defisit neurologis.
Nyeri kepala disertai silau. Oleh dokter, px diberi obat asam valproat. Manakah Gg
merupakan alasan diberikan asam valproat?
Frekuensi 3x/minggu
Usia < 40 tahun
Durasi > 2 jam
Onset > 1 bulan
Nyeri disertai silau
Pasien laki-laki , 45 tahun, merasakan nyeri kepala yang sangat hebat selama
hidupnya. Pasien juga merasakan mual dan pandangan kabur. Pada pemeriksaan
didapatkan diplopia, ptosis pada mata kanan, dan pupil dilatasi. Penyebab terjadinya
kasus di atas adalah....
Aneurisma arteri komunikan anterior
Aneurisma arteri komunikan posterior
Aneurisma arteri serebri posterior
Aneurisma arteri serebeli superior
Aneurisma arteri serebri media
Seorang pria, 32 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan nyeri kepala sebelah kanan sudah berlangsung 5 bulan terakhir dan berulang . Keluhan dirasakan sangat nyeri hingga mengganggu pekerjaan. Ketika serangan nyeri kepala disertai mata bengkak dan merah, air mata yang berlebihan. Pada pemeriksaan Fisik dan CT Scan Kepala tanpa kontras tidak ditemukan kelainan. Apakah obat profilaksis yang paling sesuai pada kasus ini pada saat serangan adalah:
Acetaminophen
Verapamil
Sumatriptan
NSAID
Flunarizin
Seorang wanita, 35 tahun, datang ke poli saraf dengan keluhan nyeri kepala sebelah kiri berdenyut sudah berlangsung 6 bulan terakhir dan berulang lebih dari 5x. Keluhan dirasakan hingga mengganggu pekerjaan. Keluhan kadang disertai mual, muntah dan fotophobia. Pada pemeriksaan fisik dan CT Scan Kepala tanpa kontras tidak ditemukan kelaianan. Obat spesifik apakah yang paling sesuai dengan kasus ini pada saat serangan?
Acetaminophen
NSAID
Asam valproate
Sumatriptan
Flunarizin
Seorang pria 42 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala mendadak dan berat disertai dengan muntah. Nyeri kepala mencapai puncaknya dalam waktu 5 detik. Riwayat nyeri kepala sebelumnya tidak ada. Pada pemeriksaan neurologis dalam batas normal. Pasien mengatakan nyeri kepala terjadi pada saat aktivitas seksual.
Carotid artery dissection
Pseudotumor cerebri
Glioblastoma multiforme
Thunderclap headache
Intracranial hypotension
Seorang pramugari sering mengeluh nyeri di daerah mata sebelah kiri dan disertai pandangan dobel. Dia juga merasakan nyeri di sekitar mata kiri sampai ke dahi. Saat serangan muncul mendadak, dan pramugari tersebut merasa tidak ada faktor yang
memicu timbulnya serangan. Diagnosis yang paling mungkin adalah :
Sindroma Tolosa-Hunt
Hemikrania paroksismal
SUNCT
Migrain oftalmoplegik
Nyeri kepala klister
Seorang wanita berusia 47 tahun datang ke unit gawat darurat karena nyeri punggung yang semakin parah selama 2 minggu terakhir. Ia tidak dapat melakukan pekerjaan sehari-hari. Satu bulan yang lalu, ia terjatuh dan mengalami cedera punggung saat bekerja di kebun. Nyeri mereda dengan acetaminophen yang dijual bebas. Ia menjalani mastektomi kiri 1 tahun yang lalu karena kanker payudara. Ia memiliki diabetes melitus tipe 2. Obat-obat yang dikonsumsi saat ini termasuk metformin, sitagliptin, dan multivitamin. Ia tampak tidak nyaman. Suhu tubuhnya adalah 38,9°C
(102,0°F), nadi 101 kali/menit, dan tekanan darah 110/80 mm Hg. Pemeriksaan punggung menunjukkan nyeri tekan pada vertebra torakal. Ia memiliki sedikit
kekakuan pada fleksi leher. Kekuatan otot menurun pada ekstremitas bawah. Refleks tendon dalam adalah 2+ di kedua sisi. Sensasi terhadap nyeri, sentuhan halus, suhu, dan propriosepsi utuh. Konsentrasi hemoglobin adalah 13,1 g/dL dan jumlah leukosit
19.300/mm3. Langkah selanjutnya yang paling tepat dalam manajemen pasien ini apa?
Ibuprofen therapy and bed rest
X-ray of the spine
Methylprednisone therapy
Vancomycin and nafcillin therapy
MRI of the spine
Seorang pasien datang dengan perdarahan subarachnoid dan mengalami endovascular
coiling dari aneurisma yang pecah. Dia menjalani perjalanan yang rumit di ICU, tetap diintubasi dengan ventilasi mekanis dan dengan tekanan intrakranial yang tinggi. Pada hari ke 7 pemeriksaan neurologisnya memburuk dan diperoleh angiogram dan
ditunjukkan pada Gambar. Manakah diagnosis yang paling mungkin?
Oklusi emboli MCA kanan
ekstravasasi kontras
Diseksi arteri karotis intrakranial
Pasien ini mengalami moyamoya
Vasospasme
Seorang pria berusia 62 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena riwayat 2 jam kelemahan sisi kiri tubuh dan kebocoran urin secara tidak sengaja. Dia memiliki
riwayat diabetes mellitus tipe 2 dan hiperlipidemia selama 15 tahun yang diobati dengan metformin dan atorvastatin. Dia melaporkan telah mengalami episode serupa dua tahun yang lalu. Pemeriksaan neurologis menunjukkan hemiparesis sisi kiri dan penurunan sensasi. Anomali neurologis lebih menonjol di ekstremitas bawah kiri dibandingkan dengan ekstremitas atas kiri. Dia terorientasi terhadap waktu, tempat, dan orang. Manakah dari pembuluh yang diberi label dalam citra angiografi MR otak
normal yang kemungkinan besar teroklusi pada pasien ini?
A
B
C
D
E
Anda dikonsultasi oleh wanita, 79 tahun dengan hilangnya memori signifikan setelah
prosedur medis tanpa komplikasi. Anda mencurigai transient global amnesia.
Kelainan tersebut secara tipikal dapat mengenai aspek memori?
Memori Jangka Pendek (Recent)
Memori Jangka Panjang (Remote)
Memori Immediate
Memori Prosedural
Identitas Personal
Anda dipanggil untuk memeriksa pada pasien laki-laki 79 tahun yang sebelumnya baik-baik saja kemudian menjalani operasi penggantian lutut total kemarin. Perawat menyampaikan bahwa level kesadaran berfluktuasi dan juga berbicara tidak jelas,
sangat mengantuk beberapa kali dan menyebutkan adanya melihat mata berwarna yang sangat besar pada dinding yang dilihatnya. Manakah berikut ini yang paling mungkin dapat menjelaskan kondisi tersebut?
Demensia
Kejang lobus occipital
Delirium
Stroke sirkulasi posterior
Schizophrenia
Immediate recall (digit span forward) paling terpengaruh pada kondisi berikut ini?
Wernicke Disease
Korsakoff Disease
Transient Global Amnesia
Depresi Mayor
MCI
Laki-laki 76 tahun dengan diagnosis klinis demensia alzheimer dibawa ke kantor oleh anaknya. Mereka telah membaca beberapa sumber tentang demensia alzheimer dan pengobatannya dan telah memiliki banyak pertanyaan. Manakah berikut ini yang
bukan acetylcolinesterase inhibitor yang digunakan untuk demensia alzheimer?
