Font size
WorksheetsTry out TKA Wajib
Total questions: 60
Worksheet time: 2hrs 0mins
I
II
III
IV
V
1
2
3
4
5
Sederhanakan:
3√27 + 5√3 - √108 + √48
8√3
12√3
15√3
18√3
24√3
Diketahui ⁵log 4 = m
Maka ²⁵log 20 adalah..
m + 1
m + 2
½ m + 1
½ m + ½
½ m - ½
Koordinat titik potong grafik fungsi kuadrat f(x) = (x-1)² - 4 dengan sumbu X adalah
(1,0) dan (3,0)
(0,1) dan (0,3)
(-1,0) dan (3,0)
(0,-1) dan (0,3)
(-1,0) dan (-3,0)
Persamaan x² - (a+2)x + a = 0 mempunyai akar-akar p dan q.
Jika p² + q² = 28, maka nilai positif a yang memenuhi adalah...
1
2
3
4
5
Diketahui fungsi f(x) = x²+4 dan fungsi g(x) = 2x + 1
Maka fungsi (fog)(x) adalah
4x² + 4x + 4
4x² + 4x + 5
4x² + 2x + 5
2x² + 9
2x² + 5
Seorang distributor buah akan mendistribusikan 80 ton buah dari gudang ke pedagang pengecer. Untuk keperluan tersebut ia menyewa dua jenis truk. Truk jenis I dengan kapasitas 4 ton dan truk jenis II dengan kapasitas 3 ton. Distributor tersebut hanya dapat menyewa truk sebanyak 24 kali jalan. Misalkan x menyatakan truk jenis I dan y menyatakan truk jenis II, maka model matematika dari permasalahan tersebut adalah
A
B
C
D
E
Pak Taeyung bekerja dengan perhitungan 4 hari lembur dan 2 hari tidak lembur serta mendapat gaji Rp. 740.000,00. Sedangkan Pak Minso bekerja 2 hari lembur dan 3 hari tidak lembur dengan gaji Rp. 550.000,00. Jika Pak Jongeun bekerja dengan perhitungan lembur selama 5 hari, maka gaji yang diterima Pak Jongeun adalah
Rp. 450.000
Rp. 650.000
Rp. 700.000
Rp. 750.000
Rp. 1.000.000
6
5
-5
-6
-14
278
260
242
-242
-260
-1
- ⅓
0
⅓
1
Penambahan penduduk suatu kota setiap tahun diasumsikan mengikuti aturan barisan geometri. Pada Tahun 2014 pertambahannya sebanyak 4 orang dan pada 2016 pertambahannya sebanyak 64 orang. Pertambahan penduduk pada Tahun 2018 adalah
256 orang
572 orang
1024 orang
2048 orang
3032 orang
Modus dari data tersebut adalah
49,06 kg
50,20 kg
50,90 kg
51,22 kg
51,83 kg
Suku ketiga dan ketujuh suatu barisan geometri berturut-turut adalah 6 dan 96. Suku ke-5 barisan tersebut adalah
18
24
36
48
54
Turunan pertama fungsi f(x) = (5x-3)³ adalah
45(5x-3)²
15(5x-3)²
8(5x-3)²
5(5x-3)²
3(5x-3)²
Besaran sudut ruas garis AG dan bidang EFGH pada kubus ABCD.EFGH adalah M. Nilai cos M adalah
⅓√3
½√3
⅓√6
½√6
⅔√3
Seseorang akan memilih 4 bunga dari 8 bunga. Banyak cara untuk memilih bunga tersebut adalah
32
70
104
1680
40.320
Grafik fungsi f(x) = x³ + 6x² - 15x + 3 naik pada interval
-1 < x < 5
-5 < x < 1
x < -5 dan x> 1
x < 1 dan x> 5
x < -1 dan x > 5
Suku ke-6 dan ke-10 suatu deret aritmatika berturut-turut adalah 20 dan 32. Jumlah 10 suku pertama deret tersebut adalah
155
160
185
210
155
Cermati larik pantun berikut!
Di malam hari menonton wayang
Dalangnya bercerita piawai sekali
Dalam sehari-hari berkasih sayang
......
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....
