Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Resusitasi Jantung Paru

Total questions: 25

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

manakah urutan yang benar dari rantai kelangsungan hidup untuk Henti Jantung di Luar Rumah Sakit (OHCA)?

a)

Aktivasi Tanggap Darurat → Pengenalan Dini & Pencegahan → CPR Berkualitas Tinggi → Defibrilasi → Perawatan Pasca-Henti Jantung → Pemulihan

b)

Pengenalan Dini & Pencegahan → Aktivasi Tanggap Darurat → CPR Berkualitas Tinggi → Defibrilasi → Perawatan Pasca-Henti Jantung → Pemulihan

c)

Pengenalan Dini & Pencegahan → Aktivasi Tanggap Darurat → CPR Berkualitas Tinggi → Defibrilasi → Perawatan Pasca-Henti Jantung → Pemulihan

d)

Defibrilasi → CPR Berkualitas Tinggi → Aktivasi Tanggap Darurat → Pengenalan Dini & Pencegahan → Perawatan Pasca-Henti Jantung → Pemulihan

e)

CPR Berkualitas Tinggi → Pengenalan Dini & Pencegahan → Aktivasi Tanggap Darurat → Defibrilasi → Perawatan Pasca-Henti Jantung → Pemulihan

2.

Seorang pasien ditemukan tidak sadar dan tidak bergerak. Setelah memastikan keamanan area, langkah pertama apa yang harus dilakukan menurut algoritma RJP AHA 2020?

a)

Memeriksa nadi karotis dan pernapasan secara simultan selama kurang dari 10 detik.

b)

Membuka jalan napas dengan metode 'Head Tilt-Chin Lift'.

c)

Melakukan kompresi dada segera.

d)

Berteriak minta bantuan dan mengaktifkan sistem tanggap darurat.

e)

Mencari tanda-tanda henti napas dan henti jantung.

3.

Apa konsep utama di balik kompresi dada yang efektif untuk menghasilkan aliran darah, seperti yang dijelaskan dalam materi?

a)

Menstimulasi sinyal listrik jantung agar berdenyut kembali.

b)

Menghasilkan tekanan yang cukup untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

c)

Memastikan oksigenasi maksimal ke otak.

d)

Meningkatkan sirkulasi vena kembali ke jantung.

e)

Menghasilkan pancaran aliran darah keluar dari jantung dan meningkatkan volume curah jantung.

4.

Mengapa pengembalian dada yang lengkap (complete chest recoil) penting saat melakukan CPR berkualitas tinggi?

a)

Untuk memberikan jeda bagi penolong untuk beristirahat.

b)

Untuk menghemat energi penolong.

c)

Untuk mencegah cedera pada tulang rusuk pasien.

d)

Agar paru-paru dapat terisi penuh dengan udara.

e)

Memungkinkan jantung terisi kembali secara adekuat di antara kompresi.

5.

bagaimanakah prosedur kompresi dada yang benar untuk anak-anak?

a)

Kedalaman kompresi 1,5 inci (4 cm).

b)

Kedalaman kompresi 4 cm (1,5 inci) atau sepertiga kedalaman dada.

c)

Menggunakan 2 jari atau 2 ibu jari dengan teknik melingkari dada.

d)

Rasiso kompresi : ventilasi adalah 15:2 untuk satu penolong.

e)

Menggunakan 1 atau 2 telapak tangan dengan kedalaman kompresi 5 cm (2 inci).

6.

Berapa rasio kompresi:ventilasi untuk CPR pada dewasa yang dilakukan oleh satu penolong?

a)

15:1

b)

15:2

c)

20:2

d)

5:1

e)

30:2

7.

Manakah pernyataan berikut yang paling akurat menggambarkan tindakan yang harus diambil saat menganalisis irama jantung menggunakan AED?

a)

AED akan memberi tahu penolong untuk menjauh, jadi tidak perlu mengumumkan "clear".

b)

Tekan tombol 'shock' saat AED menganalisis irama.

c)

Hentikan kompresi dada setelah AED meminta "Do Not Touch The Patient".

d)

Pastikan tidak ada yang menyentuh pasien saat AED menganalisis irama untuk memastikan analisis yang akurat.

e)

Lanjutkan kompresi dada sambil AED menganalisis irama untuk meminimalkan interupsi.

