Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PSTS SEJARAH

Total questions: 25

Worksheet time: 2hrs 1mins

Name
Class
Date
1.

Tujuan utama didirikannya Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada tahun 1602 adalah untuk:

a)
Menguasai perdagangan emas.
b)
Menguasai perdagangan rempah-rempah.
c)
Mengembangkan industri perikanan.
d)
Meningkatkan produksi tekstil.
e)
Mendirikan koloni di Amerika.
2.

Hak-hak istimewa (hak oktroi) yang diberikan oleh Pemerintah Belanda kepada VOC mencakup beberapa hal penting. Salah satu hak istimewa VOC yang menunjukkan kedaulatannya layaknya sebuah negara adalah:

a)
Hak untuk mengeluarkan mata uang sendiri.
b)
Hak untuk mengelola sumber daya alam tanpa batas.
c)
Hak untuk mengelola perdagangan dan memiliki angkatan bersenjata.
d)
Hak untuk mengatur pendidikan dan kebudayaan.
e)
Hak untuk mengelola pajak dan bea cukai.
3.

Tokoh Gubernur Jenderal VOC yang terkenal kejam dan berhasil memindahkan pusat kekuasaan VOC dari Ambon ke Jayakarta, kemudian mengganti namanya menjadi Batavia pada tahun 1619, adalah:

a)
Johan van Oldenbarnevelt
b)
Pieter van der Broeck
c)
Jan Pieterszoon Coen
d)
Cornelis de Houtman
e)
Hendrik de Keyser
4.

Salah satu kebijakan ekonomi VOC di Maluku adalah 'Ekstirpasi'. Kebijakan ini bertujuan untuk:

a)
Meningkatkan produksi rempah-rempah untuk kesejahteraan lokal.
b)
Membantu petani lokal dalam mengelola hasil pertanian.
c)
Mendorong perdagangan bebas antara pulau-pulau di Maluku.
d)
Mengurangi pajak untuk pedagang rempah-rempah lokal.
e)
Mengendalikan produksi rempah-rempah untuk keuntungan VOC.
5.

Untuk mengawasi pelaksanaan monopoli perdagangan dan menindak penyelundupan rempah-rempah di Maluku, VOC melakukan pelayaran patroli yang dikenal dengan istilah:

a)

pelayaran patroli

b)
pelayaran pengawasan
c)

pelayaran dagang

d)
pelayaran rempah
e)
pelayaran ekspor
6.

Faktor internal utama yang menyebabkan kemunduran dan akhirnya pembubaran VOC adalah:

a)
Korupsi dan manajemen yang buruk.
b)
Kekurangan sumber daya alam.
c)
Peningkatan pajak oleh pemerintah.
d)
Persaingan dengan perusahaan lain.
e)
Perubahan iklim yang ekstrem.
7.

Setelah VOC resmi dibubarkan pada 31 Desember 1799, kekuasaan atas Nusantara diambil alih oleh Pemerintah Belanda. Tokoh yang diangkat menjadi Gubernur Jenderal pertama pada masa Republik Batavia (di bawah pengaruh Prancis) dan terkenal dengan kebijakan kerja paksa pembangunan Jalan Raya Pos (Anyer-Panarukan) adalah:

a)

Jan Pieterszoon Coen

b)
Johan van den Bosch
c)
Hendrikus Colijn
d)

Herman Willem Daendels

e)
Cornelis de Houtman
8.

Pada tahun 1811, Nusantara jatuh ke tangan Inggris setelah pasukan Belanda/Prancis menyerah. Penguasa Inggris yang kemudian diangkat menjadi Letnan Gubernur Jenderal dan dikenal sebagai pencetus Sistem Sewa Tanah adalah:

a)
Robert Clive
b)
Thomas Stamford Raffles
c)
William Farquhar
d)
Herman Willem Daendels
e)
James Brooke
9.

Sistem Sewa Tanah (*Landrent System*) yang diperkenalkan oleh Raffles di Jawa didasarkan pada pandangan bahwa:

a)
Tanah harus dimiliki oleh pemerintah sepenuhnya.
b)
Tanah adalah barang dagangan yang tidak perlu dikelola.
c)
Tanah tidak memiliki nilai ekonomi yang signifikan.
d)
Tanah seharusnya dibiarkan tanpa pengelolaan untuk menjaga kealamian.
e)
Tanah adalah sumber daya yang harus dikelola secara efisien.
10.