Rivastigmmine
Tacrine
Galantamine
Donepezile
Memantine
Laki-laki 79 tahun dibawa ke kantor oleh anaknya. Anaknya mengatakan bahwa semakin lama ayahnya semakin bingung, meskipun periode kebingungan berfluktuasi. Beberapa hari pasien tampak lebih baik dari biasanya. Dia sering mengeluhkan adanya tupai dan tikus pada kasurnya. Pada pemeriksaan didapatkan adanya bradikinesia dan anda melihat adanya tremor istirahat halus pada kedua tangan.
Manakah diagnosa anda yang paling mungkin?
Penyakit Parkinson
Penyakit Pick
PSP
Penyakit Alzheimer
Demensia Lewy Bodies
Laki-laki 9 tahun dibawa orang tuanya ke klinik, dikeluhkan 2 tahun terakhir pasien memiliki gestur dan tingkah laku multipel. Orang tuanya frustrasi pasien akan terus seperti itu. Guru di sekolahnya mengeluh pasien mengganggu temannya, dan banyak teman-temannya yang dulu tidak mau bergaul lagi. Dikeluhkan pasien menggerutu, mengendus, dan mengeluarkan suara aneh yang seperti suara ayam. Pasien juga sering mengedipkan mata, menepuk lengan dan mengangkat bahu. Pasien bisa menahan suara atau gerakannya namun hanya untuk beberapa waktu, kemudian dia harus melakukannya dan merasa lebih baik setelah dilakukan. Selain gerakan abnormal dan vokalisasi, pemeriksaan lain dalam batas normal. Strategi tatalaksana yang biasanya tidak digunakan pada pasien dengan penyakit ini adalah?
Clonidine
Risperidone atau terapi antipsikotik atipikal lain
Habit-reversal therap
Haloperidol atau terapi antipsikotik tipikal lain
Levodopa
Laki-laki 53 tahun, datang dengan keluhan utama sakit kepala sejak 7 hari kejang, sejak 3 jam yang lalu, lama 15menit, tonik klonik, saat kejang tidak sadar, sejak 7 hari yang lalu pasien panas tinggi, sakit kepala dan bicara melantur, dari pemeriksaan didapatkan GCS 445, suhu 38,9 C kernig sign positif, motorik lateralisasi tidak ada, riwayat terapi ke dokter umum. Patogenesis pada meningoencefalitis bakteria, yang bertindak sebagai mediator proinflamatori antara lain kecuali….
TNF
IL -1
MIP
IL -4
IL-10
Laki-laki 60 tahun dengan keluhan sakit kepala sejak 3 hari, panas sumer sejak 2 hari,
kejang 1 kali tonik klonik, pemeriksaan GCS 446 didapatkan kaku kuduk, tanpa lateralisasi. Beberapa ciri meningitis aseptis di bawah ini kecuali....
Sifat akut
Tidak didapatkan bakteri dari kultur maupun hapusan
Hasil LCS dominan MN
Didapatkan fokus parameningeal
Self limited disease
Laki-laki 27 tahun dengan berat badan 69,5 kg datang ke unit gawat darurat dengan kelemahan keempat tungkai dimulai dari ujung jari kaki selama 3 hari terakhir dan sesak napas. Laju pernapasan 25 kali per menit. HR 100 kali per menit. Radiografi dada negatif untuk pneumonia. Kapasitas vital pasien 1.050 mL; tekanan inspirasi -20 cm H2O; dan tekanan ekspirasi 30 cm H2O. Pasien kemudian dilakukan Lumbal
Pungsi, temuan LCS yang mendukung diagnostik adalah….
Ditemukan adanya sel blast
Ditemukan pleiositosis
Ditemukan Hasil Nonne Pandy Positif
Ditemukan peningkatan protein
Ditemukan Aquaporin-4
Laki-laki usia 30 tahun, suku batak, mengalami kejang berulang tubuh sejak 1 hari yang lalu. Kejang diawali dengan kaku seluruh tubuh selama 20 detik, diikuti dengan kelonjotan seluruh tubuh selama 2 menit. Saat kejang dan setelah kejang pasien tidak sadar. Ini merupakan kejang pertama. Satu minggu sebelumnya pasien mengalami demam yang tidak terlalu tinggi, tidak disertai batuk dan flu. Pasien juga mengeluh nyeri pada kepala. Kebiasan makan daging babi setengah matang. Hasil Pemeriksaan Fisik : Vital sign Normal, Suhu : 37,8, Respirasi : 20x/menit status neurologi normal. Hasil pencitraan MRI didapatkan adanya gambaran lesi cystic dengan scolex . Maka
diagnosis yang tepat pada kasus diatas...
Toksoplasma serebri
Crytococcus serebri
Neurocystisikosis
Tuberculoma serebri
Malaria serebri
Seorang perempuan berusia 25 tahun dibawa ke IGD karena penurunan kesadaran. Penurunan kesadaran terjadi bertahap sejak 1 hari sebelumnya, awalnya pasien berbicara melantur dan saat ini sulit diajak komunikasi . Pasien demam tinggi sejak 1 minggu yang lalu disertai nyeri kepala berat dan nyeri sendi. Saat di IGD pasien kejang selama 1 menit, kelojotan seluruh tubuh. Tidak pernah ada riwayat kejang
sebelumnya.Tatalaksana medikamentosa awal untuk kejang pada kasus yang paling tepat adalah :
Diazepam IV dilanjutkan dengan fenitoin
Diazepam IV dan observasi bila ada kejang berikutnya
Levetiracetam loading dose dilanjutkan maintenance
Fenitoin loading dose dilanjutkan maintenance
Asam valproate loading dose dilanjutkan maintenance
Seorang perempuan berusia 25 tahun dibawa ke IGD karena penurunan kesadaran. Penurunan kesadaran terjadi bertahap sejak 1 hari sebelumnya, awalnya pasien berbicara melantur dan saat ini sulit diajak komunikasi . Pasien demam tinggi sejak 1
minggu yang lalu disertai nyeri kepala berat dan nyeri sendi. Saat di IGD pasien kejang selama 1 menit, kelojotan seluruh tubuh. Tidak pernah ada riwayat kejang sebelumnya.Di bawah ini bukan termasuk kemungkinan penyebab kejang pada kasus
adalah :
Pemberian antibiotik
Peningkatan TIK
Iritasi korteks
Demam tinggi
Respon inflamasi
Perempuan, 12 tahun, kinan, ras Kaukasian datang ke rumah sakit. Pasien ini mengalami infeksi saluran napas atas yang ringan 2 minggu yang lalu dan setelah 4 hari mengeluhkan nyeri kepala, demam, pandangan kabur, kesulitan berjalan, dan parestesia pada ekstremitasnya. Gambar 7.6 dan 7.7 menunjukkan hasil MRI kepala pasien pada hasil pemeriksaan didapatkan papilitis bilateral, ataksia, dan Babinski bilateral. Pasien mengalami demam dan kebingungan. Gambaran analisa LCS menunjukkan pleositosis limfositik dan negative oligoclonal banding. Sindrom ini
sesuai dengan:
Relapsing-remitting multipel sklerosis
Acute disseminated encephalomyelitis
Hemorrhagic Leukoencephalopathy of Weston Hurst
Balo’s concentric sclerosis
Meningitis viral
Laki-laki nyeri dan lemah kedua tungkai kekuatan 4/4, hipestesi. Grade Asia?
