Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal UP PPG 2025

Total questions: 63

Worksheet time: 32mins

Name
Class
Date
1.

Seorang guru Al-Qur'an Hadis di daerah terpencil melakukan pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai lokal, seperti mengajarkan Hadis tentang kebersihan dengan praktik gotong royong membersihkan masjid dan lingkungan desa. Ia juga selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baku dalam surat menyurat resmi sekolah. Sikap yang ditunjukkan guru tersebut paling tepat mencerminkan indikator profesionalisme dalam aspek Nasionalisme, yaitu...

a)

Mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

b)

Mengembangkan sikap rela berkorban untuk kepentingan negara.

c)

Menjunjung tinggi keunggulan bangsa Indonesia.

d)

Menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, dan budaya bangsanya.

e)

Mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

2.

Komite sekolah mengadakan rapat untuk menentukan alokasi dana bantuan operasional. Semua guru diwajibkan hadir dan menyampaikan pendapat. Bu Siti, guru Al-Qur'an Hadis, mengusulkan dana digunakan untuk pembaruan buku Al-Qur'an, sementara mayoritas guru lain mengusulkan untuk perbaikan fasilitas olahraga yang lebih mendesak bagi kepentingan seluruh siswa. Bu Siti akhirnya menerima keputusan mayoritas meskipun usulnya ditolak. Sikap Bu Siti mencerminkan indikator nasionalisme, yaitu mempertahankan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Hal ini diwujudkan dalam bentuk...

a)

Rela berkorban untuk kepentingan negara.

b)

Mengutamakan kepentingan dan keselamatan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

c)

Mengembangkan pribadi yang taat hukum.

d)

Menjunjung tinggi keunggulan bangsa Indonesia.

e)

Menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kebutuhan peserta didik.

3.

Pak Ahmad, guru Al-Qur'an Hadis, menyusun modul ajar yang menyajikan contoh-contoh tafsir Al-Qur'an yang ditulis oleh ulama-ulama Nusantara, seperti Hamka dan Quraish Shihab, sebagai upaya menunjukkan kedalaman keilmuan Islam di Indonesia.

Tindakan Pak Ahmad yang menyusun modul ajar dengan contoh tafsir Al-Qur'an karya ulama Nusantara seperti Hamka dan Quraish Shihab merupakan upaya untuk menunjukkan:

a)

Kedalaman keilmuan Islam di Indonesia

b)

Keberagaman budaya lokal

c)

Pentingnya teknologi dalam pendidikan

d)

Sejarah perkembangan bahasa Arab

4.

Di tengah musim liburan sekolah, Pak Budi, seorang guru Al-Qur'an Hadis, diminta oleh kepala sekolah untuk menjadi koordinator utama dalam kegiatan bakti sosial sekolah di daerah yang terkena bencana alam. Meskipun awalnya sudah merencanakan liburan bersama keluarga, Pak Budi membatalkan rencananya demi memimpin tim dan memastikan bantuan tersalurkan dengan baik. Sikap yang ditunjukkan Pak Budi mencerminkan indikator patriotisme, yaitu mengembangkan sikap rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa. Bentuk pengorbanan tersebut adalah...

a)

Kepedulian terhadap kebutuhan peserta didik.

b)

Mengembangkan pribadi yang taat hukum.

c)

Mendahulukan kepentingan kemanusiaan dan bangsa di atas kepentingan pribadi.

d)

Menunjukkan kesiap-siagaan dalam mendidik.

e)

Menampilkan perilaku yang bijaksana dalam situasi sulit.

5.

Dalam kelas Al-Qur'an Hadis, terdapat siswa dari latar belakang suku yang berbeda dan beberapa siswa non-Muslim yang mengikuti mata pelajaran PAI. Ketika membagi kelompok diskusi, Bu Ani memastikan setiap kelompok memiliki representasi yang beragam tanpa membedakan suku, agama, atau status sosial. Tindakan Bu Ani ini mencerminkan indikator menciptakan persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, dan warna kulit. Prinsip yang diterapkan Bu Ani adalah...

a)

Sikap samapta.

b)

Sikap kemurahhatian.

c)

Prinsip non-diskriminasi dan kesetaraan.

d)

Sikap taat hukum dan aturan.

e)

Sikap penuh panggilan jiwa.

6.

Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Al-Qur'an Hadis hendak menyusun standar minimal kelulusan yang baru. Terdapat dua opsi yang didiskusikan. Setelah melalui perdebatan sengit, keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak, dengan pertimbangan utama bahwa keputusan tersebut harus menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta mengutamakan persatuan dan kesatuan. Keputusan yang harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama ini merupakan bentuk dari indikator...

a)

Sikap samapta.

b)

Sikap disiplin.

c)

Sikap berwibawa.

d)

Sikap mengutamakan kepentingan bersama.

e)

Sikap kesepenuhhatian.

7.

Saat membahas Hadis tentang pentingnya kebersihan, Pak Heru selalu mengaitkannya dengan masalah lingkungan terkini, seperti polusi plastik di laut Indonesia. Ia mendorong siswa untuk mengurangi penggunaan plastik dan melakukan daur ulang, sebagai bagian dari kewajiban Islam menjaga alam. Sikap profesional yang ditunjukkan Pak Heru ini selaras dengan indikator...

a)

Mengembangkan sikap rela berkorban.

b)

Menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kebutuhan peserta didik.

c)

Mempertahankan kekayaan alam Indonesia.

d)

Mengapresiasi kekayaan budaya bangsa lain.

e)

Menampilkan perilaku yang bijaksana dalam situasi sulit.

8.

