Font size
WorksheetsNeurologi
Total questions: 104
Worksheet time: 52mins
Laki-laki usia 60 tahun dengan keluhan bayangan gelap dilapangan pandang bagian yang menghilang bila menutup mata kanan, keluhan ini menetap dan tidak membaik. Pada pemeriksaan didapatkan bruit karotis kanan dan skotoma bagian atas nasal. Pemeriksaan neurooftalmologi lainnya dalam batas normal. Funduskopi belum dilakukan.
Manakah dari berikut ini yang paling mungkin menjadi topis penyebab temuan ini?
Lobus tempiral kiri
Lobus oksipital dibawah sulcus calcarina
Retina kanan sisi bawah temporal
Retina kiri sisi bawah temporal
Nervus optikus bilateral
Seorang wanita berusia 29 tahun dengan riwayat hipertensi datang dengan keluhan nyeri pada mata kanan saat bergerak, gangguan dan penglihatan kabur, serta perasaan bahwa beberapa warna “tidak terlihat seperti biasanya”. Pada tes cahaya ayun (swinging light test), ketika cahaya diarahkan ke mata kirinya, kedua pupil sedikit melebar dan kontraksi pupil jauh lebih sedikit dibandingkan saat cahaya diarahkan ke mata kiri. Ketajaman visual pada mata kanan menurun, begitu juga dengan persepsi warna merah.
Manakah dari berikut ini yang paling mungkin menjadi topis penyebab temuan ini?
Saraf optik bilateral
Makula bilateral yang parah
Lesi pada badan genikulat lateral kiri
Lesi pada badan genikulat lateral kanan
Saraf optik kanan
Perempuan 30 tahun datang ke poliklinik saraf untuk kontrol migrain kronik. Dari data buku harian nyeri kepala, Anda mendapat bahwa dalam 1 bulan terakhir: nyeri kepala muncul tiap hari, rerata durasi 6 jam, dan pasien selalu mengonsumsi Paracetamol 2 tablet setiap nyeri kepala muncul. Dalam 6 bulan terakhir, nyeri kepala juga muncul tiap hari, namun pasien hanya minum Paracetamol 2 tablet 3-4x/minggu. Apakah pilihan tatalaksana terhadap pasien ini?
Meneruskan pemberian Paracetamol sambil menjadwalkan pemeriksaan MRI MRA MRV
Melakukan introduksi obat profilaksis dan withdrawal obat abortif saat ini
Melakukan pemeriksaan Index Vascular Migraine dan memberikan antiplatelet yang sesuai
Melakukan pemeriksaan pericranial tenderness dan memberikan golongan NSAID
Meningkatkan kepatuhan penggunaan Paracetamol setiap nyeri muncul
Perempuan 20 tahun datang datang ke ke poliklinik poliklir neurologi dengan keluhan nyeri kepala berulang dalam 6 bulan ini. Terakhir nyeri kepala dirasakan 1 bulan yang lalu, selalu muncul 1 hari sebelum pasien menstruasi, seperti saat ini juga. Nyeri saat ini dirasakan di kepala sisi kanan, berdenyut dan diperberat jika melihat cahaya. Pasien tidak dapat melakukan aktivitas saat serangan muncul. Pasien menstruasi sejak 2 hari ini. Sebelum nyeri kepala muncul, pasien melihat titik-titik hitam di kedua lapang pandang yang bertahan selama 15 menit. Apakah obat profilaksis yang dapat diberikan pada pasien in ini?
Amitriptilin
Propanolol
Ibuprofen
Naratriptan
Ergotamin
Perempuan 28 tahun, datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan nyeri kepala yang dirasakan seperti terikat sudah berlangsung 7 bulan terakhir dan berulang sudah 1 kali dengan jumlah serangan 15-17 hari perbulannya. Lamanya serangan 30 menit sampai 7 hari. Meski i ia ia mengalami nyeri kepala namun masih bisa melakukan pekerjaannya sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta. Keluhan tidak disertai mual, muntah dan fotofobia. Pada pemeriksaan palpasi perikranial tidak dijumpai nyeri tekan. Pada pemeriksaan fisik lainnya dan CT Scan Kepala tanpa kontras tidak ditemukan kelainan. Apakah diagnosis pada pasien sesuai dengan kasus di atas?
TTH kronik yang tidak berhubungan dengan nyeri tekan perikranial
Probable tension type headache episodik infrequent
Tension type headache episodic frequent
Probable tension type headache episodik infrequent
Tension type headache episodic infrequent
Laki-laki 50 tahun datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan nyeri kepala sebelah kiri, nyeri juga dirasakan pada daerah periokular, disertai dengan injeksi konjungtiva kiri dan lakrimasi. Nyeri dengan intensitas berat, seperti ditusuk-tusuk, durasi serangan rata-rata berkisar selama 1 menit. Serangan sering terjadi pada siang hari. Pasien sebelumnya telah mengonsumsi obat indometasin, namun keluhan juga tidak dirasakan membaik. Pada pemeriksaan fisik neurologis didapatkan dalam batas normal. Apakah pilihan terapi preventif yang tepat pada kasus di atas?
Lamotrigine
Asam valproate
Clonazepam
Fenitoin
Fenobarbital
Laki-laki 45 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan nyeri kepala yang dirasakan 1 hari yang lalu. Nyeri dirasakan tajam di sisi kepala kanan dan sekitar mata. Keluhan lain mata kanan tampak merah berair, disertai bengkak kelopak mata dan hidung berair. Keluhan nyeri kepala berlangsung selama 20 detik. Dalam sehari pasien mengaku serangan nyeri kepala dapat berulang hingga 30 kali. Manakah diagnosis yang tepat pada kasus di atas?
Cluster Headache
Short lasting Unilateral Neuralgiform Headache Attack with Conjunctival Injection and Tearing
Short lasting Unilateral Neuralgiform Headache Attack with Cranial Autonomic Symptoms
Hemicrania Continua
Migrain dengan gejala otonom
Seorang perempuan membawa kakeknya, 78 tahun, dengan keluhan mendadak tidak bisa berbicara sejak 2 minggu yang lalu. Setelah diperiksa, pasien bisa memahami ucapan pemeriksa namun tidak bisa mengucapkan kata-kata. Kekuatan lengan dan tungkai kanan juga menurun. Dokter merencanakan terapi transcranial magnetic stimulation dan dilanjutkan dengan melodic intonation therapy. Bagaimana mekanisme melodic intonation therapy mempengaruhi perbaikan pada pasien ini?
Menggunakan ritme musik untuk melatih pernapasan
Memanfaatkan jalur prosodi di hemisfer kanan untuk menggantikan fungsi bahasa yang terganggu
Meningkatkan aktivitas hippocampus untuk memori verbal
Mengaktifkan refleks pendengaran untuk memperkuat fonasi
Menggunakan musik untuk mengurangi kecemasan sebelum terapi wicara
Seorang pasien sedang menjalani terapi transcranial direct current stimulation karena didiagnosis oleh dokter sebelumnya bahwa pasien mengalami mild cognitive impairment dengan gangguan pada domain atensi dan memori. Anoda diletakkan pada area dorsolateral prefrontal kiri dan katoda pada area supraorbital kanan. Forward digit span saat ini skornya 4 dan word list memory task 15, membaik 2 poin dibandingkan dengan sebelum terapi. Mekanisme yang menjelaskan perbaikan yang dialami oleh pasien yaitu:
Neurotransmisi GABAergik meningkat sehingga meningkatkan inhibisi
Modifikasi potensial membran neuron sehingga meningkatkan plastisitas sinaptik
Peningkatan apoptosis neuron yang rusak
Penurunan konektivitas antar jaringan kortikal
Inhibisi langsung pada area hippocampus
Seorang laki-laki berusia 21 tahun, seorang atlet silat, mendadak tampak seperti orang bingung setelah mendapatkan benturan yang kuat dari tendangan lawan pada kepala bagian kanan. Beberapa saat kemudian, kondisinya kembali normal, dan dapat menyelesaikan pertandingan. Empat jam setelah pertandingan selesai, dijumpai letargi dan kelemahan pada anggota gerak kiri. Laki-laki tersebut lalu dibawa ke IGD, dilakukan CT-scan kepala tampak lesi hiperdens berbentuk bikonveks. Apakah diagnosis topik kelainan diatas?
Arteri meningea media, melalui foramen lacerum
Vena jugularis, melalui foramen jugularis
Arteri meningea media, melalui foramen spinosum
Arteri karotis, melalui kanal karotis
Vena jugularis, melalui foramen spinosum
Seorang laki-laki berusia 30 tahun terjatuh saat hiking, kepala terbentur bebatuan dan pasien tidak menggunakan alat pelindung kepala. Saat kejadian, pasien sempat tidak sadar kurang dari 5 menit lalu pasien sadar kembali dan menyelesaikan hikingnya. Tiga jam kemudian pasien terlihat bingung dan tidak sadar lalu dibawa ke rumah sakit. Hasil CT-scan kepala pasien menunjukkan hasil sebagai berikut. Apa indikasi operasi pada pasien tersebut?
