Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ULANGAN HARIAN PKK GANJIL

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! Dalam merancang perencanaan produksi untuk usaha kuliner berupa roti kekinian, seorang wirausahawan perlu menyusun tahapan produksi secara sistematis. Berdasarkan konsep perencanaan produksi, urutan tahapan yang paling tepat adalah…

a)

Menentukan resep roti, menguji prototype, mengidentifikasi kebutuhan bahan baku, menentukan alur produksi.

b)

Mengidentifikasi kebutuhan bahan baku, menentukan alur produksi, menentukan resep roti, menguji prototype.

c)

Menguji prototype, menentukan resep roti, mengidentifikasi kebutuhan bahan baku, menentukan alur produksi.

d)

Menentukan alur produksi, menguji prototype, mengidentifikasi kebutuhan bahan baku, menentukan resep roti.

e)

Mengidentifikasi kebutuhan bahan baku, menentukan resep roti, menentukan alur produksi, menguji prototype.

2.

Seorang wirausahawan kuliner, Ani, merencanakan produksi camilan berbahan dasar singkong untuk pasar lokal. Dalam proses perencanaan produksi, Ani menghadapi tantangan keterbatasan pasokan singkong akibat musim kemarau dan keterbatasan tenaga kerja terampil. Berdasarkan analisis faktor-faktor yang memengaruhi perencanaan produksi, strategi apa yang paling tepat untuk Ani lakukan agar produksi tetap efisien…

a)

Mengganti bahan baku singkong dengan bahan lain yang lebih murah tanpa riset pasar.

b)

Menunda produksi hingga musim hujan tiba untuk mendapatkan pasokan singkong yang cukup.

c)

Melatih tenaga kerja lokal untuk meningkatkan keterampilan dan menjalin kerja sama dengan petani untuk pasokan alternatif.

d)

Mengurangi target produksi tanpa mempertimbangkan kebutuhan pasar.

e)

Menggunakan teknologi otomatisasi penuh untuk menggantikan tenaga kerja tanpa mempertimbangkan biaya investasi.

3.

Rina ingin memulai usaha kuliner berupa kue tradisional dengan kemasan modern. Dalam perencanaan produksi, ia menghadapi tantangan keterbatasan bahan baku lokal berkualitas tinggi dan waktu produksi yang terbatas karena permintaan musiman. Berdasarkan konsep kreativitas dan pengelolaan sumber daya, strategi apa yang paling tepat untuk Rina terapkan…

a)

Mengganti bahan baku lokal dengan bahan impor untuk mempercepat produksi.

b)

Menjalin kemitraan dengan pemasok lokal untuk meningkatkan kualitas bahan baku dan menyusun jadwal produksi fleksibel.

c)

Mengurangi jumlah produksi untuk menghindari kebutuhan bahan baku tambahan.

d)

Mempercepat produksi dengan mengorbankan kualitas kemasan.

e)

Mengabaikan permintaan musiman dan fokus pada produksi reguler.

4.

Sari ingin membuat makanan ringan berupa keripik pisang untuk pasar lokal. Dalam rencana produksi sederhana, ia perlu memastikan standar keamanan dan kesehatan kerja. Tindakan apa yang paling tepat untuk Sari lakukan…

a)

Menggoreng keripik tanpa menggunakan alat pelindung diri untuk pekerja.

b)

Memastikan pekerja menggunakan sarung tangan dan masker saat menggoreng dan mengemas keripik.

c)

Mengabaikan kebersihan peralatan untuk mempercepat proses produksi.

d)

Membiarkan pekerja bekerja tanpa pelatihan tentang keamanan kerja.

e)

Menggunakan minyak goreng bekas untuk menekan biaya produksi.

5.

Tono menjalankan usaha kuliner berupa saus sambal khas daerah. Dalam merancang proses produksi yang efisien dan sesuai kebutuhan pasar, ia mempertimbangkan penggunaan teknologi pengemasan untuk menjaga kualitas produk. Berdasarkan konsep pola pikir inovatif, langkah apa yang paling tepat untuk Tono lakukan?

a)

Menggunakan kemasan plastik biasa untuk menekan biaya tanpa mempertimbangkan keberlanjutan.

b)

Menguji teknologi pengemasan ramah lingkungan yang terjangkau dan memenuhi ekspektasi konsumen.

c)

Memproduksi saus dalam jumlah besar tanpa mempertimbangkan kualitas kemasan.

d)

Mengabaikan teknologi pengemasan dan fokus pada pemasaran produk.

e)

Menunda peluncuran produk hingga teknologi pengemasan gratis tersedia.

