WorksheetsAnalisis Zat Gizi pada Bahan Pangan
Total questions: 79
Worksheet time: 47mins
Tujuan utama analisis zat gizi pada bahan pangan adalah…
Mengetahui warna dan aroma bahan pangan
Menentukan kandungan zat gizi untuk kepentingan mutu, label gizi, dan penelitian
Mengukur tingkat kesegaran bahan pangan secara organoleptik
Mengetahui kandungan mikroba dalam bahan pangan
Analisis proksimat merupakan metode analisis zat gizi yang digunakan untuk menentukan…
Vitamin, mineral, dan enzim
Karbohidrat, lemak, protein, air, abu, dan serat kasar
Kandungan pestisida dan logam berat
Komponen warna dan cita rasa
Informasi hasil analisis zat gizi sangat penting terutama untuk…
Penetapan klaim gizi dan penyusunan label pangan
Mengukur kandungan pestisida pada bahan pangan
Menentukan tingkat kematangan buah
Analisis sensori rasa
Salah satu keterbatasan metode proksimat adalah…
Dapat digunakan untuk semua jenis sampel pangan
Tidak memberikan informasi detail jenis asam amino, asam lemak, vitamin tertentu
Mempunyai ketelitian yang sangat tinggi untuk semua zat gizi
Tidak memerlukan peralatan laboratorium khusus
Analisis pangan sangat penting dilakukan dalam industri makanan karena…
Hanya untuk meningkatkan cita rasa produk
Memberikan dasar penetapan standar mutu dan pemenuhan regulasi
Tidak mempengaruhi kepercayaan konsumen
Hanya diperlukan untuk penelitian akademis
Salah satu tujuan analisis gizi adalah…
Mengukur kadar mikroba dalam makanan
Menentukan nilai gizi suatu bahan pangan untuk kepentingan kesehatan dan diet
Menentukan kadar pestisida pada bahan pangan
Mengetahui perubahan warna pada proses pemasakan
Salah satu manfaat hasil analisis pangan bagi konsumen adalah…
Menentukan harga jual bahan pangan di pasar
Menjadi dasar pemilihan produk sesuai kebutuhan gizi individu
Menentukan metode distribusi pangan
Mengatur strategi pemasaran produk
Dalam konteks keamanan pangan, analisis gizi dilakukan untuk…
Menentukan kandungan logam berat, residu pestisida, atau kontaminan lainnya
Menilai tingkat kepuasan konsumen
Mengukur tingkat kematangan buah
Mengidentifikasi cita rasa khas produk
Jika aturan label "rendah gula" < 5 g/100 ml, manakah pernyataan benar?
Produk A & B sama-sama rendah gula
Hanya produk A yang rendah gula
Hanya produk B yang rendah gula
Tidak ada yang rendah gula
Seorang peneliti melakukan analisis proksimat pada 5 g sampel biskuit. Setelah dipanaskan dengan oven pada suhu 105°C selama 6 jam, bobot akhir sampel adalah 4 g. Berapakah kadar air sampel tersebut?
10%
15%
20%
25%
Prinsip analisis kadar air dengan metode oven adalah…
Mengendapkan air dengan pereaksi kimia
Mengukur penurunan bobot sampel setelah pemanasan pada suhu tertentu
Mengukur tekanan uap air bahan dengan manometer
Melarutkan air dalam pelarut organik
Salah satu keterbatasan metode proksimat adalah…
Dapat digunakan untuk semua jenis sampel pangan
Tidak dapat memberikan informasi detail mengenai jenis asam amino, asam lemak, atau vitamin tertentu
Mempunyai ketelitian yang sangat tinggi untuk semua zat gizi
Tidak memerlukan peralatan laboratorium khusus
Analisis kadar air dengan metode oven konvensional sering menghasilkan nilai yang lebih tinggi dibanding metode destilasi toluena. Hal ini dapat disebabkan oleh…
Kehilangan senyawa volatil selain air
Penguapan air tidak sempurna
Terbentuknya endapan saat pemanasan
Kesalahan penimbangan cawan
Data hasil analisis proksimat pada dua sampel roti menunjukkan kadar air sampel A = 35% dan sampel B = 25%. Implikasi yang paling tepat dari perbedaan kadar air ini adalah…
Roti A lebih tahan lama daripada roti B
Roti A lebih cepat basi karena aktivitas air lebih tinggi
Roti B lebih mudah terkontaminasi mikroba
Kadar air tidak mempengaruhi daya simpan
Jika suatu bahan pangan hasil analisis proksimat menunjukkan: air = 10%, abu = 5%, protein = 15%, lemak = 20%, serat kasar = 5%, maka kandungan karbohidrat by difference adalah…
40%
45%
50%
55%
Apabila kadar protein suatu sampel susu bubuk tinggi, tetapi nilai biologisnya rendah, kemungkinan penyebabnya adalah…
Kekurangan asam amino esensial tertentu
Terlalu banyak lemak
Kandungan air terlalu tinggi
Adanya mineral pengganggu
Dalam analisis serat kasar, diketahui bahwa metode ini kurang akurat untuk menentukan kandungan serat pangan total karena…