8.

apa tanda pasti kematian yang dapat menjadi alasan untuk menghentikan CPR?

a)

Ditemukan tanda pasti kematian.

b)

Nadi tidak teraba, napas tidak ada, dan pasien tidak sadar.

c)

Adanya permintaan DNR (Do Not Resuscitate) medis.

d)

Tidak ada respons setelah 30 menit CPR.

e)

Penolong kelelahan.

9.

Apa kedalaman kompresi dada yang direkomendasikan untuk bayi?

a)

1,5 inci (4 cm) atau sepertiga kedalaman dada.

b)

5 cm (2 inci)

c)

4 cm (1,5 inci)

d)

Kedalaman yang sama dengan dewasa.

e)

2 inci (5 cm) atau sepertiga kedalaman dada.

10.

apa yang dimaksud dengan 'Kematian Klinis'?

a)

Kerusakan sel otak atau mati batang otak.

b)

Kematian yang disebabkan oleh cedera pada kepala.

c)

Henti napas dan henti jantung.

d)

Kematian yang tidak dapat diubah lagi.

e)

Kematian yang terjadi setelah 6 menit tanpa oksigen.

11.

Dalam algoritma RJP, apa yang harus dilakukan jika pasien sadar atau bergerak?

a)

Mulai bantuan napas (rescue breathing).

b)

Mempertahankan jalan napas, melakukan pemeriksaan fisik, dan menempatkan pasien dalam posisi pemulihan.

c)

Memeriksa nadi dan napas secara simultan.

d)

Memanggil bantuan darurat.

e)

Mulai kompresi dada segera.

12.

Seorang penolong menemukan pasien tidak sadar, tidak bernapas normal, tetapi memiliki nadi yang teraba. Tindakan apa yang paling tepat yang harus segera dilakukan?

a)

Memanggil bantuan darurat dan menunggu ambulans.

b)

Membuka jalan napas dan memeriksa kembali nadi setelah 2 menit.

c)

Memulai kompresi dada dan ventilasi dengan rasio 30:2.

d)

Memasang AED dan menunggu instruksi.

e)

Melakukan 'rescue breathing' (bantuan napas) setiap 6 detik.

13.

Pada 'High Quality CPR', apa yang dimaksud dengan 'PUSH HARD' untuk dewasa?

a)

Melakukan kompresi dengan kekuatan dari siku.

b)

Kedalaman kompresi 4 cm.

c)

Memastikan dada terangkat penuh setelah kompresi.

d)

Kedalaman kompresi 100-120 kali/menit.

e)

Kedalaman kompresi 5 cm (2 inci).

14.

Bagaimana posisi tangan yang benar untuk penolong saat melakukan kompresi dada pada dewasa?

a)

Kedua telapak tangan melingkari dada pasien.

b)

Tangan diletakkan di atas tulang iga bawah.

c)

Posisi tangan lurus tegak lurus dan kekuatan dari bahu.

d)

Tangan ditempatkan di bagian atas tulang dada, dekat leher.

e)

Siku ditekuk sedikit untuk memberikan tekanan yang lebih stabil.

15.

Seorang penolong sedang melakukan CPR pada seorang anak. Berapa rasio kompresi:ventilasi yang paling tepat jika ada dua penolong?

a)

10:1

b)

20:2

c)

5:1

d)

30:2

e)

15:2

16.

Mengapa AED tidak boleh menyentuh pasien saat menganalisis irama jantung?

a)

Karena pasien akan merasa tidak nyaman.

b)

Untuk mencegah penolong terkena sengatan listrik.

c)

Untuk memastikan analisis irama yang akurat dan mencegah kesalahan.

d)

Karena dapat merusak alat AED.

e)

Untuk menghemat baterai AED.

17.