EDH progresif
EDH > 10 cc pada fossa posterior dengan tanda penekanan batang otak atau hidrocephalus dengan fungsi batang otak masih baik
EDH > 20 cc dengan midline shifting pada daerah temporal /frontal /parietal dengan fungsi batang otak masih baik
EDH > 30 cc dengan midline shifting pada daerah temporal /frontal /parietal dengan fungsi batang otak masih baik
EDH tipis dengan penurunan kesadaran
Seorang laki-laki berusia 41 tahun dibawa ke IGD karena mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor. Pasien sempat tidak sadarkan diri selama 5 menit. Terdapat cairan bening yang keluar dari hidung dan 12 jam kemudian sekitar kedua mata tampak berwarna merah kehitaman. Pada pemeriksaan didapatkan GCS E4V5M6, TD 140/70 mmHg, N: 70x/m; RR: 20x/m; T: 36°C, Nervus 1: anosmia Apa diagnosis pasien tersebut?
Fraktur basis krani posterior
Fraktur basis kranii media
Fraktur basis krani anterior
Subdural hematoma
Epidural hematoma
Seorang laki-laki berusia 22 tahun, pekerja bangunan masuk ke IGD dengan riwayat jatuh dari atap rumah setinggi 3 meter sewaktu bekerja, 2 jam sebelum masuk ke rumah sakit. Pada pemeriksaan awal didapatkan kesadaran baik, TD 70/50 mmHg, N 68x/menit, pernapasan 20x/menit. Didapatkan hematom dan lecet pada wajah dan dada atas. Pasien mengeluh nyeri di lehernya dan tidak dapat merasakan pada bagian dada ke bawah serta sulit menggerakkan ke-4 ekstremitasnya. Dari hasil pemeriksaan didapatkan hematom dan nyeri tekan pada prosesus vertebra servikal 5 dan 6 dengan jarak antara prosesus spinosus yang melebar. Pemeriksaan neurologis menunjukkan adanya anestesi mulai dari daerah leher, tetraplegia. Pemeriksaan colok dubur menunjukkan tonus sfingter (-). Pemeriksaan refleks bulbocavernosus mendapatkan hasil (-).Apa kemungkinan diagnosis pasien ini?
Complete spinal cord injury
Incomplete spinal cord injury
Central cord syndrome
Cauda equina syndrome
Brown Sequard syndrome
Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan kelemahan wajah sebelah kanan sejak 3 hari yang lalu. Pasien sulit menutup mata kanan, mulut mencong ke kiri. Pemeriksaan neurologis menunjukkan paresis nervus fasialis perifer kanan. Dilakukan pemeriksaan blink reflex. Bagaimana hasil blink reflex bila stimulasi diberikan pada nervus supraorbitalis kanan?
R1 kanan hilang, R2 kanan hilang, R2 kiri tetap ada
R1 kanan ada, R2 kanan hilang, R2 kiri hilang
R1 kanan hilang, R2 kanan hilang, R2 kiri hilang
R1 kanan ada, R2 kanan ada, R2 kiri hilang
R1 kanan hilang, R2 kanan normal, R2 kiri hilang
Seorang Wanita 45 tahun telah didiagnosa CKD sejak 1 bulan yang lalu. Kemudian 2 hari yang lalu saat pasien melakukan HD, tubuh pasien mengalami kaku kelojotan, mata melirik keatas selama kurang lebih 2 menit. Sebelumnya pasien juga sudah pernah mengalami hal ini dan sudah didiagnosa epilepsi.
Obat apa yang tidak boleh diberikan pada pasien ini?
Fenitoin
Topiramat
Klonazepam
Valproate
Lamotrigin
Seorang anak laki-laki, usia 9 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan kejang selama 1 menit pada saat tidur. Kejang berupa gerakan bibir kanan dan kelopak mata makan. Dalam satu bulan terakhir pasien mengalami kejang hingga 3 kali. Pasien sudah menjalani pemeriksaan EEG dan didapatkan gelombang paku di sentrotemporal kiri.
Diagnosis manakah yang paling mungkin pada kasus tersebut di atas?
Sindrom Panayiotopoulus
Sindrom West
Benign Rolandic Epilepsy
Sindrom Lennox-Gestaut
Epilepsi Lobus Temporal Mesial
Seorang pria usia 70 tahun mengalami penurunan kognitif progresif, disertai halusinasi visual kompleks dan fluktuasi kesadaran. Ia juga menunjukkan rigiditas ringan dan langkah pendek saat berjalan. CT scan otak menunjukkan atrofi ringan, PET amiloid negatif. MMSE 23/30.
Apa diagnosis yang paling sesuai pada kondisi pasien ini?
Lewy body dementia
Demensia vaskular
Frontotemporal dementia
Parkinson disease dementia
Alzheimer disease
Pasien wanita 58 tahun dengan gangguan bahasa progresif. Ia memahami bahasa dengan baik namun mengalami kesulitan menemukan kata, terutama kata benda, dan secara bertahap kehilangan pemahaman makna kata. MRI menunjukkan atrofi lobus temporalis anterior kiri.
Kemungkinan diagnosis yang paling sesuai adalah?
Nonfluent Primary Progressive Aphasia
Semantic variant Primary Progressive Aphasia
Logopenic variant Primary Progressive Aphasia
Alzheimer disease awal
Aphasia Wernicke
Laki-laki 30 tahun dirujuk dari rumah sakit daerah dengan keluhan kelemahan tubuh sebelah kanan yang terjadi tiba-tiba satu bulan yang lalu, disertai dengan kesulitan berbicara dan kejang parsial motorik fokal. Pasien juga mengalami nyeri kepala intermiten yang semakin memburuk dalam beberapa minggu terakhir. Pada pemeriksaan neurologis, didapati parese nervus VII perifer di sisi kiri dan hemiparesis kanan (4/5). Hasil pemeriksaan imaging sebagai berikut:
Apakah diagnosis etiologi yang paling tepat pada kasus di atas?
Trombosis sinus kavernosus .
Dural arterio-venous fistula
Arteriovenous malformation (AVM)
Aneurisma intrakranial
Arteritis arteri karotis
Seorang pria 67 tahun datang ke IGD dengan kelemahan tubuh sisi kanan dan afasia mendadak sejak 2 jam sebelum masuk RS. NIHSS = 15. CT-Scan kepala non-kontras menunjukkan tidak ada perdarahan, ASPECTS score = 9. CT angiography menunjukkan oklusi M1 arteri serebri media kiri. Pasien memiliki riwayat hipertensi terkontrol, tidak sedang menggunakan antikoagulan, dan onset jelas 2 jam. RS memiliki fasilitas trombektomi mekanik dengan tim siap.Langkah intervensi paling tepat untuk pasien ini adalah...
Terapi medikamentosa saja dengan aspirin dosis loading
IV-tPA (alteplase) saja karena onset masih <4,5 jam
Trombektomi mekanik saja karena terdapat oklusi M1
Kombinasi IV-tPA diikuti trombektomi mekanik (bridging therapy)
Observasi konservatif karena skor NIHSS belum >20
Seorang pria 35 tahun dengan riwayat perdarahan intraparenkim lobar kiri, CTA menunjukkan adanya AVM ukuran sedang (3 cm) dengan drainase vena superfisial, tanpa aneurisma intranidal. Skor Spetzler-Martin = 2.
Pilihan terapi intervensi paling tepat untuk pasien ini adalah:...
Observasi konservatif karena usia muda
Embolisasi endovaskular tunggal sebagai terapi definitif
Embolisasi selektif diikuti reseksi bedah
Radiosurgery tunggal dengan Gamma Knife
Kombinasi antikoagulan dan antiagregan
Seorang wanita berusia 49 tahun datang ke poli saraf karena mengeluhkan nyeri kepala sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya nyeri kepala dirasakan ringan dan membaik dengan meminum obat di warung. Namun semakin lama pasien mengeluhkan nyeri kepala terus-menerus. Pasien mengaku tidak ada kelemahan anggota gerak, tidak ada kejang, maupun bicara pelo. Pasien juga tidak ada riwayat benjolan di anggota tubuh yang lain. Pemeriksaan fisik ditemukan TD 129/71mmHg HR 90x/menit RR 20x/menit dan suhu 36,7. Pasien dilakukan pemeriksaan MRI brain kontras dengan hasil seperti dibawah dx Tumor metastasis.
Apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan menurut guideline NCCN?
Konsul TS Bedah Saraf
WBRT
SRS
Melakukan pelacakan tumor primer dengan memeriksa tumor marker
Melakukan pelacakan tumor primer dengan memeriksa CT Thoraks/CT Abdomen
Seorang wanita usia 47 tahun dengan kanker payudara datang dengan keluhan sakit kepala dan multiple neuropati kranial. Hasil MRI menunjukkan peningkatan sinyal pada leptomeningen, dan pemeriksaan sitologi cairan serebrospinal (CSF) menunjukkan adanya sel abnormal.
Pernyataan manakah berikut ini yang benar?