Dalam kegiatan ekstrakurikuler kaligrafi, Bu Rahma terkadang menampilkan contoh-contoh kaligrafi dari tradisi Islam non-Arab, seperti kaligrafi Tiongkok atau Persia. Hal ini dilakukan untuk memperluas wawasan siswa tentang keberagaman seni Islam. Tindakan Bu Rahma ini sejalan dengan indikator mengapresiasi kekayaan budaya bangsa lain sehingga memperkuat jati diri bangsa Indonesia. Tujuannya adalah...

a)

Mengganti tradisi kaligrafi Arab dengan tradisi asing.

b)

Menekankan superioritas budaya bangsa lain.

c)

Menciptakan persamaan derajat antar budaya.

d)

Memperkaya perspektif siswa dan menegaskan identitas Islam Indonesia yang adaptif.

e)

Menunjukkan keberanian dalam membela kebenaran.

9.

Kepala sekolah meminta Pak Yudi untuk mengubah nilai salah satu siswa karena ada tekanan dari orang tua yang berpengaruh. Pak Yudi menolak permintaan tersebut, menyatakan bahwa nilai harus diberikan berdasarkan hasil evaluasi yang sesungguhnya sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Sikap Pak Yudi mencerminkan indikator berwibawa, yaitu menunjukkan keberanian dalam membela kebenaran dan keadilan pada proses mendidik. Hal ini diwujudkan dengan...

a)

Menampilkan perilaku yang bijaksana.

b)

Mengembangkan pribadi yang taat hukum.

c)

Memberikan penghargaan sesuai tata tertib.

d)

Menjaga integritas penilaian dan melawan tekanan yang tidak etis.

e)

Menunjukkan kesiapsiagaan dalam proses mendidik.

10.

Di setiap awal semester, Bu Murni selalu menempelkan tata tertib kelas dan madrasah di papan pengumuman dan menjadi orang pertama yang tiba dan terakhir pulang di lingkungan madrasah. Ia memastikan setiap aktivitas, termasuk penilaian, dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Sikap Bu Murni ini sejalan dengan indikator berwibawa, yaitu mengembangkan pribadi yang taat serta menghormati hukum dan aturan pada proses mendidik. Tujuannya adalah...

a)

Menunjukkan sikap kesiapsiagaan (samapta).

b)

Menjadi teladan dalam kepatuhan terhadap regulasi sekolah dan negara.

c)

Menampilkan tanggapan sebagaimana yang dihayati peserta didik.

d)

Merancang berbagai usaha untuk menuntaskan pekerjaan.

e)

Mendemonstrasikan sikap tanggung jawab pribadi.

11.

Seorang siswa mengeluh kepada Pak Deden bahwa ia merasa dicurangi dalam penilaian praktik Tahfidz. Setelah diperiksa ulang, ternyata memang terjadi kesalahan teknis dalam perekaman nilai, yang mengakibatkan nilai siswa tersebut lebih rendah dari yang seharusnya. Pak Deden segera mengakui kesalahan dan memperbaiki nilai tersebut. Tindakan Pak Deden mencerminkan indikator sikap tegas, yaitu mengatakan benar atau salah sesuai dengan yang sebenarnya. Hal ini ditunjukkan melalui...

a)

Memberikan penghargaan sesuai tata tertib.

b)

Menampilkan perilaku yang bijaksana.

c)

Menjunjung tinggi kebenaran faktual dan bersedia mengakui kekeliruan.

d)

Menunjukkan kesiapsiagaan.

e)

Menampilkan sikap senang dan nyaman.

12.

Dua kelompok siswa terlibat dalam perdebatan panas mengenai tafsir suatu ayat Al-Qur'an yang berbeda pendapat di kalangan ulama. Suasana kelas menjadi tegang. Bu Farida sebagai guru, menengahi dengan tenang, mengakui validitas kedua pendapat ulama, tetapi menekankan pentingnya adab dan toleransi dalam berdiskusi. Ia berhasil meredakan ketegangan tanpa memihak salah satu kelompok. Perilaku Bu Farida sesuai dengan indikator sikap tegas, yaitu menampilkan perilaku yang bijaksana meskipun dalam situasi yang sulit. Sifat bijaksana ini diwujudkan dengan...

a)

Mengatakan benar atau salah sesuai yang sebenarnya.

b)

Memberikan hukuman kepada peserta didik.

c)

Merancang berbagai usaha untuk menuntaskan pekerjaan.

d)

Menghadirkan solusi yang adil dan menekankan nilai-nilai etika di tengah konflik.

e)

Menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kebutuhan peserta didik.

13.

Sesuai tata tertib, siswa yang terlambat lebih dari tiga kali dalam satu bulan akan dikenakan poin pelanggaran. Andi, seorang siswa yang pandai, telah terlambat empat kali. Guru Bimbingan Konseling meminta Bu Dian, guru Al-Qur'an Hadis, untuk tidak memberikan poin karena Andi adalah siswa berprestasi. Namun, Bu Dian tetap memberikan poin sesuai aturan yang berlaku. Tindakan Bu Dian mencerminkan indikator disiplin, yaitu memberikan penghargaan atau hukuman kepada peserta didik sesuai tata tertib sekolah. Hal ini dilakukan untuk...

a)

Menunjukkan sikap senang dan nyaman dalam mendidik.

b)

Menampilkan perilaku yang bijaksana dalam situasi sulit.

c)

Menegakkan konsistensi aturan tanpa memandang kedudukan atau prestasi individu.

d)

Menunjukkan kesiapsiagaan dalam proses mendidik.

e)

Menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kebutuhan peserta didik.

14.

