WorksheetsUTS PKWU KELAS XI
Total questions: 25
Worksheet time: 2hrs 31mins
Sebuah kelompok siswa membuat lampion hias dari potongan kardus bekas yang dibentuk segitiga dan dirangkai sedemikian rupa. Guru mereka bertanya: “Jika dikaitkan dengan prinsip 5R, apa alasan utama kegiatan ini termasuk ke dalam kategori tertentu?”
Karena kardus tidak bisa digunakan kembali sama sekali
Karena kardus dihancurkan lalu dibakar untuk energi listrik
Karena kardus diolah kembali menjadi produk baru yang bermanfaat
Karena kardus dipakai ulang tanpa perubahan bentuk
Karena kardus hanya diperbaiki tanpa mengubah fungsi
Dalam ekonomi sirkular, sebuah desa mengembangkan usaha kerajinan dari limbah berbasis bangun datar. Produk yang dihasilkan berupa wadah penyimpanan multifungsi. Dari perspektif keberlanjutan, manfaat utama kegiatan ini adalah ...
Mengurangi biaya pendidikan masyarakat
Membatasi peluang usaha baru karena bahan terbatas
Memanfaatkan sumber daya secara berulang dan berkelanjutan
Mengurangi kreativitas masyarakat karena bahan hanya limbah
Menambah jumlah limbah yang menumpuk di desa
Seorang siswa selalu membawa tas belanja kain ketika pergi ke pasar sehingga ia tidak perlu menerima kantong plastik dari penjual. Dari sudut pandang 5R, tindakan tersebut mencerminkan ...
Reduce
Reuse
Recycle
Recovery
Repair
Seorang siswa membuat kerajinan dari kain perca. Ia ditanya guru: “Mengapa lebih tepat disebut Recycle, bukan Reuse?” Siswa yang paham akan menjawab ...
Karena kain perca harus diolah menjadi bentuk baru agar bermanfaat
Karena kain perca tidak bisa dijahit ulang
Karena kain perca sebaiknya hanya dibakar
Karena kain perca sama sekali tidak punya nilai estetis
Karena kain perca tidak bisa diperbaiki
Jika siswa diminta membuat mini project kerajinan limbah lalu dipamerkan dalam kelas, manfaat utama kegiatan tersebut adalah ...
Melatih keterampilan teknis, jiwa wirausaha, dan kepedulian lingkungan
Membuat siswa terbiasa membuang limbah sembarangan
Mengurangi kreativitas siswa karena aturan pameran
Membatasi pemikiran kritis siswa
Mengabaikan aspek fungsi produk
Seorang siswa mengatakan: “Reuse dan Recycle sama-sama menggunakan kembali barang lama.” Namun guru membantah dengan penjelasan ...
Reuse = menggunakan kembali tanpa diolah, Recycle = mengolah menjadi barang baru
Reuse = menghancurkan bahan lama, Recycle = memperbaiki bahan lama
Reuse = hanya untuk limbah organik, Recycle = hanya untuk anorganik
Reuse = selalu butuh energi tinggi
Dalam proses mendesain produk kerajinan, pemilihan bentuk bangun datar tidak boleh sembarangan. Misalnya, siswa menggunakan bentuk segitiga pada dudukan lampu hias sehingga tampak unik, tetapi kursi tetap lebih kuat dengan bentuk persegi panjang. Hal ini membuktikan bahwa pemilihan bentuk sangat berpengaruh pada ...
Harga bahan baku produk
Estetika dan fungsi produk
Warna akhir produk kerajinan
Tingkat kerusakan produk
Faktor yang tidak berpengaruh sama sekali
Sebuah komunitas lingkungan lebih memilih menggunakan kembali wadah kaca lama ketimbang meleburkannya untuk dijadikan kaca baru. Dari perspektif 5R, alasan mengapa Reuse lebih ramah lingkungan dibanding Recycle adalah ...
