NEW
Font size
WorksheetsUlangan Harian Katolik BP kelas 9 BAB 1 Sakramen Perkawinan
Total questions: 50
Worksheet time: 2hrs 40mins
Menurut Konsili Vatikan II dalam dokumen
Gaudium et Spes (GS 48, 1), siapa yang menciptakan perkawinan?
Manusia
Paus
Sang Pencipta (Allah)
Imam
Sesuai dengan Kitab Kejadian 2:18, mengapa Allah menciptakan wanita sebagai pendamping pria?
Agar pria memiliki pembantu
Karena tidak baik manusia itu seorang diri saja
Agar manusia berkembang biak
Supaya pria memiliki teman untuk bekerja
Ajaran Gereja Katolik tentang perkawinan menegaskan bahwa sejak awal, perkawinan itu bersifat tak tercerai-kan. Hal ini sesuai dengan perkataan Yesus dalam Injil:
Matius 19:6
Markus 10:11-12
Lukas 16:18
Yohanes 2:1-11
Perkawinan dalam Gereja Katolik diangkat ke martabat sakramen oleh:
Para rasul
Paus
Yesus Kristus
Peraturan Gereja
Selain menjadi sakramen, tujuan perkawinan menurut ajaran Gereja adalah persekutuan hidup dan kasih suami istri yang mesra, yang berorientasi pada:
Kesejahteraan keluarga
Mendapat keturunan
Mengalami kebahagiaan
Semua jawaban benar
Tiga tingkatan atau jenjang dalam Sakramen Imamat adalah:
Uskup, Imam, dan Biarawan
Uskup, Imam, dan Diakon
Imam, Diakon, dan Lektor
Imam, Diakon, dan Akolit
Seorang imam yang ditahbiskan di dalam Gereja Katolik memiliki tugas utama sebagai alter Christus, yang artinya:
Pelayan Kristus
Sahabat Kristus
Kristus yang lain
Pengikut Kristus
Siapakah yang ditugaskan untuk menjaga dan memelihara persekutuan iman dengan Gereja Katolik secara universal?
Imam
Uskup
Diakon
Pastor Paroki
Apa arti dari kaul kemiskinan yang diucapkan oleh seorang imam?
Tidak memiliki harta pribadi
Hidup sederhana
Mengumpulkan harta untuk Gereja
Tidak boleh bekerja
Salah satu syarat untuk menjadi seorang calon imam menurut ajaran Gereja adalah:
Belum menikah
Berasal dari keluarga Katolik
Laki-laki dan sudah dibaptis
. Memiliki pendidikan tinggi
Tugas seorang imam di tengah umat adalah:
Membimbing umat
Melayani umat
Mewartakan Injil
Semua jawaban benar
Kaul seorang imam yang menyatakan kesetiaan seumur hidup kepada Gereja dan tugasnya disebut kaul:
Ketaatan
Kemiskinan
Kemurnian
Kesucian
Kaul kemurnian yang diucapkan seorang imam berarti ia dipanggil untuk hidup:
Selibat
Berkeluarga
Terasing
Bebas
Siapakah yang bertanggung jawab dalam memberikan Sakramen Imamat?
Paus
Uskup
Imam
Diakon
Hubungan antara Kristus dan Gereja-Nya dilambangkan oleh sakramen:
Ekaristi
Baptis
Imamat
Perkawinan
Yang bukan merupakan tujuan perkawinan menurut ajaran Gereja adalah:
Kesejahteraan suami istri
Memiliki keturunan
Memperkaya diri
Menjalin persekutuan hidup dan kasih
Syarat utama bagi seorang laki-laki untuk ditahbiskan menjadi imam adalah:
Seorang Katolik
Sehat jasmani dan rohani
Hidup suci
Semua jawaban benar
Peran seorang istri dalam perkawinan adalah:
Pembantu suami
Partner sederajat dan sangat dekat
Ibu rumah tangga
Pengikut suami
Yang merupakan gagasan pokok tentang Sakramen Perkawinan dalam Bab 1 adalah:
Perkawinan adalah keputusan pribadi.