Pasien ini mengalami infiltrasi batang otak oleh kanker yang menyebabkan multiple neuropati kranial
Pemeriksaan cairan serebrospinal (CSF) sangat sensitif untuk kondisi ini, dengan sedikit hasil negatif palsu
Pengobatan mencakup kombinasi radiasi otak total dan metotreksat intraventrikular
Gamma knife adalah pilihan pengobatan utama
Melanoma yang menginfiltrasi meningen memiliki prognosis yang lebih baik dibandingkan limfoma
Seorang pria 55 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan. Pasien memiliki riwayat stroke iskemik 3 bulan lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 140/90 mmHg HR 78x/menit RR 18x/menit dan suhu 36,8oC. Status neurologis didaptkan hemiparesis kanan dengan kekuatan otot 3/5. Pasien sudah menjalani fisioterapi okupasi pada anggota gerak kanan, tetapi perbaikan motorik masih minimal. Pasien direncanakan untuk diberikan stimulasi otak pada area kontralesi dengan target level evidence A.
Apakah modalitas neurorestorasi motorik pada pasien tersebut?
Virtual Reality
Transcranial Magnetic Stimulation
Transcranial Direct Current Stimulation
Peripheral Nerve Stimulation
Repetitive Nerve Stimulation
Seorang pria 70 tahun datang pasca stroke iskemik 2 bulan yang lalu. Keluhan utama berupa kelemahan sisi kanan tubuh yang sudah membaik dengan fisioterapi. Pada pemeriksaan didapatkan TD 135/88 mmHg HR 82x/menit RR 18x/menit suhu 36,5oC. Status neurologis didapatkan kekuatan motorik 4/5. Saat ini pasien dikeluhkan oleh keluarganya sering murung, kehilangan minat, sulit tidur, dan merasa tidak bersemangat. Pasien dilakukan pemeriksaan Hamilton Depression Rating Scale dengan skor 20.
Di manakah lokasi lesi yang dapat menjadi target terapi neurostimulasi yang paling tepat pada pasien ini?
Gyrus Frontal Inferior
Suplementary Motor Area
Dorsolateral Prefrontal Cortex
Premotor Cortex
Motor Cortex
Seorang pasien laki-laki usia 81 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan dan sulit menelan.. Pasien dengan riwayat stroke iskemik 2 bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik ditemukan T 148/99 mmHg HR 74x/menit RR 20x/menit Suhu 36,6oC. Status neurologis didapatkan hemiparesis kanan, disartria, dan disfagia dengan GUUS 10. Pasien saat ini masih mengalami kesulitan untuk menelan cairan. Salah satu aspek penting dalam neurorestorasi adalah pemulihan fungsi menelan untuk mencegah aspirasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien
Penatalaksaan non farmakologi yang tepat pada kasus di atas adalah?
Head rotation atau chin tuck position
Latihan isometrik lidah
Stimulasi elektrik neuromuskular
Pemberian cairan encer
Air thermal stimulation
Seorang pasien laki-laki usia 62 tahun mengalami stroke iskemik 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik ditemukan TD 138/82 mmHg HR 88x/menit RR 19x/menit Suhu 36,7oC. Status neurologis ditemukan kelemahan anggota gerak kiri dengan kekuatan 5/2, disartria, dan hemihipestesi kiri. Pasien dilakukan pemeriksaan quantitative EEG (QEEG) untuk menilai prognosis pemulihan fungsi neurologis.
Manakah indikator qEEG yang bisa dijadikan sebagai prediksi outcome post-stroke?
Delta Alpha Ratio
Beta Alpha Ratio
Theta Delta Ratio
Alpha Beta Ratio
Beta Delta Ratio
Wanita 39 tahun sejak 3 bulan terakhir mengeluh nyeri kepala yang hilang timbul lebih dari 10 kali dalam satu minggu. Nyeri terasa tegang di kepala depan dan belakang. Pasien sudah berobat 5 kali tetapi nyeri berkurang saat minum obat saja, setelah efek obat habis nyeri muncul kembali dengan intensitas bervariasi sedang kadang ringan tetapi tidak pernah terbebas dari rasa nyeri.
Bagaimana tatalaksana nyeri kepala yang paling tepat pada kasus ini?
Menggunakan jenis anti nyeri yang lain
Menggunakan dosis terapi abortif paling tinggi
Menggunakan obat golongan opioid
Menggunakan terapi profilaksis
Tidak perlu memperhatikan pengelolaan stres
Seorang wanita 42 tahun mengeluh nyeri kepala episodik. Nyeri kepala digambarkan sebagai serangan nyeri hebat periorbita unilateral yang berlangsung selama 10 menit dan disertai ptosis ipsilateral, lakrimasi, dan hidung tersumbat. Pasien mengalami lebih dari 5 kali serangan setiap hari. Pasien tidak mengalami gejala aura.
Dari pernyataan diatas, terapi medikamentosa apa yang paling tepat diberikan pada pasien pertama kali?
Oksigen
Indometasin
Prednison
Sumatriptan
Naproksen
Seorang wanita 42 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala sebelah kiri yang dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. Nyeri kepala tajam seperti tertusuk-tusuk pada daerah sekitar mata kiri disertai kemerahan dan keluar air mata. Nyeri terjadi beberapa detik sampai 1 menit, sehari dapat terjadi 5 kali, dalam satu minggu terjadi 1-2 kali, keluhan akan berulang sekitar 3-4 minggu.
Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus diatas?
Hemikrania kontinua
Nyeri kepala klaster episodik
SUNA episodik
SUNCT kronik
Migrain dengan aura tipikal
Seorang pria berusia 35 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala sisi kiri sejak 2 bulan yang lalu. Nyeri kepala dirasakan seperti berdenyut, bertambah berat jika melakukan aktivitas fisik, dan disertai dengan mual muntah. Nyeri kepala dirasakan sebanyak 10 kali sejak 1 bulan terakhir, selama 5-6 jam sehari. Sebelum nyeri kepala terjadi, pasien sering merasa anggota gerak kiri terasa lemah disertai rasa baal selama 60 menit, namun akan menghilang. Pasien mempunyai riwayat asma.
Apakah terapi profilaksis utama yang dapat diberikan pada kasus di atas?
Propanolol 2x20mg
Sumatriptan 2x50mg
Naproxen 1x1000mg
Indometasin 3x50mg
Topiramat 2x100mg
Seorang wanita berusia 65 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri hebat yang dirasakan seperti tersengat listrik selama beberapa detik hingga satu menit dan terjadi lebih dari 20 kali dalam sehari. Nyeri ini hanya dirasakan di sisi kanan wajah, terutama di area pipi dan rahang bawah. Nyeri dipicu oleh aktivitas, seperti saat mencuci muka, menyikat gigi, atau makan. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan defisit motorik maupun sensorik.
Diagnosis paling mungkin pada pasien ini adalah?
Hemikrania paroksimal
Giant cell arteritis
Cluster headache
Neuralgia trigeminal
Short lasting unilateral neuralgiform headache attacks with cranial autonomic symptoms
Seorang pasien berusia 52 tahun datang dengan keluhan nyeri pada siku yang telah berlangsung selama 6 bulan. Nyeri terutama dirasakan pada saat mengangkat lengan bawah, mengangkat barang, dan berjabat tangan. Pemeriksaan fisik didapatkan tes provokasi Cozen (+).
Mekanisme patofisiologi utama yang mendasari kondisi pasien ini adalah?
Degenerasi kronis tendon otot fleksor pada epikondilus medialis
Protrusi diskus intervertebralis servikal
Proses degeneratif pada rotator cuff
Degenerasi overused tendon otot ekstensor pada epikondilus lateralis
Inflamasi kronis kapsul sendi
Dalam membedakan Locked-in Syndrome dari kondisi koma: Pemeriksaan penunjang berikut PALING membantu...
MRI kepala
EEG
Pemeriksaan refleks batang otak
CT perfusi
Angiografi serebral
Yang menyebabkan kematian sekunder setelah perdarahan subaraknoid Adalah Komplikasi intrakranial yang paling sering....
Hidrosefalus akut
Iskemia serebral sekunder akibat vasospasme
Rebleeding
Hiponatremia
Emboli serebral
Manakah dari berikut ini yang merupakan faktor pencetus krisis myasthenia gravis yang PALING umum pada pasien dewasa?
Tirotoksikosis
Penggunaan alkohol
Trauma kepala
Infeksi saluran napas
Overdosis antikolinesterase
Pasien laki-laki 50 tahun dengan riwayat GBS dua hari lalu mengalami gagal napas dan dipindah ke ICU. Selama perawatan, pasien menunjukkan fluktuasi tekanan darah, bradikardia, dan henti jantung sementara
Apa mekanisme fisiologi komplikasi ini?
Gagal napas sentral akibat lesi batang otak
Emboli paru akibat paralisis tungkai
Disautonomia karena gangguan saraf otonom
Efek samping IVIG
Sepsis dan syok septik awal
Seorang pria 35 tahun dilarikan ke IGD setelah kecelakaan lalu lintas. Pasien tidak sadar, GCS 6 (E1V1M4), terdapat hematoma periorbital bilateral ("raccoon eyes") dan otorea kanan. CT scan menunjukkan fraktur tulang dasar tengkorak dan kontusio serebri. Setelah stabilisasi ABC, ICP monitor dipasang dan menunjukkan tekanan intrakranial 28 mmHg. Apa target manajemen utama dan intervensi awal yang paling sesuai?
