wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Neurologi

Total questions: 104

Worksheet time: 52mins

Name
Class
Date
1.

Laki-laki usia 60 tahun dengan keluhan bayangan gelap dilapangan pandang bagian yang menghilang bila menutup mata kanan, keluhan ini menetap dan tidak membaik. Pada pemeriksaan didapatkan bruit karotis kanan dan skotoma bagian atas nasal. Pemeriksaan neurooftalmologi lainnya dalam batas normal. Funduskopi belum dilakukan.

Manakah dari berikut ini yang paling mungkin menjadi topis penyebab temuan ini?

a)

Lobus tempiral kiri

b)

Lobus oksipital dibawah sulcus calcarina

c)

Retina kanan sisi bawah temporal

d)

Retina kiri sisi bawah temporal

e)

Nervus optikus bilateral

2.

Seorang wanita berusia 29 tahun dengan riwayat hipertensi datang dengan keluhan nyeri pada mata kanan saat bergerak, gangguan dan penglihatan kabur, serta perasaan bahwa beberapa warna “tidak terlihat seperti biasanya”. Pada tes cahaya ayun (swinging light test), ketika cahaya diarahkan ke mata kirinya, kedua pupil sedikit melebar dan kontraksi pupil jauh lebih sedikit dibandingkan saat cahaya diarahkan ke mata kiri. Ketajaman visual pada mata kanan menurun, begitu juga dengan persepsi warna merah.

Manakah dari berikut ini yang paling mungkin menjadi topis penyebab temuan ini?

a)

Saraf optik bilateral

b)

Makula bilateral yang parah

c)

Lesi pada badan genikulat lateral kiri

d)

Lesi pada badan genikulat lateral kanan

e)

Saraf optik kanan

3.

Perempuan 30 tahun datang ke poliklinik saraf untuk kontrol migrain kronik. Dari data buku harian nyeri kepala, Anda mendapat bahwa dalam 1 bulan terakhir: nyeri kepala muncul tiap hari, rerata durasi 6 jam, dan pasien selalu mengonsumsi Paracetamol 2 tablet setiap nyeri kepala muncul. Dalam 6 bulan terakhir, nyeri kepala juga muncul tiap hari, namun pasien hanya minum Paracetamol 2 tablet 3-4x/minggu. Apakah pilihan tatalaksana terhadap pasien ini?

a)

Meneruskan pemberian Paracetamol sambil menjadwalkan pemeriksaan MRI MRA MRV

b)

Melakukan introduksi obat profilaksis dan withdrawal obat abortif saat ini

c)

Melakukan pemeriksaan Index Vascular Migraine dan memberikan antiplatelet yang sesuai

d)

Melakukan pemeriksaan pericranial tenderness dan memberikan golongan NSAID

e)

Meningkatkan kepatuhan penggunaan Paracetamol setiap nyeri muncul

4.

Perempuan 20 tahun datang datang ke ke poliklinik poliklir neurologi dengan keluhan nyeri kepala berulang dalam 6 bulan ini. Terakhir nyeri kepala dirasakan 1 bulan yang lalu, selalu muncul 1 hari sebelum pasien menstruasi, seperti saat ini juga. Nyeri saat ini dirasakan di kepala sisi kanan, berdenyut dan diperberat jika melihat cahaya. Pasien tidak dapat melakukan aktivitas saat serangan muncul. Pasien menstruasi sejak 2 hari ini. Sebelum nyeri kepala muncul, pasien melihat titik-titik hitam di kedua lapang pandang yang bertahan selama 15 menit. Apakah obat profilaksis yang dapat diberikan pada pasien in ini?

a)

Amitriptilin

b)

Propanolol

c)

Ibuprofen

d)

Naratriptan

e)

Ergotamin

5.

Perempuan 28 tahun, datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan nyeri kepala yang dirasakan seperti terikat sudah berlangsung 7 bulan terakhir dan berulang sudah 1 kali dengan jumlah serangan 15-17 hari perbulannya. Lamanya serangan 30 menit sampai 7 hari. Meski i ia ia mengalami nyeri kepala namun masih bisa melakukan pekerjaannya sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta. Keluhan tidak disertai mual, muntah dan fotofobia. Pada pemeriksaan palpasi perikranial tidak dijumpai nyeri tekan. Pada pemeriksaan fisik lainnya dan CT Scan Kepala tanpa kontras tidak ditemukan kelainan. Apakah diagnosis pada pasien sesuai dengan kasus di atas?

a)

TTH kronik yang tidak berhubungan dengan nyeri tekan perikranial

b)

Probable tension type headache episodik infrequent

c)

Tension type headache episodic frequent

d)

Probable tension type headache episodik infrequent

e)

Tension type headache episodic infrequent

6.

Laki-laki 50 tahun datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan nyeri kepala sebelah kiri, nyeri juga dirasakan pada daerah periokular, disertai dengan injeksi konjungtiva kiri dan lakrimasi. Nyeri dengan intensitas berat, seperti ditusuk-tusuk, durasi serangan rata-rata berkisar selama 1 menit. Serangan sering terjadi pada siang hari. Pasien sebelumnya telah mengonsumsi obat indometasin, namun keluhan juga tidak dirasakan membaik. Pada pemeriksaan fisik neurologis didapatkan dalam batas normal. Apakah pilihan terapi preventif yang tepat pada kasus di atas?

a)

Lamotrigine

b)

Asam valproate

c)

Clonazepam

d)

Fenitoin

e)

Fenobarbital

7.

Laki-laki 45 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan nyeri kepala yang dirasakan 1 hari yang lalu. Nyeri dirasakan tajam di sisi kepala kanan dan sekitar mata. Keluhan lain mata kanan tampak merah berair, disertai bengkak kelopak mata dan hidung berair. Keluhan nyeri kepala berlangsung selama 20 detik. Dalam sehari pasien mengaku serangan nyeri kepala dapat berulang hingga 30 kali. Manakah diagnosis yang tepat pada kasus di atas?

a)

Cluster Headache

b)

Short lasting Unilateral Neuralgiform Headache Attack with Conjunctival Injection and Tearing

c)

Short lasting Unilateral Neuralgiform Headache Attack with Cranial Autonomic Symptoms

d)

Hemicrania Continua

e)

Migrain dengan gejala otonom

8.

Seorang perempuan membawa kakeknya, 78 tahun, dengan keluhan mendadak tidak bisa berbicara sejak 2 minggu yang lalu. Setelah diperiksa, pasien bisa memahami ucapan pemeriksa namun tidak bisa mengucapkan kata-kata. Kekuatan lengan dan tungkai kanan juga menurun. Dokter merencanakan terapi transcranial magnetic stimulation dan dilanjutkan dengan melodic intonation therapy. Bagaimana mekanisme melodic intonation therapy mempengaruhi perbaikan pada pasien ini?

a)

Menggunakan ritme musik untuk melatih pernapasan

b)

Memanfaatkan jalur prosodi di hemisfer kanan untuk menggantikan fungsi bahasa yang terganggu

c)

Meningkatkan aktivitas hippocampus untuk memori verbal

d)

Mengaktifkan refleks pendengaran untuk memperkuat fonasi

e)

Menggunakan musik untuk mengurangi kecemasan sebelum terapi wicara

9.

Seorang pasien sedang menjalani terapi transcranial direct current stimulation karena didiagnosis oleh dokter sebelumnya bahwa pasien mengalami mild cognitive impairment dengan gangguan pada domain atensi dan memori. Anoda diletakkan pada area dorsolateral prefrontal kiri dan katoda pada area supraorbital kanan. Forward digit span saat ini skornya 4 dan word list memory task 15, membaik 2 poin dibandingkan dengan sebelum terapi. Mekanisme yang menjelaskan perbaikan yang dialami oleh pasien yaitu:

a)

Neurotransmisi GABAergik meningkat sehingga meningkatkan inhibisi

b)

Modifikasi potensial membran neuron sehingga meningkatkan plastisitas sinaptik

c)

Peningkatan apoptosis neuron yang rusak

d)

Penurunan konektivitas antar jaringan kortikal

e)

Inhibisi langsung pada area hippocampus

10.

Seorang laki-laki berusia 21 tahun, seorang atlet silat, mendadak tampak seperti orang bingung setelah mendapatkan benturan yang kuat dari tendangan lawan pada kepala bagian kanan. Beberapa saat kemudian, kondisinya kembali normal, dan dapat menyelesaikan pertandingan. Empat jam setelah pertandingan selesai, dijumpai letargi dan kelemahan pada anggota gerak kiri. Laki-laki tersebut lalu dibawa ke IGD, dilakukan CT-scan kepala tampak lesi hiperdens berbentuk bikonveks. Apakah diagnosis topik kelainan diatas?

a)

Arteri meningea media, melalui foramen lacerum

b)

Vena jugularis, melalui foramen jugularis

c)

Arteri meningea media, melalui foramen spinosum

d)

Arteri karotis, melalui kanal karotis

e)

Vena jugularis, melalui foramen spinosum

11.

Seorang laki-laki berusia 30 tahun terjatuh saat hiking, kepala terbentur bebatuan dan pasien tidak menggunakan alat pelindung kepala. Saat kejadian, pasien sempat tidak sadar kurang dari 5 menit lalu pasien sadar kembali dan menyelesaikan hikingnya. Tiga jam kemudian pasien terlihat bingung dan tidak sadar lalu dibawa ke rumah sakit. Hasil CT-scan kepala pasien menunjukkan hasil sebagai berikut. Apa indikasi operasi pada pasien tersebut?

a)

EDH progresif

b)

EDH > 10 cc pada fossa posterior dengan tanda penekanan batang otak atau hidrocephalus dengan fungsi batang otak masih baik

c)

EDH > 20 cc dengan midline shifting pada daerah temporal /frontal /parietal dengan fungsi batang otak masih baik

d)

EDH > 30 cc dengan midline shifting pada daerah temporal /frontal /parietal dengan fungsi batang otak masih baik

e)

EDH tipis dengan penurunan kesadaran

12.

