NEW
Font size
WorksheetsPENILAIAN BAB 2
Total questions: 20
Worksheet time: 23mins
Indah pada Waktunya
Seorang guru Bimbingan Konseling memanggil Dedi, salah seorang
siswa kelas X yang diketahui sering melakukan pelanggaran di sekolah.
Kala itu, mereka berdua sedang berada di dalam ruang BK.
“Dedi, ibu mendapatkan laporan bahwa kamu jarang membuat PR
dan sering tidur di kelas, benarkah itu?” tanya guru BK dengan nada
bersahabat. Mendengar pertanyaan itu, Dedi justru menjawab dengan sangat santai. Ia mengakui bahwa yang dikatakan guru BK memang
benar adanya.
Mendengar respons muridnya yang cenderung tidak menunjukkan
penyesalan sama sekali, lantas sang guru pun kembali bertanya kepada
Dodi,
“Nak, bukannya kamu selepas SMA ini ingin jadi polisi?”
“Kok ibu tahu?” tanya Dedi penasaran.
Ibu guru mulai mengambil ponsel miliknya dari dalam tas, kemudian
ia tampak membuka akun Facebook pribadinya. Tidak lama berselang,
ia menunjukkan sebuah tulisan status Facebook yang bertuliskan, “Akan
indah pada waktunya, pasti jadi polisi”.
“Status ini kamu kan yang membuatnya?” sambil menunjukkan
tulisan tersebut ke Dedi. Wajah Dedi kemudian menjadi merah seketika.
Sindiran yang terkandung dalam anekdot tersebut adalah ….
Kebiasaan seorang pelajar yang sudah kecanduan bermain Facebook
dan tidak bisa dihentikan.
Kebiasaan seorang pelajar yang ingin sukses di kemudian hari, tetapi
malas untuk belajar.
Kelakuan seorang pelajar yang selalu mencari alasan dari kesalahan
yang dilakukannya.
Kebiasaan seorang pelajar yang suka membuat masalah di sekolah
dan tidak takut ditegur guru.
Kelakuan seorang pelajar saat ini yang selalu berkeinginan untuk
dituruti semua kemauannya.
Indah pada Waktunya
Seorang guru Bimbingan Konseling memanggil Dedi, salah seorang
siswa kelas X yang diketahui sering melakukan pelanggaran di sekolah.
Kala itu, mereka berdua sedang berada di dalam ruang BK.
“Dedi, ibu mendapatkan laporan bahwa kamu jarang membuat PR
dan sering tidur di kelas, benarkah itu?” tanya guru BK dengan nada
bersahabat. Mendengar pertanyaan itu, Dedi justru menjawab dengan sangat santai. Ia mengakui bahwa yang dikatakan guru BK memang
benar adanya.
Mendengar respons muridnya yang cenderung tidak menunjukkan
penyesalan sama sekali, lantas sang guru pun kembali bertanya kepada
Dodi,
“Nak, bukannya kamu selepas SMA ini ingin jadi polisi?”
“Kok ibu tahu?” tanya Dedi penasaran.
Ibu guru mulai mengambil ponsel miliknya dari dalam tas, kemudian
ia tampak membuka akun Facebook pribadinya. Tidak lama berselang,
ia menunjukkan sebuah tulisan status Facebook yang bertuliskan, “Akan
indah pada waktunya, pasti jadi polisi”.
“Status ini kamu kan yang membuatnya?” sambil menunjukkan
tulisan tersebut ke Dedi. Wajah Dedi kemudian menjadi merah seketika.
(Sumber: Kurniawan/Kemendikbudristek, 2023)
Berdasarkan anekdot tersebut, gambaran dampak negatif yang terjadi
apabila terlalu sering melanggar aturan sekolah adalah ….
Akan menuliskan semua keluhan yang dialaminya melalui akun
media sosial pribadi miliknya.
Akan menjadi pribadi yang tidak peka terhadap lingkungan sekitar
dan perkembangan zaman.
Akan selalu membuat alasan yang tidak masuk akal agar terbebas
dari berbagai hukuman.
Akan selalu melawan kehendak guru ataupun orang tua di rumah.
Akan terbiasa melakukan kesalahan dan kurang peduli terhadap
teguran dari pihak sekolah.
Pasangan yang tepat penggalan cerita yang berada di sebelah kiri dengan
struktur anekdot yang berada di sebelah kanan adalah...
1-A
2-B
3-C
4-D
1-A
2-B
3-D
4-C
1-D
2-C
3-A
4-B
1-B
2-A
3-D
4-C
1-D
2-C
3-B
4-A
Pada komik potongan tersebut, terdapat dialog tokoh Boy yang
mengucapkan, “Juk, kenalin pacar baru gue.”
