wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL CHECKPOINT: Stimulasi Anak Berkebutuhan Belajar Spesifik

Total questions: 61

Worksheet time: 43mins

Name
Class
Date
1.

Pilih contoh pola kesalahan fonologis, visual, dan makna dari data bacaan siswa berikut ini.

a)

Siswa membaca 'buku' menjadi 'buku' (benar), 'buku' menjadi 'buku-buku' (visual), dan 'buku' menjadi 'kitab' (makna).

b)

Siswa membaca 'buku' menjadi 'buku' (fonologis), 'buku' menjadi 'kuku' (visual), dan 'buku' menjadi 'buku-buku' (makna).

c)

Siswa membaca 'buku' menjadi 'kuku' (fonologis), 'buku' menjadi 'kitab' (visual), dan 'buku' menjadi 'buku' (makna).

d)

Siswa membaca 'buku' menjadi 'kitab' (fonologis), 'buku' menjadi 'buku' (visual), dan 'buku' menjadi 'kuku' (makna).

2.

Pilih pernyataan yang benar mengenai perbedaan antara kesalahan struktural dan visual beserta implikasinya bagi pembelajaran.

a)

Kesalahan struktural berkaitan dengan aturan atau pola, sedangkan kesalahan visual berkaitan dengan tampilan atau bentuk; keduanya mempengaruhi cara siswa memahami materi.

b)

Kesalahan struktural hanya terjadi pada soal matematika, sedangkan kesalahan visual hanya pada soal bahasa.

c)

Kesalahan visual lebih berbahaya daripada kesalahan struktural dalam pembelajaran.

d)

Implikasi kesalahan struktural tidak berpengaruh pada proses pembelajaran.

3.

Teori ekologi dapat digunakan untuk menjelaskan respon orang tua dan guru terhadap kesulitan belajar anak dalam film Taare Zameen Par. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat?

a)

Teori ekologi melihat interaksi antara anak, orang tua, dan guru sebagai faktor penting dalam perkembangan anak.

b)

Teori ekologi hanya fokus pada faktor genetik anak.

c)

Teori ekologi menekankan bahwa kesulitan belajar hanya disebabkan oleh lingkungan sekolah.

d)

Teori ekologi mengabaikan peran keluarga dalam perkembangan anak.

4.

Desain instrumen asesmen informal sederhana berbasis observasi kelas harus mencakup indikator apa saja?

a)

Indikator akademik dan non-akademik

b)

Indikator akademik saja

c)

Indikator non-akademik saja

d)

Indikator administratif

5.

Pilih rekomendasi intervensi yang sesuai berdasarkan hasil asesmen membaca (contoh kasus Gaby).

a)

Memberikan latihan membaca berjenjang sesuai kemampuan Gaby

b)

Mengabaikan kesulitan membaca Gaby

c)

Memberikan tugas membaca yang terlalu sulit tanpa bantuan

d)

Menghentikan pembelajaran membaca untuk Gaby

6.

Kesulitan belajar spesifik berbeda dengan kesulitan belajar umum karena ...

a)

Hanya muncul pada anak dengan IQ rendah

b)

Selalu disertai gangguan perilaku

c)

secara fisik tampak berbeda

d)

disebabkan karena fungsi neurologis yang tidak berfungsi maksimal

7.

Jika seorang siswa mampu memahami konsep matematika abstrak namun kesulitan menghitung, kemungkinan besar ia mengalami ...

a)

Disleksia

b)

Disgrafia

c)

Diskalkulia

d)

ADHD

e)

Gangguan visual-spasial

8.

Ciri utama ABBS adalah ...

a)

Muncul akibat faktor neurologis

b)

Selalu disebabkan kurang motivasi

c)

Hanya bisa diketahui lewat rapor

d)

Terkait keterbelakangan mental

e)

Tidak dapat diatasi dengan intervensi

9.

Kesulitan belajar spesifik harus dibedakan dari ...

a)

Gangguan sensorik

b)

Kurangnya kesempatan belajar

c)

Hambatan bahasa kedua

d)

Semua jawaban benar

e)

Hanya A dan B

10.

Seorang siswa ABBS mengalami kekuatan di seni tetapi gagal di membaca. Hal ini menunjukkan ...

a)

ABBS selalu menyeluruh

b)

ABBS selektif di area tertentu

c)

ABBS membuat anak tidak bisa berprestasi

d)

IQ rendah

e)

Semua salah

11.