Hidup damai senanglah hati
Janganlah bimbang, mari kemari
Membaca tembang, kita menari
Siapa bilang tak senang disini
Selamat datang tuan putri
Sebuah artikel di majalah pendidikan membahas pentingnya literasi digital di kalangan siswa. Penulis menekankan bahwa maraknya hoaks di media sosial sering membuat pelajar kebingungan membedakan fakta dan opini. Oleh karena itu, kemampuan memilah informasi kredibel dari sumber tepercaya menjadi kunci agar generasi muda tidak mudah terpengaruh isu menyesatkan yang dapat merusak pola pikir dan perilaku mereka.
Berdasarkan paragraf tersebut, ide pokok yang paling tepat adalah ….
Literasi digital membantu siswa memilah informasi kredibel.
Banyak pelajar bingung membedakan fakta dan opini.
Artikel membahas dampak negatif media sosial terhadap siswa.
Pentingnya meningkatkan keterampilan membaca cepat di sekolah.
Hoaks menyebar cepat di kalangan remaja melalui media sosial
Seorang penulis menyusun teks yang berisi pendapatnya tentang bahaya penggunaan plastik sekali pakai. Dalam teks tersebut, ia memulai dengan pernyataan umum bahwa plastik berbahaya bagi lingkungan, lalu menyajikan alasan berupa pencemaran laut, sulit terurai, dan dampak terhadap kesehatan. Di akhir tulisannya, ia menegaskan kembali bahwa masyarakat harus beralih ke bahan ramah lingkungan.
Struktur teks seperti itu termasuk ke dalam jenis teks ….
Narasi
Deskripsi
Prosedur
Eksposisi
Argumentasi
Perhatikan kalimat berikut!
“Bagi siswa yang terlambat masuk kelas maka akan mendapat sanksi dari guru piket.”
Kalimat tersebut dianggap tidak efektif karena terdapat kata yang mubazir dan tidak sesuai dengan kaidah kalimat baku. Jika ingin diperbaiki menjadi kalimat yang efektif tanpa mengubah makna, perbaikan yang tepat adalah ….
Siswa yang terlambat masuk kelas maka akan mendapat sanksi.
Setiap siswa yang terlambat maka akan mendapat sanksi.
Siswa yang terlambat masuk kelas akan mendapat sanksi.
Jika siswa terlambat masuk kelas maka akan mendapat sanksi.
Siswa yang terlambat maka mendapat sanksi dari guru.
Perhatikan kalimat berikut!
“Pidato kepala sekolah pada peringatan Hari Pendidikan Nasional sarat dengan retorika yang memukau, sehingga para siswa merasa terinspirasi untuk belajar lebih giat.”
Makna kata “retorika” yang tepat dalam konteks kalimat di atas adalah ….
Ucapan yang berlebihan dan tidak masuk akal.
Cara berbicara yang meyakinkan dan penuh emosi.
Kritik yang disampaikan secara tersirat melalui bahasa.
Gaya berbicara yang teratur, indah, dan menarik perhatian.
Bahasa yang penuh dengan kiasan dan perbandingan.
Dalam sebuah puisi, penulis menggunakan majas personifikasi dengan kalimat: “Hujan berbisik lembut menenangkan jiwa yang gundah.”
Majas tersebut berfungsi untuk ….
Memberi sifat manusia pada benda mati sehingga lebih hidup dan indah
Menyajikan perbandingan eksplisit dengan kata “seperti” atau “bagai”
Menyindir secara halus sesuatu yang dianggap kurang baik.
Menegaskan makna kata dengan pengulangan yang berlebihan.
Menyampaikan makna konotatif dengan menggunakan lambang.
“Walaupun harga bahan pokok naik drastis, masyarakat tetap berbondong-bondong ke pasar tradisional untuk berbelanja.”
Hubungan makna antarklausa dalam kalimat tersebut adalah …
Sebab–akibat
Penambahan
Pertentangan
Perbandingan
Tujuan
“Kebijakan itu dianggap kontroversial karena menimbulkan banyak dampak negatif di masyarakat.” Dalam konteks komunikasi publik, kata “kontroversial” biasanya muncul ketika suatu kebijakan, aturan, atau peristiwa memicu reaksi yang berbeda-beda dari masyarakat sehingga menimbulkan diskusi panjang bahkan pertentangan.
