Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Teks Cerpen

Total questions: 146

Worksheet time: 6hrs 59mins

Name
Class
Date
1.

Dibawah ini yang termasuk ciri-ciri cerpen adalah...

a)

Panjang karangan cerpen tebal-tebal mencapai 100 halaman

b)

habis dibaca sekali duduk

c)

memeiliki banyak alur

d)

perwatakan tokoh dituliskan banayak macam

2.

1. Cerpen adalah salah satu karya sastra yang berbentuk

a)

a. bait

b)

b. baris

c)

c. dialog

d)

d. prosa

3.

2. Salah satu hal yang membedakan cerpen dan puisi adalah

a)

a. adanya alur

b)

b. adanya tema

c)

c. adanya amanat

d)

d. adanya imajinasi

4.

3.Salah satu unsur Instrinsik cerpen adalah

a)

a. klimaks

b)

b. latar/setting

c)

c. sajak

d)

d. tipografi

5.

4. Salah satu unsur Ekstrinsik cerpen adalah

a)

a. latar budaya pengarang

b)

b. penokohan

c)

c. tanggapan pembaca

d)

d. gaya penyampaian cerita

6.

5. Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …

a)

a. tubuhnya digerogoti penyakit

b)

b. buruknya pelayanan rumah sakit

c)

c. susahnya menjadi orang miskin

d)

d. banyak bangsal yang kosong

7.

6. Penggalan cerpen berikut untuk tiga butir soal di bawah ini!

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.

“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah

a)

a. orang pertama pelaku utama

b)

b. orang ketiga pelaku sampingan

c)

c. orang ketiga pelaku utama

d)

d. orang pertama dan ketiga

8.

7. (1) Kompilkasi (2) Orientasi (3) Abstrak (4)Evaluasi (5)Koda (6)Resolusi

Urut-urutan struktur teks cerpen yang benar adalah

a)

a. 1,2,3,4,5,6

b)

b. 2,6,5,4,3,1

c)

c. 3,2,1,4,6,5

d)

d. 4,5,6,3,2,1

9.

8. Struktur yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen terdapat dalam

a)

a. abstrak

b)

b. orientasi

c)

c. komplikasi

d)

d. deskripsi umum

10.

9. Pada teks cerpen, pembaca dapat mengetahu karakter atau watak pelaku cerita dalam

a)

a. komplikasi

b)

b. abstrak

c)

c. orientasi

d)

d. evaluasi

11.

10. Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...

a)

a. Pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca

b)

b. Berbagai kerumitan bermunculan

c)

c. Konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi

d)

d. Konflik mencapai sebuah selesaian atau leraian

12.

11. Dalam teks cerpen, struktur yang bersifat opsional adalah ...

a)

a. Abstrak dan evaluasi

b)

b. Abstrak dan orientasi

c)

c. Koda dan resolusi

d)

d. Koda dan abstrak

13.

12. Struktur teks cerpen adalah

a)

a. Orientasi - insiden - interpretasi

b)

b. Orientasi - komplikasi - resolusi - koda

c)

c. Abstrak - orientasi - komplikasi - evaluasi - resolusi - koda

d)

d. Abstrak - orientasi - komplikasi - resolusi - interpretasi

14.

13. Ringkasan atau inti cerita pada cerpen terletak pada ...

a)

a. abstrak

b)

b. orientasi

c)

c. deskripsi umum

d)

d. evaluasi

15.

14. Sarana pengekspresian watak, baik secara fisik maupun psikis dalam teks cerpen terdapat dalam ....

a)

a. orientasi

b)

b. latar

c)

c. abstrak

d)

d. komplikasi

16.

15. Nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks cerpen terdapat dalam struktur ...

a)

a. abstrak

b)

b. evaluasi

c)

c. resolusi

d)

d. koda

17.

16. Perpaduan antara unsur-unsur yang membangun cerita sehingga merupakan kerangka utama cerita disebut dengan ...

a)

a. alur

b)

b. latar

c)

c. tokoh

d)

d. sudut pandang

18.

17. Alur yang urutan peristiwa ceritanya tidak kronologis atau tidak berurutan disebut dengan ...

a)

a. Alur progresif

b)

b. Alur regresif

c)

c. Alur campuran

d)

d. Alur gabungan

19.

18. Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Setiap sore menjelang, bapak selalu duduk di bangku tua kesayangannya. Bangku yang terbuat dari bamboo itu telah menemani bapak melewati senja yang begitu indah. Duduk dengan tenang sembari melempar pandang ke luar jendela untuk menyaksikan betapa indah panorama yang senja sajikan. [ … .] Rasa lelah setelah seharian memeras keringat tampak memudar ketika ia duduk di bangku tua kesayangannya itu.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan teks novel tersebut adalah …..

a)

A. Bapak memotret senja itu

b)

B. Bapak tertidur Karen alelah

c)

C. Bapak selalu menikmatinya.

d)

D. Bapak dan ibu duduk berdua

20.

19. Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!

Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.

Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

a. sore hari, terminal

b)

b. siang hari, perjalanan

c)

c. siang hari, terminal

d)

d. pagi hari, rumah

21.

20. Bacalah cerita berikut dengan seksama!

Kita lihat, dari pintu masuk sebuah ruangan di hotel berbintang empat itu, dia membelok ke arah kiri, dia memilih kursi paling samping dari deretan kursi paling belakang. Begitu dia duduk, sejumlah lelaki dekat kursi itu serempak kaasak-kusuk dalam gelap.

Latar tempat penggalan cerpen tersebut adalah...

a)

a. pintu masuk

b)

b. hotel bintang empat

c)

c. arah kiri

d)

d. kursi samping

22.

1. Bacalah kutipan teks cerpen berikut!

Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.

Tema dalam cerpen tersebut adalah ….

a)

A. kehidupan seorang guru BK di sekolah

b)

B. kesedihan seorang guru BK melihat kondisi siswanya

c)

C. keinginan seorang guru BK untuk melaksanakan tuganya dengan baik

d)

D. seorang guru BK yang ingin membantu mengatasi masalah siswanya

e)

E. memerlukan penanganan khusus

23.

Bacalah kutipan teks cerpen berikut!

Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.

2. Berdasarkan kutipan tersebut, tema pada cerpen termasuk masalah ….

a)

A. kemanusiaan

b)

B. masalah pendidikan

c)

C. kehidupan sosial

d)

D. permasalahan ekonomi

e)

E. kemiskinan

24.

3. salah satu ciri alur cerpen yang baik adalah ….

a)

A. memuat banyak konflik

b)

B. berkembang sesuai dengan cerita

c)

C. alur mengalir secara dramatik memuat masalah yang dibahas dari awal hingga akhir cerita secara konsisten

d)

D. harus memuat masalah kemanusiaan

e)

E. memuat kehidupan masa lampau

25.

