wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Respon Metabolik pada Critical Ill

Total questions: 100

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Menurut Kestriani et al. (2015), apa yang dimaksud dengan stres metabolik pada penyakit berat?

a)

Respon metabolik pada penyakit berat adalah respon tubuh terhadap stres.

b)

Stres metabolik hanya terjadi pada saat tidur.

c)

Stres metabolik adalah kondisi psikologis akibat tekanan mental.

d)

Stres metabolik merupakan gangguan pada sistem pencernaan.

2.

Komponen utama respon metabolik pada stres meliputi:

a)

Hipermetabolisme

b)

Penguraian protein (proteolisis)

c)

Kehilangan nitrogen

d)

Peningkatan produksi glukosa dari sumber bukan karbohidrat (glukoneogenesis)

e)

Semua benar

3.

Hormon-hormon yang dilepaskan saat stres metabolik antara lain katekolemin (epinefrin dan norepinefrin), glukagon, serta ________.

a)

kortisol

b)

insulin

c)

aldosteron

d)

prolaktin

4.

Pada pasien yang dalam kondisi kritis, terutama akibat trauma atau sepsis berat, biasanya mengalami berbagai perubahan metabolisme, termasuk perubahan penggunaan sumber energi oleh tubuh. Apa yang biasanya terjadi pada metabolisme pasien dalam kondisi kritis?

a)

Hipermetabolisme dan hiperkatabolisme.

b)

Hipometabolisme dan hipokatabolisme.

c)

Tidak ada perubahan metabolisme.

d)

Metabolisme tetap normal seperti pada orang sehat.

5.

Stres metabolik merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan gangguan metabolisme tubuh akibat ketidakseimbangan antara asupan energi dan pengeluaran energi. Ketidakseimbangan ini memicu peningkatan stres oksidatif, inflamasi kronis, resistensi insulin, serta gangguan regulasi glukosa darah. Faktor penyebab stres metabolik antara lain adalah...

a)

Pola makan tinggi kalori dan konsumsi lemak berlebih

b)

Aktivitas fisik yang tinggi

c)

Pola makan rendah kalori

d)

Konsumsi protein tinggi

6.

Stres metabolik juga berhubungan erat dengan obesitas, terutama obesitas sentral, karena jaringan lemak visceral bersifat aktif secara metabolik dan menghasilkan berbagai adipokin serta sitokin inflamasi yang berperan penting dalam resistensi insulin. Penumpukan lemak visceral menyebabkan...

a)

Inflamasi sistemik dan menurunkan sensitivitas jaringan terhadap insulin.

b)

Peningkatan metabolisme basal dan sensitivitas insulin.

c)

Penurunan produksi adipokin dan peningkatan sensitivitas insulin.

d)

Pengurangan lemak subkutan tanpa mempengaruhi sensitivitas insulin.

7.

Sebutkan beberapa kelainan metabolik yang dapat dikenali dari adanya stres metabolik!

a)

Peningkatan trigliserida, penurunan HDL, hipertensi, hiperglikemia, dan obesitas abdominal.

b)

Penurunan kadar kalsium, peningkatan eritrosit, anemia, dan hipotiroidisme.

c)

Peningkatan leukosit, penurunan trombosit, hiponatremia, dan hiperkalemia.

d)

Hipotensi, bradikardia, peningkatan albumin, dan hipoglikemia.

8.

Faktor utama penyebab stres metabolik adalah adanya ________ dan proses inflamasi sistemik yang menyebabkan pelepasan mediator inflamasi.

a)

trauma jaringan

b)

kelebihan cairan

c)

defisiensi vitamin

d)

hiperglikemia

9.

Stres metabolik merupakan respon kompleks tubuh yang bersifat multifaktorial karena melibatkan interaksi antara stres oksidatif, inflamasi kronis, perubahan hormonal, dan pola hidup tidak sehat.

a)

True

b)

False

10.

Sebutkan dua faktor risiko yang dapat meningkatkan kerentanan tubuh terhadap stres metabolik menurut bacaan di atas!

a)

Obesitas dan resistensi insulin.

b)

Kekurangan vitamin dan hidrasi berlebih.

c)

Olahraga teratur dan pola makan sehat.

d)

Tidur cukup dan konsumsi serat tinggi.

11.

Menurut bacaan, stres psikologis dan gaya hidup modern berhubungan erat dengan peningkatan risiko sindrom metabolik.

a)

True

b)

False

12.

Faktor lain yang memperberat terjadinya stres metabolik adalah adanya komorbiditas seperti ...

a)

diabetes melitus, hipertensi, dan dislipidemia.

b)

asma, dermatitis, dan konjungtivitis.

c)

anemia, hemofilia, dan thalassemia.

d)

skoliosis, lordosis, dan kifosis.

13.