6.

Ibu Lusi merancang makanan ringan berbahan jagung menggunakan pendekatan design thinking. Dalam tahap "test," langkah apa yang paling tepat untuk Bu Lusi lakukan agar produknya siap untuk simulasi produksi.

a)

Menjual makanan ringan tanpa meminta umpan balik dari konsumen.

b)

Menguji makanan ringan dengan kelompok kecil konsumen dan memperbaiki berdasarkan umpan balik.

c)

Mengabaikan hasil uji coba dan langsung memproduksi dalam jumlah besar.

d)

Menggunakan bahan baku apa adanya tanpa mempertimbangkan hasil uji coba.

e)

Menghentikan pengembangan produk setelah membuat prototipe.

7.

Ardi telah menyusun rancangan produksi untuk usaha kuliner berupa bakpao isi ayam pedas untuk kafe lokal. Dalam evaluasi, ia menemukan hambatan berupa waktu pengukusan yang lama, yang menyebabkan keterlambatan pengiriman. Berdasarkan konsep perbaikan proses, langkah apa yang paling tepat untuk Ardi lakukan…

a)

Mengabaikan keterlambatan dan tetap menggunakan alat pengukus lama.

b)

Menganalisis kapasitas pengukus dan mengganti dengan alat yang lebih efisien untuk mempercepat proses.

c)

Mengurangi jumlah bakpao yang diproduksi untuk menghindari keterlambatan.

d)

Mengganti isi ayam pedas dengan bahan yang tidak perlu dikukus.

e)

Menghentikan pengiriman ke kafe untuk fokus pada produksi manual.

8.

Dalam proses evaluasi produksi roti, ditemukan produk mudah basi dalam dua hari. Langkah terbaik dalam kerangka design thinking (testing stage) adalah …

a)

Menghapus produk dari pasar

b)

Mencoba berbagai metode penyimpanan dan mencatat hasilnya

c)

Menghilangkan bahan pengawet tanpa uji coba

d)

Menambah produksi untuk mempercepat distribusi

e)

Menjual produk dengan harga lebih murah

9.

Tim PKK dari SMK PGRI 2 Kediri membuat produk “Lilin Aromaterapi Kopi”. Desain awalnya menggunakan wadah kaca bekas selai agar ramah lingkungan. Namun, wadah tersebut terlalu besar untuk ukuran lilin kecil. Dalam prinsip desain produk, hal yang harus mereka evaluasi adalah…

a)

Proporsi dan kesesuaian ukuran wadah dengan produk

b)

Warna label yang terlalu sederhana

c)

Aroma kopi yang terlalu kuat

d)

Harga jual produk yang tinggi

e)

Bahan pewangi yang digunakan

10.

Eko ingin menciptakan produk kuliner berupa cookies cokelat dengan kemasan ramah lingkungan. Dalam konteks prinsip dasar desain produk, langkah apa yang paling tepat untuk Eko lakukan agar produknya menarik dan sesuai dengan nilai kewirausahaan.

a)

Menggunakan kemasan plastik sekali pakai untuk mengurangi biaya.

b)

Merancang kemasan dari bahan daur ulang yang menarik dan mendukung nilai keberlanjutan.

c)

Mengabaikan kemasan ramah lingkungan demi fokus pada rasa cookies.

d)

Menggunakan kemasan mewah yang mahal tanpa mempertimbangkan target pasar.

e)

Menghentikan produksi hingga menemukan kemasan termurah.

11.

Melysa merancang produk kuliner berupa kue lapis untuk dijual di toko suvenir. Dalam mengidentifikasi faktor desain produk, faktor apa yang harus Melysa prioritaskan agar produknya menarik secara estetika…

a)

Mengemas kue dalam kotak polos tanpa desain menarik.

b)

Merancang kemasan dengan warna cerah dan motif lokal yang menarik wisatawan.

c)

Mengabaikan desain kemasan demi fokus pada rasa kue.

d)

Menggunakan kemasan besar yang tidak praktis untuk suvenir.

e)

Menyalin desain kemasan dari produk lain tanpa keunikan.

12.