4. Pada tahapan yang penulis mulai memperkenalkan masalah yang akan dihadapi oleh tokoh utamanya disebut alur dalam tahapan ….

a)

A. perkenalan

b)

B. pemunculan masalah

c)

C. menuju konflik

d)

D. ketegangan

e)

E. penyelesaian

26.

Bacalah kutipan teks berikut!

Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.

5. Sifat tokoh Larasati berdasarkan kutipan di atas adalah …

a)

A. sabar dan penyayang

b)

B. angkuh dan disiplin

c)

C. tegas dan pemberani

d)

D. penuh perhatiaan dan tegas

e)

E. angkuh dan pemberan

27.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)

6. Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah ….

a)

A. orang pertama sebagai tokoh utama

b)

B. orang pertama sebagai tokoh sampingan

c)

C. orang pertama dan ketiga

d)

D. orang ketiga serba tahu

e)

E. orang ketiga terbatas

28.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"

7. Nilai budaya yang terdapat dalam penggalan cerpen di atas adalah ….

a)

A. mencintai lagu pop

b)

B. naik kendaraan sambil mendengarkan musik

c)

C. mendengarkan musik bersama-sama

d)

D. mencintai lagu daerah

e)

E. mencintai lagu-lagu

29.

Cermati kutipan teks cerpen Berikut!

Tetapi, dari Lebaran ke Lebaran semakin banyak saja orang-orang yang datang ke tukang jahit itu. Cerita tentang jarum dan benang ajaib itu mungkin membuat banyak orang penasaran. Tapi barang kali pula karena dari Lebaran ke Lebaran memang semakin banyak orang yang kian tenggelam dalam kekecewaan. Mereka ingin menjahitkan kekecewaan mereka kepada tukang jahit itu. Mereka antre agar bisa menikmati kebahagiaan Lebaran. Dikutip dari: Agus Noor, “Tukang Jahit”dalam Cinta di Atas Perahu Cadik Cerpen Kompas Pilihan 2007

8. Kutipan teks tersebut merupakan struktur teks bagian ….

a)

A. abstrak

b)

B. orientasi

c)

C. komplikasi

d)

D. konflik

e)

E. resolusi

30.

Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!

(1) Godril terbangun dari tidurnya pada tengah malam (2) Wajahnya pucat dan berkeringat. (3) Tubuhnya pun basah karena keringat yang bercucuran. (4) Dia berusaha memejamkan matanya, tetapi tetap gagal. (5) Tatapannya terbentur pada langit-langit kamar hotel dan terbangun oleh mimpi-mimpi yang menakutkan.

Dikutip dari: Hamdani M.W., “Peti Mati”dalam Romansa, Yogyakarta, Labuh, 2005.

9. Kalimat tunggal ditunjukkan oleh kalimat nomor….

a)

A. (5)

b)

B. (4)

c)

C. (3)

d)

D. (2)

e)

E. (1)

31.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Ibu, barangkali Atik tidak akan terus berkerja di Kementerian Luar Negeri. Dalam gelap suara berisik itu terasa seperti angin malam, aku ingin meneruskan pekerjaan ayah di Dinas Kehutanan.

10. Penggalan cerpen tersebut didominasi unsur intrinsik adalah …

a)

A. setting

b)

B. watak

c)

C. alur

d)

D. tema

e)

E. amanat

32.

11. Salah satu unsur Ekstrinsik cerpen adalah......

a)

A. Gaya penyampaian cerita

b)

B. Penokohan

c)

C. Latar Budaya Pengarang

d)

D. Tanggapan pembaca

e)

E. Tampilan ilustrasi cerpen

33.

12. Perhatikan struktur cerpen berikut!

1. Klimaks

2. Pengungkapan peristiwa

3. Penyelesaian

4. Menuju konflik

5. Orientasi

Susunlah struktur cerpen dengan benar

a)

A. 5 - 4 - 3 - 2 -1

b)

B. 5 - 4 - 2 - 1 - 3

c)

C. 5 - 2 - 4 - 1 - 3

d)

D. 1 - 5 - 4 - 2 - 3

e)

E. 1 - 5 - 2 - 4 – 3

34.

13. Malin Kundang sejak kecil telah ditinggalkan ayahnya. Dengan kasih sayang, ia diasuh oleh ibunya. Setelah besar, atas izin dan doa restu ibunya, ia pergi merantau.

Sudut pandang pengarang pada cuplikan cerita tersebut adalah...

a)

A. Orang ketiga di dalam cerita

b)

B. Orang ketiga di luar cerita

c)

C. Orang pertama pelaku utama

d)

D. Orang pertama pelaku sampingan

e)

E. Orang ketiga pelaku utama

35.

14. Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Kali ini, untuk menggarap batik pesanan lelaki itu, ia memilih saat malam buta di sebuah kamar berhias sarang laba-laba. Kamar penyimpan langut dan kemelut. Sebelumnya, hampir lima tahun pintu kamar itu dibiarkan terkatup serupa kabisuan mulut disumpal ujung selimut.

Makna kata langut dan kemelut dalam kutipan cerpen tersebut menyimbolkan ….

a)

A. Kesedihan dan penyesalan

b)

B. Kehilangan dan kesedihan

c)

C. Kehampaan dan kesendirian

d)

D. Kesedihan dan penderitaan

e)

E. Kehampaan dan kesepian

36.

15. Bacalah kutipan cerpen berikut!

Pagi ini cuaca begitu cerah sehingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk

tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari

tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.

Tokoh “aku” dalam kutipan tersebut merupakan sudut pandang ….

a)

A. orang pertama pelaku utama

b)

B. orang pertama pelaku sampingan

c)

C. orang ketiga serbatahu

d)

D. orang ketiga pengamat

e)

E. Orang ketiga pelaku sampingan

37.

16. Bacalah dengan cermat kutipan teks cerpen berikut!

1.Orang itu tidak lain adalah Palar, laki-laki ahli waris tunggal kekayaan ibu-bapaknya.

2.Banun tidak lupa pada orang yang pertama kali menjulukinya Banun Kikir.

3.Untuk sekebat sayur pun istri Palar harus berbelanja ke pasar.

4.Namun, karena tak terbiasa berkubang lumpur sawah, Palar tak sanggup menjalankan lelaku orang tani.

5.Pekarangan rumahnya gersang. (Damhuri Muhammad, Banun)

Urutan yang tepat kalimat-kalimat teks cerita pendek di atas adalah ...

a)

A.(2), (1), (4), (3), (5)

b)

B.(3), (4), (1), (2), (5)

c)

C.(3), (5), (1), (4), (2)

d)

D.(4), (1), (3), (5), (2)

e)

E.(4), (2), (3), (5), (1)

38.

17. Struktur cerpen yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen adalah ….

a)

A. abstrak

b)

B. orientasi

c)

C. komplikasi

d)

D. evaluasi

e)

E. resolusi

39.

18. Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!

Dengan tergesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang yaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang Asauntuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.

Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

A. Sore hari, terminal

b)

B. Siang hari, perjalanan

c)

C. Siang hari, terminal

d)

D. Pagi hari, rumah

e)

E. pagi hari, perjalanan

40.

19. Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!

Meski termasuk anak yang pandai dan masuk kelas akselerasi, Romero tetap memilik banyak teman dan sahabat. Baginya teman adalah lingkungan yang dapat memberikan banyak inspirasi dan pengalaman yang tidak diperoleh di bangku sekolah.

Di rumah ia juga bersikap baik pada tetangga. Ia ingat ketika orang tuannya berpesan, “Carilah teman dan sahabat sebanyak-banyaknya karena kita tidak bisa hidup sendiri. Suatu saat pasti kita membutuhkan orang lain.”

Unsur ekstrinsik penggalan cerpen tersebut adalah ….

a)

A. Budaya

b)

B. Ekonomi

c)

C. Pendidikan

d)

D. Sosial

e)

E. Estetik

41.

20. Struktur yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen terdapat dalam …

a)

A. Abstrak

b)

B. Orientasi

c)

C. Komplikasi

d)

D. Deskripsi umum

e)

E. evaluasi

42.

21. Sarana pengekspresian watak, baik secara fisik maupun psikis dalam teks cerpen terdapat dalam ….

a)

A. Orientasi

b)

B. Latar

c)

C. Abstrak

d)

D. Komplikasi

e)

E. Evaluasi

43.

22. Nilai yang terkandung dalam cerpen yang berisi persoalan susila istiadat, kebiasaan, dan bahasa dalam kehidupan sosial disebut nilai ….

a)

A. sosial

b)

B. budaya

c)

C. agama

d)

D. pendidikan

e)

E. moral

44.

23. Bacalah kutipan teks cerpen berikut!

Astaga, siapa orang-orang ini? Tampang mereka menyerupai orang-orang criminal. Namun, hak mereka sama dengan semua penumpang yang masuk taksiku. Aku tak perlu tahu urusan mereka. Barangkali juga tidak berhak tahu. Meskipun banyak juga yang saya tahu sebagai supir taksi.

Nilai moral yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut ialah ….

a)

A. kehati-hatian seseorang terhadap keadaan sekelilingnya.

b)

B. ketakutan yang timbul akhir pengalaman masa lalu.

c)

C. jangan berprasangka jelek hanya alasannya ialah melihat penampilannya

d)

D. ketidakpercayaan terhadap orang-orang di sekitarya

e)

E. ketakutan melihat orang jahat

45.

24. Bacalah teks cerpen berikut!

(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas alasannya ialah layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar bunyi azan, belum dewasa mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah dogma belum dewasa desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.

Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….

a)

A. (1)

b)

B. (2)

c)

C. (3)

d)

D. (4)

e)

E. (5)

46.

25. Berdasarkan data sejarah, R.A. Kartini ikut dengan suaminya ke Rembang setelah menikah. ………………, api cita-citanya tidak padam. Beruntung Kartini memiliki suami yang mendukung cita-citanya. Berkat kegigihan serta dukungan sang suami, Kartini mendirikan Sekolah Wanita di berbagai daerah. Seperti Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon, dan sebagainya. Sekolah Wanita itu dikenal dengan nama Sekolah Kartini. http://www.dbiografi.com/2013/12/biografi-ra-kartini-pelopor-emansipasi-wanita-indonesia.

Konjungsi yang tepat untuk bagian yang rumpang di atas adalah …

a)

A. Walaupun begitu

b)

B. Selanjutnya

c)

C. Selain itu

d)

D. Meskipun itu

e)

E. Oleh karena itu

47.
  1. Struktur teks cerpen adalah

a)

a. Orientasi - Insiden - Interpretasi

b)

b. Orientasi - Komplikasi - Resolusi

c)

c. Orientasi - Komplikasi - Klimaks - Resolusi

d)

d. Orientasi - Komplikasi - Resolusi - interpretasi

48.

Nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks cerpen terdapat dalam struktur ...

a)

a. Abstrak

b)

b. Evaluasi

c)

c. Resolusi/Koda

d)

d. Klimaks

49.

Perpaduan antara unsur-unsur yang membangun cerita sehingga merupakan kerangka utama cerita disebut dengan ...

a)

a. alur

b)

b. latar

c)

c. tokoh

d)

d. sudut pandang

50.

Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!

Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.

Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

a. sore hari, terminal

b)

b. siang hari, perjalanan

c)

c. siang hari, terminal

d)

d. pagi hari, rumah

51.

Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...

a)

a. Pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca

b)

b. Berbagai kerumitan bermunculan

c)

c. Konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi

d)

d. Konflik mencapai sebuah selesaian atau leraian

52.

(1) Kompilkasi (2) Orientasi (3) Klimaks (4)Resolusi

Urut-urutan struktur teks cerpen yang benar adalah

a)

a. 1,2,3,4,

b)

b. 2,4,3,1

c)

c. 2,1,3,4,

d)

d. 4,5,6,3,2,1

53.

Penggalan cerpen berikut untuk tiga butir soal di bawah ini!

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.

“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah

a)

a. Orang pertama pelaku utama

b)

b. Orang ketiga pelaku sampingan

c)

c. Orang ketiga pelaku utama

d)

d. Orang pertama dan ketiga

54.

Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …

a)

a. tubuhnya digerogoti penyakit

b)

b. buruknya pelayanan rumah sakit

c)

c. susahnya menjadi orang miskin

d)

d. banyak bangsal yang kosong

55.

Salah satu unsur Instrinsik cerpen adalah

a)

a. klimaks

b)

b. latar/setting

c)

c. sajak

d)

d. tipografi

56.

Cerpen adalah salah satu karya sastra yang berbentuk

a)

a. bait

b)

b. baris

c)

c. dialog

d)

d. prosa

57.

Bacalah penggalan cerpen berikut!

Pagi ini Ibu menyuruhku berbelanja sedikit lebih banyak. Ada warga asing yang datang. Home stay. Orang Jepang. Sebetulnya dari mana pun itu aku tak peduli. Ada atau tidaknya orang baru di sekitarku, aku tak pernah menghiraukan. Toh mereka pun tak akan merasakan keberadaanku. Hari-hariku selain membantu Ibu kuhabiskan di dalam kamar. Menatap lambaian pepohonan kelapa dari balik jendela.

Latar suasana penggalan cerpen tersebut adalah ....

a)

Terharu

b)

Sedih

c)

Sunyi

d)

Senang

58.

(1)Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. (2)Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. (3)Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. (4)Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. (5)Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. (6)”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. (7)Ia beranjak menuju meja belajarnya. (8)Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. (9)Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. (10)Tangannya mulai mencorat-coret. (11)Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”

Bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam hari terdapat pada kalimat nomor ....

a)

(5)

b)

(7)

c)

(6)

d)

(8)

59.

Upik masih saja cemberut dari kemarin karena tidak tidak dibelikan kue stroberi  di toko dekat rumahnya. Walau ibunya sudah menasihati, Upik tetap saja merengek-rengek kepada ibunya. Ibunya tahu bahwa Upik tidak suka makanan yang manis masam seperti kue stroberi yang dimintanya.

