wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan Analisis Unsur Intinsik Cerpen

Total questions: 20

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Perhatikan teks di bawah ini!

"Sejak kecil, Rani selalu bermimpi menjadi seorang dokter. Namun, ketika ayahnya sakit keras dan biaya pengobatan tidak mencukupi, ia terpaksa berhenti sekolah dan bekerja di pabrik. Setiap malam, ia duduk di teras rumah memandangi langit, bertanya-tanya apakah mimpinya masih bisa tercapai. Suatu hari, ia bertemu dengan seorang rekan pendidikan yang menawarkan beasiswa untuknya. Rani pun memutuskan untuk menerima beasiswa yang ditawarkan.

Tahapan alur yang ditunjukkan dalam teks di atas adalah...

a)

orientasi

b)

Rising action

c)

klimaks

d)

antiklimaks

e)

resolusi

2.

Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...

a)

pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca

b)

berbagai kerumitan bermunculan

c)

konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi

d)

nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca

e)

konflik mencapai sebuah selesaian atau lerai

3.

Menyaksikan guyuran dari bawah lindungan halte bus, aku merasa tak berdaya. Aku hanya bisa memandang entah apa, tanpa pernah berbuat lain kecuali diam. Jauh di atas sana, langit kelabu, bertanda hujan akan cukup betah menyaksikanku. Andai aku tadi tidak terlambat, aku pasti sudah di bus bahkan mungkin sudah tidur nyenyak di kamar.


Sudut pandang yang digunakan pengarang pada kutipan cerita di atas adalah...

a)

Orang ketiga

b)

Orang ketiga pengamat

c)

Orang pertama pelaku utama

d)

Orang pertama bukan pelaku utama

4.

5. Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …

a)

a. tubuhnya digerogoti penyakit

b)

b. buruknya pelayanan rumah sakit

c)

c. susahnya menjadi orang miskin

d)

d. banyak bangsal yang kosong

5.

Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.


Cara pengarang penyampaian tema cerpen adalah ….

a)

a. melalui kisah hidup tokoh

b)

b. narasi langsung oleh pengarang

c)

c. melalui dialog

d)

d. pendapat tokoh dalam cerita

e)

e. melalui prolog

6.

Pada tahapan yang penulis mulai memperkenalkan masalah yang akan dihadapi oleh tokoh utamanya disebut alur dalam tahapan ….

a)

a. perkenalan

b)

b. pemunculan masalah

c)

c. menuju konflik

d)

d. ketegangan

e)

e. penyelesaian

7.

Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.


Sifat tokoh Larasati berdasarkan kutipan di atas adalah …

a)

a. sabar dan penyayang

b)

b. angkuh dan disiplin

c)

c. tegas dan pemberani

d)

d. penuh perhatiaan dan tegas

e)

e. angkuh dan pemberani

8.

Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.


Karakter tokoh pak Usman dalam kutipan cerpen tersebut memiliki sifat ….

a)

a. pendendam

b)

b. keras kepala dan mudah marah

c)

c. tidak bisa membedakan urusan dinas dan pribadi

d)

d. ingin menang sendiri

e)

e. pemurah

9.

Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.


Kedudukan tokoh pak Usman dan Larasati dalam kutipan cerpen di atas adalah ….

a)

a. tokoh antagonis, tokoh penengah

b)

b. tokoh protagonis, tokoh penengah

c)

c. tokoh antagonis, tokoh protagonis

d)

d. tokoh protagonis, tokoh protagonis

e)

e. tokoh antagonis, tokoh antagonis

10.

Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.


Gambaran karakter tokoh Diah dalam cerpen tersebut adalah …

a)

a. kuat menerima cobaan

b)

b. mudah putus asa

c)

c. lemah dan penuh penderitaan

d)

d. trauma dalam menjalani kehidupan

e)

e. sedih dan terharu

11.
  1. Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!

Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.

Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

a. sore hari, terminal

b)

b. siang hari, perjalanan

c)

c. siang hari, terminal

d)

d. pagi hari, rumah

12.

Bacalah cerita berikut dengan seksama!

