wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

1.XI-I A SEJINDO

Total questions: 25

Worksheet time: 14mins

Name
Class
Date
1.
Di Indonesia, sistem tanam paksa yang diterapkan Belanda pada abad ke-19 telah dihapus. Namun, praktik pertanian untuk memenuhi kebutuhan ekspor tetap dilanjutkan dengan sistem yang lebih modern. Contoh di atas menunjukkan
a)
Perubahan sistem tetapi kelanjutan fungsi ekonomi
b)
Penghapusan pertanian sepenuhnya
c)
Hilangnya kegiatan ekonomi rakyat
d)
Tidak ada kesinambungan dengan masa lalu
e)
Pertanian sebagai aktivitas tanpa nilai sejarah
2.
Kesultanan Mataram Islam pada abad ke-17 berhasil menyatukan wilayah Jawa Tengah dan Timur melalui politik militer dan diplomasi. Ciri khas politik Mataram Islam adalah…
a)
Penyebaran perdagangan internasional
b)
Ekspansi militer dan diplomasi
c)
Kekuasaan simbolis raja
d)
Fokus pada kebudayaan Hindu
e)
Kerajaan pesisir kecil
3.
Kepulauan Banda merupakan salah satu penghasil pala terbaik dunia. Pada tahun 1621, VOC di bawah J.P. Coen membantai penduduk Banda. Salah satu dampak dari peristiwa tersebut adalah ....
a)
Penduduk Banda trauma dan tidak lagi menanam pala
b)
Berkurangnya petani yang memahami tentang budidaya pala
c)
VOC berhasil memonopoli komoditas pala di dunia
d)
Timbulnya berbagai perlawanan balas dendam rakyat Banda
e)
Meningkatnya produksi pala di kepulauan Banda tahun 1622
4.
Pada awal abad ke-19 terjadi perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda. Perlawanan yang dipimpin oleh Pattimura. Latarbelakang perlawanan rakyat Maluku adalah ....
a)
Praktik Pelayaran Hongi yang memusnahkan tanaman pala
b)
Perebutan lahan perkebunan pala dengan Belanda
c)
Penerapan monopoli cengkeh dan kerja rodi oleh Belanda
d)
Pelarangan perdagangan bebas di wilayah Maluku
e)
Penderitaan rakyat Maluku karena kolonialisme Belanda
5.
Salah satu dampak negatif dari kolonialisme Belanda adalah munculnya sentimen rasial. Hal ini disebabkan oleh ....
a)
Belanda hanya mengakui kehebatan orang Eropa
b)
Penduduk lokal iri dengan kekayaan bangsa Belanda
c)
Bangsa Timur Asing tidak mau berbaur dengan pribumi
d)
Belanda menerapkan berbagai aturan yang diskriminatif
e)
Belanda melarang interaksi antar ras yang berbeda
6.
Urbanisasi dan pertumbuhan kota terjadi dengan pesat sejak penerapan kebijakan ekonomi liberal oleh pemerintah kolonial Dampak dari urbanisasi yaitu ....
a)
Sulitnya mencari pekerjaan yang layak di desa-desa
b)
Lahan-lahan pertanian di desa tidak lagi menjanjikan
c)
Lahan pertanian di desa yang semakin menyempit
d)
Munculnya berbagai perkebunan dan perusahaan baru
e)
Pemerintah kolonial membangun kota-kota baru
7.
Mahatma Gandhi merupakan tokoh nasionalis India yang pemikirannya banyak memengaruhi tokoh nasionalis Indonesia. Salah satu bentuk perjuangannya adalah mengajak rakyat India untuk memakai produk asli dalam negeri. Gerakan ini disebut sebagai ....
a)
Satyagraha
b)
Swadaya
c)
Swadeshi
d)
Ahimsa
e)
Hartal
8.
Portugis tiba di Maluku pada awal abad ke-16 untuk menguasai perdagangan rempah, membangun benteng, dan memperkenalkan agama Katolik. Dampak kedatangan Portugis di Indonesia meliputi…
a)
Penguasaan jalur perdagangan rempah
b)
Penyebaran agama Katolik
c)
Perdagangan rempah dikuasai VOC
d)
Pembentukan kerajaan lokal baru
e)
Kedatangan Spanyol
9.
Belanda menggunakan monopoli dagang dan kontrak politik dengan penguasa lokal untuk menguasai pelabuhan dan rempah. Strategi Belanda meliputi…
a)
Monopoli perdagangan
b)
Aliansi politik lokal
c)
Penyebaran Islam
d)
Pendirian benteng Portugis
e)
Penyebaran Katolik
10.
Belanda menggunakan monopoli dagang dan kontrak politik dengan penguasa lokal untuk menguasai pelabuhan dan rempah. Strategi Belanda meliputi…
a)
Monopoli perdagangan
b)
Aliansi politik lokal
c)
Penyebaran Islam
d)
Pendirian benteng Portugis
e)
Penyebaran Katolik
11.
