Font size
WorksheetsBUSINESS CASE EXVORA 2025
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
PT Nusantara mengekspor kopi ke Jepang dengan Incoterms CIF Tokyo Port. Harga kopi adalah USD 50.000. Biaya freight (pengiriman laut) sebesar USD 2.000 dan premi asuransi USD 500.
Pertanyaan:
Siapa yang menanggung biaya freight dan asuransi, serta berapa nilai total yang harus dibayar pembeli?
Freight dan asuransi ditanggung penjual; pembeli membayar USD 50.000
Freight ditanggung penjual, asuransi ditanggung pembeli; pembeli membayar USD 52.000
Freight dan asuransi ditanggung penjual; pembeli membayar USD 52.500
Semua biaya ditanggung pembeli; pembeli membayar USD 50.000
Sebuah perusahaan Indonesia mengekspor pakaian ke Singapura dengan Incoterms CPT Singapore Airport. Nilai barang USD 30.000, biaya pengangkutan udara USD 1.000 dan biaya asuransi sebesar USD 2000.
Pertanyaan:
Siapa yang menanggung biaya asuransi dan berapa nilai yang dibayar pembeli?
Penjual menanggung asuransi; pembeli membayar USD 30.000
Pembeli menanggung asuransi; pembeli membayar USD 32.000
Penjual menanggung freight, pembeli menanggung asuransi; pembeli membayar USD 31.000
Penjual menanggung freight dan asuransi; pembeli membayar USD 32.000
Perusahaan ekspor elektronik dari Indonesia menggunakan Incoterms CIP Sydney. Nilai barang USD 40.000. Biaya pengangkutan udara USD 1.500 dan premi asuransi USD 400
Pertanyaan:
Berapa total yang harus dibayar pembeli, dan siapa yang menanggung risiko setelah barang diserahkan kepada pengangkut pertama?
USD 40.000; risiko tetap di penjual sampai barang tiba di Sydney
USD 41.900; risiko berpindah ke pembeli setelah barang diserahkan ke pengangkut pertama
USD 41.500; risiko tetap di pembeli sejak awal kontrak
USD 40.000; risiko berpindah ke pembeli saat barang diserahkan ke pengangkut pertama
Dalam Incoterms CIF, CPT, dan CIP, terdapat perbedaan utama terkait kewajiban penjual.
Pertanyaan:
Manakah pernyataan yang benar?
CIF hanya untuk transportasi laut, sedangkan CPT dan CIP bisa semua moda transportasi
Pada CPT, penjual wajib menanggung asuransi, sedangkan CIP tidak wajib
CIF dan CIP keduanya tidak mencakup biaya asuransi
CPT hanya berlaku untuk transportasi laut
PT Batik Nusantara mengekspor kain batik dengan total volume 28 m³ dan berat 16 ton ke Belanda. Terdapat dua pilihan kontainer:
● 20 feet container: kapasitas 28 m³, max berat 21 ton, biaya sewa USD 1.200
● 40 feet container: kapasitas 58 m³, max berat 26 ton, biaya sewa USD 1.800
Pertanyaan:
Kontainer mana yang paling efisien digunakan?
20 feet, karena volumenya pas dan biaya lebih murah
40 feet, karena bisa menampung lebih banyak walau masih sisa
20 feet, meski harus menyewa 2 kontainer untuk menampung seluruh barang
40 feet, karena biaya per m³ lebih rendah
Ekspor kopi ke Korea memiliki volume 12 m³ dengan berat 2 ton. Biaya cargo ditentukan berdasarkan:
● Tarif volume: USD 120/m³
● Tarif berat: USD 80/ton
Pertanyaan:
Berapa biaya cargo yang harus dibayar eksportir?
USD 1.000
USD 960
USD 1.440
USD 1.600
PT Rempah Indonesia akan mengirim barang ke Dubai. Pilihannya:
● FCL 20 feet: USD 1.500
● LCL: USD 100/m³
Barang yang dikirim berjumlah 15 m³.
Pertanyaan:
Opsi mana yang lebih ekonomis untuk perusahaan?
FCL, total biaya USD 1.500
LCL, total biaya USD 1.500
LCL, total biaya USD 1.200
FCL, karena kapasitas lebih besar walau mahal
Sebuah perusahaan ekspor furnitur mengirim barang berukuran 40 m³ dengan berat 18 ton. Pilihan kontainer:
● 20 feet: 28 m³, 21 ton, USD 1.200
● 40 feet: 58 m³, 26 ton, USD 1.800
Pertanyaan:
Jika perusahaan ingin menghemat biaya, opsi terbaik adalah …
Menggunakan 2 x 20 feet dengan total biaya USD 2.400
Menggunakan 1 x 40 feet dengan biaya USD 1.800
Menggunakan 2 x 20 feet meski lebih mahal, karena berat maksimal lebih besar
Menggunakan 1 x 40 feet meski tidak penuh terisi
PT Batik Nusantara mengekspor kain batik dengan volume 28 m³ dan berat 16 ton. Pilihan kontainer:
● 20 feet: 28 m³, max 21 ton, biaya USD 1.200
● 40 feet: 58 m³, max 26 ton, biaya USD 1.800
Nilai penjualan ekspor adalah USD 25.000. Aset perusahaan tercatat sebesar USD 100.000.
Pertanyaan:
Jika perusahaan memilih kontainer 20 feet, berapa ROA (Return on Assets) yang diperoleh?
23,8%
25,0%
26,2%
28,0%
PT Rempah Indonesia mengirim barang 15 m³ ke Dubai. Pilihan:
● FCL 20 feet: USD 1.500
● LCL: USD 100/m³
Nilai ekspor USD 18.000. Aset perusahaan USD 90.000.
Pertanyaan:
Jika perusahaan memilih LCL, berapa ROA yang dihasilkan?
17%
18,3%
20%
21,7%
Ekspor kopi ke Korea: volume 12 m³, berat 2 ton. Tarif:
● Volume: USD 120/m³
● Berat: USD 80/ton
Nilai penjualan ekspor USD 10.000. Aset perusahaan USD 50.000.
Pertanyaan:
Jika biaya cargo dihitung berdasarkan ketentuan yang berlaku, berapa ROA yang diperoleh?
16,8%
17,1%
18,0%
19,2%
Efisiensi Kontainer & Perbandingan ROA
PT Furnitur Jaya mengirim barang 40 m³, 18 ton. Pilihan:
● 2 × 20 feet: total USD 2.400
● 1 × 40 feet: total USD 1.800
Nilai penjualan ekspor USD 30.000. Aset perusahaan USD 120.000.
