NEW
Font size
WorksheetsEkonomi Pembangunan M3
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Tahun 2023 Kabupaten Sumba Tengah di NTT memiliki tingkat kemiskinan 25% dan mayoritas warganya petani lahan kering. Apa faktor struktural paling berpengaruh pada kemiskinan ini?
Keterbatasan akses pendidikan dan layanan kesehatan
Kenaikan pajak kendaraan bermotor
Rendahnya minat investasi properti
Tingginya inflasi kota besar
Kota Surakarta di Jawa Tengah menerima 50.000 pendatang baru per tahun, tetapi hanya menambah 10.000 lapangan kerja formal. Kebijakan apa paling tepat dievaluasi?
Pengetatan migrasi
Program pelatihan kewirausahaan dan UMKM
Kenaikan PDB kota
Penurunan tarif parkir
Desa Ambalang memiliki dana desa Rp 2 miliar/tahun tetapi tingkat partisipasi masyarakat rendah. Program baru apa yang paling inovatif untuk meningkatkan modal sosial?
Festival gotong royong tahunan berbasis usaha lokal
Subsidi listrik untuk semua warga
Pembebasan pajak tanah
Pembangunan pusat belanja modern
Papua kaya emas dan tembaga tetapi angka kemiskinan tinggi. Data ini menunjukkan bahwa kemiskinan di Papua lebih disebabkan oleh:
Kurangnya sumber daya alam
Keterbatasan akses layanan dasar
Rendahnya migrasi keluar
Nilai tukar rupiah
Tambang batu bara di Kalimantan meningkatkan PDRB 8% tetapi meninggalkan 500 lubang bekas tambang tanpa reklamasi. Bagaimana Anda menilai keberhasilan pembangunan ini?
Berhasil karena meningkatkan pendapatan
Berhasil karena menyerap tenaga kerja
Kurang berhasil karena merusak kualitas hidup jangka panjang
Gagal total karena tidak ada investor
Pemerintah daerah ingin mengurangi pengangguran muda di kota Jakarta. Program paling inovatif yang bisa Anda rancang adalah:
Pelatihan digital marketing & inkubasi start-up
Pembangunan jalan tol baru
Penghapusan retribusi parkir
Penutupan migrasi desa-kota
Data BPS 2022 menunjukkan rasio Gini nasional 0,39. Artinya:
Pemerataan pendapatan tinggi
Ketimpangan pendapatan masih cukup tinggi
Pajak progresif sudah efektif
Inflasi rendah
Seorang bupati memprioritaskan pembangunan pusat perbelanjaan dibanding irigasi pertanian. Evaluasi kebijakan ini:
Tepat karena meningkatkan PDB daerah
Kurang tepat karena mengabaikan sektor utama masyarakat
Tepat karena mengurangi kemiskinan
Tepat karena menambah pajak daerah
Sebuah kota pesisir rawan banjir karena konversi mangrove jadi tambak. Program pembangunan berkelanjutan paling tepat:
Menanam kembali mangrove dan kembangkan ekowisata
Meningkatkan jumlah tambak
Menutup akses pendidikan
Menghapus retribusi nelayan
Tahun 2024 jumlah lulusan perguruan tinggi di kota Tarakan naik 15%, namun pengangguran sarjana juga naik. Penyebab strukturalnya adalah:
Lapangan kerja formal terbatas
Jumlah mahasiswa sedikit
Tingkat inflasi rendah
Pajak impor turun
Program BLT di daerah miskin terbukti meningkatkan konsumsi jangka pendek tetapi tidak mengurangi kemiskinan jangka panjang. Evaluasi Anda:
Program efektif total
Program tidak bermanfaat
Program bermanfaat tapi perlu dikombinasi dengan pemberdayaan ekonomi
Program harus dihentikan
Kecamatan Bukit Batu punya potensi wisata alam tetapi masyarakatnya miskin. Strategi paling kreatif?
Mengembangkan homestay dan pelatihan pemandu wisata lokal
Menaikkan pajak hotel besar
Membangun pabrik besar
Menghapus ijin usaha
Program Dana Desa di Desa Labanan Jaya digunakan hanya untuk bangunan fisik tanpa pemberdayaan masyarakat. Dampak jangka panjang yang mungkin:
Modal sosial meningkat
Ketergantungan pada pemerintah meningkat
Lapangan kerja permanen bertambah
Ketimpangan berkurang
Pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata 5% per tahun tapi angka kemiskinan di timur Indonesia tetap tinggi. Hal ini menunjukkan:
Pertumbuhan merata
Pertumbuhan tidak inklusif
Pajak progresif efektif
Inflasi terkendali
Kabupaten Pulau Pisau bergantung pada ekspor karet. Harga dunia turun drastis. Kebijakan paling inovatif?
Diversifikasi ke industri hilir karet dan produk lain
Menambah produksi karet
Menutup ekspor karet
Menghapuskan pajak impor
Urbanisasi cepat menyebabkan kemacetan dan polusi. Faktor penyebab utamanya:
Migrasi besar-besaran tanpa lapangan kerja formal
Inflasi rendah
PDRB tinggi
Pajak progresif
Program “Indonesia Hijau” menargetkan penurunan emisi karbon. Evaluasi keberhasilan program paling tepat adalah:
Laju penanaman pohon dan perubahan perilaku masyarakat
Jumlah subsidi energi fosil
Kenaikan pajak rokok
Penurunan PDB
Kota Sambas memiliki banyak UMKM tapi terkendala pemasaran digital. Program baru paling tepat:
Inkubator e-commerce berbasis pemerintah kota
Penurunan tarif listrik
Pembangunan gedung parkir
Pelarangan ekspor produk lokal
Kelembagaan lemah menyebabkan tambang ilegal marak. Dampak sosial paling nyata:
Berkurangnya konflik lahan
Meningkatnya pencemaran air dan kesehatan menurun
Meningkatnya pendapatan negara
Transparansi meningkat
Modal sosial masyarakat desa seperti gotong royong bisa membantu mengatasi kemiskinan karena:
Menambah devisa negara
Memperkuat jaringan usaha dan partisipasi pembangunan
Mengurangi jumlah lulusan SMA
Menghapus ketimpangan global
