NEW
Font size
WorksheetsUjian Keperawatan D3
Total questions: 20
Worksheet time: 7mins
Seorang ibu multipara kala I, fase aktif, pembukaan 7 cm, kontraksi 3x/10 menit selama 50 detik. Apa indikator kontraksi tersebut sudah adekuat?
1 kali/10 menit ≥ 20 detik
2 kali/10 menit ≥ 30 detik
3 kali/10 menit ≥ 40 detik
5 kali/10 menit ≥ 20 detik
Seorang ibu G2P1 kala II dengan pembukaan lengkap. Perawat mendampingi ibu meneran. Prinsip yang harus diperhatikan adalah:
Anjurkan meneran lama dengan menahan napas
Anjurkan meneran sesuai kontraksi
Anjurkan tidur terlentang selama meneran
Selalu lakukan episiotomi
Seorang bayi lahir normal, perawat bersiap melakukan manajemen aktif kala III. Tindakan yang benar adalah:
Memberikan oksitosin dalam 1 menit pertama setelah bayi lahir
Menunggu plasenta lahir spontan tanpa intervensi
Melakukan eksplorasi manual uterus segera
Memberikan cairan oral untuk merangsang kontraksi
Kala IV berlangsung sampai dengan:
30 menit postpartum
1 jam postpartum
2 jam postpartum
24 jam postpartum
Seorang ibu intranatal tiba-tiba mengalami perdarahan hebat, TD 70/40 mmHg, nadi 130x/menit. Apa tindakan keperawatan utama?
Pasang IV besar, cairan kristaloid cepat
Observasi perdarahan saja
Kateterisasi urin rutin
Berikan analgetik
Seorang ibu G3P2 mengalami solusio plasenta. Gejala yang mungkin muncul adalah:
Nyeri hebat, uterus tegang, perdarahan pervaginam
Pusing, kulit pucat, oliguria
Tidak ada kontraksi, serviks tidak membuka
Demam, nyeri tekan perut bawah
Perawat melakukan anamnesis pada ibu intranatal. Data penting yang perlu digali adalah:
Pola tidur harian
Riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya
Kebiasaan olahraga
Riwayat alergi makanan
Seorang ibu primigravida 20 tahun berada pada kala I fase transisi. Dilatasi serviks yang menunjukkan fase ini adalah:
0-3 cm
4-7 cm
8-10 cm
> 10 cm
Perawat menemukan ibu intranatal pucat, lemah, dengan perdarahan aktif. Data subjektif yang sesuai adalah:
Hipotensi, pucat, takikardia
Pusing, lemah, ingin pingsan
Bradikardia, kulit hangat
Demam, sesak, edema
Prinsip penting dalam asuhan sayang ibu kala I adalah:
Membatasi pergerakan ibu
Anjurkan posisi nyaman dan dukungan emosional
Membiarkan ibu sendiri tanpa pendamping
Memberikan kateterisasi rutin
Seorang ibu G1P0 usia 23 tahun, kala I fase aktif, tampak gelisah dan sering menanyakan kondisi bayinya. Apa tindakan keperawatan yang paling tepat?
Menyarankan ibu untuk tidur terlentang agar rileks
Memberikan dukungan emosional dan edukasi sederhana
Memberikan infus oksitosin untuk mempercepat persalinan
Melakukan episiotomi untuk mengurangi kecemasan
Apa prinsip yang harus dipegang?
Anjurkan ibu meneran sesuai dorongan kontraksi
Menyuruh ibu menahan napas lama saat meneran
Membatasi minum agar tidak mual saat mengejan
Melakukan episiotomi rutin
Apa langkah selanjutnya?
Memberikan oksitosin dalam 1 menit pertama setelah bayi lahir
Menunggu plasenta lahir spontan
Melakukan eksplorasi jalan lahir manual
Melakukan masase fundus tanpa pemberian oksitosin
Apa intervensi keperawatan prioritas?
Masase fundus uteri
Memberikan antibiotik profilaksis
Kateterisasi urin
Mengajarkan cara menyusui
Apa pemantauan yang harus dilakukan perawat?
Tinggi fundus, perdarahan, keadaan umum ibu
Riwayat alergi makanan
Jenis kontrasepsi sebelumnya
Pola tidur ibu
Data subjektif yang mungkin muncul adalah:
Pusing, lemah, ingin pingsan
Hipotensi, pucat, takikardia
Bradikardia, kulit hangat
Demam, sesak, edema
Apa tindakan yang tepat?
Memberikan infus oksitosin
Memberi dukungan emosional dan anjurkan berjalan
Melakukan kateterisasi urin
Melakukan episiotomi
Seorang ibu intranatal mengalami solusio plasenta. Apa tanda khas yang ditemukan?
Nyeri hebat, uterus tegang, perdarahan pervaginam
Tidak ada kontraksi, serviks tidak membuka
Demam, nyeri tekan perut bawah
Pusing, lemah, ingin pingsan
Seorang ibu multipara, kala I fase aktif, tampak cemas. Perawat melakukan teknik komunikasi terapeutik. Apa tujuan utama tindakan ini?
Mengurangi kecemasan dan meningkatkan kenyamanan
Mempercepat proses pembukaan serviks
Mengurangi risiko perdarahan postpartum
Menghindari komplikasi plasenta previa
Seorang ibu 26 tahun G2P1 berada pada kala I fase transisi. Dilatasi serviks ibu adalah:
0-3 cm
4-7 cm
8-10 cm
> 10 cm