Hanya menghitung selulosa & lignin, sementara hemiselulosa dan pektin banyak hilang
Tidak memerlukan pereaksi asam dan basa kuat
Tidak dapat digunakan untuk bahan pangan hewani
Selalu menghasilkan nilai yang lebih tinggi daripada serat total
Analisis serat kasar dalam metode proksimat umumnya dilakukan dengan…
Ekstraksi pelarut nonpolar
Hidrolisis sampel dengan larutan asam dan basa kuat
Destilasi uap
Pembakaran pada suhu tinggi
Dalam analisis kadar protein dengan metode Kjeldahl, diperoleh kandungan nitrogen total sebesar 2%. Jika faktor konversi protein untuk bahan tersebut adalah 6,25, maka kadar protein kasarnya adalah…
10,5%
11,5%
12,5%
13,5%
Analisis yang digunakan untuk menentukan ada tidaknya protein pada suatu bahan disebut………………
Analisis kualitatif
Analisis kuantitatif
Rapid test
Analisis dehidrogenasi
Berikut adalah analisis kuantitatif pada analisis protein, kecuali ………
Kjedahl
Lawry Method
Spektromfotometer UV
Nitroprusida
Berikut ini merupakan analisis kualitatif pada analisis protein, kecuali ………
Reaksi Xantoprotein
Reaksi Hopskins-Cole
Titrasi Formol
Reaksi Millor
Analisis protein yang bisa digunakan untuk analisis kualitatif maupun kuantitatf adalah………………
Kjedahl
Biuret
Hoskins-Cole
Lawry Method
Analisis yang memberikan reaksi positif apabila ada gugus guanidine adalah ……
Reaksi Xantoprotein
Reaksi Millor
Reaksi Nitroprusida
Reaksi Sakaguchi
Protein yang mengandung sistein dapat memberikan hasil positif pada analisis…....
Reaksi Xantoprotein
Reaksi Hopskins-Cole
Reaksi Millor
Reaksi Nitroprusida
Analisis protein yang terdiri dari 3 tahapan. yaitu destruksi, destilasi dan titrasi adalah analisis …..
Kjedahl
Lawry Method
Spektrofotometer UV
Biuret
Analisis yang akan menghasilkan kekeruhan jika sampel mengandung protein dengan ditambahkan bahan pengendap protein adalah ……………………….
Pengecatan
Pengikatan warna
Titrasi Formol
Turbidimetri
Metode yang menggabungkan metode biuret dengan reagen Folin-Ciacalteu yang kemudian bereaksi dengan residu tirosin dan triptofan yang terkandung dalam protein produk pangan membentuk warna biru adalah …………
Kjedhal
Lawry Method
Spektrofotometer UV
Titrasi Formol
Metode analisis protein yang paling banyak digunakan oleh akademisi maupun peneliti adalah ………………
Kjedahl
Ninhidrit
Reaksi Xanthoprotein
Titrasi Formol
Kelarutan suatu zat adalah…
Banyaknya zat yang bisa dicampur tanpa batas
Jumlah zat pelarut yang larut dalam zat terlarut
Jumlah zat terlarut maksimum yang dapat larut pada kondisi tertentu
Jumlah molekul pelarut yang mengikat zat terlarut
Kelarutan padatan umumnya meningkat dengan…
Penurunan suhu
Peningkatan suhu
Tidak dipengaruhi suhu
Penambahan pelarut nonpolar
Kelarutan gas dalam cairan umumnya…
Naik dengan kenaikan suhu
Tidak berubah oleh suhu
Turun dengan kenaikan suhu
Tidak dipengaruhi tekanan
Hukum Henry menjelaskan hubungan antara…
Kelarutan zat padat dengan suhu
Kelarutan gas dengan tekanan parsial gas di atas cairan
Kelarutan garam dengan pH
Kelarutan zat nonpolar dengan suhu
Prinsip like dissolves like menyatakan…
Zat nonpolar lebih larut dalam pelarut polar
Zat polar lebih larut dalam pelarut nonpolar
Zat larut jika memiliki polaritas yang mirip dengan pelarutnya
Semua zat larut dalam semua pelarut
Larutan jenuh adalah…
Larutan yang belum maksimal melarutkan zat terlarut
Larutan yang mengandung zat terlarut sebanyaknya pada kondisi tertentu
Larutan tanpa zat terlarut
Larutan yang selalu mengendap
Larutan lewat jenuh (supersaturated solution) dapat diperoleh dengan…
Melarutkan zat pada suhu tinggi lalu mendinginkannya perlahan
Menambahkan zat terlarut langsung hingga mengendap
Mengaduk larutan jenuh terus menerus
Menurunkan tekanan pelarut
Faktor yang tidak memengaruhi kelarutan zat padat dalam cairan adalah…
Suhu
Polaritas pelarut
Tekanan
Jenis zat terlarut
Jika larutan mengandung zat terlarut lebih sedikit dari kapasitas maksimalnya, disebut…
Larutan jenuh
Larutan lewat jenuh
Larutan tak jenuh
Larutan pekat
Peristiwa pengendapan terjadi ketika…
Jumlah zat terlarut lebih kecil dari kapasitas larutan
Larutan dipanaskan dengan cepat
Jumlah zat terlarut melebihi kelarutannya
Tekanan gas meningkat
Kelarutan NaCl pada 25°C adalah 36 g/100 g air. Berapa gram NaCl larut dalam 250 g air?