Pemberian deksametason 10 mg IV bolus
Hiperventilasi hingga PaCO₂ < 25 mmHg jangka panjang
Manitol 0,25–1 g/kg IV bolus dan elevasi kepala
LP diagnostik untuk mengurangi tekanan
Operasi kraniektomi dekompresi segera
Seorang perempuan, berusia 55 tahun datang dengan hemiparese sinistra sejak 1 bulan yang lalu. Saat dilakukan pemeriksaan CT Scan kepala polos, pasien memiliki beberapa infark di lobus frontal dan parietal kanan. Pasien lalu dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa DSA, dan didapatkan stenosis lebih dari 80% pada arteri karotid interna kanan.
Manakah terapi yang paling tepat diberikan saat ini?.
Warfarin
Aspirin dan klopidogrel
Heparin
Aktivator tissue plasminogen intraarterial
Stenting pada arteri karotid interna.
Seorang pria berusia 50 tahun datang dengan mata kanan kemerahan dan bengkak yang semakin memburuk selama 2 minggu. Pasien juga mengeluh penglihatan ganda dan suara mendenging. Pada pemeriksaan, mata kanannya menunjukkan proptosis, kemerahan konjungtiva dengan pembuluh darah yang terlihat berkelok-kelok, serta keterbatasan pergerakan mata ke arah lateral. Pada pemeriksaan pupil yang melebar dan kurang reaktif. Pendengaran di atas orbit terdengar bruit. Ketajaman penglihatan sedikit menurun. Pasien juga nyeri kepala.
Manakah dari diagnosa berikut yang paling mungkin?
Dilatasi vena oftalmika
Amourosis fugax
Carotid-Cavernous Fistula
Neuritis optik
Oklusi vena retina sentral
Seorang wanita berusia 35 tahun datang dengan riwayat kejang berulang dan nyeri kepala yang hilang timbul beberapa bulan terakhir. Baru-baru ini, pasien juga mengalami episode kelemahan dan mati rasa pada anggota gerak sisi kanan. Pada pemeriksaan MRI otak menunjukkan adanya gambaran kumpulan pembuluh darah yang membesar dan tidak beraturan yang sesuai popcorn appearance di lobus frontal kiri. Ia tidak memiliki riwayat medis yang signifikan. Dx. Cerebral cavernous sinus malformation (cavernoma)
Manakah dari gejala berikut yang paling mungkin terkait dengan kondisi ini?
Kehilangan memori progresif dan kebingungan
Nyeri kepala berat mendadak dengan kehilangan kesadaran
Kejang dan defisit neurologis fokal
Penurunan penglihatan dan pendengaran secara progresif
Kekakuan otot dan tremor
Seorang wanita berusia 26 tahun datang dengan keluhan nyeri leher yang hebat setelah mengikuti kelas menari dengan gerakan leher yang ekstrim. Magnetic resonance angiogram (MRA) dan MRI sebagai berikut.
Manakah dari berikut ini yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan matanya?
Internuclear ophthalmoplegia
Paralisis nervus okulomotor kiri
Afferent pupillary defect
Paralisis upgaze
Sindrom Horner
Seorang pria berusia 62 tahun dengan riwayat hipertensi yang tidak terkontrol tiba-tiba mengalami nyeri kepala hebat diikuti kelemahan pada sisi kiri tubuhnya. Saat tiba di unit gawat darurat, pasien dalam keadaan mengantuk dan anggota gerak kanan tampak lebih aktif. Menurut keluarga pasien sempat muntah di rumah.
Hasil CT scan yang paling mungkin didapatkan pada pasien ini adalah :
ICH putamen kanan yang meluas ke kapsul interna kanan dengan midline shifting ke arah kiri
Stroke iskemia pada a. cerebri media kanan
Infark lacunar pada kapsula interna crus posterior
Perdarahan epidural
Seorang wanita 48 tahun datang dengan keluhan kejang kelojotan pada seluruh tubuh. Sebelum kejang pasien sadar, saat dan setelah kejang pasien tidak sadar. Kejang ini baru pertama kali dialami oleh pasien. Dari pemeriksaan tanda vital TD : 122/77 mmhg, Nadi : 89x/menit, RR : 22x/ menit, Suhu 36C. Pemeriksaan penunjang didapatkan GDS : 600 mg/dl, CT Scan Kepala polos menunjukkan Infark lacunar talamus kiri.
Apakah diagnosis yang paling tepat?
General Tonic Clonic Seizure with Impaired awareness
Acute Symptomatic Seizure
Vascular Related Tonic Clonic Seizure
Remote Symptomatic seizure
Focal to Bilateral Tonic Clonic Seizure with Impaired awareness
OAB yang manakah yang dapat menyebabkan efek samping Osteoporosis pada Lansia?
Fenitoin
Levetirasetam
Okskarbazepin
Gabapentin
Lamotrigin
Seorang anak usia 10 bulan dibawa ibunya ke Poli Neurologi dengan keluhan kejang. Pada pemeriksaan didapatkan bangkitan spasme berulang terutama saat anak bangun, anak didapatkan keterlambatan perkembangan. Pada pemeriksaan EEG didapatkan Gambaran Hypsarrythmia.
Bila pasien tidak mendapatkan tatalaksana yang baik, maka sindrom epilepsi yang berkembang pada usia 3 tahun Adalah...
Sindrom Lennox- Gestaut
Early Myoclonic Encephalopathy
Dravet Syndrome
Sindrom West
Childhood Absence Epilepsy
Seorang pria, 57 tahun, telah di diagnosis dengan epilepsi lobus temporalis sejak 5 tahun lalu menggunakan obat teratur. Saat ini mengalami bangkitan umum terus menerus sejak 40 menit sebelum masuk RS tanpa pemulihan kesadaran. Setiba di RS pasien diberikan protokol sebagai status epileptikus.
Prognosis luaran pasien berdasar Skoring Status Epilepticus Severity Score (STESS) adalah:
Buruk dengan skor STESS : 5
Buruk dengan skor STESS : 4
Buruk dengan skor STESS : 3
Baik dengan Skor STESS : 2
Baik dengan skor STESS : 1
Seorang anak laki laki usia 4 tahun, di temukan adanya kemunduran kemampuan bicara setelah beberapa episode kejang. Sebelumnya pasien tampak normal dan tumbuh kembang sesuai usia. Ibu pasien mengaku pasien sulit mengenali suara seperti suara kucing.
Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Dravet Syndrome
Doose syndrome
Landau Klefner Syndrome
Lennox Gastaut Syndrome
Frontal Lobe Syndrome
Seorang laki-laki berusia 55 tahun sering mengalami nyeri yang dirasakan pada perutnya, nyeri dirasakan seperti tertusuk dengan VAS 5. Nyeri memberat pada saat beraktivitas dan berkurang saat istirahat. Nyeri dirasakan hilang timbul. Diketahui sebelumnya pasien memiliki Ca Colon dan belum dilakukan pengobatan.
Diagnosis yang tepat untuk pasien ini adalah?
Neoplasm related pain
Chemotherapy-induced neuropathy
Post-radiation myelopathy
Radiation-induced neuropathy
Soft tissue pain
Seorang wanita berusia 51 tahun merasa ada kelemahan dan sensasi terbakar pada anggota gerak sisi kanan, keluhan ini dirasakan terus menerus sehingga pasien merasa terganggu dalam beraktivitas. Keluhan ini sudah dirasakan kurang lebih 4 bulan ini. Pada pemeriksaan MRI terdapat gambaran oklusi total pada L-MCA.
Apakah diagnosis pada pasien ini ?
Central pain syndrome
Thalamic pain syndrome
Complex regional pain syndrome
Central post stroke pain
Multiple Sclerosis
Seorang laki-laki berusia 62 tahun merasa nyeri seperti tertusuk pada anggota gerak kiri dengan VAS 6. Nyeri dirasakan hilang timbul. Keluhan ini dirasakan 4 bulan ini. Sebelumnya pasien pernah terdiagnosis stroke 8 bulan sebelumnya.
Terapi konservatif lini pertama yang tepat untuk pasien ini adalah?
Lamotrigin 100 – 200 mg/hari
Pregabalin 2x 75 mg
Morphine 10 mg/hari
Gabapentin 300 mg/hari
Parasetamol 1500 mg/hari
Seorang laki-laki berusia 65 tahun dengan Glioblastoma sering mengeluhkan nyeri pada kepalanya. Nyeri dirasakan tajam dengan VAS 5. Keluhan ini dirasakan memberat pada saat pasien beraktivitas dan berkurang saat istirahat. Pasien sudah mengkonsumsi Parasetamol tetapi dirasakan tidak ada perbaikan.
Terapi yang sesuai untuk pasien ini adalah?
Asam mefenamat – Parasetamol
Fentanyl – Asam mefenamat – Parasetamol
Tramadol – Na Diklofenak – Parasetamol
Ibuprofen – Na Diklofenak – Parasetamol
Morfin – Asam mefenamat – Parasetamol
Seorang wanita berusia 58 tahun dengan Meningioma mengeluhkan nyeri pada kepalanya. Keluhan dirasakan menetap, terus menerus, dan sering timbul. Nyeri kepala juga dirasakan timbul secara tiba-tiba. Nyeri dirasakan membaik pada saat pasien meminum obat pereda nyeri.
Keluhan yang dirasakan pasien saat ini adalah?