Lia menganalisis produk inovatif berupa nasi goreng instan dalam kemasan pouch tahan panas. Kelebihannya adalah kemudahan penyajian dan rasa yang kaya, tetapi kekurangannya adalah harga yang relatif tinggi dibandingkan produk serupa. Berdasarkan analisis produk inovatif, peluang pengembangan desain apa yang paling tepat untuk Lia terapkan…

a)

Mempertahankan harga tinggi dan fokus pada pemasaran tanpa perubahan desain.

b)

Mengoptimalkan proses produksi untuk menekan biaya dan merancang kemasan yang lebih hemat bahan tanpa mengurangi fungsi.

c)

Mengurangi kualitas rasa untuk menurunkan harga produk.

d)

Mengabaikan harga tinggi dan meningkatkan jumlah produk.

e)

Mengganti kemasan pouch dengan kemasan plastik biasa yang lebih murah.

13.

Dedi berencana merancang produk kuliner baru berupa minuman probiotik berbasis air kelapa untuk konsumen yang peduli kesehatan. Namun, ia mendapat umpan balik bahwa rasa air kelapa kurang bervariasi. Dengan menerapkan pola pikir kreatif dan growth mindset, langkah apa yang paling tepat untuk Dedi lakukan…

a)

Mengabaikan umpan balik dan tetap memproduksi minuman tanpa variasi rasa.

b)

Berekperimen dengan tambahan ekstrak buah alami untuk menciptakan variasi rasa dan menguji respons konsumen.

c)

Mengganti air kelapa dengan bahan lain yang lebih populer tanpa riset.

d)

Menghentikan pengembangan produk karena tantangan variasi rasa.

e)

Memproduksi minuman dalam jumlah besar tanpa mempertimbangkan umpan balik.

14.

Lina merancang produk kuliner berupa kue kering dalam kotak karton untuk dijual di acara pernikahan. Dalam evaluasi, ia menemukan bahwa kotak karton mudah rusak saat ditumpuk, yang memengaruhi kepuasan konsumen. Berdasarkan kriteria kualitas dan kepuasan konsumen, langkah apa yang paling tepat untuk Lina lakukan..

a)

Mempertahankan kotak karton saat ini dan mengabaikan keluhan konsumen

b)

Mengubah kotak karton yang lebih kokoh dengan desain elegan untuk acara pernikahan.

c)

Mengganti kotak karton dengan plastik sekali pakai untuk mencegah kerusakan.

d)

Mengurangi kualitas kue untuk menutupi biaya kemasan baru.

e)

Mengabaikan desain kemasan dan fokus pada produksi massal.

15.

Tim “EcoDesign” sedang merancang kemasan ramah lingkungan untuk produk sabun organik. Salah satu anggota, Dina, berpendapat bahwa kemasan kertas terlalu cepat rusak, sementara Rian ingin tetap menggunakannya karena ramah lingkungan. Jika Anda ketua tim, keputusan paling tepat berdasarkan karakter wirausaha dan tanggung jawab terhadap produk adalah ……

a)

Memilih bahan plastik karena lebih kuat tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan

b)

Menggunakan bahan kertas tanpa menguji daya tahannya

c)

Melakukan uji coba beberapa bahan agar desain tetap kuat dan ramah lingkungan

d)

Meminta guru untuk menentukan bahan terbaik

e)

Membatalkan ide karena tidak sepakat

16.

Bastian beserta tim mengembangkan prototype untuk produk kuliner berupa minuman fermentasi kombucha dalam botol kaca. Dalam tahap uji coba design thinking, ditemukan bahwa botol kaca rentan pecah saat distribusi, yang menurunkan kepuasan konsumen. Tindakan apa yang paling tepat untuk Sari lakukan agar uji coba prototype efektif…

a)

Mengabaikan hasil uji coba dan tetap menggunakan botol kaca untuk produksi massal.

b)

Menguji botol kaca dengan lapisan pelindung atau alternatif kemasan yang lebih tahan banting dengan kelompok konsumen.

c)

Mengganti kombucha dengan minuman lain yang tidak memerlukan botol kaca.

d)

Menunda uji coba hingga menemukan botol kaca yang lebih murah.

e)

Mengurangi kualitas kombucha untuk menutupi biaya kemasan baru.

17.

Rudi menyusun prototype untuk produk kuliner berupa onde-onde isi kacang hijau modern untuk anak muda. Untuk memastikan prototype relevan, apa yang sebaiknya Rudi lakukan…

a)

Membuat onde-onde dengan rasa standar tanpa riset.

b)

Meneliti tren rasa dan kemasan yang populer di kalangan anak muda melalui media sosial.

c)

Mengabaikan selera anak muda dan fokus pada produksi cepat.

d)

Menyalin onde-onde dari produk lain tanpa analisis.

e)

Memproduksi onde-onde tanpa memeriksa kebutuhan pengguna.

