wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Manajemen Obat Kedaluwarsa di Industri Farmasi

Total questions: 15

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Suatu batch obat dinyatakan mendekati masa kedaluwarsa. Sebagai bagian dari manajemen mutu, tindakan yang paling tepat dilakukan industri adalah…

a)

Menjual cepat ke distributor agar tidak rugi

b)

Menarik batch dari pasar sebelum tanggal kedaluwarsa tercapai

c)

Mencampur dengan batch baru agar stok tetap aman

d)

Memperpanjang tanggal kedaluwarsa tanpa uji stabilitas

e)

Menyimpan batch di gudang tanpa tindakan

2.

Penentuan tanggal kedaluwarsa obat di industri farmasi ditetapkan berdasarkan…

a)

Uji organoleptis

b)

Hasil uji stabilitas real time dan akselerasi

c)

Perkiraan produsen

d)

Lama waktu penyimpanan di gudang

e)

Jumlah batch yang diproduksi

3.

Jika suatu obat sudah melewati tanggal kedaluwarsa, risiko utamanya adalah…

a)

Tidak ada efek sama sekali

b)

Penurunan mutu, khasiat, dan potensi risiko toksisitas

c)

Hanya perubahan warna kemasan

d)

Tidak bisa dijual kembali

e)

Harga jual meningkat

4.

Dalam sistem CPOB, obat yang tidak memenuhi spesifikasi mutu harus…

a)

Dijual dengan harga lebih murah

b)

Dikembalikan ke pemasok bahan baku

c)

Dipisahkan dan dimusnahkan sesuai prosedur

d)

Digabungkan dengan batch berikutnya

e)

Disimpan sebagai cadangan darurat

5.

Berita acara pemusnahan obat di industri farmasi wajib memuat informasi berikut, kecuali…

a)

Nama obat dan nomor batch

b)

Jumlah obat yang dimusnahkan

c)

Alasan pemusnahan

d)

Harga jual obat saat dipasarkan

e)

Tanda tangan saksi

6.

Jika perusahaan tidak memusnahkan obat kadaluwarsa sesuai regulasi, konsekuensi yang paling mungkin adalah…

a)

Peningkatan penjualan

b)

Sanksi administratif, pencabutan izin edar, bahkan pidana

c)

Perpanjangan masa edar otomatis

d)

Mendapat kompensasi dari BPOM

e)

Tetap bisa diedarkan dengan catatan

7.

Alasan ilmiah mengapa obat antibiotik yang sudah kedaluwarsa berbahaya adalah…

a)

Warna kapsul memudar sehingga tidak layak dikonsumsi

b)

Dapat menghasilkan metabolit toksik atau kehilangan aktivitas antibakteri

c)

Hanya menyebabkan diare atau mual ringan

d)

Tidak bisa larut dalam air lagi sehingga sulit dikonsumsi

e)

Harganya mahal dan mengakibatkan sulit dibeli oleh pasien

8.

Peraturan terbaru (PerBPOM No. 14 Tahun 2022) menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas pemusnahan obat yang ditarik dari pasar adalah…

a)

Distributor

b)

Pedagang Besar Farmasi

c)

Pemilik izin edar (industri farmasi)

d)

Apoteker rumah sakit

e)

Konsumen

9.

Alasan dokumentasi pemusnahan obat kedaluwarsa wajib disimpan adalah...

a)

Untuk keperluan audit regulatori dan bukti akuntabilitas

b)

Agar bisa dijual kembali bila diperlukan

c)

Untuk menghitung keuntungan perusahaan

d)

Agar stok selalu tercatat penuh

e)

Untuk promosi kepada konsumen

10.

Jika industri farmasi menemukan obat dengan hasil uji stabilitas gagal sebelum masa kedaluwarsa tercapai, tindakan yang tepat adalah…

a)

Mengabaikan karena masih ada tanggal kedaluwarsa

b)

Menjual dengan diskon besar

c)

Menarik obat dari pasar dan melakukan investigasi serta pemusnahan

d)

Memberikan ke tenaga medis saja

e)

Mencampurkan dengan batch yang masih stabil

11.

Sebuah industri farmasi menemukan bahwa salah satu produknya menunjukkan perubahan warna pada bulan ke-18 uji stabilitas accelerated, sementara uji real time masih sesuai spesifikasi. Langkah paling tepat yang harus dilakukan adalah...

a)

Menetapkan expiry date 18 bulan langsung

b)

Menghentikan produksi obat tersebut

c)

Melanjutkan uji real time dan mengevaluasi data tren stabilitas

d)

Mengganti formula obat tanpa uji ulang

e)

Mengajukan penarikan seluruh batch yang beredar

12.

Jika suatu batch obat kedaluwarsa masih tersimpan di gudang industri, yang bertanggung jawab akhir dalam keputusan pemusnahan adalah...

a)

Kepala Produksi

b)

Kepala Quality Assurance (QA)

c)

Tim Distribusi

d)

Badan POM langsung

e)

Bagian Administrasi

13.

Insinerasi lebih disarankan untuk pemusnahan obat sitotoksik dibanding metode lain karena...

a)

Lebih murah dibanding metode kimia

b)

Tidak menghasilkan emisi berbahaya sama sekali

c)

Dapat menghancurkan struktur kimia obat hingga tidak aktif

d)

Lebih cepat dilakukan tanpa pengawasan

e)

Tidak memerlukan izin lingkungan

14.

Sebuah industri farmasi ingin meminimalkan jumlah obat kedaluwarsa di gudang. Strategi manajemen stok yang paling tepat diterapkan adalah...

a)

FIFO (First In First Out)

b)

LIFO (Last In First Out)

c)

FEFO (First Expired First Out)

d)

Just in Time (JIT)

e)

Randomized Stocking

15.

Dalam audit BPOM, ditemukan industri farmasi tidak memiliki dokumen berita acara pemusnahan obat kedaluwarsa. Konsekuensi paling mungkin yang akan terjadi adalah...

a)

Perusahaan ditegur secara lisan

b)

Produk langsung dilarang edar tanpa pemeriksaan lebih lanjut

c)

Perusahaan diwajibkan melengkapi dokumen sesuai CPOB, berpotensi sanksi administratif

d)

Semua produk dianggap palsu dan ditarik dari pasaran

e)

Tidak ada dampak karena obat sudah dimusnahkan