Nyeri Dasar
Nyeri Neuropatik
Nyeri Somatik
Nyeri Viseral
Nyeri Sontak
Seorang Laki-laki 59 tahun, diantar keluarga datang ke IGD dengan dengan nyeri kepala berat seperti tersambar petir. Pasien tampak mengantuk. tekanan darah 170/60 mmHg, nadi 78 x/menit. Pemeriksaan fisik didapatkan kuduk kaku (-), kaku kuduk (+). Didapatkan CT Scan kepala sebagai berikut :
Derajat keparahan SAH berdasarkan gambaran imaging tersebut adalah
Hunt and Hess grade I
Hunt and Hess grade III
WFNS Grade III
Modified Fisher scale grade III
Modified Fisher Scale grade II
Seorang laki-laki berumur 45 tahun dibawa ke IGD dengan penurunan kesadaran yang diawali dengan nyeri kepala hebat. Pada CT scan didapatkan lesi hiperdens pada fisura sylvii kiri. Hasil pemeriksaan TCD pada MCA kiri didapatkan MFV 155 cm/s dan Lindegard Ratio 5.5.
Apakah keadaan yang ditemukan pada pasien ini?
Hiperemia
Vasospasme ringan
Vasospasme sedang
Vasospasme berat dengan hiperemia
Vasospasme berat tanpa hiperemia
Seorang pria berusia 48 tahun ditemukan koma setelah tidak terlihat setidaknya selama 2 hari. Dia membutuhkan intubasi endotrakeal dalam perjalanan ke rumah sakit dan dirawat di unit perawatan neurokritis. CT scannya ditunjukkan pada Gambar dibawah ini.
Manakah dari berikut ini yang benar tentang perawatan pasien ini?
Terapi reperfusi endovaskular adalah langkah pengobatan berikutnya
Antikoagulasi dengan heparin intravena diindikasikan untuk mencegah perluasan stroke
Hemikraniektomi dini meningkatkan kelangsungan hidup
Kateter intraventrikular harus dipasang
Deksametason harus dimulai dengan dosis 4 mg secara intravena setiap 6 jam
Seorang pasien dirawat setelah mengalami trauma kepala. CT scan kepalanya ditunjukkan pada Gambar dibawah ini. Mengenai kondisi ini,
Manakah dari berikut ini yang benar?
Perdarahan berasal dari robeknya bridging vein permukaan otak
Perdarahan berasal dari pecahnya arteri meningea media
Berhubungan dengan aneurisma Charcot – Bouchard
Lipohyalinosis terjadi di pembuluh otak dalam kondisi ini
Coiling atau clipping penyebab aneurisma akan mencegah perdarahan kembali
Gambaran neuroimaging dengan kontras di dapatkan Target Sign
Gambaran khas pada apa target sign positif ?
Tuberkuloma
Toksoplasmosis
Abses Otak
Metastase Otak
Krip1okolkoma
Laki-laki 68 tahun dirujuk ke poli saraf dengan gangguan fungsi kognitif sejak beberapa tahun terakhir dengan gejala sejak awal gangguan perilaku yang sangat menonjol. Gambaran imaging kepala seperti tercantum di bawah ini.
Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus ini?
Alzheimer’s disease
Demensia vaskular
Demensia Lewy Bodies
Demensia Frontotemporal
Demensia pada Parkinson
Seorang pria berusia 57 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan tidak dapat berkomunikasi dan terdapat kelemahan anggota gerak sebelah kanan. Kelemahan pada tangan kanan dirasakan lebih berat dari pada kaki kanan. Pada saat kejadian, pasien tidak mengeluh ada sakit kepala maupun muntah. Pasien mempunyai riwayat DM sejak 10 tahun yang lalu. Tekanan Darah 170/100 mmHg, Nadi 85 x/menit. Motorik: hemiparesis kanan dengan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3.
Pengendalian hipertensi pada pasien yang menderita diabetes melitus atau penyakit ginjal kronik, dilakukan dengan target tekanan darah sesuai dengan pedoman nasional Indonesia yaitu
<130/80
<130/90
<140/80
<140/90
<120/80
Seorang pria berusia 57 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan tidak dapat berkomunikasi dan terdapat kelemahan anggota gerak sebelah kanan. Kelemahan pada tangan kanan dirasakan lebih berat dari pada kaki kanan. Pada saat kejadian, pasien tidak mengeluh ada sakit kepala maupun muntah. Pasien mempunyai riwayat DM sejak 10 tahun yang lalu. Tekanan Darah 170/100 mmHg, Nadi 85 x/menit. Motorik: hemiparesis kanan dengan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3. Patofisiologi terjadinya stroke pada pasien dengan riwayat DM adalah..
Berasal dari partikel trombus yang mengoklusi pembuluh darah otak
Adanya perubahan degenerative pada lumen pembuluh darah, berupa lipohialinosis yang menginduksi pecahmya pembuluh darah apabila ada kenaikan tekanan darah.
Adanya perubahan degenerative pada lumen pembuluh darah, berupa mikroaneurisma yang menginduksi pecahmya pembuluh darah apabila ada kenaikan tekanan darah
Terbentuknya AGEs yang menyebabkan disfungsi endotel, mempercepat aterosklerois, disfungsi glomerular, mengganggu struktur komposisi matrik ekstrasel
Adanya defek kongenital
Seorang pria berusia 57 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan tidak dapat berkomunikasi dan terdapat kelemahan anggota gerak sebelah kanan. Kelemahan pada tangan kanan dirasakan lebih berat dari pada kaki kanan. Pada saat kejadian, pasien tidak mengeluh ada sakit kepala maupun muntah. Pasien mempunyai riwayat DM sejak 10 tahun yang lalu. Tekanan Darah 170/100 mmHg, Nadi 85 x/menit. Motorik: hemiparesis kanan dengan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3. Lokasi pembuluh darah yang terkena adalah...
Arteri serebri anterior
Arteri serebri media divisi superior
Arteri serebri media divisi inferior
Arteri serebri media divisi superior dan inferior
Arteri serebri posterior
Seorang pria berusia 57 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan tidak dapat berkomunikasi dan terdapat kelemahan anggota gerak sebelah kanan. Kelemahan pada tangan kanan dirasakan lebih berat dari pada kaki kanan. Pada saat kejadian, pasien tidak mengeluh ada sakit kepala maupun muntah. Pasien mempunyai riwayat DM sejak 10 tahun yang lalu. Tekanan Darah 170/100 mmHg, Nadi 85 x/menit. Motorik: hemiparesis kanan dengan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3.Target pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus.
<4%
<5%
<6%
<7%
<8%
Seorang perempuan umur 43 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan tidak bisa bicara, tapi masih bisa mengerti perintah. Pasien terkadang mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri dan sesak disertai jantung berdebar terutama bila kelelahan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 108x/menit, irreguler. Pada jantung terdengar bunyi jantung I-II irregular dan terdengar murmur diastolik. Dari pemeriksaan neurologis, parese nervus VII dan XII sentral kanan, hemiparesis kanan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3 dan 4/4/4/4, hemihipestesi kanan, refleks fisiologis normal dan refleks patologis (Babinsky) negatif. Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada pasien adalah....
Laboratorium lengkap, CT Scan kepala tanpa kontras
Laboratorium lengkap, EKG, CT Scan kepala tanpa kontras
Laboratorium lengkap, EKG, Foto Thoraks, CT Scan kepala tanpa kontras
Laboratorium lengkap, EKG, Foto Thoraks, CT Scan kepala tanpa kontras, Transtorakal echocardiography
Laboratorium lengkap, EKG, Foto Thoraks, CT Scan kepala tanpa kontras, Transtorakal echocardiography. Transesopageous echocardiography
Seorang perempuan umur 43 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan tidak bisa bicara, tapi masih bisa mengerti perintah. Pasien terkadang mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri dan sesak disertai jantung berdebar terutama bila kelelahan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 108x/menit, irreguler. Pada jantung terdengar bunyi jantung I-II irreguler dan terdenger murmur diastolik. Dari pemeriksaan neurologis, paresis nervus VII dan XII sentral kanan, hemiparesis kanan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3 dan 4/4/4/4, hemihipestesi kanan, refleks fisiologis normal dan rekleks patologis (Babinsky) negatif. Lokasi pembuluh darah yang terkena adalah....
Arteri serebri anterior
Arteri serebri media divisi superior
Arteri serebri media divisi inferior
Arteri serebri media divisi superior dan inferior
Arteri serebri posterior
Seorang perempuan umur 43 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan tidak bisa bicara, tapi masih bisa mengerti perintah. Pasien terkadang mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri dan sesak disertai jantung berdebar terutama bila kelelahan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 108x/menit, irreguler. Pada jantung terdengar bunyi jantung I-II irregular dan terdengar murmur diastolik. Dari pemeriksaan neurologis, parese nervus VII dan XII sentral kanan, hemiparesis kanan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3 dan 4/4/4/4, hemihipestesi kanan, refleks fisiologis normal dan rekleks patologis (Babinsky) negatif. Nilai NIHSS pada pasien ini adalah
7
8
9
10
1
Seorang perempuan umur 43 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan tidak bisa bicara, tapi masih bisa mengerti perintah. Pasien terkadang mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri dan sesak disertai jantung berdebar terutama bila kelelahan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 108x/menit, irreguler. Pada jantung terdengar bunyi jantung I-II irreguler dan terdenger murmur diastolik. Dari pemeriksaan neurologis, paresis nervus VII dan XII sentral kanan, hemiparesis kanan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3 dan 4/4/4/4, hemihipestesi kanan, refleks fisiologis normal dan rekleks patologis (Babinsky) negatif. Fungsi luhur pada pasien ini adalah...