Berikut ini yang dimaksud dengan patofisiologi stres metabolik adalah...

a)

Perubahan metabolisme tubuh akibat stres yang menyebabkan gangguan fungsi organ.

b)

Peningkatan aktivitas fisik yang menyebabkan kelelahan otot.

c)

Penurunan kadar hormon akibat kurang tidur.

d)

Gangguan pencernaan akibat konsumsi makanan berlemak.

14.

Pada saat yang sama, stres metabolik menimbulkan respon inflamasi sistemik yang ditandai dengan pelepasan sitokin pro-inflamasi seperti ______ dari jaringan yang mengalami cedera.

a)

TNF-α, IL-1, dan IL-6

b)

Insulin, Glukagon, dan Somatostatin

c)

Adrenalin, Noradrenalin, dan Dopamin

d)

Albumin, Globulin, dan Fibrinogen

15.

Respon inflamasi akibat stres metabolik mengubah metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak, sehingga terjadi ______ otot, lipolisis jaringan adiposa, serta peningkatan kebutuhan glukosa.

a)

proteolisis

b)

glikolisis

c)

lipogenesis

d)

ketogenesis

16.

Peningkatan sitokin akibat stres metabolik dapat menyebabkan resistensi insulin, sehingga tubuh mengalami kesulitan memanfaatkan ______ secara efektif.

a)

glukosa

b)

protein

c)

lemak

d)

vitamin

17.

Stres oksidatif akibat stres metabolik dapat memperparah kerusakan seluler, menurunkan fungsi mitokondria, serta menghambat proses ______ jaringan.

a)

penyembuhan

b)

pembelahan

c)

penghancuran

d)

pertumbuhan

18.

Tata laksana nutrisi menjadi bagian penting dalam mengendalikan patofisiologi stres metabolik pada pasien kritis karena:

a)

nutrisi membantu mengurangi respon stres dan memperbaiki keseimbangan metabolik

b)

nutrisi menyebabkan peningkatan stres metabolik

c)

nutrisi tidak berpengaruh terhadap kondisi pasien kritis

d)

nutrisi hanya berfungsi sebagai sumber energi tanpa pengaruh lain

19.

Menurut (Preiser et al., 2014), patofisiologi respon metabolik pada penyakit kritis melibatkan interaksi antara komponen apa saja?

a)

Komponen neuroendokrin, inflamasi, kekebalan, serta stres oksidatif.

b)

Komponen muskuloskeletal, respirasi, dan pencernaan.

c)

Komponen kardiovaskular, gastrointestinal, dan integumen.

d)

Komponen sensorik, motorik, dan reproduksi.

20.

Aktivasi sistem saraf simpatis (SNS) dan sumbu hipotalamus hipofisis adrenal (HPA) pada pasien kritis menyebabkan pelepasan hormon berikut, kecuali:

a)

Katekolamin

b)

Kortisol

c)

Insulin

d)

Hormon pituitari lain

21.

Apa efek dari pelepasan sitokin ini?

a)

Memicu demam, proteolisis, lipolisis, hingga anoreksia melalui mekanisme di tingkat hipotalamus.

b)

Meningkatkan produksi insulin secara langsung di pankreas.

c)

Menghambat proses pembekuan darah di hati.

d)

Menurunkan tekanan darah secara drastis tanpa mekanisme lain.

22.

Stres oksidatif yang tidak terkendali dapat memperburuk kondisi pasien kritis dengan cara:

a)

Meningkatkan kerusakan sel dan jaringan

b)

Mengurangi produksi radikal bebas

c)

Mempercepat proses penyembuhan

d)

Menurunkan respons inflamasi

23.

Respon metabolik kritis pada awalnya bersifat adaptif untuk mempertahankan kelangsungan hidup, namun dapat menjadi maladaptif jika berlangsung lama. Benar atau salah?

a)

True

b)

False

24.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan fase ebb pada stres metabolik!

a)

Fase ebb (24-48 jam pertama) terjadi segera setelah cedera atau syok dan ditandai dengan hipodinamik, penurunan konsumsi oksigen, penurunan pengeluaran energi, serta perfusi jaringan yang rendah.

b)

Fase ebb adalah fase pemulihan setelah stres metabolik yang ditandai dengan peningkatan metabolisme dan konsumsi oksigen.

c)

Fase ebb merupakan fase di mana tubuh mengalami peningkatan perfusi jaringan dan peningkatan pengeluaran energi.

d)

Fase ebb adalah fase adaptasi kronis terhadap stres metabolik yang berlangsung selama berminggu-minggu.

25.

Pada fase flow dari stres metabolik, apa yang terjadi pada konsumsi oksigen dan metabolisme protein?

a)

Pada fase flow terjadi peningkatan konsumsi oksigen, pengeluaran energi, hipermetabolisme, serta hiperkatabolisme protein.

b)

Pada fase flow terjadi penurunan konsumsi oksigen dan metabolisme protein menurun.

c)

Pada fase flow konsumsi oksigen tetap, namun metabolisme protein menurun drastis.

d)

Pada fase flow tidak terjadi perubahan konsumsi oksigen maupun metabolisme protein.

