Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Resensi

Total questions: 10

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Novel Atheis karya Akhdiat berisi kisah tokoh Hasan yang awalnya hanya mengenal dunia yang statis, penuh kedamaian, dan jauh dari karamaian dunia. la terkenal sebagai anak yang saleh, alim, dan taat beribadah. Sejak kecil, Hasan rajin mengaji, berpuasa, dan mengikuti aliran sufi. Namun, setelah Hasan berkenalan dengan Anwar, Rusli, dan Kartini, ia terseret ke arus dunia modern yang dinamis dan penuh dengan aroma petualangan.

Kalimat resensi yang sesuai dengan sinopsis tersebut adalah

a)

A. Novel Atheis karya Akhdiat sangat bermanfaat untuk dibaca karena berlatar kehidupan yang penuh kedamaian.

b)

B. Akhdiat berhasil menyajikan benturan dua dunia lama dan dunia modern sehingga novel tersebut menarik untuk dibaca.

c)

C. Novel Atheis hanya menyajikan tokoh Hasan yang saleh, alim, dan taat mejalankan ibadah.

d)

D. Akhdiat mengangkat cerita yang berlatar budaya tanah kelahirannya di Jawa Barat.

e)

E. Pemerintah telah memberi penghargaan terhadap novel Atheis sebagai hadiah tahunan.

2.

Cerita pendek "Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari sekaligus menjadi judul kumpulan cerpen. Tokohnya adalah Karyamin, seorang tukang batu. Karyamin selalu tersenyum dalam situasi apa pun. Dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dikisahkan tokoh Srintil dan Rasus warga desa yang masih kuat memegang tradisi setempat.

Unsur yang dinilai dalam laporan buku tersebut adalah

a)

A. identitas buku yang diresensi

b)

B. perwatakan tokoh cerita

c)

C. tema cerita

d)

D. latar terjadinya cerita

e)

E. gaya bahasa penceritaan

3.

Novel Saman karya Ayu Utami merupakan novel yang pada awalnya dilarang beredar di toko-toko buku karena dianggap seronok dan tidak pantas untuk dibaca. Padahal, novel ini pernah laris di pasaran dan mengalami cetak ulang. Hal-hal yang belum pernah diungkapkan oleh penulis wanita lain ada di novel ini. Novel ini dianggap berani mendobrak hal-hal yang dianggap tabu dan selama ini ditutup-tutupi.

Ciri utama kutipan teks tersebut tergolong pada resensi adalah

a)

A. Mengomentari novel karya Utami.

b)

B. Berisi penilaian terhadap kualitas

c)

C. Mengulas topik buku yang berbeda dengan buku lain.

d)

D. Yang dibahas adalah buku sastra.

e)

E. Disebutkan nama buku dan penulisnya.

4.

Terlepas dari berbagai ketidaksempurnaannya, harus diakui bahwa buku pertama ini merupakan karya yang memikat. Bahkan, cara dan gaya pengungkapannya, dalam kadar tertentu, telah memberikan sentuhan sastra yang cukup enak dinikmati. Kita menantikan karya berikutnya.

Komentar yang tepat untuk untuk penutup resensi tersebut adalah...

a)

A. Penutup resensi buku tersebut sangat tepat.

b)

B. Pada bagian penutup resensi buku seharusnya mengajak untuk membaca buku karena sangat bermanfaat.

c)

C. Pada bagian penutup resensi buku, seharusnya mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah buku.

d)

D. Pada bagian penutup resensi buku, seharusnya memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.

e)

E. Pada bagian penutup resensi buku, seharusnya berisi uraian tentang isi buku untuk siapa dan mengapa.

5.

Buku kumpulan cerpen Berjuta Rasanya ini ditulis oleh Darwis Tere Liye. la lahir pada tanggal 21 Mei 1979 dan menghabiskan masa kecil di pedalaman Sumatra. Dia menikah dengan Amelia Pasai dan dikaruniai seorang putra. Pernah belajar di Universitas Indonesia mengambil fakultas ekonomi. Tere Liye sangat berbeda dengan novelis lainnya karena tidak pernah memasang foto, riwayat hidup, dan kontak person dalam bukunya. Dia cenderung menghindar dan menutupi kehidupannya. Berjuta Rasanya ini diciptakannya karena dia ingin memberikan pemahaman tentang cinta.

Informasi yang diulas pada kutipan resensi tersebut berupa unsur

a)

A. kepengarangan

b)

B. identitas buku

c)

C. penilaian

d)

D. simpulan

e)

E. kelebihan dan kekurangan buku

6.

Dengan cara ini, Djenar melebih-lebihkan objek atau peristiwa, seperti dalam cerpen "Lintah". Narator menceritakan kebenciannya terhadap pacar ibunya yang ia anggap sebagai lintah, terkadang bahkan terbelah dua dan menjadi ular. Hiperbola juga digunakan dalam "Mereka Bilang, Aku Monyet!" yang menggambarkan pria jahat itu berkepala buaya dan berkaki kalajengking.