Seorang laki-laki berusia 41 tahun dibawa ke IGD karena mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor. Pasien sempat tidak sadarkan diri selama 5 menit. Terdapat cairan bening yang keluar dari hidung dan 12 jam kemudian sekitar kedua mata tampak berwarna merah kehitaman. Pada pemeriksaan didapatkan GCS E4V5M6, TD 140/70 mmHg, N: 70x/m; RR: 20x/m; T: 36°C, Nervus 1: anosmia Apa diagnosis pasien tersebut?

a)

Fraktur basis krani posterior

b)

Fraktur basis kranii media

c)

Fraktur basis krani anterior

d)

Subdural hematoma

e)

Epidural hematoma

13.

Seorang laki-laki berusia 22 tahun, pekerja bangunan masuk ke IGD dengan riwayat jatuh dari atap rumah setinggi 3 meter sewaktu bekerja, 2 jam sebelum masuk ke rumah sakit. Pada pemeriksaan awal didapatkan kesadaran baik, TD 70/50 mmHg, N 68x/menit, pernapasan 20x/menit. Didapatkan hematom dan lecet pada wajah dan dada atas. Pasien mengeluh nyeri di lehernya dan tidak dapat merasakan pada bagian dada ke bawah serta sulit menggerakkan ke-4 ekstremitasnya. Dari hasil pemeriksaan didapatkan hematom dan nyeri tekan pada prosesus vertebra servikal 5 dan 6 dengan jarak antara prosesus spinosus yang melebar. Pemeriksaan neurologis menunjukkan adanya anestesi mulai dari daerah leher, tetraplegia. Pemeriksaan colok dubur menunjukkan tonus sfingter (-). Pemeriksaan refleks bulbocavernosus mendapatkan hasil (-).Apa kemungkinan diagnosis pasien ini?

a)

Complete spinal cord injury

b)

Incomplete spinal cord injury

c)

Central cord syndrome

d)

Cauda equina syndrome

e)

Brown Sequard syndrome

14.

Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan kelemahan wajah sebelah kanan sejak 3 hari yang lalu. Pasien sulit menutup mata kanan, mulut mencong ke kiri. Pemeriksaan neurologis menunjukkan paresis nervus fasialis perifer kanan. Dilakukan pemeriksaan blink reflex. Bagaimana hasil blink reflex bila stimulasi diberikan pada nervus supraorbitalis kanan?

a)

R1 kanan hilang, R2 kanan hilang, R2 kiri tetap ada

b)

R1 kanan ada, R2 kanan hilang, R2 kiri hilang

c)

R1 kanan hilang, R2 kanan hilang, R2 kiri hilang

d)

R1 kanan ada, R2 kanan ada, R2 kiri hilang

e)

R1 kanan hilang, R2 kanan normal, R2 kiri hilang

15.

Seorang Wanita 45 tahun telah didiagnosa CKD sejak 1 bulan yang lalu. Kemudian 2 hari yang lalu saat pasien melakukan HD, tubuh pasien mengalami kaku kelojotan, mata melirik keatas selama kurang lebih 2 menit. Sebelumnya pasien juga sudah pernah mengalami hal ini dan sudah didiagnosa epilepsi.

Obat apa yang tidak boleh diberikan pada pasien ini?

a)

Fenitoin

b)

Topiramat

c)

Klonazepam

d)

Valproate

e)

Lamotrigin

16.

Seorang anak laki-laki, usia 9 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan kejang selama 1 menit pada saat tidur. Kejang berupa gerakan bibir kanan dan kelopak mata makan. Dalam satu bulan terakhir pasien mengalami kejang hingga 3 kali. Pasien sudah menjalani pemeriksaan EEG dan didapatkan gelombang paku di sentrotemporal kiri.

Diagnosis manakah yang paling mungkin pada kasus tersebut di atas?

a)

Sindrom Panayiotopoulus

b)

Sindrom West

c)

Benign Rolandic Epilepsy

d)

Sindrom Lennox-Gestaut

e)

Epilepsi Lobus Temporal Mesial

17.

Seorang pria usia 70 tahun mengalami penurunan kognitif progresif, disertai halusinasi visual kompleks dan fluktuasi kesadaran. Ia juga menunjukkan rigiditas ringan dan langkah pendek saat berjalan. CT scan otak menunjukkan atrofi ringan, PET amiloid negatif. MMSE 23/30.

Apa diagnosis yang paling sesuai pada kondisi pasien ini?

a)

Lewy body dementia

b)

Demensia vaskular

c)

Frontotemporal dementia

d)

Parkinson disease dementia

e)

Alzheimer disease

18.

Pasien wanita 58 tahun dengan gangguan bahasa progresif. Ia memahami bahasa dengan baik namun mengalami kesulitan menemukan kata, terutama kata benda, dan secara bertahap kehilangan pemahaman makna kata. MRI menunjukkan atrofi lobus temporalis anterior kiri.

Kemungkinan diagnosis yang paling sesuai adalah?

a)

Nonfluent Primary Progressive Aphasia

b)

Semantic variant Primary Progressive Aphasia

c)

Logopenic variant Primary Progressive Aphasia

d)

Alzheimer disease awal

e)

Aphasia Wernicke

19.

Laki-laki 30 tahun dirujuk dari rumah sakit daerah dengan keluhan kelemahan tubuh sebelah kanan yang terjadi tiba-tiba satu bulan yang lalu, disertai dengan kesulitan berbicara dan kejang parsial motorik fokal. Pasien juga mengalami nyeri kepala intermiten yang semakin memburuk dalam beberapa minggu terakhir. Pada pemeriksaan neurologis, didapati parese nervus VII perifer di sisi kiri dan hemiparesis kanan (4/5). Hasil pemeriksaan imaging sebagai berikut:

Apakah diagnosis etiologi yang paling tepat pada kasus di atas?

a)

Trombosis sinus kavernosus .

b)

Dural arterio-venous fistula

c)

Arteriovenous malformation (AVM)

d)

Aneurisma intrakranial

e)

Arteritis arteri karotis

20.

Seorang pria 67 tahun datang ke IGD dengan kelemahan tubuh sisi kanan dan afasia mendadak sejak 2 jam sebelum masuk RS. NIHSS = 15. CT-Scan kepala non-kontras menunjukkan tidak ada perdarahan, ASPECTS score = 9. CT angiography menunjukkan oklusi M1 arteri serebri media kiri. Pasien memiliki riwayat hipertensi terkontrol, tidak sedang menggunakan antikoagulan, dan onset jelas 2 jam. RS memiliki fasilitas trombektomi mekanik dengan tim siap.Langkah intervensi paling tepat untuk pasien ini adalah...

a)

Terapi medikamentosa saja dengan aspirin dosis loading

b)

IV-tPA (alteplase) saja karena onset masih <4,5 jam

c)

Trombektomi mekanik saja karena terdapat oklusi M1

d)

Kombinasi IV-tPA diikuti trombektomi mekanik (bridging therapy)

e)

Observasi konservatif karena skor NIHSS belum >20

21.

Seorang pria 35 tahun dengan riwayat perdarahan intraparenkim lobar kiri, CTA menunjukkan adanya AVM ukuran sedang (3 cm) dengan drainase vena superfisial, tanpa aneurisma intranidal. Skor Spetzler-Martin = 2.

Pilihan terapi intervensi paling tepat untuk pasien ini adalah:...

a)

Observasi konservatif karena usia muda

b)

Embolisasi endovaskular tunggal sebagai terapi definitif

c)

Embolisasi selektif diikuti reseksi bedah

d)

Radiosurgery tunggal dengan Gamma Knife

e)

Kombinasi antikoagulan dan antiagregan

22.

Seorang wanita berusia 49 tahun datang ke poli saraf karena mengeluhkan nyeri kepala sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya nyeri kepala dirasakan ringan dan membaik dengan meminum obat di warung. Namun semakin lama pasien mengeluhkan nyeri kepala terus-menerus. Pasien mengaku tidak ada kelemahan anggota gerak, tidak ada kejang, maupun bicara pelo. Pasien juga tidak ada riwayat benjolan di anggota tubuh yang lain. Pemeriksaan fisik ditemukan TD 129/71mmHg HR 90x/menit RR 20x/menit dan suhu 36,7. Pasien dilakukan pemeriksaan MRI brain kontras dengan hasil seperti dibawah dx Tumor metastasis.

Apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan menurut guideline NCCN?

a)

Konsul TS Bedah Saraf

b)

WBRT

c)

SRS

d)

Melakukan pelacakan tumor primer dengan memeriksa tumor marker

e)

Melakukan pelacakan tumor primer dengan memeriksa CT Thoraks/CT Abdomen

23.

Seorang wanita usia 47 tahun dengan kanker payudara datang dengan keluhan sakit kepala dan multiple neuropati kranial. Hasil MRI menunjukkan peningkatan sinyal pada leptomeningen, dan pemeriksaan sitologi cairan serebrospinal (CSF) menunjukkan adanya sel abnormal.

Pernyataan manakah berikut ini yang benar?

a)

Pasien ini mengalami infiltrasi batang otak oleh kanker yang menyebabkan multiple neuropati kranial

b)

Pemeriksaan cairan serebrospinal (CSF) sangat sensitif untuk kondisi ini, dengan sedikit hasil negatif palsu

c)

Pengobatan mencakup kombinasi radiasi otak total dan metotreksat intraventrikular

d)

Gamma knife adalah pilihan pengobatan utama

e)

Melanoma yang menginfiltrasi meningen memiliki prognosis yang lebih baik dibandingkan limfoma

24.