Portugis menguasai Maluku dan memperkenalkan teknik navigasi Eropa serta sistem pelayaran modern. Soal Kontribusi Portugis di Nusantara termasuk…
a)
Teknik navigasi Eropa
b)
Pendudukan Pulau Jawa
c)
Monopoli dagang VOC
d)
Penyebaran Islam
e)
Sistem pelayaran modern
12.
Daendels menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda (1808–1811) dan membangun Jalan Raya Pos dari Anyer ke Panarukan untuk memperlancar transportasi militer. Langkah Daendels ini bertujuan…
a)
Memperkuat administrasi sipil
b)
Mempermudah transportasi militer
c)
Meningkatkan perdagangan rempah
d)
Penyebaran agama Katolik
e)
Mendirikan benteng baru
13.
Raffles menjadi Gubernur Jenderal (1811–1816) dan memperkenalkan sistem tanam paksa yang lebih teratur untuk mengoptimalkan produksi tanaman ekspor. Kebijakan Raffles ini terkait…
a)
Sistem pemerintahan kolonial
b)
Sistem ekonomi tanam paksa
c)
Penghapusan perdagangan rempah
d)
Pembangunan jalan pos
e)
Pendidikan bagi pribumi
14.
Raffles memperkenalkan sistem sewa tanah (landrent) untuk menggantikan sistem tanam paksa tradisional yang dinilai tidak efisien. Tujuan kebijakan ini adalah…
a)
Modernisasi sistem ekonomi
b)
Peningkatan pendapatan kolonial
c)
Pembangunan jalan militer
d)
Penyebaran agama Katolik
e)
Aliansi dengan kerajaan lokal
15.
Perhatikan teks bacaan berikut Isi Artikel 'Als Ik Eens Nederlander Was' Ki Hajar Dewantara menulis sebuah artikel berjudul 'Als Ik Eens Nederlander Was' yang memiliki arti 'andai aku orang Belanda'. Tulisan tersebut dimuat dalam surat kabar De Express milik Douwes Dekker pada tahun 1913. Artikel tersebut ditulis dalam konteks menyindir rencana pemerintah Belanda untuk mengumpulkan sumbangan dari Indonesia dan ditulis dengan kalimat yang pedas bagi kalangan pejabat Belanda. Isi dari tulisan 'Als Ik Eens Nederlander Was' tersebut adalah sebagai berikut. "Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya" Tujuan Tulisan 'Als Ik Eens Nederlander Was' "Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya" Ki Hajar Dewantara Ki Hajar Dewantara bergabung dengan Indische Partij bersama dua tokoh lainnya atas dasar tujuan untuk membangkitkan nasionalisme dan menentang penjajahan yang dilakukan Belanda kepada rakyat Indonesia. Kemudian pada tahun 1913, Ki Hajar Dewantara bersama Indische Partij membuat Komite Bumiputera. Komite ini bertujuan untuk mengkritik pemerintah Belanda yang menggunakan uang dan sumber daya Indonesia untuk mengadakan perayaan-perayaan. Salah satu perayaan yang saat itu akan dilaksanakan oleh Belanda adalah merayakan 100 tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Prancis. Mengetahui hal tersebut, Ki Hajar Dewantara kemudian menyampaikan kritiknya terhadapBelanda. Kritik tersebut yang kemudian ditulis menjadi artikel 'Als Ik Eens Nederlander Was' yang dipublikasikan dalam surat kabar De Express. Tulisan itu ditujukan Belanda sebagai wujud reaksi terhadap ketimpangan yang dilakukan pemerintah kolonial. Dampak terhadap Indische Partij Artikel 'Als Ik Eens Nederlander Was' telah membuat Belanda emosional dan geram. Semua tulisan Ki Hajar Dewantara yang telah disebarluaskan oleh Komite Bumiputera akhirnya disita oleh kejaksaan dari pihak Belanda pada Juli 1913. Ki Hajar Dewantara bahkan mengakui bahwa tulisan tersebut merupakan hasil tulisannya pada saat proses interogasi oleh pihak kejaksaan. Akibat dari tulisan tersebut, pemerintah Belanda langsung menangkap empat tokoh Komite Bumiputera, yaitu Ki Hajar Dewantara, Cipto Mangunkusumo, Abdul Muis, dan AHWignjadisastra. Hal tersebut berdampak pula terhadap Indische Partij, di mana kantor atau markasnya diblokir oleh aparat. Ketiga tokoh pendiri Indische Partij kemudian berakhir di penjara dan mendapatkan hukuman pengasingan ke luar Jawa. Tokoh Tiga Serangkai tersebut masing-masing diasingkan. Ki Hajar Dewantara diasingkan ke Pulau Bangka, Cipto Mangunkusumo dibuang ke Pulau Banda, dan