Cermati kembali ucapan tersebut, lalu tentukanlah prediksi maksud dialog tersebut!
Boy benar-benar memiliki pacar baru
Boy mungkin memiliki pacar baru
Boy sebenarnya tidak memiliki pacar baru
Boy mencintai pacar barunya
Boy mengenalkan pacar barunya kepada Juki
Pasangkanlah penggalan naskah yang berada di sebelah kiri dengan
bagian lawakan tunggal yang berada di sebelah kanan!
1-B
2-C
3-D
1-A
2-B
3-C
1-A
2-B
3-D
1-B
2-A
3-C
1-B
2-A
3-D
Pasangkanlah penggalan cerita yang berada di sebelah kiri dengan
struktur anekdot yang berada di sebelah kanan!
1-A
2-B
3-C
4-D
1-B
2-A
3-C
4-D
1-C
2-A
3-D
4-A
1-B
2-C
3-A
4-D
1-B
2-A
3-D
4-C
Mana sajakah dari dialog berikut ini yang menggambarkan penolakan
(kontra) penulis terhadap kebiasaan masyarakat berdasarkan komik
potongan tersebut?
Oh, kemarin ketiduran, Juk. Emang mau beli apa?
Yaudah, ini kerupuk kulit ya!
Bu, kemarin ke mana dah? Dipanggil malah gak ada?
Eh, enak aja. Bayar dulu lo, Juk! Maen pergi-pergi aja
Lah, kan Juki mau belanjanya kemarin, Bu. Kalo sekarang mah, gak
mau beli.
Kata kerja (verba) material yang terdapat pada penggalan naskah lawakan
tunggal tersebut yaitu … dan ….
makan dan dicampur
makan nasi dan makan lontong
seberat dan banyak
belum dan belum makan
dibuat dan lauknya
Kalimat yang menunjukkan sikap simpati dari teks lawakan tunggal
tersebut adalah ….
Sampe-sampe waktu lapar pun, sempat-sempatnya update status, “Duh,
lapar nih, pengen makan.”
Eh, semua orang juga tahu kali kalau lapar
tuh pengen makan.
Lagian emangnya kalau kamu update status seperti
itu, kamu akan kenyang?
Tidak, kan?
mendorong orang untuk membagikan hal-hal yang kurang penting gitu.
Berikut ini topik yang sesuai dengan bahan kritikan dalam bentuk eksposisi berdasarkan
infograik di atas adalah...
Dampak penggunaan rokok
Merokok di kalangan pelajar
Zat berbahaya pada rokok dan cara berhenti merokok
Stop merokok karena berbahaya
Langkah-langkah berhenti merokok
Dialog panel ke-1 yang sesuai dengan anekdot tersebut adalah...
Ah, teman-teman yang lain juga buang sampah sembarangan kok,
“Tapi kamu tidak harus ikut-ikutan hal yang buruk dari teman-
teman yang lain. Apalagi kamu kan bercita-cita sebagai seorang pelayar.
Jadi, kamu harus menjaga kebersihan!"
“Justru karena saya bercita-cita jadi pelayar, saya jadi buang sampah
sembarangan”.
“Edi, kamu jangan buang sampah sembarangan?”
“Maksud kamu apa?”
Berikut ini merupakan bagian abstraksi teks anekdot adalah...
Saat istirahat jam pertama, Sri melihat Edi membuang sampah
sembarangan. Sebagai ketua kelas, Sri merasa wajib mengingatkan
rekan sekelasnya itu.
“Edi, kamu jangan buang sampah sembarangan?” tegur Sri dengan
lembut.
“Ah, teman-teman yang lain juga buang sampah sembarangan kok,”
jawab Edi
“Tapi kamu tidak harus ikut-ikutan hal yang buruk dari teman
teman yang lain. Apalagi kamu kan bercita-cita sebagai seorang pelayar.
Jadi, kamu harus menjaga kebersihan!”
“Lha, kalau banyak sampah berserakan bisa menyebabkan banjir,
lalu kalau banjir, saya akan buat perahu kecil dan menawarkan jasa
untuk orang-orang yang butuh bantuan menyeberang,” jawab Edi sambi
tersenyum.
Berikut ini merupakan bagian krisis teks anekdot adalah...
“Edi, kamu jangan buang sampah sembarangan?” tegur Sri dengan
lembut.
“Ah, teman-teman yang lain juga buang sampah sembarangan kok,”
jawab Edi
“Tapi kamu tidak harus ikut-ikutan hal yang buruk dari teman
teman yang lain. Apalagi kamu kan bercita-cita sebagai seorang pelayar.
Jadi, kamu harus menjaga kebersihan!”