Seorang pria 55 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan. Pasien memiliki riwayat stroke iskemik 3 bulan lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 140/90 mmHg HR 78x/menit RR 18x/menit dan suhu 36,8oC. Status neurologis didaptkan hemiparesis kanan dengan kekuatan otot 3/5. Pasien sudah menjalani fisioterapi okupasi pada anggota gerak kanan, tetapi perbaikan motorik masih minimal. Pasien direncanakan untuk diberikan stimulasi otak pada area kontralesi dengan target level evidence A.

Apakah modalitas neurorestorasi motorik pada pasien tersebut?

a)

Virtual Reality

b)

Transcranial Magnetic Stimulation

c)

Transcranial Direct Current Stimulation

d)

Peripheral Nerve Stimulation

e)

Repetitive Nerve Stimulation

25.

Seorang pria 70 tahun datang pasca stroke iskemik 2 bulan yang lalu. Keluhan utama berupa kelemahan sisi kanan tubuh yang sudah membaik dengan fisioterapi. Pada pemeriksaan didapatkan TD 135/88 mmHg HR 82x/menit RR 18x/menit suhu 36,5oC. Status neurologis didapatkan kekuatan motorik 4/5. Saat ini pasien dikeluhkan oleh keluarganya sering murung, kehilangan minat, sulit tidur, dan merasa tidak bersemangat. Pasien dilakukan pemeriksaan Hamilton Depression Rating Scale dengan skor 20.

Di manakah lokasi lesi yang dapat menjadi target terapi neurostimulasi yang paling tepat pada pasien ini?

a)

Gyrus Frontal Inferior

b)

Suplementary Motor Area

c)

Dorsolateral Prefrontal Cortex

d)

Premotor Cortex

e)

Motor Cortex

26.

Seorang pasien laki-laki usia 81 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan dan sulit menelan.. Pasien dengan riwayat stroke iskemik 2 bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik ditemukan T 148/99 mmHg HR 74x/menit RR 20x/menit Suhu 36,6oC. Status neurologis didapatkan hemiparesis kanan, disartria, dan disfagia dengan GUUS 10. Pasien saat ini masih mengalami kesulitan untuk menelan cairan. Salah satu aspek penting dalam neurorestorasi adalah pemulihan fungsi menelan untuk mencegah aspirasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien

Penatalaksaan non farmakologi yang tepat pada kasus di atas adalah?

a)

Head rotation atau chin tuck position

b)

Latihan isometrik lidah

c)

Stimulasi elektrik neuromuskular

d)

Pemberian cairan encer

e)

Air thermal stimulation

27.

Seorang pasien laki-laki usia 62 tahun mengalami stroke iskemik 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik ditemukan TD 138/82 mmHg HR 88x/menit RR 19x/menit Suhu 36,7oC. Status neurologis ditemukan kelemahan anggota gerak kiri dengan kekuatan 5/2, disartria, dan hemihipestesi kiri. Pasien dilakukan pemeriksaan quantitative EEG (QEEG) untuk menilai prognosis pemulihan fungsi neurologis.

Manakah indikator qEEG yang bisa dijadikan sebagai prediksi outcome post-stroke?

a)

Delta Alpha Ratio

b)

Beta Alpha Ratio

c)

Theta Delta Ratio

d)

Alpha Beta Ratio

e)

Beta Delta Ratio

28.

Wanita 39 tahun sejak 3 bulan terakhir mengeluh nyeri kepala yang hilang timbul lebih dari 10 kali dalam satu minggu. Nyeri terasa tegang di kepala depan dan belakang. Pasien sudah berobat 5 kali tetapi nyeri berkurang saat minum obat saja, setelah efek obat habis nyeri muncul kembali dengan intensitas bervariasi sedang kadang ringan tetapi tidak pernah terbebas dari rasa nyeri.

Bagaimana tatalaksana nyeri kepala yang paling tepat pada kasus ini?

a)

Menggunakan jenis anti nyeri yang lain

b)

Menggunakan dosis terapi abortif paling tinggi

c)

Menggunakan obat golongan opioid

d)

Menggunakan terapi profilaksis

e)

Tidak perlu memperhatikan pengelolaan stres

29.

Seorang wanita 42 tahun mengeluh nyeri kepala episodik. Nyeri kepala digambarkan sebagai serangan nyeri hebat periorbita unilateral yang berlangsung selama 10 menit dan disertai ptosis ipsilateral, lakrimasi, dan hidung tersumbat. Pasien mengalami lebih dari 5 kali serangan setiap hari. Pasien tidak mengalami gejala aura.

Dari pernyataan diatas, terapi medikamentosa apa yang paling tepat diberikan pada pasien pertama kali?

a)

Oksigen

b)

Indometasin

c)

Prednison

d)

Sumatriptan

e)

Naproksen

30.

Seorang wanita 42 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala sebelah kiri yang dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. Nyeri kepala tajam seperti tertusuk-tusuk pada daerah sekitar mata kiri disertai kemerahan dan keluar air mata. Nyeri terjadi beberapa detik sampai 1 menit, sehari dapat terjadi 5 kali, dalam satu minggu terjadi 1-2 kali, keluhan akan berulang sekitar 3-4 minggu.

Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus diatas?

a)

Hemikrania kontinua

b)

Nyeri kepala klaster episodik

c)

SUNA episodik

d)

SUNCT kronik

e)

Migrain dengan aura tipikal

31.

Seorang pria berusia 35 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala sisi kiri sejak 2 bulan yang lalu. Nyeri kepala dirasakan seperti berdenyut, bertambah berat jika melakukan aktivitas fisik, dan disertai dengan mual muntah. Nyeri kepala dirasakan sebanyak 10 kali sejak 1 bulan terakhir, selama 5-6 jam sehari. Sebelum nyeri kepala terjadi, pasien sering merasa anggota gerak kiri terasa lemah disertai rasa baal selama 60 menit, namun akan menghilang. Pasien mempunyai riwayat asma. 

Apakah terapi profilaksis utama yang dapat diberikan pada kasus di atas?

a)

Propanolol 2x20mg

b)

Sumatriptan 2x50mg

c)

Naproxen 1x1000mg

d)

Indometasin 3x50mg

e)

Topiramat 2x100mg

32.

Seorang wanita berusia 65 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri hebat yang dirasakan seperti tersengat listrik selama beberapa detik hingga satu menit dan terjadi lebih dari 20 kali dalam sehari. Nyeri ini hanya dirasakan di sisi kanan wajah, terutama di area pipi dan rahang bawah. Nyeri dipicu oleh aktivitas, seperti saat mencuci muka, menyikat gigi, atau makan. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan defisit motorik maupun sensorik.

Diagnosis paling mungkin pada pasien ini adalah?

a)

Hemikrania paroksimal

b)

Giant cell arteritis

c)

Cluster headache

d)

Neuralgia trigeminal

e)

Short lasting unilateral neuralgiform headache attacks with cranial autonomic symptoms

33.

Seorang pasien berusia 52 tahun datang dengan keluhan nyeri pada siku yang telah berlangsung selama 6 bulan. Nyeri terutama dirasakan pada saat mengangkat lengan bawah, mengangkat barang, dan berjabat tangan. Pemeriksaan fisik didapatkan tes provokasi Cozen (+).

Mekanisme patofisiologi utama yang mendasari kondisi pasien ini adalah?

a)

Degenerasi kronis tendon otot fleksor pada epikondilus medialis

b)

Protrusi diskus intervertebralis servikal

c)

Proses degeneratif pada rotator cuff

d)

Degenerasi overused tendon otot ekstensor pada epikondilus lateralis

e)

Inflamasi kronis kapsul sendi

34.

Dalam membedakan Locked-in Syndrome dari kondisi koma: Pemeriksaan penunjang berikut PALING membantu...

a)

MRI kepala

b)

EEG

c)

Pemeriksaan refleks batang otak

d)

CT perfusi

e)

Angiografi serebral

35.

Yang menyebabkan kematian sekunder setelah perdarahan subaraknoid Adalah Komplikasi intrakranial yang paling sering....

a)

Hidrosefalus akut

b)

Iskemia serebral sekunder akibat vasospasme

c)

Rebleeding

d)

Hiponatremia

e)

Emboli serebral

36.

Manakah dari berikut ini yang merupakan faktor pencetus krisis myasthenia gravis yang PALING umum pada pasien dewasa?

a)

Tirotoksikosis

b)

Penggunaan alkohol

c)

Trauma kepala

d)

Infeksi saluran napas

e)

Overdosis antikolinesterase

37.

Pasien laki-laki 50 tahun dengan riwayat GBS dua hari lalu mengalami gagal napas dan dipindah ke ICU. Selama perawatan, pasien menunjukkan fluktuasi tekanan darah, bradikardia, dan henti jantung sementara

Apa mekanisme fisiologi komplikasi ini?

a)

Gagal napas sentral akibat lesi batang otak

b)

Emboli paru akibat paralisis tungkai

c)

Disautonomia karena gangguan saraf otonom

d)

Efek samping IVIG

e)

Sepsis dan syok septik awal

38.

Seorang pria 35 tahun dilarikan ke IGD setelah kecelakaan lalu lintas. Pasien tidak sadar, GCS 6 (E1V1M4), terdapat hematoma periorbital bilateral ("raccoon eyes") dan otorea kanan. CT scan menunjukkan fraktur tulang dasar tengkorak dan kontusio serebri. Setelah stabilisasi ABC, ICP monitor dipasang dan menunjukkan tekanan intrakranial 28 mmHg. Apa target manajemen utama dan intervensi awal yang paling sesuai?

a)

Pemberian deksametason 10 mg IV bolus

b)

Hiperventilasi hingga PaCO₂ < 25 mmHg jangka panjang

c)

Manitol 0,25–1 g/kg IV bolus dan elevasi kepala

d)

LP diagnostik untuk mengurangi tekanan

e)

Operasi kraniektomi dekompresi segera

39.

