wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Assesmen Formatif Tengah Semester Mulok Kuliner Tradisional

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Jika Tarumanegara tidak runtuh pada abad ke-5 M, kemungkinan besar perkembangan Islam di Banten pada abad ke-16 akan…

a)

Tidak terjadi sama sekali

b)

Lebih cepat menyebar ke seluruh Jawa Barat

c)

Terhambat karena dominasi Hindu-Buddha lebih lama

d)

Langsung dipimpin oleh Sunan Gunung Jati

e)

Bergabung dengan Kesultanan Demak

2.

Analisislah faktor yang membuat Kesultanan Banten mampu menjadi pusat perdagangan internasional pada abad ke-16!

a)

Dukungan Portugis di Malaka

b)

Letak strategis di Selat Sunda

c)

Monopoli rempah oleh Belanda

d)

Hubungan dengan Kerajaan Sunda

e)

Pemindahan ibu kota ke Serang

3.

VOC campur tangan dalam konflik internal Kesultanan Banten. Jika konflik itu berhasil dicegah, maka…

a)

Sultan terakhir tidak akan diasingkan Belanda

b)

VOC tetap menguasai Banten dengan cara lain

c)

Islam tidak berkembang di Banten

d)

Kesultanan Sunda akan kembali berdiri

e)

Tarumanegara bangkit kembali

4.

Provinsi Banten berdiri 4 Oktober 2000 karena alasan…

a)

Adanya tambang emas di Banten

b)

Tuntutan ekonomi Jakarta

c)

Sejarah, budaya, dan keinginan masyarakat untuk otonomi

d)

Konflik antara Cilegon dan Serang

e)

Perintah langsung VOC

5.

Jika Sultan Maulana Hasanuddin tidak mendirikan Kesultanan Banten, dampak terbesar yang mungkin terjadi adalah…

a)

Islam tidak pernah berkembang di Banten

b)

VOC tidak masuk ke Banten

c)

Kesultanan Demak menjadi pusat dagang tunggal

d)

Banten tetap dikuasai Tarumanegara

e)

Sejarah Banten sama dengan Cirebon

6.

Mengapa bangsa Eropa sangat tertarik datang ke Nusantara sejak abad ke-16?

a)

Rempah Nusantara bernilai tinggi di pasar dunia

b)

Nusantara memiliki jalur laut aman

c)

Untuk menyebarkan budaya Eropa

d)

Karena VOC ingin belajar gastronomi

e)

Untuk melatih Huishoudschool

7.

Gastronomi sebagai ilmu tentang makanan membuktikan bahwa kuliner…

a)

Hanya soal rasa dan gizi

b)

Berkaitan dengan budaya dan identitas masyarakat

c)

Tidak ada hubungannya dengan sejarah

d)

Hanya berkembang di kota besar

e)

Tidak bisa dijadikan wisata

8.

Jika masyarakat timur Indonesia lebih mengandalkan sagu, jagung, dan singkong, maka faktor utama yang memengaruhinya adalah…

a)

Adat istiadat saja

b)

Politik kolonial Belanda

c)

Ketersediaan bahan pangan lokal

d)

Pengaruh India

e)

Pengaruh Tionghoa

9.

Laksa Tangerang berbeda dari Laksa Betawi karena…

a)

Menggunakan oncom

b)

Menggunakan parutan kelapa sangrai & kacang hijau

c)

Tidak memakai ketupat

d)

Menggunakan bihun & perkedel

e)

Hanya disajikan sa

10.

Filosofi slametan menunjukkan bahwa makanan tradisional tidak hanya untuk konsumsi, melainkan…

a)

Sarana perdagangan

b)

Simbol sosial & spiritual

c)

Bahan pendidikan sekolah

d)

Alat pertahanan kerajaan

e)

Identitas politik

11.

Jika Huishoudschool tidak pernah ada pada masa kolonial Belanda, maka dampak terbesarnya terhadap perkembangan kuliner Nusantara adalah…

a)

Perempuan tidak dapat memasak sama sekali

b)

Pertukaran resep Nusantara akan terbatas

c)

Kuliner Indonesia tidak memiliki cita rasa

d)

Makanan Eropa tidak masuk ke Indonesia

e)

Rempah Nusantara tidak dikenal dunia

12.

Asimilasi kuliner Indonesia dengan budaya Tionghoa dapat dilihat dari…

a)

Gudeg dan rawon

b)

Laksa Benteng dan Lumpia basah

c)

Roti maryam dan sate

d)

Perkedel dan semur

e)

Rendang dan soto

13.

Peran makanan tradisional sebagai ikon daerah dapat dimanfaatkan untuk…

a)

Mengurangi produksi pangan

b)

Mengembangkan wisata kuliner

c)

Membatasi perdagangan internasional

d)

Menghapus jajanan modern

e)

Mengurangi ekspor rempah

14.