Barang masih layak pakai tanpa proses ulang yang menguras energi
Barang harus dilebur menjadi bahan baku baru
Barang tidak bisa digunakan kembali sama sekali
Barang selalu menghasilkan limbah tambahan
Barang hanya dapat dibakar untuk energi
Sekelompok siswa memasarkan produk kerajinan limbah bangun datar secara online melalui media sosial dan marketplace. Dengan cara ini, mereka tidak hanya menerapkan prinsip 5R, tetapi juga ...
Prinsip konsumtif dalam belanja
Prinsip digital marketing dalam kewirausahaan
Prinsip mengurangi kreativitas kelompok
Prinsip impor bahan mentah dari luar negeri
Prinsip membatasi jumlah penjualan
Seorang pengrajin membuat 50 tas dari kain perca. Biaya bahan baku Rp150.000, biaya tenaga kerja Rp100.000, biaya overhead Rp50.000. Jika ia ingin margin keuntungan 25%, berapakah harga jual per tas?
Rp7.000
Rp7.500
Rp8.000
Rp8.500
Rp9.000
Sebuah toko kerajinan menetapkan harga jual dengan margin 40% dari biaya produksi. Namun konsumen menganggap harga tersebut terlalu mahal dibanding produk pesaing. Strategi yang paling tepat agar tetap kompetitif adalah ...
Menurunkan harga tanpa perhitungan ulang
Menekan biaya produksi agar harga bisa lebih rendah
Mempertahankan harga tinggi demi gengsi produk
Menghentikan produksi untuk menghindari rugi
Membandingkan harga dengan produk impor tanpa alas an
Dalam pasar lokal, harga produk kerajinan sejenis rata-rata Rp100.000. Seorang pengusaha menetapkan harga Rp120.000. Dari sisi perilaku konsumen, risiko utama strategi ini adalah
Konsumen merasa harga sesuai kualitas
Konsumen beralih ke pesaing yang lebih murah
Konsumen tidak peduli dengan selisih harga
Konsumen semakin loyal meski harga mahal
Pasar tidak terpengaruh oleh perbedaan harga
Sekelompok siswa memproduksi gantungan kunci dari limbah akrilik. Biaya produksi Rp5.000/unit, mereka menjual Rp8.000 di sekolah, sementara harga online Rp10.000. Strategi harga terbaik agar tetap laku tanpa merugi adalah ...
Menjual sama dengan harga online
Menjual sedikit lebih murah dari harga online
Menjual lebih tinggi agar terlihat eksklusif
Menjual tanpa menghitung biaya produksi
Menghentikan penjualan karena tidak bersaing
Seorang pengusaha toko roti menetapkan harga jual Rp100.000/unit. Biaya tetap Rp4.000.000, biaya variabel Rp60.000/unit. Berapa minimal penjualan agar impas?
800 unit
900 unit
1.000 unit
1.100 unit
1.200 unit
Mengapa perhitungan BEP sangat relevan untuk wirausahawan pemula?
Karena membantu tahu kapan bisa promosi
Karena memberi gambaran kapan modal kembali & menghindari rugi berlarut
Karena memastikan untung besar di awal
Karena membuat produk otomatis murah
Karena menurunkan biaya bahan baku
Sebuah usaha minuman kekinian memiliki biaya tetap Rp12.000.000. Biaya variabel Rp10.000/cup dan harga jual Rp20.000/cup. Jika terjual 3.000 cup, bagaimana kondisi usaha?
Masih rugi karena BEP di atas 4.000 cup
Sudah impas tepat di 3.000 cup
Untung karena BEP hanya 1.200 cup
Rugi karena BEP 3.200 cup
Tidak bisa dihitung karena data kurang
Sebuah kelompok usaha mikro memiliki biaya tetap Rp8.000.000, biaya variabel Rp20.000/unit, harga jual Rp40.000/unit. Jika target penjualan 600 unit, apakah usaha sudah untung?