Pertanyaan:
Jika perusahaan memilih 40 feet, berapa ROA, dan bagaimana perbandingannya dengan opsi 2 × 20 feet?
ROA = 23,5%, lebih tinggi dibanding 20 feet
ROA = 23,5%, sama dengan 20 feet
ROA = 23,5%, lebih rendah dibanding 20 feet
ROA = 25,0%, jauh lebih tinggi dibanding 20 feet
PT Rempah Nusantara mengekspor pala ke Belanda dengan nilai ekspor USD 20.000. Biaya dokumen ekspor terdiri dari:
● PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang): USD 50
● COO (Certificate of Origin): USD 75
● Biaya forwarder (handling dokumen): USD 100
Pertanyaan:
Berapa total biaya dokumen ekspor dan berapa persen dari nilai ekspor biaya tersebut?
USD 175; 0,88%
USD 225; 1,13%
USD 250; 1,25%
USD 225; 0,95%
PT Batik Indonesia mengekspor kain senilai USD 30.000. Biaya ekspor:
● Dokumen ekspor: USD 200
● Freight (pengiriman): USD 1.000
● Asuransi: USD 300
Pertanyaan:
Berapa laba bersih jika margin kotor dari penjualan adalah USD 5.000?
USD 3.500
USD 23.500
USD 23.800
USD 3.400
PT Elektronik Nusantara mengekspor barang ke Jepang senilai USD 50.000 dengan metode pembayaran Letter of Credit (L/C). Bank mengenakan:
● Biaya administrasi 0,25% dari nilai L/C
● Biaya notifikasi: USD 100
Pertanyaan:
Berapa total biaya bank yang harus ditanggung eksportir?
USD 125
USD 150
USD 225
USD 250
PT Furnitur Jaya mengekspor kursi ke Amerika senilai USD 80.000. Biaya dokumen ekspor = USD 500, biaya freight = USD 2.000. Total aset perusahaan = USD 200.000. Margin kotor ekspor = USD 10.000.
Pertanyaan:
Berapa ROA (Return on Assets) perusahaan setelah memperhitungkan biaya dokumen dan freight?
3,75%
4,00%
3,90%
4,25%
PT Citra Rempah mengekspor 10.000 kg kopi ke Jepang dengan harga jual USD 6/kg (FOB Jakarta). Data biaya:
● Biaya produksi: USD 3/kg
● Biaya dokumen ekspor (PEB, COO, forwarder): USD 500
● Biaya freight (pengapalan dari Jakarta ke Tokyo): USD 7.000
Berapa laba bersih perusahaan dari transaksi ini?
USD 18.000
USD 19.000
USD 20.500
USD 29.500
PT Lautan Ekspor menjual 5.000 unit suku cadang ke Australia seharga USD 20/unit (CIF Sydney). Perincian biaya:
● Biaya produksi per unit: USD 8
● Biaya packing & dokumentasi total: USD 600
● Freight & insurance (yang ditanggung penjual karena CIF): USD 4.000
● Komisi agen penjualan di Australia: 2% dari nilai penjualan
● Nilai penjualan = harga × qty (gunakan nilai CIF yang tercantum sebagai basis pendapatan)
Berapa laba bersih transaksi ini?
USD 26.000
USD 52.200
USD 53.400
USD 29.600
PT Tekstil Nusantara mengekspor 2.000 meter kain ke Eropa dengan kontrak harga EUR 10/meter (CPT port Eropa). Kurs: 1 EUR = USD 1,10. Biaya dan data:
● Biaya produksi per meter: USD 6
● Biaya pengangkutan (ditanggung penjual sampai titik CPT): USD 1.200
● Biaya dokumen & sertifikasi: USD 300
● Pajak ekspor nihil, tetapi import duty dan pajak masuk di negara tujuan dibayar pembeli (tidak diperhitungkan di sini)
Hitung laba bersih (dalam USD) dari transaksi ini !
USD 6.000
USD 6.400
USD 8.500
USD 7.200
PT Mutiara Seafood mengekspor 2.500 kg tuna beku dengan harga kontrak USD 4/kg (FOB). Ketentuan pembayaran T/T di muka 30% dan sisanya 70% setelah pengapalan. Perusahaan mengalami biaya tambahan:
● Biaya produksi & pengolahan total: USD 5.000
● Biaya cold-chain & reefer container: USD 2.000
● Biaya dokumen & sertifikat kesehatan: USD 400
● Selisih kurs: saat kontrak kurs USD→IDR saat penerimaan pembayaran berubah sehingga menimbulkan kerugian kurs sebesar USD 300 (sudah dalam USD)
Berapa laba bersih transaksi (dalam USD)?
USD 2.300
USD 2.800
USD 3.200
USD 3.700
Perusahaan ekspor produk hasil pertanian organik ingin memasuki pasar Eropa yang sangat ketat regulasi lingkungan dan sosialnya. Metode ekspor manakah yang paling efektif untuk memastikan produk sampai dengan aman, memenuhi regulasi, serta mengurangi risiko finansial?
Direct Exporting dengan metode Cash in Advance
Indirect Exporting menggunakan Open Account
Direct Exporting dengan Letter of Credit (L/C) confirmed irrevocable
Piggyback Exporting dengan Documentary Collection
Apa langkah yang dapat diambil perusahaan untuk mengatasi tantangan dalam menerapkan praktik bisnis berkelanjutan di pasar internasional?
Mengadopsi standar internasional dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan
Mengabaikan regulasi lingkungan
Fokus pada pengurangan biaya produksi tanpa mempertimbangkan keberlanjutan
Menjauh dari inovasi untuk menghindari risiko.
Startup agritech Y mengekspor kopi terintegrasi (fair-trade + carbon-offset) ke Jepang. Mereka memiliki data transparan sepanjang rantai pasok tetapi belum mengemas narasi pemasaran yang resonan dengan konsumen Jepang. Strategi pemasaran mana yang paling efektif untuk meningkatkan konversi B2B dan B2C di pasar Jepang?
Fokus testimonial petani dalam bahasa Indonesia dan terjemahkan langsung.
Kolaborasi dengan distributor lokal Jepang untuk co-branding dan storytelling lokal
Menurunkan harga untuk penetrasi pasar tanpa mengubah pesan
Hentikan ekspor dan jual ke pasar ekspor alternatif yang lebih murah
Bagaimana inovasi teknologi seperti blockchain dapat membantu bisnis dalam konteks perdagangan internasional berkelanjutan?