Berdasarkan hal tersebut, makna kata “kontroversial” yang paling dekat adalah …
Disetujui
Dipuji
Diperdebatkan
Diterima
Dipatuhi
Kata “konservasi” memiliki makna yang berbeda dengan “eksploitasi”. Jika seorang siswa menulis: “Konservasi hutan harus dilakukan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan”, maka antonim kata konservasi yang paling tepat adalah …
Eksploitasi
Restorasi
Rehabilitasi
Pelestarian
Reboisasi
Kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) ternyata masih cukup bagus. Bahkan, produksi TPT naik dibandingkan dengan tahun lalu. Ekspor TPT juga meningkat. Bukan hanya produksi dan ekspor TPT yang meningkat, melainkan investasi di sektor industri TPT juga meningkat. Pasar terbesar ekspor TPT Indonesia adalah AS dengan estimasi naik 27 persen dari Uni Eropa.
Kalimat tanya yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah ....
Apa yang mendorong kinerja TPT tetap bagus?
Berapa persen kenaikan ekspor TPT ke Uni Eropa?
Mengapa AS menjadi pasar terbesar ekspor TPT?
Bagaima na kondisi kinerja TPT Indonesia?
Mengapa TPT Indonesia tertarik mengekspor ke AS?
Pohon Kelapa di Magelang Tumbang dan Menimpa Rumah Warga
Bencana angin kencang terjadi di Magelang pada Selasa, 5 November 2024 dini hari. Peristiwa ini terjadi karena hujan deras disertai angin yang melanda wilayah tersebut sejak Senin, 4 November 2024 sore. Hujan deras disertai angin kencang itu mengakibatkan sebuah pohon kelapa tumbang sekitar pukul 03.45 WIB. Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan, pohon yang roboh itu mengenai sebuah rumah di Desa Treko, Kecamatan Mungkid. Akibatnya, salah satu penghuni rumah terluka dan dibawa ke rumah sakit. Saat ini, korban sedang dalam perawatan medis dan petugas BPBD sudah melakukan penanganan di lokasi rumah yang roboh. Hujan deras disertai angin dapat menimbulkan berbagai potensi bencana seperti banjir, pohon tumbang, hingga tanah longsor. Pihak BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar lebih waspada saat hujan deras terjadi.
Waktu kejadian Pohon Kelapa tumbang akibat angin kencang di Desa Treko, Kecamatan Mungkid sesuai teks di atas adalah ….
Senin, 4 November 2024, pukul 03.40 WIB
Senin, 4 November 2024, pukul 03.45 WIB
Selasa, 4 November 2024, pukul 03.45 WIB
Selasa, 5 November 2024, pukul 03.40 WIB
Selasa, 5 November 2024, pukul 03.45 WIB
Pohon Kelapa di Magelang Tumbang dan Menimpa Rumah Warga
Bencana angin kencang terjadi di Magelang pada Selasa, 5 November 2024 dini hari. Peristiwa ini terjadi karena hujan deras disertai angin yang melanda wilayah tersebut sejak Senin, 4 November 2024 sore. Hujan deras disertai angin kencang itu mengakibatkan sebuah pohon kelapa tumbang sekitar pukul 03.45 WIB. Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan, pohon yang roboh itu mengenai sebuah rumah di Desa Treko, Kecamatan Mungkid. Akibatnya, salah satu penghuni rumah terluka dan dibawa ke rumah sakit. Saat ini, korban sedang dalam perawatan medis dan petugas BPBD sudah melakukan penanganan di lokasi rumah yang roboh. Hujan deras disertai angin dapat menimbulkan berbagai potensi bencana seperti banjir, pohon tumbang, hingga tanah longsor. Pihak BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar lebih waspada saat hujan deras terjadi.
Teks yang memuat imbauan kepada masyarakat terdapat pada bagian ….
Penutup
Urutan peristiwa
Reorientasi
Orientasi
Kronologi
Dua tiga bulu tangkis, Sudah kalah jangan nangis
Pesan moral yang ingin disampaikan dalam pantun di atas adalah ….
Pentingnya usaha yang maksimal
Olahraga mengajarkan kedisiplinan dan kerja keras
Kekalahan adalah bagian yang tak terelakan dari kehidupan
Tangisan adalah reaksi wajar terhadap kekalahan
Jangan menyerah meskipun mengalami kekalahan
isi bagian yang kosong (...)