Seorang perempuan, berusia 55 tahun datang dengan hemiparese sinistra sejak 1 bulan yang lalu. Saat dilakukan pemeriksaan CT Scan kepala polos, pasien memiliki beberapa infark di lobus frontal dan parietal kanan. Pasien lalu dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa DSA, dan didapatkan stenosis lebih dari 80% pada arteri karotid interna kanan.

Manakah terapi yang paling tepat diberikan saat ini?.

a)

Warfarin

b)

Aspirin dan klopidogrel

c)

Heparin

d)

Aktivator tissue plasminogen intraarterial

e)

Stenting pada arteri karotid interna.

40.

Seorang pria berusia 50 tahun datang dengan mata kanan kemerahan dan bengkak yang semakin memburuk selama 2 minggu. Pasien juga mengeluh penglihatan ganda dan suara mendenging. Pada pemeriksaan, mata kanannya menunjukkan proptosis, kemerahan konjungtiva dengan pembuluh darah yang terlihat berkelok-kelok, serta keterbatasan pergerakan mata ke arah lateral. Pada pemeriksaan pupil yang melebar dan kurang reaktif. Pendengaran di atas orbit terdengar bruit. Ketajaman penglihatan sedikit menurun. Pasien juga nyeri kepala.

Manakah dari diagnosa berikut yang paling mungkin?

a)

Dilatasi vena oftalmika

b)

Amourosis fugax

c)

Carotid-Cavernous Fistula

d)

Neuritis optik

e)

Oklusi vena retina sentral

41.

Seorang wanita berusia 35 tahun datang dengan riwayat kejang berulang dan nyeri kepala yang hilang timbul beberapa bulan terakhir. Baru-baru ini, pasien juga mengalami episode kelemahan dan mati rasa pada anggota gerak sisi kanan. Pada pemeriksaan MRI otak menunjukkan adanya gambaran kumpulan pembuluh darah yang membesar dan tidak beraturan yang sesuai popcorn appearance di lobus frontal kiri. Ia tidak memiliki riwayat medis yang signifikan. Dx. Cerebral cavernous sinus malformation (cavernoma)

Manakah dari gejala berikut yang paling mungkin terkait dengan kondisi ini?

a)

Kehilangan memori progresif dan kebingungan

b)

Nyeri kepala berat mendadak dengan kehilangan kesadaran

c)

Kejang dan defisit neurologis fokal

d)

Penurunan penglihatan dan pendengaran secara progresif

e)

Kekakuan otot dan tremor

42.

Seorang wanita berusia 26 tahun datang dengan keluhan nyeri leher yang hebat setelah mengikuti kelas menari dengan gerakan leher yang ekstrim. Magnetic resonance angiogram (MRA) dan MRI sebagai berikut.

Manakah dari berikut ini yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan matanya?

a)

Internuclear ophthalmoplegia

b)

Paralisis nervus okulomotor kiri

c)

Afferent pupillary defect

d)

Paralisis upgaze

e)

Sindrom Horner

43.

Seorang pria berusia 62 tahun dengan riwayat hipertensi yang tidak terkontrol tiba-tiba mengalami nyeri kepala hebat diikuti kelemahan pada sisi kiri tubuhnya. Saat tiba di unit gawat darurat, pasien dalam keadaan mengantuk dan anggota gerak kanan tampak lebih aktif. Menurut keluarga pasien sempat muntah di rumah.

Hasil CT scan yang paling mungkin didapatkan pada pasien ini adalah :

a)

ICH putamen kanan yang meluas ke kapsul interna kanan dengan midline shifting ke arah kiri

b)

Stroke iskemia pada a. cerebri media kanan

c)

Infark lacunar pada kapsula interna crus posterior

d)

Perdarahan epidural

44.

Seorang wanita 48 tahun datang dengan keluhan kejang kelojotan pada seluruh tubuh. Sebelum kejang pasien sadar, saat dan setelah kejang pasien tidak sadar. Kejang ini baru pertama kali dialami oleh pasien. Dari pemeriksaan tanda vital TD : 122/77 mmhg, Nadi : 89x/menit, RR : 22x/ menit, Suhu 36C. Pemeriksaan penunjang didapatkan GDS : 600 mg/dl, CT Scan Kepala polos menunjukkan Infark lacunar talamus kiri.

Apakah diagnosis yang paling tepat?

a)

General Tonic Clonic Seizure with Impaired awareness

b)

Acute Symptomatic Seizure

c)

Vascular Related Tonic Clonic Seizure

d)

Remote Symptomatic seizure

e)

Focal to Bilateral Tonic Clonic Seizure with Impaired awareness

45.

OAB yang manakah yang dapat menyebabkan efek samping Osteoporosis pada Lansia?

a)

Fenitoin

b)

Levetirasetam

c)

Okskarbazepin

d)

Gabapentin

e)

Lamotrigin

46.

Seorang anak usia 10 bulan dibawa ibunya ke Poli Neurologi dengan keluhan kejang. Pada pemeriksaan didapatkan bangkitan spasme berulang terutama saat anak bangun, anak didapatkan keterlambatan perkembangan. Pada pemeriksaan EEG didapatkan Gambaran Hypsarrythmia.

Bila pasien tidak mendapatkan tatalaksana yang baik, maka sindrom epilepsi yang berkembang pada usia 3 tahun Adalah...

a)

Sindrom Lennox- Gestaut

b)

Early Myoclonic Encephalopathy

c)

Dravet Syndrome

d)

Sindrom West

e)

Childhood Absence Epilepsy

47.

Seorang pria, 57 tahun, telah di diagnosis dengan epilepsi lobus temporalis sejak 5 tahun lalu menggunakan obat teratur. Saat ini mengalami bangkitan umum terus menerus sejak 40 menit sebelum masuk RS tanpa pemulihan kesadaran. Setiba di RS pasien diberikan protokol sebagai status epileptikus.

Prognosis luaran pasien berdasar Skoring Status Epilepticus Severity Score (STESS) adalah:

a)

Buruk dengan skor STESS : 5

b)

Buruk dengan skor STESS : 4

c)

Buruk dengan skor STESS : 3

d)

Baik dengan Skor STESS : 2

e)

Baik dengan skor STESS : 1

48.

Seorang anak laki laki usia 4 tahun, di temukan adanya kemunduran kemampuan bicara setelah beberapa episode kejang. Sebelumnya pasien tampak normal dan tumbuh kembang sesuai usia. Ibu pasien mengaku pasien sulit mengenali suara seperti suara kucing.

Apakah diagnosis yang paling mungkin?

a)

Dravet Syndrome

b)

Doose syndrome

c)

Landau Klefner Syndrome

d)

Lennox Gastaut Syndrome

e)

Frontal Lobe Syndrome

49.

Seorang laki-laki berusia 55 tahun sering mengalami nyeri yang dirasakan pada perutnya, nyeri dirasakan seperti tertusuk dengan VAS 5. Nyeri memberat pada saat beraktivitas dan berkurang saat istirahat. Nyeri dirasakan hilang timbul. Diketahui sebelumnya pasien memiliki Ca Colon dan belum dilakukan pengobatan.

Diagnosis yang tepat untuk pasien ini adalah?

a)

Neoplasm related pain

b)

Chemotherapy-induced neuropathy

c)

Post-radiation myelopathy

d)

Radiation-induced neuropathy

e)

Soft tissue pain

50.

Seorang wanita berusia 51 tahun merasa ada kelemahan dan sensasi terbakar pada anggota gerak sisi kanan, keluhan ini dirasakan terus menerus sehingga pasien merasa terganggu dalam beraktivitas. Keluhan ini sudah dirasakan kurang lebih 4 bulan ini. Pada pemeriksaan MRI terdapat gambaran oklusi total pada L-MCA.

Apakah diagnosis pada pasien ini ?

a)

Central pain syndrome

b)

Thalamic pain syndrome

c)

Complex regional pain syndrome

d)

Central post stroke pain

e)

Multiple Sclerosis

51.

Seorang laki-laki berusia 62 tahun merasa nyeri seperti tertusuk pada anggota gerak kiri dengan VAS 6. Nyeri dirasakan hilang timbul. Keluhan ini dirasakan 4 bulan ini. Sebelumnya pasien pernah terdiagnosis stroke 8 bulan sebelumnya.

Terapi konservatif lini pertama yang tepat untuk pasien ini adalah?

a)

Lamotrigin 100 – 200 mg/hari

b)

Pregabalin 2x 75 mg

c)

Morphine 10 mg/hari

d)

Gabapentin 300 mg/hari

e)

Parasetamol 1500 mg/hari

52.

Seorang laki-laki berusia 65 tahun dengan Glioblastoma sering mengeluhkan nyeri pada kepalanya. Nyeri dirasakan tajam dengan VAS 5. Keluhan ini dirasakan memberat pada saat pasien beraktivitas dan berkurang saat istirahat. Pasien sudah mengkonsumsi Parasetamol tetapi dirasakan tidak ada perbaikan.

Terapi yang sesuai untuk pasien ini adalah?

a)

Asam mefenamat – Parasetamol

b)

Fentanyl – Asam mefenamat – Parasetamol

c)

Tramadol – Na Diklofenak – Parasetamol

d)

Ibuprofen – Na Diklofenak – Parasetamol

e)

Morfin – Asam mefenamat – Parasetamol

53.

Seorang wanita berusia 58 tahun dengan Meningioma mengeluhkan nyeri pada kepalanya. Keluhan dirasakan menetap, terus menerus, dan sering timbul. Nyeri kepala juga dirasakan timbul secara tiba-tiba. Nyeri dirasakan membaik pada saat pasien meminum obat pereda nyeri.

Keluhan yang dirasakan pasien saat ini adalah?

a)

Nyeri Dasar

b)

Nyeri Neuropatik

c)

Nyeri Somatik

d)

Nyeri Viseral

e)

Nyeri Sontak

54.