Afasia Global
Afasia Motorik
Afasia Sensorik
Afasia Transkortikal Motorik
Afasia Transkortikal Sensorik
Seorang wanita berusia 63 tahun sedang dirawat di RS dengan diagnosa perdarahan sub arachnoid (PSA) dan telah dirawat selama 7 hari, tiba-tiba mengalami kelumpuhan tangan kanan dan bicara pelo, kemudian dokter melakukan pemeriksaan Trans Cranial Doppler (TCD) pada arteri cerebri media kiri dengan hasil berikut :
Terapi yang tepat untuk pasien tersebut yang sesuai dengan hasil TCD adalah?
Nimodipin oral
IV tissue plasminogen activator (tPA)
IV mannitol
Pemasangan selang ekstraventrikular
Pemberian obat intraarterial calcium channel blocker
Seorang pria usia 60 tahun datang dengan keluhan pusing berputar sejak 1 tahun yang lalu. Pusing dirasakan semakin memberat, dipicu oleh aktifitas seperti berjalan, duduk atau megerjakan aktifitas ringan. Kadang-kadang disertai bicara pelo. Pasien mempunyai riwayat hipertensi yang tidak terkontrol serta akhir-akhir ini terdapat riwayat dislipidemia. Dokter SpS kemudian melakukan pemeriksaan TCD dengan hasil sbb:
Apakah interpretasi hasil TCD tersebut diatas?
Bilateral vertebral arteri stenosis
Stenosis arteri vertebralis kanan
Stenosis arteri vertebralis kiri
Terdapat penurunan kecepatan aliran darah kedua arteri vertebralis.
Terdapat hambatan di distal arteri vertebralis kanan dan kiri
Seorang wanita usia 41 tahun datang dengan keluhan lemah 1/2 badan kiri sejak 1 tahun yang lalu. Pasien tersebut sebelumnya tidak pernah berobat dan hanya menjalani fisioterapi rutin. Pasien mempunyai riwayat hipertensi dan diabetes mellitus yang tidak terkontrol. Dokter kemudian mendiagnosa pasien tersebut dengan kemungkinan menderita stroke penyumbatan dan kemudian direncanakan dilakukan pemeriksaan TCD dengan hasil sbb:
Apakah hasil interpretasi pemeriksan TCD tersebut?
Stenosis arteri cerebri media kanan
Stenosis distal dari arteri cerebri media kanan
Atherosklerosis arteri cerebri media
Pelebaran arteri cerebri media kanan
Stenosis arteri cerebri media kiri
Seorang wanita usia 36 tahun datang ke UGD RSSA dengan keluhan penurunan kesadaran secara mendadak, awalnya penderita mengeluh nyeri kepala hebat kemudian muntah sebanyak 3x yang terjadi saat aktifitas. Sebelumnya penderita tidak terdapat riwayat penyakit apapun. Saat ini pasien dirawat di r Stroke Unit dan dokter melakukan pemeriksaan TCD dengan hasil sbb:
Apakah interpretasi pemeriksaan TCD diatas?
Vasopasme berat
Vasospasme ringan
Tidak terdapat vasospasme
Vasospasme sedang
Peningkatan tekanan distal di ujung arteri yang diperiksa
Seorang pria usia 29 tahun tengah dirawat di ruangan ICU RSSA disebabkan oleh cedera kepala berat akibat kecelakaan beberapa hari lalu. Kondisi pasien saat ini sudah dinyatakan kemungkinan mengalami Mati Batang Otak (MBO), untuk memastikan hal tersebut, dokter memutuskan untuk melakukan pemeriksaan TCD dengan hasil sbb:
Apakah interpretasi hasil pemeriksaan TCD tersebut?
Cerebral circulatory arrest
Cerebral stenosis
Cerebral vasodilatasi
Low Flow Velocity Circulatory
Hasil pemeriksaan dalam batas normal
Seorang perempuan, 45 tahun dibawa oleh suaminya karena sering mendengkur saat tidur dirasakan sejak 7 tahun yang lalu namun setahun terakhir memberat. Istri pasien mengatakan saat tidur mendengkur keras sehingga membangunkan di malam hari, dan pasien sering Kali pasien tampak seperti berhenti bernafas sekitar 10-15 detik setelahnya kembali mendengkur. Saat dianamnesis ia merasa tidak segar saat bangun tidur, sering mengantuk siang hari, sulit berkonsentrasi saat bekerja. Pasien sudah coba berobat ke THT dan dikirim untuk PSG ke dokter saraf. Pemeriksaan fisik : Tekanan Darah: 114/90 mmHg, nadi 72 x/ menit, nafas 20 x/ menit, saturasi 98% room air, BMI 25 kg, LL 35 cm, dan deviasi septum ke kanan. Manakah yang merupakan faktor risiko pada pasien tersebut:
Deviasi septum
Jenis Kelamin
BMI
Lingkar leher
Usia
Perempuan, 39 th mengeluhkan sulit memulai tidur sejak 4 bulan lalu. Pasien biasanya pergi tidur pukul 22.00 dan membutuhkan waktu 1-2 jam untuk tidur. Pasien terbangun tengah malam sebanyak 3x dengan alasan tidak khusus untuk membangunkan pasien. Apabila terbangun, pasien sulit tidur kembali dan membutuhkan waktu 1 jam. Dirasakan 4-5 x / minggu, pasien merasa tidak segar saat pagi hari dan sering mengantuk saat tidak bekerja. Pasien juga sering mengeluh nyeri kepala dan sensasi tegang di seluruh kepala hilang timbul sejak 2 bulan.
Berapa lama maksimal pemberian benzodiazepin sesudah CBT-I direkomendasikan pada pasien tersebut?
1 minggu
4 minggu
5 minggu
10 minggu
8 minggu
Seorang pelajar 15 tahun, keluhan sering mengantuk saat belajar di kelas. Keluhan dirasakan setiap hari dan semakin memberat. Onset keluhan sejak 3 tahun lalu. Pasien tertidur saat belajar, berbicara dengan orang lain atau saat tidak melakukan kegiatan spesifik. Hal in mengganggu performa pasien di sekolah. Pasien mengeluhkan tidur malam ya sering terbangun. Ibu pasien khawatir anaknya dapat terjatuh tiba tiba saat bermain dengan temannya. Apabila pasien sedang sedih juga dapat tiba-tiba terjatuh dan tampak lemas seluruh tubuh. Berdasarkan Soal di atas manakah yang memungkinkan diagnosa:
Narkolepsi
Insuffiensi sleep syndrome
Idiopathic hypersomnia
Kleine- Levin syndrome
Hypersomnia due to medical disorder
Laki-laki, 56 tahun dibawa ke poli oleh istrinya karena sering mendengkur pada saat tidur. Keluhan sudah dirasakan sejak 7 tahun yang lalu dan memberat 1 tahun terakhir. Istri pasien mengatakan dengkuran pasien sangat keras di malam hari. Pada PSG dijumpai: RDI 12 kali per jam . Manakah dibawah in yang benar terkait diagnosis pasien:
Mixed sleep apnea
Obstructive sleep apnea ringan
Obstructive sleep apnea sedang
Obstructive sleep apnea berat
Obstructive sleep apnea sangat berat
Laki-laki, 65 tahun datang dengan keluhan sering lupa-lupa. Pada saat tidur, pasien teriak-teriak dan menendang istrinya . Apakah kelainan neurologi yang berhubungan pada kejadian ini:
BPSD
Sleep terror
Nightmare
Sleep walking
Sleep talking
Laki-laki, 29 tahun datang dengan nyeri kepala yang sangat hebat dan mendadak sejak 5 jam yang lalu. Tidak ada riwayat hipertensi. Di IGD didapatkan GCS E4V5M6, kaku kuduk (+), Refleks fisiologis masih dalam batas normal, Refleks Babinsky bilateral. Hasil pemeriksaan CTA didapatkan gambaran SAH dengan rupture berry aneurysma pada Arteri Communican Anterior. Tindakan apakah yang perlu dilakukan pada pasien?
Clipping karena usia muda dan onset sebelum 72 jam
Coiling dengan pertimbangan usia dan onset sebelum 72 jam
Antikoagulan saja karena kontraindikasi clipping dan coiling
Coiling dengan pertimbangan usia dan onset sebelum 14 hari
Clipping karena derajat PSA tinggi dan onset sebelum 14 hari
Wanita usia 59 tahun datang dengan keluhan kelemahan tubuh dan wajah sebelah kanan. Kedua mata mengalami deviasi ke arah kiri. Pasien paham terhadap pembicaraan dan mampu mengikuti perintah tetapi tidak mampu berbicara. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan atrial fibrilasi. Lokasi oklusi vaskular yang sesuai adalah :
Arteri lentikulostriata kiri
Percabangan ACM setingkat pons
Trunkus ACM sebelum bifurcation
ACM kiri divisi inferior
ACM kiri divisi superior
Seorang laki-laki, usia 59 tahun, memiliki riwayat diabetes, hipertensi, dan hyperlipidemia datang dengan tekanan darah 60/30 mmHg dan kebingungan. Kreatin kinase nya sangat tinggi dengan fraksi MB 12%. Troponin meningkat, dan EKG menunjukkan depresi ST lead inferior. Setelah stabilisasi, ia melihat kelemahan sisi kiri lebih menonjol pada abductor bahu dan fleksor pinggul. Manakah dari berikut mekanisme yang paling mungkin mendasari kelemahannya?