Perayaan Imlek menurut sejarahnya diawali (…) tradisi masyarakat petani di China untuk menyambut datangnya musim semi. Seiring penyebaran warga etnis China ke berbagai penjuru dunia, tradisi ini pun turut dibawa dan dirayakan di daerah perantauan mereka, termasuk di Indonesia, (…) ratusan tahun lalu. Namun, pada era Orde Baru, pemerintah mengeluarkan aturan pembatasan agama, kepercayaan, dan adat istiadat Tionghoa. Pembatasan tersebut termasuk larangan perayaan tahun baru China atau Imlek secara terbuka dan di tempat umum. (…), warga Tionghoa hanya bisa menggelar perayaan terbatas di rumah masing-masing dan di tempat ibadah (kelenteng).
dari,
sejak,
akibatnya
dari,
selama,
oleh karena itu
dalam,
sejak,
namun
atas,
selama,
namun
atas,
dari,
akibatnya
Pertengahan Juni 2022 lalu saya berkesempatan untuk kembali melakukan “traveling” setelah pandemi ke luar negeri. Rasanya seperti hal yang baru dan udah lama banget nggak dilakukan karena sebelumnya kan Indonesia (dan belahan dunia lainnya) mengalami masa lockdown karena pandemi covid-19. Well, not really a traveling, sih, lebih tepatnya mini company trip dari kantor baru saya. Iya, saya akhirnya sudah kerja kantoran lagi (will talk about this seperately in another post, hehe). Rasanya excited, takut, dan bingung di saat yang bersamaan ketika tahu harus melakukan traveling setelah pandemi ke luar negeri lagi. Terakhir saya ke luar negeri itu di tahun 2017 untuk liputan Muslim Traveler yang mana udah lama banget! Jadi ketika tahu akan kembali traveling dengan durasi yang lama (2 minggu), perasaan kok campur aduk ya, HAHA. Oh ya, destinasi yang akan saya kunjungi adalah Bangkok, Thailand. Super penasaran dan semangat banget sih pergi ke Negeri Gajah Putih ini. Dan Alhamdulillah everything is going well, semenyenangkan itu ternyata berada dinegara orang dengan teman-teman baru yang super asik, walaupun tiap hari ya kerjaannya kerja-kerja-kerja wkwk. Makanya, selama trip saya kayak janji gitu ke diri sendiri bakal merangkum highlights apa aja yang terjadi saat kembali bisa traveling setelah pandemi di Bangkok dan cerita perjalanan dari apa yang saya alami di sana. Untuk yang pertama ini, saya akan membahas dan berbagi pengalaman apa saja yang perlu disiapkan jika kamu juga ingin traveling setelah pandemi ke luar negeri (khususnya Bangkok, Thailand). Semoga bisa membantu kamu, ya!
Bagian orientasi pada teks di atas, ditunjukkan melalui pernyataan yang berbunyi ….
“Well, not really a traveling, sih, lebih tepatnya mini company trip dari kantor saya”
“Makanya, selama trip saya kayak janji gitu ke diri sendiri bakal merangkum highlights apa aja yang terjadi saat kembali bisa traveling setelah pandemi di Bangkok”
“Oh ya, destinasi yang akan saya kunjungi adalah Bangkok, Thailand”
“Rasanya seperti hal yang baru dan udah lama banget nggak dilakukan karena sebelumnya kan Indonesia (dan belahan dunia lainnya) mengalami masa lockdown karena pandemi covid-19”
“Untuk yang pertama ini, saya akan membahas dan berbagi pengalaman apa saja yang perlu disiapkan jika kamu juga ingin traveling setelah pandemi ke luar negeri”
Pertengahan Juni 2022 lalu saya berkesempatan untuk kembali melakukan “traveling” setelah pandemi ke luar negeri. Rasanya seperti hal yang baru dan udah lama banget nggak dilakukan karena sebelumnya kan Indonesia (dan belahan dunia lainnya) mengalami masa lockdown karena pandemi covid-19. Well, not really a traveling, sih, lebih tepatnya mini company trip dari kantor baru saya. Iya, saya akhirnya sudah kerja kantoran lagi (will talk about this seperately in another post, hehe). Rasanya excited, takut, dan bingung di saat yang bersamaan ketika tahu harus melakukan traveling setelah pandemi ke luar negeri lagi. Terakhir saya ke luar negeri itu di tahun 2017 untuk liputan Muslim Traveler yang mana udah lama banget! Jadi ketika tahu akan kembali traveling dengan durasi yang lama (2 minggu), perasaan kok campur aduk ya, HAHA. Oh ya, destinasi yang akan saya kunjungi adalah Bangkok, Thailand. Super penasaran dan semangat banget sih pergi ke Negeri Gajah Putih ini. Dan Alhamdulillah everything is going well, semenyenangkan itu ternyata berada dinegara orang dengan teman-teman baru yang super asik, walaupun tiap hari ya kerjaannya kerja-kerja-kerja wkwk. Makanya, selama trip saya kayak janji gitu ke diri sendiri bakal merangkum highlights apa aja yang terjadi saat kembali bisa traveling setelah pandemi di Bangkok dan cerita perjalanan dari apa yang saya alami di sana. Untuk yang pertama ini, saya akan membahas dan berbagi pengalaman apa saja yang perlu disiapkan jika kamu juga ingin traveling setelah pandemi ke luar negeri (khususnya Bangkok, Thailand). Semoga bisa membantu kamu, ya!
