NEW
Font size
WorksheetsBahasa Indonesia Bab 1 dan 2
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Arjuna menulis sebuah puisi yang setiap awal barisnya dibentuk dari rangkaian huruf yang memberi makna atau pesan puisi. Puisi yang dibuat oleh Arjuna disebut . . . .
Akrostik
Pantun
Gurindam
Mantra
Adit
Alim dan rapi sifatku
Dosen adalah cita-citaku
Indahnya tempat tinggalku di Gianyar
Tenis meja adalah olahraga favoritku
Berdasarkan kreasi di atas, Adit memiliki sifat . . . .
Selalu berusaha
Teratur
Banyak ide
Membangkitkan tawa
Aku tidak bergantung pada orang lain. Aku dalam keadaan dapat berdiri sendiri. Berdasarkan pernyataan tersebut, sifatku adalah . . . .
Jenaka
Optimistis
Mandiri
Lincah
Nancy pandai berhitung. Nancy tidak pandai menyanyi. Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi dua kalimat tunggal di atas, agar menjadi sebuah kalimat majemuk yaitu . . . .
Karena
Atau
Sehingga
Tetapi
Ibuku selalu menyapa orang-orang yang berbelanja di warung dengan penuh senyuman. Beliau dikenal sebagai penjual yang ramah. Kata ramah antonimnya yaitu . . . .
Baik hati
Galak
Sopan
Murah Senyum
Dita sering menyisihkan uang bekal yang diberikan oleh ibunya. Dia juga membeli barang-barang yang hanya diperlukan. Dita anak yang tidak . . . .
Pendiam
Rajin
Hemat
Boros
“Jadilah orang yang alim. Jika tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Jika tidak mampu jadi penuntut ilmu, jadilah pendengar ilmu“ kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kotabaru. Kata alim sinonimnya yaitu . . . .
Soleh
Apik
Badung
Penggerutu
Pak Ketut dikenal sebagai pelukis yang kreatif, karena beliau menghasilkan karya-karya yang sangat unik. Kata kreatif pada kalimat di atas memiliki makna . . . .
Tajam Pikiran
Memiliki daya cipta
Selalu berusaha
Banyak ide
Imbuhan dalam bentuk awalan pe- digunakan untuk menyatakan kata sifat. Hasil pembentukan kata setelah mendapat imbuhan pe- dari kata "bohong" yaitu . . . .
Penbohong
Pebohong
Pembohong
Penyohong
Kata "dendam" jika diberikan imbuhan pe- akan menjadi kata . . . .
Pendendam
Pedendam
Penyendam
Pemdendam
Gajah dan Semut
Suatu hari, kawanan gajah yang besar datang ke hutan untuk mencari makan. Kehadiran gajah ini mengganggu kawanan semut yang tinggal di sana. Banyak rumah semut hancur karena diinjak gajah yang mencari makan. "Pergilah dari sini, gajah! Ini daerah tempat kami tinggal," kata salah satu semut. Mendengar ucapan itu, gajah hanya tertawa. Ia tak peduli dan menganggap semut adalah binatang kecil yang tidak berbahaya. Kawanan semut merasa kesal dan berencana untuk mengusir gajah-gajah itu dari hutan tempat mereka tinggal. Keesokan harinya, semut-semut mencoba bicara pada kawanan gajah dan meminta mereka meninggalkan hutan. Gajah menolak untuk meninggalkan hutan dan hal ini membuat kawanan semut semakin marah. Semut-semut itu pun menyerang kawasan gajah dengan menggigit kulit dan masuk ke dalam telinga hingga gajah-gajah terjatuh. Kawanan gajah akhirnya menyerah dan meninggalkan hutan. Mereka sadar bahwa semut-semut itu tidak bisa diremehkan hanya karena memiliki badan kecil. Suatu hari, kawanan gajah yang besar datang ke hutan untuk mencari makan. Kehadiran gajah ini mengganggu kawanan semut yang tinggal di sana. Banyak rumah semut hancur karena diinjak gajah yang mencari makan. "Pergilah dari sini, gajah! Ini daerah tempat kami tinggal," kata salah satu semut. Mendengar ucapan itu, gajah hanya tertawa. Ia tak peduli dan menganggap semut adalah binatang kecil yang tidak berbahaya. Kawanan semut merasa kesal dan berencana untuk mengusir gajah-gajah itu dari hutan tempat mereka tinggal. Keesokan harinya, semut-semut mencoba bicara pada kawanan gajah dan meminta mereka meninggalkan hutan. Gajah menolak untuk meninggalkan hutan dan hal ini membuat kawanan semut semakin marah. Semut-semut itu pun menyerang kawasan gajah dengan menggigit kulit dan masuk ke dalam telinga hingga gajah-gajah terjatuh. Kawanan gajah akhirnya menyerah dan meninggalkan hutan. Mereka sadar bahwa semut-semut itu tidak bisa diremehkan hanya karena memiliki badan kecil. Latar tempat dari cerita di atas yaitu di . . . .
Kebun binatang
Pegunungan
Sawah
Hutan
Berikut ini salah satu unsur intrinsik cerita yaitu . . . .
Penulis cerita
Alur cerita
Aliran cerita
Riwayat cerita
Demi menyekolahkan kedua anaknya, Pak Ketut rela membanting tulang setiap hari. Majas dari kalimat di atas yaitu . . . .
Personifikasi
Metafora
Litotes
Hiperbola
Jendela kelas melambai-lambai akibat tiupan angin yang kencang. Majas dari kalimat di atas yaitu . . . .
Litotes
Metafora
Personifikasi
Hiperbola
“Aku senang bertemu denganmu” jawab Dwita. Apabila kalimat di atas diubah menjadi kalimat tidak langsung, maka akan menjadi . . . .
"Dia senang bertemu denganku" kata Dwita
Dwita mengatakan bahwa dia senang bertemu denganku
"Dia senang bertemu dengan mereka" jawab Dwita
Dwita mengatakan bahwa aku senang bertemu dengan dia
“Kapan kamu akan pergi ke kolam renang?” tanya Mahen kepada Radit. Apabila kalimat di atas diubah menjadi kalimat tidak langsung, maka akan menjadi . . . .
Mahen bertanya kepada Radit kapan ia pergi ke kolam renang
“Kapan dia akan pergi ke kolam renang?” tanya Mahen kepada Radit.
Mahen bertanya kepada Radit kapan mereka pergi ke kolam renang
. “Kapan mereka akan pergi ke kolam renang?” tanya Mahen kepada Radit.
Teks fiksi dapat termuat pada buku nomor . . . .
Ayah begitu senang melihat buah hatinya di rumah sepulang dari bekerja. Kata buah hatinya memiliki makna . . . .
Istri
Pembantu
Anak
Buah apel
Wiwin merupakan salah satu siswa kelas V. Dia membaca buku yang memuat teks nonfiksi. Buku yang ia baca yaitu . . . .
Kamus
Cerpen
Komik
Puisi
Dito merasa senang karena ia sudah selesai menulis naskah buku. Langkah selanjutnya yang harus ia lewati yaitu . . . .
Mengirim naskah ke penerbit
Ilustator dari naskah
Buku didistribusi ke toko
Naskah dicek oleh editor