Jika Laksa Tangerang tidak memiliki parutan kelapa sangrai, maka cita rasa khasnya akan…

a)

Lebih pedas

b)

Lebih pahit

c)

Kehilangan rasa manis gurih khas

d)

Lebih asam

e)

Sama saja

15.

Laksa Nyai dan Laksa Nyonya di Tangerang menunjukkan…

a)

Perbedaan kasta sosial

b)

Akulturasi budaya pribumi dan Tionghoa

c)

Persaingan kuliner Eropa dan Cina

d)

Pengaruh kolonial Belanda

e)

Kelezatan kuliner India

16.

Mengapa pada 1970-an Laksa Tangerang hampir hilang?

a)

Dilarang pemerintah

b)

Diganti dengan makanan cepat saji

c)

Tidak ada penjual yang tertarik

d)

Bahan baku langka

e)

Karena dianggap makanan keraton

17.

Kebijakan Pemkot Tangerang dalam membangun pondok laksa dari bambu menunjukkan upaya…

a)

Menghapus kuliner modern

b)

Melestarikan kuliner tradisional sebagai wisata

c)

Melarang pedagang kaki lima

d)

Mengganti Laksa dengan Sayur Besan

e)

Menyingkirkan pengaruh Tionghoa

18.

Sayur Besan khas Tangerang umumnya disajikan pada acara…

a)

Kelahiran anak

b)

Upacara kematian

c)

Ngabesan atau pernikahan

d)

Panen raya

e)

Slametan syukuran

19.

Bahan khas yang membedakan Sayur Besan adalah…

a)

Oncom

b)

Ketupat

c)

Trubuk (bunga tebu)

d)

Tempe

e)

Bihun

20.

Sayur Besan melambangkan…

a)

Simbol perpisahan keluarga

b)

Pertemuan dua keluarga besar

c)

Identitas kolonial Belanda

d)

Persaingan antar daerah

e)

Makanan wajib saat lebaran

21.

Gecom terdiri dari…

a)

Tauge dan oncom

b)

Soun dan pete

c)

Kentang dan oncom

d)

Jagung dan singkong

e)

Bihun dan tahu

22.

Mengapa oncom dalam Gecom dianggap istimewa?

a)

Karena berbahaya

b)

Kaya protein nabati dan prebiotik

c)

Hanya ada di Jawa Barat

d)

Rasanya lebih pedas

e)

Tidak bisa dimakan

23.

Perbedaan Gecom Banten dengan tauge goreng lain adalah…

a)

Jenis kecap yang digunakan

b)

Jenis tauge

c)

Jenis sayur tambahan

d)

Cara penyajian di hajatan

e)

Penggunaan bumbu India

24.

Kecap SH khas Banten dibuat dengan cara…

a)

Fermentasi modern singkat

b)

Fermentasi alami berbulan-bulan

c)

Dicampur gula pasir

d)

Import dari Eropa

e)

Dibuat instan

25.

Mengapa wisata kuliner menjadi daya tarik penting bagi daerah?

a)

Menyebabkan kemacetan

b)

Meningkatkan pariwisata dan ekonomi

c)

Mengurangi produksi pangan lokal

d)

Membatasi budaya asing

e)

Mengurangi peran pemerintah

26.

Jika generasi muda lebih memilih makanan cepat saji dibanding tradisional, maka…

a)

Kuliner tradisional bisa punah

b)

Kuliner tradisional semakin populer

c)

Tidak ada dampak sama sekali

d)

Jajanan modern hilang

e)

Wisata kuliner berkembang pesat

27.

Slametan di Jawa menunjukkan bahwa makanan memiliki fungsi…

a)

Ritual keagamaan dan sosial

b)

Sekadar pemuas rasa

c)

Untuk perdagangan internasional

d)

Menggantikan pajak kerajaan

e)

Sebagai pengganti rempah

28.

Faktor utama yang membuat kuliner Nusantara sangat beragam adalah…

a)

Adanya VOC

b)

Letak geografis dan budaya lokal

c)

Adanya Huishoudschool

d)

Pengaruh Jepang

e)

Serangan Portugis

29.

Jika rempah Nusantara tidak melimpah, maka sejarah kuliner Indonesia kemungkinan…

a)

Tetap sama saja

b)

Tidak menjadi daya tarik bangsa Eropa

c)

Lebih banyak pengaruh Tiongkok

d)

Tidak ada Laksa

e)

Tidak ada gastronomi

30.

Kuliner tradisional seperti Laksa, Sayur Besan, dan Gecom penting dipelajari karena…

a)

Hanya untuk dijual di pasar

b)

Sebagai identitas budaya dan warisan daerah

c)

Sekadar makanan sehari-hari

d)

Pengaruh dari luar negeri

e)

Sebagai syarat ujian sekolah