Douwes Dekker dibuang ke Kupang. Namun kemudian Tiga Serangkai ini menghendaki agar dibuang ke Belanda saja, karena menganggap di sana mereka bisa mempelajari banyak hal daripada di daerah terpencil. Permintaan ini dikabulkan Belanda pada Agustus 1913, yang membuat mereka menjalani hukuman di negeri kincir angin. Peristiwa pengasingan tersebut menjadi tanda babak akhir berdirinya Indische Partij. Tanpa adanya pemimpin-pemimpinnya, Indische Partij yang didirikan 25 Desember 1912 pun bubar pada Maret 1913. Demikian penjelasan mengenai 'Als Ik Eens Nederlander Was' dari pemikiran Ki Hajar Dewantara yang membuat kuping Belanda panas dan dampaknya. Tulisan yang berisi kritikan terhadap pemerintah kolonial yang akan mengadakan peringatan HUT ke-100 kemerdekaan negeri Belanda yang akan diadakan di Indonesia. Tulisan tersebut membuat pemerintah kolonial tersinggung dan marah sehingga pemerintah kolonial mengambil tindakan ....
a)
membekukan seluruh organisasi pergerakan di Hindia - Belanda
b)
menangkap dan mengasingkan “tiga serangkai” ke negeri Belanda
c)
memanggil ketiga tokoh tiga serangkai untuk dilakukan pembinaan
d)
membubarkan organisasi Indische Partij karena menggangu ketertiban
e)
tiga serangkai untuk sementara dilarang beraktifitas di pergerakan
16.
Berita: 'Indonesia Merdeka' Digaungkan, Lahir Organisasi PNI dengan Asas Marhaenisme BANDUNG, 4 Juli 1927 – Sejarah baru pergerakan nasional Indonesia hari ini dicatat dengan resmi didirikannya Partai Nasional Indonesia (PNI) di Bandung. Organisasi ini didirikan oleh sekelompok intelektual muda yang dipimpin oleh Soekarno, dengan tokoh-tokoh penting lainnya seperti Mr. Sartono dan Mr. Iskak. Pendirian PNI menjadi sorotan tajam karena secara terang-terangan mengusung perjuangan politik yang bersifat non-kooperatif terhadap pemerintah kolonial Belanda, dengan tujuan tunggal: mencapai Indonesia Merdeka seutuhnya. PNI mengusung ideologi unik yang dinamakan Marhaenisme. Menurut Soekarno, Marhaenisme merupakan sintesis dari nasionalisme dan sosialisme yang disesuaikan dengan realitas sosial Indonesia. Ia mendefinisikan “Marhaen” sebagai rakyat kecil seperti petani dan buruh yang menderita akibat penjajahan, tetapi berbeda dari kaum proletar Barat karena mereka masih memiliki alat produksi sendiri, meskipun hasilnya tidak cukup untuk hidup layak. PNI percaya bahwa dengan menyatukan seluruh kaum Marhaen, kekuatan massa yang revolusioner akan terbentuk untuk melawan kapitalisme dan imperialisme yang diterapkan oleh penjajah. Strategi PNI yang radikal dan karisma Soekarno yang mampu membakar semangat massa menjadikan organisasi ini ancaman serius bagi kekuasaan Belanda. PNI secara tegas menolak bekerja sama dalam dewan-dewan perwakilan kolonial atau menerima tawaran politik yang tidak menjanjikan kemerdekaan penuh. Sikap ini berujung pada penangkapan Soekarno dan para pemimpin PNI lainnya pada Desember 1929, yang pada akhirnya menyebabkan organisasi ini dibubarkan. Meski demikian, semangat perjuangan PNI tidak padam; ide-ide mereka tetap hidup dan dilanjutkan oleh organisasi-organisasi yang didirikan oleh mantan anggotanya, menjadi tonggak penting dalam sejarah pergerakan nasional. Berdasarkan berita di atas, mengapa keputusan PNI untuk bersikap non-kooperatif dianggap sebagai tindakan yang revolusioner pada masanya….
a)
Karena PNI tidak mampu bersaing dalam kancah politik kolonial yang kompleks dan penuh intrik.
b)
Sebab strategi ini menjamin PNI mendapatkan pengakuan dari pemerintah kolonial sebagai organisasi yang sah.
c)
Karena hal ini menunjukkan penolakan total terhadap sistem kolonialisme dan menuntut kemerdekaan penuh tanpa kompromi.
d)
Karena ini adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan dukungan dari rakyat kecil, dan kaum marhaen secara total.
e)
Karena PNI menolak bekerja sama dengan organisasi pergerakan nasional lainnya
17.

