wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

literasi ANBK kelas 5

Total questions: 20

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Pagi yang Cerah

Pagi itu, langit sangat cerah. Burung-burung berkicau riang di atas pohon. Fajar baru saja terbit, dan embun masih menempel di dedaunan. Sinta memutuskan untuk berjalan-jalan di taman dekat rumahnya. Ia suka melihat bunga-bunga mekar dan mendengarkan suara alam. Saat di taman, ia bertemu teman lamanya, Beni. Mereka berbincang sambil menikmati udara pagi yang segar.

1. Apa yang dilakukan Sinta pada pagi yang cerah itu?


a)

Bermain di lapangan.

b)

Berjalan-jalan di taman dekat rumahnya.


c)

Membaca buku di rumah.

d)

Menonton TV bersama Beni.

2.

Pagi yang Cerah

Pagi itu, langit sangat cerah. Burung-burung berkicau riang di atas pohon. Fajar baru saja terbit, dan embun masih menempel di dedaunan. Sinta memutuskan untuk berjalan-jalan di taman dekat rumahnya. Ia suka melihat bunga-bunga mekar dan mendengarkan suara alam. Saat di taman, ia bertemu teman lamanya, Beni. Mereka berbincang sambil menikmati udara pagi yang segar.


Siapa yang ditemui Sinta saat berjalan-jalan di taman?

a)

Ibu


b)

Kakaknya

c)

Teman lamanya, Beni

d)

Burung-burung

3.

Membuat Kue

Di dapur, Rara sedang membantu ibunya membuat kue cokelat. Mereka menyiapkan bahan-bahannya seperti tepung, telur, gula, dan cokelat bubuk. Ibu mengajari Rara cara mencampur adonan dengan benar. Setelah itu, mereka menuangkan adonan ke dalam loyang dan memanggangnya di oven. Rara sangat senang bisa membantu ibunya di dapur.

Bahan apa yang digunakan Rara dan ibunya untuk membuat kue?


a)

Tepung, telur, dan garam


b)

Tepung, telur, gula, dan cokelat bubuk


c)

Tepung, garam, dan mentega

d)

Tepung, garam, dan gula merah


4.

Membuat Kue

Di dapur, Rara sedang membantu ibunya membuat kue cokelat. Mereka menyiapkan bahan-bahannya seperti tepung, telur, gula, dan cokelat bubuk. Ibu mengajari Rara cara mencampur adonan dengan benar. Setelah itu, mereka menuangkan adonan ke dalam loyang dan memanggangnya di oven. Rara sangat senang bisa membantu ibunya di dapur.

Mengapa Rara senang membantu ibunya di dapur?



a)

Karena ia suka mencuci piring.

b)

Karena ia senang membuat kue cokelat.


c)

Karena ia bisa bermain di dapur.

d)

Karena ia ingin menonton TV sambil makan kue

5.

Pertunjukan Tari

Setiap tahun, sekolah Lisa mengadakan pertunjukan tari. Tahun ini, Lisa ikut serta dalam pertunjukan tersebut. Ia dan teman-temannya menari dengan memakai kostum berwarna cerah. Pertunjukan berjalan lancar, dan penonton bertepuk tangan dengan meriah. Lisa merasa bangga bisa tampil di depan banyak orang.

Mengapa Lisa merasa bangga setelah pertunjukan tari?


a)

Karena ia tampil di depan banyak orang.


b)

Karena ia memenangkan lomba.


c)

Karena ia tidak ikut menari.


d)

Karena kostumnya berwarna cerah.


6.

Bengkulu adalah salah satu provinsi di Pulau Sumatra.

Bengkulu punya pakaian adat bernama Rejang Lebong yang unik.

Rejang Lebong merupakan perpaduan dari budaya Jambi, Riau, Deli, Palembang, dan Lampung.

Pakaian adat pria terdapat penutup kepala berbentuk kerucut, jas yang berbahan beludru, celana panjang berbahan satin, kain songket, ikat pinggang yang disebut pending, dan keris. Pakaian adat wanita terdapat baju kurung bertabur lempeng berwarna keemasan, songket berbahan sutra, perhiasan berupa kain dengan hiasan benang emas di bahu.

Bagian atas rambut disanggul dan dipakaikan hiasan kepala dengan tusuk konde berwarna emas.

Pakaian adat wanita ditambahkan dengan gelang, kalung, anting, dan kembang goyang sebagai aksesoris.