Pak Arif, seorang guru Al-Qur'an Hadis, selalu datang ke kelas dengan wajah ceria dan penuh energi. Ia menggunakan variasi metode mengajar yang kreatif dan sering bercanda untuk mencairkan suasana. Peserta didiknya merasa proses pembelajaran sangat menyenangkan dan termotivasi. Sikap Pak Arif mencerminkan indikator menampilkan sikap senang dan nyaman dalam mendidik. Sikap ini bersumber dari...

a)

Sikap samapta.

b)

Sikap tegas.

c)

Sikap disiplin.

d)

Sikap penuh panggilan jiwa.

15.

Pada saat pembelajaran Tahsin Al-Qur'an, proyektor kelas tiba-tiba mati. Pak Joni sudah menyiapkan backup plan berupa cetakan makharijul huruf dan papan tulis, sehingga proses pembelajaran tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Tindakan Pak Joni mencerminkan indikator menunjukkan sikap kesiapsiagaan (samapta) dalam proses mendidik. Hal ini paling tepat diwujudkan dalam...

a)

Mengembangkan pribadi yang taat hukum.

b)

Merancang berbagai usaha untuk menuntaskan pekerjaan.

c)

Mempersiapkan alternatif dan rencana cadangan untuk menghadapi gangguan tak terduga.

d)

Menampilkan tanggapan sebagaimana yang dihayati peserta didik.

e)

Menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kebutuhan peserta didik.

16.

Seorang siswa terlihat murung dan kehilangan semangat belajar. Bu Lisa, guru Al-Qur'an Hadis, mendekati siswa tersebut dan mencoba memahami perasaannya dari sudut pandang siswa, lalu memberikan motivasi berdasarkan kisah-kisah kesabaran Nabi dan orang saleh. Sikap Bu Lisa ini sesuai dengan indikator menampilkan tanggapan sebagaimana yang dihayati peserta didik, yang merupakan perwujudan dari sikap...

a)

Samapta.

b)

Kemurahhatian.

c)

Kesepenuhatian (Empati).

d)

Patriotisme.

e)

Disiplin.

17.

Setelah hasil ujian akhir, Pak Rasyid mendapati 30% siswanya belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Daripada membiarkan mereka, Pak Rasyid merancang program remedial intensif dan khusus selama satu minggu penuh, bahkan di luar jam pelajaran resmi, demi memastikan semua siswa mencapai ketuntasan. Tindakan Pak Rasyid sesuai dengan indikator merancang berbagai usaha untuk menuntaskan pekerjaan. Fokus utama tindakan ini adalah...

a)

Melakukan penilaian sesuai tata tertib.

b)

Menampilkan perilaku yang bijaksana.

c)

Menjaga komitmen terhadap mutu hasil belajar siswa secara menyeluruh.

d)

Mendemonstrasikan sikap tanggung jawab pribadi.

18.

Di kelas Bu Salma, ada seorang siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan seringkali tidak memiliki alat tulis lengkap. Tanpa memberitahu siswa lain, Bu Salma secara rutin menyediakan dan membelikan alat tulis serta buku-buku pendukung belajar untuk siswa tersebut. Sikap Bu Salma ini mencerminkan indikator menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kebutuhan peserta didik. Hal ini merupakan perwujudan dari sikap...

a)

Sikap tegas.

b)

Sikap disiplin.

c)

Sikap kesepenuhhatian.

d)

Sikap samapta.

e)

Sikap kemurahhatian.

19.

Saat mengamati kegiatan praktik wudhu dan salat, Pak Hadi melihat salah satu siswanya mengalami kesulitan dalam gerakan ruku' dan sujud, yang ia duga karena masalah fisik atau kesehatan. Pak Hadi kemudian memanggil siswa tersebut secara pribadi dan menanyakan kondisinya. Tindakan Pak Hadi ini mencerminkan indikator mendeteksi situasi yang membutuhkan bantuan. Kemampuan ini disebut juga...

a)

Kesiap-siagaan.

b)

Kepekaan terhadap kondisi psikologis dan fisik peserta didik.

c)

Kepemimpinan.

d)

Kedisiplinan.

e)

Ketegasan.

20.

Ketika terjadi banjir bandang di lingkungan sekolah, Pak Ridwan adalah guru pertama yang datang dan membantu membersihkan lumpur, mengangkat peralatan, dan mengatur posko bantuan bagi warga sekitar yang terdampak, tanpa menunggu instruksi dari kepala sekolah. Tindakan Pak Ridwan mencerminkan indikator mendemonstrasikan sikap tanggung jawab pribadi terhadap situasi yang membutuhkan bantuan. Hal ini paling tepat dianalisis sebagai...

a)

Perilaku yang bijaksana dalam situasi sulit.

b)

Pengamalan sikap samapta.

c)

Perwujudan sikap nasionalisme.

d)

Inisiatif dan tanggung jawab tanpa mengharapkan perintah atau imbalan.

e)

Penghargaan yang tinggi terhadap lingkungan fisik.

21.

Disajikan narasi tentang turunnya Surah Al-Baqarah ayat 275 yang berbunyi "...Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba...". Narasi Asbabun Nuzul menyebutkan bahwa ayat ini turun untuk membantah ucapan orang-orang Jahiliyah yang menyamakan jual beli dengan riba. Kegunaan Asbabun Nuzul dari ayat di atas yang paling tepat untuk dianalisis dalam penafsiran adalah...

a)

Mengetahui urutan ayat dan surah.

b)

Menentukan jenis ayat Makkiyah atau Madaniyah.

c)

Membatasi atau mengkhususkan makna ayat yang bersifat umum ('Am) jika ada konteks spesifik.

d)

Menentukan waktu turunnya ayat untuk kepentingan politik.

e)

Membantu menafsirkan ayat-ayat yang samar (Mutasyabihat).