26.

Stres metabolik adalah serangkaian perubahan fisiologis kompleks yang muncul sebagai respon tubuh terhadap trauma, pembedahan besar, luka bakar, sepsis, atau penyakit kritis. Respon ini bersifat adaptif untuk mempertahankan homeostasis dan menunjang penyembuhan, tetapi ketika berlebihan dapat menimbulkan kerugian berupa _________?

a)

hipermetabolisme, katabolisme protein, resistensi insulin, hingga disfungsi organ.

b)

peningkatan massa otot, penurunan kadar glukosa, dan perbaikan fungsi organ.

c)

penurunan metabolisme, anabolisme protein, dan sensitivitas insulin meningkat.

d)

regenerasi jaringan cepat, peningkatan imunitas, dan stabilitas metabolik.

27.

Manakah dari berikut ini yang BUKAN merupakan konsekuensi dari respon fase flow pada stres metabolik?

a)

Muscle wasting

b)

Gangguan imunitas

c)

Peningkatan penyembuhan luka

d)

Risiko gagal organ multipel

28.

Aktivasi Sistem Neuroendokrin Pada fase awal, tubuh mengaktifkan aksis hipotalamus–pituitari–adrenal (HPA) dan sistem saraf simpatis. Hipotalamus menghasilkan CRH yang menstimulasi pituitari untuk melepas ACTH, yang kemudian merangsang kelenjar adrenal menghasilkan _______.

a)

kortisol

b)

adrenalin

c)

insulin

d)

glukagon

29.

Cedera jaringan dan infeksi memicu pelepasan sitokin proinflamasi seperti IL-1, IL-6, dan TNF-α. Sitokin tersebut mengatur metabolisme dengan cara meningkatkan _______ dan mempercepat lipolisis.

a)

proteolisis

b)

glikolisis

c)

ketogenesis

d)

glukoneogenesis

30.

Dalam kondisi stres metabolik, metabolisme tubuh mengalami perubahan besar. Glukosa diproduksi berlebih melalui _______ di hati.

a)

glukoneogenesis

b)

glikogenolisis

c)

lipogenesis

d)

ketogenesis

31.

Pada fase awal stres metabolik, hormon-hormon yang dilepaskan meningkatkan kadar glukosa darah melalui proses berikut, kecuali:

a)

A. Glukoneogenesis

b)

B. Glikogenolisis

c)

C. Lipogenesis

d)

D. Lipolisis

32.

Apa yang terjadi jika kapasitas antioksidan tubuh tidak mencukupi?

a)

Timbul stres oksidatif yang merusak membran sel, DNA, dan mitokondria.

b)

Tubuh menjadi lebih kebal terhadap penyakit.

c)

Metabolisme tubuh meningkat drastis.

d)

Kapasitas paru-paru meningkat secara signifikan.

33.

Stres metabolik dapat menyebabkan penurunan fungsi limfosit T dan fagosit. Akibatnya, pasien menjadi ______ selama perawatan di rumah sakit.

a)

rentan mengalami infeksi sekunder

b)

lebih cepat sembuh

c)

kebal terhadap infeksi

d)

tidak memerlukan pengobatan tambahan

34.

Apa yang dimaksud dengan multiple organ dysfunction syndrome (MODS)?

a)

Kondisi di mana organ vital seperti ginjal, hati, jantung, dan paru mengalami penurunan fungsi secara progresif akibat gabungan aktivasi hormonal, inflamasi sistemik, stres oksidatif, dan gangguan metabolisme.

b)

Kondisi di mana hanya satu organ mengalami kegagalan fungsi tanpa keterlibatan organ lain.

c)

Penyakit infeksi ringan yang hanya menyerang sistem pencernaan.

d)

Gangguan psikologis akibat stres berlebihan tanpa keterlibatan organ tubuh.

35.

Berdasarkan bacaan berikut, apa tujuan utama dari pengobatan stres metabolik pada pasien kritis?

a)

Mengurangi dampak katabolisme dan memperbaiki keseimbangan metabolik

b)

Meningkatkan risiko komplikasi

c)

Mempercepat pemecahan protein otot

d)

Menurunkan kebutuhan energi

36.

Isi bagian yang kosong berdasarkan bacaan berikut: Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yuliati, Gunawan, & Budinigsari (2023), penerapan terapi gizi medis (TGM) terbukti efektif dalam meningkatkan pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien dengan stres metabolik. TGM tidak hanya berfokus pada pemberian diet, tetapi juga melibatkan serangkaian tahapan seperti ________, penetapan diagnosis gizi, intervensi, serta monitoring dan evaluasi secara sistematis.

a)

pengkajian gizi

b)

pemberian obat

c)

latihan fisik

d)

terapi psikologis

37.

Benar atau salah: Terapi gizi medis (TGM) hanya berfokus pada pemberian diet kepada pasien dengan stres metabolik.

a)

True

b)

False

38.

