wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

5R di Bengkel RPS

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Prinsip 5R yang bertujuan untuk menyingkirkan atau membuang semua barang yang tidak diperlukan dari area kerja adalah...

a)

Rapi (Seiton)

b)

Resik (Seiso)

c)

Rawat (Seiketsu)

d)

Ringkas (Seiri)

e)

Rajin (Shitsuke)

2.

Di Bengkel Teknik Ketenagalistrikan, tindakan yang paling tepat untuk menerapkan prinsip RAPI (Seiton) adalah...

a)

Membersihkan serpihan kabel dari lantai setelah praktik.

b)

Membuang komponen elektronik yang sudah jelas rusak ke tempat sampah umum.

c)

Menyimpan obeng, tang, dan cutter pada shadow board yang sudah diberi tanda.

d)

Membuat jadwal pembersihan mingguan untuk mesin drill.

e)

Secara otomatis membersihkan meja kerja tanpa perlu disuruh.

3.

Manakah contoh barang yang harus segera diidentifikasi dan dipisahkan sebagai "Tidak Perlu/Rusak" dalam tahap RINGKAS (Seiri) di bengkel listrik?

a)

Multimeter yang sering digunakan.

b)

Kabel NYM panjang yang tersimpan di gudang.

c)

Kabel sisa potongan pendek yang sudah tidak bisa disambung lagi.

d)

Alat ukur yang baru selesai dikalibrasi.

e)

Kotak resistor dengan label yang jelas.

4.

Jika seorang siswa lupa mengembalikan tang potong ke shadow board setelah selesai menggunakannya, hal ini melanggar prinsip 5R, yaitu...

a)

Ringkas (Seiri)

b)

Rapi (Seiton)

c)

Resik (Seiso)

d)

Rawat (Seiketsu)

e)

Rajin (Shitsuke)

5.

Tujuan utama dari prinsip RESIK (Seiso) di bengkel listrik adalah...

a)

Untuk memamerkan kebersihan kepada pengunjung.

b)

Agar alat yang diperlukan mudah ditemukan.

c)

Menjaga kebersihan area kerja, alat, dan mesin dari kotoran atau debu untuk mencegah gangguan kinerja atau bahaya.

d)

Menetapkan standar penyimpanan yang seragam.

e)

Menjadikan 5R sebagai kebiasaan sehari-hari.

6.

Prinsip 5R yang melibatkan pembuatan Daftar Periksa (Checklist) Harian dan pemasangan Poster Standar 5R di dinding bengkel untuk memastikan konsistensi adalah...

a)

Ringkas (Seiri)

b)

Rapi (Seiton)

c)

Resik (Seiso)

d)

Rawat (Seiketsu)

e)

Rajin (Shitsuke)

7.

Tindakan membersihkan timah solder yang menempel pada soldering iron setelah digunakan merupakan penerapan dari prinsip...

a)

Ringkas (Seiri)

b)

Rapi (Seiton)

c)

Resik (Seiso)

d)

Rawat (Seiketsu)

e)

Rajin (Shitsuke)

8.

Dalam konteks RAWAT (Seiketsu), jika sebuah tim praktik bertanggung jawab atas kerapian dan kebersihan area penyimpanan komponen, hal ini menunjukkan...

a)

Penyimpanan yang efektif.

b)

Peningkatan efisiensi kerja.

c)

Pengurangan limbah.

d)

Standarisasi dan pelibatan semua pihak.

e)

Perbaikan alat yang rusak.

9.

Prinsip RAJIN (Shitsuke) menekankan pada...

a)

Kualitas alat yang digunakan.

b)

Penggunaan Visual Control (seperti shadow board).

c)

Pemilahan barang berdasarkan frekuensi penggunaan.

d)

Disiplin dan konsistensi untuk menjadikan 5R sebagai kebiasaan yang melekat.

e)

Pembersihan mendalam sekali dalam sebulan.

10.

Di bengkel listrik, mengelompokkan kabel sisa yang masih panjang berdasarkan jenis atau ukuran, menggulungnya rapi, dan menyimpannya di rak berlabel adalah contoh penerapan yang paling dominan dari prinsip...

a)

Ringkas (Seiri)

b)

Rapi (Seiton)

c)

Resik (Seiso)

d)

Rawat (Seiketsu)

e)

Rajin (Shitsuke)

11.