22.

Seorang ulama berpendapat bahwa Surah Al-Mujadilah [58] tergolong Surah Madaniyah. Argumennya adalah surah ini secara umum membahas tentang hukum zhihar (sumpah suami yang menyamakan istri dengan ibunya) dan mengandung ciri-ciri ayat-ayat yang panjang serta ditujukan kepada orang-orang beriman (ya ayyuhal ladzina amanu). Karakteristik Madaniyah yang terdapat pada surah tersebut, yang paling tepat untuk diuraikan, adalah...

a)

Ayat-ayatnya pendek, retorikanya keras.

b)

Topik utamanya tentang tauhid dan hari kiamat.

c)

Banyak mengandung hukum syariat, batasan (hudud), dan ditujukan kepada Ahli Kitab.

d)

Gaya bahasanya didominasi sumpah (qasam) dan kisah-kisah nabi terdahulu.

e)

Hanya mengandung satu pembahasan saja.

23.

Dalam penafsiran Al-Qur'an, studi Makkiyah dan Madaniyah sangat relevan untuk mengetahui hukum mana yang lebih dahulu turun. Hal ini vital dalam ilmu Nasikh dan Mansukh (penghapusan dan penggantian hukum). Relevansi fungsi studi Makkiyah dan Madaniyah terhadap ilmu Nasikh dan Mansukh adalah...

a)

Untuk memperkuat asumsi bahwa ayat-ayat Makkiyah lebih kuat hukumnya.

b)

Untuk memastikan bahwa ayat-ayat Madaniyah adalah ayat-ayat yang pasti Nasikh.

24.

Kisah Nabi Yusuf a.s. dalam Al-Qur'an disajikan secara utuh dan terperinci. Kisah ini sering dijadikan pelajaran tentang kesabaran, kesetiaan, dan takdir Allah. Tujuan utama qashash (kisah-kisah) dalam Al-Qur'an, seperti kisah Nabi Yusuf, adalah untuk diuraikan sebagai ________

a)

Menghibur Nabi Muhammad saw. dari kesedihan.

b)

Menjelaskan tentang hukum dan syariat Islam.

c)

Memperkuat dan meneguhkan hati Nabi Muhammad saw. serta memberikan pelajaran bagi manusia.

d)

Bukti ilmiah kebenaran Al-Qur'an.

e)

Menentukan mana ayat yang umum dan mana yang khusus.

25.

Kisah Nabi Musa a.s. dan Firaun diulang berkali-kali dalam Al-Qur'an dengan redaksi dan fokus penekanan yang berbeda-beda. Rumusan hikmah yang paling tepat mengenai adanya pengulangan kisah (qashash) tersebut adalah...

a)

Menunjukkan kelemahan struktur bahasa Al-Qur'an karena menggunakan redaksi yang sama.

b)

Menekankan bahwa Al-Qur'an disusun secara tidak sistematis.

c)

Menyajikan kisah dari berbagai sudut pandang yang berbeda untuk menonjolkan pelajaran dan hikmah tertentu pada setiap konteks.

d)

Menguji daya ingat para sahabat dalam menghafal Al-Qur'an.

e)

Membatasi ruang lingkup penafsiran ayat.

26.

Perhatikan potongan Hadis berikut: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Auf dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tidak ada seorang hamba pun yang berpuasa sehari karena mencari wajah Allah, kecuali Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh tujuh puluh tahun." (HR. Muslim)

Bagian yang disebut Matan dalam Hadis tersebut adalah...

a)

Abdurrahman bin Auf dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

b)

(HR. Muslim).

c)

Redaksi lafaz Hadis yang berisi sabda Nabi: "Tidak ada seorang hamba pun yang berpuasa sehari karena mencari wajah Allah, kecuali Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh tujuh puluh tahun."

d)

Dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

e)

Telah menceritakan kepada kami.

27.

Suatu riwayat disandarkan kepada perbuatan atau perkataan seorang Sahabat Nabi. Riwayat ini tidak sampai kepada Nabi Muhammad saw. secara langsung. Berdasarkan sudut pandang yang disandarkan (marfu', mauquf, maqthu'), riwayat ini diklasifikasikan sebagai Hadis...

a)

Marfu' (Disandarkan kepada Nabi).

b)

Mauquf (Disandarkan kepada Sahabat).

c)

Maqthu' (Disandarkan kepada Tabi'in).

d)

Mutawatir (Banyak perawi).

e)

Ahad (Sedikit perawi).

28.

Ilmu Hadis dibagi menjadi dua cabang utama: Ilmu Hadis Riwayah dan Ilmu Hadis Dirayah. Perbedaan mendasar antara Ilmu Hadis Riwayah dan Ilmu Hadis Dirayah adalah...

a)

Riwayah membahas kualitas Hadis (Shahih/Dha'if), Dirayah membahas kuantitas perawi (Ahad/Mutawatir).

b)

Riwayah berorientasi pada pemindahan atau pencatatan teks Hadis, sedangkan Dirayah berorientasi pada kaidah untuk meneliti kualitas sanad dan matan.

c)

Riwayah fokus pada Hadis Maqthu', sedangkan Dirayah fokus pada Hadis Marfu'.

d)

Riwayah berkembang di masa Sahabat, Dirayah berkembang di masa Tabi'in.

e)

Riwayah membahas Asbabun Nuzul, sedangkan Dirayah membahas Asbab ul Wurud.

29.