Makna kata “highlights” yang terdapat pada teks di atas adalah ….
Momen penting yang akan direncanakan dalam perjalanan
Peristiwa yang paling menarik dan berkesan selama perjalanan
Rencana perjalanan yang telah disusun sebelumnya
Catatan perjalanan yang wajib dibuat setelah perjalanan
Kejadian tidak terduga selama perjalanan
Pertengahan Juni 2022 lalu saya berkesempatan untuk kembali melakukan “traveling” setelah pandemi ke luar negeri. Rasanya seperti hal yang baru dan udah lama banget nggak dilakukan karena sebelumnya kan Indonesia (dan belahan dunia lainnya) mengalami masa lockdown karena pandemi covid-19. Well, not really a traveling, sih, lebih tepatnya mini company trip dari kantor baru saya. Iya, saya akhirnya sudah kerja kantoran lagi (will talk about this seperately in another post, hehe). Rasanya excited, takut, dan bingung di saat yang bersamaan ketika tahu harus melakukan traveling setelah pandemi ke luar negeri lagi. Terakhir saya ke luar negeri itu di tahun 2017 untuk liputan Muslim Traveler yang mana udah lama banget! Jadi ketika tahu akan kembali traveling dengan durasi yang lama (2 minggu), perasaan kok campur aduk ya, HAHA. Oh ya, destinasi yang akan saya kunjungi adalah Bangkok, Thailand. Super penasaran dan semangat banget sih pergi ke Negeri Gajah Putih ini. Dan Alhamdulillah everything is going well, semenyenangkan itu ternyata berada dinegara orang dengan teman-teman baru yang super asik, walaupun tiap hari ya kerjaannya kerja-kerja-kerja wkwk. Makanya, selama trip saya kayak janji gitu ke diri sendiri bakal merangkum highlights apa aja yang terjadi saat kembali bisa traveling setelah pandemi di Bangkok dan cerita perjalanan dari apa yang saya alami di sana. Untuk yang pertama ini, saya akan membahas dan berbagi pengalaman apa saja yang perlu disiapkan jika kamu juga ingin traveling setelah pandemi ke luar negeri (khususnya Bangkok, Thailand). Semoga bisa membantu kamu, ya!
Berdasarkan teks di atas, yang dapat disimpulkan tentang pengalaman penulis selama berada di Bangkok, Thailand adalah
Penulis merasa perjalanan tersebut kurang menyenangkan karena lebih banyak bekerja daripada bersantai
Penulis merasa senang dengan teman-teman baru meskipun harus bekerja sepanjang hari
Penulis menganggap Bangkok kurang menarik sebagai destinasi wisata
Penulis merasa kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru
Penulis merasa lebih tertarik pada perjalanan sebelumnya dibandingkan perjalanan ini
SAJAK ADA DAN TIADA
Ia mati di tubuh api
wajahnya sayu beku
kakinya berlumur luka.
Mati. Ketabahan bagi daun
yang bangga akan darahnya
darah yang terkubur di batas rasa.
Luka kian menganga,
rindunya memanjang
meradang ubun karang.
Makanan di piring janji
menyampaikan laut rindu.
barulah aku hidup. Bergerak.
