wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Birrul Wālidayn

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Perintah berbuat baik kepada kedua orang tua dalam QS. al-Isrā' ayat 23 diawali dengan perintah tauhid. Hal ini menunjukkan bahwa…

a)

Birrul wālidayn lebih utama dari ibadah mahdhah

b)

Ketaatan kepada orang tua sejajar dengan tauhid

c)

Tauhid adalah fondasi, sedangkan birrul wālidayn adalah konsekuensi sosialnya

d)

Birrul wālidayn merupakan kewajiban mutlak tanpa syarat

e)

Tauhid tidak ada kaitannya dengan birrul wālidayn

2.

Ungkapan "فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ" mengandung makna larangan…

a)

Menggunakan kata kasar

b)

Menyentuh orang tua ketika marah

c)

Mengucapkan perkataan yang mengandung isyarat ketidaknyamanan sekecil apapun

d)

Menolak perintah orang tua

e)

Membantah secara langsung

3.

Makna kiasan dari kata "أُفٍّ" dalam ayat tersebut adalah…

a)

Simbol kesedihan

b)

Simbol keletihan

c)

Simbol kejengkelan sekecil apapun terhadap orang tua

d)

Simbol kebahagiaan

e)

Simbol keberatan yang dibenarkan

4.

Dalam QS. al-Isrā' ayat 24 terdapat doa "رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا". Doa ini menekankan pada aspek…

a)

Balas jasa materi terhadap orang tua

b)

Kesetaraan antara anak dan orang tua

c)

Pengakuan jasa orang tua dalam mendidik sejak kecil

d)

Doa anak hanya jika orang tua masih hidup

e)

Perintah menyamakan kasih sayang dengan cinta Allah

5.

Kata "اخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ" secara bahasa berarti…

a)

Membentangkan sayap doa

b)

Merendahkan diri dengan penuh kasih sayang

c)

Menghindari konflik dengan orang tua

d)

Mengangkat derajat orang tua

e)

Menyembunyikan rasa hormat

6.

Hikmah menempatkan birrul wālidayn setelah tauhid adalah…

a)

Agar manusia tidak menyekutukan Allah dan orang tua sekaligus

b)

Karena orang tua adalah pengganti Allah di bumi

c)

Karena hubungan vertikal kepada Allah harus diimbangi dengan hubungan horizontal kepada orang tua

d)

Karena Allah ingin menyetarakan ibadah kepada-Nya dengan orang tua

e)

Karena orang tua selalu benar

7.

Berdasarkan ayat ini, jika orang tua memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan syariat Islam, maka sikap anak yang tepat adalah…

a)

Mentaati karena wajib taat sepenuhnya

b)

Menolak dengan tegas tanpa kompromi

c)

Tidak taat dalam hal maksiat, tetapi tetap berbuat baik kepada mereka

d)

Menyerahkan keputusan kepada masyarakat

e)

Mengikuti perintah asalkan tidak berulang

8.

Larangan berkata "uf" menunjukkan prinsip ushul fiqh berupa…

a)

Mafhūm mukhālafah

b)

Qiyās

c)

Sadd adz-dzarī'ah

d)

Dalālah mantūq bi al-lafzh

e)

Istishāb

9.

Larangan berkata "uf" menunjukkan prinsip ushul fiqh berupa…

a)

Mafhūm mukhālafah

b)

Qiyās

c)

Sadd adz-dzarī'ah

d)

Dalālah mantūq bi al-lafzh

e)

Istishāb

10.

Ayat ini menekankan bahwa doa anak untuk orang tua merupakan…

a)

Bentuk balas jasa yang utama

b)

Amalan sunnah yang boleh ditinggalkan

c)

Pengganti kewajiban nafkah

d)

Syarat utama masuk surga

e)

Bukti iman yang paling tinggi

11.

Menurut sebagian ulama, birrul wālidayn yang paling tinggi adalah…

a)

Taat mutlak tanpa batas

b)

Mengutamakan orang tua daripada Allah

c)

Mengutamakan keridhaan orang tua tanpa melanggar perintah Allah

d)

Memberi nafkah yang berlebihan

e)

Menggantikan penderitaan orang tua

12.

Dalam QS. al-Isrā' ayat 23-24, doa untuk orang tua mengandung nilai…

a)

Filantropi

b)

Psikologis

c)

Spiritual dan sosial

d)

Ekonomi

e)

Politik

13.