Mengurangi transparansi rantai pasok
Meningkatkan jejak karbon produk
Meningkatkan transparansi dan efisiensi logistik
Menambah biaya produksi tanpa manfaat nyata
Bagaimana perubahan regulasi perdagangan internasional mempengaruhi strategi pemasaran?
Membuat strategi tidak perlu berubah
Memaksa perusahaan beradaptasi dengan standar baru dan kebijakan ramah lingkungan
Fokus pada pasar domestik tanpa adaptasi
Mengurangi inovasi produk
Brand makanan olahan A menghadapi hambatan regulasi labeling di beberapa negara ASEAN—mereka harus menyediakan bukti keberlanjutan yang berbeda-beda. Dalam pendekatan pemasaran internasional, langkah terbaik untuk menjaga konsistensi merek sambil mematuhi regulasi adalah:
Membuat satu klaim umum “ramah lingkungan” tanpa bukti khusus
Membangun modul komunikasi terpusat (global) yang dapat disesuaikan lokal untuk memenuhi tuntutan regulasi sambil menjaga pesan inti merek
Menghentikan ekspor ke negara yang regulasinya ketat
Mengalihkan seluruh fokus ke e-commerce lintas-border agar label tidak terlihat.
Sebuah cooperative perikanan lokal ingin mengekspor produk laut bersertifikat MSC ke Asia Timur. Mereka kuat di produksi tetapi lemah dalam brand building dan akses kanal ritel modern. Taktik pemasaran jangka menengah yang paling tepat adalah
Menjual ke trader besar internasional untuk mempercepat penetrasi pasar meskipun margin lebih rendah
Investasi pada brand storytelling digital (video tentang praktik berkelanjutan & komunitas), plus partnership dengan retailer bersertifikat di negara tujuan
Mengurangi diferensiasi produk dan bersaing dengan harga murah di pasar massal
Memaksimalkan promosi offline di dalam negeri agar lebih dikenal sebelum mencoba pasar ekspor
Fast fashion retailer Shein didenda €1 juta di Italia karena klaim lingkungan yang menyesatkan (greenwashing), terutama terkait lini “evoluSHEIN by Design”. Komunikasi mereka tentang daur ulang, penggunaan serat ramah lingkungan, dan target net zero dianggap ambigu atau salah dalam beberapa konteks.
Pertanyaan:
Bagi eksportir tekstil/pakaian dari negara berkembang yang ingin memasuki pasar Eropa, tindakan pemasaran/produk apa yang paling aman & efektif untuk mencegah risiko serupa?
Mengklaim bahan “eco-friendly” secara umum sambil menekankan tradisi lokal, meski tanpa sertifikasi formal.
Mendapatkan sertifikasi lingkungan yang diakui Eropa (misalnya GOTS, OEKO-TEX, atau sertifikasi daur ulang), menyertakan audit pihak ketiga, dan gunakan dokumentasi visual dalam pemasaran.
Memberikan detail klaim teknis (misalnya % bahan daur ulang) tapi hanya berdasarkan data internal perusahaan, tanpa verifikasi eksternal
Menargetkan pasar Eropa dengan promosi berbasis influencer fesyen hijau untuk menciptakan buzz, walau belum ada bukti sertifikasi lengkap.
Studi Kasus:
Indian bidang baja menghadapi dampak dari rencana CBAM Uni Eropa; karena sebagian besar ekspornya ke EU, kena pajak impor karbon diperkirakan akan memengaruhi biaya produksi & daya saing. India mengusulkan beberapa pengecualian/mitigasi untuk sektor-sektor terdampak
Sebagai produsen baja di India yang menargetkan pasar EU, langkah paling strategis jangka menengah dalam aspek pemasaran / operasional agar dapat tetap kompetitif?
Abaikan CBAM dan fokus ke pasar Asia dan Afrika yang belum menerapkan mekanisme serupa.
Mulai audit karbon (termasuk scope 1, 2, misalnya 3 bila memungkinkan), tingkatkan efisiensi energi, dan komunikasikan upaya dekarbonisasi kepada buyer EU sebagai nilai tambah.
Turunkan mutu baja agar proses produksi lebih mudah dan lebih sedikit emisi, walau kualitas menurun
Fokus hanya pada volume dan mencoba memperoleh subsidi pemerintah untuk menutupi bea karbon
CBAM & Strategi Pemasaran
Uni Eropa sejak 2023 memberlakukan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) untuk impor baja, semen, pupuk, listrik, aluminium, dan hidrogen. Sebuah eksportir baja Indonesia ingin tetap masuk pasar Eropa. Strategi pemasaran yang paling efektif untuk mempertahankan daya saing adalah:
Memberikan diskon harga ekspor agar buyer Eropa tidak merasa terbebani dengan biaya CBAM tambahan
Menekankan efisiensi energi & melaporkan jejak karbon secara transparan dalam materi pemasaran
Mengalihkan sebagian ekspor ke pasar Asia/Afrika sambil tetap mempertahankan branding “ramah lingkungan” tanpa data detail
Fokus pada kualitas baja (misalnya kekuatan & durabilitas) tanpa memasukkan isu karbon, dengan asumsi buyer lebih peduli pada teknis produk
Deforestation Regulation EU (EUDR)
Mulai 2024, Uni Eropa mewajibkan produk kakao, kopi, minyak sawit, karet, kedelai, kayu bebas deforestasi. Sebuah koperasi kakao Sulawesi ingin mengekspor ke Eropa. Strategi pemasaran berkelanjutan paling tepat adalah
Fokus promosi pada rasa khas kakao Sulawesi dan cerita budaya lokal tanpa menyinggung isu lingkungan
Menyediakan QR code yang menelusuri kebun non-deforestasi, disertifikasi pihak ketiga
Menjual sebagian hasil ke pasar domestik sambil tetap mengklaim sebagian ekspor “sustainable” meski dokumentasi belum lengkap
Melakukan kampanye harga murah untuk menarik distributor Eropa agar lebih kompetitif
Kasus IKEA & Circular Economy
IKEA meluncurkan Circular Hub (2022–2024) untuk menjual produk refurbished & second-hand di pasar Eropa. Jika strategi ini diterapkan oleh eksportir furnitur Indonesia, keuntungan utama dari sisi pemasaran internasional adalah
Meningkatkan margin jangka pendek karena produk refurbished lebih murah diproduksi
Menurunkan risiko greenwashing dengan bukti nyata circularity
Mengurangi beban inovasi desain baru.