Penggalan cerpen tersebut berisi tentang ….

a)

Setting (Latar)

b)

Alur

c)

Penokohan

d)

Tema

60.

Kegagalanku berakhir ketika aku diterima di jurusan sastra Jepang. Aku menekuni pendidikan tinggi di universitas dengan sepenuh hati. Adanya kendala finansial memotivasiku untuk mencari pekerjaan sambilan di samping kuliah.Sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak padaku. Pada suatu hari, saudaraku, Mbak April, datang kepadaku. Dia berkata padaku, “Runa, aku mau membuat toko pakaian. Kebetulan di samping kantor lamaku ada kios kosong. Bagaimana kalau kita patungan dan menjual pakaian di sana?”Ia datang dan mengajakku berpatungan untuk membuka sebuah usaha. Kemudian, kami mulai menjalani bisnis pakaian. Ternyata, usaha kami mendapatkan hasil yang gemilang.

Dalam kutipan cerpen tersebut, terdapat kata bergaris miring sepenuh hati. Kata tersebut memiliki makna …

a)

Sabar

b)

Percaya diri

c)

Bersungguh - sungguh

d)

Ikhlas

61.

Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.

Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

sore hari, terminal

b)

siang hari, terminal

c)

siang hari, perjalanan

d)

pagi hari, rumah

62.

Ciri khas pengarang dalam menyampaikan tulisannya kepada publik, baik itu dari segi pengunaan majasnya maupun diksi atau pemilihan kata yang tepat di dalam cerpen.

Pernyataan diatas, termasuk kedalam struktur instrinsik ....

a)

Alur

b)

Amanat

c)

Sudut pandang

d)

Gaya bahasa

63.

Berikut ini merupakan jenis tokoh dalam cerpen, kecuali ....

a)

Antagonis

b)

Tritagonis

c)

Protagonis

d)

Fiktif

64.

Nilai yang berhubungan dengan adat istiadat, kebudayaan, serta kebiasaan suatu masyarakat disebut, nilai . . .

a)

Nilai Moral

b)

Nilai Pendidikan

c)

Nilai Budaya

d)

Nilai Estetika

65.

Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, “Saya tukang batu.”

Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ….

a)

Pendiam

b)

Pemalu

c)

Pembohong

d)

Penakut

66.

Salah satu unsur Ekstrinsik cerpen adalah......

a)

Gaya penyampaian cerita

b)

Penokohan

c)

Latar Budaya Pengarang

d)

Tanggapan pembaca

67.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.

Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….

a)

a. (1)

b)

b. (2)

c)

c. (3)

d)

d. (4)

68.

Unsur pembangun cerpen dari dalam, antara lain sebagai berikut, kecuali ....

a)

a. Tema

b)

b. Tokoh

c)

c. Nilai-nilai yang terkandung

d)

d. Amanat

69.

Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, “Saya tukang batu.”

Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ….

a)

a. Pendiam

b)

b. Pemalu

c)

c. Pembohong

d)

d. Penakut

70.

Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang. Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”

Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

a. Setiap orang pasti memilki rencana.

b)

b. Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.

c)

c. Hidup itu ada kalanya tidak menentu.

d)

d. Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.

71.

Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.

(M. Zuhri, "Kandang Merpati")


Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....

a)

tokoh

b)

latar waktu

c)

latar tempat

d)

penokohan

72.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.


Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

(1)

b)

(3)

c)

(4)

d)

(5)

73.

“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”


Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….

a)

sombong

b)

rendah hati

c)

penakut

d)

jujur

74.

Pada pelajaran Bu Ratna, aku tidak dapat konsentrasi sama sekali. Oh Tuhan, aku menyesal. Mengapa aku lakukan perbuatan itu. Itu pun juga salahku karena tidak belajar sebelumnya. Aku terpaksa menyontek. Aku tidak ingin mendapatkan nilai di bawah 5.

  Latar pada kutipan cerita pendek tersebut adalah …..

a)

di rumah 

b)

di kelas

c)

di halaman

d)

di rumah sakit

75.

Harry Potter tinggal bersama Mr. & Mrs. Dursley dan sepupunya Dudley Dursley di Privet Drive. Hidupnya selama hampir 11 tahun dijalani dengan sangat mengenaskan. Dimana paman, bibi, dan sepupunya sama sekali tidak menyukai keberadaannya di keluarga mereka. Namun, sebuah surat atau tepatnya ratusan surat yang dikirimkan kepadanya tepat menjelang ultahnya yang kesebelas, telah membuat hidupnya berubah.”


Kalimat yang menunjukkan latar tempat pada cerita di atas adalah...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

76.

Alur yang rangkaian peristiwanya urut dari awal sampai akhir disebut dengan alur....

a)

mundur

b)

maju

c)

campuran

d)

sorot balik

77.

Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…

a)

Mentari meredup

b)

Ketika kerumunan tidak bersama

c)

Mentari di sebelah barat

d)

Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu

78.

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).

Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor .…

a)

(1) dan (2)

b)

(2) dan (3)

c)

(3) dan (4)

d)

(4) dan (5)

79.

Bacalah penggalan cerpen berikut ini!

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.


Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah …

a)

percaya diri

b)

mudah menyesuaikan diri

c)

sombong

d)

rajin berusaha

80.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!


“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.

“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang miskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.

Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.

“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.

“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.


Latar suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

Mengenaskan

b)

Mengharukan

c)

Menakutkan

d)

Menegangkan

81.

"Jadi, apa yang membawamu kemari?”

“Kenangan.”

“Palsu! Kalau ini hanya soal kenangan, tidak perlu menunggu 10 tahun setelah keluargamu kembali dan menetap sekitar 30 kilometer saja dari sini.”

Saya tersenyum. Hanya sebentar kecanggungan di antara kami sebelum kata-kata obrolan seperti peluru-peluru yang berebutan keluar dari magasin.

Bertemu dengannya, mau tidak mau mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jauh lebih tulus dan setia daripada saya.

Kami tertawa. Tertawa dan tertawa seakan-akan seluruh rentetan kejadian yang akhirnya menjadi pengingat abadi persahabatan kami itu bukanlah sebuah kejadian meloloskan diri dari maut karena waktu telah menghapus semua kengeriannya.


Alur dalam kutipan cerpen tersebut adalah...

a)

A. Alur maju

b)

B. Alur mundur

c)

C. Alur campuran

d)

D. Tidak menggunakan alur

82.

“Aku maju sedikit, membunyikan lonceng sepeda, bertepuk tangan, berdeham-deham, membuat bunyi-bunyian agar ia merayap pergi.


“Tapi lebih dari setengah perjalanan sudah, aku tak’kan kembali pulang gara-gara buaya bodoh ini.

(Dikutip dari novel "Laskar Pelangi")


Watak tokoh Lintang dalam kutipan novel tersebut adalah....

a)

A. penakut

b)

B. pemberani

c)

C. ragu-ragu

d)

D. tidak percaya diri

83.