ASIA C Thoracal X
ASIA D Thoracal X
ASIA C Thoracal XII
ASIA A Thoracal XII
ASIA A Thoracal X
Seorang wanita berusia berusia 68 tahun dikonsulkan ke poliklinik Neurologi dari ruangan ICU dikarenakan tampak gerakan berkedut pada kedua tangan dan lengan, wajah sisi kiri, serta ekstremitas kanan bawah. Gerakan ini muncul 3 hari setelah pasien mengalami Return of Spontaneous Circulation (ROSC) setelah dilakukan RJP akibat henti jantung. Apakah jenis gangguan gerak pada kasus ini?
Mioklonus propiospinal
Mioklonus subkortikal
Mioklonus segmental
Mioklonus kortikal
Mioklonus perifer
Pasien laki-laki, usia 18 tahun datang dengan kondisi tidak sadar dan kejang sebanyak 3x, lama kejang 5 menit, sebelum kejang sadar, saat kejang dan setelah kejang tidak sadar. Kejang diawali dengan mata dan kepala ke kiri diikuti dengan kelojotan 4 anggota gerak dan mulut berbusa. Pasien memiliki riwayat kejang sebelumnya, pasien konsumsi carbamazepine, tetapi tidak rutin konsumsi obat 1 minggu ini Pada
pemeriksaan fisik didapatkan: GCS E2M5V2 TD: 120/80 mmHG, RR: 20x permenit, nadi 100, T : 36.5 lateralisasi negatif Babinski negatif. Pasien telah dilakukan
stabilisasi dan injeksi diazepam 2 kali, tetapi pasien masih kejang. Apa tatalaksana selanjutnya yang tepat pada kasus ini, kecuali?
Asam Valproat oral 40 mg/Kgbb
Fenitoin IV (15-18 mg/Kgbb)
Levetiracetam oral (60mg/ Kgbb)
Fenobarbital IV (15 mg/Kgbb)
Midazolam IV (0.2mg/kgbb)
Seorang laki-laki, 18 tahun dirawat di ruang intensif karena mengalami penurunan kesadaran secara tiba-tiba setelah kecelakaan bermotor 14 hari yang lalu. Saat ini tanda vital dalam batas normal. Berdasarkan alloanamnesis, observasi, pemeriksaan fisik neurologis, dan pemeriksaan penunjang pasien disimpulkan mengalami lock-in- syndrome. Jika dilakukan pemeriksaan neurologis, fungsi apakah yang paling mungkin terganggu?
Gerakan bola mata vertikal
Reflek vestibulocochlear
Refleks pupil
Orientasi
Menelan
Ny. G, berusia 55 tahun dirawat di ICU dalam 1 bulan terakhir karena penurunan kesadaran dengan riwayat henti jantung. Pemeriksaan tanda vital didapatkan Sens E1M1V1 TD 120/80 mmhg, nadi 80x/menit, RR 14x/menit dengan ventilator, Suhu 36.5 C. Dokter akan melakukan tes apnue. Apa yang bukan termasuk persyarat dilakukan tes apnue?
Tekanan darah ≥ 100 mmHg walaupun dengan obat vasopresor
Refleks babinski negatif
Lazarus sign positif tidak menunda dokter melakukan tes apnue
PCO2 arterial 35- 45 mmHg
Suhu tubuh normal >36 C
Laki-laki, 54 tahun, datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan nyeri kepala sebelah kiri dan nyeri leher. Keluhan dirasakan saat pasien mengangkat beban berat. Pasien khawatir karena kelopak mata kiri terasa berat. Pada pemeriksaan, terdapat ptosis mata kiri dan pupil anisokoria terutama saat kondisi gelap dari pada terang. Apakah regimen tetes mata yang dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis kasus tersebut?
Physostigmine
Pilocarpine
Hydroxyamphetamine
Phenylepinephrine
Apraclonidine
Perempuan 55 tahun datang ke poliklinik Saraf dengan keluhan nyeri pada wajah kirinya. Nyeri hilang timbul dengan pola yang sama beberapa detik sampai 2 menit. Nyeri terasa seperti ditusuk dan rasa kesetrum. Nyeri muncul bila disentuh dan mengunyah. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan defisit neurologis. Keluhan ini sudah dirasakan dalam satu tahun terakhir. Setelah diberikan tatalaksana terapi farmakologi nyeri terasa semakin sering dan hebat. Dokter menyarankan pasien untuk melakukan terapi operatif bedah. Apakah terapi operatif yang tepat untuk kasus di
atas?
Radiofrekuensi ablasi
Gliserol Rhizolisis
Blok saraf trigeminal perifer
Gama knife
Dekompresi microvasuler
Perempuan, 25 tahun, datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan nyeri pada seluruh tubuh sejak 4 bulan yang lalu. Nyeri dirasakan terutama area pundak dan punggung. Nyeri dirasakan terus menerus. Menurut pasien akhir-akhir ini memang
pekerjaan sedang banyak. Apakah terapi yang paling tepat untuk kasus tersebut?
NSAID
Eperisone
Tizanidine
Amitriptyline
Capsaisin
Perempuan 45 tahun datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan nyeri pada saat menelan. Keluhan ini dialami penderita sejak 3 bulan yang lalu. Nyeri seperti
tersengat listrik timbul selama 10 detik ketika menelan tetapi pada saat mengunyah tidak dirasakan lagi. Nyeri sering timbul apabila penderita menguap, bersin ataupun bercerita. Keluhan panas tidak dirasakan. Pada pemeriksaan fisik dan penunjang tidak
ditemukan kelainan.Dimanakah letak lesi kasus diatas?
Distribusi motorik N IX dan N.X
Sepanjang inervasi motorik N.V
Distribusi sensorik N IX dan N.X
Sepanjang inervasi sensorik N.V
Sepanjang distribusi nervus spinalis servikalis
Laki-laki, 54 tahun, datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan nyeri kepala sisi kiri dan nyeri leher. Keluhan dirasakan saat pasien mengangkat beban berat. Pasien khawatir karena kelopak mata kiri terasa berat. Pada pemeriksaan, terdapat ptosis mata kiri dan pupil anisokor. Setelah dilakukan tes Hydroxyamphetamine 1%, tidak terdapat dilatasi pupil kiri. Dimanakah letak lesi pada kasus di atas?
Central neuron
Preganglionic Horner
Postganglionic Horner
Neuron simpatis ordo I
Neuron simpatis ordo II
Perempuan 45 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan nyeri pada saat menelan. Keluhan ini dialami penderita sejak 3 bulan. Nyeri seperti tersengat listrik
timbul selama 10 detik ketika menelan tetapi pada saat mengunyah tidak dirasakan lagi. Nyeri sering timbul apabila penderita menguap, bersin ataupun bercerita.
Keluhan panas tidak dirasakan. Pada pemeriksaan fisik dn penunjang tidak ditemukan kelainan. Apakah patofisiologi mekanisme sentral pada kasus diatas?
Aktivitas Ekstopik spontan
Sprouting kolateral neuron aferen primer
Sensitivitas terhadap kotekolamin
Hilangnya kontrol inhibisi
Ephatic Conduction
Perempuan, 44 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan kepala terasa ringan yang disertai dengan rasa tidak stabil pada saat berdiri. Nyeri kepala tidak dirasakan. Keluhan ini berlangsung 1 sampai 24 jam. Penderita sering merasakan cemas yang menyebabkan ketergantungan akan rokok. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nistagmus horizontal.Bagaimanakah patofisiologi pada keluhan pasien di atas?
