Font size
WorksheetsSoal Pilihan Ganda Psikologi Klinis
Total questions: 104
Worksheet time: 1hrs 18mins
Menurut APA Division 12 (2012), ruang lingkup psikologi klinis mencakup hal-hal berikut, KECUALI:
Penelitian
Pengajaran
Pemberian layanan
Pembedahan otak
Lembaga di Indonesia yang menyebutkan bahwa psikologi klinis bertujuan memahami, mencegah, dan mengurangi ketidakmampuan serta gangguan psikologis adalah:
HIMPSI
IPK Indonesia
Kementerian Kesehatan
APA
Korchin (1976) menyebut prasyarat personal utama untuk menjadi psikolog klinis sebagai:
Kecerdasan intelektual tinggi
Sikap klinis (clinical attitude)
Pengalaman praktik yang banyak
Latar belakang pendidikan kedokteran
Sebelum tahun 1994, di Indonesia, lulusan fakultas psikologi dapat langsung bekerja sebagai psikolog klinis karena:
Tidak ada regulasi yang mengatur
Setiap lulusan dianggap sudah kompeten
Pendidikan profesi sudah termasuk dalam S1
Praktik psikologi tidak membutuhkan sertifikasi
Menurut UU No. 23 Tahun 2022 tentang PLP, setelah S1, calon psikolog harus menempuh pendidikan profesi selama:
1 tahun
1,5 tahun
2 tahun
3 tahun
Di Amerika Serikat, psikolog klinis yang dapat memperoleh izin praktik penuh umumnya memiliki gelar:
S2 Psikologi
S3/Psy.D
S.Ked
Master of Counseling
Di Indonesia, profesi psikolog klinis secara legal diatur dalam:
UU No. 23 Tahun 2022 tentang PLP
UU No. 17 Tahun 2023 tentang Tenaga Kesehatan
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas
UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
Surat Tanda Registrasi (STR) bagi psikolog klinis dikeluarkan oleh:
HIMPSI
IPK Indonesia
Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia
Kementerian Pendidikan
Profesi yang BUKAN termasuk dalam ranah yang beririsan dengan psikolog klinis adalah:
Konselor
Psikiater
Psikolog Sekolah
Apoteker
Aktivitas berikut yang BUKAN merupakan bagian dari tugas psikolog klinis adalah:
Asesmen
Terapi
Resep obat
Konsultasi
Asesmen dalam psikologi klinis bertujuan untuk semua hal berikut, KECUALI:
Diagnosa perilaku bermasalah
Memilih teknik terapi yang sesuai
Memberikan resep medis
Memandu pilihan hidup klien
Bentuk terapi yang menekankan pada perubahan pola pikir irasional adalah:
Psikodinamika
Humanistik
Rational-Emotive Therapy (Ellis)
Behavioristik
Pada awal perkembangannya, orientasi utama psikologi klinis justru pada bidang:
Terapi
Penelitian
Konsultasi
Administratif
Psikolog klinis yang menjalankan fungsi supervisi klinis termasuk dalam aktivitas:
Mengajar
Terapi
Penelitian
Administratif
Konsultasi yang diberikan psikolog klinis dapat mencakup hal-hal berikut, KECUALI:
Edukasi
Resolusi konflik
Pemberian sanksi hukum
Intervensi kelompok
Di Indonesia, bidang pekerjaan psikolog klinis yang paling banyak diminati adalah:
Penelitian dan administrasi
Asesmen, terapi, dan mengajar
Konsultasi organisasi
Terapi keluarga
Tokoh yang pertama kali memperkenalkan istilah "psikologi klinis" adalah:
Sigmund Freud
Wilhelm Wundt
Lightner Witmer
Alfred Binet
Lightner Witmer mendirikan jurnal pertama psikologi klinis pada tahun:
1879
1896
1907
1920
Witmer menekankan pentingnya hal-hal berikut dalam psikologi klinis, KECUALI:
Pendekatan scientific
Team work
Pencegahan masalah melalui asesmen dini
Pengo
Witmer menekankan pentingnya hal-hal berikut dalam psikologi klinis, KECUALI:
Pendekatan scientific
Team work
Pencegahan masalah melalui asesmen dini
Pengobatan medis utama
Tradisi empirik dalam psikologi dimulai secara modern oleh:
Lightner Witmer
Wilhelm Wundt
Alfred Binet
Emil Kraepelin
Wundt mendirikan laboratorium pertama untuk mempelajari proses mental di:
Wina, Austria
Leipzig, Jerman
Paris, Prancis
Pennsylvania, AS
Alat ilmiah yang diterapkan Wundt dalam penelitiannya adalah:
Observasi dan eksperimentasi
Hipnosis dan terapi