Diam-diam memeluk ada
raban meniti sanubari
membawa senjata rindu
berdayung nafsu perahu.
-Minggu, 15 Juli 2018
Makna dari kalimat “Ia mati di tubuh api” dalam puisi di atas adalah ….
Mati karena terjangkit penyakit
Mati karena terbakar api
Mati dalam ketidakberdayaan
Mati dalam perjuangan atau penderitaan
Mati dalam kebahagiaan
SAJAK ADA DAN TIADA
Ia mati di tubuh api
wajahnya sayu beku
kakinya berlumur luka.
Mati. Ketabahan bagi daun
yang bangga akan darahnya
darah yang terkubur di batas rasa.
Luka kian menganga,
rindunya memanjang
meradang ubun karang.
Makanan di piring janji
menyampaikan laut rindu.
barulah aku hidup. Bergerak.
Diam-diam memeluk ada
raban meniti sanubari
membawa senjata rindu
berdayung nafsu perahu.
-Minggu, 15 Juli 2018
Makna simbolis dari “Wajahnya sayu beku” dalam puisi tersebut adalah ….
Keadaan fisik yang terlihat pucat dan tak bernyawa
Keheningan akibat keputusasaan
Ketegaran atau kekuatan dalam menghadapi penderitaan
Senyuman penuh arti yang tersembunyi
Perasaan marah yang tertahan
SAJAK ADA DAN TIADA
Ia mati di tubuh api
wajahnya sayu beku
kakinya berlumur luka.
Mati. Ketabahan bagi daun
yang bangga akan darahnya
darah yang terkubur di batas rasa.
Luka kian menganga,
rindunya memanjang
meradang ubun karang.
Makanan di piring janji
menyampaikan laut rindu.
barulah aku hidup. Bergerak.
Diam-diam memeluk ada
raban meniti sanubari
membawa senjata rindu
berdayung nafsu perahu.
-Minggu, 15 Juli 2018
Pesan utama yang ingin disampaikan dalam puisi di atas adalah ….
Rasa rindu adalah kekuatan yang tak terhingga, yang bisa membangkitkan kehidupan baru
Kehidupan hanya berarti jika kita mampu menghadapi kesulitan dengan hati yang tegar
Harapan dan cita-cita yang belum tercapai akan mengisi kekosongan hidup
Penderitaan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan, namun kita tetap harus bangkit
Semua perasaan baik itu luka atau rindu akan mengarah pada kehidupan yang lebih baik
Malin’s Big City Life: A Modern Tale
Malin had always dreamed of leaving his small coastal village. After graduating from high school, he moved to Jakarta with hopes of building a better life. He worked part-time jobs during the day and studied digital marketing at night. It wasn’t easy, but he slowly gained skills, built a client list, and eventually launched a successful online clothing brand.
Within four years, Malin’s name became known among young entrepreneurs. He started attending influencer events, sharing productivity tips, and talking about “humble beginnings”—though he rarely mentioned where he came from. At some point, he stopped returning his mother’s calls. He thought she wouldn’t understand his lifestyle now: brand deals, curated social media posts, and talk shows.
One day, Malin was invited to speak at a business seminar, streamed live across Indonesia. In the audience was a quiet woman in a simple kebaya—his mother, who had taken the long trip to Jakarta without telling him. She waited outside the venue, holding a basket of banana chips she used to make for him when he was little.
When she finally approached him near the stage, Malin stepped back. Cameras were everywhere, and the last thing he wanted was to be seen with someone who didn’t match the image he had built. He gave her a quick nod and turned away, pretending not to recognize her.
Later that night, a short video went viral: a young CEO ignoring an old woman who claimed to be his mother. Comments exploded with criticism, and people began to question the authenticity of his “humble” background. Sponsorships were paused. Interview requests stopped coming. Alone in his apartment, Malin stared at the screen—his face frozen in the moment he turned away.
What is the main message of the story?
Staying true to your goals is more important than pleasing others
Sometimes, ambition can push you to make difficult personal choices
Building your image is part of surviving in a competitive world
Success means little if it leads you to ignore those who supported you
Being proud of your background can be hard when your life changes
Malin’s Big City Life: A Modern Tale
Malin had always dreamed of leaving his small coastal village. After graduating from high school, he moved to Jakarta with hopes of building a better life. He worked part-time jobs during the day and studied digital marketing at night. It wasn’t easy, but he slowly gained skills, built a client list, and eventually launched a successful online clothing brand.