Kelemahan dari miopati
Infark lacunar kapsula interna
Hipotensi pada stenosis karotid internal kiri
Hipotensi pada stenosis karotid internal kanan
Kejadian kardioemboli berhubungan dengan aritmia
kesadaran disertai kejang. Pada Pemeriksaan tensi 130/80 Nadi 100 kali permenit. CT scan didapatakan intra serebral hemoragik. Menurutkeluarga, pasien sering mengeluh nyeri kepala berdenyut berulang. 2 minggu kemudian pasien membaik dan dilakukan Cerebral DSA ditemukan gambar berikut
Langkah yang paling tepat pada kasus tersebut Adalah...
Emboilsasi nidus Arteriovenus malformasi (AVM)
Koiling Aneurisma
Konservatif karena usia muda
Pemasangan balon dan stenting
Heparinisasi Cerebral venusthrombosis
Setelah kateterisasi jantung, seorang pria kidal 60 tahun mengalami kehilangan sensasi yang melibatkan seluruh sisi kiri tubuhnya mendadak (wajah, lengan, dan kaki). Manakah dari struktur berikut ini kemungkinan besar telah rusak?
kapsula interna
thalamus
hipokampus
globus pallidus
pons
Laki-laki, 22 tahun, dibawa ke IGD dengan keluhan nyeri kepala setelah menanam terumbu karang di laut Pulau Karang Jahe Rembang. Nyeri dirasakan tajam pada kedua sisi kepala. Keluhan disertai sesak nafas dan kemerahan pada wajah. Nyeri kepala membaik setelah pemberian oksigen 100%. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus ini?
Tension Type Headache
Hemiplegic Migrain
Cluster Headache
Homeostasis Headache
High Altitude related Cephalgia
Wanita, 30 tahun datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan nyeri kepala terasa berdenyut, intensitas sedang-berat dengan durasi 4 jam. Keluhan dirasakan terutama saat hari pertama menstruasi. Keluhan dirasa hilang timbul hingga hari ke 3 siklus menstruasi. Pasien mengaku keluhan baru terjadi pada 2 siklus menstruasi terakhir. Apakah pilihan terapi short term prophylaxis yang paling tepat untuk kasus ini?
Aspirin
Naproxen Sodium
Kafein
Parasetamol
NSAID
Seorang laki-laki 45 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan nyeri kepala yang dirasakan 1 hari yang lalu. Nyeri dirasakan tajam di sisi kepala kanan dan sekitar mata, Keluhan lain mata kanan tampak merah berair, disertai bengkak kelopak mata dan hidung berair. Keluhan nyeri kepala berlangsung selama 20 detik. Dalam sehari pasien mengaku serangan nyeri kepala dapat berulang hingga 30 kali. Diagnosis yang tepat pada kasus di atas adalah...
Cluster Headache
Short lasting Unilateral Neuralgiform Headache Attack with
Conjunctival Injection and Tearing
Short lasting Unilateral Neuralgiform Headache Attack with
Cranial Autonomic Symptoms
Hemicrania Continua
Migrain dengan gejala otonom
Seorang mahasiswa lulusan sarjana umur 26 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri kepala sebelah kiri, berdenyut, dengan intensitas berat disertai dengan mual, muntah, dan fotofobia. Pasien telah rutin meminum obat Triptan dan Topiramat, namun keluhan masih muncul 3-4x perbulan selama setahun terakhir.
Manakah terapi yang perlu diberikan sesuai kasus tersebut
Atogepant
Rimegepant
Fremanezumab
Nerivio
LSD
Seorang mahasiswa lulusan sarjana umur 26 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri kepala sebelah kiri, berdenyut, dengan intensitas berat disertai dengan mual, muntah, dan fotofobia. Pasien telah rutin meminum obat Triptan dan Topiramat, namun keluhan masih muncul 3-4x perbulan selama setahun terakhir.
Manakah pernyataan yang paling benar terkait mekanisme targetterapi pada migrain?
Sensitisasi sirkuit striatal-cortical pada thalamus
Aktivasi fase premonitor pada hipofisis
Pelepasan CGRP pada Trigemino-cervical complex
Transmisi dan sensitisasi nyeri pada nukleus kaudatus
Cortical spreading depolarisation pada lokus seruleus
Seorang laki-laki, 42 tahun dibawa ke rumah sakit karena penurunan kesadaran sejak 3 hari terakhir. Menurut keluarga, pasien sebelumnya sakit kepala, batuk lebih dari 2 bulan terakhir, demam, tidak nafsu makan hingga berat badannya turun. Pasien diperiksa CT Scan kepala dengan kontras didapatkan gambaran lesi multiple seperti gambar berikut :
Patofisiologi terbentuknya lesi tersebut adalah:
Kegagalan makrofag dalam proses fagositosis
Akumulasi eksudat akibat kerusakan sawar darah otak,
Aktivasi makrofag menghambat penghancuran mycobacterium
Proses makrofag menghasilkan sinyal inflamasi yang terlambat
Jaringan granuloma yang terbentuk dari sel T, makrofag, NK cell dan monosit
Seorang wanita datang ke RS dengan keluhan nyeri kepala, disertai demam sudah berlangsung 5 hari, mual dan muntah (-). Sudah berobat ke Dokter tapi belum ada perubahan. Sewaktu diperiksa kesadaran menurun, lemah anggota gerak separoh sisi (-), kejang (-), pemeriksaan pasien dijumpai kaku kuduk, laboratorium : GDS 113 mg/dL, LED 22 mm/jam, kadar gula LCS 35 mg/dL, predominansi MN 5/mm3, protein 83 mg/dL. Pewarnaan LCS BTA (+), gram (-), jamur (-)
Terapi sesuai dengan etiologi adalah....
Rifampisin 450 mg/hari + Isoniazid 300 mg/hari + Etambutol 800 mg/hari selama 6 bulan
Rifampisin 600 mg/hari + Isoniazid 300 mg/hari + Pirazinamid 1500 mg/hari + Etambutol 1200 mg/hari selama 2 bulan, diikuti dengan Rifampisin 600 mg/hari + Isoniazid 300 mg/hari selama 7-10 bulan
Streptomisin 1000 mg/hari + Isoniazid 300 mg/hari + Etambutol 800 mg/hari selama 9 bulan
Rifampisin 600 mg/hari + Isoniazid 300 mg/hari + Pirazinamid 1500 mg/hari + Etambutol 1200 mg/hari selama 2 bulan, diikuti dengan Rifampisin 600 mg/hari + Isoniazid 300 mg/hari hingga 6 bulan
Rifampisin 450 mg/hari + Isoniazid 300 mg/hari + Etambutol 800 mg/hari selama 2 bulan
Seorang laki-laki, 20 tahun, dibawa orang tuanya ke poliklinik Saraf dengan keluhan nyeri kepala hebat sejak satu minggu yang lalu. Terdapat riwayat demam dan nyeri kepala. Terdapat juga riwayat keluar cairan busuk dari telinga kiri tiga bulan lalu. Pada pemeriksaan neurologis ditemukan GCS 15. Tidak ada kaku kuduk. Tidak ada papiledema dan tanda-tanda lateralisasi. Tes HIV negatif. Pada MRI otak T1WI dengan kontras ditemukan Gambaran berikut:
Terapi yang sesuai adalah?
Penisilin G + Metronidazole + Amoxicillin
Meropenem 1gr/12jam
Cefotaxime 2gr/24jam
Metronidazole 500mg/6jam
Ceftriaxone + Vancomysin + Metronidazole
Seorang perempuan umur 20 tahun diantar oleh orang tuanya dengan keluhan kejang. Kejang berlangsung selama 30 menit, seluruh tubuh. Setelah kejang penderita tidak sadar. Panas badan 40°C sejak 3 hari yang lalu. Dari hasil laboratorium LCS didapatkan Leukosit 63/mm3, Limfosit 84%, Glukosa 74 mg/dL, Protein 81mg/dL. Pada pemeriksaan CT scan tampak edema pada lobus temporalis. PCR HSV-1 : detected, tes imunologi Toxoplasmosis dan Rubella IgG dan IgM : negative Diagnosis penyakit tersebut adalah ?