Di sebuah meja praktik, terdapat tumpukan serpihan isolasi kabel dan sisa timah solder. Kondisi ini secara langsung meningkatkan risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) terbesar, yaitu...

a)

Menurunnya soft skill siswa.

b)

Potensi kebakaran akibat tumpukan material mudah terbakar dan short circuit yang tidak terdeteksi.

c)

Sulitnya mencari obeng (tool finding time).

d)

Pelanggaran terhadap prinsip Rawat (Seiketsu).

e)

Peningkatan limbah B3 yang tidak terkelola.

12.

Setelah melakukan pemilahan (Seiri), siswa menemukan beberapa baterai bekas, lampu TL bekas, dan komponen PCB yang sudah rusak total. Tindakan paling bertanggung jawab yang harus dilakukan sesuai standar 5R dan K3 adalah...

a)

Membuangnya ke tempat sampah umum agar area kerja cepat bersih.

b)

Menyimpannya di laci pribadi karena jarang diperlukan.

c)

Mendaur ulangnya sendiri menjadi karya seni.

d)

Mengumpulkannya di wadah khusus yang berlabel "Limbah B3" dan menunggu prosedur pembuangan yang benar.

e)

Meminta teman untuk membuangnya agar tidak melanggar prinsip Resik.

13.

Bengkel telah memasang shadow board (papan bayangan alat) di dinding dan melatih siswa untuk mengembalikan alat ke tempatnya. Namun, setiap akhir pekan masih banyak alat yang tidak dikembalikan. Untuk mengatasi masalah ini secara permanen, guru harus menekankan perbaikan pada prinsip 5R, terutama dari RAPI (Seiton) menuju...

a)

Ringkas (Seiri), dengan membuang alat yang sering tercecer.

b)

Resik (Seiso), dengan membersihkan shadow board lebih rutin.

c)

Rajin (Shitsuke), dengan meningkatkan disiplin dan konsistensi pengembalian alat.

d)

Rawat (Seiketsu), dengan mengganti warna shadow board.

e)

Rapi (Seiton), dengan menambahkan alat baru.

14.

Dua kelompok praktik memiliki standar kerapian yang berbeda. Kelompok A menyimpan kabel sisa di kotak, sedangkan Kelompok B menggantungnya di rak. Ketika instruktur meminta kedua kelompok untuk menggunakan metode yang sama, hal ini adalah upaya untuk mencapai tahapan 5R, yaitu...

a)

Ringkas (Seiri)

b)

Rapi (Seiton)

c)

Resik (Seiso)

d)

Rawat (Seiketsu), yaitu standarisasi tata kelola.

e)

Rajin (Shitsuke), yaitu pembentukan kebiasaan baru.

15.

Seorang teknisi listrik selalu membersihkan kabel yang tumpah, menyusun rapi tool box miliknya, dan segera melaporkan kerusakan kecil pada mesin drill tanpa menunggu perintah. Perilaku ini menunjukkan bahwa teknisi tersebut telah berhasil mengintegrasikan prinsip 5R yang mana?

a)

Hanya Ringkas (Seiri) dan Resik (Seiso).

b)

Hanya Rapi (Seiton) dan Rawat (Seiketsu).

c)

Seluruh prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat) yang diinternalisasi melalui prinsip Rajin (Shitsuke).

d)

Hanya prinsip-prinsip yang berorientasi pada keselamatan saja.

e)

Hanya prinsip Resik (Seiso) yang didukung oleh Rawat (Seiketsu).

16.

Prinsip 5R yang bertujuan untuk menyingkirkan atau membuang semua barang yang tidak diperlukan dari area kerja adalah...

a)

Rapi (Seiton)

b)

Resik (Seiso)

c)

Rawat (Seiketsu)

d)

Ringkas (Seiri)

e)

Rajin (Shitsuke)

17.

Di Bengkel Teknik Ketenagalistrikan, tindakan yang paling tepat untuk menerapkan prinsip RAPI (Seiton) adalah...

a)

Membersihkan serpihan kabel dari lantai setelah praktik.

b)

Membuang komponen elektronik yang sudah jelas rusak ke tempat sampah umum.

c)

Menyimpan obeng, tang, dan cutter pada shadow board yang sudah diberi tanda.

d)

Membuat jadwal pembersihan mingguan untuk mesin drill.

e)

Secara otomatis membersihkan meja kerja tanpa perlu disuruh.