Spreading wave depression
Vasospasme
Lesi N. koklearis
Berkurangnya suplai darah sehingga timbul gangguan sistem vestibuler
Pelepasan neuropeptida substansi P, Neurokinine A dan CGRP yang bersifat eksitasi pada epitel sensorik telinga
Seorang pramugari sering mengeluh nyeri di daerah mata sebelah kiri dan disertai pandangan dobel. Dia juga merasakan nyeri di sekitar mata kiri sampai ke dahi. Saat serangan muncul mendadak dan pramugari tersebut merasa tidak ada faktor yang memicu munculnya serangan. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus tersebut ?
Tolosa-Hunt sindrom
Hemikrania paroksismal
SUNCT
Migrain Optalmoplegik
Nyeri kepala Kluster
Pasien, laki-laki, 45 thn, datang berobat ke poliklinik Neurologi dengan keluhan rasa nyeri hebat, tiba-tiba, unilateral, singkat, berulang pada wajah sebelah kiri, nyeri ini dipicu jika pasien menggosok gigi, makan, mengunyah dan mencukur wajah. Apakah
kemungkinan diagnosa dan obat pilihan dari pada pasien ini ?
Glossopharingeal neuralgia dan okscarbazepin
Trigeminal neuralgia dan carbamazepin
Sindrom Tolosa Hunt dan Gabapentin
Sindrom Ramsay Hunt dan carbamazepin
Trigeminal neuralgia dan Lamotrigin
Wanita 76 th dibawa oleh anaknya dikarenakan adanya hilangnya memori progeresif dan penurunan kognitif. Anaknya sangat khawatir tentang hal ini dan juga
menyampaikan bahwa pasien kesulitan berjalan dan tampak kesulitan dengan mengangkat kaki dari lantai. Dia juga menyampaikan jika anda mungkin juga perlu
memberinya rujukan kepada urologist dikaernakan ibunya membutuhkan setidaknya pampers selama 6 blan terakhir. Apakah yang menjadi langkah pertama sebagai terapi pada pasien?
Steroid Intravena
Lumbal Pungsi
Dirujuk untuk evaluasi onkologi
Penjadwalan untuk prosedur diversi cairan CSF
Levodopa
Laki-laki 30 tahun dibawa ke klinik oleh keluarga dikarenakan adanya beberapa gejala. Satu tahun ini, pasien menggigit bibirnya pada beberapa titik hingga luka. Dia juga kesulitan untuk menjulurkan lidahnya hingga pasien kesulitan untuk makan dan pasien terjadi penurunan berat badan signifikan. Pasien juga dikeluhkan terdapat gerakan bergelombang, menggeliat secara cepat seperti tersentak pada ekstremitasnya. Fungsi kognitif pasien menurun signifikan dan bicara menjadi lambat dan pelo, nyaris tidak dapat dipahami. Serum kolesterol, vitamin E dan asam urat dalam batas normal. Pemeriksaan retina normal. Apa yang paling mungkin menjadi diagnosis pada pasien?
Lesch–Nyhan syndrome
Abetalipoproteinemi
Dentatorubral-pallidoluysian atrophy
Huntington’s disease
Chorea-acanthocytosis
Laki-laki 52 tahun dengan riwayat schizophrenia selama 30 tahun dan telah stabil selama 15 tahun sejak diberikan terapi Fluphenazine pasien didapatkan gerakan involunter pada lidah, mulut dan rahang. Pada pemeriksaan, dia hampir selalu konstan terdapat gerakan rahang dan bibir dan protusi lidah. Manakah berikut ini benar terkait kelainan pada pasien?
Kelainan ini kemungkinan terjadi karena antipsikotik tipikal, tetapi juga dapat terjadi pada antipsikotik atipikal
Pasien kemungkinan terjadi reaksi distonia akut akibat antipsikotik. Antipsikotik harus dihentikan secepatnya dan harus diberikan antikolinergik
Pasien kemungkinan terjadi distonia primer tidak berhubungan dengan paparan obat sebelumnya
Pasien kemungkinan terjadi tardive dyskinesia. Antipsikotik harus dihentikan secepatnya dan harus diberikan agen antikolinergiks
Laki-laki 56 tahun datang dengan tremor istriahat bilateral pada ekstremitas atas selama 6 bulan. Pada pemeriksaan didapatkan tremor istriahat dengan frekuensi sedang, sedikit lebih berat pada tangan kanan, dan rigiditas cogwheel bilateral yang
sama pada ekstremitas. Didapatkan bradikinesia pada kedua sisi badan. Pasien diresepkan levodopa dan tidak terlalu memiliki efek pada gejalanya. 1 tahun
kemudian pasien melaporkan ketidakstabilan gait. Pemeriksaan adalah dismetria bilateral dan gaitnya wide-based dan punya kecenderungan. MRI pada gambar terlampir. Diagnosis paling tepat?
Corticobasal ganglionic degeneration
Multiple-system atrophy
Progressive supranuclear palsy
Penyakit Parkinson idiopatik
Primary autonomic failure
Laki-laki 62 tahun datang dengan nyeri pada lengan, dan terasa kaku dan disertai tremor saat istirahat. Pasien mengeluh sulit berjalan tapi tidak jatuh. Pada
pemeriksaan didapatkan distonia di lengan kanan dengan postur fleksi di siku dan pergelangan tangan. Kadang-kadang didapatkan hentakan seluruh badan. Sensasi terhadap sentuhan, nyeri, dan modalitas sensorik lain normal namun dengan matanya
tertutup, tidak bisa mengidentifikasi benda yang diletakkan di tangan kanan atau nomor yang digambarkan di telapaknya. Diagnosis yang paling tepat?
Multiple-system atrophy
Progressive supranuclear palsy
Corticobasal ganglionic degeneration
Normal-pressure hydrocephalus
Penyakit Parkinson Idiopatik
Laki-laki 9 tahun dibawa orang tuanya ke klinik, dikeluhkan 2 tahun terakhir pasien memiliki gestur dan tingkah laku multipel. Orang tuanya frustrasi pasien akan terus seperti itu. Guru di sekolahnya mengeluh pasien mengganggu temannya, dan banyak
teman-temannya yang dulu tidak mau bergaul lagi. Dikeluhkan pasien menggerutu, mengendus, dan mengeluarkan suara aneh yang seperti suara ayam. Pasien juga sering mengedipkan mata, menepuk lengan dan mengangkat bahu. Pasien bisa menahan
suara atau gerakannya namun hanya untuk beberapa waktu, kemudian dia harus melakukannya dan merasa lebih baik setelah dilakukan. Selain gerakan abnormal dan vokalisasi, pemeriksaan lain dalam batas normal. Diagnosis yang paling tepat adalah?
Tourette’s syndrome
Tic motorik sederhana
Secondary tourettism
Tic motorik kompleks
Tic vokalis sederhana
Laki-laki 62 tahun dengan diabetes, hipertensi, dan dislipidemia datang ke IGD dengan gejala mendadak terdapat gerakan kuat melempar pada tangan kanan dan gerakan tidak disadari pada kaki kanan. Dia juga melaporkan adanya kelemahan pada tangan dan kaki kanan kemudian membaik. Lesi struktural apa yang paling mungkin dapat menjelaskan kondisi pasien?
Ipsilateral medulla
Ipsilateral subthalamic nucleus (STN)
Contralateral STN
Ipsilateral frontal lobe
Contralateral medulla
Wanita 64 tahun datang ke klinik dengan riwayat 2 tahun sering jatuh yang semakin memberat. Pasien sering jatuh tanpa pemicu dan menyadari bahwa kesulitan untuk turun tangga. Pada pemeriksaan, gaze primer didapatkan nistagmus jerk ringan.