Mata pencaharian utama masyarakat Indonesia sejak dahulu adalah bertani. AT Birowo mencatat, tahun 1968, produksi beras nasional rata-rata 1,27 ton per hektar (ha) dengan luas tanam 8,02 juta ha (Pemikiran Permasalahan Ekonomi di Indonesia dalam Setengah Abad Terakhir, Paruh Pertama Ekonomi Orde Baru, ISEI dan Kanisius, 2005). Hingga kini, meskipun ada modernisasi dan teknologi, sektor pertanian tetap menjadi bagian penting ekonomi bangsa.

Contoh di atas menggambarkan…

a)

Perubahan teknologi, kelanjutan pertanian sebagai mata pencaharian

b)

Hilangnya pertanian karena modernisasi

c)

Pertanian tidak berhubungan dengan sejarah

d)

Pertanian hanya ada di masa lalu

e)

Tidak ada kesinambungan dengan masa kini

18.

Siswa menonton film dokumenter tentang peristiwa G30S/1965. Film ini diproduksi oleh Perum Produksi Film Nasional (PPFN), film ini diproduseri oleh Direktur PPFN Brigjen Gufran Dwipayana (Dipo), yang juga merupakan anggota staf Presiden Soeharto. Film G30S PKI dibuat berdasarkan buku karya Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh berjudul "Tragedi Nasional Percobaan Kup G 30 S/PKI di Indonesia" yang kala itu merupakan versi resmi G30S menurut pemerintah.

Film dokumenter tersebut termasuk sumber sejarah…

a)

Lisan

b)

Visual

c)

Sekunder

d)

Benda

e)

   Imajinatif

19.

Tanam paksa mendorong sistem monopoli Belanda atas tanaman ekspor dan perdagangan di wilayah Jawa.

Ciri kebijakan ini meliputi… (jawaban lebih dari satu)

a)

Monopoli ekonomi

b)

Eksploitasi petani lokal

c)

Penyebaran bibit gratis

d)

Kebebasan perdagangan

e)

Pembuatan jalan Anyer Panarukan

20.

Beberapa tokoh pribumi dan Belanda menentang sistem tanam paksa karena menimbulkan penderitaan rakyat dan tidak adil secara ekonomi.


Dampak sosial dari kritik ini adalah…

Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

a)

Kesadaran tentang penindasan kolonial

b)

Peningkatan pertanian tembakau

c)

Perlawanan rakyat

d)

Penyebaran agama

e)

Modernisasi administrasi

21.

Sistem tanam paksa kemudian diganti dengan sistem sewa tanah (landrent) karena menimbulkan banyak kritik dari masyarakat dan pihak Eropa yang humanis.


Perubahan kebijakan ini menunjukkan…

Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

a)

Reformasi kolonial untuk mengurangi penderitaan petani

b)

Penurunan kontrol ekonomi Belanda

c)

Modernisasi sistem administrasi

d)

Peningkatan perdagangan bebas 

e)

Peningkatan kesejahteraan petani secara drastis

22.

Sultan Agung dari Mataram (1613–1645) melakukan serangan ke Batavia yang dikuasai VOC untuk menentang monopoli Belanda di Jawa.
Tujuan Sultan Agung melakukan serangan ini adalah…

Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

a)

Menegakkan kedaulatan Mataram 

b)

Menentang monopoli VOC

c)

Menguasai Maluku

d)

Menyebarkan agama Katolik

e)

Membentuk aliansi dengan Portugis

23.

Sultan Hasanuddin memimpin pasukannya untuk mempertahankan benteng-benteng penting di Makassar dari serangan Belanda.


Ciri perlawanan ini termasuk…

Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

a)

Strategi militer pertahanan

b)

Minta bantuan kerajaan Banten

c)

Aliansi dengan kerajaan lain di Sulawesi

d)

Diplomasi dengan kerajaan India

e)

Pendirian benteng pertahanan

24.

Sultan Agung membangun benteng dan sistem pertahanan di wilayah Mataram untuk menghadapi serangan Belanda dari Batavia.


Langkah ini termasuk…

Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

a)

Strategi pertahanan militer

b)

Penguasaan perdagangan rempah VOC

c)

Penyebaran Islam di Jawa

d)

Aliansi dengan Demak

e)

Strategi sumpit udang

25.

Cut Nyak Dien memimpin perlawanan rakyat Aceh melawan Belanda setelah suaminya gugur dalam peperangan, menunjukkan keteguhan rakyat Aceh mempertahankan kedaulatan.


Ciri perlawanan Cut Nyak Dien adalah…

Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

a)

Aliansi dengan VOC

b)

Perlawanan rakyat Aceh

c)

Penyebaran pasukan rakyat

d)

  Modernisasi senjata

e)

Strategi militer gerilya