wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS PKWU KELAS XI

Total questions: 25

Worksheet time: 2hrs 31mins

Name
Class
Date
1.

Sebuah kelompok siswa membuat lampion hias dari potongan kardus bekas yang dibentuk segitiga dan dirangkai sedemikian rupa. Guru mereka bertanya: “Jika dikaitkan dengan prinsip 5R, apa alasan utama kegiatan ini termasuk ke dalam kategori tertentu?”

a)

Karena kardus tidak bisa digunakan kembali sama sekali

b)

Karena kardus dihancurkan lalu dibakar untuk energi listrik

c)

Karena kardus diolah kembali menjadi produk baru yang bermanfaat

d)

Karena kardus dipakai ulang tanpa perubahan bentuk

e)

Karena kardus hanya diperbaiki tanpa mengubah fungsi

2.

Dalam ekonomi sirkular, sebuah desa mengembangkan usaha kerajinan dari limbah berbasis bangun datar. Produk yang dihasilkan berupa wadah penyimpanan multifungsi. Dari perspektif keberlanjutan, manfaat utama kegiatan ini adalah ...

a)

Mengurangi biaya pendidikan masyarakat

b)

Membatasi peluang usaha baru karena bahan terbatas

c)

Memanfaatkan sumber daya secara berulang dan berkelanjutan

d)

Mengurangi kreativitas masyarakat karena bahan hanya limbah

e)

Menambah jumlah limbah yang menumpuk di desa

3.

Seorang siswa selalu membawa tas belanja kain ketika pergi ke pasar sehingga ia tidak perlu menerima kantong plastik dari penjual. Dari sudut pandang 5R, tindakan tersebut mencerminkan ...

a)

Reduce

b)

Reuse

c)

Recycle

d)

Recovery

e)

Repair

4.

Seorang siswa membuat kerajinan dari kain perca. Ia ditanya guru: “Mengapa lebih tepat disebut Recycle, bukan Reuse?” Siswa yang paham akan menjawab ...

a)

Karena kain perca harus diolah menjadi bentuk baru agar bermanfaat

b)

Karena kain perca tidak bisa dijahit ulang

c)

Karena kain perca sebaiknya hanya dibakar

d)

Karena kain perca sama sekali tidak punya nilai estetis

e)

Karena kain perca tidak bisa diperbaiki

5.

Jika siswa diminta membuat mini project kerajinan limbah lalu dipamerkan dalam kelas, manfaat utama kegiatan tersebut adalah ...

a)

Melatih keterampilan teknis, jiwa wirausaha, dan kepedulian lingkungan

b)

Membuat siswa terbiasa membuang limbah sembarangan

c)

Mengurangi kreativitas siswa karena aturan pameran

d)

Membatasi pemikiran kritis siswa

e)

Mengabaikan aspek fungsi produk

6.

Seorang siswa mengatakan: “Reuse dan Recycle sama-sama menggunakan kembali barang lama.” Namun guru membantah dengan penjelasan ...

a)

Reuse = menggunakan kembali tanpa diolah, Recycle = mengolah menjadi barang baru

b)

Reuse = menghancurkan bahan lama, Recycle = memperbaiki bahan lama

c)

Reuse = hanya untuk limbah organik, Recycle = hanya untuk anorganik

d)

Reuse = selalu butuh energi tinggi

7.

Dalam proses mendesain produk kerajinan, pemilihan bentuk bangun datar tidak boleh sembarangan. Misalnya, siswa menggunakan bentuk segitiga pada dudukan lampu hias sehingga tampak unik, tetapi kursi tetap lebih kuat dengan bentuk persegi panjang. Hal ini membuktikan bahwa pemilihan bentuk sangat berpengaruh pada ...

a)

Harga bahan baku produk

b)

Estetika dan fungsi produk

c)

Warna akhir produk kerajinan

d)

Tingkat kerusakan produk

e)

Faktor yang tidak berpengaruh sama sekali

8.

Sebuah komunitas lingkungan lebih memilih menggunakan kembali wadah kaca lama ketimbang meleburkannya untuk dijadikan kaca baru. Dari perspektif 5R, alasan mengapa Reuse lebih ramah lingkungan dibanding Recycle adalah ...

a)

Barang masih layak pakai tanpa proses ulang yang menguras energi

b)

Barang harus dilebur menjadi bahan baku baru

c)

Barang tidak bisa digunakan kembali sama sekali

d)

Barang selalu menghasilkan limbah tambahan

e)

Barang hanya dapat dibakar untuk energi

9.