Dalam film Taare Zameen Par, Ishaan melihat huruf-huruf menari di buku bacaan. Hal ini mencerminkan …

a)

Gangguan motorik kasar

b)

Masalah persepsi visual

c)

Masalah working memory

d)

Masalah perhatian

12.

Perilaku Ishaan yang berulang kali menghindari ulangan menunjukkan …

a)

Malas belajar

b)

Coping mechanism akibat kecemasan akademik dan rendahnya self-esteem

c)

Gangguan IQ

d)

Perilaku membangkang

e)

Ketidaksukaan terhadap guru seni

13.

Setelah guru seni memberi dukungan personal, Ishaan mulai berani menulis dan menggambar. Hal ini menunjukkan pentingnya …

a)

Strategi hukuman di kelas

b)

Penerapan prinsip orthodidaktik dan diferensiasi pembelajaran

c)

Penilaian standar tunggal

d)

Mengurangi jam pelajaran

e)

Mengandalkan terapi medis

14.

Seorang anak dengan ABBS kesulitan memahami bacaan sederhana, padahal ia bisa menjelaskan cerita ketika dibacakan. Hal ini menunjukkan …

a)

Masalah decoding tulisan menjadi bunyi

b)

Gangguan pemahaman bahasa reseptif

c)

IQ rendah

d)

Kesulitan sosial

e)

Masalah perhatian

15.

Ketika anak sering lupa membawa buku pelajaran, tugas, dan perlengkapan sekolah, meskipun sudah diingatkan, hal ini bisa dikaitkan dengan …

a)

Gangguan fungsi eksekutif

b)

Disgrafia

c)

Diskalkulia

d)

masalah perhatian

e)

Masalah perilaku

16.

Menurut teori ekologi Bronfenbrenner, teman sebaya termasuk …

a)

Mikrosistem

b)

Mesosistem

c)

Ekosistem

d)

Makrosistem

e)

Kronosistem

17.

Stigma masyarakat terhadap anak ABBS berada di tingkat …

a)

Mikrosistem

b)

Mesosistem

c)

Ekosistem

d)

Makrosistem

e)

Kronosistem

18.

Hubungan antara sekolah dan keluarga dalam mendukung anak ABBS termasuk …

a)

Mikrosistem

b)

Mesosistem

c)

Ekosistem

d)

Makrosistem

e)

Kronosistem

19.

Tekanan orang tua untuk belajar tanpa modifikasi bisa menimbulkan …

a)

Motivasi meningkat

b)

Harga diri menurun

c)

IQ meningkat

d)

Kreativitas tumbuh

e)

Konsentrasi membaik

20.

Dukungan guru dalam memberikan strategi belajar berbeda berfungsi untuk …

a)

Mengurangi stigma

b)

Meningkatkan self-efficacy siswa

c)

Mengganti kurikulum nasional

d)

Mengubah IQ

e)

Menghilangkan gangguan

21.

Kesulitan belajar tanpa dukungan sosial dapat menimbulkan …

4 lines
22.

Contoh dampak psiko-sosial positif jika intervensi tepat …

a)

Harga diri meningkat

b)

Motivasi belajar tumbuh

c)

Relasi sosial membaik

d)

Semua benar

23.

Konsep resilience pada anak ABBS artinya …

a)

Tidak pernah gagal

b)

Tetap berkembang meski menghadapi kesulitan

c)

IQ selalu stabil

d)

Tidak butuh dukungan

e)

Menolak bantuan

24.

Perbedaan utama antara screening dan evaluation adalah …

a)

Screening untuk menentukan diagnosis, evaluation untuk seleksi

b)

Screening bersifat awal dan cepat, evaluation mendalam dan komprehensif

c)

Screening dilakukan oleh psikolog, evaluation oleh guru

d)

Screening wajib dilakukan di semua sekolah, evaluation tidak perlu

e)

Screening tidak memerlukan instrumen, evaluation tidak sistematis

25.

Pada asesmen membaca, kesalahan “kubu → buku” dikategorikan sebagai …

a)

Kesalahan makna

b)

Kesalahan visual

c)

Kesalahan struktur

d)

Kesalahan fonologis

e)

Kesalahan sintaksis

26.

Asesmen informal berbeda dengan tes standar karena …

a)

A. Kontekstual & fleksibel

b)

B. Mengukur IQ saja

c)

C. Tidak reliabel

d)

D. Tidak bisa dipakai guru

e)

E. Hanya untuk psikolog

27.