Seorang Laki-laki 59 tahun, diantar keluarga datang ke IGD dengan dengan nyeri kepala berat seperti tersambar petir. Pasien tampak mengantuk. tekanan darah 170/60 mmHg, nadi 78 x/menit. Pemeriksaan fisik didapatkan kuduk kaku (-), kaku kuduk (+). Didapatkan CT Scan kepala sebagai berikut :

Derajat keparahan SAH berdasarkan gambaran imaging tersebut adalah

a)

Hunt and Hess grade I

b)

Hunt and Hess grade III

c)

WFNS Grade III

d)

Modified Fisher scale grade III

e)

Modified Fisher Scale grade II

55.

Seorang laki-laki berumur 45 tahun dibawa ke IGD dengan penurunan kesadaran yang diawali dengan nyeri kepala hebat. Pada CT scan didapatkan lesi hiperdens pada fisura sylvii kiri. Hasil pemeriksaan TCD pada MCA kiri didapatkan MFV 155 cm/s dan Lindegard Ratio 5.5.

Apakah keadaan yang ditemukan pada pasien ini?

a)

Hiperemia

b)

Vasospasme ringan

c)

Vasospasme sedang

d)

Vasospasme berat dengan hiperemia

e)

Vasospasme berat tanpa hiperemia

56.

Seorang pria berusia 48 tahun ditemukan koma setelah tidak terlihat setidaknya selama 2 hari. Dia membutuhkan intubasi endotrakeal dalam perjalanan ke rumah sakit dan dirawat di unit perawatan neurokritis. CT scannya ditunjukkan pada Gambar dibawah ini.

Manakah dari berikut ini yang benar tentang perawatan pasien ini?

a)

Terapi reperfusi endovaskular adalah langkah pengobatan berikutnya

b)

Antikoagulasi dengan heparin intravena diindikasikan untuk mencegah perluasan stroke

c)

Hemikraniektomi dini meningkatkan kelangsungan hidup

d)

Kateter intraventrikular harus dipasang

e)

Deksametason harus dimulai dengan dosis 4 mg secara intravena setiap 6 jam

57.

Seorang pasien dirawat setelah mengalami trauma kepala. CT scan kepalanya ditunjukkan pada Gambar dibawah ini. Mengenai kondisi ini,

Manakah dari berikut ini yang benar?

a)

Perdarahan berasal dari robeknya bridging vein permukaan otak

b)

Perdarahan berasal dari pecahnya arteri meningea media

c)

Berhubungan dengan aneurisma Charcot – Bouchard

d)

Lipohyalinosis terjadi di pembuluh otak dalam kondisi ini

e)

Coiling atau clipping penyebab aneurisma akan mencegah perdarahan kembali

58.

Gambaran neuroimaging dengan kontras di dapatkan Target Sign

Gambaran khas pada apa target sign positif ?

a)

Tuberkuloma

b)

Toksoplasmosis

c)

Abses Otak

d)

Metastase Otak

e)

Krip1okolkoma

59.

Laki-laki 68 tahun dirujuk ke poli saraf dengan gangguan fungsi kognitif sejak beberapa tahun terakhir dengan gejala sejak awal gangguan perilaku yang sangat menonjol. Gambaran imaging kepala seperti tercantum di bawah ini.

Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus ini? 

a)

Alzheimer’s disease

b)

Demensia vaskular

c)

Demensia Lewy Bodies

d)

Demensia Frontotemporal

e)

Demensia pada Parkinson

60.

Seorang pria berusia 57 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan tidak dapat berkomunikasi dan terdapat kelemahan anggota gerak sebelah kanan. Kelemahan pada tangan kanan dirasakan lebih berat dari pada kaki kanan. Pada saat kejadian, pasien tidak mengeluh ada sakit kepala maupun muntah. Pasien mempunyai riwayat DM sejak 10 tahun yang lalu. Tekanan Darah 170/100 mmHg, Nadi 85 x/menit. Motorik: hemiparesis kanan dengan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3.

Pengendalian hipertensi pada pasien yang menderita diabetes melitus atau penyakit ginjal kronik, dilakukan dengan target tekanan darah sesuai dengan pedoman nasional Indonesia yaitu

a)

<130/80

b)

<130/90

c)

<140/80

d)

<140/90

e)

<120/80

61.

Seorang pria berusia 57 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan tidak dapat berkomunikasi dan terdapat kelemahan anggota gerak sebelah kanan. Kelemahan pada tangan kanan dirasakan lebih berat dari pada kaki kanan. Pada saat kejadian, pasien tidak mengeluh ada sakit kepala maupun muntah. Pasien mempunyai riwayat DM sejak 10 tahun yang lalu. Tekanan Darah 170/100 mmHg, Nadi 85 x/menit. Motorik: hemiparesis kanan dengan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3. Patofisiologi terjadinya stroke pada pasien dengan riwayat DM adalah..

a)

Berasal dari partikel trombus yang mengoklusi pembuluh darah otak

b)

Adanya perubahan degenerative pada lumen pembuluh darah, berupa lipohialinosis yang menginduksi pecahmya pembuluh darah apabila ada kenaikan tekanan darah.

c)

Adanya perubahan degenerative pada lumen pembuluh darah, berupa mikroaneurisma yang menginduksi pecahmya pembuluh darah apabila ada kenaikan tekanan darah

d)

Terbentuknya AGEs yang menyebabkan disfungsi endotel, mempercepat aterosklerois, disfungsi glomerular, mengganggu struktur komposisi matrik ekstrasel

e)

Adanya defek kongenital

62.

Seorang pria berusia 57 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan tidak dapat berkomunikasi dan terdapat kelemahan anggota gerak sebelah kanan. Kelemahan pada tangan kanan dirasakan lebih berat dari pada kaki kanan. Pada saat kejadian, pasien tidak mengeluh ada sakit kepala maupun muntah. Pasien mempunyai riwayat DM sejak 10 tahun yang lalu. Tekanan Darah 170/100 mmHg, Nadi 85 x/menit. Motorik: hemiparesis kanan dengan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3. Lokasi pembuluh darah yang terkena adalah...

a)

Arteri serebri anterior

b)

Arteri serebri media divisi superior

c)

Arteri serebri media divisi inferior

d)

Arteri serebri media divisi superior dan inferior

e)

Arteri serebri posterior

63.

Seorang pria berusia 57 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan tidak dapat berkomunikasi dan terdapat kelemahan anggota gerak sebelah kanan. Kelemahan pada tangan kanan dirasakan lebih berat dari pada kaki kanan. Pada saat kejadian, pasien tidak mengeluh ada sakit kepala maupun muntah. Pasien mempunyai riwayat DM sejak 10 tahun yang lalu. Tekanan Darah 170/100 mmHg, Nadi 85 x/menit. Motorik: hemiparesis kanan dengan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3.Target pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus.

a)

<4%

b)

<5%

c)

<6%

d)

<7%

e)

<8%

64.

Seorang perempuan umur 43 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan tidak bisa bicara, tapi masih bisa mengerti perintah. Pasien terkadang mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri dan sesak disertai jantung berdebar terutama bila kelelahan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 108x/menit, irreguler. Pada jantung terdengar bunyi jantung I-II irregular dan terdengar murmur diastolik. Dari pemeriksaan neurologis, parese nervus VII dan XII sentral kanan, hemiparesis kanan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3 dan 4/4/4/4, hemihipestesi kanan, refleks fisiologis normal dan refleks patologis (Babinsky) negatif. Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada pasien adalah....

a)

Laboratorium lengkap, CT Scan kepala tanpa kontras

b)

Laboratorium lengkap, EKG, CT Scan kepala tanpa kontras

c)

Laboratorium lengkap, EKG, Foto Thoraks, CT Scan kepala tanpa kontras

d)

Laboratorium lengkap, EKG, Foto Thoraks, CT Scan kepala tanpa kontras, Transtorakal echocardiography

e)

Laboratorium lengkap, EKG, Foto Thoraks, CT Scan kepala tanpa kontras, Transtorakal echocardiography. Transesopageous echocardiography

65.

Seorang perempuan umur 43 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan tidak bisa bicara, tapi masih bisa mengerti perintah. Pasien terkadang mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri dan sesak disertai jantung berdebar terutama bila kelelahan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 108x/menit, irreguler. Pada jantung terdengar bunyi jantung I-II irreguler dan terdenger murmur diastolik. Dari pemeriksaan neurologis, paresis nervus VII dan XII sentral kanan, hemiparesis kanan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3 dan 4/4/4/4, hemihipestesi kanan, refleks fisiologis normal dan rekleks patologis (Babinsky) negatif. Lokasi pembuluh darah yang terkena adalah....

a)

Arteri serebri anterior

b)

Arteri serebri media divisi superior

c)

Arteri serebri media divisi inferior

d)

Arteri serebri media divisi superior dan inferior

e)

Arteri serebri posterior

66.

Seorang perempuan umur 43 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan tidak bisa bicara, tapi masih bisa mengerti perintah. Pasien terkadang mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri dan sesak disertai jantung berdebar terutama bila kelelahan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 108x/menit, irreguler. Pada jantung terdengar bunyi jantung I-II irregular dan terdengar murmur diastolik. Dari pemeriksaan neurologis, parese nervus VII dan XII sentral kanan, hemiparesis kanan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3 dan 4/4/4/4, hemihipestesi kanan, refleks fisiologis normal dan rekleks patologis (Babinsky) negatif. Nilai NIHSS pada pasien ini adalah

a)

7

b)

8

c)

9

d)

10

e)

1

67.