72 g
90 g
120 g
180 g
Kelarutan KNO₃ pada 30°C adalah 45 g/100 g air, dan pada 60°C adalah 105 g/100 g air. Jika 100 g air melarutkan 105 g KNO₃ pada 60°C lalu didinginkan ke 30°C, berapa gram KNO₃ mengendap?
30 g
45 g
60 g
105 g
Kelarutan O₂ dalam air pada 1 atm = 0,002 g/100 mL. Berapa kelarutannya pada 3 atm (suhu tetap)?
0,004 g/100 mL
0,006 g/100 mL
0,008 g/100 mL
0,010 g/100 mL
Dalam 200 g air, kelarutan KCl = 22 g. Jika dilarutkan 30 g KCl, maka larutan yang terbentuk adalah…
Jenuh dengan 8 g KCl mengendap
Lewat jenuh
Tak jenuh
Pekat tanpa endapan
Kelarutan Pb(NO₃)₂ = 52 g/100 g air. Hitung konsentrasi dalam g/100 mL air (ρ air = 1 g/mL).
26 g/100 mL
52 g/100 mL
104 g/100 mL
156 g/100 mL
Suatu larutan mengandung 18 g NaOH dalam 100 g air. Jika kelarutan NaOH pada suhu itu adalah 100 g/100 g air, maka larutan tersebut adalah…
Jenuh
Tak jenuh
Lewat jenuh
Pekat
Kelarutan gas CO₂ dalam air pada 25°C adalah 1,45 g/L pada tekanan 1 atm. Berapa kelarutan pada 5 atm?
2,90 g/L
5,80 g/L
7,25 g/L
8,50 g/L
Jika 50 g Na₂SO₄ dilarutkan dalam 100 g air dan kelarutannya adalah 20 g/100 g air, maka jenis larutannya adalah…
Jenuh dengan 30 g mengendap
Lewat jenuh
Tak jenuh
Larutan pekat tanpa endapan
Kelarutan gula = 200 g/100 g air pada suhu 80°C. Jika dalam 200 g air dilarutkan 300 g gula, maka larutan adalah…
Jenuh dengan 100 g mengendap
Lewat jenuh
Tak jenuh
Pekat tanpa endapan
Suatu larutan mengandung 120 g zat terlarut dalam 100 g air. Jika kelarutannya = 90 g/100 g air, maka…
Larutan jenuh dengan 30 g mengendap
Larutan lewat jenuh
Larutan tak jenuh
Larutan pekat tanpa endapan
Tujuan utama analisis kadar air dalam bahan pangan adalah…
Menentukan kandungan protein
Mengetahui ketahanan simpan dan kualitas bahan
Menentukan nilai gizi vitamin
Menghitung kadar lemak
Metode oven pada analisis kadar air bekerja berdasarkan prinsip…
Penguapan air karena pemanasan
Pengendapan air dengan pelarut
Absorpsi air oleh zat kimia
Penguraian senyawa organik
Metode destilasi toluena untuk kadar air cocok digunakan pada…
Bahan pangan yang tahan panas tinggi
Bahan pangan yang mengandung minyak esensial
Bahan pangan berprotein tinggi
Bahan pangan rendah serat
Salah satu kelemahan metode oven adalah…
Prosedur cepat
Mengukur kadar air bebas dan terikat
Dapat terjadi kerusakan senyawa volatil
Tidak membutuhkan peralatan
Metode Karl Fischer dalam analisis kadar air menggunakan…
Titrasi iodin
Destilasi azeotrop
Pengeringan oven
Ekstraksi pelarut
Sampel pangan 5 g dikeringkan dalam oven hingga beratnya menjadi 4 g. Berapakah kadar air sampel tersebut (% b/b)?