Tes proyektif dan wawancara
Kuesioner dan survei
Tradisi psikometrik berkaitan erat dengan:
Pengukuran perbedaan individual
Terapi perilaku
Psikoanalisis
Pendekatan humanistik
Tokoh yang mengembangkan tes intelegensi pertama yang mengukur kapasitas mental kompleks adalah:
James McKeen Cattell
Alfred Binet
Sigmund Freud
Carl Rogers
Trephination dalam tradisi klinis kuno dimaksudkan untuk:
Mengukur ukuran otak
Membebaskan roh jahat
Melatih fungsi sensorimotor
Meningkatkan kecerdasan
Emil Kraepelin berjasa dalam bidang:
Pengembangan tes inteligensi
Klasifikasi gangguan psikologis
Terapi humanistik
Psikologi eksperimen
Charcot dikenal karena penggunaannya dalam teknik:
Hipnosis
Terapi kognitif
Modifikasi perilaku
Konseling direktif
Freud menyatakan bahwa gangguan mental terutama disebabkan oleh:
Masalah organik
Faktor genetik
Perjuangan internal
Kondisi sosial
Freud membagi struktur kepribadian menjadi:
Ego, alter ego, superego
Id, ego, superego
Conscious, preconscious, unconscious
Self, persona, shadow
Menurut Freud, jika ego lemah dan id kuat, kecenderungannya adalah:
Neurotik
Psikopatologi
Normal
Genius
Pendekatan humanistik berkembang sebagai reaksi ketidakpuasan terhadap:
Pendekatan perilaku
Pendekatan kognitif
Pendekatan psikodinamik
Pendekatan biologis
Tokoh utama dalam pendekatan humanistik adalah:
Aaron Beck
Carl Rogers
B.F. Skinner
George Kelly
Kontribusi terbesar Carl Rogers dalam terapi adalah:
Emphatic listening dan hubungan terapis-klien
Teknik modifikasi perilaku
Analisis mimpi
Terapi kognitif
Pendekatan perilaku menekankan bahwa perilaku manusia adalah hasil dari:
Proses belajar dan kondisioning
Konflik unconscious
Pola pikir irasional
Dorongan self-actualization
Eksperimen "Little Albert" dilakukan oleh:
Ivan Pavlov
John B. Watson
B.F. Skinner
Albert Ellis
Pendekatan kognitif menekankan bahwa masalah psikologis berasal dari:
Pola pikir yang tidak tepat
Konflik masa kecil
Kondisioning yang salah
Faktor biologis
Tokoh yang mengembangkan Rational-Emotive Therapy adalah:
Aaron Beck
Carl Rogers
Albert Ellis
George Kelly
Aaron Beck mengembangkan pendekatan kognitif terutama untuk terapi:
Skizofrenia
Depresi
Gangguan kecemasan
Gangguan kepribadian
Cognitive-Behavioral Therapy (CBT) menggabungkan dua pendekatan, yaitu:
Humanistik dan biologis
Kognitif dan perilaku
Psikodinamik dan sistem
Biologis dan psikometrik
Pendekatan sistem menekankan bahwa perilaku individu dipengaruhi oleh:
Faktor genetik saja
Lingkungan sosial dan buda
Pendekatan sistem menekankan bahwa perilaku individu dipengaruhi oleh:
Faktor genetik saja
Lingkungan sosial dan budaya
Proses unconscious
Kondisioning operan
Contoh penerapan pendekatan sistem adalah:
Terapi keluarga
Terapi obat
Tes inteligensi
Eksperimen laboratorium
Pendekatan biologis menekankan pengaruh faktor berikut pada perilaku, KECUALI:
Genetik
Hormonal
Anatomi otak
Konflik unconscious
Teori Diathesis-Stress menjelaskan bahwa gangguan psikologis muncul akibat:
Interaksi antara kerentanan biologis dan stresor lingkungan
Konflik antara id dan superego
Pola pikir yang irasional
Kondisioning yang salah
Tujuan penelitian dalam psikologi klinis mencakup hal-hal berikut, KECUALI:
Membuktikan kebenaran teori
Menguji efektivitas treatment
Menjual alat tes psikologi
Menguji validitas asesmen
Metode observasi di mana peneliti tidak melakukan intervensi disebut:
Eksperimen
Observasi naturalistik
Studi kasus
Survei
Kelemahan observasi naturalistik adalah:
Tidak dapat digeneralisasi
Terlalu mahal
Melibatkan manipulasi variabel
Tidak etis
Studi kasus berguna untuk hal-hal berikut, KECUALI:
Menjelaskan kasus langka
Membantah informasi umum
Sumber hipotesis
Generalisasi populasi
Penelitian epidemiologis umumnya menggunakan metode:
Eksperimen
Survei
