NEW
Font size
WorksheetsSumatif Berpikir Komputasional
Total questions: 34
Worksheet time: 17mins
Seorang siswa merasa waktunya habis untuk bermain game dan tidak cukup untuk belajar. Langkah awal berpikir komputasional untuk mencari solusinya adalah ...
Membuat jadwal belajar acak
Mengidentifikasi penyebab masalah terlebih dahulu
Membandingkan hasil ujian teman
Menghapus semua gim dari HP
Dalam kegiatan sekolah, komputer lab sering rusak karena pemakaian tidak teratur. Cara berpikir komputasional yang tepat untuk mencari solusinya adalah ...
Menyalahkan pengguna
Membuat aturan pemakaian dan pembagian waktu berdasarkan pola penggunaan
Mengurangi jumlah komputer
Melarang siswa menggunakan lab
Jika kamu ingin menentukan rute tercepat dari rumah ke sekolah, langkah berpikir komputasional yang dilakukan pertama adalah ...
Menulis kode program
Mengumpulkan data rute dan waktu tempuh
Menggambar peta kota
Menentukan hasil tanpa data
Dalam tugas kelompok, banyak anggota tidak aktif. Solusi efektif berdasarkan berpikir komputasional adalah ...
Menyalahkan anggota pasif
Membagi tugas menjadi bagian kecil sesuai kemampuan
Mengulang tugas dari awal
Menyerahkan ke guru
Seorang siswa mengamati bahwa lampu kelas menyala terus walau siang hari. Ia membuat sistem sensor cahaya otomatis. Tahap berpikir komputasional yang dilakukan adalah ...
Pengenalan pola masalah
Abstraksi solusi
Iterasi data
Perancangan algoritma langsung
Dalam membuat jadwal piket, kamu menyadari hari Jumat selalu kekurangan petugas. Ini termasuk proses ...
Abstraksi
Pengenalan pola
Dekomposisi
Iterasi
Ketika seorang siswa membuat daftar langkah “menyiram tanaman”, “memberi pupuk”, dan “membersihkan pot”, ia sedang ...
Mengabstraksi data
Menyusun algoritma
Mencari pola
Mendekomposisi masalah
Saat menganalisis masalah kebersihan kelas, siswa mengelompokkan faktor penyebab menjadi “sampah makanan”, “debu”, dan “kurang jadwal piket”. Ini menunjukkan ...
Abstraksi
Dekomposisi
Pola
Algoritma
Siswa diminta merancang cara menghemat air di rumah. Langkah paling sesuai berpikir komputasional adalah ...
Menghafal teori tentang air
Menganalisis penyebab pemborosan dan membuat langkah solusi
Menyuruh orang tua menghemat
Membaca buku tentang air
Guru memberikan tantangan: “Bagaimana cara agar waktu istirahat di kantin tidak terlalu ramai?” Langkah berpikir komputasional yang tepat adalah ...
Membagi jam istirahat per kelas lalu mengevaluasi hasilnya
Melarang siswa ke kantin
Mengurangi waktu istirahat
Menambah jumlah makanan
Dalam proyek menanam sayur, siswa membagi kegiatan menjadi “menyiapkan tanah”, “menanam”, “menyiram”, “memanen”. Ini adalah ...
Pengenalan pola
Dekomposisi
Abstraksi
Iterasi
Mengapa dekomposisi penting dalam menyelesaikan masalah?
Agar masalah terlihat lebih rumit
Agar setiap bagian dapat diselesaikan lebih mudah dan efisien
Agar hasil lebih acak
Agar tidak perlu kolaborasi
Saat menyusun kegiatan lomba sekolah, panitia memisahkan tugas dekorasi, konsumsi, dan dokumentasi. Ini termasuk ...
Abstraksi
Dekomposisi
Pengenalan pola
Algoritma
Dalam proyek aplikasi perpustakaan digital, tim membagi pekerjaan: desain tampilan, input data, dan sistem login. Ini menunjukkan ...
Iterasi
Pola
Dekomposisi
Abstraksi
Seseorang membagi resep kue menjadi beberapa bagian kecil (adonan, isian, topping). Ia menerapkan ...
Abstraksi
Pola
Dekomposisi
Iterasi
Saat membuat peta sekolah digital, siswa hanya menampilkan gedung dan jalan utama tanpa menampilkan detail kecil. Ini contoh ...
Pola
Abstraksi
Dekomposisi
Algoritma
Dalam merancang sistem antrean kantin, siswa hanya fokus pada urutan masuk dan keluar pelanggan. Ini adalah penerapan ...
Dekomposisi
Abstraksi
Pola
Algoritma
Abstraksi dilakukan agar ...
Data menjadi lebih banyak
Masalah lebih sederhana untuk dianalisis
Semua detail diperhatikan
Proses menjadi lebih rumit
Saat mendesain game edukasi, siswa hanya fokus pada aturan dan tujuan permainan tanpa memikirkan warna karakter. Ini berarti menerapkan ...
Pengenalan pola
Abstraksi
Iterasi
Dekomposisi
Dalam mengelola data siswa, guru hanya mencatat nama, kelas, dan nilai akhir. Ini adalah bentuk ...
Abstraksi data
Pengenalan pola
Dekomposisi
Algoritma
Siswa mengamati bahwa setiap kali belajar dengan membuat peta konsep, nilainya meningkat. Ia menerapkan ...