Mengurangi beban inovasi desain baru karena bisa mengandalkan produk lama untuk dijual kembali
UPS & Green Logistics
UPS mengembangkan sistem ORION (2022) untuk memangkas 100 juta mil perjalanan truk per tahun, menurunkan emisi. Jika perusahaan logistik Indonesia ingin meniru strategi ini untuk pasar ekspor Asia Tenggara, strategi pemasaran paling efektif adalah
Menekankan tarif lebih murah meski emisi lebih tinggi
Menawarkan green logistics package ke eksportir sebagai cara memperluas akses ke buyer global.
Menghapus label ramah lingkungan dari penawaran jasa agar tidak memunculkan ekspektasi tinggi dari buyer.
Menjual layanan logistik yang sama tanpa diferensiasi keberlanjutan karena pasar Asia Tenggara dianggap tidak terlalu peduli isu hijau
Fashion & Greenwashing (H&M 2022)
H&M dikritik di AS karena label “Conscious Choice” dianggap menyesatkan (greenwashing). Jika brand fesyen Indonesia ingin ekspansi ke AS, pelajaran kunci dalam strategi pemasaran adalah
Hindari klaim hijau yang tidak diverifikasi dan gunakan bukti kuantitatif (LCA, audit independen).
Fokus pada diskon harga agar konsumen tidak peduli isu keberlanjutan
Mengadopsi istilah umum seperti “eco-friendly” atau “sustainable fashion” tanpa standar resmi untuk fleksibilitas komunikasi
Menghindari penyebutan keberlanjutan sama sekali agar tidak memunculkan risiko gugatan, fokus saja pada desain & tren
Sebuah perusahaan kopi Indonesia ingin memperluas ekspor ke Jerman, pasar yang sangat ketat dalam isu keberlanjutan. Tren konsumen Eropa menuntut produk deforestation-free, transparansi rantai pasok, dan sertifikasi fair trade. Namun, perusahaan masih ragu: apakah harus berinvestasi besar di sertifikasi internasional atau cukup mengandalkan narasi budaya kopi nusantara?
Pertanyaan:
Strategi pemasaran internasional paling tepat untuk menjaga daya saing berkelanjutan Adalah
Menekankan heritage kopi nusantara (asal-usul, keunikan rasa, cerita petani) sembari menyebut “praktik ramah lingkungan” secara umum, tanpa bukti sertifikasi.
Mengurus sertifikasi keberlanjutan internasional (misalnya Rainforest Alliance atau Fairtrade), menyediakan traceability digital, lalu membangun narasi kopi nusantara dengan basis bukti tersebut
Menurunkan harga ekspor agar distributor lebih fokus pada keuntungan ketimbang isu keberlanjutan
Menghindari pasar Eropa sementara dan mengalihkan fokus ke pasar Asia yang regulasinya lebih longgar
Corporate Sustainability Due Diligence Directive (CSDDD) UE (2024) mewajibkan perusahaan besar memastikan hak asasi manusia dalam rantai pasok. Bagaimana pengaruhnya terhadap strategi pemasaran internasional perusahaan agrikultur Indonesia?
Tidak berpengaruh langsung karena aturan ini berlaku untuk perusahaan besar di Eropa, bukan untuk eksportir di Indonesia
Harus menunjukkan kepatuhan HAM dan lingkungan sebagai nilai jual di pasar Eropa.
Lebih baik mengalihkan fokus ke pasar Asia atau Timur Tengah yang regulasinya lebih longgar agar tidak terbebani kepatuhan tambahan.
Menerapkan due diligence sekadar untuk memenuhi syarat dokumen ekspor, tanpa perlu menonjolkannya dalam komunikasi pemasaran.
Umicore (2023) mempublikasikan laporan cobalt due diligence terkait rantai pasok baterai. Bagaimana dampak laporan ini terhadap posisi pemasaran internasional?
Mengurangi transparansi karena membuka potensi kelemahan internal yang bisa dieksploitasi kompetitor
Meningkatkan kredibilitas sebagai pemasok bahan baku beretika bagi produsen EV global.
Membingungkan konsumen umum karena laporan terlalu teknis dan detail, sehingga menurunkan persepsi positif di pasar retail.
Tidak banyak berpengaruh pada pemasaran karena pembeli hanya mempertimbangkan harga dan volume, bukan aspek etika rantai pasok
Studi Kasus:
Tren global 2025 menunjukkan AI & data-driven sustainability trend: misalnya fashion retail dan industri lain mulai memakai data real-time & AI untuk monitoring dampak lingkungan, daur ulang, dan mengurangi limbah.
Pertanyaan:
Jika sebuah brand tekstil Indonesia hendak memasuki pasar ekspor modern di EU dan AS, bagaimana strategi pemasaran berkelanjutan yang memanfaatkan tren ini?
Mengeluarkan laporan tahunan besar tentang sustainability tanpa data real-time, cukup estimasi.
Membangun sistem monitoring internal berbasis data/AI untuk melacak dampak (limbah, energi, jejak karbon) dan menggunakan insight real-time tersebut dalam komunikasi pemasaran sebagai bukti konkret.
Menggunakan platform digital & influencer berfokus pada sustainability untuk menyampaikan narasi “ramah lingkungan”, meskipun datanya lebih deskriptif daripada kuantitatif.
Menekankan diferensiasi visual (desain hijau, eco-label, kemasan ramah lingkungan) sambil menyertakan klaim penghematan energi secara umum tanpa detail angka
IKEA menekankan program circular design dan take-back furniture di Eropa. Jika ingin masuk lebih dalam ke pasar Asia Tenggara, strategi pemasaran apa yang paling tepat?
Menekankan circularity sebagai penghematan biaya jangka panjang bagi konsumen rumah tangga.
Menawarkan harga rendah agar dapat bersaing dengan produk lokal
Menghapus program take-back karena logistik daur ulang mahal di Asia Tenggara
Memperbanyak gerai agar penetrasi pasar lebih cepat dibanding brand lokal
Unilever menggunakan audit pihak ketiga (limited assurance) untuk mendukung klaim Sustainable Living Brands. Mengapa strategi ini lebih efektif daripada sekadar mengandalkan iklan kreatif?
Audit independen memberikan bukti objektif yang memperkuat kredibilitas klaim keberlanjutan di mata konsumen dan regulator, sehingga mengurangi risiko tuduhan greenwashing.
Laporan keberlanjutan yang diaudit lebih dipercaya investor, namun dampaknya terhadap pemasaran kepada konsumen tidak signifikan.
Assurance eksternal membantu memperkuat citra merek sebagai pemimpin keberlanjutan, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada seberapa luas hasil audit dikomunikasikan ke publik.