“Lha, kalau banyak sampah berserakan bisa menyebabkan banjir,
lalu kalau banjir, saya akan buat perahu kecil dan menawarkan jasa
untuk orang-orang yang butuh bantuan menyeberang,” jawab Edi sambi
tersenyum.
Saat istirahat jam pertama, Sri melihat Edi membuang sampah
sembarangan. Sebagai ketua kelas, Sri merasa wajib mengingatkan
rekan sekelasnya itu.
Berikut ini merupakan bagian reaksi teks anekdot adalah...
Saat istirahat jam pertama, Sri melihat Edi membuang sampah
sembarangan. Sebagai ketua kelas, Sri merasa wajib mengingatkan
rekan sekelasnya itu.
“Lha, kalau banyak sampah berserakan bisa menyebabkan banjir,
lalu kalau banjir, saya akan buat perahu kecil dan menawarkan jasa
untuk orang-orang yang butuh bantuan menyeberang,” jawab Edi sambil
tersenyum.
“Tapi kamu tidak harus ikut-ikutan hal yang buruk dari teman-
teman yang lain. Apalagi kamu kan bercita-cita sebagai seorang pelayar.
Jadi, kamu harus menjaga kebersihan!”
“Edi, kamu jangan buang sampah sembarangan?” tegur Sri dengan
lembut.
“Dasar kamu! Pokoknya kita harus menjaga kebersihan lingkungan
sekitar kita!” ajak Sri dengan nada kesal.
Kalimat yang menunjukkan pertanyaan retoris dari teks lawakan tunggal
tersebut adalah ….
Sampe-sampe waktu lapar pun, sempat-sempatnya update status, “Duh,
lapar nih, pengen makan.”
Eh, semua orang juga tahu kali kalau lapar
tuh pengen makan.
Lagian emangnya kalau kamu update status seperti
itu, kamu akan kenyang?
Tidak, kan?
mendorong orang untuk membagikan hal-hal yang kurang penting gitu.
Berikut ini merupakan bagian teks anekdot yang berisi majas sarkasme adalah...
Saat istirahat jam pertama, Sri melihat Edi membuang sampah
sembarangan. Sebagai ketua kelas, Sri merasa wajib mengingatkan
rekan sekelasnya itu.
“Lha, kalau banyak sampah berserakan bisa menyebabkan banjir,
lalu kalau banjir, saya akan buat perahu kecil dan menawarkan jasa
untuk orang-orang yang butuh bantuan menyeberang,” jawab Edi sambil
tersenyum.
“Tapi kamu tidak harus ikut-ikutan hal yang buruk dari teman-
teman yang lain. Apalagi kamu kan bercita-cita sebagai seorang pelayar.
Jadi, kamu harus menjaga kebersihan!”
“Edi, kamu jangan buang sampah sembarangan?” tegur Sri dengan
lembut.
“Dasar kamu! Pokoknya kita harus menjaga kebersihan lingkungan
sekitar kita!” ajak Sri dengan nada kesal.
Berikut ini kalimat yang mengandung majas ironi adalah...
Apakah kamu lupa? Kemarin di kantin aku melihat kamu makan empat
kue, tapi hanya bayar tiga kue saja.”
Sudah tahu tidak punya uang, masih saja ingin pergi
liburan. Jangan mimpi!
Biar sewa, yang penting keren
Harga kedelai murah sekali, sampai pabrik tahu dan
tempe tutup karenanya.
Untuk apa punya banyak uang jika makan saja harus
diatur timbangannya?
Berikut ini kalimat yang mengandung majas sinisme adalah...
Harga kedelai murah sekali, sampai pabrik tahu dan
tempe tutup karenanya.
Sudah tahu tidak punya uang, masih saja ingin pergi
liburan. Jangan mimpi!
“Iya, saya percaya. Pasti kamu tidak pernah korupsi meskipun itu korupsi
kecil.
Kamu rajin belajar sampai nilai rapotmu kebakaran
Untuk apa punya banyak uang jika makan saja harus
diatur timbangannya?
“Ada beberapa langkah yang kami lakukan untuk mengatasi
gangguan emosi itu, salah satunya dengan obat farmakoterapi. Setelah
itu, langsung masuk ke terapi perilaku,”
Pernyataan tersebut merupakan wujud dari perasaan...
simpati
empati
peduli
pro
kontra
Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJD dr. Arif
Zainudin, Aliyah Himawati, mengatakan dulu pasien kecanduan ponsel
baru ada satu orang dalam sepekan. Sekarang, dalam satu hari bisa satu
sampai dua pasien. Semuanya merupakan anak-anak usia sekolah.
Pernyataan tersebut merupakan wujud dari perasaan...
kontra
simpati
empati
peduli
pro