Dekomposisi
Pengenalan pola
Abstraksi
Algoritma
Dalam data nilai ujian, siswa menemukan pola: nilai tinggi sering berasal dari yang rajin latihan soal. Ini termasuk ...
Abstraksi
Pola
Algoritma
Iterasi
Guru meminta siswa menganalisis jadwal bus kota untuk menemukan jam tersibuk. Siswa menerapkan konsep ...
Pola
Abstraksi
Dekomposisi
Algoritma
Saat menyusun algoritma menghitung nilai rata-rata, siswa menyadari pola pengulangan pada setiap data nilai. Ini menunjukkan ...
Pengenalan pola
Abstraksi
Dekomposisi
Iterasi
Pengenalan pola bermanfaat untuk ...
Membuat masalah lebih sulit
Menemukan kesamaan dan memprediksi solusi efektif
Menghapus data yang berbeda
Menghentikan proses berpikir
Dalam membuat alat pengingat minum, siswa menyusun langkah-langkah: atur waktu – nyalakan alarm – tampilkan pesan – reset ulang. Ini adalah ...
Pola
Algoritma
Abstraksi
Iterasi
Mengapa algoritma penting dalam pemecahan masalah?
Agar solusi dapat dijalankan secara teratur dan efisien
Agar hasil tidak bisa diulang
Agar program menjadi lebih acak
Agar proses lebih lambat
Siswa menulis langkah “input angka → hitung kuadrat → tampilkan hasil”. Ini contoh ...
Abstraksi
Pola
Algoritma
Dekomposisi
Dalam kehidupan nyata, algoritma dapat diterapkan untuk ...
Meningkatkan kecepatan berpikir acak
Menyusun langkah memasak, mencuci, atau memecahkan soal
Menghafal rumus
Menghapus pola
Setelah menyusun algoritma, siswa mencoba menjalankan langkah-langkahnya dan menemukan kesalahan. Ia sedang melakukan tahap ...
Debugging
Abstraksi
Dekomposisi
Pengenalan pola
Seorang siswa dihadapkan pada tugas merangkum 5 bab buku pelajaran. Ia memutuskan untuk merangkum Bab 1, beristirahat sebentar, kemudian merangkum Bab 2, dan seterusnya hingga Bab 5. Prinsip Berpikir Komputasional apakah yang ia terapkan untuk menyelesaikan tugas tersebut?
Abstraksi, karena ia mengabaikan detail materi yang tidak penting saat merangkum.
Algoritma, karena ia menyusun langkah kerja yang berurutan.
Dekomposisi, karena ia memecah masalah besar (merangkum 5 bab) menjadi masalah-masalah kecil yang lebih mudah dikelola (merangkum 1 bab per sesi).
Pengenalan Pola, karena ia mengulang proses merangkum di setiap bab.
Saat membuat presentasi di Google Slides, Anda fokus hanya menggunakan fitur 'Insert' untuk menambahkan gambar dan video, dan mengabaikan menu lain seperti 'Tools' atau 'Extensions'. Tindakan ini paling mencerminkan prinsip Berpikir Komputasional yang mana?
Pengenalan Pola, karena Anda tahu tombol 'Insert' adalah pola untuk memasukkan objek.
Dekomposisi, karena Anda memecah tugas presentasi menjadi beberapa slide.
Algoritma, karena Anda mengikuti urutan klik menu yang benar.
Abstraksi, karena Anda memilih dan fokus pada informasi atau fungsi yang esensial ('Insert') sambil mengabaikan detail atau fungsi yang tidak diperlukan saat itu.
Ketika Anda Copy (Ctrl+C) sebuah kalimat di Google Docs, kemudian Anda Paste (Ctrl+V) di tempat lain, Anda harus memastikan bahwa Ctrl+C dilakukan sebelum Ctrl+V. Jika urutannya terbalik (Ctrl+V dulu baru Ctrl+C), hasilnya akan salah. Aturan ini sangat berkaitan erat dengan prinsip Berpikir Komputasional yang mana?
Pengenalan Pola, karena Anda mengulang urutan tersebut berkali-kali.
Dekomposisi, karena Anda memecah proses menjadi dua langkah (Cut) dan (Paste).
Algoritma, karena ia menekankan pada urutan langkah-langkah yang harus dilakukan secara logis untuk mencapai hasil yang benar.
Abstraksi, karena Clipboard menyembunyikan detail memori dari pengguna.
Dalam contoh materi, menyalin dan menempel jawaban secara berulang (Ctrl+C→Ctrl+V) dikategorikan sebagai Pengenalan Pola. Namun, pada tahap ini, jika Anda lupa menekan Ctrl+C dan hanya menekan Ctrl+V berulang kali, maka hasil yang akan ditempelkan adalah jawaban yang sebelumnya tersimpan. Apa kesimpulan yang paling tepat dari skenario ini?
Bahwa Dekomposisi tugas terlalu rumit untuk dipecahkan dengan hanya dua tombol.
Bahwa Pengenalan Pola adalah prinsip yang lebih penting daripada Algoritma.
Bahwa keberhasilan Pengenalan Pola sangat bergantung pada kebenaran Algoritma yang mendasarinya; jika langkah (Ctrl+C) terlewat, pola pengulangan yang diharapkan akan gagal.
Bahwa Ctrl+V adalah contoh dari Abstraksi yang gagal karena tidak dapat mengidentifikasi data baru.