Periode kedua setelah wafat Nabi Muhammad saw. dikenal sebagai periode pembatasan periwayatan Hadis, karena Khalifah Umar bin Khattab dan para Sahabat khawatir Hadis akan bercampur dengan Al-Qur'an. Karakteristik atau corak utama dari periodesasi pertumbuhan dan periwayatan Hadis pada periode Sahabat Besar adalah...

a)

Kodifikasi (pembukuan) Hadis secara resmi dimulai.

b)

Periwayatan Hadis masih secara lisan dan sangat hati-hati/terbatas.

c)

Mulai munculnya upaya pemalsuan Hadis secara masif.

d)

Pembentukan kaidah-kaidah Ilmu Hadis (Dirayah).

30.

Suatu Hadis diriwayatkan oleh sekelompok perawi yang sangat banyak (mutawatir), sehingga mustahil mereka bersepakat untuk berbohong. Hadis ini juga diriwayatkan dari awal sanad sampai akhir oleh jumlah perawi yang selalu lebih dari dua orang pada setiap tingkatannya, meskipun tidak mencapai jumlah Mutawatir. Berdasarkan deskripsi tersebut, Hadis ini dikategorikan berdasarkan kuantitas perawi sebagai Hadis...

a)

Hadis Gharib.

b)

Hadis Ahad.

c)

Hadis Aziz.

d)

Hadis Masyhur (atau Mustafidh).

e)

Hadis Maqbul.

31.

Hadis dikategorikan Shahih jika memenuhi lima persyaratan utama: (1) Sanadnya bersambung, (2) Perawinya adil, (3) Perawinya dhabith (kuat hafalannya), (4) Tidak syadz (bertentangan dengan Hadis yang lebih kuat), dan (5) Tidak illat (cacat tersembunyi). Jika suatu Hadis kehilangan persyaratan nomor (3), yaitu perawinya dhabith namun tingkat dhabith-nya tidak sempurna (kurang), maka kualitas Hadis tersebut akan turun menjadi...

a)

Dha'if (lemah).

b)

Maudu' (palsu).

c)

Mutawatir.

d)

Hasan.

e)

Gharib.

32.

Nabi Muhammad saw. bertanya kepada Muadz bin Jabal ketika diutus ke Yaman: "Bagaimana engkau akan memutuskan jika ada perkara datang kepadamu?" Muadz menjawab: "Aku akan memutuskan dengan Kitabullah (Al-Qur'an)." Nabi bertanya lagi: "Jika engkau tidak mendapatkannya di Kitabullah?" Muadz menjawab: "Maka dengan Sunnah Rasulullah." Berdasarkan dialog ini, dapat disimpulkan bahwa kedudukan Hadis dalam syariat Islam adalah...

a)

Sama kedudukannya dengan Al-Qur'an.

b)

Sumber hukum yang bersifat independen dan mutlak.

c)

Sumber hukum yang hanya berlaku untuk masalah ibadah.

d)

Sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'an.

e)

Hanya sebagai sejarah kehidupan Nabi.

33.

Nabi Muhammad saw. bertanya kepada Muadz bin Jabal ketika diutus ke Yaman: "Bagaimana engkau akan memutuskan jika ada perkara datang kepadamu?" Muadz menjawab: "Aku akan memutuskan dengan Kitabullah (Al-Qur'an)." Nabi bertanya lagi: "Jika engkau tidak mendapatkannya di Kitabullah?" Muadz menjawab: "Maka dengan Sunnah Rasulullah." Berdasarkan dialog ini,

Fungsi Hadis terhadap ayat Al-Qur'an dalam konteks ini adalah...

a)

Bayan Ta'kid (memperkuat/mempertegas).

b)

Bayan Tasyri' (menetapkan hukum baru).

c)

Bayan Nasakh (menghapus hukum).

d)

Bayan Tafsir (merinci/menjelaskan ayat yang bersifat mujmal).

e)

Bayan Taqrir (menetapkan/mempertahankan hukum).

34.

Seorang peneliti ingin memastikan keaslian dan kualitas sanad sebuah Hadis yang digunakan sebagai dasar dalam praktik ekonomi syariah. Ia melakukan proses Takhrij Hadis. Tujuan utama dari kegiatan Takhrij Hadis yang dilakukan peneliti tersebut adalah...

a)

Untuk membatasi periwayatan Hadis.

b)

Untuk meneliti perbedaan redaksi (mukhtalif) Hadis.

c)

Untuk mengetahui asal Hadis (mukharrij-nya) dan meneliti status kualitas Hadis (Shahih, Hasan, Dha'if).

d)

Untuk mempermudah proses tahammul wal ada'.

e)

Untuk mengumpulkan semua Hadis yang memiliki tema yang sama.

35.

Seorang ulama mencari Hadis dengan mengumpulkan semua Hadis yang memiliki lafaz yang sama (lafz), terlepas dari siapa perawinya atau topik bahasan utamanya. Metode Takhrij Hadis yang digunakan ulama tersebut adalah...

a)

Metode Takhrij Bi Thariqi al-Sanad.

b)

Metode Takhrij Bi Thariqi al-Matan.

c)

Metode Takhrij Bi Thariqi al-Lafz (melalui lafaz Hadis).

d)

Metode Takhrij Bi Thariqi al-Maudhu' (melalui tema).

e)

Metode Takhrij Bi Thariqi al-Rawi (melalui perawi).

36.

Salah satu syarat utama bagi perawi Hadis dalam proses tahammul wal ada' untuk menjaga keotentikan Hadis adalah...

a)

Adil dan dhabit (terpercaya dan kuat hafalan)

b)

Memiliki kekayaan materi

c)

Berstatus pemimpin masyarakat

d)

Berusia di atas 50 tahun

37.

