wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PH 3 Teks Cerpen

Total questions: 25

Worksheet time: 57mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Sebuah mobil colt berplat nomor merah berhenti persis di depan kedai kasur Alin. Murni berdebar-debar, kalau-kalau orang yang turun dari mobil itu utusan hotel yang memesan tiga puluh kasur single itu. Ia berusaha tersenyum dan menyembunyikan giginya yang terlalu menonjol ke depan. Orang berpakaian pegawai itu juga tersenyum membalas.

"Maaf, Bu. Saya pegawai ketertiban Balaikota. Apakah racun api Ibu masih baik? Boleh saya periksa?"


Kata tercetak miring tersebut mengandung makna ...

a)

Bangunan tempat memproduksi barang

b)

Bangunan tempat berjualan

c)

Bangunan tempat menitipkan barang

d)

Bangunan tempat menumpuk barang

2.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor …

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

3.

Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.

Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah ...

a)

Mentari meredup

b)

Ketika kerumunan tidak bersama

c)

Mentari di sebelah barat

d)

Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu

4.

Perhatikan data berikut ini!

1. Uraian deskriptif

2. Menggunakan sudut pandang pencerita

3. Menggunakan dialog

4. Menggunakan kata kerja teknis

5. Menggunakan kata kerja mental

Berdasarkan data di atas, yang merupakan ciri kebahasaan teks cerpen adalah …

a)

2,4,dan 3

b)

1,2,4,dan 5

c)

1,2,3,4,dan 5

d)

1,2,dan 4

5.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Ya, kediaman keluarga Sastro Suwiryo yang menempati lahan seluas 200 meter persegi di Desa Kasongan pinggiran Yogyakarta itu bisa dibilang tenang dan tentram sebelumnya. Malam itu sudah hampir setengah jam isak tangis terdengar mengalahkan lagu malam yang dinyanyikan oleh angin dan lambaian pohon kelapa belakang rumah. Rembulan purnama yang tengah asyik menemani orang-orang yang sedang tidur dengan nyenyak juga tidak disapa oleh isak tangis itu.

“ Bapak, bangun, Pak.”

“ Ada apa, Bu? Malam-malam begini kok bangun? Kok kelihatannya ada yang serius.”

Dikutip dari: Agung Webe, “Arjuna Tidak Mencari Cinta” dalam Arjuna Tidak Mencari Cinta, Bekasi, Soul Journey, 2016.

Kalimat bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut mengandung majas ...

a)

Hiperbola

b)

Metafora

c)

Personifikasi

d)

Metonimia

6.

Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini!

1. Menentukan perwatakan

2. Menentukan sudut pandang

3. Menyajikan peristiwa yang ditentukan dalam alur

4. Menentukan latar

5. Menentukan tema

Susunan yang tepat langkah menyusun teks cerpen adalah ...

a)

5)-1)-2)-4)-3)

b)

5)-2)-1)-4)-3)

c)

1)-2)-3)-4)-5)

d)

5)-3)-1)-4)-2)

7.

Sebuah penyajian permasalahan dalam sebuah cerita hingga sampai puncak masalah disebut ...

a)

komplikasi

b)

Orientasi

c)

resolusi

d)

rangkaian peristiwa

8.

Bacalah kutipan cerpen berikut ini!

(1) Setelah aku tidur di rumah nenek selama tiga hari, senyum nenek semakin lebar dan beliau mengucapkan, "Terima kasih cucuku, kamu telah memberikan hadiah teristimewa di akhir hidupku." (2) Dan disuruh semua anaknya berkumpul. (3) Setelah semua berkumpul, nenek menutup mata untuk selama-lamanya. (4) Nenek tetap tersenyum meskipun nadinya tidak lagi berdenyut.

Sumber: Nasihat Terindah, karya lrwan Ahmad Rozaki


Kalimat langsung pada kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat nomor ...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

9.

Setiap saat anak-anak selalu bemain di lapangan. Anak laki-laki bermain sepakbola, anak perempuan bermain lompat tali. Semua tampak gembira kecuali tuning. Ia hanya memerhatikan kami dari balik

pohon besar. “Kenapa Tuning tidak kita ajak main?” usulku. Isna langsung melotot, “ Apa kamu mau ketularan kutu rambutnya?” “belum ingusnya yang menjijikan itu,” tambah Heppy. Teman-teman ramai komentar, semua menjelek-jelekan Tuning. Sejak itu, aku tidak berani usul lagi untuk mengajak Tuning bermain bersama.


Konflik pada cerita anak tersebut adalah …

a)

Tokoh aku dijauhi teman-temanya.

b)

Tuning tidak diajak bermain oleh teman-temannya karena penyakitan.

c)

Teman-teman Tuning membenci karena penyakitan

d)

Tokoh aku malu bermain dengan Tuning.

10.

“Selanjutnya, masalah pengobatan dana perawatan, biar nanti seluruh guru di sini memikirkan,” tegas Bu Eli. Pak Bon bersikeras tidak mau dibawa ke rumah sakit. Pak Bon memang seorang berpendirian kuat. Meskipun bukan orang kaya, ia tidak mau dibantu begitu saja. Semua guru yang mengunjunginya, hanya menggelengkan kepala, kagum akan keteguhan Pak Bon.


Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Pak Bon adalah ...

a)

Dialog antartokoh

b)

Tindakan tokoh

c)

Diceritakan pengarang

d)

Diceritakan tokoh lain

11.

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.


Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …

a)

orang ketiga sebagai pengamat

b)

orang ketiga serbatahu

c)

orang ketiga pelaku sampingan

d)

orang pertama pelaku utama

12.

Kali ini, untuk menggarap batik pesanan lelaki itu, ia memilih saat malam buta di sebuah kamar berhias sarang laba-laba. Kamar penyimpan langut dan kemelut. Sebelumnya, hampir lima tahun pintu kamar itu dibiarkan terkatup serupa kabisuan mulut disumpal ujung selimut.


Makna kata langut dan kemelut dalam kutipan cerpen tersebut menyimbolkan …

a)

Kesedihan dan penderitaan

b)

Kehampaan dan kesendirian

c)

Kehilangan dan kesedihan

d)

Kesedihan dan penyesalan

13.

Jenis sudut pandang di mana si penulis sengaja melibatkan diri dalam cerita yang dibuatnya sendiri, dan si penulis pun berperan sebagai pelaku dalam ceritanya disebut dengan sudut pandang ...

a)

orang ketiga sebagai pengamat

b)

orang pertama pelaku utama

c)

orang ketiga serba tahu

d)

orang pertama pelaku sampingan

14.

Jenis sudut pandang di mana penulis sama sekali tak terlibat dalam ceritanya. Dia hanyalah berperan sebagai orang yang benar-benar menceritakan isi dari ceritanya. Dalam sudut pandang ini, si penulis mencoba mengisahkan kehidupan satu tokoh secara fokus tanpa menceritakan tokoh-tokoh lainnya. Jenis tersebut disebut sudut pandang ...

a)

orang ketiga serba tahu

b)

orang pertama pelaku sampingan

c)

orang ketiga sebagai pengamat

d)

orang pertama pelaku utama

15.

Kalimat yang berisi pertanyaan yang tidak memerlukan sebuah jawaban dalam teks cerpen disebut dengan ...

a)

kalimat imperatif

b)

kalimat interogatif

c)

kalimat retoris

d)

kalimat tanya

16.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.

Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor …

a)

1

b)

3

c)

4

d)

5

17.

Jenis sudut pandang di mana si penulis sengaja melibatkan diri dalam cerita yang dibuatnya sendiri, dan si penulis pun berperan sebagai pelaku dalam ceritanya disebut dengan sudut pandang....

a)

orang pertama pelaku sampingan

b)

orang ketiga serba tahu

c)

orang pertama pelaku utama

d)

orang ketiga sebagai pengamat

18.

Jenis sudut pandang di mana penulis sama sekali tak terlibat dalam ceritanya. Dia hanyalah berperan sebagai orang yang benar-benar menceritakan isi dari ceritanya. Dalam sudut pandang ini, si penulis mencoba mengisahkan kehidupan satu tokoh secara fokus tanpa menceritakan tokoh-tokoh lainnya. Jenis tersebut disebut sudut pandang....

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang ketiga sebagai pengamat

c)

orang pertama pelaku sampingan

d)

orang ketiga serba tahu

19.

Jenis sudut pandang di mana penulis masih melibatkan diri dalam sebuah cerita yang dibuatnya. Hanya saja, si penulis tak berperan sebagai tokoh utamanya. Jenis tersebut disebut sudut pandang....

a)

orang ketiga sebagai pengamat

b)

orang ketiga serba tahu

c)

orang pertama pelaku utama

d)

orang pertama pelaku sampingan

20.

Jenis sudut pandang di mana si penulis tidak hanya menceritakan satu tokoh saja, melainkan semua tokoh yang ada di dalam ceritanya disebut sudut pandang....

a)

orang ketiga sebagai pengamat

b)

orang ketiga serba tahu

c)

orang pertama pelaku utama

d)

orang pertama pelaku sampingan

21.

Kalimat yang berisi pertanyaan yang tidak memerlukan sebuah jawaban dalam teks cerpen disebut dengan....

a)

kalimat retoris

b)

kalimat tanya

c)

kalimat interogatif

d)

kalimat imperatif

22.

Rapi sekali seragammu yang tak pernah disetrika itu, terlihat seperti kertas yang diremas-remas.


Kalimat tersebut mengandung majas....

a)

metafora

b)

ironi

c)

personifikasi

d)

simile

23.

Ibunya bekerja membanting tulang demi menghidupi kesepuluh anaknya.


Kalimat tersebut mengandung majas....

a)

personifikasi

b)

simile

c)

ironi

d)

metafora

24.

Berikut yang termasuk kebahasaan teks cerpen adalah....

a)

kata khusus dan emotif

b)

menggunakan dialog/kalimat langsung

c)

menggunakan sudut pandang orang kedua

d)

menggunakan konjungsi kausalitas

25.

Majas yang mengandung perbandingan secara tidak langsung disebut dengan majas....

a)

simile

b)

hiperbola

c)

metafora

d)

ironi