Pemerintahan Inggris di Nusantara berakhir pada tahun 1816 dan dikembalikan kepada Belanda. Pengembalian ini didasarkan pada perjanjian yang ditandatangani di Eropa setelah kekalahan Napoleon Bonaparte, yaitu:

a)
Perjanjian Tordesillas 1494
b)
Perjanjian Versailles 1783
c)
Perjanjian Paris 1814
d)
Perjanjian London 1815
e)
Perjanjian Utrecht 1713
11.

Pada tahun 1830, Pemerintah Kolonial Belanda memperkenalkan sistem tanam paksa (*Cultuurstelsel*) yang sangat eksploitatif. Gubernur Jenderal yang menginisiasi dan menerapkan sistem ini adalah:

a)
Jan Pieterszoon Coen
b)

Johannes van den Bosch

c)
Cornelis de Haan
d)
Herman Willem Daendels
e)

Johan van der Capellen

12.

Secara teori, salah satu ketentuan Cultuurstelsel yang seharusnya menguntungkan rakyat tetapi pada praktiknya sering dilanggar adalah:

a)
Paksaan menanam tanaman ekspor mengabaikan kebutuhan pangan rakyat.
b)
Pemberian subsidi untuk tanaman pangan.
c)
Penerapan pajak yang lebih tinggi untuk petani lokal.
d)
Peningkatan akses pasar untuk produk lokal.
e)
Pengurangan lahan pertanian untuk tanaman ekspor.
13.

Dampak paling parah dari penerapan Cultuurstelsel bagi rakyat pribumi, terutama di Jawa, adalah:

a)
Pendidikan yang lebih baik bagi rakyat pribumi.
b)
Peningkatan kesejahteraan rakyat pribumi.
c)
Pembangunan infrastruktur yang pesat.
d)
Peningkatan produksi pertanian yang signifikan.
e)
Kelaparan dan kemiskinan yang parah bagi rakyat pribumi.
14.

Sistem Cultuurstelsel secara bertahap dihapuskan dan digantikan dengan Sistem Ekonomi Liberal (Periode Liberal) yang ditandai dengan dikeluarkannya undang-undang penting pada tahun 1870, yaitu:

a)
Undang-Undang Pajak 1865
b)
Undang-Undang Perdagangan 1875
c)
Undang-Undang Pendidikan 1872
d)

Undang-Undang Agraria 1870

e)

Undang-Undang Koperasi 1880

15.

Periode Ekonomi Liberal di Hindia Belanda (setelah 1870) memiliki karakteristik utama berupa:

a)
Peningkatan kontrol pemerintah terhadap semua sektor ekonomi.
b)
Penerapan kebijakan ekonomi tertutup dan pengurangan investasi asing.
c)

Tingginya peran pengusaha swasta (partikelir) Eropa dalam menanam modal di sektor perkebunan dan pertambangan..

d)
Penutupan pasar untuk produk luar negeri dan pengurangan perdagangan internasional.
e)
Penerapan sistem ekonomi terpusat dan pengurangan peran swasta.
16.

Politik Etis yang diterapkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda dilatarbelakangi oleh munculnya kesadaran akan 'Hutang Kehormatan' (Eereschuld) Belanda kepada rakyat Hindia Belanda. Tokoh yang mempopulerkan konsep 'Hutang Kehormatan' ini melalui tulisannya di majalah De Gids pada tahun 1899 adalah:

a)

C. Th. van Deventer

b)
E. P. J. van Dijk
c)
D. M. A. van der Laan
d)
A. J. van der Veen
e)

B. H. J. de Graaf

17.

Penerapan resmi Politik Etis dimulai setelah Ratu Wilhelmina menyampaikan pidato di parlemen Belanda pada tahun 1901 yang menegaskan:

a)
Ratu Wilhelmina tidak berbicara di parlemen Belanda.
b)
Politik Etis diterapkan tanpa pidato resmi.
c)

Belanda memiliki kewajiban moral dan tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk pribumi.

d)
Pidato Ratu Wilhelmina terjadi pada tahun 1905.
e)
Penerapan Politik Etis dimulai pada tahun 1900.
18.