Within four years, Malin’s name became known among young entrepreneurs. He started attending influencer events, sharing productivity tips, and talking about “humble beginnings”—though he rarely mentioned where he came from. At some point, he stopped returning his mother’s calls. He thought she wouldn’t understand his lifestyle now: brand deals, curated social media posts, and talk shows.
One day, Malin was invited to speak at a business seminar, streamed live across Indonesia. In the audience was a quiet woman in a simple kebaya—his mother, who had taken the long trip to Jakarta without telling him. She waited outside the venue, holding a basket of banana chips she used to make for him when he was little.
When she finally approached him near the stage, Malin stepped back. Cameras were everywhere, and the last thing he wanted was to be seen with someone who didn’t match the image he had built. He gave her a quick nod and turned away, pretending not to recognize her.
Later that night, a short video went viral: a young CEO ignoring an old woman who claimed to be his mother. Comments exploded with criticism, and people began to question the authenticity of his “humble” background. Sponsorships were paused. Interview requests stopped coming. Alone in his apartment, Malin stared at the screen—his face frozen in the moment he turned away.
Which of the following best describe Malin’s character based on the passage? (Select all that apply)
Hardworking and determined
Humble and proud of his roots
Ambitious and goal-oriented
Ashamed of his past and image-focused
Disrespectful and quick-tempered
Malin’s Big City Life: A Modern Tale
Malin had always dreamed of leaving his small coastal village. After graduating from high school, he moved to Jakarta with hopes of building a better life. He worked part-time jobs during the day and studied digital marketing at night. It wasn’t easy, but he slowly gained skills, built a client list, and eventually launched a successful online clothing brand.
Within four years, Malin’s name became known among young entrepreneurs. He started attending influencer events, sharing productivity tips, and talking about “humble beginnings”—though he rarely mentioned where he came from. At some point, he stopped returning his mother’s calls. He thought she wouldn’t understand his lifestyle now: brand deals, curated social media posts, and talk shows.
One day, Malin was invited to speak at a business seminar, streamed live across Indonesia. In the audience was a quiet woman in a simple kebaya—his mother, who had taken the long trip to Jakarta without telling him. She waited outside the venue, holding a basket of banana chips she used to make for him when he was little.
When she finally approached him near the stage, Malin stepped back. Cameras were everywhere, and the last thing he wanted was to be seen with someone who didn’t match the image he had built. He gave her a quick nod and turned away, pretending not to recognize her.
Later that night, a short video went viral: a young CEO ignoring an old woman who claimed to be his mother. Comments exploded with criticism, and people began to question the authenticity of his “humble” background. Sponsorships were paused. Interview requests stopped coming. Alone in his apartment, Malin stared at the screen—his face frozen in the moment he turned away.
Malin used to like banana chips made by his mother. (True/False)
Malin’s Big City Life: A Modern Tale
Malin had always dreamed of leaving his small coastal village. After graduating from high school, he moved to Jakarta with hopes of building a better life. He worked part-time jobs during the day and studied digital marketing at night. It wasn’t easy, but he slowly gained skills, built a client list, and eventually launched a successful online clothing brand.
Within four years, Malin’s name became known among young entrepreneurs. He started attending influencer events, sharing productivity tips, and talking about “humble beginnings”—though he rarely mentioned where he came from. At some point, he stopped returning his mother’s calls. He thought she wouldn’t understand his lifestyle now: brand deals, curated social media posts, and talk shows.
One day, Malin was invited to speak at a business seminar, streamed live across Indonesia. In the audience was a quiet woman in a simple kebaya—his mother, who had taken the long trip to Jakarta without telling him. She waited outside the venue, holding a basket of banana chips she used to make for him when he was little.
When she finally approached him near the stage, Malin stepped back. Cameras were everywhere, and the last thing he wanted was to be seen with someone who didn’t match the image he had built. He gave her a quick nod and turned away, pretending not to recognize her.
Later that night, a short video went viral: a young CEO ignoring an old woman who claimed to be his mother. Comments exploded with criticism, and people began to question the authenticity of his “humble” background. Sponsorships were paused. Interview requests stopped coming. Alone in his apartment, Malin stared at the screen—his face frozen in the moment he turned away.