Lehernya hiperekstensi dan sulit difleksikan. Didapatkan gangguan gaze vertikal, terutama untuk downward. Pada manuver okulosefalik vertikal, gaze downward normal. Didapatkan rigiditas ringan pada kedua ekstremitas atas. Pada pull test (pemeriksa menarik pasien ke belakang, menginstruksikan pasien untuk melangkah ke belakang dan mencegah jatuh), pasien memiliki retropulsi dan akan jatuh jika tidak
ditangkap pemeriksa. Diagnosis yang paling tepat?
Corticobasal ganglionic degeneration
Normal-pressure hydrocephalus
Penyakit Parkinson idiopati dengan jatuh dini
Progressive supranuclear palsy
Multiple-system atrophy
Laki-laki, 40 tahun datang dengan keluhan tinitus, tuli unilateral, mual, muntah, dan
vertigo. Pada pemeriksaan didapatkan nistagmus, ataksia ipsilateral, sindrom Horner
ipsilateral, dan gangguan sensori nyeri dan suhu pada separuh tubuh kontralateral.
Manakah pernyataan ini yang BENAR?
Stroke anterior inferior cerebellar artery (AICA)
Stroke posterior inferior cerebellar artery (PICA)
Infark mesensefalon
Infark lobus oksipital
Infark serebellar superior
Laki-laki, usia 60 tahun, datang ke poliklinik untuk kontrol penyakit stroke. Satu bulan yang lalu pasien didiagnosis stroke iskemik dengan kelemahan mendadak sisi kiri dan mulut mencong. Pasien telah mendapatkan aspirin 1 x 80 mg PO, simvastatin
dan captopril. Pasien menunjukkan hasil profil lipid dalam batas normal. Berdasarkan studi manakah yang merekomendasikan lipid-lowering agent untuk prevensi stroke sekunder ?
ESPRIT
ACTIVE
SPARCL
CHARISMA
CHARISMA
laki-laki, 56 tahun datang ke IGD dengan keluhan kelemahan sisi tubuh kiri secara mendadak sejak 1,5 jam sebelumnya. GCS 15, TD 160/100 mmHg, frekuensi nadi 92x/m, laju pernapasan 20x/m, dan saturasi oksigen 99%. Pemeriksaan neurologis : paresis N.VII dan N.XII sentral sinistra, hemiparesis sinistra. Funduskopi dalam batas normal. Nilai NIHSS 7. Pemeriksaan laboratorium awal menunjukkan Hemoglobin 14,8 g/dl, Leukosit 14.000/mm3, trombosit 240.000 /mm3, gula darah sesaat 150 mg/dl. Nilai APTT dan PTT dalam batas normal. Pemeriksaan EKG ditemukan pembesaran ventrikel kiri. Pemeriksaan CT-Scan kepala tidak ditemukan tanda perdarahan. Apa tata laksana khusus awal yang paling tepat untuk kasus di atas?
Aspirin 325 mg
Klopidogrel 75 mg dan aspirin 80 mg
rTPA 0,9mg/kgBB bolus awal 10% dari dosis total
rTPA 0,9mg/kgBB didahului insulin 4 unit subkutan
rTPA 0,9mg/kgBB diikuti insulin 4 unit subkutan
Laki-laki, 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan mulut mencong ke kanan mendadak sejak 6 jam yang lalu. Pasien masih dapat menutup mata kirinya. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan GCS 14, pupil bulat isokor 3mm/3mm, refleks cahaya positif, kesan deviation konjugee ke kiri, hemiparese sinistra, gangguan proprioseptif sinistra dan dismetria pada sisi kanan. Mekanisme apakah yang paling mungkin mendasari kelainan di atas?
Oklusi arteri serebeli anterior inferior (AICA) kanan
Oklusi arteri serebeli anterior inferior (AICA) kiri
Oklusi arteri serebeli posterior inferior (PICA) kiri
Oklusi arteri paramedian atas kanan
Oklusi arteri paramedian atas kiri
Seorang pasien laki-laki datang ke IGD usia 69 tahun dengan keluhan kelemahan sisi tubuh kanna hanya mampu melawan gravitasi sejak 3 hari SMRS, bicara pelo (+), dari pemeriksaan MSCT kelapa polos didapatkan iskemi luas hemisfer sinistra cerebri.
Pasien sebelumnya memiliki riawyata hipertensi tidak terkontrol sejak 10 tahun yang lalu. Diagnosa kasus di atas menurut kriteria Bamford adalah....
Partial Anterior Circularion Infarct
Posterior Circulation Infarct
Lakunar Infarct
Total Anterior Circulation Infarct
Transient Ischemic Attack
Perempuan 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan yang sudah membaik saat sampai di RS, kelemahan berlangsung sekitar 10 menit, saat di IGD tensi pasien 150/90 mmHg. Pasien tidak didapatkan riwayat kolesterol ataupun diabetes. Pasien kemudian dilakukan pemeriksaan CT scan dan MRI kepala tetapi tidak didapatkan adanya lesi.
Berapa persenkah secara epidemiologi kemungkinan pasien tersebut mengalami stroke dalam 2 hari?
0%
1%
2%
3%
4%
Wanita 34 tahun dengan didiagnosis penyakit jantung rematik disertai atrial fibrilasi dan riwayat stroke serta hipertensi datang ke poli neurologi dikonsulkan dari bagian obgyn. Pasien mengatakan sudah rutin konsumsi warfarin 2 mg dan selama ini tidak
ada gejala stroke maupun TIA. Pasien saat ini sedang hamil 3 minggu dan menanyakan apakah terapi yang diberikan terhadap pasien untuk pencegahan stroke.
Manajemen yang tepat terkait pencegahan stroke pasien tersebut adalah…
Pemberian VKA (bitamin K antagonis) dengan dosis diturunkan
Pertimbangan penggantian warfarin dengan NOAC
Penggantian warfarin dengan aspilet serta pemantauan ketat koagulasi
Pemberian antikoagulan heparin lebih dianjurkan hingga minggu ke 13
Pemberian antikoagulan LMWH hiingga minggu ke 13 dilanjutkan warfarin
Laki-laki 56 tahun dengan didiagnosa penyakit jantung rematik dan riwayat stroke
datang ke poliklink neurologi karena mengalamai TIA berulang. Pasien mengatakan
sudah rutin konsumsi warfarin 2 mg.
Manajemen yang tepat terkait pencegahan stroke pasien tersebut adalah…
Pemberian VKA dengan dosis dinaikkan
Pertimbangan penggantian simarc dengan NOAC
Penambahan aspilet pada terapi simarc
Pemberian antikoagulan heparin selama 5 hari dilanjutkan simarc 2 mg
Pemberian antikoagulan LMWH selama 5 hari dilanjutkan simarc 2mg
Seorang wanita dirawat di ICU selama 1 bulan karena serangan stroke perdarahan.
Ketika kepala os digerakkan kekiri dan kekanan tidak terdapat gerakan dari bola mata
os. Apakah penyebab yang paling mungkin pada kasus tersebut ?
kerusakan pada Inti N VI
kerusakan pada inti N. III
kerusakan pada inti N VI dan III
kerusakan pada parapontine- retikulo-formation
kerusakan pada nukleus cajal dan rostral interstitial nukleus fasikulus longitudinal medial
Laki-laki, 69 tahun datang dengan defisit neurologis akut. CT scan otaknya
ditunjukkan pada gambar 2.13. Manakah berikut ini etiologi yang paling mungkin?