Sekelompok siswa memasarkan produk kerajinan limbah bangun datar secara online melalui media sosial dan marketplace. Dengan cara ini, mereka tidak hanya menerapkan prinsip 5R, tetapi juga ...

a)

Prinsip konsumtif dalam belanja

b)

Prinsip digital marketing dalam kewirausahaan

c)

Prinsip mengurangi kreativitas kelompok

d)

Prinsip impor bahan mentah dari luar negeri

e)

Prinsip membatasi jumlah penjualan

10.

Seorang pengrajin membuat 50 tas dari kain perca. Biaya bahan baku Rp150.000, biaya tenaga kerja Rp100.000, biaya overhead Rp50.000. Jika ia ingin margin keuntungan 25%, berapakah harga jual per tas?

a)

Rp7.000

b)

Rp7.500

c)

Rp8.000

d)

Rp8.500

e)

Rp9.000

11.

Sebuah toko kerajinan menetapkan harga jual dengan margin 40% dari biaya produksi. Namun konsumen menganggap harga tersebut terlalu mahal dibanding produk pesaing. Strategi yang paling tepat agar tetap kompetitif adalah ...

a)

Menurunkan harga tanpa perhitungan ulang

b)

Menekan biaya produksi agar harga bisa lebih rendah

c)

Mempertahankan harga tinggi demi gengsi produk

d)

Menghentikan produksi untuk menghindari rugi

e)

Membandingkan harga dengan produk impor tanpa alas an

12.

Dalam pasar lokal, harga produk kerajinan sejenis rata-rata Rp100.000. Seorang pengusaha menetapkan harga Rp120.000. Dari sisi perilaku konsumen, risiko utama strategi ini adalah

a)

Konsumen merasa harga sesuai kualitas

b)

Konsumen beralih ke pesaing yang lebih murah

c)

Konsumen tidak peduli dengan selisih harga

d)

Konsumen semakin loyal meski harga mahal

e)

Pasar tidak terpengaruh oleh perbedaan harga

13.

Sekelompok siswa memproduksi gantungan kunci dari limbah akrilik. Biaya produksi Rp5.000/unit, mereka menjual Rp8.000 di sekolah, sementara harga online Rp10.000. Strategi harga terbaik agar tetap laku tanpa merugi adalah ...

a)

Menjual sama dengan harga online

b)

Menjual sedikit lebih murah dari harga online

c)

Menjual lebih tinggi agar terlihat eksklusif

d)

Menjual tanpa menghitung biaya produksi

e)

Menghentikan penjualan karena tidak bersaing

14.

Seorang pengusaha toko roti menetapkan harga jual Rp100.000/unit. Biaya tetap Rp4.000.000, biaya variabel Rp60.000/unit. Berapa minimal penjualan agar impas?

a)

800 unit

b)

900 unit

c)

1.000 unit

d)

1.100 unit

e)

1.200 unit

15.

Mengapa perhitungan BEP sangat relevan untuk wirausahawan pemula?

a)

Karena membantu tahu kapan bisa promosi

b)

Karena memberi gambaran kapan modal kembali & menghindari rugi berlarut

c)

Karena memastikan untung besar di awal

d)

Karena membuat produk otomatis murah

e)

Karena menurunkan biaya bahan baku

16.

Sebuah usaha minuman kekinian memiliki biaya tetap Rp12.000.000. Biaya variabel Rp10.000/cup dan harga jual Rp20.000/cup. Jika terjual 3.000 cup, bagaimana kondisi usaha?

a)

Masih rugi karena BEP di atas 4.000 cup

b)

Sudah impas tepat di 3.000 cup

c)

Untung karena BEP hanya 1.200 cup

d)

Rugi karena BEP 3.200 cup

e)

Tidak bisa dihitung karena data kurang

17.

Sebuah kelompok usaha mikro memiliki biaya tetap Rp8.000.000, biaya variabel Rp20.000/unit, harga jual Rp40.000/unit. Jika target penjualan 600 unit, apakah usaha sudah untung?

a)

Belum, karena BEP tepat di 600 unit

b)

Belum, karena BEP di atas 700 unit

c)

Ya, karena BEP hanya 400 unit

d)

Tidak bisa dihitung

e)

Rugi, karena biaya variabel lebih besar

18.