Seorang perempuan umur 43 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan tidak bisa bicara, tapi masih bisa mengerti perintah. Pasien terkadang mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri dan sesak disertai jantung berdebar terutama bila kelelahan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 108x/menit, irreguler. Pada jantung terdengar bunyi jantung I-II irreguler dan terdenger murmur diastolik. Dari pemeriksaan neurologis, paresis nervus VII dan XII sentral kanan, hemiparesis kanan kekuatan ekstremitas atas dan bawah 3/3/3/3 dan 4/4/4/4, hemihipestesi kanan, refleks fisiologis normal dan rekleks patologis (Babinsky) negatif. Fungsi luhur pada pasien ini adalah...

a)

Afasia Global

b)

Afasia Motorik

c)

Afasia Sensorik

d)

Afasia Transkortikal Motorik

e)

Afasia Transkortikal Sensorik

68.

Seorang wanita berusia 63 tahun sedang dirawat di RS dengan diagnosa perdarahan sub arachnoid (PSA) dan telah dirawat selama 7 hari, tiba-tiba mengalami kelumpuhan tangan kanan dan bicara pelo, kemudian dokter melakukan pemeriksaan Trans Cranial Doppler (TCD) pada arteri cerebri media kiri dengan hasil berikut :

Terapi yang tepat untuk pasien tersebut yang sesuai dengan hasil TCD adalah?

a)

Nimodipin oral

b)

IV tissue plasminogen activator (tPA)

c)

IV mannitol

d)

Pemasangan selang ekstraventrikular

e)

Pemberian obat intraarterial calcium channel blocker

69.

Seorang  pria usia 60 tahun datang dengan keluhan pusing berputar sejak 1 tahun yang lalu. Pusing dirasakan semakin memberat, dipicu oleh aktifitas seperti berjalan, duduk atau megerjakan aktifitas ringan. Kadang-kadang disertai bicara pelo. Pasien mempunyai riwayat hipertensi yang tidak terkontrol serta akhir-akhir ini terdapat riwayat dislipidemia. Dokter SpS kemudian melakukan pemeriksaan TCD dengan hasil sbb:     

Apakah interpretasi hasil TCD tersebut diatas?

a)

Bilateral vertebral arteri stenosis

b)

Stenosis arteri vertebralis kanan

c)

Stenosis arteri vertebralis kiri

d)

Terdapat penurunan kecepatan aliran darah kedua arteri vertebralis.

e)

Terdapat hambatan di distal arteri vertebralis kanan dan kiri

70.

Seorang  wanita usia 41 tahun datang dengan keluhan lemah 1/2 badan kiri sejak 1 tahun yang lalu. Pasien tersebut sebelumnya tidak pernah berobat dan hanya menjalani fisioterapi rutin. Pasien mempunyai riwayat hipertensi dan diabetes mellitus yang tidak terkontrol. Dokter kemudian mendiagnosa pasien tersebut dengan kemungkinan menderita stroke penyumbatan dan kemudian direncanakan dilakukan pemeriksaan TCD dengan hasil sbb:

Apakah hasil interpretasi pemeriksan TCD tersebut?

a)

Stenosis arteri cerebri media kanan

b)

Stenosis distal dari arteri cerebri media kanan

c)

Atherosklerosis arteri cerebri media

d)

Pelebaran arteri cerebri media kanan

e)

Stenosis arteri cerebri media kiri

71.

Seorang wanita usia 36 tahun datang ke UGD RSSA dengan keluhan penurunan kesadaran secara mendadak, awalnya penderita mengeluh nyeri kepala hebat kemudian muntah sebanyak 3x yang terjadi saat aktifitas. Sebelumnya penderita tidak terdapat riwayat penyakit apapun. Saat ini pasien dirawat di r Stroke Unit dan dokter melakukan pemeriksaan TCD dengan hasil sbb:

Apakah interpretasi pemeriksaan TCD diatas?

a)

Vasopasme berat

b)

Vasospasme ringan

c)

Tidak terdapat vasospasme

d)

Vasospasme sedang

e)

Peningkatan tekanan distal di ujung arteri yang diperiksa

72.

Seorang pria usia 29 tahun tengah dirawat di ruangan ICU RSSA disebabkan oleh cedera kepala berat akibat kecelakaan beberapa hari lalu. Kondisi pasien saat ini sudah dinyatakan kemungkinan mengalami Mati Batang Otak (MBO), untuk memastikan hal tersebut, dokter memutuskan untuk melakukan pemeriksaan TCD dengan hasil sbb: 

Apakah interpretasi hasil pemeriksaan TCD tersebut?

a)

Cerebral circulatory arrest

b)

Cerebral stenosis

c)

Cerebral vasodilatasi

d)

Low Flow Velocity Circulatory

e)

Hasil pemeriksaan dalam batas normal

73.

Seorang perempuan, 45 tahun dibawa oleh suaminya karena sering mendengkur saat tidur dirasakan sejak 7 tahun yang lalu namun setahun terakhir memberat. Istri pasien mengatakan saat tidur mendengkur keras sehingga membangunkan di malam hari, dan pasien sering Kali pasien tampak seperti berhenti bernafas sekitar 10-15 detik setelahnya kembali mendengkur. Saat dianamnesis ia merasa tidak segar saat bangun tidur, sering mengantuk siang hari, sulit berkonsentrasi saat bekerja. Pasien sudah coba berobat ke THT dan dikirim untuk PSG ke dokter saraf. Pemeriksaan fisik : Tekanan Darah: 114/90 mmHg, nadi 72 x/ menit, nafas 20 x/ menit, saturasi 98% room air, BMI 25 kg, LL 35 cm, dan deviasi septum ke kanan. Manakah yang merupakan faktor risiko pada pasien tersebut:

a)

Deviasi septum

b)

Jenis Kelamin

c)

BMI

d)

Lingkar leher

e)

Usia

74.

Perempuan, 39 th mengeluhkan sulit memulai tidur sejak 4 bulan lalu. Pasien biasanya pergi tidur pukul 22.00 dan membutuhkan waktu 1-2 jam untuk tidur. Pasien terbangun tengah malam sebanyak 3x dengan alasan tidak khusus untuk membangunkan pasien. Apabila terbangun, pasien sulit tidur kembali dan membutuhkan waktu 1 jam. Dirasakan 4-5 x / minggu, pasien merasa tidak segar saat pagi hari dan sering mengantuk saat tidak bekerja. Pasien juga sering mengeluh nyeri kepala dan sensasi tegang di seluruh kepala hilang timbul sejak 2 bulan.

Berapa lama maksimal pemberian benzodiazepin sesudah CBT-I direkomendasikan pada pasien tersebut?

a)

1 minggu

b)

4 minggu

c)

5 minggu

d)

10 minggu

e)

8 minggu

75.

Seorang pelajar 15 tahun, keluhan sering mengantuk saat belajar di kelas. Keluhan dirasakan setiap hari dan semakin memberat. Onset keluhan sejak 3 tahun lalu. Pasien tertidur saat belajar, berbicara dengan orang lain atau saat tidak melakukan kegiatan spesifik. Hal in mengganggu performa pasien di sekolah. Pasien mengeluhkan tidur malam ya sering terbangun. Ibu pasien khawatir anaknya dapat terjatuh tiba tiba saat bermain dengan temannya. Apabila pasien sedang sedih juga dapat tiba-tiba terjatuh dan tampak lemas seluruh tubuh. Berdasarkan Soal di atas manakah yang memungkinkan diagnosa:

a)

Narkolepsi

b)

Insuffiensi sleep syndrome

c)

Idiopathic hypersomnia

d)

Kleine- Levin syndrome

e)

Hypersomnia due to medical disorder

76.

Laki-laki, 56 tahun dibawa ke poli oleh istrinya karena sering mendengkur pada saat tidur. Keluhan sudah dirasakan sejak 7 tahun yang lalu dan memberat 1 tahun terakhir. Istri pasien mengatakan dengkuran pasien sangat keras di malam hari. Pada PSG dijumpai: RDI 12 kali per jam . Manakah dibawah in yang benar terkait diagnosis pasien:

a)

Mixed sleep apnea

b)

Obstructive sleep apnea ringan

c)

Obstructive sleep apnea sedang

d)

Obstructive sleep apnea berat

e)

Obstructive sleep apnea sangat berat

77.

Laki-laki, 65 tahun datang dengan keluhan sering lupa-lupa. Pada saat tidur, pasien teriak-teriak dan menendang istrinya . Apakah kelainan neurologi yang berhubungan pada kejadian ini:

a)

BPSD

b)

Sleep terror

c)

Nightmare

d)

Sleep walking

e)

Sleep talking

78.

Laki-laki, 29 tahun datang dengan nyeri kepala yang sangat hebat dan mendadak sejak 5 jam yang lalu. Tidak ada riwayat hipertensi. Di IGD didapatkan GCS E4V5M6, kaku kuduk (+), Refleks fisiologis masih dalam batas normal, Refleks Babinsky bilateral. Hasil pemeriksaan CTA didapatkan gambaran SAH dengan rupture berry aneurysma pada Arteri Communican Anterior. Tindakan apakah yang perlu dilakukan pada pasien?

a)

Clipping karena usia muda dan onset sebelum 72 jam

b)

Coiling dengan pertimbangan usia dan onset sebelum 72 jam

c)

Antikoagulan saja karena kontraindikasi clipping dan coiling

d)

Coiling dengan pertimbangan usia dan onset sebelum 14 hari

e)

Clipping karena derajat PSA tinggi dan onset sebelum 14 hari

79.

Wanita usia 59 tahun datang dengan keluhan kelemahan tubuh dan wajah sebelah kanan. Kedua mata mengalami deviasi ke arah kiri. Pasien paham terhadap pembicaraan dan mampu mengikuti perintah tetapi tidak mampu berbicara. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan atrial fibrilasi. Lokasi oklusi vaskular yang sesuai adalah :

a)

Arteri lentikulostriata kiri

b)

Percabangan ACM setingkat pons

c)

Trunkus ACM sebelum bifurcation

d)

ACM kiri divisi inferior

e)

ACM kiri divisi superior

80.