Di kelas, tadi, Beningya sudah sibuk membayang-bayangkan gambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu Guru menegurnya karena terus-terusan melamun.

(Dikutip dari cerpen "Kartu Pos dari Surga)


Watak tokoh Beningya dalam kutipan cerpen tersebut adalah....

a)

A. suka menghayal

b)

B. cerdas

c)

C. pemberani

d)

D. peduli

84.

Gerimis halus masih turun dari langit. Masdudin berbalik dan mengikuti langkah istrinya ke ruang tamu.

“Mengapa Abang tiba-tiba kepingin makan kue gemblong Mak Sainah?” Asyura bertanya ketika Masdudin tengah mengatur nafas.

Masdudin berpikir untuk mencari jawaban yang pas. Dia sendiri tidak tahu mengapa pagi itu, ia ingat Mak Sainah yang biasanya menjajakan kue gemblong ke rumahnya. Tidak setiap hari juga. Dalam sepekan, dua sampai tiga kali Mak Sainah datang ke rumahnya.


Latar waktu kutipan cerpen tersebut yaitu....

a)

A. pagi hari

b)

B. siang hari

c)

C. sore hari

d)

D. malam hari

85.

(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”


Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....

a)

A. (1) dan (2)

b)

B. (1) dan (4)

c)

C. (2) dan (5)

d)

D. (3) dan (4)

86.

Kutipan cerpen berikut untuk nomor 9-13

Mereka berdua menyatakan tak bersalah. Tak ada seorangpun di atas dunia ini yang mau disalahkan. Semua orang pasti mengaku baik. Mungkin semua orang memang baik. Tapi mereka telah melanggar hukum dan mereka dijebloskan ke dalam bui.

Aku tetap memeluk lutut di pojok. Malam merayap seperti kecoa-kecoa yang sia-sia mencari makanan. Tapi aku kehilangan waktu. Aku tak tahu jam berapa lampu tiba-tiba dimatikan. Kegelapan mengerikan menyelimuti diriku. Kesenyapan meraung-meraung dari keempat sudut sel.


Latar tempat kutipan cerpen tersebut....

a)

A. kantor polisi

b)

B. penjara

c)

C. gudang

d)

D. pasar

87.

Aji : "Maafkan salahku, Mir!"

Amir : "Tidak!"

Aji : "AKu memang salah telah mengambil dia darimu."

Amir : "Aku tidak akan pernah memaafkanmu sampai kapanpun."


Watak tokoh Amir yang tidak tepat adalah ....

a)

egois

b)

keras kepala

c)

pemaaf

d)

Pemarah

88.

Di sebuah desa tak jauh dari Gunung Bromo, hiduplah seorang gadis jelita. Roro Anteng namanya. Konon, ketika dilahirkan, gadis tersebut tidak menangis seperti bayi pada umumnya.


Latar cerita rakyat di atas adalah ….

a)

Danau

b)

Gunung

c)

Laut

d)

Sungai

89.

Amanat yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

Jangan merendahkan orang lain!

b)

Bersabarlah jika kita dihina!

c)

Janganlah memilikim kekasih orang kaya!

d)

Lupakan orang yang bukan jodoh kita!

90.

Setiap pukul dua pagi, berbekal sebatang bambu, kami sempoyangan memikul berbagai jenis makhluk laut yang harus sudah tersaji di meja pualam stanplat pada pukul lima, sehingga pukul enam sudah bisa di serbu ibu-ibu. Artinya, setelah kami laluasa untuk sekolah. (Sang Pemimpi Andrea Hirata)


Amanat yang terdapat pada cuplikan novel di atas adalah ....

a)

Bekarjalah terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah.

b)

Setiap ibu rumah tangga harus memasak demi keluarganya.

c)

Perbanyaklah makan ikan agar menjdi anak yang pandai di sekolah.

d)

Bekarja harus tepat waktu agar mudah untuk mendapat rezeki.

91.

“ Ya Allah, Gusti Allah, Bude,” Surastri terisak. “Kami semua mengira Bude sudah meniggal, ternyata Bude Humaini masih hidup. Alhamdulillah.”

Para mahasiswi yang kos di rumah sewa itu akhirnya tahu. Ternyata selama ini Astuti menyimpan bebannya sampai rapat. Tempat mengadunya hanya satu, yaitu Tuhan di atas sana. Mengaji membaca Al quran setiap malam yang dilakukan sampai menangis adalah cara yang dipilihnya dalam memohon Tuhan untuk mengembalikan ibunya. Segenap penghuni kos itu terhenyak, ketika mereka membayangkan, bagaimana kira-kira yang mereka rasakan jika merekalah yang mengalami peristiwa itu.


Watak Astuti dalam kutipan tersebut adalah …….

a)

Pendiam

b)

Sabar

c)

Lemah hati

d)

Teguh Hati

92.

Tetapi rasa gundah gulanaku kali ini bukan lagi karena mengenang Bang Rizani.Aku telah melepas kepergiannya dengan segala kesucian hati dan kejernihan asa. Aku tidak mungkin membohongi naluri keperempuananku. Sepuluh tahun menyendiri bukan waktu yang sekejap. Aku merasa bagaikan sepotong pualam yang tidak boleh tergores sedikitpun agar selalu berharga di mata banyak orang


Nilai moral yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dalam kutipan tersebut adalah ………

a)

Seorang istrinya selalu mengenang suaminya yang telah meninggal.

b)

Seorang istri yang setia sampai mati terhadap suaminya.

c)

Seorang wanita ibarat sepotong pualam yang sewaktu-waktu dapat pecah.

d)

Seorang wanita yang telah ditinggal mati suaminya dapat menjaga diri.

93.

“Kemungkinan rambut Anda rontok setelah dikemoterapi,” kata dokter dengan lembut. “Saya siap, Dok. Demi kesehatan saya, Dok,” jawaban Fati.

“Oh iya, ketika obat kemoterapi disuntikkan, pada umumnya pasien merasa sakit,” lanjut dokter.

“Saya paham, Dok. Saya ingin sembuh.”

“Kalau begitu, selamat istirahat.”

Dokter meninggalkan ruang tempat Fati dirawat menuju ruang sebelah untuk memeriksa pasien-pasien lain.


Sikap terpuji dari tokoh Fati adalah ….

a)

Kemauan keras untuk kemoterapi

b)

Semangat untuk sembuh

c)

Kemauan keras untuk disuntik

d)

Semangat untuk berobat ke dokter

94.

Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…

a)

Mentari meredup

b)

Mentari di sebelah barat

c)

Ketika kerumunan tidak bersama

d)

Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu

95.

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.


Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ....

a)

Orang pertama pelaku utama

b)

Orang ketiga pelaku sampingan

c)

Orang ketiga pelaku utama

d)

Orang pertama dan ketiga

96.

Berikut merupakan unsur intrinsik novel, kecuali….

a)

Tema

b)

Alur

c)

Setting

d)

Agama

97.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.

Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….

a)

a. (1)

b)

b. (2)

c)

c. (3)

d)

d. (4)

98.

Unsur pembangun cerpen dari dalam, antara lain sebagai berikut, kecuali ....

a)

a. Tema

b)

b. Tokoh

c)

c. Nilai-nilai yang terkandung

d)

d. Amanat

99.

Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, “Saya tukang batu.”

Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ….

a)

a. Pendiam

b)

b. Pemalu

c)

c. Pembohong

d)

d. Penakut

100.

Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang. Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”

Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

a. Setiap orang pasti memilki rencana.

b)

b. Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.

c)

c. Hidup itu ada kalanya tidak menentu.

d)

d. Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.

101.

Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.

(M. Zuhri, "Kandang Merpati")


Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....

a)

tokoh

b)

latar waktu

c)

latar tempat

d)

penokohan

102.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.


Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

(1)

b)

(3)

c)

(4)

d)

(5)

103.

“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”


Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….

a)

sombong

b)

rendah hati

c)

penakut

d)

jujur

104.

Pada pelajaran Bu Ratna, aku tidak dapat konsentrasi sama sekali. Oh Tuhan, aku menyesal. Mengapa aku lakukan perbuatan itu. Itu pun juga salahku karena tidak belajar sebelumnya. Aku terpaksa menyontek. Aku tidak ingin mendapatkan nilai di bawah 5.

  Latar pada kutipan cerita pendek tersebut adalah …..

a)

di rumah 

b)

di kelas

c)

di halaman

d)

di rumah sakit

105.

Harry Potter tinggal bersama Mr. & Mrs. Dursley dan sepupunya Dudley Dursley di Privet Drive. Hidupnya selama hampir 11 tahun dijalani dengan sangat mengenaskan. Dimana paman, bibi, dan sepupunya sama sekali tidak menyukai keberadaannya di keluarga mereka. Namun, sebuah surat atau tepatnya ratusan surat yang dikirimkan kepadanya tepat menjelang ultahnya yang kesebelas, telah membuat hidupnya berubah.”


Kalimat yang menunjukkan latar tempat pada cerita di atas adalah...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

106.

Alur yang rangkaian peristiwanya urut dari awal sampai akhir disebut dengan alur....

a)

mundur

b)

maju

c)

campuran

d)

sorot balik

107.

Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…

a)

Mentari meredup

b)

Ketika kerumunan tidak bersama

c)

Mentari di sebelah barat

d)

Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu

108.

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).

Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor .…

a)

(1) dan (2)

b)

(2) dan (3)

c)

(3) dan (4)

d)

(4) dan (5)

109.

Bacalah penggalan cerpen berikut ini!

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.


Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah …

a)

percaya diri

b)

mudah menyesuaikan diri

c)

sombong

d)

rajin berusaha

110.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!


“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.

“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang miskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.

Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.

“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.

“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.


Latar suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

Mengenaskan

b)

Mengharukan

c)

Menakutkan

d)

Menegangkan

111.

"Jadi, apa yang membawamu kemari?”

“Kenangan.”

“Palsu! Kalau ini hanya soal kenangan, tidak perlu menunggu 10 tahun setelah keluargamu kembali dan menetap sekitar 30 kilometer saja dari sini.”

Saya tersenyum. Hanya sebentar kecanggungan di antara kami sebelum kata-kata obrolan seperti peluru-peluru yang berebutan keluar dari magasin.

Bertemu dengannya, mau tidak mau mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jauh lebih tulus dan setia daripada saya.

Kami tertawa. Tertawa dan tertawa seakan-akan seluruh rentetan kejadian yang akhirnya menjadi pengingat abadi persahabatan kami itu bukanlah sebuah kejadian meloloskan diri dari maut karena waktu telah menghapus semua kengeriannya.


Alur dalam kutipan cerpen tersebut adalah...

a)

A. Alur maju

b)

B. Alur mundur

c)

C. Alur campuran

d)

D. Tidak menggunakan alur

112.

“Aku maju sedikit, membunyikan lonceng sepeda, bertepuk tangan, berdeham-deham, membuat bunyi-bunyian agar ia merayap pergi.


“Tapi lebih dari setengah perjalanan sudah, aku tak’kan kembali pulang gara-gara buaya bodoh ini.

(Dikutip dari novel "Laskar Pelangi")


Watak tokoh Lintang dalam kutipan novel tersebut adalah....

a)

A. penakut

b)

B. pemberani

c)

C. ragu-ragu

d)

D. tidak percaya diri

113.

Di kelas, tadi, Beningya sudah sibuk membayang-bayangkan gambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu Guru menegurnya karena terus-terusan melamun.

(Dikutip dari cerpen "Kartu Pos dari Surga)


Watak tokoh Beningya dalam kutipan cerpen tersebut adalah....

a)

A. suka menghayal

b)

B. cerdas

c)

C. pemberani

d)

D. peduli

114.

Gerimis halus masih turun dari langit. Masdudin berbalik dan mengikuti langkah istrinya ke ruang tamu.

“Mengapa Abang tiba-tiba kepingin makan kue gemblong Mak Sainah?” Asyura bertanya ketika Masdudin tengah mengatur nafas.

Masdudin berpikir untuk mencari jawaban yang pas. Dia sendiri tidak tahu mengapa pagi itu, ia ingat Mak Sainah yang biasanya menjajakan kue gemblong ke rumahnya. Tidak setiap hari juga. Dalam sepekan, dua sampai tiga kali Mak Sainah datang ke rumahnya.


Latar waktu kutipan cerpen tersebut yaitu....

a)

A. pagi hari

b)

B. siang hari

c)

C. sore hari

d)

D. malam hari

115.

(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”


Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....

a)

A. (1) dan (2)

b)

B. (1) dan (4)

c)

C. (2) dan (5)

d)

D. (3) dan (4)

116.

Kutipan cerpen berikut untuk nomor 9-13

Mereka berdua menyatakan tak bersalah. Tak ada seorangpun di atas dunia ini yang mau disalahkan. Semua orang pasti mengaku baik. Mungkin semua orang memang baik. Tapi mereka telah melanggar hukum dan mereka dijebloskan ke dalam bui.

Aku tetap memeluk lutut di pojok. Malam merayap seperti kecoa-kecoa yang sia-sia mencari makanan. Tapi aku kehilangan waktu. Aku tak tahu jam berapa lampu tiba-tiba dimatikan. Kegelapan mengerikan menyelimuti diriku. Kesenyapan meraung-meraung dari keempat sudut sel.


Latar tempat kutipan cerpen tersebut....

a)

A. kantor polisi

b)

B. penjara

c)

C. gudang

d)

D. pasar

117.

     Hampir setiap hari mataku tak jemu-jemunya menjelajahi media demi media. Malah Suatu  ketika temanku bertanya.

“ Sekarang apa kegiatanmu, Deni?”

“Jadi pengamat pers,” lantas kulihat temanku itu keheranan dan takjub.