Pria dan wanita mengenakan selop sebagai alas kaki pakaian adat asli Bengkulu.



Apakah nama baju adat Provinsi Bengkulu? 

(a)  

7.

Bengkulu adalah salah satu provinsi di Pulau Sumatra.

Bengkulu punya pakaian adat bernama Rejang Lebong yang unik.

Rejang Lebong merupakan perpaduan dari budaya Jambi, Riau, Deli, Palembang, dan Lampung.

Pakaian adat pria terdapat penutup kepala berbentuk kerucut, jas yang berbahan beludru, celana panjang berbahan satin, kain songket, ikat pinggang yang disebut pending, dan keris.

Pakaian adat wanita terdapat baju kurung bertabur lempeng berwarna keemasan, songket berbahan sutra, perhiasan berupa kain dengan hiasan benang emas di bahu.

Bagian atas rambut disanggul dan dipakaikan hiasan kepala dengan tusuk konde berwarna emas.

Pakaian adat wanita ditambahkan dengan gelang, kalung, anting, dan kembang goyang sebagai aksesoris.

Pria dan wanita mengenakan selop sebagai alas kaki pakaian adat asli Bengkulu.

Bahan apa saja yang dipakai untuk membuat pakaian adat Bengkulu?



a)

Jas dari sutra

b)

Celana panjang dari beludru

c)

songket dari sutra

d)

celana panjang dari satin

8.

Di sebuah desa yang damai, hiduplah seekor kucing bernama Oren. Oren sangat suka berpetualang. Setiap pagi, ia selalu menjelajahi kebun Pak Budi yang luas. Di sana, Oren bertemu banyak teman, seperti kupu-kupu yang cantik dan burung pipit yang lincah.

Suatu sore, Oren melihat seekor burung pipit terjebak di antara ranting pohon. Burung itu tampak ketakutan dan tidak bisa terbang. Tanpa ragu, Oren berusaha menolongnya. Dengan hati-hati, ia memanjat pohon dan menggigit ranting yang menjebak burung itu hingga lepas. Burung pipit pun akhirnya bisa terbang bebas.

Pak Budi yang melihat kejadian itu sangat kagum. Sejak saat itu, Pak Budi dan Oren menjadi teman baik. Oren tidak hanya dikenal sebagai kucing yang pemberani, tetapi juga kucing yang suka menolong.

Siapa nama tokoh kucing dalam cerita di atas?

a)

oren

b)

pipit

c)

kupu-kupu

d)

Budi

9.

Di sebuah desa yang damai, hiduplah seekor kucing bernama Oren. Oren sangat suka berpetualang. Setiap pagi, ia selalu menjelajahi kebun Pak Budi yang luas. Di sana, Oren bertemu banyak teman, seperti kupu-kupu yang cantik dan burung pipit yang lincah.

Suatu sore, Oren melihat seekor burung pipit terjebak di antara ranting pohon. Burung itu tampak ketakutan dan tidak bisa terbang. Tanpa ragu, Oren berusaha menolongnya. Dengan hati-hati, ia memanjat pohon dan menggigit ranting yang menjebak burung itu hingga lepas. Burung pipit pun akhirnya bisa terbang bebas.

Pak Budi yang melihat kejadian itu sangat kagum. Sejak saat itu, Pak Budi dan Oren menjadi teman baik. Oren tidak hanya dikenal sebagai kucing yang pemberani, tetapi juga kucing yang suka menolong.

Bagaimana cara Oren menolong burung pipit?

a)

Mendorong burung itu hingga jatuh

b)

Meminta bantuan teman-temannya

c)

Menggigit ranting hingga lepas

d)

Memanggil Pak Budi

10.

Di sebuah desa yang damai, hiduplah seekor kucing bernama Oren. Oren sangat suka berpetualang. Setiap pagi, ia selalu menjelajahi kebun Pak Budi yang luas. Di sana, Oren bertemu banyak teman, seperti kupu-kupu yang cantik dan burung pipit yang lincah.

Suatu sore, Oren melihat seekor burung pipit terjebak di antara ranting pohon. Burung itu tampak ketakutan dan tidak bisa terbang. Tanpa ragu, Oren berusaha menolongnya. Dengan hati-hati, ia memanjat pohon dan menggigit ranting yang menjebak burung itu hingga lepas. Burung pipit pun akhirnya bisa terbang bebas.