Metode penerimaan Hadis yang paling tinggi kedudukannya adalah Sima' (mendengar langsung dari lisan Syekh/Guru). Metode kedua adalah Qira'ah 'Ala al-Syekh (membaca Hadis di hadapan Syekh). Jika seorang perawi menyampaikan Hadis dengan sighat (ungkapan) "Haddatsana" atau "Sami'tu", maka ia telah menerima Hadis melalui metode...

a)

Ijazah.

b)

Mukatabah.

c)

Sima' (Mendengar Langsung).

d)

I'lam.

e)

Wajadah.

38.

Sebuah Hadis terlihat Shahih secara lahiriah sanad dan perawinya. Namun, setelah diteliti lebih lanjut, ditemukan adanya illat (cacat tersembunyi) di bagian matan yang bertentangan dengan Al-Qur'an yang lebih kuat. Cacat tersembunyi (Illat) yang menyebabkan Hadis tersebut menjadi Dha'if (lemah) hanya dapat dianalisis melalui kajian...

a)

Ilmu Fikih.

b)

Ilmu Rijal al-Hadis.

c)

Ilmu Ilal al-Hadis.

d)

Ilmu Jarah wa Ta'dil.

e)

Ilmu Tahammul wal Ada'.

39.

Ayat Al-Qur'an tentang puasa di bulan Ramadhan menyebutkan: "...maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang ditinggalkannya itu) pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 185) Implikasi hukum utama yang dapat dianalisis dari ayat ini adalah...

a)

Semua orang sakit dan musafir wajib berpuasa.

b)

Kewajiban meng-qadha puasa bagi yang meninggalkan karena udzur sakit atau musafir.

c)

Puasa hanya wajib bagi yang sehat.

40.

Hadis Nabi menyatakan: "Janganlah kamu menjual apa yang tidak ada padamu." Hadis ini menjadi dasar dalam muamalah Islam. Menilai relevansi Hadis tentang muamalah ini dalam konteks transaksi e-commerce (online shopping) kontemporer yang relevan adalah...

a)

Memperbolehkan semua jenis transaksi online karena kemajuan teknologi.

b)

Mengharamkan semua transaksi online karena barang tidak terlihat langsung.

c)

Menekankan pentingnya kepemilikan dan kontrol penuh terhadap barang sebelum dijual, yang mensyaratkan penjual online harus memiliki barang tersebut.

d)

Membatasi jual beli hanya pada barang yang terlihat secara fisik.

e)

Menetapkan bahwa jual beli online harus melalui Sighat (ijab qabul) lisan.

41.

Hadis Nabi Muhammad saw. bersabda: "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga." (HR. Muslim) Makna utama Hadis tersebut yang paling tepat diuraikan dalam konteks pengembangan IPTEK adalah...

a)

Ilmu yang dimaksud hanya ilmu agama.

b)

Dorongan kuat bagi umat Islam untuk menjadi subjek dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik agama maupun umum, demi kemaslahatan.

c)

Ilmu hanya bisa didapatkan di majelis taklim.

d)

Ilmu pengetahuan harus diperoleh hanya di Makkah atau Madinah.

e)

Ilmu tidak ada kaitannya dengan kemudahan menuju surga.

42.

Firman Allah SWT: "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku." (QS. Al-Kafirun: 6). Implikasi ayat tentang toleransi ini yang paling tepat dinilai dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia adalah...

a)

Mencampuradukkan ritual dan ajaran antar agama.

b)

Menegaskan pentingnya toleransi dalam keyakinan dan praktik ibadah tanpa mencampuri urusan akidah orang lain.

c)

Menganggap semua agama sama dalam kebenaran.

d)

Melarang sama sekali interaksi sosial antar umat beragama.

e)

Mewajibkan pemeluk agama lain untuk memeluk Islam.

43.

Firman Allah SWT: "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia." (QS. Ar-Rum: 41) Analisis makna ayat ini dalam konteks menjaga kelestarian alam (Hifzhu al-Biah) adalah...

a)

Kerusakan alam hanya disebabkan oleh takdir Tuhan semata.

b)

Kerusakan alam hanya terjadi di masa lalu.

c)

Peringatan keras bahwa sebagian besar kerusakan ekologis di bumi disebabkan oleh eksploitasi dan perilaku destruktif manusia.

d)

Kerusakan alam tidak dapat diperbaiki.

e)

Manusia tidak memiliki tanggung jawab terhadap alam.

44.

Firman Allah SWT: "Dan Katakanlah: 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu...' (QS. At-Taubah: 105) Sikap yang paling sesuai dengan kandungan ayat tentang etos kerja tersebut adalah...

a)

Bekerja keras hanya untuk mendapatkan pujian manusia.

b)

Bekerja hanya jika diawasi oleh atasan.

c)

Menjadikan kerja sebagai bagian dari ibadah, dilakukan secara profesional, sungguh-sungguh, dan penuh tanggung jawab.

d)

Bekerja hanya pada saat tertentu.

e)

Mengutamakan hasil kuantitatif di atas kualitas.

45.

Perilaku yang paling tepat mencerminkan akhlak terpuji berdasarkan Hadis tersebut adalah...

a)

Selalu berpuasa setiap hari.

b)

Hanya rajin beribadah di masjid.

c)

Menunjukkan kebaikan dan kasih sayang di lingkungan terkecil (keluarga) dan sosial.

d)

Menghafal seluruh Al-Qur'an.

e)

Berdebat untuk menunjukkan kebenaran.

46.