Berdasarkan hasil penelitian di RSUD Kota Bekasi, berapa persen pemenuhan energi dan protein yang dicapai pasien setelah mendapatkan intervensi TGM?

a)

Lebih dari 80% dari target.

b)

Kurang dari 50% dari target.

c)

Sekitar 60% dari target.

d)

Antara 70% hingga 75% dari target.

39.

Apa manfaat intervensi gizi standar pada pasien dengan kondisi kritis menurut penelitian yang disebutkan?

a)

Menekan efek hipermetabolisme, menjaga massa otot, memperbaiki imunitas, mempercepat penyembuhan luka, dan mengurangi risiko komplikasi metabolik seperti hiperglikemia dan malnutrisi berat.

b)

Meningkatkan risiko infeksi, memperlambat penyembuhan luka, dan menurunkan massa otot.

c)

Mengurangi kebutuhan cairan dan elektrolit tanpa mempengaruhi status gizi pasien.

d)

Hanya berfokus pada pemberian vitamin tanpa memperhatikan kebutuhan energi dan protein.

40.

Kondisi stres metabolik ditandai oleh adanya peningkatan kebutuhan energi, protein, serta zat gizi lain akibat respon hipermetabolisme dan hiperkatabolisme tubuh terhadap ________.

a)

trauma, infeksi, atau penyakit kritis.

b)

olahraga ringan dan tidur cukup.

c)

diet seimbang dan hidrasi baik.

d)

konsumsi vitamin dan mineral tambahan.

41.

Menurut penelitian Yuliati, Gunawan, & Budiningsari (2023), masalah gizi utama yang sering muncul pada pasien dengan stres metabolik adalah _________.

a)

rendahnya tingkat pemenuhan energi dan protein

b)

kelebihan asupan vitamin C

c)

tingginya konsumsi gula sederhana

d)

defisiensi zat besi

42.

Sebelum intervensi terapi gizi medis di RSUD Kota Bekasi, asupan energi dan protein pasien hanya mencapai sekitar _______ dari kebutuhan.

a)

65–70%

b)

80–85%

c)

50–55%

d)

90–95%

43.

Setelah dilakukan intervensi yang terstruktur, pemenuhan asupan energi dan protein pada pasien meningkat hingga lebih dari _______.

a)

80%

b)

50%

c)

60%

d)

70%

44.

Kekurangan vitamin C, vitamin E, zinc, serta selenium dapat memperburuk sistem imun tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi.

a)

True

b)

False

45.

Defisiensi mikronutrien pada pasien dengan stres metabolik dapat menghambat sintesis kolagen, mengganggu regenerasi jaringan, dan memperlambat penyembuhan luka.

a)

True

b)

False

46.

Jelaskan hubungan antara gizi dan stres metabolik sebagaimana dijelaskan dalam bacaan!

a)

Hubungan antara gizi dan stres metabolik bersifat timbal balik. Kekurangan asupan energi, protein, dan mikronutrien memperparah stres metabolik, sedangkan kondisi stres metabolik memperberat risiko terjadinya malnutrisi.

b)

Gizi yang baik selalu mencegah terjadinya stres metabolik tanpa pengecualian.

c)

Stres metabolik hanya dipengaruhi oleh faktor psikologis, bukan oleh status gizi.

d)

Hubungan antara gizi dan stres metabolik tidak saling memengaruhi satu sama lain.

47.

Menurut bacaan, apa kunci utama untuk menekan dampak negatif stres metabolik?

a)

Pemenuhan makronutrien maupun suplementasi mikronutrien.

b)

Olahraga berlebihan tanpa istirahat.

c)

Mengurangi asupan cairan secara drastis.

d)

Menghindari semua jenis lemak dalam makanan.

48.

Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan pemberian nutrisi enteral sebagai pilihan utama pada pasien kritis karena...

a)

Lebih murah

b)

Lebih fisiologis dan mempertahankan integritas saluran cerna

c)

Lebih mudah diberikan

d)

Tidak memerlukan pemantauan

49.

Kebutuhan energi pasien kritis menurut Kemenkes RI adalah sekitar ... kkal/kgBB/hari.

a)

10-15

b)

20-25

c)

25-30

d)

35-40

50.

Sebutkan dua komplikasi yang dapat dicegah dengan pemantauan ketat status cairan, elektrolit, dan kadar glukosa darah pada pasien kritis!

a)

Edema, gangguan ginjal, atau hiperglikemia.

b)

Anemia dan hipertensi.

c)

Infeksi saluran pernapasan dan hepatitis.

d)

Fraktur tulang dan gangguan penglihatan.

51.

Sebutkan mikronutrien yang berfungsi sebagai antioksidan menurut pedoman Kemenkes untuk menekan efek stres oksidatif pada pasien dengan stres metabolik!

a)

Vitamin C, vitamin E, zinc, dan selenium.

b)

Vitamin A, vitamin D, kalsium, dan magnesium.

c)

Vitamin B12, zat besi, yodium, dan fosfor.

d)

Vitamin K, natrium, kalium, dan klorida.