Pak Budi yang melihat kejadian itu sangat kagum. Sejak saat itu, Pak Budi dan Oren menjadi teman baik. Oren tidak hanya dikenal sebagai kucing yang pemberani, tetapi juga kucing yang suka menolong.

Sifat baik apa yang ditunjukkan oleh tokoh Oren?

a)

Suka marah dan jahat

b)

Sombong dan suka mengganggu

c)

Pemberani dan suka menolong

d)

Malas dan penakut

11.

Setiap tanggal 10 November, di Indonesia diperingati sebagai Hari Pahlawan. Pada hari itu, kita mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa. Di sekolah, para siswa diajak untuk mengikuti upacara bendera. Mereka juga belajar tentang sejarah perjuangan bangsa dari buku-buku yang disediakan di perpustakaan.


Mengapa tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan?

a)

Karena pada tanggal itu ada upacara bendera.


b)

Karena hari itu mengenang jasa para pahlawan.


c)

Karena itu hari libur sekolah.


d)

Karena semua siswa diharuskan belajar sejarah.


12.

Setiap tanggal 10 November, di Indonesia diperingati sebagai Hari Pahlawan. Pada hari itu, kita mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa. Di sekolah, para siswa diajak untuk mengikuti upacara bendera. Mereka juga belajar tentang sejarah perjuangan bangsa dari buku-buku yang disediakan di perpustakaan.


Apa yang dilakukan para siswa di sekolah untuk memperingati Hari Pahlawan?


a)

Mereka mengikuti upacara bendera.

b)

Mereka berlibur bersama keluarga.


c)

Mereka tidak masuk sekolah.


d)

Mereka hanya membaca buku di kelas.

13.

Di pinggir sungai yang tenang, hiduplah Kura-Kura bernama Kurio. Kurio selalu mengamati setiap pergerakan di sekitarnya. Saat hewan lain sibuk bersenang-senang, Kurio tampak serius memperhatikan ke arah hilir sungai, tempat di mana pohon-pohon mangga mulai mengering. Banyak yang menganggapnya aneh karena tidak mau bermain, padahal Kurio sedang merencanakan sesuatu.

Apa yang dapat disimpulkan tentang karakter Kurio dari paragraf tersebut?

a)

Kurio adalah hewan yang penakut dan tidak berani bergabung dengan teman-temannya.

b)

Kurio adalah hewan yang pemalas dan tidak suka bermain.

c)

Kurio adalah hewan yang sombong dan merasa lebih pintar dari yang lain.

d)

Kurio adalah hewan yang jeli, serius, dan memiliki tujuan yang tersembunyi.

14.

Kurio kemudian mendatangi Bu Berang-Berang yang dikenal cerdas. 'Bu, sungai kita semakin dangkal, pohon-pohon juga kering. Kalau dibiarkan, kita semua akan kesulitan,' kata Kurio. Bu Berang-Berang tersenyum. 'Apakah kamu sudah memikirkan solusinya?' tanyanya. Kurio mengangguk dan mengeluarkan peta dari balik tempurungnya. 'Kita harus bekerja sama membuat saluran air baru dari mata air di puncak bukit,' jelasnya dengan yakin. 'Tapi itu pekerjaan yang sangat berat.' Mengapa Kurio memilih untuk mendatangi Bu Berang-Berang, bukan hewan lain?

a)

Karena Bu Berang-Berang dikenal sebagai hewan yang cerdas dan bisa diajak bekerja sama.

b)

Karena Bu Berang-Berang adalah satu-satunya teman Kurio.

c)

Karena Bu Berang-Berang adalah hewan yang paling kuat di hutan.

d)

Karena Bu Berang-Berang yang paling dekat dengan sungai.

15.

Di pinggir sungai yang tenang, hiduplah Kura-Kura bernama Kurio. Kurio selalu mengamati setiap pergerakan di sekitarnya. Saat hewan lain sibuk bersenang-senang, Kurio tampak serius memperhatikan ke arah hilir sungai, tempat di mana pohon-pohon mangga mulai mengering. Banyak yang menganggapnya aneh karena tidak mau bermain, padahal Kurio sedang merencanakan sesuatu. Kurio kemudian mendatangi Bu Berang-Berang yang dikenal cerdas. 'Bu, sungai kita semakin dangkal, pohon-pohon juga kering. Kalau dibiarkan, kita semua akan kesulitan,' kata Kurio. Bu Berang-Berang tersenyum. 'Apakah kamu sudah memikirkan solusinya?' tanyanya. Kurio mengangguk dan mengeluarkan peta dari balik tempurungnya. 'Kita harus bekerja sama membuat saluran air baru dari mata air di puncak bukit,' jelasnya dengan yakin. 'Tapi itu pekerjaan yang sangat berat.'