Larangan bersikap kasar kepada orang tua meski sekecil apapun mengajarkan nilai…

a)

Adil

b)

Qana'ah

c)

Ihsān

d)

Zuhud

e)

Shidq

14.

Makna "كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا" dapat dijadikan dasar etika anak bahwa…

a)

Orang tua wajib didoakan hanya jika masih hidup

b)

Kewajiban anak berhenti setelah dewasa

c)

Kasih sayang orang tua harus dibalas dengan doa dan pelayanan

d)

Orang tua harus dimuliakan hanya dalam keadaan lemah

e)

Anak boleh membalas sesuai kemampuan

15.

Birrul wālidayn dalam ayat ini termasuk kategori amal…

a)

Hablun minannās

b)

Hablun minallāh

c)

Muamalah māliyah

d)

Jihād fī sabīlillāh

e)

Syiar ibadah mahdhah

16.

Larangan berkata "uf" jika ditarik ke konteks sosial modern dapat diartikan sebagai…

a)

Larangan menolak nasihat orang tua

b)

Larangan bersikap apatis kepada masyarakat

c)

Larangan berkata kasar secara lisan maupun melalui media digital

d)

Larangan menggunakan bahasa asing kepada orang tua

e)

Larangan mengabaikan pendidikan

17.

Birrul wālidayn yang disebut dalam QS. al-Isrā' ayat 23-24 jika dikaitkan dengan maqāshid al-syarī'ah termasuk dalam…

a)

Hifzh al-dīn

b)

Hifzh al-nafs

c)

Hifzh al-'aql

d)

Hifzh al-nasl

e)

Hifzh al-māl

18.

Sikap tawadhu' kepada orang tua dalam ayat ini digambarkan dengan metafora…

a)

Menundukkan kepala

b)

Merendahkan sayap kehinaan karena kasih sayang

c)

Membungkukkan badan setiap saat

d)

Menyembah orang tua

e)

Duduk lebih rendah dari orang tua

19.

Kata "رَبِّ" pada doa ayat 24 menunjukkan…

a)

Doa anak tidak boleh langsung kepada Allah

b)

Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara yang mampu mengabulkan doa

c)

Orang tua sebagai peranta

20.

Kata "رَبِّ" pada doa ayat 24 menunjukkan…

a)

Doa anak tidak boleh langsung kepada Allah

b)

Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara yang mampu mengabulkan doa

c)

Orang tua sebagai perantara doa

d)

Anak wajib menyebut nama Allah hanya dalam doa orang tua

e)

Allah setara dengan orang tua dalam pemeliharaan

21.

Konsep "ihsān" dalam ayat ini lebih tinggi dari "adl" karena…

a)

Ihsan berarti menolak kebaikan orang tua

b)

Ihsan adalah berbuat baik meski tidak mendapat balasan

c)

Adl berarti tidak boleh menyayangi orang tua

d)

Ihsan hanya berlaku untuk anak

e)

Adl lebih sempurna daripada ihsan

22.

Birrul wālidayn tidak hanya berlaku saat orang tua masih hidup, tetapi juga setelah wafat dengan cara…

a)

Mendoakan, menyambung silaturahmi, dan meneruskan amal kebaikan

b)

Menyediakan harta warisan

c)

Membiarkan jasa mereka sebagai kenangan

d)

Melupakan kesalahan mereka

e)

Menyembah di kuburan orang tua

23.

Jika anak merasa orang tuanya kurang perhatian, QS. al-Isrā' ayat 23-24 mengajarkan bahwa…

a)

Anak berhak menuntut perhatian setara

b)

Anak tetap wajib berbuat baik tanpa syarat

c)

Anak boleh bersikap adil sesuai perlakuan

d)

Anak tidak perlu mendoakan orang tua

e)

Anak boleh mengabaikan jika orang tua salah

24.

Birrul wālidayn dalam ayat ini juga berfungsi sebagai…

a)

Bentuk penghormatan terhadap budaya lokal

b)

Penguatan karakter anak melalui adab dan doa

c)

Perintah yang hanya berlaku pada masa jahiliyyah

d)

Pengganti kewajiban berbakti pada masyarakat

e)

Aturan khusus untuk anak lelaki

25.

Ayat 23-24 menekankan etika komunikasi dengan orang tua. Hal ini dapat dikaitkan dengan konsep akhlak islami yang berprinsip pada…

a)

Amar ma'ruf nahi munkar

b)

Ta'dib dan tarbiyah

c)

Mu'āmalah māliyah

d)

Hudūd syar'iyyah

e)

Jihād qitāl