Perkawinan adalah panggilan dari Allah.
Perkawinan hanya untuk orang yang ingin memiliki keluarga.
Perkawinan tidak memiliki nilai luhur.
Kitab Suci yang berisi tentang Allah menciptakan pria dan wanita untuk satu sama lain adalah:
Kejadian 2:18-25
Mazmur 121:2
Efesus 5:22-33
Matius 19:6
Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja." (Kejadian 2:18). Ayat ini menjelaskan tentang:
Allah menciptakan pria dan wanita untuk satu sama lain.
Pentingnya memiliki banyak teman.
Manusia harus hidup mandiri.
Kehidupan selibat tidak dianjurkan.
"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." (Kejadian 2:24). Ayat ini menegaskan:
Perlunya berbakti kepada orang tua.
Kesatuan antara suami dan istri dalam perkawinan.
Pentingnya meninggalkan rumah untuk hidup mandiri.
Laki-laki tidak boleh tinggal bersama orang tuanya.
"Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan istrimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah." (Matius 19:8-9). Ayat ini menunjukkan:
Yesus mengizinkan perceraian jika ada alasan yang kuat.
Perceraian diperbolehkan dalam keadaan tertentu.
Pentingnya kesetiaan dalam perkawinan dan tidak adanya perceraian.
Yesus menyetujui hukum Musa.
"Demikian juga suami harus mengasihi istrinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri." (Efesus 5:28). Ayat ini mengajarkan:
Suami harus mengasihi diri sendiri lebih dari istrinya.
Suami dan istri harus memiliki hubungan yang setara.
Suami harus mengasihi istrinya dengan kasih Kristus.
Istri harus tunduk pada suaminya.
"Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat." (Efesus 5:29). Ayat ini menggambarkan:
Perkawinan adalah hubungan yang penuh penderitaan.
Hubungan Kristus dengan Gereja-Nya sebagai teladan kasih.
Setiap orang harus mencintai dirinya sendiri.
Pentingnya merawat tubuh secara fisik.
"Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: 'Apakah diperbolehkan orang menceraikan istrinya dengan alasan apa saja?'" (Matius 19:3). Ayat ini adalah awal dari:
Perdebatan Yesus tentang hukum Taurat.
Penjelasan Yesus tentang sifat perkawinan yang tak terceraikan.
Pertanyaan tentang perzinahan.
Cerita tentang kehidupan orang Farisi.
Ayat "dan dengan demikian mewakili Allah, pada-Nya kita beroleh pertolongan." (Bdk Mazmur 121:2) yang dibahas dalam buku, merujuk pada:
Imam sebagai perwakilan Allah di dunia.
Wanita sebagai penolong yang merefleksikan pertolongan Allah.
Bapa dan Ibu yang menjadi penolong bagi anak-anak.
Yesus sebagai satu-satunya penolong.
"Karena mereka bukan lagi dua, melainkan satu." (Matius 19:6). Pernyataan Yesus ini menunjukkan:
Kesatuan hidup ayah dan ibu yang tidak dapat diceraikan.
Suami dan istri harus selalu bersama.
Keluarga harus memiliki satu tujuan.
Perkawinan hanya berlaku bagi satu pasangan.
"Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka." (Kejadian 1:27). Ayat ini menjelaskan bahwa:
.Laki-laki lebih mulia dari perempuan.
Perempuan dan laki-laki diciptakan setara dalam martabat.
Hanya laki-laki yang diciptakan menurut gambar Allah.
Perempuan dan laki-laki harus memiliki peran yang berbeda.
"Maka Yesus berkata: 'Apakah kamu tidak membaca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?'" (Matius 19:4). Ayat ini menunjukkan bahwa:
Yesus mengkritik orang Farisi karena tidak membaca Kitab Suci.
