wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

FATIGUE TESTING (UJI KELELAHAN)

Total questions: 12

Worksheet time: 11mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan fatigue pada material?

a)

Perubahan bentuk permanen akibat beban statis.

b)

Kegagalan material akibat beban siklik yang amplitudonya dapat lebih kecil dari tegangan leleh

c)

Kegagalan akibat korosi kimia saja

d)

Peningkatan kekuatan material setelah perlakuan panas

2.

Tahapan yang benar dalam mekanisme kegagalan fatigue adalah:

a)

Propagasi cepat → inisiasi retak → pertumbuhan stabil

b)

Inisiasi retak → pertumbuhan retak stabil → propagasi cepat hingga patah

c)

Degradasi permukaan → oksidasi → patah

d)

Rekristalisasi → inisiasi → pemulihan

3.

Metode uji/analisis yang paling sering dipakai untuk kondisi high-cycle fatigue (HCF) adalah:

a)

ɛ–N (strain–life / Coffin–Manson)

b)

Metode S–N (stress–life)

c)

Hukum Paris (pertumbuhan retak) saja

d)

Uji tarik statis

4.

Persamaan atau pendekatan manakah yang biasanya digunakan untuk menganalisis low-cycle fatigue (LCF) yang melibatkan deformasi plastis signifikan?

a)

S–N (Basquin)

b)

Coffin–Manson (ɛ–N) / strain–life

c)

Aturan Palmgren–Miner saja

d)

Rotating bending test

5.

Standar internasional yang direkomendasikan untuk uji kelelahan aksial beramplitudo konstan pada material logam adalah:

a)

ASTM E466

b)

ISO 9001

c)

ASTM A36

d)

ISO 14001

6.

Apa arti endurance limit sebagaimana dijelaskan pada materi?

a)

Tegangan maksimum sebelum patah dalam sekali beban.

b)

Tegangan di bawahnya material dapat bertahan secara praktis tanpa gagal meskipun diberi siklus sangat banyak (mis. >10⁶) — pada beberapa baja.

c)

Jumlah siklus maksimum yang dapat ditahan pada tegangan nol.

d)

Tegangan pada saat material mengalami regangan plastik.

7.

Aturan Palmgren–Miner digunakan untuk:

a)

Menghitung tegangan geser maksimum pada uji torsional.

b)

Menjumlahkan fraksi kerusakan dari berbagai level tegangan sampai mencapai kegagalan (kumulatif kerusakan).

c)

Menentukan modulus elastisitas E.

d)

Menghitung laju pertumbuhan retak menurut hukum Paris.

8.

Manakah deskripsi yang tepat untuk rotating bending fatigue test seperti yang dijelaskan pada materi?

a)

Spesimen dipuntir bolak-balik untuk menghasilkan tegangan geser siklik.

b)

Spesimen diberi beban tarik saja dengan R > 0.

c)

Batang spesimen diputar sementara diberi beban lentur sehingga setiap titik permukaan mengalami siklus tarik–tekan selama rotasi.

d)

Spesimen dikompresi statis sampai patah.

9.

Parameter rasio tegangan 𝑅. Jika 𝑅=−1, kondisi pembebanan ini disebut:

a)

Tension–Tension (tarik–tarik)

b)

Compression–Compression (tekan–tekan)

c)

Fully reversed (tarik–tekan bolak-balik)

d)

Static loading (pembebanan statis)

10.

Manakah standar yang direkomendasikan untuk penyajian hasil uji kelelahan amplitudo konstan (presentation of constant amplitude fatigue test results)?

a)

ASTM E466

b)

ASTM E468

c)

ISO 1099

d)

ASTM A36

11.

Diketahui dari kurva S–N bahwa pada amplitudo tegangan σₐ = 200 MPa, umur lelah material N = 1,000,000 siklus. Sebuah komponen mengalami 400,000 siklus pada kondisi tegangan tersebut. Berapakah fraksi kerusakan

𝐷 menurut aturan Palmgren–Miner?

a)

0,20

b)

0,40

c)

0,50

d)

0,80

12.
a)

b)

c)

d)