Kapan penolong harus melakukan 'pulse check and breath check' (cek nadi dan napas) pada pasien dewasa?

a)

Setelah AED dipasang pada pasien.

b)

Setelah pasien merespons saat dipanggil.

c)

Setelah memulai kompresi dada.

d)

Setiap 5 siklus atau setiap 2 menit selama CPR.

e)

Setelah pasien dipastikan tidak sadar dan tidak bergerak, dan setelah meminta bantuan.

18.

Apa perbedaan utama dalam prosedur cek respons antara bayi dan anak/dewasa?

a)

Tidak ada perbedaan dalam prosedur cek respons antara bayi, anak, dan dewasa.

b)

Pada bayi, cek respons dilakukan dengan menepuk bahu, sedangkan pada anak/dewasa dengan menepuk telapak kaki.

c)

Cek respons pada bayi menggunakan teriakan yang lebih keras daripada pada anak/dewasa.

d)

Cek respons hanya diperlukan untuk anak dan dewasa, bukan bayi.

e)

Pada bayi, cek respons dilakukan dengan menepuk telapak kaki, sedangkan pada anak/dewasa dengan menepuk bahu.

19.

Bagaimana posisi 'sniffing position' atau 'Ear to Sternal Notch' membantu dalam membuka jalan napas?

a)

Dengan memutar kepala pasien ke samping.

b)

Dengan memposisikan kepala pasien lebih rendah dari dada.

c)

Dengan mengangkat dagu pasien ke atas secara berlebihan.

d)

Dengan meluruskan telinga pasien sejajar dengan bahu, yang membantu meluruskan saluran napas.

e)

Dengan menekan dahi pasien ke bawah.

20.

Manakah pernyataan yang paling akurat mengenai evaluasi CPR yang disebutkan dalam materi?

a)

Evaluasi harus dilakukan setelah setiap siklus kompresi.

b)

Evaluasi hanya dilakukan jika pasien menunjukkan tanda-tanda sadar.

c)

Evaluasi dilakukan setiap 2 menit (5 siklus) dengan memeriksa nadi dan napas selama kurang dari 10 detik.

d)

Evaluasi tidak diperlukan jika AED sudah terpasang.

e)

Evaluasi harus dilakukan setiap 5 menit atau 10 siklus.

21.

Bagaimana cara membuka jalan napas (airway) yang benar pada pasien dewasa?

a)

Dengan metode Head Tilt dan Chin Lift.

b)

Dengan menekan perut pasien.

c)

Dengan memiringkan kepala ke samping.

d)

Dengan meletakkan bantal di bawah kepala pasien.

e)

Dengan menekan lidah ke bawah menggunakan jari.

22.

Apa yang harus dilakukan jika pasien yang tidak sadar menunjukkan napas 'gasping'?

a)

Mulai kompresi dada.

b)

Memposisikan pasien dalam posisi pemulihan.

c)

Melakukan 'rescue breathing' terlebih dahulu.

d)

Menganggapnya sebagai napas yang normal dan memonitor pasien.

e)

Menunggu selama 2 menit untuk melihat apakah pernapasan membaik.

23.

Pada penanganan pasien di luar rumah sakit (Out Hospital), siapa yang harus dipanggil untuk meminta bantuan?

a)

Hanya menggunakan telepon genggam.

b)

Code Blue Team.

c)

SPGDT / PSC 119.

d)

Tim ahli yang ditunjuk.

e)

Setiap orang terdekat saja.

24.

Berapa lama waktu maksimal yang direkomendasikan untuk 'Pulse Check and Breath Check'?

a)

Antara 10 hingga 20 detik.

b)

2 menit.

c)

Tidak lebih dari 10 detik.

d)

Selama yang dibutuhkan untuk memastikan hasilnya.

e)

Kurang dari 5 detik.

25.

Pilih pernyataan yang paling benar terkait "Kematian Biologis" seperti yang dijelaskan dalam materi.

a)

Terjadi ketika ada henti napas dan henti jantung.

b)

Ditandai dengan kerusakan sel otak atau mati batang otak.

c)

Merupakan kondisi yang bisa terjadi jika CPR dihentikan terlalu dini.

d)

Adalah kematian yang terjadi kurang dari 6 menit setelah henti napas.

e)

Dapat diatasi dengan CPR dan defibrilasi yang cepat.