18.

Sebuah tim siswa kuliner ingin membuat prototype alat pembuat adonan otomatis menggunakan sensor pengaduk. Setelah diskusi, mereka menyadari biaya pembuatan melebihi anggaran. Jika Anda ketua tim, keputusan paling logis untuk mempertahankan efisiensi biaya tanpa mengorbankan fungsi adalah…

a)

Mengurangi kapasitas alat agar bahan lebih sedikit

b)

Menghapus fitur otomatis dan kembali ke sistem manual

c)

Mengganti bahan logam dengan plastik tebal yang lebih murah tapi kuat

d)

Menunda proyek hingga ada tambahan dana

e)

Menyewa alat profesional dari luar sekolah

19.

Sinta sedang mengembangkan ide prototype untuk produk kuliner berupa bakpao mini dengan isian buah tropis untuk anak-anak. Ia mendapat umpan balik bahwa isian buah terlalu asam untuk selera anak-anak. Dengan menerapkan karakter wirausaha, Sintia ingin menyusun ide baru untuk prototype. Pilih tindakan yang paling tepat untuk Sintia lakukan dan jelaskan mengapa tindakan tersebut mencerminkan karakter wirausaha…

a)

Mempertahankan isian buah asam tanpa perubahan.

b)

Menghentikan pengembangan bakpao karena sulit menyesuaikan rasa.

c)

Mengembangkan isian buah dengan tambahan madu alami dan menguji prototype

d)

Mengganti isian buah dengan cokelat tanpa mempertimbangkan keunikan produk

e)

Mengabaikan umpan balik dan fokus pada pemasaran

20.

Hasan sedang merancang prototype untuk produk kuliner berupa biskuit berbasis kacang tanah untuk anak-anak. Ia ingin menggunakan teknologi digital (software prototyping) untuk membuat kemasan yang menarik, tetapi ia memiliki pengalaman terbatas dengan software desain. Pilih tindakan yang paling tepat untuk Rudi lakukan dan jelaskan bagaimana tindakan tersebut mendukung perencanaan prototype…

a)

Mengabaikan desain kemasan dan fokus pada produksi biskuit.

b)

Menggunakan software prototyping seperti Canva untuk membuat mock-up kemasan bertema kartun.

c)

Menyalin desain kemasan dari produk lain tanpa software.

d)

Menunda perancangan hingga mahir menggunakan software kompleks.

e)

Menggunakan kemasan polos tanpa bantuan teknologi digital.

21.

Lusiana mengevaluasi prototype produk kuliner berupa kue lapis berbasis tepung sagu untuk acara adat. Kelebihannya adalah tekstur kenyal, tetapi kelemahannya adalah kue terlalu basah sehingga sulit dipotong. Pilih langkah evaluasi awal yang paling tepat untuk Lusiana lakukan dan jelaskan mengapa langkah tersebut membantu mengidentifikasi peluang pengembangan.

a)

Mengabaikan kelemahan dan memasarkan kue tanpa perubahan.

b)

Menguji penyesuaian kadar air dalam resep dan meminta umpan balik dari peserta acara adat.

c)

Mengganti kue lapis dengan produk lain tanpa evaluasi.

d)

Mempertahankan resep asli untuk menjaga keaslian.

e)

Menunda evaluasi hingga acara adat selesai.

22.

Tama merancang logo untuk produk kuliner berupa permen kelapa untuk toko oleh-oleh. Ia ingin logo mencerminkan fungsi sebagai identitas visual yang menarik wisatawan. Pilih pendekatan yang paling tepat untuk desain logo Tama dan jelaskan bagaimana pendekatan tersebut mendukung fungsi logo dalam kewirausahaan…

a)

Menggunakan logo polos tanpa elemen visual yang menarik.

b)

Merancang logo dengan gambar kelapa dan warna tropis untuk menarik wisatawan.

c)

Mengabaikan logo dan fokus pada kemasan produk.

d)

Menyalin logo dari produk permen lain.

e)

Membuat logo dengan teks biasa tanpa desain grafis.

23.

Aqeela merancang logo untuk produk kuliner berupa es lolipop rasa mangga untuk anak-anak. Dalam memilih tipografi, unsur apa yang paling tepat untuk memengaruhi persepsi konsumen anak-anak…

a)

Tipografi kaku dengan garis tajam untuk kesan modern.

b)

Tipografi bulat dan playful untuk kesan ceria dan ramah.

c)

Tipografi kecil dan sulit dibaca untuk kesan eksklusif.

d)

Tipografi acak tanpa tema untuk menghemat waktu.

e)

Mengabaikan tipografi dan hanya menggunakan simbol.