Checklist LD digunakan untuk …

a)

Diagnosa medis

b)

Screening awal kesulitan belajar

c)

Seleksi siswa

d)

penempatan kelas

e)

pembuatan program

28.

Curriculum-Based Measurement (CBM) digunakan untuk …

a)

Menentukan IQ

b)

Monitoring perkembangan akademik siswa

c)

Seleksi masuk sekolah

d)

Mengukur perilaku adaptif

e)

Evaluasi kurikulum

29.

Telaah dokumen belajar siswa berguna untuk …

a)

Menentukan diagnosis medis

b)

Melihat pola kesalahan akademik

c)

Mengubah IQ

d)

Menentukan kurikulum baru

e)

Semua salah

30.

Wawancara guru bermanfaat untuk …

a)

Mendapatkan persepsi tentang kekuatan & kesulitan siswa

b)

Mengganti tes standar

c)

Melihat IQ siswa

d)

Menentukan nilai rapor

e)

Semua salah

31.

Observasi kelas digunakan untuk …

a)

Menilai keterlibatan siswa secara natural

b)

Mengukur IQ

c)

Seleksi akademik

d)

Memberi label tetap

e)

Menentukan nilai rapor

32.

Interaksi langsung dengan siswa membantu …

a)

Menggali respon spontan dan keterampilan nyata

b)

Menentukan IQ

c)

Mengganti observasi

d)

Memberi hukuman

e)

Menentukan nilai rapor

33.

Seorang siswa membaca kata “buku” menjadi “bukuu”. Kesalahan ini termasuk …

a)

Adisi

b)

Reversal

c)

Substitusi

d)

omisi

e)

hesitasi

34.

Kata “kaki” dibaca “kika”. Kesalahan ini disebut …

a)

Adisi

b)

Reversal

c)

Substitusi

d)

Omission

e)

Makna

35.

Siswa membaca kata “bola” menjadi “bala”. Kesalahan ini termasuk …

a)

Adisi

b)

Reversal

c)

Substitusi

d)

Omission

e)

Distorsi

36.

Siswa membaca kata “meja” menjadi “mejja”. Ini adalah contoh …

a)

Adisi

b)

Reversal

c)

Substitusi

d)

Omission

e)

Sintaksis

37.

Kata “darat” dibaca “datra”. Kesalahan ini dikategorikan sebagai …

a)

Adisi

b)

Reversal

c)

Substitusi

d)

Omission

e)

Makna

38.

Anak membaca kata “padi” → “padii”. Termasuk kesalahan …

a)

Adisi

b)

Reversal

c)

Substitusi

d)

Omission

e)

Semua benar

39.

Kata “susu” dibaca “sisi”. Kesalahan ini disebut …

a)

Adisi

b)

Reversal

c)

Substitusi

d)

Distorsi

e)

Omission

40.

Anak membaca kata “rumah” → “rummmah”. Termasuk kesalahan …

a)

Adisi

b)

Substitusi

c)

Reversal

d)

Omission

e)

Semua salah

41.

Analisis kesalahan adisi, reversal, dan substitusi penting karena …

a)

Membantu menentukan strategi intervensi spesifik sesuai pola kesalahan

b)

Hanya untuk penilaian nilai rapor

c)

Mengganti asesmen standar

d)

Tidak perlu diperhatikan

e)

Semua salah

42.

Dalam film Taare Zameen Par, guru seni berperan penting karena …

a)

Mengganti kurikulum

b)

Memberi label negatif

c)

Menemukan potensi anak dan memberi strategi berbeda

d)

Menyerahkan siswa ke psikolog

e)

Mengajarkan hafalan semata

43.

Respon awal orang tua Ishaan adalah …

a)

Dukungan penuh

b)

Tekanan dan hukuman

c)

Konseling intensif

d)

Modifikasi pembelajaran

e)

Terapi kelompok

44.

Intervensi guru seni menekankan …

a)

Diferensiasi pembelajaran

b)

Penilaian standar saja

c)

Latihan hafalan

d)

Hukuman fisik

e)

Mengurangi jam sekolah

45.

Strategi guru seni sesuai prinsip …

a)

Orthodidaktik

b)

Behaviorisme ekstrem

c)

Kognitivisme klasik

d)

Tes standar

e)

Psikoanalisis

46.