Kita lihat, dari pintu masuk sebuah ruangan di hotel berbintang empat itu, dia membelok ke arah kiri, dia memilih kursi paling samping dari deretan kursi paling belakang. Begitu dia duduk, sejumlah lelaki dekat kursi itu serempak kaasak-kusuk dalam gelap.

Latar tempat penggalan cerpen tersebut adalah...

a)

a. pintu masuk

b)

b. hotel bintang empat

c)

c. arah kiri

d)

d. kursi samping

13.

1. Bacalah kutipan novel berikut!

Laskar Pelangi


Atas dasar semua bukti yang ada dan pengkuan Noura, akhirnya mau tidak mau Dewan Hakim memutuskan diriku tidak bersalah dan bebas dari dakwaan apa pun. Takbir dan hamdallah bergemuruh di ruang pengadilan itu dilantunkan oleh semua orang yang membela dan bersimpati padaku. Seketika aku sujud syukur …. Aisha memelukku dengan tangis bahagia tiada terkira.

Tahapan alur pada penggalan novel tersebut adalah …

a)

Pengenalan

b)

pengungkapkan peristiwa

c)

menuju terjadinya konflik

d)

puncak konflik

e)

penyelesaian

14.

Bacalah kutipan novel berikut!


“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.

“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.

“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.

“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.


Latar tempat dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

A. warung

b)

B. kelas

c)

C. sekolah

d)

D. ruang tunggu

e)

E. kantin

15.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Pagi ini cuaca begitu cerah sehingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.

Tokoh “aku” dalam kutipan tersebut merupakan sudut pandang ….

a)

Orang pertama pelaku utama

b)

Orang pertama pelaku sampingan

c)

Orang ketiga serbatahu

d)

Orang ketiga pengamat

e)

Orang kedua

16.

Bacalah teks berikut!

Hari ini aku bangun pagi terlambat. Ku lihat jam telah menunjukan pukul 7. Tanpa pikir panjang aku langsung berganti pakaian dan langsung menuju sekolahku. Di perjalanan sekolah, aku memacu kendaraanku dengan sangat kencang. Namun, tiba-tiba dari arah berlawanan ada seorang pejalan kaki yang melintas.tanpa sempat menghindar lagi, aku pun menumbur dirinya.

Alur dalam penggalan teks tersebut adalah alur….

a)

Maju

b)

Mundur

c)

Campuran

d)

Tdak urut

e)

Flashback

17.

Perhatikan penggalan teks berikut!

“Maaf, Pak, pada malam hari kendaraan umum sangat jarang ada. Kalau Bapak mengizinkan, saya ingin meminjam kendaraan untuk membawanya ke rumah sakit.” “Boleh, Pak Asmar. Bawalah anak itu cepat-cepat ke dokter! Ini kunci mobil dan sedikit uang untuk berobat.”

Latar yang terdapat dalam penggalan cerita di atas adalah....

a)

Rumah sakit-pagi

b)

Lapangan parkir-sore

c)

Jalan raya-malam

d)

Garasi mobil-siang

e)

Rumah-malam

18.

Perhatikan teks berikut!

Sukri membawa pisau belati di pinggangnya. Pisau itu tajam, baru saja diasahnya. Dia tadi mengasah pisau itu dengan hati panas. Malam minggu kemarin, dia datang ke rumah Sumarni, kekasihnya. Mereka sudah lama berkasih-kasihan. Sukri mencintai Sumarni, Sumarni mencintai Sukri.

Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan diatas adalah....

a)

orang kedua

b)

orang ketiga

c)

orang pertama

d)

orang pertama dan ketiga

e)

orang pertama dan kedua

19.

Jon dan Con anak kembar. Jon kepala regu dan aku wakilnya. Kami bersepuluh sedang memandang daerah patroli “Tiger Brigade” dengan saksama dari puncak bukit “panic”, pos kami terdepan. Con berjongkok di samping kakaknya yang sedang meneropong kampung-kampung di bawah kami dari semak-semak. Jon melambai dan aku mendekat. “Aku akan turun ke kampung di bawah itu.”


Latar tempat yang terdapat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….

a)

daerah patroli

b)

puncak bukit

c)

kampung

d)

semak-semak

20.

Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi di setiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedongnya itu.


Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …

a)

pemberani

b)

baik

c)

sombong

d)

egois