Yesus menegaskan bahwa perkawinan adalah rencana Allah sejak awal penciptaan.
Yesus mengajarkan bahwa manusia harus memiliki anak.
Yesus meminta orang Farisi untuk membaca Alkitab.
Sepasang kekasih berencana menikah. Mereka berpendapat bahwa yang terpenting dalam perkawinan adalah cinta mereka, sedangkan sakramen dan restu Gereja tidak terlalu penting. Bagaimana pandangan Gereja Katolik terhadap pemikiran mereka?
Perkawinan sakramental dianggap sebagai kontrak sosial yang dapat diakhiri.
Sakramen Perkawinan diyakini sebagai tanda kehadiran Kristus yang menguduskan perkawinan.
Gereja mengakui perkawinan tanpa sakramen sama sahnya dengan perkawinan sakramental.
Cinta antar pasangan adalah satu-satunya elemen yang diperlukan dalam perkawinan Katolik.
Sebuah keluarga Katolik sedang menghadapi masalah. Sang suami ingin bercerai karena merasa sudah tidak ada kecocokan, tetapi sang istri menolak karena ia meyakini perkawinan tak terceraikan. Mengapa ajaran Gereja tentang perkawinan mendukung pandangan sang istri?
Karena Gereja tidak pernah mengizinkan perceraian dalam keadaan apapun.
Karena Yesus mengajarkan bahwa apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.
Karena perceraian akan membuat pasangan tidak bisa menikah lagi di Gereja.
Karena Gereja menghormati kontrak perkawinan yang telah dibuat di hadapan hukum negara.
Seorang remaja Katolik merasa tidak yakin dengan panggilannya untuk menikah karena melihat banyak kasus perceraian. Ia beranggapan bahwa janji perkawinan itu terlalu berat. Apa yang dapat menjadi sumber kekuatan baginya dalam menjalani perkawinan?
Ketaatan mutlak pada hukum Gereja akan menjamin kebahagiaan seumur hidup.
Keyakinan bahwa cinta manusia yang tulus akan mengatasi setiap rintangan tanpa bantuan lain.
Iman akan Kristus yang menjadi pusat dan teladan kasih yang tak pernah gagal dalam perkawinan.
Dukungan finansial dan sosial yang stabil akan mengurangi tekanan dalam hubungan.
Pak Budi dan Ibu Ani merasa kehidupan rumah tangga mereka monoton. Mereka tidak pernah lagi berdoa bersama dan jarang ke gereja. Apa peran mereka dalam menghidupkan kembali "Gereja mini" dalam keluarga?
Bergabung dengan komunitas doa di paroki untuk mencari dukungan.
Mengintensifkan kembali kebiasaan doa bersama, membaca Kitab Suci, dan berpartisipasi aktif dalam Ekaristi.
Fokus pada kegiatan sosial dan pelayanan agar merasa lebih berguna bagi sesama.
Mencari bantuan konseling profesional untuk mengatasi akar masalah keluarga.
Seorang teman non-Katolik bertanya mengapa hanya laki-laki yang bisa menjadi imam dalam Gereja Katolik. Bagaimana Anda menjelaskan hal ini dengan tepat?
Karena pria secara kodrati memiliki kemampuan kepemimpinan lebih baik dalam komunitas.
Karena Yesus sendiri hanya memilih laki-laki sebagai rasul, dan imam adalah penerus pelayanan Kristus.
Karena perempuan tidak diizinkan untuk melayani di altar dan memimpin liturgi.
Karena tradisi Gereja sejak awal secara eksklusif hanya menahbiskan laki-laki.
Seorang calon imam sedang ragu karena ia merasa tidak mampu hidup selibat. Ia beranggapan bahwa selibat adalah penderitaan. Bagaimana seharusnya ia memahami makna kaul kemurnian?
Sebagai kewajiban yang harus dipenuhi agar bisa mencapai posisi yang tinggi dalam Gereja.