24.

Dalam merancang logo untuk produk kuliner berupa roti bakar cokelat untuk sebuah kafe, kita ingin logo memengaruhi persepsi pelanggan kafe sebagai produk yang lezat dan modern. Pilih kombinasi unsur warna dan simbol yang paling tepat dan jelaskan bagaimana kombinasi tersebut memengaruhi persepsi konsumen…

a)

Warna abu-abu dan simbol lingkaran sederhana.

b)

Warna cokelat tua dan simbol tetesan cokelat.

c)

Warna acak dan simbol tanpa tema.

d)

Mengabaikan warna dan simbol untuk fokus pada teks.

e)

Menyalin warna dan simbol dari produk lain

25.

Nita menganalisis dua logo untuk produk kuliner berupa es teh lemon: [Logo A: gambar lemon berwarna kuning dengan daun hijau, tulisan LEMON] [Logo B: tulisan LEMON dengan warna abu-abu] Bandingkan kelebihan dan kelemahan kedua logo dalam pemasaran untuk pelajar dan jelaskan logo mana yang lebih efektif…

a)

Logo A lebih efektif karena gambar lemon dan warna kuning cerah menarik, sedangkan Logo B kurang relevan karena tidak ada gambar

b)

Logo B lebih efektif karena teks polos sederhana dan mudah dibaca

c)

Kedua logo sama efektifnya karena memiliki tipografi

d)

Logo A kurang efektif karena warna kuning terlalu mencolok

e)

Logo B lebih menarik karena warna abu-abu netral

26.

Fira memulai usaha kue kering rasa cokelat untuk anak muda. Logo awalnya dianggap tidak trendy oleh target pasar. Dengan growth mindset, urutkan langkah-langkah berikut untuk menghasilkan logo inovatif, dari yang paling logis, adalah…

a)

1), 3), 5)

b)

1), 3), 4)

c)

2), 3), 4)

d)

1), 2), 3)

e)

2), 4), 5)

27.

Albert meluncurkan usaha es kelapa kopyor untuk wisatawan pantai. Logo awalnya dianggap terlalu polos dan tidak mencerminkan suasana tropis. Dengan menerapkan pola pikir kreatif, tindakan apa yang paling inovatif untuk merancang logo baru…

a)

Mempertahankan logo polos untuk kesederhanaan.

b)

Menggabungkan simbol kelapa dengan ombak dan warna biru-hijau tropis.

c)

Mengabaikan suasana tropis dan fokus pada produksi es.

d)

Menyalin logo dari minuman tropis lain untuk efisiensi.

e)

Menunda desain hingga mendapat inspirasi baru.

28.

Dani, seorang wirausaha muda, meluncurkan usaha es buah naga untuk wisatawan pantai. Ia ingin logo yang mencerminkan kesegaran tropis. Rancang konsep logo yang memenuhi prinsip desain sederhana, komunikatif, mudah dikenali, dan sesuai karakter usaha, lalu jelaskan bagaimana konsep tersebut relevan dengan wisatawan…

a)

Logo dengan simbol abstrak dan warna neon yang mencolok.

b)

Logo dengan simbol buah naga dengan garis sederhana dan warna merah muda tropis.

c)

Logo dengan teks rumit dan banyak elemen visual.

d)

Logo dengan warna gelap dan tipografi kaku.

e)

Logo tanpa elemen visual, hanya teks kecil.

29.

Seorang siswa memilih tipografi ramping dan modern untuk logo minuman energi. Namun, guru menekankan bahwa warna yang dipilih juga harus selaras. Warna yang paling mencerminkan energi, kekuatan, dan keberanian adalah …

a)

merah

b)

biru

c)

hijau

d)

kuning

e)

coklat

30.

Seorang siswa menggunakan aplikasi desain sederhana di smartphone (Canva) untuk membuat logo minuman segar. Agar hasil tetap profesional, strategi yang tepat adalah …

a)

Memanfaatkan ikon bawaan aplikasi tanpa penyesuaian

b)

Mengatur komposisi warna, tipografi, dan simbol agar selaras

c)

Menggunakan banyak font sekaligus agar terlihat kreatif

d)

Membuat logo yang rumit agar berbeda dari pesaing

e)

Menambahkan gambar acak untuk mengisi ruang kosong