Angiopati amiloid
Aneurisma intrakranial
Antikoagulan
Vaskulopati Hipertensi
Trombosis sinus venosus
Perempuan, 59 tahun datang dengan perubahan kesadaran. Ditemukan difusi terbatas pada MRI seperti gambar 2.3 di bawah ini. Manakah diagnosis mungkin yang paling tepat?
Stroke arteri anterior koroid bilateral
Stroke akibat oklusi arteri rekuren Heubner
Stroke akibat oklusi arteri Percheron
Stroke aikbat oklusi arteri perikalosal
Trombosis sinus sagitalis superior
Laki-laki 60 tahun datang dengan keluhan gangguan berjalan yang makin memberat dalam 6 bulan terakhir, kelemahan dan parestesia pada tungkainya, dan memiliki keluhan nyeri punggung bawah.
Hasil MRI. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien ini?
Radicular arteriovenous malformations
Spinal dural arteriovenous fistula
Infark medula spinalis
Epidural hematoma
Venous angioma
Seorang wanita berusia 43 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan nyeri kepala sejak 2 tahun yang lalu, semakin lama keluhan makin bertambah berat. Keluhan disertai dengan kelemahan anggota gerak kiri. Tidak terdapat benjolan dibagian tubuh lainnya. Pasien mempunyai riwayat menggunakan KB suntik. Pasien sudah membawa hasil CT scan kepala dengan gambaran hiperostosis pada os parietalis dan massa
isodens di lobus parietal. Apa terapi defenitif terhadap pasien tersebut?
Radioterapi dan khemoterapi
Radioterapi
Kemoterapi
Reseksi total jaringan tumor
Dexametason
Laki-laki 50 tahun dibawa ke IGD dengan penurunan kesadaran. Pasien memiliki riwayat tumor intrakranial. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah
sistolik 220 mmHg, nadi 50x/menit, nafas ireguler. Pemeriksaan neurologis dipeoleh GCS E1M2VETT. Tidak didapatkan abnormalitas pupil dan lateralisasi. Pasien
dicurigai mengalami herniasi. Apakah herniasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini?
Herniasi transtentorial
Herniasi sentral
Herniasi serebellar
Herniasi unkus
Herniasi eksterna
Laki-laki, 15 tahun datang dengan keluhan penglihatan kabur mata kiri yang semakin memberat dalam 6 tahun terakhir. Hasil pemeriksaan MRI kepala sebagai berikut.
Apakah penyebab penurunan visus pada kasus tersebut ?
Sturge-Weber
Von Hippel Lindau disease
Multiple sclerosis
Tuberous sclerosis
Optic glioma
Laki-laki 59 tahun datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan pusing, dia merasa seperti bergoyang pada saat jalan dan duduk. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan yang lalu dan memberat 3 hari terakhir. Pasien juga mengeluhkan bila hendak melakukan aktivitas seperti menulis atau minum secangkir kopi tangan kanan makin bergetar. Riwayat hipertensi (+) sejak 2 bulan lalu dan berobat teratur, riwayat DM (-),
riwayat kolesterol tinggi (-). Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, nadi 76 x/menit, suhu 36,5 C, tonus otot ekstremitas atas dan bawah menurun. Hasil CT scan kepala kontras menunjukkan lesi bulat hiperdens dengan batas tegas dan
berbentuk kistik & kalsifikasi pada area periventrikel IV.
Apakah penatalaksanaan yang tepat pada kasus di atas?
Reseksi total
Kemoterapi
Reseksi total dilanjutkan kemoterapi
Reseksi parsial dilanjutkan kemoterapi
Reseksi total dilanjutkan radoterapi
Wanita 34 tahun dirawat dengan keluhan perubahan perilaku dan kejang sejak 1 bulan yang lalu. Oleh neurologist, pasien ini didiagnosa sebagai ensefalitis yang diduga sebagai manifestasi dari sindroma paraneoplastik. Pada pemeriksaan antibody
dijumpai NR2 reseptor NMDA. Berikut ini keganasan yang terkait dengan manifestasi neurologi tersebut adalah…
Teratoma ovarium
Kanker payudara
Kanker serviks
Kanker kolon
Kanker paru
Seorang Atlet EPEP mengalami fraktur di humerus karena kecelakaan mobil. Nyeri pada daerah siku yang cedera berkurang tetapi dia mengalami kelemahan pada saat fleksi siku. Dia juga mengalami parestesia pada aspek radial dan volar tangan depan.
Selama kecelakaan, dia kemungkinan mengalami cedera pada nervus apa?
Nervus suprascapular
Nervus torakalis longus
Nervus muskulokutaneus
Nervus radialis
Nervus medikus
Seorang atlet Mobel Lejen, usia 42 tahun mengalami cedera saat bermain sepak bola. 8 minggu kemudian, pasien mengeluhkan kelemahan pada lengan kanannya. Kekuatan motorik 4/5 berdasar skala MedicalResearch Council untuk eksternal rotasi lengan atas, fleksi lengan bawah dan abduksi bahu. Pasien mengeluhkan kelemahan sensoris pada bagian lateral lengan atas dan lengan bawah. Refleks biceps tidak ada.
Pada EMG, didapatkan potensial fibrilasi pada otot-otot biceps, brachialis, deltoid, brachioradialis, supraspinatus dan rhomboid. Pertanyaan : Berikut merupakan pernyataan yang paling tepat?
Lesi upper plexus brachialis
Lesi nervus axillaris
Lesi radiks C5 dan C6
Lesi nervus muskulokutaneus
Lesi plexus brachialis bagian lateral
Pronator Teres Tn. SU, 43 tahun, datang dengan keluhan pada lengannya. Pasien mengaku cedera saat berolahraga. Berdasarkan pemeriksaan neurologi, didapatkan pasien mengalami cedera pada plexus brachialis complete chorda lateral, medial dan
posterior. Otot apakah yang tidak terpengaruh oleh cedera tersebut?
Supraspinatus
Rhomboid
Tricep
Deltoid
Pronator Teres
Ny. MYB, usia 22 tahun datang ke klinik neuromuskular dengan keluhan kelemahan pada lengan kiri setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 bulan yang lalu. Pasien saat ini mengeluhkan sulit menggerakkan lengan kiri disertai lengan yang mengecil
jika dibandingkan dengan lengan kanannya. Prinsip latihan penguatan otot yang dapat dilakukan pada kasus ini adalah ?
Isometric exercise, Isotonic excercise, Isolation exercise
Isometric exercise, Isotonic excercise, Isokinetic exercise
Isostatic excercise, Isotonic excercise, Isometric exercise
Isotonic excercise, isoelectric excercise, Isometric exercise
Isometric exercise, isokinetic exercise, isodynamic
Pasien didiagnosis dengan GBS, sudah terapi. Saat ini kekuatan motorik 4 dan
berjalan menggunakan bantuan. Skor yang menentukan luaran pada pasien ini adalah....
EGRIS
EGOS
Siriraj
GBS disability score
Pasien nyeri punggung menjalar pada punggung menjalar ke kaki kiri dengan sensasi
tersetrum sejak 2 Bulan. Penjalaran dari bokong kiri hingga tungkai belakang bagian bawah. Nyeri semakin berat jika pasien berdiri lama atau berjalan lama. Pasien membaik jika membungkuk. Diagnosis
Stenosis kanalis lumbal
Spondilosis
Kompresi N Ischiadicus
SI joint pain
Laki-laki, atlet lempar lembing, nyeri pada siku, kebas pada lengan bawah hingga digiti IV-V dan nyeri pada pergelangan tangan. Pasien sering menjatuhkan barang karena kesulitan menggenggam barang. Didapatkan tanda Wartenberg dan Froment positif. Apakah diagnosis pada pasien?