Sebagai cara untuk menghindari godaan duniawi dan hidup lebih sederhana.
Sebagai bentuk penyerahan diri total kepada Kristus demi pelayanan tanpa batas.
Sebagai syarat agar dihormati dan diakui kekudusannya oleh umat.
Uskup A melihat para imam muda di keuskupannya terlalu fokus pada hal-hal administratif dan melupakan tugas utama mereka sebagai pelayan Kristus. Nasihat apa yang paling tepat untuk mengingatkan mereka?
Fokus pada peningkatan jumlah umat yang hadir dalam perayaan Ekaristi.
Mengingatkan mereka untuk kembali pada semangat alter Christus dan mewartakan Injil.
Mengadakan pelatihan manajemen untuk meningkatkan efisiensi pelayanan mereka.
Memberikan mereka sanksi disipliner jika tidak mematuhi peraturan Gereja.
Konflik terjadi di paroki karena seorang imam terlalu otoriter dan tidak mendengarkan masukan umat. Apa yang dapat membantu menyelesaikan konflik ini berdasarkan ajaran Gereja?
Umat harus menuntut agar imam tersebut segera dipindahkan.
Imam seharusnya menggunakan kuasanya untuk menegakkan disiplin dalam paroki.
Umat dan imam harus saling melayani dan berdialog dalam semangat Kristus.
Uskup harus turun tangan dan membuat keputusan sepihak untuk menyelesaikan masalah
Seorang diakon sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan ke jenjang imamat. Ia merasa tugas diakon lebih dekat dengan pelayanan langsung kepada umat. Apa perbedaan utama yang harus ia pertimbangkan?
Imam memimpin Ekaristi dan mengampuni dosa, sedangkan diakon tidak dapat.
Diakon melayani umat, sementara imam hanya melayani Sakramen.
Diakon melayani dalam baptis dan perkawinan, sementara imam hanya memimpin Misa.
Imam memiliki otoritas lebih tinggi dari diakon dalam hierarki Gereja.
Masyarakat modern sering memandang perkawinan sebagai kontrak sosial. Pandangan ini bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik yang menganggap perkawinan sebagai persekutuan yang kudus dan tak terceraikan. Mengapa?
Karena kontrak sosial dapat diakhiri, sementara ikatan sakramental perkawinan tidak.
Karena perkawinan Katolik adalah perjanjian antara dua orang, sedangkan kontrak sosial bukan.
Karena Gereja ingin mengendalikan kehidupan umatnya melalui peraturan perkawinan.
Karena kontrak sosial lebih fleksibel dan praktis daripada ikatan sakramental.
Seorang pastor paroki ingin mendorong umatnya untuk lebih aktif mendoakan para imam. Langkah konkret apa yang paling efektif untuk mencapai tujuan ini?
Mewajibkan seluruh umat untuk mendoakan imam setiap hari.
Menyelenggarakan kegiatan khusus yang berfokus pada peran imam dalam Gereja.
Menjelaskan secara teoritis tentang pentingnya dukungan doa umat bagi imam.
Memberikan contoh-contoh kasus di mana doa umat sangat membantu imam.
Jemaat perdana adalah contoh "Gereja mini" yang ideal. Bagaimana nilai-nilai persatuan dan kebersamaan dari jemaat perdana dapat diterapkan dalam keluarga Katolik modern?
Dengan memiliki semua harta benda secara bersama-sama.
Dengan hidup dalam satu atap yang sama.
Dengan selalu berbagi dan melayani satu sama lain dalam keluarga.
Dengan fokus pada doa dan ritual keagamaan.
Seseorang berpendapat bahwa perayaan perkawinan Katolik terlalu rumit dan mahal. Ia berpikir yang terpenting adalah janji di hadapan Tuhan, bukan ritualnya. Mengapa ritual liturgi Sakramen Perkawinan penting?
Karena ritual tersebut merupakan simbol yang berdaya guna untuk menyampaikan rahmat Tuhan.