'Tapi itu pekerjaan yang sangat berat.' Apa makna tersirat dari kalimat tersebut?

a)

Kurio sebenarnya tidak yakin dengan rencananya sendiri.

b)

Kurio menyadari bahwa rencana ini memerlukan usaha ekstra dan kerja sama semua pihak.

c)

Kurio ingin menguji seberapa kuat Bu Berang-Berang.

d)

Pekerjaan tersebut tidak mungkin dilakukan karena terlalu sulit.

16.

Di akhir pekan, Rio dan adiknya, Sari, berkunjung ke rumah Nenek. Di sana, mereka melihat Nenek sedang memanen sayuran di kebun belakang rumah. Rio melihat Nenek kesulitan membawa keranjang yang penuh dengan kangkung dan bayam.

"Nek, biar Rio bantu," kata Rio, lalu ia mengambil sebagian sayuran dari keranjang Nenek. "Terima kasih, Rio. Tapi tolong, jangan sampai sayurannya jatuh dan kotor ya," pesan Nenek.

Setibanya di dapur, Nenek memberikan Rio dan Sari tugas untuk memetik daun kangkung dan bayam yang sudah tua. Rio awalnya merasa bosan dan ingin segera bermain, tapi ia melihat Nenek begitu teliti memilah setiap sayuran. Nenek menjelaskan, "Sayuran yang baik akan memberikan nutrisi terbaik untuk tubuh kita. Kalau kita teliti sejak awal, hasilnya akan jauh lebih baik."

Rio tersenyum. Ia tidak lagi merasa bosan. Ia mulai memahami bahwa pekerjaan kecil pun memerlukan ketelitian dan ketulusan. Ia dan Sari pun bekerja sama dengan gembira, memetik sayuran hingga bersih. Setelah selesai, Nenek memuji mereka, membuat hati Rio dan Sari merasa bangga.

Mengapa Rio awalnya merasa bosan saat diminta membantu memetik sayuran?

a)

Karena ia tidak tahu cara memetik sayuran.

b)

Karena ia tidak suka makan sayuran.

c)

Karena tugasnya terlalu berat untuknya.

d)

Karena ia ingin segera bermain.

17.

Di akhir pekan, Rio dan adiknya, Sari, berkunjung ke rumah Nenek. Di sana, mereka melihat Nenek sedang memanen sayuran di kebun belakang rumah. Rio melihat Nenek kesulitan membawa keranjang yang penuh dengan kangkung dan bayam.

"Nek, biar Rio bantu," kata Rio, lalu ia mengambil sebagian sayuran dari keranjang Nenek. "Terima kasih, Rio. Tapi tolong, jangan sampai sayurannya jatuh dan kotor ya," pesan Nenek.

Setibanya di dapur, Nenek memberikan Rio dan Sari tugas untuk memetik daun kangkung dan bayam yang sudah tua. Rio awalnya merasa bosan dan ingin segera bermain, tapi ia melihat Nenek begitu teliti memilah setiap sayuran. Nenek menjelaskan, "Sayuran yang baik akan memberikan nutrisi terbaik untuk tubuh kita. Kalau kita teliti sejak awal, hasilnya akan jauh lebih baik."

Rio tersenyum. Ia tidak lagi merasa bosan. Ia mulai memahami bahwa pekerjaan kecil pun memerlukan ketelitian dan ketulusan. Ia dan Sari pun bekerja sama dengan gembira, memetik sayuran hingga bersih. Setelah selesai, Nenek memuji mereka, membuat hati Rio dan Sari merasa bangga.

Bagaimana cara Nenek mengubah perasaan Rio dari bosan menjadi bersemangat?

a)

Nenek membiarkan Rio bermain sebentar sebelum melanjutkan pekerjaan.

b)

Nenek menjelaskan pentingnya ketelitian dan ketulusan dalam bekerja.

c)

Nenek menjanjikan uang jajan kepada Rio.

d)

Nenek menakuti Rio agar tidak malas.

18.

Di akhir pekan, Rio dan adiknya, Sari, berkunjung ke rumah Nenek. Di sana, mereka melihat Nenek sedang memanen sayuran di kebun belakang rumah. Rio melihat Nenek kesulitan membawa keranjang yang penuh dengan kangkung dan bayam.