Ulnar tunnel syndrome
Guyon canal syndrome
Cubital tunnel syndrome
Carpal tunnel syndrome
Saturday night palsy
Pasien sulit menggerakan pergelangan tangan kanan ke atas, baal pada dorsolateral tangan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan dorsofleksi pergelangan tangan 3/5, fleksi pergelangan tangan 5/5, fleksi siku 5/5, ekstensi siku 4/5, pronasi 5/5, abduksi bahu 5/5. DX: saturday night palsy Dimanakah letak lesi pada pasien?
Neuropati radialis setinggi spiral groove
Neuropati radialis setinggi aksila
Neuropati radialisi setinggi siku
Korda posterior
Radikulopati C5-6
Laki-laki, 55 tahun, mengeluh kelemahan lengan kanan pada ekstensor carpi ulnaris dan ekstensor digitorum brevis. Pasien didiagnosis dengan saturday night palsy. Dimana kah kemungkinan letak lesi?
Nervus medianus
Nervus posterior interosseous
Nervus ulnaris
Nervus aksilaris
Nervus muskulokutaneus
Wanita, 60 tahun diantar suami ke Poli Saraf dengan keluhan sulit tidur dan hanya bisa tidur sekitar 4 jam semalam. Mendengkur kadang-kadang. Siang hari merasa sangat mengantuk dan beberapa kali terjatuh karena mengantuk saat berkendara. Hasil
pemeriksaan didapatkan: GCS E4M6V5, PSQI=10, ESS=17, STOP BANG=1. Bagaimanakah interpretasi hasil sleep assessment questionare tersebut?
Kualitas tidur buruk dengan excessive daytime sleepiness
Kualitas tidur buruk dengan high risk OSA
Kualitas tidur buruk dengan insomnia sedang
.Kualitas tidur baik dengan low risk OSA
Kualitas tidur baik dengan insufficient sleep
Pasien 40 tahun, datang dengan keluhan sering mengantuk pada siang hari. Mulai tidur jam 21.00, tertidur 5 menit, kemudian, bangun jam 5.00. Menurut istri saat tidur pasien mendengkur saat malam hari dan disertai sesak. Menurut kriteria International
Classification of Sleep Disorder pasien mengalami gangguan tidur?
Sleep-Related Breathing Disorder
Sleep-Related Movement Disorder
Parasomnia
Insomnia
Central disorder of hypersomnia
Anak laki-laki 10 tahun, berperilaku aneh sejak 6 bulan terakhir. Setiap pagi bangun dalam keadaan bingung, tidak sepenuhnya sadar, menggumam kata-kata tidak jelas, sesak nafas dan berkeringat. Berlangsung 3-5 menit dan hanya terjadi jika anak tidur pada waktu yang tidak tepat. Pasien tidak ingat kejadian. Tidak ada penyakit lain atau riwayat pembedahan. Apakah diagnosis pada pasien?
Night terror
Confusional arousal
Somnambulisme
Night mare
Parasomnia REM
Pasien usia 62 tahun, mengeluh sering mengantuk saat siang malam hari. Keluhan
mengorok saat tidur. Terdapat riwayat sakit CHF sejak 6 bulan yang lalu. Dilakukan
PSG dengan gambaran berikut. Diagnosis?
Central Sleep Apnea & Cheyne stoke
OSA
RERA
Central hypopnea
Mixed Apnea
Seorang laki laki, 45 tahun ke IGD dengan keluhan lemah ekstremitas kiri sejak 2 jam
yang lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mempertimbangkan TMS sebagai
intervensi neurorestorasi. Apa mekanisme utama TMS dalam rehab pasien stroke?
Modulasi aktivitas neurotransmitter di batang otak
Peningkatan neurogenesis daerah subventrikular
Penurunan eksitabilitas kortikal di hemisfer yang terkena
Induksi regenerasi neuron di area iskemik
Peningkatan plastisitas sinaptik melalui stimulasi kortikal
Seorang anak laki-laki, 10 tahun, dibawa ke klinik karena kesulitan mempertahankan perhatian dan fokus di sekolah sejak beberapa bulan yang lalu. Anak sering melamun, sulit konsentrasi saat tugas, dan terdapat penurunan prestasi akademik. Rentang frekuensi gelombang otak QEEG mana yang menjadi target utama neurofeedback?
Gamma
Alfa
Theta
Beta
Delta
Perempuan 55 tahun dengan stroke iskemik dan depresi dirujuk untuk terapi TMS,
selama sesi konsultasi, pasien bertanya tentang potensi efek samping yang mungkin
terjadi. Efek samping mana yang paling mungkin terjadi?
Gangguan memori
Peningkatan fungsi kognitif
Gangguan perilaku
Risiko kejang
Peningkatan motorik
Seorang perempuan, 45 tahun dibawa oleh keluarganya di UGD dengan keleuhan
utama kelemahan anggota gerak kanan. Keluhan ini dialami secara tiba-tiba 8 jam yang lalu, dimana penderita sementara memasak dan tangan kanannya tiba-tiba tidak dapat mengangkat makanan yang dimasaknya dari atas wajan, yang dikuti dengan
rasa berat pada kaki kanan saat melangkah. Penderita langsung beristirahat dan Ketika bangun penderita mengeluh sulit untuk menelan dan bicara pelo. RPD: Hipertensi 5 tahun yang lalu dengan pengobatan tidak teratur. Pada pemeriksaan fisik didapatkan
kesadaran CM dengan TD 190/110 mmHg, slight hemiparesis dekstra, dan Paresis NVII UMN dexstra dan Paresis N.IX dan X dan XII UMN Dekstra. Modalitas
Neurorestorasi yang dapat dipilih adalah:
Neuromodulasi berupa rTMS dan tDCS
Terapi Pemulihan Aliran darah berupa rTPA dan Thrombektomi
Neuroproteksi berupa Stimulasi Serebelar dan Stimulasi Vagal
Terapi Sel berupa Sinyal Korteks dan Medula Spinalis
Metode Brain machine interface
Anak 7 tahun. Dibawa orang tuanya ke poli saraf sering bengong, tatapan mata
kosong, kelopak mata berkedip-kedip. Orang tua juga mengamati hal yang sama
tetapi dianggap biasa aja. Kejadian yang dialami?
Anak bosan dan mengantuk
Anak mengalami bangkitan epileptic
Anak mengalami bangkitan non-epileptik
Anak ingin diperhatikan
Hal tersebut merupakan kebiasaan jelek si anak
Seorang anak laki-laki 8 tahun dibawa ke poli saraf RS. Z karena saat tidur mengalami kontraksi tonik atau klonik pada wajah unilateral, suara serak, keluar air
liur dengan durasi 30 detik. Setahun sebelumnya pasien juga pernah mengalami hal yang sama namun pasien tidak berkonsultasi. Bagaimana prognosis pada kasus ini?
Baik
Buruk
Konsumsi obat seumur hidup
Remisi dan relaps
Dubia
Pasien 17 tahun konsultasi kejang masih sering mucul. Sebelum kejang mual dan
dejavu, gerakan mengecap-ngecap. Pasien didiagnosis epilepsi lobus temporal, ada
sclerosis hipokampus. Sekarang mengalami epilepsi resisten obat. Tatalaksana?