Jika Capaian Pembelajaran (CP) menargetkan siswa mampu menganalisis (C4) Hadis Shahih, maka indikator yang dirumuskan oleh guru tersebut...

a)

Sudah sesuai, karena C3 adalah prasyarat untuk C4.

b)

Terlalu tinggi, seharusnya C5.

c)

Belum mencapai target CP, karena C3 (menentukan) lebih rendah daripada C4 (menganalisis).

d)

Sudah tepat karena Capaian Pembelajaran selalu C4.

e)

Tidak relevan karena materi Hadis Shahih tidak termasuk dalam Capaian Pembelajaran.

47.

Untuk materi Ayat-ayat Al-Qur'an tentang Makanan Halal dan Haram, Bu Indah ingin agar siswa dapat menyelidiki kasus-kasus makanan di sekitar mereka dan membuat laporan hukumnya. Model pembelajaran yang paling relevan dan tepat untuk mencapai target ini adalah...

a)

Discovery Learning (Penemuan).

b)

Inquiry Learning (Inkuiri).

c)

Problem Based Learning (PBL) atau Project Based Learning (PjBL).

d)

Ceramah dan Tanya Jawab.

e)

Role Playing (Bermain Peran).

48.

Dalam materi Makhariul Huruf (tempat keluarnya huruf) yang sangat membutuhkan visualisasi detail artikulasi lidah dan bibir, media berbasis TIK yang paling tepat untuk diuraikan penggunaannya adalah...

a)

Membuat presentasi PowerPoint statis.

b)

Menggunakan podcast audio.

c)

Video animasi 3D artikulasi huruf atau aplikasi Tahsin interaktif.

d)

Papan tulis dan kapur.

e)

Flashcard bergambar.

49.

Guru meminta siswa untuk membandingkan tiga pendapat ulama tafsir yang berbeda mengenai satu ayat, kemudian meminta siswa menyimpulkan mana pendapat yang paling relevan dengan konteks Indonesia modern. Kegiatan pembelajaran ini paling tepat dianalisis sebagai kegiatan yang mempromosikan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) karena melibatkan proses kognitif...

a)

C2 (Memahami)

b)

C3 (Mengaplikasikan)

c)

C5 (Mengevaluasi) dan C6 (Mencipta/Menciptakan Sintesis Baru)

50.

Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran Al-Qur'an Hadis memiliki karakteristik yang khas. Karakteristik utama yang paling tepat ditentukan dalam pembelajaran PAI di Kurikulum Merdeka adalah...

a)

Fokus pada hafalan materi saja.

b)

Pembelajaran berpusat pada peserta didik, menekankan pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

c)

Pembelajaran harus seragam di seluruh Indonesia.

d)

Penghapusan mata pelajaran Al-Qur'an Hadis.

e)

Penggunaan kurikulum yang sama dengan kurikulum tahun 2013.

51.

Seorang guru Al-Qur'an Hadis ingin mengukur kemajuan Tahsin (perbaikan bacaan) siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan memberikan umpan balik segera. Jenis asesmen yang paling tepat dianalisis kegunaannya adalah...

a)

Asesmen Sumatif (di akhir semester).

b)

Asesmen Formatif (sepanjang proses pembelajaran).

c)

Asesmen Diagnostik (di awal pembelajaran).

d)

Asesmen Proyek.

e)

Asesmen Portofolio.

52.

Guru ingin merancang soal untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengevaluasi (C5) kualitas suatu Hadis. Rumusan soal pilihan ganda yang paling tepat untuk tujuan tersebut adalah...

a)

Sebutkan lima syarat Hadis Shahih!

b)

Jelaskan perbedaan Hadis Shahih dan Hadis Hasan!

c)

Tulis kembali definisi Hadis Mutawatir!

d)

Manakah dari kriteria perawi berikut yang paling lemah, sehingga dapat menyebabkan Hadis yang diriwayatkannya turun kualitasnya menjadi Dha'if?

e)

Tunjukkan contoh Hadis Mauquf!

53.

Hasil praktik Tahfiz (hafalan) menunjukkan 25% siswa belum mencapai ketuntasan hafalan. Bentuk program remedial yang paling tepat untuk siswa yang tidak tuntas dalam capaian praktik Tahfiz adalah...

a)

Pemberian tugas tertulis tambahan.

b)

Mengulang materi teori Ulumul Qur'an.

c)

Bimbingan atau pelatihan menghafal secara individual dan intensif.

d)

Memberikan nilai KKM tanpa tes ulang.

e)

Memberikan tugas project kelompok.

54.

Pak Cipta memberikan nilai A kepada siswa yang merupakan anak dari sahabatnya, meskipun hasil ujian siswa tersebut hanya mencapai nilai C. Prinsip penilaian yang dilanggar oleh Pak Cipta adalah...

a)

Sahih (valid).

b)

Objektif (berdasarkan prosedur dan kriteria yang jelas).

c)

Menyeluruh.

d)

Akuntabel.

e)

Terpadu.

55.

Setelah hasil evaluasi semester, rata-rata nilai kelas untuk materi Ilmu Hadis Dirayah sangat rendah. Guru kemudian menyadari bahwa ia terlalu banyak menggunakan metode ceramah tanpa diskusi kasus. Analisis yang paling tepat untuk melakukan refleksi berdasarkan hasil evaluasi ini adalah...

a)

Menyalahkan siswa yang kurang belajar.

b)

Mengevaluasi dan merevisi metode pembelajaran, seperti mengganti ceramah dengan Problem Based Learning atau analisis kasus.

c)

Menurunkan KKM.

d)

Menganggap materi Ilmu Hadis Dirayah memang terlalu sulit.

e)

Meminta siswa belajar lebih keras tanpa adanya perubahan strategi mengajar.