Malin avoided his mother in the public but not in the private. (True/False)
Malin’s Big City Life: A Modern Tale
Malin had always dreamed of leaving his small coastal village. After graduating from high school, he moved to Jakarta with hopes of building a better life. He worked part-time jobs during the day and studied digital marketing at night. It wasn’t easy, but he slowly gained skills, built a client list, and eventually launched a successful online clothing brand.
Within four years, Malin’s name became known among young entrepreneurs. He started attending influencer events, sharing productivity tips, and talking about “humble beginnings”—though he rarely mentioned where he came from. At some point, he stopped returning his mother’s calls. He thought she wouldn’t understand his lifestyle now: brand deals, curated social media posts, and talk shows.
One day, Malin was invited to speak at a business seminar, streamed live across Indonesia. In the audience was a quiet woman in a simple kebaya—his mother, who had taken the long trip to Jakarta without telling him. She waited outside the venue, holding a basket of banana chips she used to make for him when he was little.
When she finally approached him near the stage, Malin stepped back. Cameras were everywhere, and the last thing he wanted was to be seen with someone who didn’t match the image he had built. He gave her a quick nod and turned away, pretending not to recognize her.
Later that night, a short video went viral: a young CEO ignoring an old woman who claimed to be his mother. Comments exploded with criticism, and people began to question the authenticity of his “humble” background. Sponsorships were paused. Interview requests stopped coming. Alone in his apartment, Malin stared at the screen—his face frozen in the moment he turned away.
Malin is cursed to be stone after ignoring his mother. (True/False)
Arrange the following sentences into a coherent paragraph:
(1) Finally, people realized that protecting the environment was necessary for the survival of future generations.
(2) At first, industrial growth was seen as the main symbol of progress.
(3) However, pollution and environmental damage started to appear as industries expanded.
(4) This awareness led to global efforts to promote sustainable development.
(5) Many organizations and individuals began campaigns to save the earth.
(6) In the early 20th century, factories and machines were rapidly built in many countries.
(a)
Arrange the following sentences into a good paragraph about making seblak!
(1) Finally, serve it hot and enjoy the spicy seblak.
(2) Next, stir-fry the seasonings until fragrant.
(3) Then, add crackers, vegetables, and other toppings like meatballs or sausages.
(4) First, prepare the ingredients such as crackers, garlic, chili, and vegetables.
(5) After that, pour some water and let it simmer until the crackers are soft.
(6) Seblak is a popular Indonesian spicy dish made from boiled crackers.
(a)
Choose the word that is closest in meaning to the given word:
"Reluctant"
Willing
Eager
Unwilling
Enthusiastic
Interested
Choose the word that is opposite in meaning to the given word:
"Generous"
Kind
Stingy
Friendly
Helpful
Caring
Find the part of the sentence that contains an error:
"The students was very excited because they have finished their final exam successfully."
The students
was
very excited
they have finished
their final exam successfully
Find the part of the sentence that contains an error:
"Each of the player in the team are required to attend the morning practice."
each of
the player
in the team
are required
to attend
"By the time the teacher arrived, the students ___ the assignment."
have finished
had finished
finish
were finishing
finishes
"The new bridge ___ by the workers last year."
build
built
was built
is built
was building
He said, “I will call you tomorrow.”
Choose the correct reported speech:
He said that he will call me tomorrow.
He said that he would call me tomorrow.
He said that he would call me the next day.
He said that he will call me the next day.
He said that he called me the next day.
direct speech:
She said, “I am studying for the exam.”
reported speech:
She said that she was studying for the exam.
Direct speech: He asked, “Where do you live?”
reported speech:
He asked me where do I live.
He asked me where did I live.
He asked me where I live.
He asked me where do I lived
He asked me where I lived
The government is working hard to improve the country’s ___ situation.
economy
economic
economical
economically
economist
He is a very ___ person; he always spends his money wisely.
economy
economic
economical
economically
economist
Maria told Anna that she would help her with the homework.
The pronoun she refers to …
Maria
Anna
the homework
Both Maria and Anna
cannot be determined
The teacher gave the students their assignments, and they had to submit them the next day.
The pronoun they refers to …
The teacher
the students
the assignments
the next day
the class