Seorang laki-laki, usia 59 tahun, memiliki riwayat diabetes, hipertensi, dan hyperlipidemia datang dengan tekanan darah 60/30 mmHg dan kebingungan. Kreatin kinase nya sangat tinggi dengan fraksi MB 12%. Troponin meningkat, dan EKG menunjukkan depresi ST lead inferior. Setelah stabilisasi, ia melihat kelemahan sisi kiri lebih menonjol pada abductor bahu dan fleksor pinggul. Manakah dari berikut mekanisme yang paling mungkin mendasari kelemahannya?

a)

Kelemahan dari miopati

b)

Infark lacunar kapsula interna

c)

Hipotensi pada stenosis karotid internal kiri

d)

Hipotensi pada stenosis karotid internal kanan

e)

Kejadian kardioemboli berhubungan dengan aritmia

81.

kesadaran disertai kejang. Pada Pemeriksaan tensi 130/80 Nadi 100 kali permenit. CT scan didapatakan intra serebral hemoragik. Menurutkeluarga, pasien sering mengeluh nyeri kepala berdenyut berulang. 2 minggu kemudian pasien membaik dan dilakukan Cerebral DSA ditemukan gambar berikut

Langkah yang paling tepat pada kasus tersebut Adalah...

a)

Emboilsasi nidus Arteriovenus malformasi (AVM)

b)

Koiling Aneurisma

c)

Konservatif karena usia muda

d)

Pemasangan balon dan stenting

e)

Heparinisasi Cerebral venusthrombosis

82.

Setelah kateterisasi jantung, seorang pria kidal 60 tahun mengalami kehilangan sensasi yang melibatkan seluruh sisi kiri tubuhnya mendadak (wajah, lengan, dan kaki). Manakah dari struktur berikut ini kemungkinan besar telah rusak?

a)

kapsula interna

b)

thalamus

c)

hipokampus

d)

globus pallidus

e)

pons

83.

Laki-laki, 22 tahun, dibawa ke IGD dengan keluhan nyeri kepala setelah menanam terumbu karang di laut Pulau Karang Jahe Rembang. Nyeri dirasakan tajam pada kedua sisi kepala. Keluhan disertai sesak nafas dan kemerahan pada wajah. Nyeri kepala membaik setelah pemberian oksigen 100%. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus ini?

a)

Tension Type Headache

b)

Hemiplegic Migrain

c)

Cluster Headache

d)

Homeostasis Headache

e)

High Altitude related Cephalgia

84.

Wanita, 30 tahun datang ke poliklinik neurologi dengan keluhan nyeri kepala terasa berdenyut, intensitas sedang-berat dengan durasi 4 jam. Keluhan dirasakan terutama saat hari pertama menstruasi. Keluhan dirasa hilang timbul hingga hari ke 3 siklus menstruasi. Pasien mengaku keluhan baru terjadi pada 2 siklus menstruasi terakhir. Apakah pilihan terapi short term prophylaxis yang paling tepat untuk kasus ini?

a)

Aspirin

b)

Naproxen Sodium

c)

Kafein

d)

Parasetamol

e)

NSAID

85.

Seorang laki-laki 45 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan nyeri kepala yang dirasakan 1 hari yang lalu. Nyeri dirasakan tajam di sisi kepala kanan dan sekitar mata, Keluhan lain mata kanan tampak merah berair, disertai bengkak kelopak mata dan hidung berair. Keluhan nyeri kepala berlangsung selama 20 detik. Dalam sehari pasien mengaku serangan nyeri kepala dapat berulang hingga 30 kali. Diagnosis yang tepat pada kasus di atas adalah...

a)

Cluster Headache

b)

Short lasting Unilateral Neuralgiform Headache Attack with

Conjunctival Injection and Tearing

c)

Short lasting Unilateral Neuralgiform Headache Attack with

Cranial Autonomic Symptoms

d)

Hemicrania Continua

e)

Migrain dengan gejala otonom

86.

Seorang mahasiswa lulusan sarjana umur 26 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri kepala sebelah kiri, berdenyut, dengan intensitas berat disertai dengan mual, muntah, dan fotofobia. Pasien telah rutin meminum obat Triptan dan Topiramat, namun keluhan masih muncul 3-4x perbulan selama setahun terakhir.

Manakah terapi yang perlu diberikan sesuai kasus tersebut

a)

Atogepant

b)

Rimegepant

c)

Fremanezumab

d)

Nerivio

e)

LSD

87.

Seorang mahasiswa lulusan sarjana umur 26 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri kepala sebelah kiri, berdenyut, dengan intensitas berat disertai dengan mual, muntah, dan fotofobia. Pasien telah rutin meminum obat Triptan dan Topiramat, namun keluhan masih muncul 3-4x perbulan selama setahun terakhir.

Manakah pernyataan yang paling benar terkait mekanisme targetterapi pada migrain?

a)

Sensitisasi sirkuit striatal-cortical pada thalamus

b)

Aktivasi fase premonitor pada hipofisis

c)

Pelepasan CGRP pada Trigemino-cervical complex

d)

Transmisi dan sensitisasi nyeri pada nukleus kaudatus

e)

Cortical spreading depolarisation pada lokus seruleus

88.

Seorang laki-laki, 42 tahun dibawa ke rumah sakit karena penurunan kesadaran sejak 3 hari terakhir. Menurut keluarga, pasien sebelumnya sakit kepala, batuk lebih dari 2 bulan terakhir, demam, tidak nafsu makan hingga berat badannya turun. Pasien diperiksa CT Scan kepala dengan kontras didapatkan gambaran lesi multiple seperti gambar berikut :

Patofisiologi terbentuknya lesi tersebut adalah:

a)

Kegagalan makrofag dalam proses fagositosis

b)

Akumulasi eksudat akibat kerusakan sawar darah otak,

c)

Aktivasi makrofag menghambat penghancuran mycobacterium

d)

Proses makrofag menghasilkan sinyal inflamasi yang terlambat

e)

Jaringan granuloma yang terbentuk dari sel T, makrofag, NK cell dan monosit

89.

Seorang wanita datang ke RS dengan keluhan nyeri kepala, disertai demam sudah berlangsung 5 hari, mual dan muntah (-). Sudah berobat ke Dokter tapi belum ada perubahan. Sewaktu diperiksa kesadaran menurun, lemah anggota gerak separoh sisi (-), kejang (-), pemeriksaan pasien dijumpai kaku kuduk, laboratorium : GDS 113 mg/dL, LED 22 mm/jam, kadar gula LCS 35 mg/dL, predominansi MN 5/mm3, protein 83 mg/dL. Pewarnaan LCS BTA (+), gram (-), jamur (-)

Terapi sesuai dengan etiologi adalah....

a)

Rifampisin 450 mg/hari + Isoniazid 300 mg/hari + Etambutol 800 mg/hari selama 6 bulan

b)

Rifampisin 600 mg/hari + Isoniazid 300 mg/hari + Pirazinamid 1500 mg/hari + Etambutol 1200 mg/hari selama 2 bulan, diikuti dengan Rifampisin 600 mg/hari + Isoniazid 300 mg/hari selama 7-10 bulan

c)

Streptomisin 1000 mg/hari + Isoniazid 300 mg/hari + Etambutol 800 mg/hari selama 9 bulan

d)

Rifampisin 600 mg/hari + Isoniazid 300 mg/hari + Pirazinamid 1500 mg/hari + Etambutol 1200 mg/hari selama 2 bulan, diikuti dengan Rifampisin 600 mg/hari + Isoniazid 300 mg/hari hingga 6 bulan

e)

Rifampisin 450 mg/hari + Isoniazid 300 mg/hari + Etambutol 800 mg/hari selama 2 bulan

90.

Seorang laki-laki, 20 tahun, dibawa orang tuanya ke poliklinik Saraf dengan keluhan nyeri kepala hebat sejak satu minggu yang lalu. Terdapat riwayat demam dan nyeri kepala. Terdapat juga riwayat keluar cairan busuk dari telinga kiri tiga bulan lalu. Pada pemeriksaan neurologis ditemukan GCS 15. Tidak ada kaku kuduk. Tidak ada papiledema dan tanda-tanda lateralisasi. Tes HIV negatif. Pada MRI otak T1WI dengan kontras ditemukan Gambaran berikut:

Terapi yang sesuai adalah?

a)

Penisilin G + Metronidazole + Amoxicillin

b)

Meropenem 1gr/12jam

c)

Cefotaxime 2gr/24jam

d)

Metronidazole 500mg/6jam

e)

Ceftriaxone + Vancomysin + Metronidazole

91.

Seorang perempuan umur 20 tahun diantar oleh orang tuanya dengan keluhan kejang. Kejang berlangsung selama 30 menit, seluruh tubuh. Setelah kejang penderita tidak sadar. Panas badan 40°C sejak 3 hari yang lalu. Dari hasil laboratorium LCS didapatkan Leukosit 63/mm3, Limfosit 84%, Glukosa 74 mg/dL, Protein 81mg/dL. Pada pemeriksaan CT scan tampak edema pada lobus temporalis. PCR HSV-1 : detected, tes imunologi Toxoplasmosis dan Rubella IgG dan IgM : negative Diagnosis penyakit tersebut adalah ?

a)

Abses otak

b)

Meningitis tuberkulosa

c)

Ensefalitis HSV

d)

Kriptokokus cerebri

e)

Toxoplasmosis cerebri

92.