“Wah, hebat sekali” temanku tampak terkagum-kagum.

“Yah… begitulah, kini aku jadi pengamat pers, spesilisasi lowongan kerja.”

“ha…ha…ha…” seketika itu juga temanku terbahak-bahak dan segera meninju bahuku.

      Begitulah dalam masa transisi selepas dari perguruan tinggi, aku berusaha mengubah keprihatinanku dalam mencari kerja, menjadi lelucon semu. Apalagi, di era yang katanya orang globalisasi dan kompetitif dengan lowongan kerja yang semakin sempit ini, aku dituntut mengubah kerenyit dahi menjadi seberkas senyum, jikalau aku tidak ingin dilanda stres yang ujung-ujungnya stroke.

     Selain di warung-warung Koran, kadang-kadang aku juga pergi ke perpustakaan daerah. Di sana aku mencermati Koran-koran yang di warung Koran tidak ada. Di sana aku biasanya lebih bebas, karena lepas dari kewajiban membeli Koran. Atau kalau tidak, aku juga pergi ke kampus, untuk melihat-lihat, barangkali ada info-info penting di sana. Nah, keberuntungan baru berpihak kepadaku rupanya. Di lorong dekat ruang dosen terpampang pengumuman, sebuah instansi membutuhkan dua orang pengawas proyek.

Sudut pandang yang digunakan  cerpen tersebut adalah …

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang pertama pelaku sampingan

c)

orang ketiga sebagai pengamat

d)

orang ketiga serba tahu

118.

Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.

Latar waktu dan tempat dalam cuplikan cerpen tersebut adalah …

a)

Pagi hari, rumah                  

b)

Siang hari,terminal

c)

Sore hari, terminal

d)

Pagi hari, perjalanan

119.

Arin berasal dari keluarga yang cukup harmonis terdiri atas ayah ibu dan dengan dua anak mereka. Yaitu Arin dan Raty. Karena keterbatasan dana, sejak SMP Arian sudah bersekolah jauh dari orang tuanya. Di tinggal bersama saudara di keluarga ibunya. Sering kali ia merasa ingin bersekolah bersama keluarga, ibu,ayah dan adiknya. Tapi sayangnya, ia sudah telanjur meminta kepada orang tuanya untuk tinggal dan bersekolah dengan bibinya yang tinggal jauh dari tempatnya berada.

Bagian struktur teks tersebut adalah...

a)

Orientasi   

b)

rangkaian peristiwa    

c)

komplikasi

d)

resolusi

120.

Ku tak mungkin jatuh cinta kan? Tidak sekarang, tidak denganmu. Pesonamu menjeratku tapi aku tak kan membiarkan diriku jatuh cinta kepadamu. Tak kan pernah kupercaya segala tuturmu kepadaku, dan ku akan selalu menganggap bohong apa pun yang kau ucapkan kepadaku sejak itu, termasuk yang itu ... yang dua kali kau sampaikan padaku. Sampai kapan pun kau merayuku, aku tak akan pernah lagi percaya padamu. Kebohongan-kebohonganmu telah merusak cintaku.

Watak tokoh kamu pembohong dalam cuplikan cerpen tersebut dapat diketahui melalui ...

a)

Tingkah laku tokoh kamu   

b)

Tingkah laku tokoh aku

c)

Dialog tokoh aku

d)

Dialog tokoh kamu

121.

Namun, ada pejabat lama yang iri terhadapnya. Pejabat Monda ini tidak senang Mogu mendapat perhatian lebih dari raja. Maka ia mencari siasat supaya Mogu tampak bodoh di hadapan raja. “Tuan, Mogu. Hari ini hamba ingin mengajukan pertanyaan. Anda harus dapat menjawabnya sekarang juga di hadapan Baginda,” kata pejabat Monda.

 

Bagian struktur teks cerpen di atas merupakan bagian dari ...

a)

Orientasi 

b)

Komplikasi 

c)

Resolusi

d)

Koda

122.

Ketika masuk tahun ajaran baru, Arin pun bisa kembali  berkumpul bersama orang tuanya. Ia berkumpul bersama ayah, ibu, dan adiknya. Rasa rindu yang sangat mendalam dapat berkumpul bersama keluarga walau makan dengan lauk sambal akan terasa lebih nikmat bila berkumpul bersama.

Kutipan teks tersebut termasuk struktur teks cerpen bagian ... .

a)

Orientasi 

b)

rangkaian peristiwa 

c)

komplikasi

d)

resolusi

123.

Dari pematang yang lebar-lebar saya menyaksikan bagaimana Gunung Beser yang seperti patung raksasa hitam itu lambat laun bercahaya tertimpa sinar matahari. Saya sering beranggapan bahwa cahaya itu bukan dari matahari, tapi keluar dari hati saya sendiri. Setiap melihat dedaunan yang bergoyangan, saya sering melamun melihat Jayasakti sholat di atas daun pisang.

Bentuk pasif dalam penggalan teks cerpen tersebut adalah ...

a)

Menyaksikan 

b)

  Bercahaya  

c)

tertimpa

d)

beranggapan

124.

Dari pematang yang lebar-lebar saya menyaksikan bagaimana Gunung Beser yang seperti patung raksasa hitam itu lambat laun bercahaya tertimpa sinar matahari. Saya sering beranggapan bahwa cahaya itu bukan dari matahari, tapi keluar dari hati saya sendiri. Setiap melihat dedaunan yang bergoyangan, saya sering melamun melihat Jayasakti sholat di atas daun pisang.

a)

daun pisang

b)

sholat

c)

matahari

d)

melamun

125.

“ Ya Allah, Gusti Allah, Bude,” Surastri terisak. “Kami semua mengira Bude sudah meninggal, ternyata Bude Humaini masih hidup. Alhamdulillah.”

Para mahasiswi yang kos di rumah sewa itu akhirnya tahu. Ternyata selama ini Astuti menyimpan bebannya sampai rapat. Tempat mengadunya hanya satu, yaitu Tuhan di atas sana. Mengaji membaca Al quran setiap malam yang dilakukan sampai menangis adalah cara yang dipilihnya dalam memohon Tuhan untuk mengembalikan ibunya. Segenap penghuni kos itu terhenyak, ketika mereka membayangkan, bagaimana kira-kira yang mereka rasakan jika merekalah yang mengalami peristiwa itu.

Watak Astuti dalam kutipan tersebut adalah …….

a)

pendiam

b)

sabar

c)

lemah hati

d)

teguh hati

126.

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.

Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ....

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang pertama pelaku sampingan

c)

orang ketiga sebagai pengamat

d)

orang ketiga serba tahu

127.

“Kemungkinan rambut Anda rontok setelah dikemoterapi,” kata dokter dengan lembut. “Saya siap, Dok. Demi kesehatan saya, Dok,” jawaban Fati.