52.

Apa tujuan utama dari suplementasi mikronutrien pada pasien dengan stres metabolik menurut pedoman Kemenkes?

a)

Memperkuat sistem imun, mempercepat penyembuhan luka, serta menurunkan risiko kerusakan organ akibat radikal bebas.

b)

Meningkatkan nafsu makan dan menambah berat badan secara signifikan.

c)

Mengurangi kebutuhan cairan dan elektrolit dalam tubuh.

d)

Menggantikan terapi utama pada pasien dengan stres metabolik.

53.

Stres metabolik merupakan respon kompleks tubuh terhadap:

a)

Cedera

b)

Trauma

c)

Infeksi

d)

Semua jawaban benar

54.

Secara klinis, pasien dengan hipermetabolisme menunjukkan peningkatan:

a)

Denyut jantung

b)

Suhu tubuh

c)

Frekuensi pernapasan

d)

Semua jawaban benar

55.

Sebutkan tiga kondisi klinis utama yang dialami pasien dengan abses hepar menurut Surya Rini, Christianto, & Nugrohowati (2022).

a)

Hipermetabolisme, Hiperglikemia dan Resistensi Insulin, Hipoalbuminemia dan Edema

b)

Hipotensi, Hiperkalemia, dan Hiponatremia

c)

Anemia, Hiperkolesterolemia, dan Hipotermia

d)

Hiperglikemia, Hiperkalsemia, dan Hiponatremia

56.

Apa yang menjadi tanda utama dari kondisi hipermetabolisme pada pasien dengan abses hepar?

a)

Kebutuhan energi lebih tinggi, penurunan berat badan cepat, dan kelemahan umum.

b)

Demam tinggi tanpa gejala lain.

c)

Peningkatan nafsu makan dan berat badan.

d)

Kulit menjadi lebih cerah dan lembab.

57.

Hiperglikemia pada pasien abses hepar terutama disebabkan oleh:

a)

Peningkatan asupan makanan

b)

Peningkatan glukoneogenesis di hati dan resistensi insulin di jaringan perifer

c)

Penurunan berat badan

d)

Kelemahan umum

58.

Apa akibat klinis dari hipoalbuminemia pada pasien dengan abses hepar?

a)

Edema, baik pada tungkai maupun wajah.

b)

Hipertensi berat secara tiba-tiba.

c)

Peningkatan kadar albumin dalam darah.

d)

Penurunan risiko infeksi.

59.

Menurut Yuliati, Gunawan, & Budinigasari (2023), pasien di RSUD Kota Bekasi dengan stres metabolik sering menunjukkan kadar _______ rendah yang berhubungan langsung dengan gangguan penyembuhan luka.

a)

albumin

b)

glukosa

c)

hemoglobin

d)

natrium

60.

Apa manifestasi klinis yang nyata akibat tingginya proteolisis pada pasien dengan stres metabolik?

a)

Kehilangan massa otot, kelemahan fisik, penurunan berat badan signifikan, dan risiko sarcopenia.

b)

Peningkatan massa otot dan kekuatan fisik.

c)

Penurunan kadar glukosa darah secara drastis tanpa gejala lain.

d)

Peningkatan nafsu makan dan berat badan.

61.

Stres metabolik menyebabkan pelepasan mediator inflamasi yang berlebihan, seperti sitokin proinflamasi, yang dapat berujung pada:

a)

Penurunan berat badan

b)

Kerusakan sel dan organ

c)

Peningkatan massa otot

d)

Penurunan risiko infeksi

62.

Jika gangguan fungsi organ akibat stres metabolik tidak segera ditangani, komplikasi yang dapat terjadi adalah _______.

a)

sepsis, syok septik, bahkan kematian

b)

peningkatan nafsu makan dan berat badan

c)

penurunan tekanan darah secara permanen tanpa komplikasi lain

d)

penyembuhan spontan tanpa intervensi medis

63.

Apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stres metabolik?

a)

Pemilihan metode pemberian nutrisi yang tepat, penerapan terapi gizi medis, pengendalian glikemik, pencegahan infeksi, serta edukasi berkelanjutan.

b)

Mengurangi asupan cairan secara drastis tanpa pengawasan medis.

c)

Menghindari semua jenis lemak dalam diet tanpa pertimbangan kebutuhan tubuh.

d)

Mengonsumsi suplemen secara berlebihan tanpa konsultasi dengan tenaga kesehatan.

64.