56.

Bu Sari, guru Al-Qur'an Hadis, ingin mengimplementasikan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) untuk materi Kandungan Surah Al-Ma'un. Implementasi TPACK yang paling efektif dinilai adalah...

a)

Menjelaskan materi menggunakan whiteboard (Content Knowledge).

b)

Meminta siswa berdiskusi (Pedagogical Knowledge).

c)

Menggunakan proyektor untuk menampilkan teks ayat (Technological Knowledge).

d)

Menggunakan aplikasi interaktif (platform kuis online) untuk menguji pemahaman, diikuti dengan studi kasus video tentang Riya yang relevan dengan Surah Al-Ma'un, lalu mendiskusikannya dengan model PjBL.

57.

Banyak siswa di kelas Pak Herman mengalami kesulitan dalam memahami Hadis-Hadis yang bersifat abstrak (misalnya, Hadis tentang kiamat) karena minimnya media visual. Masalah yang paling tepat untuk diangkat sebagai judul Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah...

a)

Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa.

b)

Upaya Peningkatan Pemahaman Hadis Ghaib Melalui Pemanfaatan Media Visual Berbasis TIK pada Siswa Kelas XI.

c)

Korelasi antara Keaktifan Siswa dengan Nilai Rata-rata Pelajaran Al-Qur'an Hadis.

d)

Studi Komparatif Efektivitas Metode Ceramah dan Diskusi.

e)

Pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Motivasi Siswa.

58.

Pak Taufik telah berhasil melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan mendapatkan hasil positif. Ia ingin mempublikasikan karyanya untuk kenaikan pangkat. Jenis karya ilmiah yang paling tepat ditentukan untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah adalah...

a)

Membuat buku pelajaran.

b)

Membuat media pembelajaran inovatif.

c)

Artikel ilmiah hasil penelitian (PTK) atau kajian konseptual.

d)

Makalah yang dipresentasikan dalam seminar sekolah.

e)

Laporan kegiatan bakti sosial.

59.

Bu Rina selalu datang ke madrasah tepat waktu, melaksanakan seluruh tugas mengajar dan administrasi dengan kualitas terbaik, serta menolak tawaran side job yang mengganggu jam kerjanya di sekolah. Ciri-ciri profesionalisme guru yang diwujudkan dalam etos kerja Bu Rina adalah...

a)

Sikap Samapta dan Tegas.

b)

Ketaatan, Disiplin, dan Komitmen terhadap Kualitas Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi).

c)

Keberanian dalam membela kebenaran.

d)

Mengembangkan sikap rela berkorban.

e)

Kemurahatian dan kesepenuhhatian.

60.

Berdasarkan Kode Etik Guru Indonesia, seorang guru harus memelihara hubungan baik dengan orang tua dan masyarakat untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. Kasus yang paling tepat ditentukan sebagai pelanggaran terhadap poin Kode Etik ini adalah...

a)

Memberikan sanksi yang adil kepada siswa.

b)

Menyebarluaskan aib atau informasi negatif tentang siswa dan keluarganya di media sosial.

c)

Menolak menerima sumbangan dana dari orang tua.

d)

Melaksanakan tugas tambahan di luar jam sekolah.

e)

Menjual buku pelajaran kepada siswa.

61.

Bapak/Ibu guru berencana mengomunikasikan hasil belajar Al-Qur'an Hadis yang rendah kepada orang tua/wali murid, sekaligus memberikan solusi perbaikan. Strategi komunikasi yang paling efektif dianalisis untuk menjaga kolaborasi yang positif adalah...

a)

Mengirimkan surat pemberitahuan singkat tanpa penjelasan.

b)

Menyalahkan orang tua atas hasil belajar yang rendah.

c)

Mengadakan pertemuan tatap muka (parent-teacher conference) untuk menyampaikan data nilai secara spesifik dan menawarkan rencana perbaikan bersama.

d)

Membandingkan siswa dengan temannya yang berprestasi.

e)

Mengumumkan nilai rendah secara terbuka di depan kelas.

62.

Guru Al-Qur'an Hadis (Pak Zaki) ingin merancang kegiatan kolaboratif dengan guru Sejarah (Bu Nia) untuk materi Ayat-ayat tentang Sejarah Umat Terdahulu. Kegiatan kolaboratif yang paling tepat dirancang adalah...

a)

Keduanya mengajar materi yang sama secara terpisah.

b)

Pak Zaki mengajar tafsir, Bu Nia hanya memberikan nilai.

c)

Membuat Project Based Learning terpadu: Siswa belajar tafsir (Al-Qur'an Hadis) sekaligus meneliti latar belakang sejarah dan konteks sosiologisnya (Sejarah).

d)

Keduanya mengikuti workshop terpisah.

e)

Membandingkan Hadis dengan dokumen sejarah tanpa adanya integrasi materi.

63.

Sebagai guru Al-Qur'an Hadis, peran Bapak/Ibu dalam menangkal radikalisme di kalangan peserta didik yang paling tepat dianalisis adalah...

a)

Mengajarkan hanya materi fikih saja.

b)

Menekankan pemahaman ajaran Islam secara tawassuth (moderat) dan tasamuh (toleran), serta mengajarkan Hadis tentang kewajiban taat kepada pemimpin yang sah.

c)

Melarang siswa mengakses informasi dari internet.

d)

Menyampaikan semua Hadis tanpa konteks waktu dan tempat.

e)

Mengajarkan bahwa satu-satunya kebenaran hanya ada pada kelompok sendiri.