“Oh iya, ketika obat kemoterapi disuntikkan, pada umumnya pasien merasa sakit,” lanjut dokter.“Saya paham, Dok. Saya ingin sembuh.”“Kalau begitu, selamat istirahat.”Dokter meninggalkan ruang tempat Fati dirawat menuju ruang sebelah untuk memeriksa pasien-pasien lain.

Sikap terpuji dari tokoh Fati adalah ….

a)

Kemauan keras untuk kemoterapi

b)

Semangat untuk sembuh

c)

Kemauan keras untuk disuntik

d)

Semangat untuk berobat ke dokter

128.

Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, “Saya tukang batu.”

Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ….

a)

pendiam

b)

pemalu

c)

pembohong

d)

penakut

129.

Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang. Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”

Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

Setiap orang pasti memilki rencana.

b)

Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.

c)

Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.

d)

Hidup itu ada kalanya tidak menentu.

130.

Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.

(M. Zuhri, "Kandang Merpati")

Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....

a)

tokoh

b)

latar waktu

c)

latar tempat

d)

penokohan

131.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.

Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

1

b)

3

c)

4

d)

5

132.

Pada pelajaran Bu Ratna, aku tidak dapat konsentrasi sama sekali. Oh Tuhan, aku menyesal. Mengapa aku lakukan perbuatan itu. Itu pun juga salahku karena tidak belajar sebelumnya. Aku terpaksa menyontek. Aku tidak ingin mendapatkan nilai di bawah 5.

Latar pada kutipan cerita pendek tersebut adalah …..

a)

di rumah

b)

di halaman

c)

di rumah sakit

d)

di kelas

133.

Harry Potter tinggal bersama Mr. & Mrs. Dursley dan sepupunya Dudley Dursley di Privet Drive. Hidupnya selama hampir 11 tahun dijalani dengan sangat mengenaskan. Dimana paman, bibi, dan sepupunya sama sekali tidak menyukai keberadaannya di keluarga mereka. Namun, sebuah surat atau tepatnya ratusan surat yang dikirimkan kepadanya tepat menjelang ultahnya yang kesebelas, telah membuat hidupnya berubah.”

Kalimat yang menunjukkan latar tempat pada cerita di atas adalah...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

134.

Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.

Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…

a)

ketika kerumunan tak bersama

b)

mentari meredup

c)

pucuk daun di sebelah barat

d)

seperti yang kau utarakan kemarin

135.

Bacalah penggalan cerpen berikut ini!

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.

“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.

Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah …

a)

rajin belajar

b)

mudah menyesuaikan diri

c)

sombong

d)

rajin berusaha

136.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.

“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang miskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya.

Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.

“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.

Latar suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

mengenaskan

b)

menakutkan

c)

membingungkan

d)

mengharukan

137.

"Jadi, apa yang membawamu kemari?”

“Kenangan.”“Palsu! Kalau ini hanya soal kenangan, tidak perlu menunggu 10 tahun setelah keluargamu kembali dan menetap sekitar 30 kilometer saja dari sini.”Saya tersenyum. Hanya sebentar kecanggungan di antara kami sebelum kata-kata obrolan seperti peluru-peluru yang berebutan keluar dari magasin.Bertemu dengannya, mau tidak mau mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jauh lebih tulus dan setia daripada saya.Kami tertawa. Tertawa dan tertawa seakan-akan seluruh rentetan kejadian yang akhirnya menjadi pengingat abadi persahabatan kami itu bukanlah sebuah kejadian meloloskan diri dari maut karena waktu telah menghapus semua kengeriannya.

Alur dalam kutipan cerpen tersebut adalah...

a)

alur maju

b)

alur mundur

c)

alur campuran

d)

tidak menggunakan alur

138.

“Aku maju sedikit, membunyikan lonceng sepeda, bertepuk tangan, berdeham-deham, membuat bunyi-bunyian agar ia merayap pergi.

“Tapi lebih dari setengah perjalanan sudah, aku tak’kan kembali pulang gara-gara buaya bodoh ini.

(Dikutip dari novel "Laskar Pelangi")

Watak tokoh Lintang dalam kutipan novel tersebut adalah....

a)

penakut

b)

pemberani

c)

ragu-ragu

d)

tidak percaya diri

139.

Di kelas, tadi, Beningya sudah sibuk membayang-bayangkan gambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu Guru menegurnya karena terus-terusan melamun.

(Dikutip dari cerpen "Kartu Pos dari Surga)Watak tokoh Beningya dalam kutipan cerpen tersebut adalah....

a)

cerdas

b)

pemberani

c)

peduli

d)

suka menghayal

140.

Gerimis halus masih turun dari langit. Masdudin berbalik dan mengikuti langkah istrinya ke ruang tamu.

“Mengapa Abang tiba-tiba kepingin makan kue gemblong Mak Sainah?” Asyura bertanya ketika Masdudin tengah mengatur nafas.Masdudin berpikir untuk mencari jawaban yang pas. Dia sendiri tidak tahu mengapa pagi itu, ia ingat Mak Sainah yang biasanya menjajakan kue gemblong ke rumahnya. Tidak setiap hari juga. Dalam sepekan, dua sampai tiga kali Mak Sainah datang ke rumahnya.

Latar waktu kutipan cerpen tersebut yaitu....

a)

pagi hari

b)

siang hari

c)

sore hari

d)

malam hari

141.

(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”

Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....

a)

1 dan 2

b)

1 dan 4

c)

2 dan 4

d)

1 dan 3

142.

Mereka berdua menyatakan tak bersalah. Tak ada seorangpun di atas dunia ini yang mau disalahkan. Semua orang pasti mengaku baik. Mungkin semua orang memang baik. Tapi mereka telah melanggar hukum dan mereka dijebloskan ke dalam bui.Aku tetap memeluk lutut di pojok. Malam merayap seperti kecoa-kecoa yang sia-sia mencari makanan. Tapi aku kehilangan waktu. Aku tak tahu jam berapa lampu tiba-tiba dimatikan. Kegelapan mengerikan menyelimuti diriku. Kesenyapan meraung-meraung dari keempat sudut sel.Latar tempat kutipan cerpen tersebut....

a)

kantor polisi

b)

penjara

c)

gudang

d)

pasar

143.

Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskin pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.

Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah...

a)

buruknya pelayanan rumah sakit

b)

banyak bangsal kosong

c)

tubuhnya digerogoti penyakit

d)

fasilitas tidur gratis di lantai

144.

Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.

(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")

Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....     

a)

depan rumah

b)

halte depan sekolah

c)

terminal

d)

halte dekat rumah

145.

1) Komplikasi 

(2) Orientasi (3) Rangkaian peristiwa (4)Resolusi 

Struktur teks cerpen yang benar adalah …

a)

(1) (3) (2) (4)

b)

(2) (3) (1) (4)

c)

(1) (4) (2) (3)

d)

(1) (3) (2) (4)

146.

  Watak atau karakter tokoh yang terdapat dalam sebuah cerita disebut dengan...

a)

tokoh

b)

pemain

c)

penokohan

d)

amanat