Siswa ABBS yang mendapat dukungan sosial cenderung …

a)

Meningkat motivasi

b)

Lebih percaya diri

c)

Lebih adaptif

d)

menarik diri

e)

Mudah putus asa

47.

Ketika sekolah tidak memberikan akomodasi, dampak yang dihasilkan adalah …

a)

Frustrasi dan kegagalan akademis

b)

IQ menurun

c)

Hilangnya kreativitas

d)

Masalah kesehatan

e)

Semua salah

48.

Jika guru dan orang tua bekerja sama untuk mendukung anak-anak ABBS, ini adalah contoh dari …

a)

Mikrosistem

b)

Mesosistem

c)

Ekosistem

d)

Maksosistem

e)

Kronosistem

49.

Contoh dari makrosistem yang mempengaruhi ABBS adalah …

a)

Nilai budaya tentang anak-anak pintar

b)

Sikap guru di kelas

c)

Hubungan antara orang tua dan guru

d)

Kurikulum sekolah

e)

Teman sebaya

50.

Pesan utama dari film Taare Zameen Par untuk para guru adalah …

a)

Semua anak itu sama

b)

Anak-anak harus diperlakukan sesuai dengan potensi mereka

c)

ABBS hanya perlu diintervensi oleh guru khusus

d)

Hanya IQ yang menentukan keberhasilan siswa dalam belajar

e)

Pemahaman guru mempengaruhi bagaimana mereka memberikan dukungan

51.

Dalam film Taare Zameen Par, Ishaan sering diejek oleh teman-temannya karena kesulitan dalam membaca dan menulis. Dia juga menunjukkan perilaku menghindar dari sekolah. Ini menggambarkan …

a)

Dampak kesulitan belajar terhadap interaksi sosial dan munculnya perilaku mekanisme koping

b)

IQ rendah pada anak-anak yang menyulitkan untuk bersosialisasi

c)

Kesalahan pengasuhan saja tanpa pengaruh ABBS

d)

Gangguan motorik kasar yang menghambat interaksi sosial

e)

Dampak budaya sekolah netral terhadap ABBS

52.

Seorang siswa dengan kesulitan membaca menunjukkan dua jenis kesalahan sebagai berikut:

Kata "bapak" dibaca sebagai "bapa".
Kata "basah" dibaca sebagai "basa".

Apa jenis kesalahan membaca yang ditunjukkan oleh siswa dalam kedua contoh tersebut?

a)

Kesalahan penghilangan

b)

Kesalahan penggantian

c)

Kesalahan penambahan

d)

Kesalahan pembalikan

53.

Apakah kemungkinan punca kesilapan membaca seperti membaca "bapak" sebagai "bapa" dan "basah" sebagai "basa" berkaitan dengan persepsi?

a)

Kesukaran membedakan bunyi huruf pada akhir perkataan disebabkan masalah persepsi.

b)

Kesukaran memahami makna perkataan secara keseluruhan.

c)

Kekeliruan antara huruf vokal dan konsonan di awal perkataan.

d)

Kecenderungan menambah huruf yang tiada dalam perkataan.

54.

Dampak dari kesalahan ini terhadap pemahaman bacaan siswa adalah:

a)

Ini dapat menghambat pemahaman teks.

b)

Ini selalu meningkatkan pemahaman.

c)

Ini tidak berpengaruh pada pemahaman.

d)

Ini menjamin pemahaman yang sempurna.

55.

Analisis strategi yang digunakan oleh Mr. Nikumbh untuk membangun lingkungan belajar yang inklusif bagi Ishaan.

a)

Mr. Nikumbh menggunakan metode pengajaran yang dipersonalisasi untuk mendukung pembelajaran Ishaan.

b)

Mr. Nikumbh mengabaikan kesulitan Ishaan di kelas.

c)

Mr. Nikumbh hanya mengandalkan kuliah tradisional untuk semua siswa.

d)

Mr. Nikumbh tidak mendorong ekspresi kreatif di dalam kelas.

56.

Hubungkan strategi-strategi ini dengan teori ekologis Bronfenbrenner (mikrosistem, mesosistem, eksosistem, makrosistem).

a)

Strategi-strategi ini dapat dipetakan ke tingkat mikrosistem, mesosistem, eksosistem, dan makrosistem dari teori ekologis Bronfenbrenner.

b)

Strategi-strategi ini hanya relevan untuk tingkat mikrosistem dari teori Bronfenbrenner.

c)

Strategi-strategi ini tidak berhubungan dengan tingkat manapun dari teori ekologis Bronfenbrenner.

d)

Strategi-strategi ini secara eksklusif merupakan bagian dari makrosistem dalam teori Bronfenbrenner.

