wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Kasus Psikiatri

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Pria 35 tahun 1 bulan terakhir kehilangan minat total, bangun pukul 03.00, turun BB 4 kg, merasa tak berharga, konsentrasi buruk. Ia sudah dapat pekerjaan baru 2 minggu lalu namun tetap “kosong.” Tidak ada mania/hipomania, tidak ada zat. Terlintas “lebih baik mati,” tanpa rencana.

a)

Gangguan penyesuaian

b)

Duka cita normal

c)

Episode depresif mayor (tanpa psikotik)

d)

Distimia (PDD)

e)

GAD

2.

Perempuan 27 tahun 8 hari sangat bertenegi, tidur 2 jam tanpa lelah, belanja impulsif, bicara cepat, grandiositas “akan jadi CEO besok.” Mengganggu finansial keluarga. Tidak ada zat. Tatalaksana paling tepat di layanan primer?

a)

Mulai SSRI + psikoterapi rawat jalan

b)

Rujuk segera/pertimbangkan rawat; mulai antipsikotik atipikal dosis awal

c)

Benzodiazepin tunggal jangka panjang

d)

Antidepresan TCA

e)

Tunggu 1–2 minggu observasi

3.

Mahasiswa 22 tahun 9 bulan menarik diri, fungsi akademik menurun, halusinasi dua suara berkomentar, waham siaran pikiran, afek tumpul. Tidak ada episode mood mayor penuh.

a)

Skizofrenia

b)

Skizofreniform

c)

Gangguan waham

d)

Skizoafektif

e)

Gangguan psikotik singkat

4.

Perempuan 26 tahun 10 bulan terakhir mengalami depresi mayor 4 bulan + psikotik, disusul psikotik murni 3 minggu, kemudian mania 3 bulan + psikotik; sisa waktu residual ringan. Diagnosis?

a)

Skizofrenia

b)

Skizoafektif

c)

Bipolar I dengan psikotik

d)

Depresi mayor psikotik

e)

Skizofreniform

5.

Pria 32 tahun serangan mendadak palpitasi, sesak, pusing, takut mati; puncak <10 menit, berulang tak terduga; kini menghindari mal. Pemeriksaan jantung normal. Langkah awal paling tepat jangka menengah?

a)

Benzodiazepin jangka panjang

b)

Psychoeducation + CBT panic + SSRI

c)

Antipsikotik dosis rendah

d)

TCA + antipsikotik

e)

Beta-blocker harian

6.

Ibu 36 tahun ≥6 bulan khawatir berlebihan soal pekerjaan/anak/keuangan; sulit menghentikan cemas, tegang otot, sulit tidur; fungsi menurun. Terapi awal?

a)

Antipsikotik atipikal

b)

CBT + SSRI (mis. sertralin/escitalopram)

c)

Benzodiazepin rutin

d)

Stimulansia

e)

Hanya vitamin

7.

Mahasiswi 21 tahun cuci tangan >40x/hari karena obsesi kuman yang ia sadari berlebihan; 3 jam/hari habis. Tatalaksana pertama?

a)

Antipsikotik tunggal

b)

Benzodiazepin rutin

c)

CBT-ERP + SSRI dosis adekuat

d)

ECT

e)

Psikoanalisis klasik

8.

Relawan bencana 4 bulan pasca trauma: mimpi buruk, flashback, hindari TKP, hipervigilans, mudah marah, fungsi turun. Pilihan obat awal yang lazim?

a)

SSRI (sertralin/paroksetin)

b)

Benzodiazepin jangka panjang

c)

Antipsikotik tipikal

d)

Bupropion

e)

Disulfiram

9.

Mahasiswa 20 tahun takut presentasi (jantung berdebar, tangan gemetar) tetapi interaksi sosial lain baik. Intervensi simptomatik sebelum tampil?

a)

SSRI harian

b)

Propranolol PRN sebelum presentasi

c)

Antipsikotik rendah

d)

Benzodiazepin harian

e)

TCA

10.