Sebuah toko kerajinan menentukan harga jual produknya dengan menambahkan margin 40% dari biaya produksi. Namun, ketika harga ditetapkan, ternyata konsumen menganggap produk terlalu mahal dibandingkan pesaing. Apa yang sebaiknya dilakukan pengusaha agar tetap kompetitif tanpa merugikan usaha?

a)

Turunkan harga tanpa menghitung ulang biaya produksi

b)

Cari cara menekan biaya produksi agar harga bisa lebih rendah

c)

Tetap mempertahankan harga tinggi demi menjaga gengsi produk

d)

Menghentikan produksi untuk menghindari kerugian

e)

Membandingkan harga dengan produk impor tanpa alasan

19.

Biaya produksi sebuah produk adalah Rp100.000. Pengusaha ingin margin keuntungan 50%. Namun setelah ditetapkan, harga jualnya Rp150.000 dianggap terlalu mahal oleh konsumen. Dari perspektif strategi bisnis, langkah apa yang paling tepat dilakukan?

a)

Menurunkan kualitas produk agar sesuai harga

b)

Mengurangi margin keuntungan agar lebih sesuai daya beli konsumen

c)

Membiarkan harga tinggi karena keuntungan lebih besar

d)

Menjual produk dengan sistem kredit

e)

Menaikkan biaya promosi agar konsumen tetap membeli

20.

Dalam sebuah pasar lokal, harga produk sejenis dijual rata-rata Rp100.000. Seorang pengusaha menghitung harga jual produknya Rp120.000 dengan margin besar. Dari sisi perilaku konsumen, apa risiko utama strategi harga ini?

a)

Konsumen merasa harga lebih sesuai kualitas

b)

Konsumen beralih ke pesaing yang lebih murah

c)

Konsumen tidak peduli dengan selisih harga

d)

Konsumen menjadi lebih loyal

e)

Pasar tidak terpengaruh

21.

Sebuah kelompok siswa memproduksi gantungan kunci dari limbah akrilik. Biaya produksi per unit Rp5.000. Mereka menjual Rp8.000 di sekolah, sementara di pasar online harga sejenis Rp10.000. Bagaimana strategi harga yang sebaiknya mereka gunakan agar tetap laku dan tidak merugi?

a)

Menjual sama dengan harga online agar terlihat profesional

b)

Menjual lebih murah sedikit dari online agar menarik konsumen

c)

Menjual lebih tinggi agar terlihat eksklusif

d)

Menjual tanpa menghitung biaya produksi

e)

Menghentikan penjualan karena tidak bersaing

22.

Sebuah perusahaan tas rajut memiliki biaya produksi per unit Rp50.000, pengusaha tersebut menargetkan BEP setelah menjual 200 unit. Berapakah total pendapatan minimum yang harus dicapai agar modal Kembali (BEP Rp)?

a)

Rp8.000.000

b)

Rp9.000.000

c)

Rp10.000.000

d)

Rp11.000.000

e)

Rp12.000.000

23.

Jika harga jual produk terlalu rendah, meskipun barang cepat laku, apa konsekuensi jangka panjang bagi usaha?

a)

Margin keuntungan tipis dan usaha sulit berkembang

b)

Konsumen semakin setia

c)

Biaya produksi otomatis menurun

d)

Produk semakin eksklusif

e)

Pasar menjadi lebih sehat

24.

Dalam konteks kewirausahaan, mengapa menetapkan harga terlalu tinggi bisa merugikan meski kualitas produk bagus?

a)

Karena konsumen lebih memilih harga sesuai daya beli meski kualitas biasa

b)

Karena harga tinggi selalu menurunkan biaya produksi

c)

Karena harga tinggi otomatis menambah promosi

d)

Karena pesaing ikut menaikkan harga

e)

Karena pasar tidak membutuhkan inovasi

25.

Sebuah usaha kerajinan bambu memiliki biaya tetap Rp12.000.000. Biaya variabel per unit Rp30.000, harga jual Rp80.000. Jika pengusaha menargetkan keuntungan setelah 500 unit terjual, apakah usaha tersebut sudah melewati BEP?

a)

Belum, karena BEP tercapai di atas 600 unit

b)

Ya, karena BEP tercapai di bawah 400 unit

c)

Ya, karena BEP tercapai pada 240 unit

d)

Belum, karena BEP baru tercapai pada 400 unit

e)

Tidak bisa dihitung karena data kurang