Observasi terkontrol
Studi longitudinal
Masalah dalam penelitian korelasi adalah:
Tidak dapat menentukan sebab-akibat
Terlalu mahal
Tidak melibatkan manusia
Hasilnya selalu valid
"Third variable problem" dalam korelasi berarti:
Variabel ketiga mungkin memengaruhi kedua variabel yang diteliti
Hanya tiga variabel yang boleh diteliti
Korelasi harus memiliki tiga arah
Variabel ketiga tidak penting
Penelitian yang membandingkan kelompok usia berbeda pada waktu yang sama disebut:
Longitudinal
Cross-sectional
Eksperimen
Korelasional
Penelitian yang mengikuti subjek dalam kurun waktu panjang disebut:
Cross-sectional
Longitudinal
Eksperimen
Studi kasus
Dalam desain eksperimen antar-kelompok, kelompok dibedakan berdasarkan:
Perlakuan (treatment) yang berbeda
Usia yang sama
Jenis kelamin yang sama
Latar belakang pendidikan yang sama
Dalam desain dalam-kelompok (within-group), yang dibandingkan adalah:
Beberapa individu dalam kelompok yang sama
Satu individu pada periode waktu berbeda
Dua kelompok yang berbeda perlakuan
Hasil pre-test dan post-test pada kelompok berbeda
Validitas internal mengacu pada:
Sejauh mana hasil dapat digeneralisasi
Sejauh mana IV memengaruhi DV
Keakuratan alat ukur
Etika penelitian
Validitas eksternal mengacu pada:
Generalisasi hasil ke lingkungan non-eksperimen
Pengaruh variabel lain
Kejelasan instruksi
Jumlah subjek
Untuk mengatasi bias harapan subjek dan peneliti, digunakan prosedur:
Single-blind
Double-blind
Triple-blind
Open-label
Penelitian analog sering menggunakan subjek seperti berikut, KECUALI:
Binatang
Manusia dengan kondisi klinis ringan
Mahasiswa psikologi
Pasien gangguan berat
Desain A-B-A-B biasanya digunakan dalam:
Penelitian korelasi
Desain satu kasus
Studi epidemiologis
Survei
Desain A-B-A-B biasanya digunakan dalam:
Penelitian korelasi
Desain satu kasus
Studi epidemiologis
Survei
Desain satu kasus sangat terkait dengan pendekatan:
Humanistik
Perilaku
Psikodinamik
Biologis
Etika penelitian mengharuskan peneliti untuk:
Memanipulasi data jika perlu
Memberikan informed consent
Membohongi subjek secara sistematis
Tidak memberitahu tujuan penelitian
Informed consent berarti:
Subjek menyetujui partisipasi setelah memahami risikonya
Subjek dibayar untuk berpartisipasi
Peneliti boleh melakukan apa saja
Subjek tidak boleh mengundurkan diri
Jika peneliti harus membohongi subjek, hal itu boleh dilakukan dengan syarat:
Tidak ada teknik lain yang memungkinkan
Subjek tidak akan tahu
Penelitian sangat penting
Atasan menyetujui
Setelah penelitian selesai, peneliti disarankan untuk:
Memberikan informasi kepada partisipan untuk menghindari salah persepsi
Menghapus data partisipan
Tidak memberitahu hasil sama sekali
Memublikasikan tanpa persetujuan
Subjek hewan dalam penelitian harus:
Diperlakukan dengan baik
Diabaikan kebutuhannya
Digunakan tanpa pertimbangan etik
Dibiarkan stres
Lightner Witmer pertama kali menggunakan istilah "psikologi klinis" pada tahun:
1879
1896
1907
1910
Witmer mendirikan "residential school for the treatment of retarded and troubled children" pada tahun:
1896
1907
1910
1920
Witmer menekankan bahwa psikologi klinis harus berdasar pada:
Pendekatan scientific
Intuisi terapis
Kepercayaan agama
Tradisi supernatural
Menurut Witmer, psikologi klinis bertujuan:
Hanya melakukan asesmen
Hanya melakukan terapi
Mencegah masalah melalui asesmen dini dan remedial
Fokus pada orang dewasa
Witmer mendapatkan ide psikologi klinis dari pengalamannya menangani kasus:
Gangguan kecemasan pada dewasa
Kesulitan belajar pada anak
Skizofrenia
Depresi postpartum
Jurnal pertama psikologi klinis yang didirikan Witmer bernama:
Journal of Clinical Psychology
The Psychological Clinic
Clinical Psychology Review
American Journal of Clinical Psychology