"Nek, biar Rio bantu," kata Rio, lalu ia mengambil sebagian sayuran dari keranjang Nenek. "Terima kasih, Rio. Tapi tolong, jangan sampai sayurannya jatuh dan kotor ya," pesan Nenek.

Setibanya di dapur, Nenek memberikan Rio dan Sari tugas untuk memetik daun kangkung dan bayam yang sudah tua. Rio awalnya merasa bosan dan ingin segera bermain, tapi ia melihat Nenek begitu teliti memilah setiap sayuran. Nenek menjelaskan, "Sayuran yang baik akan memberikan nutrisi terbaik untuk tubuh kita. Kalau kita teliti sejak awal, hasilnya akan jauh lebih baik."

Rio tersenyum. Ia tidak lagi merasa bosan. Ia mulai memahami bahwa pekerjaan kecil pun memerlukan ketelitian dan ketulusan. Ia dan Sari pun bekerja sama dengan gembira, memetik sayuran hingga bersih. Setelah selesai, Nenek memuji mereka, membuat hati Rio dan Sari merasa bangga.

Jika Rio tidak membantu Nenek dan tidak mendengarkan penjelasannya, apa yang mungkin akan terjadi?

a)

Rio akan dimarahi oleh orang tuanya.

b)

Nenek akan membuang semua sayuran yang kotor.

c)

Rio tidak akan belajar nilai penting tentang ketelitian dan ketulusan.

d)

Nenek akan marah dan tidak akan memuji Rio.

19.

Di sekolah, ada tugas kelompok untuk membuat mading tentang lingkungan. Andi satu kelompok dengan Budi dan Raka. Budi sangat bersemangat, sementara Raka tampak murung. Budi usul, "Andi, kita bagi tugas ya. Kamu cari gambar, aku yang tulis artikel." Andi setuju, tapi mereka tidak mengajak Raka bicara.

Selama beberapa hari, Budi dan Andi bekerja sama dengan baik. Raka hanya duduk diam dan tidak memberikan ide apa pun. Suatu sore, Andi melihat Raka menggambar di buku catatannya. Gambar-gambar itu sangat bagus. Andi pun mendekat. "Raka, gambarmu bagus sekali! Kenapa tidak mau membantu kita?" tanya Andi. Raka menunduk. "Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku pikir kalian tidak membutuhkan bantuanku," jawab Raka lirih. Andi merasa tidak enak.

"Maafkan kami, Raka. Kami yang salah. Tentu kami butuh bantuanmu. Kamu bisa menggambar hiasan untuk mading kita," kata Andi dengan tulus. Wajah Raka pun langsung cerah. Sejak saat itu, mereka bekerja sama dengan gembira. Mading mereka menjadi yang terbaik di kelas karena dihiasi gambar-gambar indah buatan Raka.

Andi adalah orang pertama yang menyadari bahwa Raka memiliki bakat menggambar.

a)
BENAR
b)

SALAH

20.

Di sekolah, ada tugas kelompok untuk membuat mading tentang lingkungan. Andi satu kelompok dengan Budi dan Raka. Budi sangat bersemangat, sementara Raka tampak murung. Budi usul, "Andi, kita bagi tugas ya. Kamu cari gambar, aku yang tulis artikel." Andi setuju, tapi mereka tidak mengajak Raka bicara.

Selama beberapa hari, Budi dan Andi bekerja sama dengan baik. Raka hanya duduk diam dan tidak memberikan ide apa pun. Suatu sore, Andi melihat Raka menggambar di buku catatannya. Gambar-gambar itu sangat bagus. Andi pun mendekat. "Raka, gambarmu bagus sekali! Kenapa tidak mau membantu kita?" tanya Andi. Raka menunduk. "Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku pikir kalian tidak membutuhkan bantuanku," jawab Raka lirih. Andi merasa tidak enak.

"Maafkan kami, Raka. Kami yang salah. Tentu kami butuh bantuanmu. Kamu bisa menggambar hiasan untuk mading kita," kata Andi dengan tulus. Wajah Raka pun langsung cerah. Sejak saat itu, mereka bekerja sama dengan gembira. Mading mereka menjadi yang terbaik di kelas karena dihiasi gambar-gambar indah buatan Raka.

Pesan moral dari cerita ini adalah bahwa kita harus berani berbicara jika ingin didengarkan.

a)
BENAR
b)

SALAH