Belum, karena BEP tepat di 600 unit
Belum, karena BEP di atas 700 unit
Ya, karena BEP hanya 400 unit
Tidak bisa dihitung
Rugi, karena biaya variabel lebih besar
Sebuah toko kerajinan menentukan harga jual produknya dengan menambahkan margin 40% dari biaya produksi. Namun, ketika harga ditetapkan, ternyata konsumen menganggap produk terlalu mahal dibandingkan pesaing. Apa yang sebaiknya dilakukan pengusaha agar tetap kompetitif tanpa merugikan usaha?
Turunkan harga tanpa menghitung ulang biaya produksi
Cari cara menekan biaya produksi agar harga bisa lebih rendah
Tetap mempertahankan harga tinggi demi menjaga gengsi produk
Menghentikan produksi untuk menghindari kerugian
Membandingkan harga dengan produk impor tanpa alasan
Biaya produksi sebuah produk adalah Rp100.000. Pengusaha ingin margin keuntungan 50%. Namun setelah ditetapkan, harga jualnya Rp150.000 dianggap terlalu mahal oleh konsumen. Dari perspektif strategi bisnis, langkah apa yang paling tepat dilakukan?
Menurunkan kualitas produk agar sesuai harga
Mengurangi margin keuntungan agar lebih sesuai daya beli konsumen
Membiarkan harga tinggi karena keuntungan lebih besar
Menjual produk dengan sistem kredit
Menaikkan biaya promosi agar konsumen tetap membeli
Dalam sebuah pasar lokal, harga produk sejenis dijual rata-rata Rp100.000. Seorang pengusaha menghitung harga jual produknya Rp120.000 dengan margin besar. Dari sisi perilaku konsumen, apa risiko utama strategi harga ini?
Konsumen merasa harga lebih sesuai kualitas
Konsumen beralih ke pesaing yang lebih murah
Konsumen tidak peduli dengan selisih harga
Konsumen menjadi lebih loyal
Pasar tidak terpengaruh
Sebuah kelompok siswa memproduksi gantungan kunci dari limbah akrilik. Biaya produksi per unit Rp5.000. Mereka menjual Rp8.000 di sekolah, sementara di pasar online harga sejenis Rp10.000. Bagaimana strategi harga yang sebaiknya mereka gunakan agar tetap laku dan tidak merugi?
Menjual sama dengan harga online agar terlihat profesional
Menjual lebih murah sedikit dari online agar menarik konsumen
Menjual lebih tinggi agar terlihat eksklusif
Menjual tanpa menghitung biaya produksi
Menghentikan penjualan karena tidak bersaing
Sebuah perusahaan tas rajut memiliki biaya produksi per unit Rp50.000, pengusaha tersebut menargetkan BEP setelah menjual 200 unit. Berapakah total pendapatan minimum yang harus dicapai agar modal Kembali (BEP Rp)?
Rp8.000.000
Rp9.000.000
Rp10.000.000
Rp11.000.000
Rp12.000.000
Jika harga jual produk terlalu rendah, meskipun barang cepat laku, apa konsekuensi jangka panjang bagi usaha?
Margin keuntungan tipis dan usaha sulit berkembang
Konsumen semakin setia
Biaya produksi otomatis menurun
Produk semakin eksklusif
Pasar menjadi lebih sehat
Dalam konteks kewirausahaan, mengapa menetapkan harga terlalu tinggi bisa merugikan meski kualitas produk bagus?
Karena konsumen lebih memilih harga sesuai daya beli meski kualitas biasa
Karena harga tinggi selalu menurunkan biaya produksi
Karena harga tinggi otomatis menambah promosi
Karena pesaing ikut menaikkan harga
Karena pasar tidak membutuhkan inovasi
Sebuah usaha kerajinan bambu memiliki biaya tetap Rp12.000.000. Biaya variabel per unit Rp30.000, harga jual Rp80.000. Jika pengusaha menargetkan keuntungan setelah 500 unit terjual, apakah usaha tersebut sudah melewati BEP?
Belum, karena BEP tercapai di atas 600 unit
Ya, karena BEP tercapai di bawah 400 unit
Ya, karena BEP tercapai pada 240 unit
Belum, karena BEP baru tercapai pada 400 unit
Tidak bisa dihitung karena data kurang