Bacalah teks berikut: Pada pasien kritis, nutrisi dapat diberikan melalui metode continuous feeding maupun intermittent feeding. Continuous feeding mampu menstabilkan kadar glukosa darah karena asupan diberikan terus-menerus, sehingga beban metabolisme lebih terkontrol dan tidak menimbulkan lonjakan gula darah mendadak. Sebaliknya, intermittent feeding dapat mencegah kondisi hipoglikemia yang sering terjadi pada pasien yang metabolismenya sangat labil. Manakah dari pernyataan berikut yang benar mengenai continuous feeding?

a)

Continuous feeding menyebabkan lonjakan gula darah mendadak

b)

Continuous feeding menstabilkan kadar glukosa darah

c)

Continuous feeding meningkatkan risiko hipoglikemia

d)

Continuous feeding tidak berpengaruh pada metabolisme

65.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Terapi Gizi Medis (TGM) menurut bacaan di atas!

a)

Terapi gizi medis (TGM) merupakan pendekatan pencegahan yang terstruktur, di mana pola makan pasien disesuaikan dengan kebutuhan zat gizi spesifik berdasarkan kondisi medis yang dialami.

b)

Terapi gizi medis (TGM) adalah program olahraga intensif untuk meningkatkan kebugaran pasien.

c)

Terapi gizi medis (TGM) adalah pemberian obat-obatan untuk mengatasi kekurangan gizi.

d)

Terapi gizi medis (TGM) adalah metode pengobatan tradisional menggunakan tanaman herbal.

66.

Menurut Suhaema, Asdie, & Pangastuti (2022), apa manfaat penerapan TGM pada pasien diabetes mellitus tipe 2?

a)

Penerapan TGM pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan pengaturan diet seimbang, pemantauan glukosa darah, dan konseling gizi terbukti mampu menurunkan kadar gula darah serta memperbaiki status gizi pasien.

b)

Penerapan TGM pada pasien diabetes mellitus tipe 2 hanya berfokus pada peningkatan konsumsi gula tanpa memperhatikan status gizi.

c)

TGM pada pasien diabetes mellitus tipe 2 menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan memperburuk status gizi.

d)

Penerapan TGM pada pasien diabetes mellitus tipe 2 tidak memberikan pengaruh terhadap kadar gula darah maupun status gizi pasien.

67.

Salah satu manifestasi klinis yang sering menyertai stres metabolik adalah ________.

a)

hiperglikemia

b)

hipotensi

c)

bradikardia

d)

anemia

68.

Mengapa kontrol glikemik penting dalam pencegahan infeksi pada pasien dengan stres metabolik?

a)

Karena kontrol glikemik yang baik dan penanganan infeksi yang cepat dapat menurunkan risiko terjadinya stres metabolik secara signifikan.

b)

Karena kontrol glikemik dapat meningkatkan risiko infeksi pada pasien dengan stres metabolik.

c)

Karena kontrol glikemik tidak berpengaruh terhadap pencegahan infeksi pada pasien dengan stres metabolik.

d)

Karena kontrol glikemik hanya diperlukan pada pasien tanpa stres metabolik.

69.

Menurut paragraf di atas, upaya pencegahan stres metabolik harus diupayakan sejak kapan?

a)

Sejak dini di masyarakat.

b)

Setelah muncul gejala penyakit.

c)

Saat dewasa saja.

d)

Ketika sudah parah.

70.

Menurut Suhaema, Asdie, & Pangastuti (2022), faktor risiko metabolik yang dapat dikendalikan melalui edukasi adalah...

a)

Obesitas, hipertensi, dan diabetes mellitus

b)

Kanker dan stroke

c)

Asma dan alergi

71.

Mengapa edukasi gizi dan kesehatan penting menurut paragraf di atas?

a)

Karena berperan penting dalam membentuk pola hidup sehat yang berkelanjutan.

b)

Karena dapat meningkatkan nilai akademik secara langsung.

c)

Karena membuat makanan menjadi lebih enak.

d)

Karena mengurangi kebutuhan olahraga sepenuhnya.

72.

Individu dengan status gizi baik dan metabolisme yang stabil akan lebih tahan menghadapi kondisi kritis.

a)

Benar

b)

Salah

73.

Lengkapi referensi berikut dengan nama penulis yang benar: (2023). Faktor risiko sindrom metabolik pada pekerja: Tinjauan sistematis. Jurnal Riset Kesehatan, 15(1), 45–54.

a)

Najikh, A. U., et al.

b)

Sutrisno, B., et al.

c)

Wahyuni, S., et al.

d)

Prasetyo, D., et al.

74.

Lengkapi referensi berikut dengan judul yang benar: Naufal, A., Santosa, R., & Martini, S. (2020). ____________. Jurnal Riset Kesehatan, 15(1), 45–54.

a)

Pengaruh pemberian nutrisi tinggi protein terhadap penyembuhan luka bakar pada pasien di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

b)

Efektivitas terapi insulin pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kota Malang.

c)

Hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan.

d)

Analisis faktor risiko hipertensi pada lansia di wilayah Jakarta Selatan.

75.

Lengkapi referensi berikut dengan tahun terbit yang benar: Paleva, R. (______). Mekanisme resistensi insulin terkait obesitas. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada. Universitas Lampung.

a)

2020

b)

2018

c)

2019

d)

2021

76.