Audit pihak ketiga menciptakan transparansi yang meningkatkan loyalitas konsumen, tetapi biayanya tinggi sehingga tidak selalu berkontribusi langsung pada penjualan jangka pendek
Perusahaan ekspor tekstil Indonesia menghadapi kenaikan biaya freight akibat ketidakpastian geopolitk. Strategi operasional paling tepat adalah
Diversifikasi rute distribusi dan mode transportasi untuk meminimalkan risiko ketergantungan pada satu jalur
Mengurangi volume pengiriman untuk menekan biaya transportasi secara keseluruhan
Menaikkan harga jual produk ekspor agar biaya logistik tertutup
Menggunakan kontrak jangka panjang dengan satu penyedia logistik dan mendapatkan tarif tetap
Konsep green supply chain dalam perdagangan internasional terutama ditunjukan untuk
Meningkatkan efisiensi biaya dengan mengurangi konsumsi energi, air, dan bahan baku berlebih
Meningkatkan daya saing ekspor melalui branding ramah lingkungan dan sertifikaisi hijau
Mematuhi regulasi dan standar keberlanjutan global dan mengurangi emisi karbon pada aktivitas logistik
Mengurangi hambatan perdagangan internasional akibat kebijakan non tarif berbasis isu lingkungan
Dalam analisis Value Stream Mapping (VSM) pada perusahaan ekspor furniture, ditemukan aktivitas pengisian formulir manual berulang untuk bea cukai yang tidak menambah nilai produk tetapi tetap harus dilakukan agar barang bisa dikirim. Aktivitas ini termasuk kategori
Value Added (VA)
Non-Value Added (NVA)
Necessary Waste
Business Value Added (BVA)
Jika cycle time > takt time, maka perusahaan dalam konteks perdagangan internasional kemungkinan akan
Mengalami backlog produksi sehingga pengiriman berpotensi tertunda
Memenuhi permintaan pelanggan dengan mengandalkan persediaan buffer (safety stock)
Menanggung kenaikan biaya produksi karena lembur dan overtime untuk mengejar target ekspor
Mengurangi efisisensi rantai pasok akibat ketidakseimbangan kapasitas dengan permintaan pasar
Setelah pandemi, banyak perusahaan internasional beralih dari strategi single sourcing ke multi sourcing. Tujuan utama langkah ini adalah
Menjamin kontiunitas suplai
Meningkatkan fleksibilitas
Memperkuat posisi tawar
Mengurangi risiko pasokan
Dalam lean manufacturing, istilah muda merujuk pada
Variasi berlebih dalam proses
Aktivitas tanpa nilai tambah (waste)
Beban berlebih pada sumber daya
Ketidakseimbangan alur kerja
Tujuan utama penerapan Kaizen dalam lean manufacturing adalah
Efisiensi biaya besar-besaran secara cepat
Otomatisasi penuh untuk mengurangi human error
Mengurangi jumlah karyawan tidak produktif
Peningkatan berkelanjutan melalui perbaikan kecil
Produk ekspor buah segar memerlukan pengendalian suhu sejak panen hingga pengiriman internasional. Sistem yang digunakan disebut
Temperature Controlled Supply Chain
Cold Chain Logistics
Climate-Smart Packaging
Refrigerated Transport System
Penggunaan blockchain dalam manajemen rantai pasok global bermanfaat terutama untuk
Meningkatkan akurasi data transaksi antar mitra supply chain
Mengurangi risiko manipulasi dokumen dalam proses distribusi
Transparansi dan traceability produk dari hulu ke hilir
Mempercepat validasi dan sinkronisasi informasi antar pihak internasiona
Salah satu tantangan utama dalam operasional ekspor berbasis laut (sea freight) adalah…..
Kondisi cuaca dan pelabuhan yang dapat mengganggu jadwal pengiriman
Lead time yang panjang sehingga risiko keterlambatan meningkat
Kebutuhan koordinasi dokumen lintas negara yang lebih kompleks
Biaya kontainer yang fluktuatif akibat dinamika pasar global
Konsep Value Stream Mapping (VSM) digunakan dalam operasional ekspor untuk……….
Menganalisis aliran proses guna mengurangi pemborosan dan aktivitas tidak bernilai tambah
Menentukan strategi harga agar kompetitif di pasar internasional
Mengidentifikasi potensi hambatan regulasi dalam dokumen ekspor
Mengevaluasi beban pajak impor dan ekspor pada supply chain
Dalam konteks pengiriman barang ekspor berisiko tinggi (hazardous goods), tantangan operasional utama yang harus diprioritaskan adalah………
Risiko transit delay akibat pemeriksaan keamanan ekstra di pelabuhan
Biaya transportasi relatif lebih tinggi karena regulasi keselamatan
Proses dokumentasi tambahan seperti MSDS (Material Safety Data Sheet)
Kewajiban packaging dan labeling khusus sesuai standar IMO/ICAO
Jika perusahaan eksportir menghadapi bottleneck di pelabuhan asal, strategi operasional yang paling tepat untuk menjaga kelancaran ekspor adalah
Dialihkan ke pelabuhan alternatif dengan kapasitas memadai
Menjadwal ulang pengiriman meskipun risiko keterlambatan meningkat
Mengurangi frekuensi ekspor sementara untuk menekan potensi kerugian
Tetap bertahan pada satu pelabuhan karena hubungan dengan otoritas setempat
Konsep lead time dalam konteks ekspor terutama mengacu pada
Waktu total sejak pesanan diterima hingga barang tiba di tangan buyer
Waktu dari mulai produksi hingga barang selesai di pabrik
Durasi sejak barang dikirim dari gudang hingga loading ke kapal/pesawat
Waktu yang diperlukan untuk penyelesaian seluruh dokumen ekspor
Jika demand ekspor lebih tinggi dari kapasitas produksi, langkah operasional yang paling tepat untuk menjaga kualitas dan reputasi jangka panjang perusahaan adalah
Menambah kapasitas lewat outsourcing sebagian produksi meskipun risiko standar mutu meningkat
Menolak sebagian pesanan buyer agar kualitas tetap konsisten dan hubungan jangka panjang terjaga
Mempercepat proses produksi dengan menurunkan standar kontrol mutu produk
Menambah overtime karyawan tanpa peningkatan kapasitas teknologi sehingga produktivitas menurun
Penerapan Just-In-Time dalam supply chain global mensyaratkan
Proses produksi dipercepat dengan mengurangi quality control
Pemasok menawarkan harga bahan baku paling murah
Eksportir selalu memiliki stok pengaman dalam jumlah besar