Bagian yang diungkapkan pada kutipan resensi tersebut adalah.

a)

A. identitas buku

b)

B. jenis buku

c)

C. Kekurangan buku

d)

D. kelebihan buku

e)

E.kesimpulan

7.

Koala Kumal sedikit lebih tipis dibandingkan buku sebelumnya, Manusia Setengah Salmon. Selain kembali menggunakan judul binatang, Dika pun meneruskan konsep "Komedi Pakai Hati" miliknya. Kedewasaan dan kematangan pun semakin terlihat di sini. Struktur bahasa pun semakin rapi. Jelas saja, dengan usia yang sudah menginjak 30 tahun, Raditya Dika berangsur-angsur menghilangkan kata-kata kasar dan tidak baku, seperti yang biasa ditemukan di buku-buku sebelumnya. Sebenarnya tidak penting membicarakan struktur bahasa dalam sebuah buku komedi. Namun, perbedaan itu semakin jelas dengan Kambing Jantan, buku pertama Dika yang sangat slengean dan hancur-hancuran dalam segi bahasa.

Unsur yang dikomentari pada kutipan resensi tersebut adalah

a)

A. penggunaan nama binatang pada judul buku

b)

B. gaya bahasa penceritaan pengarang

c)

C. tema buku yang diresensi

d)

D. perubahan tema yang digunakan

e)

E. kelebihan dan kekurangan antarbuku

8.

Reaktif, provokatif, bahkan subversif. Itulah kesan pertama saya ketika membaca kalimat-kalimat dalam salah satu cerpen Djenar Maesa Ayu yang berjudul "Mereka Bilang, Aku Monyet!". Kutipan cerpen yang juga terdapat di sampul belakang antologi ini menghadirkan panorama baru, sebuah ekspresi prosa yang cenderung "bertegangan tinggi".

Istilah antologi digunakan untuk menyebut

a)

A. cerpen terbaik

b)

B.kumpulan cerita pendek

c)

C.kumpulan puisi

d)

D. sekelompok tulisan pilihan

e)

E. buku best seller

9.

(1) Reaktif, provokatif, bahkan subversif. (2) Itulah kesan pertama saya ketika membaca kalimat-kalimat dalam salah satu cerpen Djenar Maesa Ayu yang berjudul "Mereka Bilang, Aku Monyet!". (3) Kutipan cerpen yang juga terlampir di sampul belakang antologi ini menyajikan panorama baru, sebuah ekspresi prosa yang cenderung "bertegangan tinggi".

(4) Reaktif karena kebanyakan cerpen dalam buku yang memuat sebelas cerpen ini merupakan tegangan-tegangan bahasa yang menuju pada simpul-simpul reaksi atas berbagai "kesakitan" yang dialami para tokoh. (5) Reaksi ini bisa dialami pengarang sebagai "pengalaman imajinatif".

Pernyataan yang menunjukkan kelebihan buku terdapat pada kalimat...

a)

A. (1)

b)

B. (2)

c)

C. (3)

d)

D. (4)

e)

E. (5)

10.

Buku Gambang Jakarta karya Firman Muntaco adalah buku kumpulan cerpen. Cerpen-cerpen Firman sungguh merupakan potret zamannya. Kisah-kisah dalam buku ini menggambarkan kondisi sosial masyarakat Betawi pada masa itu. Bagaimana rumah tangga orang Betawi, bagaimana pandangan mereka terhadap tradisi, dan bagaimana mereka menghadapi zaman.

Gaya Penceritaan Firman memang khas Betawi. Sebagai bentuk ungkapan pertanggungjawaban putra Betawi, cerpennya pun ditulis dalam bahasa Betawi. Firman percaya bahasa Betawi yang paling tepat untuk menyatakan pikiran, kejiwaan, dan perasaan tokoh-tokohnya. Cerpen-cerpennya dibalut dengan selera humor yang kuat. Kelincahan cerita yang memikat dan kesinisan yang kadang mengundang senyum membuat cerpen-cerpen dalam Gambang Jakarta menjadi memukau.

Kalimat resensi (penilaian) yang menyatakan kelemahan buku tersebut adalah ...

a)

A. Buku Gambang Jakarta hanya memotret kondisi sosial masyarakat Betawi pada masa tertentu dan tidak memiliki pandangan orang Betawi secara umum.

b)

B. Firman memakai gaya penceritaan yang khas, tetapi kelincahannya dalam bercerita membuat karyanya menjadi memukau.

c)

C. Pembaca yang tidak memahami bahasa Betawi sulit memaknai ceritanya karena banyak kosakata yang sudah tidak digunakan saat ini.

d)

D. Kumpulan cerpen Gambang Jakarta mampu mengangkat kehidupan dan tradisi masyarakat Betawi dalam menghadapi tantangan zaman.

e)

E. Kumpulan cerpen karya Firman penuh dengan humor, bahkan menimbulkan kesinisan dan senyum pembaca.