Lengkapi referensi berikut dengan nama jurnal yang benar: Preiser, J. C., Ichai, C., Orban, J. C., & Groeneveld, A. B. J. (2014). Metabolic response to the stress of critical illness. ____________, 113(6), 945–954.

a)

British Journal of Anaesthesia

b)

Journal of Critical Care

c)

Intensive Care Medicine

d)

The Lancet Respiratory Medicine

77.

Lengkapi referensi berikut dengan nama penulis yang benar: _________. (2017). Patofisiologi: Konsep klinis proses-proses penyakit (Edisi 8). Jakarta: EGC.

a)

Price, S. A., & Wilson, L. M.

b)

Guyton, A. C., & Hall, J. E.

c)

Robbins, S. L., & Cotran, R. S.

d)

Ganong, W. F.

78.

Lengkapi referensi berikut dengan nama jurnal yang benar: Rahmawati. (2017). Mekanisme terjadinya inflamasi dan stres oksidatif pada obesitas. ____________, 5(1). UIN Malang.

a)

El-Hayah: Jurnal Biologi

b)

Jurnal Kedokteran Brawijaya

c)

Jurnal Gizi dan Pangan

d)

Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

79.

Lengkapi referensi berikut dengan nama penulis yang benar: ____________. (2021). Respon stres metabolik pada pasien kritis. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 32(2), 142–150.

a)

Rifqiyati, I., & Martini, S.

b)

Sutrisno, A., & Wulandari, D.

c)

Prasetya, B., & Hidayat, T.

d)

Santoso, R., & Putri, M.

80.

Lengkapi referensi berikut dengan judul yang benar: Rini, F. S., Christianto, F., & Nugrohowati, A. K. (2022). ____________. Indonesian Journal of Clinical Nutrition Physician, 1(2), 50–59.

a)

Terapi gizi pada laki-laki 70 tahun dengan abses hepar.

b)

Manajemen diet pada pasien diabetes melitus tipe 2.

c)

Pengaruh suplementasi zat besi pada remaja putri.

d)

Evaluasi status gizi pada anak balita di pedesaan.

81.

Lengkapi referensi berikut dengan nama penulis yang benar: ____________. (2022). Hubungan antara infeksi dan lama perawatan pasien luka bakar berdasarkan jenis kuman di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

a)

Samiyah, S., Wardhani, R. I. L., & Saputro, I. D.

b)

Sutrisno, B., Prasetyo, A., & Lestari, D.

c)

Rahmawati, N., Putra, Y., & Sari, M.

d)

Wijaya, T., Nugroho, S., & Dewi, F.

82.

Lengkapi referensi berikut dengan nama jurnal yang benar: Santoso, H., & Hartono, B. (2021). Stres oksidatif pada pasien penyakit kritis dan implikasinya terhadap terapi. ____________, 12(3), 187–195.

a)

Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia

b)

Jurnal Kedokteran Umum

c)

Jurnal Farmasi Klinik

d)

Jurnal Gizi dan Kesehatan

83.

Lengkapi referensi berikut dengan judul yang benar: Saputra, D. (2023). ____________.

a)

Tinjauan komprehensif tentang luka bakar: Klasifikasi, komplikasi dan penanganan.

b)

Pengantar ilmu farmasi modern.

c)

Dasar-dasar biokimia klinis.

d)

Teknik analisis data statistik.

84.

Lengkapi referensi berikut dengan nama penulis yang benar: ____________. (2010). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing (12th ed.). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

a)

Smeltzer, S. C., Bare, B. G., Hinkle, J. L., & Cheever, K. H.

b)

Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P. A., & Hall, A. M.

c)

Lewis, S. L., Dirksen, S. R., Heitkemper, M. M., & Bucher, L.

d)

Black, J. M., & Hawks, J. H.

85.

Lengkapi referensi berikut dengan nama jurnal yang benar: Suhaema, S., Asdie, A., & Pangastuti, R. (2022). Pengendalian status gizi, kadar glukosa darah, dan tekanan darah melalui terapi gizi medis pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di RSU Mataram NTB. ____________, 19(2), 81–90.

a)

Jurnal Gizi Klinik Indonesia

b)

Jurnal Kesehatan Masyarakat

c)

Jurnal Ilmu Kedokteran

d)

Jurnal Gizi dan Pangan

86.

Lengkapi referensi berikut dengan judul yang benar: Zusandy, A. K., Amiruddin, A., Sastri, A. Z., Yuniati, L., & Miranti, A. (2022). ____________.

a)

Gambaran dan karakteristik pasien luka bakar di RSUD Daya, Makassar.

b)

Analisis faktor risiko infeksi nosokomial pada pasien rawat inap.

c)

Studi komparatif metode perawatan luka modern dan tradisional.

d)

Evaluasi efektivitas terapi antibiotik pada pasien luka bakar.