Pemasok memiliki konsistensi kualitas dan ketepatan waktu tinggi
PT TropicalFruit mengekspor nanas kaleng ke beberapa negara di Asia dan Eropa. Namun, karena jadwal kapal tertunda selama 2 minggu, gudang penyimpanan perusahaan sudah mencapai kapasitas maksimum. Jika tidak ditangani dengan cepat, ada risiko kerusakan produk dan keterlambatan pengiriman yang dapat merugikan reputasi perusahaan. Apa strategi operasional yang paling tepat dalam situasi ini
Menyimpan sebagian produk di area terbuka dengan biaya rendah walau berisiko rusak
Mengurangi sementara volume produksi meskipun ada permintaan tinggi dari buyer
Menyewa gudang tambahan sementara untuk menjaga kualitas produk tetap aman
Menolak order baru dari buyer agar kapasitas gudang tidak semakin penuh
Perusahaan internasional yang beroperasi di banyak negara harus menghadapi tantangan dalam mengelola persediaan di berbagai lokasi. Salah satu metode yang digunakan untuk mengoptimalkan persediaan global dan mengurang biaya logistik adalah
Just-in-time (IIT)
Economic Order Quantity (EOQ)
Vendor Managed Inventory (VMI)
Safety Stock Irnventory
Sebuah perusahaan yang beroperasi di beberapa negara mengalami fluktuasi nilai tukar yang signifikan. Untuk mengelola risiko ini secara efektif, perusahaan tersebut harus
Meningkatkan jumlah kontrak dalam mata uang lokal untuk transaksi internasional
Menghindari transaksi dengan negara yang memiliki mata uang yang tidak stabil
Menggunakan instrumen keuangan seperti kontrak berjangka (forward contracts) dan opsi mata uang (currency options)
Menetapkan harga tetap dalam mata uang asing tanpa mempertimbangkan risiko fluktuasi
Indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan ekonomi berkelanjutan mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Salah satu indikator utama yang lebih memperhatikan kesejahteraan sosial dan kualitas hidup adalah
GDP (Gross Domestic Product)
Gini coefficient
Green GDP
Human Development Index
Dalam konteks perdagangan internasional, Sustainable HRM membantu perusahaan untuk?
Menghindari regulasi internasional
Memenuhi standar global seperti SDGs dan ILO
Mengurangi interaksi antarbudaya
Fokus hanya pada kompetisi harga
Sebuah perusahaan pengekspor furniture ingin menerapkan Green Human Resources Management (GHRM) dalam sistem pengelolaan sumber daya manusia mereka. Perusahaan ingin memastikan bahwa setiap karyawan memahami pentingnya keberlanjutan, merasa terlibat dalam program ramah lingkungan, serta memiliki motivasi untuk berinovasi dalam mendukung kampanye hijau perusahaan.
Dalam situasi ini, model kepemimpinan apa yang paling cocok untuk mendukung penerapan GHRM tersebut?
Otoriter dan tertutup
Individualistis
Hanya transaksional
Transformasional dan partisipatif
Sebuah perusahaan telah menerapkan Green Human Resources Management (GHRM), seperti kebijakan ramah lingkungan dalam rekrutmen, pelatihan hijau, dan evaluasi kinerja berbasis keberlanjutan. Namun, hasil survei menunjukkan bahwa kepuasan kerja (job satisfaction) karyawan masih sangat rendah. Sebagai seorang manajer, langkah apa yang paling tepat dilakukan untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan?
Menambahkan kompensasi non-finansial dan memberikan pengakuan terhadap kontribusi karyawan dalam program hijau.
Mengurangi jumlah program GHRM agar beban kerja karyawan lebih ringan.
Memaksa karyawan untuk mengikuti program keberlanjutan tanpa mempertimbangkan kebutuhan mereka
Mengabaikan kepuasan kerja karena yang penting adalah perusahaan terlihat ramah lingkungan.
Green work engagement didefinisikan sebagai?
Semangat karyawan dalam pekerjaan terkait lingkungan
Strategi pemasaran eksternal berbasis hijau
Sistem bonus finansial jangka pendek
Kegiatan administratif tanpa dampak nyata
Sustainable HRM menekankan bahwa SDM harus dipandang sebagai?
Sumber daya tak terbatas
Aset strategis jangka panjang
Beban biaya yang harus dikurangi
Alat promosi semata
Perusahaan tekstil multinasional ingin memasarkan produknya ke Eropa. Untuk memenuhi standar perdagangan internasional, perusahaan menerapkan strategi keberlanjutan. Namun, karyawan lini produksi di negara asal tidak memahami instruksi karena komunikasi internal hanya disampaikan dengan istilah teknis yang rumit.
Produk gagal memenuhi standar keberlanjutan internasional.
Karyawan menjadi lebih termotivasi dalam bekerja.
Hubungan perusahaan dengan pembeli Eropa semakin kuat.
Biaya operasional otomatis berkurang.
Dalam konteks green campaign, membangun green organizational culture berarti?
Membuat aturan formal tanpa keterlibatan karyawan
Menyediakan fasilitas kerja mewah untuk menarik investor
Menginternalisasi nilai ramah lingkungan ke dalam perilaku sehari-hari karyawan
Mengganti seluruh produk lama dengan produk baru tanpa edukasi internal
Hubungan antara Corporate Social Responsibility (CSR) dan manajemen SDM yang berkelanjutan adalah?
CSR hanya fokus pada lingkungan, bukan pada karyawan
Manajemen SDM yang etis merupakan bagian dari CSR karena melibatkan kesejahteraan karyawan dan masyarakat
CSR dan SDM adalah dua hal yang terpisah tanpa kaitan
CSR dapat dijalankan tanpa memperhatikan kondisi kerja karyawan
Microsoft menargetkan 50% karyawan dari kelompok underrepresented di posisi kepemimpinan global. Hal ini mencerminkan strategi perusahaan dalam?
Meningkatkan efisiensi rantai pasok global
Menerapkan prinsip keberagaman dan kesetaraan dalam manajemen SDM internasional
Mengurangi biaya tenaga kerja dengan diversifikasi pasar
Mengoptimalkan nilai tukar dalam perdagangan internasional
Sebuah perusahaan kopi Indonesia ingin memperluas ekspornya ke pasar Eropa. Konsumen Eropa kini sangat peduli pada isu keberlanjutan dan keadilan sosial.Apa langkah yang paling tepat mencerminkan penerapan DEI dalam rantai pasok ekspor kopi tersebut?