Karena Gereja ingin menunjukkan kekudusan perkawinan melalui upacara yang meriah.
Karena ritual tersebut sudah menjadi tradisi turun-temurun yang tidak boleh diubah.
Karena tanpa ritual, perkawinan tidak diakui oleh Gereja.
Seorang imam baru merasa tertekan dengan tugas-tugasnya yang sangat banyak. Bagaimana prinsip-prinsip pelayanan imamat dapat menjadi pedoman baginya?
Menggunakan kekuasaannya untuk mendelegasikan semua tugas kepada umat.
Menemukan keseimbangan antara tugas administratif dan tugas rohani.
Melakukan semua tugas dengan sempurna agar umat puas.
Mengingat bahwa pelayanannya adalah perwujudan kasih Kristus kepada umat-Nya.
Dua orang Katolik berencana untuk menikah, tetapi salah satu dari mereka sebelumnya pernah menikah dan bercerai secara sipil. Pasangan tersebut bertanya apakah mereka bisa menikah secara Katolik. Bagaimana jawaban Gereja terhadap kasus ini?
Mereka tidak bisa menikah di Gereja Katolik karena salah satu dari mereka sudah menikah.
Perkawinan sipil tidak diakui oleh Gereja, sehingga mereka bisa menikah di Gereja.
Mereka harus menjalani proses penyelidikan dan mungkin pembatalan perkawinan sebelumnya.
Gereja akan mengizinkan mereka menikah setelah mereka mendapatkan izin dari pihak berwenang sipil.
Menurut ajaran Gereja, apa saja dua tujuan utama dari Sakramen Perkawinan?
Kesejahteraan keluarga dan mendapatkan harta.
Hidup bahagia dan memiliki banyak teman.
Mereka harus menjalani proses penyelidikan dan mungkin pembatalan perkawinan sebelumnya.
Gereja akan mengizinkan mereka menikah setelah mereka mendapatkan izin dari pihak berwenang sipil.
Bagaimana hubungan antara janji perkawinan yang diucapkan pasangan dan peran Kristus dalam sakramen tersebut?
Janji perkawinan adalah janji yang dibuat kepada Kristus secara langsung.
Perkawinan merupakan lambang dari kasih Kristus kepada Gereja-Nya.
Kristus hanya menjadi saksi dalam perkawinan, tidak memiliki peran lebih.
Janji perkawinan harus diucapkan dengan suara keras.
Selain dalam konteks perkawinan dan imamat, bagaimana konsep "panggilan hidup" dapat diterapkan untuk memahami tujuan dan peran Anda dalam masyarakat yang lebih luas?
Panggilan hidup hanya berlaku untuk mereka yang menjadi biarawan atau biarawati.
Setiap profesi atau peran yang kita jalani adalah panggilan untuk melayani Tuhan dan sesama.
Panggilan hidup adalah cara untuk mencapai kekuasaan.
Panggilan hidup tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
Setelah mempelajari Bab 1, bagaimana pemahaman tentang komitmen dalam Sakramen Perkawinan dan Sakramen Imamat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari Anda?
Semua komitmen harus dianggap sebagai janji yang tak terceraikan.
Saya akan memahami bahwa komitmen sejati membutuhkan kesetiaan, pelayanan, dan pengorbanan.
Saya akan menghindari membuat komitmen yang sulit.
Saya akan menganggap komitmen penting dalam hubungan spiritual.
Dengan melihat berbagai tantangan yang ada, bagaimana Gereja Katolik dapat terus relevan dalam mewartakan makna Sakramen Perkawinan kepada kaum muda di era modern?
Dengan membuat peraturan baru yang lebih ketat.
Dengan menggunakan media sosial dan pendekatan dialogis untuk menyampaikan pesan Injil.
Dengan mengabaikan perkembangan zaman dan berpegang teguh pada tradisi lama.
Dengan hanya fokus pada ritual dan dogma.