Witmer menyatakan bahwa psikologi klinis adalah studi tentang individu dengan tujuan:
Mempromosikan perubahan
Memberikan diagnosis medis
Meneliti proses fisiologis
Mengembangkan tes inteligensi
Awalnya, istilah "psikologi klinis" ditolak oleh kolega karena:
Dianggap tidak ilmiah
Psikologi identik dengan scientist, bukan practitioner
Terlalu fokus pada anak-anak
Tidak ada dana
Tradisi psikometrik dimulai secara modern oleh:
Wilhelm Wundt
James McKeen Cattell
Alfred Binet
Sigmund Freud
Cattell mengembangkan "battery test" untuk mengukur:
Fungsi sensorimotor
Kapasitas mental kompleks
Gangguan kepribadian
Kecerdasan emosional
Alfred Binet mengembangkan tes yang mengukur:
Fungsi sensorimotor
Kapasitas mental kompleks
Gangguan perilaku
Kreativitas
Trephination dilakukan pada zaman kuno dengan cara:
Memberikan ramuan herbal
Membolongkan tengkorak
Melakukan meditasi
Memberikan terapi bicara
Emil Kraepelin berjasa dalam:
Pengembangan tes inteligensi
Klasifikasi gangguan jiwa
Terapi humanistik
Psikologi eksperimen
Emil Kraepelin berjasa dalam:
Pengembangan tes inteligensi
Klasifikasi gangguan jiwa
Terapi humanistik
Psikologi eksperimen
Kraepelin mengembangkan sistem klasifikasi yang menjadi dasar:
DSM dan ICD
Tes Rorschach
Terapi perilaku
Pendekatan humanistik
Charcot adalah seorang dokter dari:
Jerman
Prancis
Austria
Amerika
Charcot dikenal karena penggunaan:
Hipnosis untuk histeria
Terapi kognitif untuk depresi
Modifikasi perilaku untuk anak
Konseling untuk keluarga
Freud mengemukakan bahwa gangguan mental terutama disebabkan oleh:
Faktor organik
Konflik internal
Kondisi sosial
Faktor genetik
Freud adalah murid dari:
Wundt
Charcot
Binet
Rogers
Struktur kepribadian menurut Freud terdiri dari:
Id, ego, superego
Conscious, preconscious, unconscious
Self, persona, anima
Ego, alter ego, superego
Id beroperasi berdasarkan prinsip:
Realitas
Kesenangan
Moralitas
Logika
Ego beroperasi berdasarkan prinsip:
Realitas
Kesenangan
Moralitas
Intuisi
Superego mewakili:
Dorongan insting
Norma dan nilai sosial
Realitas objektif
Kebutuhan dasar
Menurut Freud, konflik antara id dan superego dapat menyebabkan:
Gangguan psikologis
Kreativitas
Kestabilan emosi
Kecerdasan tinggi
Pendekatan humanistik memandang manusia sebagai:
Produk kondisioning
Mahluk yang kreatif dan berkembang
Hasil konflik unconscious
Ditentukan oleh genetik
Carl Rogers mengembangkan pendekatan yang disebut:
Terapi perilaku
Terapi kognitif
Terapi eksperiential/fenomenologi
Psikoanalisis
Rogers percaya bahwa masalah psikologis muncul ketika seseorang:
Menolak emosi yang menyakitkan
Tidak patuh pada orang tua
Kurang beribadah
Terlalu rasional
Pendekatan perilaku menekankan pentingnya:
Proses belajar dan pengkondisian
Analisis mimpi
Pengalaman masa kecil
Kebutuhan aktualisasi diri
Ivan Pavlov dikenal dengan eksperimen:
Little Albert
Anjing dan lonceng
Skinner box
Bobo doll
B.F. Skinner mengembangkan konsep:
Kondisioning klasik
Kondisioning operan
Psikoanalisis
Terapi kognitif
Albert Ellis mengembangkan:
Rational-Emotive Therapy
Terapi Kognitif Beck
Psikoanalisis
Terapi Humanistik
Aaron Beck mengembangkan terapi kognitif untuk:
Depresi
Skizofrenia
Gangguan kepribadian
Gangguan kecemasan
CBT menggabungkan pendekatan kognitif dan perilaku karena:
Keduanya saling berkaitan
Keduanya bertolak belakang
Keduanya tidak ilmiah
Keduanya berfokus pada unconscious
Pendekatan sistem menekankan bahwa individu:
Berdiri sendiri
Dipengaruhi oleh lingkungan sosial
Ditentukan hanya oleh genetik
Tidak terpengaruh budaya
Contoh terapi dalam pendekatan sistem adalah:
Terapi keluarga
Terapi obat
Terapi elektrokonvulsif
Terapi perilaku
Teori Diathesis-Stress menjelaskan gangguan psikologis sebagai hasil interaksi antara:
Kerentanan dan stresor
Id dan superego
Gen dan lingkungan
Kognisi dan perilaku