Memberikan kontrak hanya kepada petani besar agar produksi lebih stabil
Memastikan semua petani, termasuk perempuan dan kelompok minoritas, mendapat akses pelatihan dan peluang yang adil
Menetapkan harga beli serendah mungkin agar biaya ekspor lebih efisien
Mengabaikan audit upah karena tidak berhubungan langsung dengan kualitas kopi
Sebuah perusahaan internasional di bidang tekstil membuka pabrik baru di salah satu negara berkembang untuk memperluas pasar global. Langkah apa yang seharusnya dilakukan perusahaan untuk menyesuaikan praktiknya dengan konsep Decent Work?
Meningkatkan upah sesuai standar minimum, memperbaiki kondisi kerja agar aman, serta menghormati hak karyawan untuk berserikat.
Mempertahankan kondisi kerja saat ini demi menjaga biaya produksi tetap rendah
Mengabaikan standar kerja layak karena negara berkembang biasanya lebih longgar dalam pengawasan tenaga kerja
Hanya fokus pada pemenuhan target produksi tanpa memperhatikan hak karyawan
Sebuah perusahaan elektronik internasional membuka pabrik baru di Asia Tenggara. Perusahaan berhasil merekrut ribuan pekerja lokal, tetapi setelah enam bulan, tingkat turnover (keluar-masuk karyawan) sangat tinggi. Banyak karyawan merasa tidak ada peluang pengembangan diri dan tidak jelas jalur kariernya.
Apa strategi manajemen SDM yang paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut?
Membatasi jumlah karyawan agar turnover otomatis berkurang.
Menyediakan program pelatihan dan pengembangan karier yang jelas bagi karyawan.
Mengabaikan turnover karena mudah merekrut pekerja baru di negara berkembang
Meningkatkan jam kerja agar produktivitas karyawan yang tersisa lebih tinggi
Perusahaan elektronik global mendirikan pabrik di Amerika. Pekerja kontrak hanya diberi kontrak 3 bulan tanpa jaminan sosial, meskipun mereka bekerja terus-menerus Praktik manajemen SDM yang paling adil dan berkelanjutan bagi pekerja adalah?
Menawarkan kontrak kerja jangka panjang, perlindungan sosial, dan kesempatan pengembangan
Terus menggunakan kontrak jangka pendek agar perusahaan lebih fleksibel
Menghapus tunjangan sosial untuk menekan biaya
Hanya memperhatikan kesejahteraan pekerja di negara maju
Kasus Utama:
Sebuah perusahaan multinasional asal Indonesia, PT Global Tekstil Hijau, baru saja memperluas pasar ekspornya ke Uni Eropa dan Amerika Serikat. Perusahaan menargetkan sertifikasi ESG (Environmental, Social, Governance) untuk meningkatkan daya saing global. Tantangan utama ada pada manajemen SDM internasional: keberagaman budaya tenaga kerja, penerapan praktik green HRM (Green Human Resource Management), serta adaptasi terhadap standar ketenagakerjaan global.
Dalam konteks green HRM, cara paling tepat untuk memastikan karyawan lintas negara mendukung agenda keberlanjutan adalah?
Menetapkan target lingkungan dalam Key Performance Indicator (KPI) karyawan
Membuat program pelatihan berkelanjutan untuk semua level karyawan
Memberikan penghargaan bagi tim yang hemat energi
Memasukkan nilai keberlanjutan ke dalam visi dan misi perusahaan
Kasus: Greenwashing HR
Perusahaan menulis “Eco-friendly Employer” di iklan kerja, tapi tidak memiliki program nyata.Pertanyaan: Untuk menghindari greenwashing, langkah HR yang benar adalah?
Memperbanyak slogan hijau dalam materi promosi rekrutmen
Menyusun laporan ESG yang diverifikasi pihak ketiga
Menawarkan gaji tinggi agar kandidat lupa isu hijau
Menunda program hijau tetapi tetap merekrut cepat
Kasus: Kompensasi & Keadilan Global
Cabang PT Green Textile di Swedia protes karena gaji ekspatriat dari Indonesia jauh lebih tinggi daripada manajer lokal, meski tanggung jawab serupa. Swedia sangat menekankan fairness dan equity.
Pertanyaan: Strategi kompensasi berkelanjutan terbaik adalah?
Menyamakan gaji semua karyawan global dengan standar kantor pusat
Membiarkan perbedaan gaji karena dianggap wajar dalam manajemen internasional
Memberikan tunjangan tambahan hanya bagi ekspatriat karena bekerja di luar negeri
Menyesuaikan kompensasi berdasarkan kontribusi dan cost of living tiap negara
Kasus: Konflik Nilai Kerja
Ekspatriat asal Jepang di cabang Indonesia menganggap jam kerja fleksibel merusak disiplin. Sementara karyawan Indonesia menganggap fleksibilitas meningkatkan produktivitas.
Pertanyaan: Pendekatan HR internasional paling tepat adalah?
Polycentric – sepenuhnya mengikuti standar budaya lokal Indonesia
Ethnocentric – menerapkan standar jam kerja dari Jepang
Geocentric – mencari kombinasi praktik terbaik global dan lokal
Regiocentric – menerapkan standar yang sama untuk seluruh Asia Tenggara
Kasus: Risiko Gagal Mengelola SDM Berkelanjutan
Jika HR gagal menerapkan prinsip SDM berkelanjutan dalam bisnis internasional, dampak yang paling serius adalah…
Pertanyaan: Risiko terbesar yang akan muncul adalah?
Kehilangan sertifikasi ESG dan penurunan reputasi global
Biaya listrik kantor meningkat secara signifikan
Fluktuasi kurs valuta asing yang menekan laba perusahaan
Penurunan pangsa pasar domestik dalam jangka pendek
Kasus: Aspek “S” dalam ESG Audit
Dalam audit ESG internasional, auditor menyoroti aspek “S” (Social). Manajer HR diminta menyajikan data yang paling relevan.
Pertanyaan: Data yang paling tepat ditunjukkan adalah?
Persentase energi terbarukan yang dipakai di pabrik.
Jumlah karyawan perempuan dalam posisi manajerial dan program kesejahteraan kerja
Total pengurangan limbah padat dalam satu tahun
Laba bersih perusahaan setelah pajak
Kasus: Aliansi Strategis di Asia Tenggara
PT BioAgro Indonesia bekerja sama dengan perusahaan Thailand untuk memproduksi pupuk organik ramah lingkungan. Kedua perusahaan memiliki sistem HR yang berbeda: Indonesia menekankan hierarki, Thailand menekankan kolektivitas. Konflik muncul dalam penentuan sistem insentif global.
