WorksheetsKuis Residu Pestisida
Total questions: 20
Worksheet time: 7mins
Residu pestisida yang tertinggal pada jaringan internal tanaman umumnya berasal dari formulasi:
WP (Wettable Powder)
EC (Emulsifiable Concentrate)
SC (Suspension Concentrate)
Sistemik
Perbedaan utama residu pestisida sistemik dan non-sistemik adalah:
Sistemik hanya menempel di permukaan, non-sistemik terserap jaringan
Sistemik terserap jaringan tanaman, non-sistemik hanya di permukaan
Sistemik mudah dicuci air, non-sistemik sulit dihilangkan
Sistemik hanya berbentuk gas, non-sistemik berbentuk cair
Residu Mancozeb paling tinggi cenderung ditemukan pada tanaman jika formulasi yang digunakan adalah:
WP (Wettable Powder)
EC (Emulsifiable Concentrate)
SC (Suspension Concentrate)
SL (Soluble Liquid)
Fumigan seperti metil bromida memiliki karakteristik residu:
Tinggi pada permukaan daun
Rendah karena cepat menguap
Terserap kuat di jaringan tanaman
Bertahan lama meskipun terkena hujan
Pestisida berbentuk EC (Emulsifiable Concentrate) umumnya menghasilkan residu yang:
Sangat sulit hilang meskipun dicuci
Menyebar merata di permukaan
Bertahan lebih lama daripada formulasi padat
Lebih toksik dibanding pestisida sistemik
Regulasi internasional tentang MRL (Maximum Residue Limit) yang menjadi acuan global adalah:
US EPA
EFSA
Codex Alimentarius (FAO/WHO)
BPOM
Negara yang paling ketat menolak produk ekspor dengan residu melebihi batas adalah:
Jepang, Uni Eropa, Amerika
India, Brasil, Thailand
Australia, Afrika Selatan, Meksiko
Korea, Vietnam, Filipina
Pre-Harvest Interval (PHI) pada bawang merah dengan bahan aktif klorpirifos adalah:
3 hari
7 hari
14 hari
21 hari
Risiko residu pestisida berlebih yang paling mungkin terjadi bila:
PHI terlalu lama
Dosis melebihi anjuran
Rotasi pestisida dilakukan
Alat semprot disterilisasi
Analisis residu pestisida volatil lebih sesuai menggunakan:
GC-MS
HPLC
Spektrofotometri UV
Titrasi redoks
HPLC lebih tepat digunakan untuk mendeteksi residu:
Insektisida volatil
Pestisida non-volatil
Fumigan gas
Amonium sulfat
Rotasi pestisida dengan bahan aktif berbeda terutama bertujuan untuk:
Mengurangi biaya pestisida
Mencegah resistensi hama
Menurunkan pH tanah
Menambah kandungan nitrogen
Salah satu efek jangka panjang residu pestisida pada manusia adalah:
Luka bakar
Gangguan hormon
Peningkatan fotosintesis
Kekurangan vitamin
Kelompok konsumen yang paling rentan terhadap toksisitas residu pestisida adalah:
Anak-anak, ibu hamil, lansia
Remaja sehat
Petani pria dewasa
Atlet dan pekerja berat
Rotasi pestisida sebaiknya dilakukan berdasarkan:
Jenis tanaman yang dibudidayakan
Mode aksi (mechanism of action)
Warna formulasi pestisida
Waktu aplikasi pagi atau sore
Pestisida sistemik meninggalkan residu internal yang sulit dihilangkan dengan pencucian.
Benar
Salah
Pestisida berbentuk WP (Wettable Powder) menghasilkan residu yang mudah hilang terkena hujan.
Benar
Salah
GC-MS lebih cocok digunakan untuk analisis pestisida non-volatil dibanding HPLC.
Benar
Salah
Produk pertanian dengan residu melebihi MRL tetap dapat diekspor jika lolos uji lokal.
Benar
Salah
Penggunaan dosis pestisida di bawah anjuran dapat memicu resistensi hama.
Benar
Salah
