wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Parameter Pemotongan

Total questions: 15

Worksheet time: 43mins

Name
Class
Date
1.
Parameter pemotongan yang menentukan jumlah putaran spindle per menit pada proses CNC Turning disebut …
a)
Feed rate
b)
Spindle speed
c)
Depth of cut
d)
Toolpath
2.
Dalam Mastercam, pengaturan feed rate biasanya ditentukan dengan satuan …
a)
mm/rev
b)
rpm
c)
mm/min
d)
degree
3.
Jika material baja dengan diameter 40 mm akan dibubut pada kecepatan potong (Vc) 120 m/min, berapakah spindle speed (n) yang tepat? Gunakan rumus: n = (1000 × Vc) / (π × D)
a)
955 rpm
b)
1200 rpm
c)
1500 rpm
d)
1800 rpm
4.
Depth of cut pada proses CNC Turning didefinisikan sebagai …
a)
Jarak pergerakan pahat setiap putaran benda kerja
b)
Jumlah material yang terkelupas tiap putaran
c)
Selisih diameter benda kerja sebelum dan sesudah pemotongan dibagi dua
d)
Kecepatan putaran spindle dalam satu menit
5.
Toolpath dalam Mastercam digunakan untuk …
a)
Menentukan arah aliran pendingin
b)
Menentukan jalur gerakan pahat terhadap benda kerja
c)
Mengatur kecepatan putaran spindle
d)
Menghitung gaya potong yang bekerja pada pahat
6.
Feed rate yang terlalu tinggi pada proses CNC Turning dapat menyebabkan …
a)
Pahat aus lebih cepat dan permukaan benda kerja kasar
b)
Waktu pemesinan terlalu lama
c)
Suhu pemotongan terlalu rendah
d)
Benda kerja mengeras (work hardening)
7.
Jika diameter benda kerja adalah 50 mm, kecepatan potong (Vc) = 150 m/min, maka spindle speed (n) adalah … n = (1000 × Vc) / (π × D)
a)
955 rpm
b)
1200 rpm
c)
1500 rpm
d)
1800 rpm
8.
Pada Mastercam, jika mahasiswa ingin membuat pemotongan kasar (roughing) dan pemotongan akhir (finishing), maka jenis toolpath yang dipilih adalah …
a)
Facing dan Thread Cutting
b)
Rough Turn dan Finish Turn
c)
Drilling dan Boring
d)
Contour dan Pocket
9.
Pengaturan depth of cut yang terlalu besar pada CNC Turning dapat menyebabkan …
a)
Mengurangi umur pahat dan getaran mesin meningkat
b)
Meningkatkan kualitas permukaan benda kerja
c)
Mengurangi gaya potong
d)
Menghemat daya motor spindle
10.
Dalam Mastercam, setelah menentukan parameter pemotongan (spindle speed, feed rate, depth of cut), langkah selanjutnya agar program dapat dijalankan di mesin CNC Turning adalah …
a)
Melakukan simulasi toolpath
b)
Menghitung gaya potong
c)
Mengatur pendingin
d)
Melakukan pengukuran dimensi
11.
Sebuah proses bubut dilakukan pada baja dengan diameter benda kerja 40 mm. Pahat karbida digunakan dengan rekomendasi kecepatan potong Vc = 120 m/menit. Hitunglah putaran spindle (n) yang harus digunakan!
a)
600 rpm
b)
955 rpm
c)
1.200 rpm
d)
1.500 rpm
12.
Pada proses frais silinder digunakan pahat dengan 4 mata potong, spindle speed yang dipakai adalah 1200 rpm, dan feed per tooth (fz) yang disarankan adalah 0,1 mm/gigi. Tentukan feed rate (mm/menit) yang harus diatur pada mesin!
a)
120 mm/menit
b)
240 mm/menit
c)
480 mm/menit
d)
720 mm/menit
13.
Sebuah benda kerja panjang 200 mm dan diameter awal 30 mm harus dibubut menjadi diameter 25 mm. Bila pengerjaan dilakukan dengan 2 kali pemakanan yang sama besar, Tentukan depth of cut (ap) pada setiap langkah!
a)
1,25 mm
b)
2,50 mm
c)
5,00 mm
d)
10,00 mm
14.
Pada proses milling datar digunakan pahat diameter 20 mm dengan 6 mata potong. Data cutting speed = 150 m/min, feed per tooth = 0,08 mm/gigi, dan kedalaman pemotongan (ap) = 2 mm. Hitunglah spindle speed (n) dan feed rate (vf)!
a)
n =1200 rpm, vf = 576 mm/menit
b)
n =1500 rpm, vf = 720 mm/menit
c)
n =2387 rpm, vf = 1146 mm/menit
d)
n =3000 rpm, vf = 1440 mm/menit
15.
Seorang mahasiswa diminta membuat toolpath pocket milling berbentuk persegi panjang ukuran 60 mm × 40 mm dengan kedalaman 5 mm. Strategi yang digunakan adalah zig-zag toolpath. Jelaskan urutan lintasan pahat (toolpath) yang efektif agar waktu pemotongan efisien, serta tentukan berapa kali lintasan diperlukan bila depth of cut maksimum 2 mm!
a)
2 kali; buat satu offset lalu ulangi sampai penuh
b)
3 kali; lakukan 3 lapis (2 mm, 2 mm, 1 mm) dengan raster zig-zag dari satu sisi ke sisi lain
c)
4 kali; setiap pass 1,25 mm, gunakan spiral masuk dari tengah
d)
5 kali; setiap pass 1 mm, gunakan radial path dari tepi