87.

Siapa penulis dari referensi berikut? (Global guidelines for the prevention of surgical site infection. Geneva: World Health Organization.)

a)

World Health Organization (WHO)

b)

Centers for Disease Control and Prevention (CDC)

c)

International Committee of the Red Cross (ICRC)

d)

Johns Hopkins Medicine

88.

Pada tahun berapa artikel berikut diterbitkan?

a)

2023

b)

2020

c)

2021

d)

2022

89.

Apa judul artikel yang ditulis oleh Yuliantini, E., Prawirohartono, E. P., & Soenarto, Y. pada tahun 2019?

a)

Hubungan asupan energi, protein, dan zink dengan proses penyembuhan luka bakar pada anak di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

b)

Pengaruh suplementasi vitamin C terhadap penyembuhan luka pada pasien dewasa.

c)

Studi komparatif antara terapi luka bakar tradisional dan modern pada anak-anak.

d)

Faktor-faktor risiko infeksi pada pasien luka bakar di rumah sakit pemerintah.

90.

Apa yang dimaksud dengan luka bakar?

a)

Luka bakar merupakan salah satu bentuk trauma yang dapat membahayakan kehidupan, anggota tubuh, serta jaringan dan organ dalam tubuh.

b)

Luka bakar adalah luka yang hanya terjadi akibat gigitan serangga.

c)

Luka bakar adalah cedera ringan yang tidak memerlukan penanganan medis.

d)

Luka bakar adalah luka yang hanya terjadi pada permukaan kulit tanpa mempengaruhi jaringan lain.

91.

Berdasarkan bacaan berikut: Luka bakar seringkali disebabkan oleh kecelakaan, kelalaian, kurangnya perhatian, atau kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, seperti kolaps. Penggunaan alkohol dan narkoba juga dapat menjadi penyebab luka bakar yang signifikan. Manakah berikut ini yang BUKAN merupakan penyebab luka bakar?

a)

Kecelakaan

b)

Kurangnya perhatian

c)

Konsumsi buah-buahan

d)

Penggunaan alkohol

92.

Berapa persen penduduk Australia dan Selandia Baru yang menderita luka bakar setiap tahunnya menurut survei tahun 2001?

a)

Sekitar 1% dari penduduk di wilayah tersebut.

b)

Sekitar 10% dari penduduk di wilayah tersebut.

c)

Sekitar 0,1% dari penduduk di wilayah tersebut.

d)

Sekitar 5% dari penduduk di wilayah tersebut.

93.

Berapa persen pasien luka bakar yang mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari?

a)

Lebih dari 50% pasien.

b)

Sekitar 10% pasien.

c)

Kurang dari 5% pasien.

d)

Antara 20-30% pasien.

94.

Biaya perawatan fase akut luka bakar sekitar 70% dapat mencapai berapa dolar?

a)

700.000 dolar

b)

70.000 dolar

c)

7.000 dolar

d)

1.000.000 dolar

95.

Menurut bacaan di atas, pada rentang usia berapakah insiden luka bakar cenderung paling tinggi?

a)

Di bawah 10 tahun

b)

10-20 tahun

c)

21-30 tahun

d)

Di atas 30 tahun

96.

Mengapa penyandang disabilitas termasuk kelompok yang rentan terhadap luka bakar?

a)

Karena terkait dengan aktivitas sehari-hari dan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

b)

Karena mereka memiliki kekebalan tubuh yang lebih tinggi.

c)

Karena mereka lebih sering berada di luar ruangan.

d)

Karena mereka jarang menggunakan alat bantu.

97.

Berdasarkan bacaan di atas, apa faktor yang memengaruhi insiden luka bakar pada masa perang?

a)

Jenis senjata yang digunakan dan unit tempur yang terlibat.

b)

Kondisi cuaca saat peperangan berlangsung.

c)

Jumlah pasukan medis yang tersedia.

d)

Lokasi geografis tempat pertempuran terjadi.

98.

Apa dampak ledakan senjata nuklir di Hiroshima tahun 1945 terhadap korban luka bakar?

a)

Menghasilkan ribuan pasien luka bakar dalam waktu singkat dan menghancurkan fasilitas perawatan.

b)

Meningkatkan jumlah rumah sakit di Hiroshima.

c)

Menyebabkan penurunan jumlah korban luka bakar.

d)

Tidak berdampak pada fasilitas perawatan kesehatan.

99.

Luka bakar api merupakan penyebab utama dari luka bakar, mencakup sekitar ___ dari semua kasus yang dirawat di pusat perawatan luka bakar.

a)

43%

b)

25%

c)

60%

d)

80%

100.

Luka bakar oleh cairan panas menyumbang sekitar ___ dari semua kasus luka bakar, dan insiden ini lebih tinggi pada anak-anak, khususnya yang berusia di bawah 4 tahun.

a)

33%

b)

10%

c)

50%

d)

70%