Font size
WorksheetsKuis Evaluasi Aktivitas Antioksidan
Total questions: 25
Worksheet time: 8mins
Radikal bebas adalah
Ion bermuatan negatif yang tidak reaktif
Produk samping antioksidan enzimatik
Molekul yang stabil dengan pasangan elektron lengkap
Molekul yang mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan
Kerusakan biomolekul akibat radikal bebas dapat memicu penyakit degeneratif seperti
Kanker, jantung, alzheimer
Influenza, diare, TBC
Malaria, tifus, HIV
Anemia, demam berdarah, rabies
Perhatikan 4 pernyataan berikut:
1. Sumber radikal bebas hanya berasal dari luar tubuh mahluk hidup
2. Paparan UV, polusi udara, asap rokok, dan radiasi ion adalah contoh sumber radikal bebas eksternal
3. Peradangan menjadi proses yang penting untuk mencegah terbentuknya radikal bebas
4. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan DNA dalam sel.
Pilih jawaban yang benar :
1,2, dan 3 benar
1 dan 3 benar
2 dan 4 benar
Semua benar
Contoh senyawa radikal bebas dari kelompok spesies oksigen reaktif (ROS) adalah
Hidrogen peroksida (H₂O₂)
Superoksida (O₂•-)
Ozon (O₃)
Singlet oxygen (¹O₂)
Mekanisme reaksi oksidasi berantai oleh ROS terdiri atas tahapan
Adsorpsi - desorpsi - terminasi
Inisiasi - propagasi - terminasi
Oksidasi - reduksi - netralisasi
Hidrolisis - polimerisasi - terminasi
Tahap terminasi dalam reaksi oksidasi berantai oleh ROS menghasilkan
Radikal baru
Peroksil radikal
Hidroksil radikal
Produk non-radikal
Singlet oxygen termasuk
ROS radikal
ROS non-radikal
RNS radikal
RNS non-radikal
Antioksidan didefinisikan sebagai
Senyawa yang mempercepat oksidasi substrat
Produk samping metabolisme ROS
Molekul yang mendonorkan elektron kepada radikal bebas
Senyawa yang hanya berasal dari tumbuhan
Suatu senyawa dapat disebut antioksidan apabila
Selalu berasal dari vitamin dan mineral
Tidak dipengaruhi oleh jenis radikal bebas yang diuji
Dalam konsentrasi rendah mampu menunda atau menghambat oksidasi suatu substrat
Dalam konsentrasi tinggi mampu membunuh semua radikal bebas
Pernyataan yang benar mengenai aktivitas antioksidan adalah
Semakin besar konsentrasi yang dibutuhkan, semakin kuat aktivitas antioksidannya
Semakin kecil konsentrasi yang dibutuhkan, semakin kuat aktivitas antioksidannya
Aktivitas antioksidan tidak bergantung pada konsentrasi
Aktivitas antioksidan hanya bisa diukur melalui uji in vivo
Contoh antioksidan endogen adalah
Superoxide dismutase, Glutathione peroxidase, Catalase
Vitamin C, Vitamin E, β-karoten
Polifenol, flavonoid, tanin
Selenium, zinc, Fe
Senyawa polifenol termasuk kelompok antioksidan
Endogen enzimatik
Endogen non-enzimatik
Eksogen bioaktif
Eksogen mineral
Contoh mineral antioksidan adalah
Selenium dan zinc
Kalsium dan magnesium
Fosfor dan kalium
Natrium dan klorida
Fungsi Vitamin E sebagai antioksidan adalah
Menguraikan H₂O₂
Melindungi lipid membran dari peroksidasi
Mengikat Fe²⁺
Menghambat katalase
Berdasarkan mekanisme kerjanya, antioksidan dibagi menjadi dua kelas, yaitu
Enzimatik dan non-enzimatik
Endogen dan eksogen
Primer (chain-breaking) dan sekunder (preventif)
Vitamin dan mineral
Mekanisme kerja antioksidan primer utamanya adalah
Menonaktifkan logam transisi penyebab reaksi Fenton
Mendonorkan atom H atau elektron untuk menghentikan propagasi radikal
Mengikat enzim agar tidak membentuk radikal
Menguraikan molekul H₂O₂ menjadi air dan oksigen
Peran utama antioksidan sekunder adalah
Menghentikan propagasi radikal
Menguraikan H₂O₂ jadi H₂O+O₂
Menghambat resonansi DPPH
Mengikat ion logam transisi agar mencegah reaksi Fenton
Mekanisme antioksidan sebagai peroxide decomposer adalah
Menyumbangkan H•
Menguraikan H₂O₂ jadi H₂O+O₂
Khelasi Fe²⁺
Menghambat katalase
[1] SOD mengubah O₂•- jadi H₂O₂, [2] katalase menguraikan H₂O₂, [3] glutathione reductase mereduksi GSSG, [4] semua enzim antioksidan endogen. Pernyataan yang benar
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(1),(2),(3),(4)
(1) dan (4)
HAT-based assay pada pengukuran aktivitas antioksidan bekerja dengan prinsip
Transfer atom hidrogen dari antioksidan ke radikal peroksil
Transfer elektron tunggal dari antioksidan ke radikal kation
Khelasi ion logam Fe³⁺ menjadi Fe²⁺
Oksidasi vitamin C menjadi dehidroaskorbat
Dalam mekanisme HAT, donor atom hidrogen yang umum berasal dari
Radikal peroksil
Gugus fenol (Ar-OH)
Ion logam Fe³⁺
Oksigen unggal (¹O₂)
Pernyataan yang tepat mengenai peran resonansi dalam kestabilan radikal antioksidan adalah
Resonansi hanya terjadi pada senyawa non-aromatik
Resonansi mempercepat pembentukan ROS dalam larutan
Resonansi mendistribusikan muatan tidak berpasangan ke seluruh sistem aromatik
Resonansi menyebabkan radikal menjadi lebih reaktif terhadap oksigen
Pada ET-based assay, antioksidan bekerja dengan cara
Mengikat logam Fe³⁺ agar tidak membentuk radikal hidroksil
Mendonorkan elektron tunggal ke ROS/RNS
Menguraikan H₂O₂ menjadi H₂O dan O₂
Menghambat pembentukan singlet oxygen
Salah satu contoh metode yang termasuk ET-based assay adalah
Oxygen Radical Absorbance Capacity (ORAC)
DPPH-Assay
Lipid Peroxidation Inhibition Test
Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP)
Reaksi Fenton yang dapat menghasilkan radikal hidroksil melibatkan interaksi antara…
Fe²⁺ + H₂O₂ → Fe³⁺ + •OH + OH⁻
Fe³⁺ + H₂O₂ → Fe²⁺ + •O₂⁻ + H⁺
Cu²⁺ + H₂O₂ → Cu³⁺ + •OH
Zn²⁺ + O₂ → Zn³⁺ + O₂•⁻