10%
20%
25%
40%
Sampel seberat 10 g setelah pengeringan tersisa 7 g. Hitung kadar airnya (% b/b).
30%
25%
35%
40%
Sampel tepung 8 g setelah dikeringkan beratnya 6 g. Hitung kadar airnya.
20%
25%
30%
35%
Sampel 12 g setelah pengeringan beratnya 9 g. Berapakah kadar airnya?
15%
20%
25%
30%
Sampel sayuran 20 g setelah dikeringkan tersisa 4 g. Hitung kadar airnya.
60%
70%
75%
80%
Tujuan analisis kadar karbohidrat dalam bahan pangan adalah…
Menentukan nilai energi bahan
Mengetahui kadar vitamin
Menentukan kadar mineral
Menghitung kadar air
Metode Luff Schoorl digunakan untuk analisis…
Protein
Lemak
Karbohidrat pereduksi
Serat kasar
Metode Anthrone digunakan untuk menentukan…
Total karbohidrat
Serat pangan
Kadar gula non-pereduksi
Kadar pati
Prinsip metode fenol-sulfur adalah…
Oksidasi karbohidrat menjadi CO₂
Pembentukan senyawa berwarna akibat reaksi dehidrasi gula dengan fenol
Pengendapan karbohidrat oleh asam
Hidrolisis enzimatik pati
Metode by difference untuk menghitung kadar karbohidrat dilakukan dengan…
Mengukur langsung gula pereduksi
Mengurangi 100% dengan jumlah kadar air, protein, lemak, abu, dan serat
Menggunakan reaksi warna
Destilasi pelarut
Sampel makanan 5 g dianalisis, diperoleh kadar air 60%, protein 10%, lemak 5%, abu 2%, dan serat kasar 3%. Hitung kadar karbohidrat by difference.
20%
22%
25%
30%
Sampel biskuit 100 g mengandung: air 5 g, protein 8 g, lemak 12 g, abu 2 g, serat 3 g. Hitung kadar karbohidratnya.
70 g
72 g
75 g
80 g
Diketahui kadar karbohidrat suatu bahan pangan 80%. Jika 1 g karbohidrat menghasilkan 4 kkal, maka energi dari karbohidrat dalam 50 g bahan adalah…
120 kkal
140 kkal
150 kkal
160 kkal
Sampel 10 g diuji dengan metode anthrone, terbaca konsentrasi glukosa 0,5 g. Hitung kadar karbohidrat (% b/b).
4%
5%
6%
7%
Sampel 2 g menghasilkan kadar gula pereduksi setara 0,1 g glukosa. Hitung kadar gula pereduksi (% b/b).
4%
5%
6%
7%
Serat pangan didefinisikan sebagai…
Karbohidrat yang mudah dicerna
Komponen pangan yang tidak dapat dicerna enzim pencernaan manusia
Protein yang larut dalam air
Lemak esensial
Perbedaan utama antara serat kasar dan serat pangan total adalah…
Serat kasar mencakup semua jenis serat, sedangkan serat pangan total hanya Sebagian
Serat kasar ditentukan dengan metode kimia sederhana, sedangkan serat pangan total dengan metode enzimatis
Serat kasar hanya terdapat pada hewan, sedangkan serat pangan total pada tumbuhan
Serat pangan total tidak memiliki fungsi fisiologis
Prinsip metode enzymatic-gravimetric adalah…
Menghancurkan protein dan lemak sehingga hanya serat yang tersisa
Mengukur absorbansi larutan dengan spektrofotometer
Menghitung total karbohidrat
Mengukur kadar abu
Fungsi penting serat pangan bagi tubuh adalah…
Meningkatkan kolesterol darah
Mengurangi massa feses
Menjaga kesehatan usus dan mengontrol kadar gula darah
Meningkatkan tekanan darah
Sampel 2 g setelah analisis gravimetri menghasilkan residu serat 0,4 g. Hitung kadar serat pangan (% b/b).
15%
18%
20%
25%
Sampel 5 g menghasilkan residu serat 0,25 g. Hitung kadar serat pangan (% b/b).
3%
4%
5%
6%
Sampel makanan 100 g mengandung serat pangan 12 g. Jika kebutuhan serat harian 30 g, maka persentase kecukupan serat adalah…
30%
35%
40%
45%
Residu serat pangan dari 1 g sampel adalah 0,08 g. Hitung kadar serat pangan (% b/b).
6%
7%
8%
9%
Sampel 10 g menghasilkan residu serat pangan 1 g. Hitung kadar serat pangan (% b/b).
8%
9%
10%
11%
Jika kadar serat pangan dalam makanan meningkat dari 5 g menjadi 12 g dalam 200 g bahan, berapa persen peningkatannya?
35%
60%
85%
90%