Pertanyaan: Kebijakan HR yang paling berkelanjutan untuk menjaga keadilan dan konsistensi adalah?
Menetapkan insentif berbasis budaya dominan perusahaan induk
Membuat model insentif global dengan fleksibilitas adaptasi lokal
Menyerahkan sepenuhnya pada cabang masing-masing agar tidak ada intervensi
Menyamakan insentif finansial di semua negara untuk kesan adil
Perusahaan eksportir Indonesia menerima pembayaran dalam USD, sementara biaya produksi menggunakan rupiah. Jika nilai rupiah melemah drastis terhadap USD, dampak utamanya adalah?
Ekspor menjadi lebih kompetitif karena pendapatan dalam rupiah meningkat
Eksportir mengalami kerugian besar karena pendapatan menurun
Tidak ada pengaruh karena transaksi tetap berjalan
Eksportir harus membayar pajak lebih tinggi akibat depresiasi rupiah
Strategi manajemen risiko kurs yang paling umum digunakan eksportir adalah?
. Menyimpan seluruh pembayaran dalam bentuk rupiah
Melakukan hedging dengan kontrak forward atau opsi mata uang
Membiarkan kurs berfluktuasi tanpa perlindungan
Menggunakan pinjaman berbunga tinggi untuk menutup selisih kurs
Seorang eksportir mengirim barang ke importir dengan skema Open Account. Risiko utama bagi eksportir adalah?
Importir menunda atau tidak membayar sesuai kesepakatan
Eksportir menerima pembayaran lebih cepat dari jadwal
Bank menolak dokumen pengapalan
Barang otomatis diasuransikan oleh pemerintah
Dalam perdagangan internasional, metode pembayaran yang paling aman bagi eksportir adalah?
Consignment
Open Account
Advance Payments
Letter of Credit
Perusahaan elektronik di Indonesia menggunakan L/C dalam transaksi dengan pembeli di Jerman. Keunggulan utama penggunaan L/C adalah?
Mengurangi biaya pengiriman internasional
Memberikan jaminan pembayaran dari bank asalkan dokumen sesuai
Menghapus kewajiban pajak ekspor
Menjamin kurs mata uang tidak berfluktuasi
Perusahaan kopi Indonesia terkenal dengan kualitas arabika yang tinggi. Namun, biaya logistik ke Eropa cukup mahal.
Dalam analisis SWOT, kualitas kopi premium masuk kategori?
Strength
Weakness
Opportunity
Threat
Produk tekstil Indonesia menghadapi tarif impor yang tinggi di pasar AS, padahal permintaan pakaian jadi di pasar global terus meningkat.
Tarif tinggi dari AS termasuk faktor?
Strength
Weakness
Opportunity
Threat
Uni Eropa memperketat aturan impor sawit karena isu lingkungan, tetapi permintaan biodiesel dunia semakin tinggi.Kebutuhan biodiesel dunia adalah faktor?
Strength
Weakness
Opportunity
Threat
Perusahaan udang Indonesia sering gagal masuk pasar Jepang karena kandungan antibiotik tinggi. Masalah residu antibiotik merupakan faktor?
Strength
Weakness
Opportunity
Threat
Furnitur jati Indonesia unik dan diminati pasar premium di Timur Tengah. Namun, muncul pesaing baru dari Vietnam dengan harga lebih rendah. Kehadiran Vietnam dengan harga kompetitif merupakan faktor?
Strength
Weakness
Opportunity
Threat
Sebuah eksportir tekstil mengirim barang ke Jerman. Importir meminta dokumen yang bisa dipakai sebagai dasar pembayaran dan perhitungan bea masuk. Dokumen yang paling sesuai adalah?
Packing List
Commercial Invoice
Bill of Lading
Certificate of Origin
Perusahaan ekspor kopi mengajukan dokumen ke bea cukai. Petugas meminta rincian isi kemasan, bukan nilai barang. Dokumen yang harus diberikan adalah?
Commercial Invoice
Packing List
Bill of Lading
Insurance Certificate
Eksportir furnitur membutuhkan dokumen yang sekaligus berfungsi sebagai bukti pengiriman, bukti kepemilikan, dan kontrak angkut laut. Dokumen yang paling tepat adalah?
Bill of Lading
Commercial Invoice
Packing List
Letter of credit
Suatu perusahaan ekspor karet ingin mendapatkan tarif preferensi dari perjanjian perdagangan ASEAN. Dokumen yang diperlukan adalah?
Commercial Invoice
Bill of Lading
Certificate of Origin
Insurance Policy
Eksportir elektronik ingin memastikan pembayaran aman walaupun importir memiliki risiko gagal bayar. Bank diminta menjamin pembayaran jika dokumen terpenuhi.Dokumen yang paling tepat digunakan adalah?
Letter of Credit
Commercial Invoice
Certificate of Origin
Bill of Lading
Peran utama WTO dalam perdagangan internasional adalah?
Mengatur tarif bea masuk setiap negara secara langsung
Menyediakan forum negosiasi perdagangan multilateral dan penyelesaian sengketa
Memberikan subsidi ekspor kepada negara berkembang
Mengawasi distribusi barang antar negara secara teknis
Indonesia mengekspor CPO ke negara mitra dalam ASEAN Free Trade Area (AFTA). Eksportir mendapat tarif preferensi hampir nol. Dasar hukum internasional yang memungkinkan hal ini adalah?
Bilateral Investment Treaty
Free Trade Agreement
General Agreement on Tariffs and Trade (GATT)
World Customs Organization (WCO) Convention
Salah satu fungsi utama Incoterms dalam ekspor-impor adalah?
Menentukan jumlah tarif bea masuk di negara tujuan
Mengatur perizinan ekspor-impor lintas negara
Menjelaskan pembagian tanggung jawab biaya, risiko, dan asuransi antara penjual dan pembeli
Memberikan sanksi jika terjadi pelanggaran perjanjian dagang
Sebuah negara melarang impor daging dari luar negeri dengan alasan standar kesehatan. Regulasi ini termasuk?
Tarif Preferensial
Non-Tariff Barrier (NTB)
Dumping Regulation
Most Favoured Nation (MFN) Principle
Dalam WTO, prinsip MFN berarti?
Negara anggota boleh memilih hanya beberapa negara untuk diberi tarif rendah
Semua negara anggota harus diperlakukan sama terkait konsesi dagang
Negara berkembang mendapat hak istimewa dalam setiap transaksi
Negara berkembang mendapat hak istimewa dalam setiap transaksi