Politik Etis dikenal memiliki tiga program utama (Trias Politica Etis) yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi rakyat pribumi. Tiga program tersebut adalah:

a)

Pengairan, Pertahanan, Irigasi

b)

Ekonomi, Pertahanan, Pendiikan

c)

Ekonomi, Pertahanan, Irigasi

d)

Irigasi, Edukasi , Emigrasi

e)

Emigrasi, Pertahanan, Irigasi

19.

Dalam pelaksanaannya, program Irigasi (pengairan) dari Politik Etis sering kali dikritik karena lebih memprioritaskan kepentingan pihak kolonial. Prioritas utama yang dimaksud adalah:

a)
Meningkatkan kualitas air untuk masyarakat lokal.
b)

Memperbaiki sistem pengairan untuk lahan perkebunan milik swasta Belanda guna meningkatkan hasil komoditas ekspor.

c)
Membangun infrastruktur untuk pertanian mandiri.
d)
Meningkatkan akses petani terhadap teknologi modern.
e)
Meningkatkan produksi pertanian untuk kepentingan ekonomi kolonial.
20.

Program Edukasi (pendidikan) dalam Politik Etis memiliki dampak ganda. Tujuan utama Belanda memberikan pendidikan terbatas kepada pribumi adalah untuk:

a)
Mengurangi potensi pemberontakan dan menciptakan kelas menengah.
b)
Meningkatkan ketergantungan ekonomi pribumi.
c)
Menghapuskan semua tradisi lokal.
d)
Mendorong integrasi budaya Eropa.
e)
Meningkatkan kekuasaan kolonial Belanda.
21.

Faktor utama pendorong kedatangan bangsa Barat ke dunia Timur, termasuk Nusantara, sering dirangkum dalam semboyan 'Gold, Gospel, and Glory'. Makna dari 'Gold' dalam semboyan tersebut adalah:

a)
Keinginan untuk menyebarkan budaya lokal.
b)
Pencarian ilmu pengetahuan dan teknologi.
c)
Motivasi ekonomi untuk mencari kekayaan.
d)
Motivasi politik untuk menguasai wilayah.
e)
Dorongan untuk menjalin persahabatan dengan penduduk setempat.
22.

Bangsa Eropa pertama yang berhasil mendarat di Kepulauan Nusantara, tepatnya di Malaka pada tahun 1511, adalah:

a)
Belanda
b)
Prancis
c)
Spanyol
d)
Portugis
e)
Inggris
23.

Salah satu bentuk perlawanan awal terhadap dominasi bangsa Barat terjadi di Maluku. Tokoh Ternate yang berhasil mengusir Portugis dari Maluku pada tahun 1575 setelah pengepungan benteng selama lima tahun adalah:

a)

Sultan Baabullah

b)
Raja Ali Haji
c)

Sultan Hamengku Buwono

d)
Sultan Agung
e)
Sultan Hasanuddin
24.

Setelah menaklukkan Malaka, Portugis segera melanjutkan pelayaran ke Kepulauan Rempah-rempah. Tujuan utama kedatangan Portugis ke Maluku adalah untuk:

a)
Mencari sumber daya alam lainnya.
b)
Mendapatkan kekuasaan politik di Maluku.
c)
Menyebarkan agama Kristen di seluruh Asia.
d)
Menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan lokal.
e)
Menguasai perdagangan rempah-rempah.
25.

Kedatangan bangsa Spanyol di bawah pimpinan Juan Sebastian del Cano ke Tidore pada tahun 1521 memicu persaingan sengit dengan Portugis di Maluku. Untuk menghindari konflik, kedua belah pihak menandatangani perjanjian yang membagi wilayah pengaruhnya di dunia Timur, yaitu:

a)
Perjanjian Madrid
b)
Perjanjian Utrecht
c)
Perjanjian Lisbon
d)

Perjanjian Saragosa

e)
Perjanjian Tordesillas