Laki 34 tahun datang dengan penurunan kesadaran sejak 4 hari yang lalu. Awalnya pasien mengeluh nyeri kepala sehingga pasien banyak tidur. Sejak 2 jam yang lalu pasien menjadi sulit untuk dibangunkan . mual (+), muntah (+), kejang (-). Keluarga mengatakan bahwa 2 bulan yang lalu pasien pernah mengeluh telinga terasa sakit dan keluar cairan dari telinga. Pasien sudah berobat ke dokter THT dan sudah diberi obat. Pasien kemudian dilakukan CT-Scan kontras dengan hasil :

Pemberian terapi antibiotika yang tepat pada kasus pasien diatas adalah :

a)

Cefepim 1gr/12jam

b)

Meropenem 1gr/12jam

c)

Cefotaxime 2gr/24jam

d)

Metronidazole 500mg/6jam

e)

Vancomysin 2gr/12jam

93.

Seorang anak usia 8 tahun dibawa ibu ke poli saraf dengan keluhan tidak bisa diam di kelas. Guru kelas sering mengeluhkan pasien sering berjalan-jalan di kelas dan mengganggu temannya. Bila diberi tugas sering sulit fokus dan tidak selesai. Menurut ibu bila anak di rumah juga sulit diam dan tidak sabar. Berdasarkan kasus di atas pendekatan Neurorestorasi yang dapat diberikan adalah...

a)

Repetitive Transcranial Magnetic Stimulation untuk memaksimalkan proses neuroregenerasi

b)

Cognitive Behavioural Therapy sebagai Attention Training

c)

Neurofeedback untuk menormalisasi rasio gelombang theta/beta

d)

Transcranial Direct Current Stimulation

e)

Pemantauan EEG dan Continuous Performance Test berkala.

94.

Seorang Laki-laki 62 tahun kontrol ke poli dengan riwayat Stroke Infark sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologi didapatkan adanya Hemiparesis dekstra dan afasia motorik. Pasien kemudian diprogramkan Constraint-Induced Aphasia Therapy

Berikut yang merupakan prinsip terapi tersebut adalah?

a)

Memakai kemampuan bersenandung dan prosodia pasien

b)

Menggunakan kemampuan membaca dengan suara keras

c)

Memecah kata atau kalimat menjadi pendek-pendek kemudian merangkaikan dari awal atau akhir

d)

Menggunakan papan gambar unruk komunikasi

e)

Berkomunikasi hanya dengan berbicara tanpa bantuan

gerakan

95.

Pasien perempuan 65 tahun dengan stroke kronik menunjukkan drop foot berulang saat latihan berjalan. Pasien sudah menjalani fisioterapi namun tidak ada perbaikan. Terapi alternatif kinesiology taping dipertimbangkan.

Apa tujuan utama dari kinesio taping pada kasus drop foot ini?

a)

Menghambat otot fleksor kaki untuk mengurangi spastisitas

b)

Meningkatkan propriosepsi dan fasilitasi otot dorsifleksi

c)

Mengurangi nyeri neuropatik pada pergelangan

d)

Meningkatkan tonus otot plantar dengan teknik ligamen

e)

Membatasi rentang gerak sendi pergelangan kaki

96.

Seorang wanita usia 47 tahun mengalami gangguan kognitif ringan pasca stroke talamus kiri 2 bulan lalu. Ia mengeluhkan sulit berkonsentrasi dan sering lupa dalam aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan neuropsikologi menunjukkan mild cognitive impairment. Dokter spesialis neurologi merekomendasikan QEEG untuk mengevaluasi disfungsi jaringan otak dan memantau potensi pemulihan fungsi.

Manakah interpretasi temuan QEEG yang paling konsisten dengankondisi pasien ini?

a)

Penurunan daya gelombang alfa dan peningkatan daya delta di daerah talamus kiri

b)

Dominasi aktivitas gelombang beta di daerah frontoparietal bilateral

c)

Kelebihan aktivitas gamma dengan konektivitas sinkron di seluruh korteks

d)

Asimetri interhemisferik aktivitas theta yang dominan di hemisfer kanan

e)

Aktivitas gelombang alfa normal dengan power spektrum stabil di seluruh korteks

97.

Seorang pria usia 52 tahun mengalami stroke iskemik di korteks motorik primer (M1) sisi kiri dua bulan lalu. Saat ini pasien mengalami kelemahan lengan kanan (motorik 3/5), dengan progress minimal meski telah menjalani fisioterapi intensif. Dokter mempertimbangkan penggunaan teknik neuromodulasi non-invasif untuk mendukung pemulihan fungsi motorik.

Apakah prinsip penggunaan TMS yang paling tepat dalam kasusini?

a)

Memberikan stimulasi frekuensi tinggi pada M1 kanan untuk menekan korteks yang overaktif

b)

Memberikan stimulasi frekuensi rendah pada M1 kiri untuk meningkatkan eksitabilitas motorik

c)

Memberikan stimulasi frekuensi tinggi pada M1 kiri untuk meningkatkan plastisitas kortikal

d)

Memberikan stimulasi frekuensi rendah pada M1 kanan untuk menghambat inhibisi transkolosal

e)

Memberikan stimulasi magnetik pada area prefrontal dorsolateral untuk meningkatkan memori

98.

Seorang wanita usia 20 tahun dibawa ke RS dengan keluhan nyeri dan panas pada bekas luka gigitan anjing di kaki. Pasien juga tampak gelisah, cemas dan mudah kaget. Terdapat riwayat digigit anjing liar di kaki kanan kurang lebih 1 minggu yang lalu. Saat itu luka hanya dicuci dengan sabun dan air mengalir. Pasien belum mendapatkan vaksinasi. Anjing penggigit tidak diketahui keberadaannya. Berdasarkan informasi tersebut di atas, manakah yang paling sesuai untuk pathogenesis kasus tersebut:

a)

Pasien tersebut saat ini berada dalam stadium prodromal

b)

Kecepatan pergerakan virus penyebab kasus tersebut dari tempat gigitan ke saraf pusat 5-10 mm/hari

c)

Virus menyebar secara sentripetal dari tempat inokulasi ke sistem saraf pusat melalui saraf motorik dan sensorik

d)

Glikoprotein virus rabies berikatan dengan reseptor dopamine

e)

Virus penyebab kasus tersebut merupakan golongan virus DNA

99.

Seorang pria 40 tahun dikonsulkan ke neurologi oleh sejawat dermatologi-venereologi dengan keluhan sulit berjalan sejak sekitar 3 bulan terakhir. Pada kulit terutama wajah dan telapak tangan terdapat bercak-bercak ruam kemerahan. Pasien baru saja diketahui menderita HIV-AIDS dengan faktor risiko riwayat hubungan seksual sesama jenis. Berdasarkan informasi tersebut di atas, pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis neurosifilis pada kasus tersebut adalah:

a)

VDRL serum

b)

TPHA serum

c)

RPR LCS

d)

VDRL LCS

e)

TPHA LCS

100.

Pasien wanita 35 tahun dengan HIV positif, mengeluh nyeri kepala berat sejak 2 minggu, disertai mual dan muntah. Pada pemeriksaan CT scan kepala tidak tampak adanya massa. Dari analisis cairan serebrospinal didapatkan tekanan pembukaan saat pungsi lumbal 30 cmH2O, jumlah sel leukosit 20, protein 45 g/dl dan kadar glukosa 60 g/dl. Hasil pemeriksaan penunjang cairan serebrospinal yang mungkin ditemukan:

a)

Bakteri batang tahan asam dengan pengecatan Ziehl Nielssen

b)

Yeast berkapsul dengan gambaran halo di sekelilingnya dengan India Ink

c)

Bakteri diplokokus Gram negative

d)

VDRL cairan serebrospinal positif

e)

CrAg cairan serebrospinal negative

101.

Laki-laki 26 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan pusing bergoyang sejak 2 minggu yang lalu. Rasa bergoyang dirasakan hanya saat berjalan. Mual dan muntah disangkal. Gangguan pendengaran disangkal. Pasien terdiagnosis HIV/AIDS dalam pengobatan antiretroviral dan TB dalam pengobatan OAT. Pada pemeriksaan fisik diperoleh tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 84 x/menit, Pemeriksaan neurologis diperoleh GCS 15, pupil dalam batas normal. Pemeriksaan head impulse test dan nistagmus negatif. Romberg dipertajam buka mata baik, tutup mata jatuh ke kanan. Fukuda deviasi < 30o

Apakah diagnosis yang paling sesuai untuk kasus di atas ?

a)

Disekuilibrium karena METB yang melibatkan serebelum

b)

Disekuilibrium karena distal polineuropati HIV

c)

Vertigo non vestibular karena OAT

d)

Bilateral vestibulopati karena ototoksik OAT

e)

Vertigo vestibular sentral karena vasculitis TB

102.

Seorang laki-laki 40 tahun datang ke Poli Saraf dengan keluhan adanya gerakan Involuntar pada leher berupa kontraksi otot yang bertahan, menyebabkan gerak melintir berulang dan postur abnormal. Gangguan tersebut terletak dimana?

a)

Substansia nigra

b)

Nuklues subtalamikum

c)

Nukleus kaudatus

d)

Putamen

e)

Serebelum

103.

Seorang Anak berusia 10 tahun, dibawa keluarga datang ke Poli saraf dengan keluhan gangguan gerak yang bersifat lambat, melintir, terutama pada bagian distal anggota gerak. Apa diagnosa kasus tersebut?

a)

Atetosis

b)

Distonia

c)

Mioklonus

d)

TICS

e)

Akathisia

104.

Seorang laki-laki usia 50 tahun datang ke Poli Saraf dengan keluhan rasa yang tidak nyaman seperti ditusuk-tusuk pada daerah Tungkai. Dimana hal ini terjadi setiap akan hendak tidur pada malam hari, dan akan berkurang jika tungkai digerak-gerakkan atau digunakan untuk jalan. Apa diagnosa yang tepat untuk kasus tersebut?

a)

Akathisia

b)

Stereotipi

c)

Restless Leg Syndrome

d)

Mioklonus

e)

TICS