Abses otak
Meningitis tuberkulosa
Ensefalitis HSV
Kriptokokus cerebri
Toxoplasmosis cerebri
Laki 34 tahun datang dengan penurunan kesadaran sejak 4 hari yang lalu. Awalnya pasien mengeluh nyeri kepala sehingga pasien banyak tidur. Sejak 2 jam yang lalu pasien menjadi sulit untuk dibangunkan . mual (+), muntah (+), kejang (-). Keluarga mengatakan bahwa 2 bulan yang lalu pasien pernah mengeluh telinga terasa sakit dan keluar cairan dari telinga. Pasien sudah berobat ke dokter THT dan sudah diberi obat. Pasien kemudian dilakukan CT-Scan kontras dengan hasil :
Pemberian terapi antibiotika yang tepat pada kasus pasien diatas adalah :
Cefepim 1gr/12jam
Meropenem 1gr/12jam
Cefotaxime 2gr/24jam
Metronidazole 500mg/6jam
Vancomysin 2gr/12jam
Seorang anak usia 8 tahun dibawa ibu ke poli saraf dengan keluhan tidak bisa diam di kelas. Guru kelas sering mengeluhkan pasien sering berjalan-jalan di kelas dan mengganggu temannya. Bila diberi tugas sering sulit fokus dan tidak selesai. Menurut ibu bila anak di rumah juga sulit diam dan tidak sabar. Berdasarkan kasus di atas pendekatan Neurorestorasi yang dapat diberikan adalah...
Repetitive Transcranial Magnetic Stimulation untuk memaksimalkan proses neuroregenerasi
Cognitive Behavioural Therapy sebagai Attention Training
Neurofeedback untuk menormalisasi rasio gelombang theta/beta
Transcranial Direct Current Stimulation
Pemantauan EEG dan Continuous Performance Test berkala.
Seorang Laki-laki 62 tahun kontrol ke poli dengan riwayat Stroke Infark sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologi didapatkan adanya Hemiparesis dekstra dan afasia motorik. Pasien kemudian diprogramkan Constraint-Induced Aphasia Therapy
Berikut yang merupakan prinsip terapi tersebut adalah?
Memakai kemampuan bersenandung dan prosodia pasien
Menggunakan kemampuan membaca dengan suara keras
Memecah kata atau kalimat menjadi pendek-pendek kemudian merangkaikan dari awal atau akhir
Menggunakan papan gambar unruk komunikasi
Berkomunikasi hanya dengan berbicara tanpa bantuan
gerakan
Pasien perempuan 65 tahun dengan stroke kronik menunjukkan drop foot berulang saat latihan berjalan. Pasien sudah menjalani fisioterapi namun tidak ada perbaikan. Terapi alternatif kinesiology taping dipertimbangkan.
Apa tujuan utama dari kinesio taping pada kasus drop foot ini?
Menghambat otot fleksor kaki untuk mengurangi spastisitas
Meningkatkan propriosepsi dan fasilitasi otot dorsifleksi
Mengurangi nyeri neuropatik pada pergelangan
Meningkatkan tonus otot plantar dengan teknik ligamen
Membatasi rentang gerak sendi pergelangan kaki
Seorang wanita usia 47 tahun mengalami gangguan kognitif ringan pasca stroke talamus kiri 2 bulan lalu. Ia mengeluhkan sulit berkonsentrasi dan sering lupa dalam aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan neuropsikologi menunjukkan mild cognitive impairment. Dokter spesialis neurologi merekomendasikan QEEG untuk mengevaluasi disfungsi jaringan otak dan memantau potensi pemulihan fungsi.
Manakah interpretasi temuan QEEG yang paling konsisten dengankondisi pasien ini?
Penurunan daya gelombang alfa dan peningkatan daya delta di daerah talamus kiri
Dominasi aktivitas gelombang beta di daerah frontoparietal bilateral
Kelebihan aktivitas gamma dengan konektivitas sinkron di seluruh korteks
Asimetri interhemisferik aktivitas theta yang dominan di hemisfer kanan
Aktivitas gelombang alfa normal dengan power spektrum stabil di seluruh korteks
Seorang pria usia 52 tahun mengalami stroke iskemik di korteks motorik primer (M1) sisi kiri dua bulan lalu. Saat ini pasien mengalami kelemahan lengan kanan (motorik 3/5), dengan progress minimal meski telah menjalani fisioterapi intensif. Dokter mempertimbangkan penggunaan teknik neuromodulasi non-invasif untuk mendukung pemulihan fungsi motorik.
Apakah prinsip penggunaan TMS yang paling tepat dalam kasusini?
Memberikan stimulasi frekuensi tinggi pada M1 kanan untuk menekan korteks yang overaktif
Memberikan stimulasi frekuensi rendah pada M1 kiri untuk meningkatkan eksitabilitas motorik
Memberikan stimulasi frekuensi tinggi pada M1 kiri untuk meningkatkan plastisitas kortikal
Memberikan stimulasi frekuensi rendah pada M1 kanan untuk menghambat inhibisi transkolosal
Memberikan stimulasi magnetik pada area prefrontal dorsolateral untuk meningkatkan memori
Seorang wanita usia 20 tahun dibawa ke RS dengan keluhan nyeri dan panas pada bekas luka gigitan anjing di kaki. Pasien juga tampak gelisah, cemas dan mudah kaget. Terdapat riwayat digigit anjing liar di kaki kanan kurang lebih 1 minggu yang lalu. Saat itu luka hanya dicuci dengan sabun dan air mengalir. Pasien belum mendapatkan vaksinasi. Anjing penggigit tidak diketahui keberadaannya. Berdasarkan informasi tersebut di atas, manakah yang paling sesuai untuk pathogenesis kasus tersebut:
Pasien tersebut saat ini berada dalam stadium prodromal
Kecepatan pergerakan virus penyebab kasus tersebut dari tempat gigitan ke saraf pusat 5-10 mm/hari
Virus menyebar secara sentripetal dari tempat inokulasi ke sistem saraf pusat melalui saraf motorik dan sensorik
Glikoprotein virus rabies berikatan dengan reseptor dopamine
Virus penyebab kasus tersebut merupakan golongan virus DNA
Seorang pria 40 tahun dikonsulkan ke neurologi oleh sejawat dermatologi-venereologi dengan keluhan sulit berjalan sejak sekitar 3 bulan terakhir. Pada kulit terutama wajah dan telapak tangan terdapat bercak-bercak ruam kemerahan. Pasien baru saja diketahui menderita HIV-AIDS dengan faktor risiko riwayat hubungan seksual sesama jenis. Berdasarkan informasi tersebut di atas, pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis neurosifilis pada kasus tersebut adalah:
VDRL serum
TPHA serum
RPR LCS
VDRL LCS
TPHA LCS
Pasien wanita 35 tahun dengan HIV positif, mengeluh nyeri kepala berat sejak 2 minggu, disertai mual dan muntah. Pada pemeriksaan CT scan kepala tidak tampak adanya massa. Dari analisis cairan serebrospinal didapatkan tekanan pembukaan saat pungsi lumbal 30 cmH2O, jumlah sel leukosit 20, protein 45 g/dl dan kadar glukosa 60 g/dl. Hasil pemeriksaan penunjang cairan serebrospinal yang mungkin ditemukan:
Bakteri batang tahan asam dengan pengecatan Ziehl Nielssen
Yeast berkapsul dengan gambaran halo di sekelilingnya dengan India Ink
Bakteri diplokokus Gram negative
VDRL cairan serebrospinal positif
CrAg cairan serebrospinal negative
Laki-laki 26 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan pusing bergoyang sejak 2 minggu yang lalu. Rasa bergoyang dirasakan hanya saat berjalan. Mual dan muntah disangkal. Gangguan pendengaran disangkal. Pasien terdiagnosis HIV/AIDS dalam pengobatan antiretroviral dan TB dalam pengobatan OAT. Pada pemeriksaan fisik diperoleh tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 84 x/menit, Pemeriksaan neurologis diperoleh GCS 15, pupil dalam batas normal. Pemeriksaan head impulse test dan nistagmus negatif. Romberg dipertajam buka mata baik, tutup mata jatuh ke kanan. Fukuda deviasi < 30o
Apakah diagnosis yang paling sesuai untuk kasus di atas ?
Disekuilibrium karena METB yang melibatkan serebelum
Disekuilibrium karena distal polineuropati HIV
Vertigo non vestibular karena OAT
Bilateral vestibulopati karena ototoksik OAT
Vertigo vestibular sentral karena vasculitis TB
Seorang laki-laki 40 tahun datang ke Poli Saraf dengan keluhan adanya gerakan Involuntar pada leher berupa kontraksi otot yang bertahan, menyebabkan gerak melintir berulang dan postur abnormal. Gangguan tersebut terletak dimana?
Substansia nigra
Nuklues subtalamikum
Nukleus kaudatus
Putamen
Serebelum
Seorang Anak berusia 10 tahun, dibawa keluarga datang ke Poli saraf dengan keluhan gangguan gerak yang bersifat lambat, melintir, terutama pada bagian distal anggota gerak. Apa diagnosa kasus tersebut?
Atetosis
Distonia
Mioklonus
TICS
Akathisia
Seorang laki-laki usia 50 tahun datang ke Poli Saraf dengan keluhan rasa yang tidak nyaman seperti ditusuk-tusuk pada daerah Tungkai. Dimana hal ini terjadi setiap akan hendak tidur pada malam hari, dan akan berkurang jika tungkai digerak-gerakkan atau digunakan untuk jalan. Apa diagnosa yang tepat untuk kasus tersebut?
Akathisia
Stereotipi
Restless Leg Syndrome
Mioklonus
TICS