18.

Manakah contoh barang yang harus segera diidentifikasi dan dipisahkan sebagai "Tidak Perlu/Rusak" dalam tahap RINGKAS (Seiri) di bengkel listrik?

a)

Multimeter yang sering digunakan.

b)

Kabel NYM panjang yang tersimpan di gudang.

c)

Kabel sisa potongan pendek yang sudah tidak bisa disambung lagi.

d)

Alat ukur yang baru selesai dikalibrasi.

e)

Kotak resistor dengan label yang jelas.

19.

Jika seorang siswa lupa mengembalikan tang potong ke shadow board setelah selesai menggunakannya, hal ini melanggar prinsip 5R, yaitu...

a)

Ringkas (Seiri)

b)

Rapi (Seiton)

c)

Resik (Seiso)

d)

Rawat (Seiketsu)

e)

Rajin (Shitsuke)

20.

Tujuan utama dari prinsip RESIK (Seiso) di bengkel listrik adalah...

a)

Untuk memamerkan kebersihan kepada pengunjung.

b)

Agar alat yang diperlukan mudah ditemukan.

c)

Menjaga kebersihan area kerja, alat, dan mesin dari kotoran atau debu untuk mencegah gangguan kinerja atau bahaya.

d)

Menetapkan standar penyimpanan yang seragam.

e)

Menjadikan 5R sebagai kebiasaan sehari-hari.

21.

Dalam konteks RAWAT (Seiketsu), jika sebuah tim praktik bertanggung jawab atas kerapian dan kebersihan area penyimpanan komponen, hal ini menunjukkan...

a)

Penyimpanan yang efektif.

b)

Peningkatan efisiensi kerja.

c)

Pengurangan limbah.

d)

Standarisasi dan pelibatan semua pihak.

e)

Perbaikan alat yang rusak.

22.

Prinsip RAJIN (Shitsuke) menekankan pada...

a)

Kualitas alat yang digunakan.

b)

Penggunaan Visual Control (seperti shadow board).

c)

Pemilahan barang berdasarkan frekuensi penggunaan.

d)

Disiplin dan konsistensi untuk menjadikan 5R sebagai kebiasaan yang melekat.

e)

Pembersihan mendalam sekali dalam sebulan.

23.

Di sebuah meja praktik, terdapat tumpukan serpihan isolasi kabel dan sisa timah solder. Kondisi ini secara langsung meningkatkan risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) terbesar, yaitu...

a)

Menurunnya soft skill siswa.

b)

Potensi kebakaran akibat tumpukan material mudah terbakar dan short circuit yang tidak terdeteksi.

c)

Sulitnya mencari obeng (tool finding time).

d)

Pelanggaran terhadap prinsip Rawat (Seiketsu).

e)

Peningkatan limbah B3 yang tidak terkelola.

24.

Seorang teknisi listrik selalu membersihkan kabel yang tumpah, menyusun rapi tool box miliknya, dan segera melaporkan kerusakan kecil pada mesin drill tanpa menunggu perintah. Perilaku ini menunjukkan bahwa teknisi tersebut telah berhasil mengintegrasikan prinsip 5R yang mana?

a)

Hanya Ringkas (Seiri) dan Resik (Seiso).

b)

Hanya Rapi (Seiton) dan Rawat (Seiketsu).

c)

Seluruh prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat) yang diinternalisasi melalui prinsip Rajin (Shitsuke).

d)

Hanya prinsip-prinsip yang berorientasi pada keselamatan saja.

e)

Hanya prinsip Resik (Seiso) yang didukung oleh Rawat (Seiketsu).

25.

Seorang teknisi listrik selalu membersihkan kabel yang tumpah, menyusun rapi tool box miliknya, dan segera melaporkan kerusakan kecil pada mesin drill tanpa menunggu perintah. Perilaku ini menunjukkan bahwa teknisi tersebut telah berhasil mengintegrasikan prinsip 5R yang mana?

a)

Hanya Ringkas (Seiri) dan Resik (Seiso).

b)

Hanya Rapi (Seiton) dan Rawat (Seiketsu).

c)

Seluruh prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat) yang diinternalisasi melalui prinsip Rajin (Shitsuke).

d)

Hanya prinsip-prinsip yang berorientasi pada keselamatan saja.

e)

Hanya prinsip Resik (Seiso) yang didukung oleh Rawat (Seiketsu).