57.

Dampak lingkungan inklusif yang dibangun oleh Mr. Nikumbh terhadap perkembangan akademis dan psikososial Ishaan adalah:

a)

Ini membantu Ishaan meningkatkan akademis dan meningkatkan kepercayaan dirinya.

b)

Ini membuat Ishaan lebih terisolasi dari teman-temannya.

c)

Ini menyebabkan Ishaan kehilangan minat dalam belajar.

d)

Ini tidak berpengaruh pada perkembangan Ishaan.

58.

Manakah dari berikut ini yang merupakan rekomendasi praktis yang dapat diterapkan oleh guru di sekolah inklusif di Indonesia dengan mengadopsi pendekatan Pak Nikumbh?

a)

Fokus pada kekuatan dan kebutuhan individu siswa

b)

Menggunakan metode pengajaran yang sama untuk semua

c)

Mengabaikan siswa dengan perbedaan belajar

d)

Menghalangi ekspresi kreatif di dalam kelas

59.

Selama fase penyaringan untuk mengidentifikasi anak-anak dengan Disabilitas Pembelajaran Spesifik (ABBS) menurut NJCLD (2010) dan Panduan RTI, langkah apa yang harus diambil guru dan data apa yang harus dikumpulkan?

a)

Gunakan daftar periksa penilaian kelas untuk mengidentifikasi indikator risiko dan kumpulkan data observasi tentang kinerja akademis siswa.

b)

Segera rujuk siswa ke psikolog untuk diagnosis formal tanpa penilaian kelas.

c)

Hanya mengandalkan tes medis (penglihatan & pendengaran) untuk menentukan adanya disabilitas pembelajaran.

d)

Tunggu sampai siswa gagal di beberapa kelas sebelum mengambil tindakan.

60.

Apa data tambahan yang harus dikumpulkan selama fase evaluasi oleh para ahli saat mengidentifikasi anak-anak dengan Disabilitas Pembelajaran Spesifik (ABBS)?

a)

Ujian pencapaian akademis terstandarisasi, penilaian kognitif, evaluasi bahasa dan bicara, serta observasi perilaku.

b)

Hanya hasil tes medis seperti skrining penglihatan dan pendengaran.

c)

Opini subjektif guru tanpa alat penilaian formal.

d)

Informasi pendapatan orang tua dan latar belakang keluarga.

61-62.

61.

Siswa AR (Kelas 2 SD)

Saat membaca nyaring paragraf 4 kalimat, AR lambat, banyak jeda, dan sering menghilangkan huruf/suku kata akhir: bapak→bapa, basah→basa, makan→maka.

Beberapa kali menebak berdasarkan gambar.

Ketika namanya dipanggil untuk ulangan baca, AR menunduk, menghindar, berkata “nanti saja, Bu.”

Menyalin judul dari papan: ada huruf tertukar (p→b sekali).

Menjawab pertanyaan lisan tentang gambar cukup baik (bisa menyebut 3 detail).

a.      Simpulkan 2–3 indikator kunci yang paling bermasalah.

b. Tentukan fokus observasi berikutnya untuk mengetahui profil belajar siswa guna pengembangan program

4 lines
62.

Dalam film Taare Zameen Par, Pak Guru Nikumbh hadir sebagai sosok yang membantu Ishaan menghadapi kesulitan belajarnya. Ia tidak hanya menggunakan strategi pembelajaran berbeda, tetapi juga berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung dan inklusif di kelas.

Pertanyaan:
a) Analisis strategi apa saja yang dilakukan Pak Guru Nikumbh untuk membangun lingkungan belajar inklusif bagi Ishaan.
b) Kaitkan strategi tersebut dengan teori ekologi Bronfenbrenner (mikrosistem, mesosistem, ekosistem, makrosistem).
c) Jelaskan dampak dari lingkungan inklusif yang dibangun Pak Guru Nikumbh terhadap perkembangan akademik dan psiko-sosial Ishaan.
d) Rancang rekomendasi praktis yang dapat diterapkan guru di sekolah inklusif di Indonesia dengan mencontoh pendekatan Pak Guru Nikumbh.

4 lines