Pria 40 tahun 4 bulan sulit tidur; minum kopi sore, scroll ponsel di tempat tidur. Tidak ada depresi berat. Pendekatan utama?

a)

Antipsikotik dosis rendah

b)

Sleep hygiene

c)

SSRI

d)

Benzodiazepin jangka panjang

e)

TCA

11.

Nenek 78 tahun dengan pneumonia menjadi bingung malam hari, atensi buruk, halusinasi visual; fluktuatif. Langkah tata laksana paling tepat?

a)

Tangani pencetus (infeksi), orientasi/lingkungan tenang; haloperidol dosis rendah bila agitasi membahayakan

b)

Diazepam rutin

c)

Restrain fisik ketat

d)

Antipsikotik dosis tinggi

e)

Pulangkan karena “pikun biasa”

12.

Perempuan 72 tahun 3 tahun penurunan memori episodik progresif, disorientasi, kesulitan aktivitas kompleks; tanpa riwayat stroke bertahap. Diagnosis tersering?

a)

Demensia vaskular

b)

Alzheimer disease

c)

Dementia with Lewy bodies

d)

Frontotemporal dementia

e)

NPH

13.

Pria 40 tahun ingin berhenti minum; minum 6–8 bir/hari 5 tahun, detoks awal selesai. Tidak pakai opioid; AST/ALT sedikit naik; motivasi baik. Obat pemeliharaan paling tepat?

a)

Disulfiram untuk semua pasien

b)

Naltrekson oral

c)

Chlordiazepoxide jangka panjang

d)

Risperidon

e)

Metadon

14.

Pria 35 tahun ditemukan mengantuk, RR 6/menit, pinpoint pupils. Langkah emergensi?

a)

Lorazepam IV

b)

Nalokson titrasi + dukung jalan napas

c)

Flumazenil

d)

Haloperidol

e)

Disulfiram

15.

Pemuda 20 tahun 48 jam setelah haloperidol muncul tortikolis & okulogirik krisis, sangat cemas. Penanganan tercepat?

a)

Naikkan haloperidol

b)

Propranolol

c)

Biperiden IM / difenhidramin IM/IV

d)

Clozapine segera

e)

Tunggu

16.

Perempuan 24 tahun 2 hari setelah risperidon 2 mg/malam merasa “tak bisa diam,” ingin terus berjalan; TD/HR normal. Tindakan?

a)

Tambah risperidon

b)

Propranolol

c)

Biperiden jangka panjang

d)

SSRI

e)

Hentikan semua obat mendadak

17.

Seorang pria 28 tahun yang sedang mengonsumsi haloperidol 10 mg/hari mengalami demam 39,5°C, rigiditas “pipa timah”, CK tinggi, dan penurunan kesadaran. Apa langkah awal yang harus dilakukan?

a)

Hentikan haloperidol segera

b)

Tingkatkan dosis haloperidol

c)

Beri antipiretik saja

d)

Lakukan CT scan kepala segera

e)

Hanya kompres

18.

Pria 45 tahun 1 tahun haloperidol; kini gerakan orobukal berulang, menjulurkan lidah. Pilihan paling tepat?

a)

Tambah biperiden

b)

Naikkan haloperidol

c)

Pertimbangkan ganti ke clozapine dan/atau VMAT2 inhibitor

d)

Levodopa

e)

Stop semua antipsikotik tanpa pengganti

19.

Koas 24 tahun sejak SD sulit fokus/impulsif; kini sering terlambat dan lupa instruksi. Riwayat penyalahgunaan metamfetamin 1 tahun lalu (remisi 9 bulan). Pilihan farmako awal yang relatif aman?

a)

Metilfenidat LA

b)

Atomoksetin

c)

Deksamfetamin

d)

Modafinil

e)

Bupropion + naltrekson

20.

Mahasiswi 19 tahun BB normal, ep. makan berlebihan diikuti muntah paksa 3–4x/minggu; ingin “obat antidepresan yang tak bikin gemuk.” Obat yang harus dihindari?

a)

Fluoksetin

b)

Sertralin

c)

Bupropion

d)

Topiramat

e)

CBT saja tanpa obat