Diet ketogenik
Reseksi fokus epileptik
Stimulasi nervus vagus
Deep brain stimulation
Fenitoin dosis tinggi
Pasien 7 tahun dibawa ke poli, karena guru sekolahnya melaporkan anak bengong, tatapan mata kosong, kelopak mata berkedip-kedip. Orang tua juga mengamati hal yang sama saat berada di rumah, tetapi orang tua menganggap kondisi tersebut biasa
saja. Prosedur yg dilakukan saat pemeriksaan penunjang?
Sleep Deprivation
Perpanjang waktu Hiperventilasi
Perpanjang waktu Photic Stimulation
CT Scan kepala kontras
Brain MRI kontras
Seorang laki-laki usia 28 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kejang. Kejang kaku dan menghentak seluruh tubuh selama 3 menit, tidak sadar saat kejang, mata mendelik ke atas, setelah kejang pasien tetap tidak sadar. Lima belas menit kemudian pasien kejang lagi, dengan karakteristik yang sama, selama 5 menit. Lalu sepuluh menit kemudian timbul kejang ketiga, dengan karakteristik yang sama. Di antara kejang, pasien tetap tidak sadar. Manakah obat antiepilepsi yang TIDAK dapat diberikan pada pasien?
Lamotrigin
Asam Valproat
Diazepam
Fenitoin
Fenobarbital
Seorang ibu membawa anaknya, perempuan berusia 6 tahun karena sering bengong. Bengong dialami <20 detik. Frekuensi 3-4 kali dalam sehari, disertai dengan gerakan mulut seperti mengecap-ngecap. Setelah dilakukan pemeriksaan EEG didapatkan spike dan double spike wave complex 3 Hz menyeluruh dengan amplitudo tinggi, kemudian melambat Apakah edukasi yang harus diberikan kepada keluarga pasien?
Faktor genetik diduga merupakan etiologi penyakit tersebut
EEG interiktal didapatkan gambaran OIRDA
Biasanya tidak mempengaruhi perkembangan dan neurologis
Dapat berkembang menjadi kejang tonik klonik di kemudian hari
Bangkitan pada umumnya dapat dikontrol dengan OAE monoterapi
Seorang laki-laki, 46 tahun, datang ke poliklinik neurologi karena kejang. Kejang diawali dengan kaku tangan kanan yang menjalar menjadi kelojotan pada tubuh sisi sebelah kanan. Durasi kejang +/-30 detik. Saat kejang penderita dalam keadaan sadar.
Penderita dicurigai mengalami Jacksonian Seizure. Lokasi lesi tersering dari Jacksonian Seizure adalah…
Amygdaloid gyrus
Prerolandic gyrus
Contralateral posterior rolandic
Mesial temporal
Heschl gyri
Wanita, kejang >10 tahun. Sudah memiliki hasil long term EEG dan MRI. Pasien
berkunjung untuk konsultasi mengenai bedah epilepsi. Edukasi yang disampaikan adalah…
Resiko terjadinya afasia verbal jika dilakukan reseksi pada frontal posterior
Hidrosefalus adalah salah satu komplikasinya
57% membaik dengan reseksi mesial anterior
87% membaik dengan reseksi neokortikal
Parameter keberhasilan menurut ILAE adalah berdasarkan kriteria bebas kejang/ada tidaknya aura
Seorang laki - laki berumur 18 tahun datang ke Poli Syaraf dengan keluhan riwayat kejang sejak 1 bulan yang lalu, dengan frekuensi 2-3 kali sehari dan interval antar kejang rata - rata 2-3 hari sekali. Bentuk kejang berupa tangan kanan yang kelojotan. Sebelum muncul kejang pasien merasakan mual dan nyeri ulu hati. Lama kejang 20 detik. Sebelum kejang pasien sadar, selama kejang pasien sadar. Sesudah kejang pasien disorientasi waktu dan tempat selama 5 menit lalu sadar penuh kembali. Pasien memiliki riwayat kejang demam kompleks sejak usia 3 tahun dan berhenti di umur 5 tahun. Riwayat kejang pertama umur 15 tahun dengan bentuk yang sama, pasien mendapatkan phenitoin 3 x 100 mg. Pada pemeriksaan EEG didapatkan perlambatan di temporal kanan dan kiri dan TIRDA ( temporal inttermittent ritymic delta activity) Apakah sindrom yang mungkin pada pasien ini dan pemeriksaan MRI apa yang anda rencanakan?
Epilepsi Lobus temporal lateral, rencanakan pemeriksaan MRI kepala kontras potongan tegak lurus tipis temporal
Epilepsi lobus temporal Mesial, rencanakan pemeriksaan MRI kepala kontras potongan tegak lurus tipis temporal
Epilepsi lobus temporal lateral, rencanakan pemeriksaan MRI kepala non kontras potongan tegak lurus tipis temporal
Epilepsi lobus temporal Mesial, rencanakan pemeriksaan MRI kepala kontras potongan tegak lurus tebal temporal
Epilepsi Lobus temporal Lateral, rencanakan pemeriksan MRI kepala non kontras potongan tegak lurus tebal temporal
Seorang ibu membawa bayi yang baru lahir 1 minggu yang lalu dengan keluhan yang
seperti terkejut, serta terkadang diikuti oleh henti napas sejenak Pasien tersebut sudah
EEG dengan asil di atas. Manifestasi klinis yang paling sesuai untuk kasus di atas
adalah...
Bentuk bangkitan bermacam-macam dapat berupa campuran fokal dan umum
Didapatkan Gangguan kogniti
Terdapat trias spasme epileptic terutama saat bangun tidur, keterlambatan ngan, dan gambaran EEG hypsaritmia
Bangkitan paling khas adalah spasme epileptik dan bangkitan tonik
Miokionik atau mioklonik astatik
Seorang anak laki-laki usia 4 tahun dibawa ke RS karena sering terjatuh. Sebelumnya pertumbuhan dan perkembangan normal, namun sejak usia 2 tahun os sering terjatuh, hingga akhirnya sulit untuk berjalan. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan kelemahan
terutama pada proksimal tungkai dan lengan. Riwayat dalam keluarga, ditemukan penyakit serupa pada adik laki-laki dari ibu pasien. Pemeriksaan apa yang sebaiknya dilakukan untuk menegakkan diagnosis ?
Pemeriksaan alfa feto protein
EMG dan Biopsy otot
Elektroensefalografi
Pencitraan Kepala
Fungsi Lumbal
Bayi 10 bulan, dibawa ke poliklinik saraf karena riwayat kejang 1 hari yang lalu. Seluruh tubuh pasien menghentak-hentak saat kejang, durasi kurang dari 5 menit, hanya 1 kali. Kejadian tersebut merupakan kejang pertama dan saat itu pasien sedang demam dengan suhu 390C. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan defisit neurologis. Berat badan bayi 10 kg. Apakah tatalaksana yang paling tepat pada pasien ini?
Diazepam 5 mg profilaksis 1 tahun
Fenobarbital 30 mg jangka panjang
Asam valproat 100 mg jangka panjang
Fenobarbital 50 mg profilaksis 1 tahun
Asam valproat 150 mg profilaksis 1 tahun
Suatu penelitian bertujuan mencari hubungan antara kadar glukosa darah puasa, tekanan darah saat MRS dan kadar kolesterol total dengan kejadian stroke.
Penelitian akan dilakukan selama 6 bulan di sebuah RSUP. Populasi penelitian diambil dari penderita stroke yang dirawat. Sampling dilakukan dengan metode
consecutive. Pengambilan data dilakukan sekali saja. Bagaimana metode pengambilan sampel pada penelitian tersebut?
Pencuplikan random
Pencuplikan sekenanya
Pencuplikan non random
Pencuplikan random sistematis
Pencuplikan berstrata menurut diagnosis
